cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 52 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2026)" : 52 Documents clear
PENANAMAN ADAB SANTRI DALAM PENDIDIKAN ISLAM: PROBLEMATIKA DAN UPAYA IMPLEMENTASI DI KUTTAB DARUL ULUM SERANG SUMBEREJO Kurnia, Rifka; Setiawan, Rahmat
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10153

Abstract

This study aims to analyze the problems in instilling moral values (adab) among students at Kuttab Darul Ulum and the efforts made to address them. This research employed a qualitative approach using interviews with the school principal as the primary data source. The findings indicate that the cultivation of adab is the main focus of the educational process, aiming to develop students who are polite and well-mannered, particularly in their interactions with parents, teachers, and peers. The implementation is carried out through habituation, the application of standard operating procedures (SOP), and continuous guidance for students. However, several challenges were identified in the implementation process, including the lack of optimal role modeling by some teachers, the influence of family environments, and the impact of technological developments such as the use of gadgets and social media. To address these issues, the school has taken various measures, including providing educational guidance for teachers and establishing collaboration with parents through parenting programs. Although the effectiveness of these programs has not yet reached optimal levels, the findings show positive responses from parents regarding improvements in children’s behavior. This study concludes that the cultivation of adab requires collaboration among schools, teachers, and parents, as well as consistent and continuous efforts. Therefore, strengthening teacher role modeling, supervising the use of technology, and developing innovative learning strategies are necessary to improve the quality of moral education in the future. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika penanaman adab santri di Kuttab Darul Ulum serta upaya yang dilakukan dalam mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara dengan kepala sekolah sebagai sumber utama data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman adab menjadi fokus utama dalam proses pendidikan, dengan tujuan membentuk santri yang sopan dan beradab, khususnya kepada orang tua, guru, dan sesama teman. Implementasi dilakukan melalui pembiasaan, penerapan aturan (SOP), serta pembinaan terhadap santri. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat beberapa kendala, di antaranya kurang optimalnya keteladanan pengajar, pengaruh lingkungan keluarga, serta dampak perkembangan teknologi seperti penggunaan gadget dan media sosial. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihak sekolah melakukan berbagai upaya, seperti memberikan edukasi kepada guru dan menjalin kerja sama dengan orang tua melalui kegiatan parenting. Meskipun efektivitas program belum maksimal, hasil penelitian menunjukkan adanya respons positif dari wali santri terhadap perubahan perilaku anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanaman adab memerlukan kerja sama antara sekolah, guru, dan orang tua serta dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan keteladanan pendidik, pengawasan penggunaan teknologi, serta inovasi dalam pembelajaran untuk meningkatkan kualitas penanaman adab di masa mendatang.
PENGARUH DOMINATING SET PADA PEMBENTUKAN KELOMPOK MODEL PEMBELAJARAN PEER TEACHING Mahmudah, Muhlisatul; Irawati, Tri Novita; Magfiroh, Hilaliatul
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10189

Abstract

Peer teaching is a method that involves active interaction among students to enhance conceptual understanding and social skills. However, challenges in group formation often hinder the effectiveness of this method. This study aims to analyze the influence of applying the concept of a dominating set in graph theory on group formation within a peer teaching model. Using a quantitative approach, this study was conducted at SMK 01 Diponegoro Wuluhan in class X AKL III, consisting of 35 students. Students were grouped based on cognitive diagnostic assessments, with those demonstrating high understanding designated as the dominating set to guide the other group members. Data were collected through cognitive diagnostic assessment tests, observations, and questionnaires on learning success rates. The results of the paired t-test showed a calculated t-value of -12.861 with a significance level (2-tailed) of 0.000 (< 0.05), indicating a significant difference between Phase 1 and Phase 2. The application of this concept not only enhances learning effectiveness but also helps optimize interaction and collaboration among students. Thus, this study concludes that the use of graph theory, particularly the dominating set, can serve as an effective strategy in forming peer-teaching learning groups. ABSTRAK Pembelajaran peer teaching merupakan metode yang melibatkan interaksi aktif antara siswa untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan sosial. Namun, tantangan dalam pembentukan kelompok sering kali menghambat efektivitas metode ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan konsep dominating set dalam teori graf terhadap pembentukan kelompok dalam model pembelajaran peer teaching. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini dilakukan di SMK 01 Diponegoro Wuluhan pada kelas X AKL III yang terdiri dari 35 siswa. Siswa dilatih berdasarkan asesmen diagnostik kognitif, dengan siswa yang memiliki pemahaman tinggi ditetapkan sebagai dominating set yang mendominasi untuk memandu anggota kelompok lainnya. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar asesmen diagnostik kognitif, observasi, serta angket tingkat keberhasilan pembelajaran. Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai t hitung sebesar -12,861 dengan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000 (< 0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara fase 1 dan fase 2. Penerapan konsep ini tidak hanya meningkatkan efektivitas pembelajaran, tetapi juga membantu mengoptimalkan interaksi dan kolaborasi antar siswa. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan teori graf, khususnya dominating set, dapat menjadi strategi yang efektif dalam pembentukan kelompok belajar peer teaching.
ANALISIS KEMAMPUAN KLASIFIKASI DAN POLA MATEMATIS ANAK MELALUI PERMAINAN MANIPULATIF ANAK USIA 5-6 TAHUN Pattipeiluhu, Krislina; Tasijawa, Riski; Insyur, Alberthina
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10216

Abstract

This study aims to provide an in-depth description of how manipulative play is utilized to enhance the classification skills and mathematical pattern abilities of children aged 5–6 years at PAUD Bintang Harapan Arso. Using a qualitative descriptive approach with a case study design, the research involved eight children and four teachers as participants. Data were collected through direct observations of classroom activities, interviews with teachers regarding instructional strategies, and documentation in the form of field notes and children’s work samples. These data were then analyzed systematically through the processes of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that children’s engagement with manipulative play creates concrete, interactive, and enjoyable learning experiences that support their ability to group objects based on characteristics such as color, shape, and size, as well as recognize and extend simple mathematical patterns. In addition, children demonstrated increased activeness and enthusiasm throughout the learning process, indicating that manipulative materials contribute not only to cognitive development but also to learning motivation. Overall, the study suggests that manipulative play serves as an effective instructional strategy for strengthening foundational mathematical concepts among young children. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pemanfaatan permainan manipulatif dalam mendukung perkembangan kemampuan klasifikasi serta pola matematis pada anak usia 5–6 tahun di PAUD Bintang Harapan Arso melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan delapan anak dan empat guru sebagai partisipan, di mana data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap aktivitas pembelajaran, wawancara dengan guru terkait strategi yang digunakan, serta dokumentasi berupa catatan dan hasil kegiatan anak, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis; hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan anak dalam permainan manipulatif mampu menghadirkan pengalaman belajar yang konkret, interaktif, dan menyenangkan sehingga membantu mereka dalam mengelompokkan objek berdasarkan karakteristik seperti warna, bentuk, dan ukuran, sekaligus memahami serta melanjutkan pola sederhana secara lebih mudah, selain itu anak juga menunjukkan peningkatan keaktifan dan antusiasme selama proses pembelajaran berlangsung, yang mengindikasikan bahwa penggunaan media berbasis permainan tidak hanya berdampak pada aspek kognitif tetapi juga pada motivasi belajar anak, sehingga secara keseluruhan permainan manipulatif dapat dipandang sebagai salah satu strategi pembelajaran yang efektif dalam memperkuat dasar kemampuan matematika anak usia dini.
PENGARUH INTERAKSI ANTARA PROJECT BASED LEARNING DAN DIRECT INSTRUKSIONAL SERTA GAYA KOGNITIF TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MAHASISWA Yudiernawati, Atti; Wahyuni, Tavip Dwi; Suryani, Pudji
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10241

Abstract

ABSTRACT Problem-solving ability is a fundamental competency that university students must possess to meet the demands of analysis and decision-making in professional contexts. The development of this ability is influenced not only by the learning strategies applied but also by individual cognitive characteristics. This study aims to examine the effects and interaction between Project Based Learning and Direct Instruction models and students’ cognitive styles on problem-solving ability. The research employed a quasi-experimental approach with a 2×2 factorial design involving 87 students from the Health Promotion Study Program. Cognitive styles were classified into field independent and field dependent using the Group Embedded Figure Test, while problem-solving ability was assessed through scenario-based tests. The data were analyzed using two-way ANOVA. The findings indicate that students taught using Project Based Learning demonstrated higher problem-solving ability compared to those taught using Direct Instruction. In addition, students with a field independent cognitive style performed better than those with a field dependent style. Further analysis revealed a significant interaction between learning models and cognitive styles. These findings suggest that the effectiveness of learning strategies in enhancing problem-solving ability depends on the alignment between instructional approaches and students’ cognitive characteristics. ABSTRAK Kemampuan pemecahan masalah menjadi kompetensi esensial bagi mahasiswa dalam menghadapi tuntutan analisis dan pengambilan keputusan di dunia profesional. Pengembangan kemampuan ini tidak hanya dipengaruhi oleh strategi pembelajaran yang digunakan, tetapi juga oleh karakteristik kognitif individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh serta interaksi antara model pembelajaran Project Based Learning dan Direct Instruction dengan gaya kognitif mahasiswa terhadap kemampuan pemecahan masalah. Penelitian menggunakan pendekatan quasi-experimental dengan rancangan faktorial 2×2 yang melibatkan 87 mahasiswa Program Studi Promosi Kesehatan. Gaya kognitif diklasifikasikan menjadi field independent dan field dependent menggunakan Group Embedded Figure Test, sedangkan kemampuan pemecahan masalah diukur melalui tes berbasis skenario. Data dianalisis menggunakan two-way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengikuti Project Based Learning memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih tinggi dibandingkan dengan Direct Instruction. Selain itu, mahasiswa dengan gaya kognitif field independent menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan field dependent. Analisis lebih lanjut mengungkap adanya interaksi signifikan antara model pembelajaran dan gaya kognitif. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah bergantung pada kesesuaian antara strategi pembelajaran dan karakteristik kognitif mahasiswa.
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL BERBASIS ALAT KESEIMBANGAN PADA PERBANDINGAN BERAT SISWA KELAS II SD Jauharah, Fatihah Iffah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10266

Abstract

ABSTRACT Mathematics learning in elementary schools is still faced with challenges in facilitating students’ understanding of abstract concepts, particularly in the topic of weight comparison. This issue is related to limited opportunities for direct learning experiences and the minimal use of concrete learning media. This study aims to describe the implementation of the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach based on a simple balance tool and to examine students’ understanding of weight comparison concepts. The study employed a descriptive qualitative approach involving 31 second-grade students at SDIT Al Munawwarah. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were systematically analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that learning activities integrating real-life contexts with the use of a balance tool help students develop a more concrete understanding of the concept. Students were not only able to compare weights accurately but also to explain their reasoning based on direct observations. In addition, student engagement during the learning process was more active than before. These findings suggest that integrating a contextual approach with simple learning media is an effective and practical strategy with broad potential to improve the quality of mathematics learning in elementary schools. ABSTRAK Pembelajaran matematika di sekolah dasar masih dihadapkan pada tantangan dalam memfasilitasi pemahaman siswa terhadap konsep abstrak, khususnya pada materi perbandingan berat. Permasalahan ini berkaitan dengan terbatasnya pengalaman belajar langsung serta minimnya pemanfaatan media konkret dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) berbasis alat keseimbangan sederhana serta mengkaji pemahaman siswa terhadap konsep perbandingan berat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 31 siswa kelas II SDIT Al Munawwarah. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian diolah secara sistematis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran yang memadukan konteks nyata dengan penggunaan alat keseimbangan mampu membantu siswa membangun pemahaman konsep secara lebih konkret. Siswa tidak hanya mampu menentukan perbandingan berat secara tepat, tetapi juga dapat mengemukakan alasan berdasarkan hasil pengamatan. Selain itu, keterlibatan siswa selama pembelajaran berlangsung terlihat lebih aktif dibandingkan sebelumnya. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi pendekatan kontekstual dengan media sederhana merupakan strategi pembelajaran yang efektif, aplikatif, dan berpotensi luas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar.
PROFILE OF MATHEMATICAL CRITICAL THINKING SKILLS OF VOCATIONAL HIGH SCHOOL STUDENTS BASED ON FACIONE INDICATORS IN STATISTICS Anggraini, Dwi; Hutabarat, Revalina Ayu Natalia; Sitorus, Santa De Luisa; Nabilah, Wildani Nisrina; Siregar, Budi Halomoan
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10273

Abstract

ABSTRACT Mathematical critical thinking skills have become an essential competency in 21st-century learning, particularly in statistics, which requires in-depth analysis and reasoning. However, various findings indicate that students’ critical thinking skills have not yet developed optimally and still show imbalances across different aspects of thinking. This study aims to describe the profile of eleventh-grade students’ mathematical critical thinking skills at SMK Negeri 4 Medan based on critical thinking indicators. The study employed a qualitative approach with a descriptive method. The participants consisted of 14 students selected through purposive sampling in accordance with the context of statistics learning. Data were collected using an essay-based test and analyzed through descriptive techniques to illustrate students’ achievement across each indicator. The results show that students’ mathematical critical thinking skills are at a moderate level, with an average achievement of 57.1%. Students tend to perform better in understanding and analyzing problems, while their abilities in evaluating, drawing conclusions, and explaining reasoning remain relatively low. These findings indicate that students’ critical thinking skills have not yet developed comprehensively across all stages of thinking. Therefore, learning should be designed to systematically promote reasoning, reflection, and mathematical communication to support a more balanced and sustainable development of critical thinking skills. ABSTRAK Kemampuan berpikir kritis matematis menjadi kompetensi esensial dalam pembelajaran abad ke-21, terutama pada materi statistika yang menuntut analisis dan penalaran yang mendalam. Namun, berbagai temuan menunjukkan bahwa kemampuan tersebut pada siswa belum berkembang secara optimal dan masih menunjukkan ketidakseimbangan antar aspek berpikir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas XI di SMK Negeri 4 Medan berdasarkan indikator berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 14 siswa yang dipilih secara purposif sesuai dengan konteks pembelajaran statistika. Data dikumpulkan melalui tes esai dan dianalisis menggunakan teknik deskriptif untuk menggambarkan capaian kemampuan siswa pada setiap indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa berada pada kategori sedang dengan rata-rata capaian sebesar 57,1%. Kemampuan siswa cenderung lebih baik pada tahap memahami dan menganalisis masalah, sedangkan pada tahap mengevaluasi, menarik kesimpulan, dan menjelaskan alasan masih tergolong rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa belum berkembang secara menyeluruh pada seluruh tahapan berpikir. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang secara terarah mendorong aktivitas penalaran, refleksi, dan komunikasi matematis agar pengembangan kemampuan berpikir kritis dapat berlangsung secara lebih seimbang dan berkelanjutan.
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE SNOWBALL THROWING PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS III Saputra, Adi; Mahmudah, Masrutotul; Laili, Nur
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10290

Abstract

This classroom action research aimed to improve the mathematics learning outcomes of third-grade students at MI Ma’arif NU 06 Karyamukti on the topic of plane geometry through the implementation of the Snowball Throwing cooperative learning model. The background of this study was the low student learning outcomes, as indicated by the pre-cycle mastery percentage of 41.18%. The research was conducted in two cycles, each consisting of the stages of planning, action implementation, observation, and reflection based on Kurt Lewin’s model. The research subjects consisted of 17 students. Data collection techniques included learning outcome tests and observation sheets of student activities during the learning process. The results showed an improvement in learning mastery in each cycle, from 41.18% in the pre-cycle, increasing to 58.82% in Cycle I, and reaching 82.35% in Cycle II. This improvement indicates that the implementation of the Snowball Throwing learning model was able to enhance students’ activeness, participation, and understanding of mathematics material. Therefore, the Snowball Throwing learning model is effective in improving mathematics learning outcomes for elementary school students. ABSTRAK Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas III MI Ma’arif NU 06 Karyamukti pada materi bangun datar melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa yang ditunjukkan oleh persentase ketuntasan pra-siklus sebesar 41,18%. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi sesuai model Kurt Lewin. Subjek penelitian berjumlah 17 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar dan lembar observasi aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan belajar pada setiap siklus, yaitu dari 41,18% pada pra-siklus, meningkat menjadi 58,82% pada siklus I, dan mencapai 82,35% pada siklus II. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa penerapan model Snowball Throwing dalam pembelajaran mampu meningkatkan keaktifan, partisipasi, serta pemahaman siswa terhadap materi matematika. Dengan demikian, model pembelajaran Snowball Throwing efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa sekolah dasar.
UPAYA KOLABORASI WALI SANTRI DENGAN GURU AL-QUR’AN DALAM PENINGKATAN HAFALAN DI KUTTAB DARUL ULUM BANJARNEGARA Robieth, Ahmad; Malik, Abdul
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10292

Abstract

This study examines the collaboration between parents (wali santri) and Qur’an teachers in supporting students’ memorization achievement at Kuttab Darul Ulum Banjarnegara. A qualitative approach with a case study design was employed to capture the phenomenon within its natural context. Data were collected through in-depth interviews and observations, involving Qur’an teachers, parents, and the head of the kuttab as key informants. The data were analyzed through stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, with triangulation applied to ensure the credibility of the findings. The findings indicate that collaboration is carried out through direct communication, the use of online communication platforms, and the utilization of a mutaba’ah book as a connecting medium between teachers and parents. The mutaba’ah book functions not only as a communication tool but also as an instrument for monitoring and evaluating students’ memorization progress. This practice contributes to maintaining the continuity of learning between the kuttab and home environments. However, its effectiveness is influenced by varying levels of parental involvement, time constraints, and differences in understanding of how to support children’s memorization processes. This study concludes that effective collaboration requires consistent communication, active parental participation, and well-structured institutional support. Therefore, strengthening collaborative practices through parental guidance programs and the development of a more integrated monitoring system is strongly recommended. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam praktik kolaborasi antara wali santri dan guru Al-Qur’an dalam mendukung peningkatan hafalan santri di Kuttab Darul Ulum Banjarnegara. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, sehingga memungkinkan peneliti memahami fenomena secara kontekstual. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan dengan melibatkan guru Al-Qur’an, wali santri, dan kepala kuttab sebagai sumber informasi utama. Proses analisis dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian, serta penarikan kesimpulan, dengan menerapkan triangulasi guna menjamin keabsahan temuan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi terbangun melalui interaksi langsung, pemanfaatan media komunikasi daring, serta penggunaan buku mutaba’ah sebagai sarana penghubung antara pihak kuttab dan keluarga. Buku mutaba’ah tidak hanya berperan sebagai media penyampaian informasi, tetapi juga sebagai alat untuk memantau sekaligus mengevaluasi perkembangan hafalan santri secara berkelanjutan. Praktik ini berkontribusi dalam menjaga kesinambungan proses pembelajaran antara lingkungan kuttab dan rumah. Meskipun demikian, pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal, karena masih dipengaruhi oleh variasi tingkat keterlibatan wali santri, keterbatasan waktu, serta pemahaman yang belum merata terkait pendampingan hafalan. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan kolaborasi memerlukan komunikasi yang konsisten, partisipasi aktif wali santri, serta dukungan sistem yang terorganisasi dengan baik. Oleh karena itu, penguatan pola kolaborasi melalui program pembinaan bagi wali santri serta pengembangan sistem monitoring yang lebih terpadu menjadi langkah yang perlu dipertimbangkan.
HUBUNGAN ANTARA LITERASI SAINS DENGAN SIKAP ILMIAH SISWA SEKOLAH DASAR KELAS V DI GUGUS KALASAN Azahro, Putri Nur; Sari, Nurratri Kurnia
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10299

Abstract

This study aims to determine the relationship between science literacy and scientific attitudes among fifth-grade elementary school students in the Kalasan Cluster, Bendosari Subdistrict, Sukoharjo Regency. The low level of students’ science literacy, as indicated by the results of preliminary observations, served as the rationale for conducting this study. A quantitative correlational approach was used, employing a cluster random sampling technique. The research sample consisted of 24 students from two schools. Data were collected through multiple-choice tests and Likert-scale questionnaires. The instruments were tested for validity and reliability, yielding a Cronbach’s Alpha value of 0.898. A normality test using the Shapiro-Wilk test indicated that both variables were normally distributed. Hypothesis testing was conducted using the Pearson Product-Moment correlation technique with the assistance of IBM SPSS Statistics 25. The results showed a correlation coefficient of 0.940 with a significance level of 0.000 (p < 0.05), indicating a positive and very strong relationship between students’ science literacy and scientific attitudes. The higher the students’ level of science literacy, the better their scientific attitudes; this finding confirms that science literacy and scientific attitudes need to be developed simultaneously through active, contextual, and student-centered learning. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi sains dengan sikap ilmiah siswa kelas V SD di Gugus Kalasan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo. Rendahnya kemampuan literasi sains siswa yang ditunjukkan melalui hasil observasi awal menjadi latar belakang dilaksanakannya penelitian ini. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan teknik cluster random sampling. Sampel penelitian berjumlah 24 siswa yang berasal dari dua sekolah. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda dan angket skala Likert. Instrumen telah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,898. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk menunjukkan kedua variabel berdistribusi normal. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan teknik korelasi Pearson Product-Moment dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,940 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan positif dan sangat kuat antara literasi sains dan sikap ilmiah siswa. Semakin tinggi tingkat literasi sains siswa, semakin baik pula sikap ilmiahnya, temuan ini menegaskan bahwa literasi sains dan sikap ilmiah perlu dikembangkan secara bersamaan melalui pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan berpusat pada siswa.
PENGEMBANGAN LKPD MATEMATIKA BERBASIS ETNOMATEMATIKA RUMAH ADAT BUMI SERENTAK BAK REGAM PADA MATERI GARIS DAN SUDUT DI KELAS V SD Ananta, Viola; Sastrawati, Eka; Putri, Andi Gusmaulia Eka
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10313

Abstract

Mathematics learning in elementary schools still faces challenges in students’ understanding of abstract concepts, particularly in lines and angles, which are not yet supported by contextual teaching materials based on local culture. Moreover, the development of ethnomathematics-based worksheets remains limited, resulting in a gap between mathematical concepts and students’ real-life experiences. This study aimed to develop and evaluate the feasibility of an ethnomathematics-based mathematics worksheet using the context of the Bumi Serentak Bak Regam traditional house for fifth-grade students. This study employed a Research and Development method using the ADDIE model, consisting of the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data were collected through validation questionnaires from material, pedagogical, and language experts, as well as response questionnaires from teachers and students. The results showed that the developed worksheet achieved a very high level of validity, with average scores of 4.7 from material experts, 4.7 from pedagogical experts, and 4.9 from language experts. The practicality test results indicated an average score of 5 from teachers and 4.69 from students, both categorized as very practical. These findings indicate that integrating ethnomathematics into learning materials is not only feasible but also has the potential to enhance conceptual understanding through culturally contextual learning. The implication of this study suggests that local culture-based teaching materials can serve as an effective strategy to improve mathematics learning quality while strengthening students’ cultural identity. ABSTRAK Pembelajaran matematika di sekolah dasar masih menghadapi permasalahan rendahnya pemahaman konsep abstrak, khususnya pada materi garis dan sudut, yang belum didukung oleh bahan ajar kontekstual berbasis budaya lokal. Selain itu, pengembangan LKPD yang mengintegrasikan etnomatematika masih terbatas, sehingga belum optimal dalam menjembatani konsep matematika dengan pengalaman nyata peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan LKPD matematika berbasis etnomatematika dengan konteks Rumah Adat Bumi Serentak Bak Regam pada materi garis dan sudut kelas V SD. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang meliputi tahap analyze, design, development, implementation, dan evaluation. Instrumen penelitian berupa angket validasi ahli materi, pedagogis, dan bahasa, serta angket respon guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan memiliki tingkat validitas sangat tinggi dengan skor rata-rata ahli materi 4,7, ahli pedagogis 4,7, dan ahli bahasa 4,9. Uji kepraktisan menunjukkan skor rata-rata 5 dari guru dan 4,69 dari siswa, yang termasuk kategori sangat praktis. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi etnomatematika dalam LKPD tidak hanya layak digunakan, tetapi juga berpotensi meningkatkan pemahaman konsep melalui pendekatan kontekstual berbasis budaya. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika sekaligus memperkuat identitas budaya peserta didik.