cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 52 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2026)" : 52 Documents clear
PERAN GURU DALAM MENGATASI DISTRAKSI DI ERA DIGITAL INTERNET OF THINGS (IOT) GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS SISWA Faykal, Faykal; Rasyid, Andi Tabrani; Yanis, Muhammad
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10485

Abstract

The rapid development of Internet of Things technology presents new challenges in the form of digital distractions in schools, especially for 11th-grade TKJ 3 students at SMKN 1 Bone. The main research problem focuses on identifying the types of device distractions and analyzing teachers' strategic steps in optimizing student learning productivity. This study applies a descriptive qualitative methodology through participatory observation, in-depth interviews, and the comprehensive collection of official school documents. The data analysis stages are carried out systematically through reduction, categorization, and verification of field findings. The research results reveal that the misuse of smartphones for social media activities and online games is a major obstacle that causes a decline in student academic performance and delays in completing their practical assignments. To address this, educators play an active role in implementing a persuasive approach through learning contracts that contain strict rules regarding the use of electronic devices in the classroom. In addition, teachers act as proactive innovators by designing artificial intelligence-based instructional media to effectively redirect students' attention back to the learning material. The main conclusion emphasizes that the integration of regulatory discipline with the creative adaptation of technological innovation is a crucial instrument for educators to minimize digital distractions and boost student work productivity in the midst of a connected education ecosystem. This collaboration ensures that the learning environment remains conducive to the development of students' vocational competencies to face the dynamics of global industrial competition. ABSTRAK Pesatnya perkembangan teknologi Internet of Things menghadirkan tantangan baru berupa gangguan digital di sekolah, khususnya bagi siswa kelas XI TKJ 3 SMKN 1 Bone. Masalah utama penelitian berfokus pada identifikasi jenis distraksi gawai serta analisis langkah strategis guru dalam mengoptimalkan produktivitas belajar siswa. Studi ini menerapkan metodologi kualitatif deskriptif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta pengumpulan dokumen resmi sekolah secara menyeluruh. Tahapan analisis data dilakukan sistematis lewat reduksi, kategorisasi, hingga verifikasi temuan lapangan. Hasil riset mengungkap bahwa penyalahgunaan ponsel pintar untuk aktivitas media sosial dan permainan daring menjadi penghambat utama yang menyebabkan penurunan performa akademik siswa serta keterlambatan penyelesaian tugas praktik mereka. Guna mengatasi hal tersebut, pendidik berperan aktif menerapkan pendekatan persuasif melalui kesepakatan kontrak belajar yang memuat aturan tegas mengenai pemakaian perangkat elektronik di kelas. Selain itu, guru bertindak selaku inovator proaktif dengan merancang media instruksional berbasis kecerdasan buatan demi mengalihkan atensi siswa kembali pada materi ajar secara efektif. Simpulan utama menegaskan bahwa integrasi kedisiplinan aturan dengan adaptasi inovasi teknologi secara kreatif merupakan instrumen krusial bagi pendidik untuk meminimalisir distraksi digital sekaligus mendongkrak produktivitas kerja siswa di tengah ekosistem pendidikan terkoneksi. Kolaborasi tersebut memastikan lingkungan belajar tetap kondusif bagi pengembangan kompetensi vokasi siswa demi menghadapi dinamika persaingan industri global.  
SYSTEMATIC LITERATUR REVIEW: HUBUNGAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, GAYA KOMUNIKASI, BUDAYA SEKOLAH DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KINERJA GURU Irawidiarti, Irawidiarti; Haryanto, Eddy; Masbirorotni, Masbirorotni
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10486

Abstract

Suboptimal teacher performance, characterized by less adaptive lesson planning and inconsistent evaluation, is a major obstacle to improving the quality of national education. This research focuses on an in-depth analysis of the relationship between transformational leadership, communication style, school culture, and emotional intelligence on educator productivity. Adopting the Systematic Literature Review (SLR) method for various literature from 2020 to 2026, the research stages included secondary data collection from Google Scholar and SINTA, systematic screening, and thematic synthesis. The research findings showed a significant positive correlation across all variables, both partially and simultaneously. Quantitatively, the literature data recorded a contribution of communication style reaching 71.0%, followed by school culture at 16.01%, transformational leadership at 12.94%, and emotional intelligence at 10.88%. The analysis results demonstrate that inspiring principal behavior and effective communication, when combined with a conducive work environment and teacher emotional maturity, can significantly boost academic achievement. The main conclusion emphasizes that the integration of visionary leadership and individual psychological stability is a crucial instrument in optimizing school performance. This study recommends that school principals adopt an adaptive managerial style oriented toward strengthening organizational values ​​and interpersonal empathy. Therefore, improving teacher performance requires a holistic approach that aligns structural leadership factors with the dynamics of the school's social culture to address the increasingly complex challenges of modern education. ABSTRAK Kinerja guru yang suboptimal, ditandai dengan perencanaan pembelajaran kurang adaptif dan evaluasi tidak konsisten, menjadi hambatan utama bagi peningkatan mutu pendidikan nasional. Penelitian ini berfokus pada analisis mendalam mengenai hubungan antara kepemimpinan transformasional, gaya komunikasi, budaya sekolah, dan kecerdasan emosional terhadap produktivitas pendidik. Mengadopsi metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap berbagai literatur periode 2020 hingga 2026, tahapan riset mencakup pengumpulan data sekunder dari Google Scholar dan SINTA, skrining sistematis, serta sintesis tematik. Temuan riset menunjukkan korelasi positif signifikan pada seluruh variabel, baik secara parsial maupun simultan. Secara kuantitatif, data literatur mencatat kontribusi gaya komunikasi mencapai 71,0%, disusul budaya sekolah sebesar 16,01%, kepemimpinan transformasional 12,94%, dan kecerdasan emosional 10,88%. Hasil analisis membuktikan bahwa perilaku kepala sekolah yang menginspirasi dan komunikasi yang efektif, jika dipadukan dengan lingkungan kerja kondusif serta kematangan emosi guru, mampu mendongkrak capaian akademik secara signifikan. Simpulan utama menegaskan bahwa integrasi kepemimpinan visioner dan stabilitas psikologis individu merupakan instrumen krusial dalam mengoptimalkan performa sekolah. Studi ini merekomendasikan kepala sekolah untuk mengadopsi gaya manajerial adaptif yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai organisasi dan empati interpersonal. Dengan demikian, perbaikan kinerja guru memerlukan pendekatan holistik yang menyelaraskan faktor struktural kepemimpinan dengan dinamika budaya sosial sekolah guna menghadapi tantangan pendidikan modern yang semakin kompleks.  
IMPLEMENTASI PROGRAM TAHSIN UNTUK PENGEMBANGAN KUALITAS BACAAN AL-QUR'AN SISWA Faoz, Miftahul; Setiawan, Rahmat
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10487

Abstract

The Qur'an demands a standard of authentic recitation through mastery of makhraj, tajwid, and tartil, however, in the Kalijaga Banjarnegara Mosque, significant variations in recitation quality are still found amidst the limited traditional informal rural education facilities. This study aims to describe the implementation of the tahsin program through a qualitative approach with a comprehensive case study design carried out from January to February 2026. The systematic research steps involved purposive sampling techniques for tahsin teachers, takmir administrators, and students, with data collection procedures through direct participant observation, in-depth interviews, and authentic documentation studies which were then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The research findings show that the implementation of the tahsin program includes multilevel curriculum planning, the talaqqi method in the halaqah system, and regular achievement evaluation. Real obstacles were identified in the form of low motivation in 60% of beginner students and an absenteeism rate of up to 25% due to family schedule conflicts. The adaptive solutions implemented included 5-10 minutes of individual cognitive guidance per student, a motivational reward system, and intensive coordination with parents through a WhatsApp group. The main conclusion confirms that the tahsin program at the Kalijaga Mosque has proven effective in improving the quality of students' Quran reading when supported by consistent educators, differentiated method adaptations, and strong communication synergy between the institution and families. ABSTRAK Al-Qur'an menuntut standar bacaan sahih melalui penguasaan makhraj, tajwid, dan tartil, namun di Mushola Kalijaga Banjarnegara masih ditemukan variasi kualitas bacaan yang signifikan di tengah keterbatasan sarana pendidikan informal pedesaan yang bersifat tradisional. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi program tahsin melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus komprehensif yang dilaksanakan pada periode Januari hingga Februari tahun 2026. Langkah penelitian secara sistematis melibatkan teknik purposive sampling terhadap guru tahsin, pengurus takmir, serta siswa, dengan prosedur pengumpulan data melalui observasi partisipan langsung, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi autentik yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Temuan riset menunjukkan bahwa pelaksanaan program tahsin mencakup perencanaan kurikulum bertingkat, metode talaqqi dalam sistem halaqah, serta evaluasi capaian secara rutin. Teridentifikasi hambatan nyata berupa rendahnya motivasi pada 60% siswa kategori pemula dan tingkat ketidakhadiran mencapai 25% akibat konflik jadwal keluarga. Solusi adaptif yang diterapkan meliputi bimbingan kognitif individual berdurasi 5-10 menit per siswa, sistem pemberian hadiah motivasional, serta koordinasi intensif bersama wali murid melalui grup komunikasi WhatsApp. Simpulan utama menegaskan bahwa program tahsin di Mushola Kalijaga terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an siswa apabila didukung konsistensi pendidik, adaptasi metode yang terdiferensiasi, serta sinergi komunikasi yang sangat kuat antara pihak lembaga dengan keluarga.
SMART FLIPBOOK LEARNING: PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF UNTUK PEMBELAJARAN RIAS PENGANTIN BAGI MAHASISWA TATA KECANTIKAN Maghfiroh, Anik; Ade Novi Nurul Ihsani; Trisnani Widowati; Ghodam Eko Saputro
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10544

Abstract

ABSTRACT The advancement of digital technology highlights the importance of interactive learning media to improve the quality of the learning process, particularly in skill-based fields such as bridal makeup. However, learning in the cosmetology study program still relies on conventional methods that do not optimally support the visualization of techniques, resulting in low levels of student understanding and learning independence. This study aims to develop Smart Flipbook Learning-based media as an alternative solution to enhance learning quality. The method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE model, which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The research subjects consisted of 15 cosmetology students. The research instruments included validation sheets assessed by material experts and media experts, as well as evaluations of student learning outcomes. The results showed that the developed media achieved feasibility scores of 85.59% from material experts and 85.84% from media experts, categorized as highly feasible. In addition, student learning outcomes reached an average of 84.5%, categorized as very good. Therefore, the developed media is considered feasible and effective for bridal makeup learning. ABSTRAK Kemajuan teknologi digital menuntut inovasi media pembelajaran interaktif yang mampu meningkatkan kualitas proses belajar, khususnya pada bidang keterampilan seperti rias pengantin. Namun, pembelajaran rias pengantin pada program studi tata kecantikan masih didominasi metode konvensional yang kurang mendukung visualisasi teknik secara optimal, sehingga berdampak pada rendahnya pemahaman dan kemandirian belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berbasis Smart Flipbook Learning sebagai solusi alternatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri dari 15 mahasiswa tata kecantikan. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi oleh ahli materi dan ahli media, serta evaluasi hasil belajar mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 85,59% dari ahli materi dan 85,84% dari ahli media dengan kategori sangat layak. Selain itu, hasil belajar mahasiswa mencapai rata-rata 84,5% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, media yang dikembangkan dinyatakan layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran rias pengantin.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA INOVATIF DI SD Efendi, Rinja Efendi; Suci, Afrida Permata; Anggriani, Nopi; Komariah, Hidayati Nur; Maulia, Gita Nurismi; Pulungan, Saima
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10097

Abstract

This study aims to analyze the implementation of an innovative Indonesian language learning approach at SD 009 Rambah Samo. The study is motivated by the fact that Indonesian language learning is still often conducted using conventional methods, which are considered less effective in increasing students’ activeness and creativity in the learning process. Therefore, the use of a more innovative learning approach is needed to create a more engaging, interactive, and effective learning environment. This research employed a qualitative method with a descriptive approach. One classroom and third grade students. Data were collected through observation, interviews, and documentation to obtain a deeper understanding of the learning process. The results indicate that the implementation of an innovative learning approach can increase students’ participation during classroom activities. Students become more active in discussions, asking questions, and expressing their opinions during the learning process. In addition, the use of varied learning media helps students understand Indonesian language materials more effectively. Therefore, the implementation of innovative learning approaches can improve the quality of Indonesian language learning in elementary schools. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran Bahasa Indonesia inovatif di SD 009 Rambah Samo. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh proses pembelajaran yang masih cenderung berpusat pada guru sehingga keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan penerapan pembelajaran inovatif untuk menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, interaktif, dan efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas satu orang guru dan siswa kelas III SD 009 Rambah Samo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi untuk memperoleh gambaran secara langsung mengenai proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia telah dilaksanakan dengan menggunakan metode diskusi, tanya jawab, dan penugasan yang mampu meningkatkan keaktifan serta partisipasi siswa. Siswa terlihat lebih aktif dalam berdiskusi, menjawab pertanyaan, dan menyampaikan pendapat. Selain itu, penggunaan media pembelajaran berupa teks bacaan dan gambar membantu siswa dalam memahami materi dengan lebih baik. Dengan demikian, penerapan pembelajaran inovatif dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.  
PENERAPAN METODE EDUTAINMENT WORD SEARCH BERBANTU MEDIA PUZZLE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA ARAB PESERTA DIDIK KELAS IV MIN Wati, Ocha Rahma; Fauziah, Asti; Zuliana, Erini; Malik, Adam
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10146

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the Edutainment Word Search method assisted by puzzle media in improving Arabic learning outcomes, particularly vocabulary mastery, among fourth-grade students at MIN 6 Bandar Lampung. The main problem addressed in this study is the low level of students’ Arabic vocabulary mastery, which is influenced by less engaging and less interactive teaching methods. This study employed a Classroom Action Research (CAR) approach consisting of two cycles, each including the stages of planning, action, observation, and reflection. The results showed that the implementation of the method successfully improved both student participation and learning outcomes, as indicated by the increase in learning mastery percentage. In the pre-cycle, the learning mastery percentage was 31.25%. It increased to 37.5% in Cycle I and significantly improved to 87.5% in Cycle II. These findings indicate that the applied method is effective in enhancing students’ learning outcomes. Although vocabulary improvement was achieved, this study recommends that other language skills, such as writing and grammar, should also be emphasized in future Arabic language instruction. This study also provides opportunities for further development of similar methods at various educational levels. ABSTRAK enelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan metode Edutainment Word Search dengan media puzzle dalam meningkatkan hasil belajar bahasa Arab, khususnya dalam penguasaan kosakata, di kelas IV MIN 6 Bandar Lampung. Fokus masalah penelitian ini adalah rendahnya penguasaan kosakata bahasa Arab siswa yang disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang kurang menarik dan kurang interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus, yang masing-masing terdiri dari tahapan perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode ini berhasil meningkatkan partisipasi dan hasil belajar siswa, yang tercermin dari peningkatan persentase ketuntasan belajar. Pada pra-siklus, persentase ketuntasan belajar sebesar 31,25%. Pada siklus I meningkat menjadi 37,5%, dan pada siklus II meningkat secara signifikan menjadi 87,5%. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa metode yang diterapkan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Meskipun peningkatan kosakata telah tercapai, penelitian ini merekomendasikan agar keterampilan lain, seperti menulis dan tata bahasa, juga diperhatikan dalam pembelajaran bahasa Arab di masa mendatang. Penelitian ini membuka peluang pengembangan lebih lanjut dalam penggunaan metode serupa di berbagai tingkat pendidikan.    
THE IMPLEMENTATION OF HOT CHAIR GAME IN TEACHING SPEAKING SKILL AT THE SECOND SEMESTER OF ENGLISH DEPARTMENT STUDENTS Arif, Ummi Qalsum
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10187

Abstract

ABSTRACT Speaking is a crucial component of English language learning in EFL contexts, yet many university students encounter difficulties in expressing their ideas orally due to limited vocabulary, low confidence, and speaking anxiety. This study focuses on the use of the Hot Chair Game as an interactive learning strategy to enhance the speaking skills of second-semester students in the English Education Study Program at IKTL. The research employed a descriptive qualitative design. Data were collected through classroom observations, field notes, and students’ reflective written responses over four instructional meetings. Data were analyzed through descriptive qualitative analysis focusing on patterns of speaking performance, classroom interaction, and learning engagement. The findings reveal that the Hot Chair Game resulted in observable improvements in students’ vocabulary recall, speaking fluency, and willingness to participate in oral activities. In addition, students demonstrated increased confidence and reduced speaking anxiety, as indicated by more frequent voluntary responses and sustained oral interaction during classroom activities. Although some challenges remained, such as limited vocabulary mastery and occasional reliance on their native language, students gradually adapted to English-speaking situations. Overall, the results indicate that the Hot Chair Game is an effective and engaging alternative strategy for improving speaking skills in higher education, as it fosters active participation, reduces anxiety, and enhances communicative competence in EFL classrooms. ABSTRAK Speaking merupakan komponen penting dalam pembelajaran Bahasa Inggris dalam konteks EFL, namun banyak mahasiswa mengalami kesulitan dalam mengekspresikan ide secara lisan akibat keterbatasan kosakata, rendahnya rasa percaya diri, dan kecemasan berbicara. Penelitian ini berfokus pada penggunaan Hot Chair Game sebagai strategi pembelajaran interaktif untuk meningkatkan keterampilan berbicara mahasiswa semester dua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di IKTL. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, catatan lapangan, dan respon reflektif tertulis mahasiswa selama empat kali pertemuan pembelajaran. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan fokus pada pola kemampuan berbicara mahasiswa, interaksi kelas, dan keterlibatan belajar selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Hot Chair Game menghasilkan peningkatan dalam kemampuan mengingat kosakata, kelancaran berbicara, serta kemauan mahasiswa untuk berpartisipasi dalam aktivitas lisan. Selain itu, mahasiswa menunjukkan peningkatan rasa percaya diri dan penurunan kecemasan berbicara, yang ditandai dengan meningkatnya respon sukarela serta interaksi lisan yang lebih berkelanjutan di kelas. Meskipun masih ditemukan beberapa kendala seperti keterbatasan kosakata dan penggunaan bahasa ibu secara sesekali, mahasiswa secara bertahap mampu beradaptasi dalam situasi berbahasa Inggris. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa Hot Chair Game merupakan strategi alternatif yang efektif dan menarik dalam meningkatkan keterampilan berbicara di perguruan tinggi karena mampu mendorong partisipasi aktif, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan kompetensi komunikatif dalam konteks EFL.
PEMILIHAN PENDEKATAN, METODE, DAN TEKNIK PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PROSES BELAJAR MENGAJAR Lusianah, Enok Reva; Fitria, Uliyatul; Lestari, Ayu; Marcella, Marcella
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10196

Abstract

ABSTRACT The effectiveness of the learning process is largely determined by teachers’ ability to appropriately select and integrate learning approaches, methods, and techniques. However, in practice, there remains a gap in understanding regarding the distinctions and interrelationships among these three components, which may lead to suboptimal learning outcomes. This study aims to comprehensively analyze the concepts of learning approaches, methods, and techniques, as well as to examine their role in enhancing learning effectiveness. This research employs a literature review method by analyzing relevant scholarly sources through stages of selection, categorization, and data synthesis using a qualitative descriptive approach. The findings indicate that learning approaches serve as the conceptual foundation that guides the direction of instruction, methods function as systematic frameworks for implementation, and techniques represent contextual practical applications. The integration of these three components has been shown to enhance interaction, engagement, and meaningful learning experiences for students. In conclusion, learning effectiveness does not rely on a single component but rather on the synergy among approaches, methods, and techniques that are adaptively selected based on students’ needs. Therefore, both conceptual understanding and practical competence in integrating these components are key factors in achieving optimal and sustainable learning outcomes. ABSTRAK Efektivitas pembelajaran sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam memilih dan mengintegrasikan pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran secara tepat. Namun, dalam praktiknya masih terdapat kesenjangan pemahaman terkait perbedaan dan keterkaitan ketiga komponen tersebut yang berdampak pada kurang optimalnya proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif konsep pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran serta mengkaji perannya dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan melalui tahapan seleksi, pengelompokan, dan sintesis data secara deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan berperan sebagai dasar konseptual dalam menentukan arah pembelajaran, metode sebagai kerangka sistematis dalam pelaksanaan, dan teknik sebagai bentuk implementasi praktis yang bersifat kontekstual. Integrasi ketiga komponen tersebut terbukti mampu meningkatkan interaksi, keterlibatan, dan kebermaknaan belajar peserta didik. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas pembelajaran tidak hanya bergantung pada satu komponen, melainkan pada sinergi antara pendekatan, metode, dan teknik yang dipilih secara adaptif sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Oleh karena itu, penguasaan konseptual dan kemampuan aplikatif guru dalam mengombinasikan ketiga aspek tersebut menjadi faktor kunci dalam mencapai pembelajaran yang optimal dan berkelanjutan.
PENGARUH IKLIM SEKOLAH DAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR DI GUGUS 2 BILAH HULU Feri, Jonny; Siregar, Sakinah Ubudiyah; Purnama, Iwan; Ardansyah, Muhmmad; Siregar, Marlina
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10272

Abstract

ABSTRACT Improving teacher performance is a key factor in the success of learning, yet it still faces challenges such as low levels of innovation and limited use of technology. This study aims to examine how school climate and the leadership style of principals influence the performance of elementary school teachers in Cluster 2 Bilah Hulu, Labuhanbatu Regency. The method used is a quantitative ex-post facto design with a sample of 56 teachers selected proportionally. Research data were collected through questionnaires, observations, and documentation. The data were then analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS, after first passing validity, reliability, and classical assumption tests. The findings indicate that school climate and the principal’s leadership style have a positive and significant effect on teacher performance, with leadership style being the most dominant factor. Simultaneously, both variables contribute 83.3% to teacher performance. Based on these results, it can be concluded that teacher performance can be improved through the creation of a conducive school climate and effective principal leadership, making these two aspects key factors in enhancing the quality of primary education. ABSTRAK Peningkatan kinerja guru merupakan faktor utama dalam keberhasilan pembelajaran, namun masih menghadapi kendala seperti rendahnya inovasi dan pemanfaatan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana iklim sekolah serta gaya kepemimpinan kepala sekolah memengaruhi kinerja guru sekolah dasar yang berada di Gugus 2 Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu. Metode yang digunakan adalah kuantitatif jenis ex-post facto dengan sampel 56 guru yang dipilih secara proporsional. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner, kegiatan observasi, serta pengumpulan dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis dengan metode regresi linear berganda menggunakan bantuan SPSS, setelah terlebih dahulu melewati pengujian validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa iklim sekolah dan gaya kepemimpinan kepala sekolah memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja guru, di mana gaya kepemimpinan menjadi faktor yang paling dominan. Secara simultan, kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 83,3% terhadap kinerja guru. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kinerja guru dapat ditingkatkan melalui terciptanya iklim sekolah yang kondusif serta kepemimpinan kepala sekolah yang efektif, sehingga kedua aspek tersebut menjadi faktor utama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dasar.
PENGARUH EKSPEKTASI, PEMBERDAYAAN, DAN KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN BILAH HULU Hadi, Khairul; Siregar, Sakinah Ubudiyah; Purnama, Iwan; Siregar, Marlina; Harahap, Aziddin
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10298

Abstract

ABSTRACT Teacher performance is a key factor in improving the quality of education; however, it is still influenced by various psychological and organizational aspects that are not yet optimal, such as expectations, empowerment, and self-confidence. This study aims to analyze the effect of expectations, empowerment, and self-confidence on the performance of elementary school teachers in Bilah Hulu District. This research employed a quantitative approach using a survey method involving 120 teachers selected from a population of 172. Data were collected through questionnaires that met validity and reliability requirements and were analyzed using multiple linear regression. The results show that expectations, empowerment, and self-confidence partially have a positive and significant effect on teacher performance. Simultaneously, the three variables also have a significant effect, with an F-value of 50.014 (p < 0.05). The coefficient of determination (R²) of 0.564 indicates that 56.4% of the variation in teacher performance can be explained by these variables. The study concludes that improving teacher performance can be achieved through strengthening professional expectations, optimizing empowerment, and continuously developing teachers’ self-confidence. Therefore, schools need to create a supportive work environment and encourage the development of teachers’ psychological aspects as part of strategies to enhance educational quality. ABSTRAK Kinerja guru merupakan faktor kunci dalam peningkatan mutu pendidikan, namun masih dipengaruhi oleh berbagai aspek psikologis dan organisasi yang belum optimal, seperti ekspektasi, pemberdayaan, dan kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ekspektasi, pemberdayaan, dan kepercayaan diri terhadap kinerja guru sekolah dasar di Kecamatan Bilah Hulu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 120 guru yang dipilih dari populasi sebanyak 172 guru. Data dikumpulkan melalui angket yang telah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspektasi, pemberdayaan, dan kepercayaan diri secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Secara simultan, ketiga variabel juga berpengaruh signifikan dengan nilai Fhitung sebesar 50,014 (p < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,564 menunjukkan bahwa 56,4% variasi kinerja guru dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut.. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja guru dapat dicapai melalui penguatan ekspektasi profesional, optimalisasi pemberdayaan, serta pengembangan kepercayaan diri guru secara berkelanjutan. Oleh karena itu, sekolah perlu menciptakan lingkungan kerja yang suportif dan mendorong pengembangan aspek psikologis guru sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan.