cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 281 Documents
MENERAPKAN STRATEGI PEMBELAJARAN INQUIRY DALAM UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR IPA MATERI PELESTARIAN MAKHLUK HIDUP SISWA KELAS VI MIN 2 LUMAJANG KECAMATAN TEMPEH KABUPATEN LUMAJANG ARIS RAHMAWATI
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v3i3.2509

Abstract

In the teaching and learning process the teacher plays a very important and determining role. Therefore, increasing teachers' abilities and insight is an absolute thing that must be done so that teachers can carry out their duties and functions well. Various efforts and strategies must be carried out well and planned so that teacher activities continue to increase and can achieve the planned educational goals. Thus, improving the quality of education is a shared responsibility between teachers, students, society and all components of education. For this reason, in improving student achievement, teachers can choose the right method to improve student learning. The aim of this research is, among others, to find out the extent to which the motivation for studying natural science material on the preservation of living things has increased in students of Class VI MIN 2 Lumajang, Tempeh District, Lumajang Regency, Odd Semester 2022/2023. The research results showed that in the initial test the average was 66.5 and in cycle I 72 and cycle II reached 82, with Learning Completeness reaching 75% in cycle I and in cycle II Learning Completeness 90%. The two cycles experienced an increase when compared to the initial conditions. The conclusion is that through the application of the Inquiry Learning Strategy in an effort to increase motivation for learning science material on the preservation of living things for students in class VI MIN 2 Lumajang, Tempeh District, Lumajang Regency, Odd Semester 2022/2023. ABSTRAKDalam proses belajar mengajar guru memegang peranan yang sangat penting dan menentukan. Oleh karenanya, peningkatan kemampuan dan wawasan guru ini menjadi hal mutlak ang harus dilakukan agar guru dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik. Berbagai upaya dan strategi harus dilakukan dengan baik dan terencana agar kegiatan dan aktivitas guru tersebut terus meningkat dan dapat mencapai tujuan pendidikan yang telah direncanakan. Dengan demikian bahwa meningkatkan kualitas pendidikan itu merupakan tanggung jawab bersama antara guru, siswa, masyarakat, dan seluruh komponen pendidikan. Untuk itu dalam meningkatkan prestasi siswa, guru dapat memilih metode yang tepat untuk meningkatkan belajar siswa. Tujuan Penelitihan ini antara lain Untuk mengetahui sejauh mana Peningkatan Motivasi Belajar IPA Materi Pelestarian Makhluk Hidup Pada Siswa Kelas VI MIN 2 Lumajang Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang Semester Ganjil Tahun 2022/2023. Hasil Penelitihan menunjukkan pada tes awal rerata 66,5 dan siklus I 72 dan Siklus II mencapai 82, dengan Ketuntasan Belajar mencapai 75 % siklus I dan pada siklus II Ketuntasan Belajar 90%. Kedua siklus mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan kondisi awal Kesimpulannya adalah dengan melalui Penerapan Strategi Pembelajaran Inquiry dalam Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar IPA Materi Pelestarian Makhluk Hidup Siswa Kelas VI MIN 2 Lumajang Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang Semester Ganjil 2022/2023.
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PPKn MELALUI METODE NUMBERED HEADS TOGETHER PADA SISWA KELAS VII D SMPN 1 DURENAN HERUCOKRO SURYA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v3i3.2510

Abstract

In the last 2 years, the learning achievement of VII D students in PPKn learning still shows very low learning outcomes. Many students often do not complete their Civics learning. The reason is that Civics is often boring because the material is difficult to understand and teachers still often use conventional learning methods and models. One of the efforts to improve the learning achievement of class VII D students, the researcher tried to use the Numbered Heads Together learning method in the learning that the researcher carried out. The aim of carrying out this classroom action research is to determine the increase in PPKn learning achievement regarding ethnic, religious, racial and inter-group diversity within the framework of Bhinneka Tunggal Ika through the numbered heads together method for class VII D students in semester 2 of the 2021/2022 academic year at SMPN 1 Durenan . The subjects in this classroom action research were class VII D students of SMP Negeri 1 Durenan. This research design consists of planning, action, observation and reflection stages. From the results of the implementation of PPKn learning from pre-cycle to the implementation of cycle I and cycle II research, it can be concluded that the application of the numbered heads together method can improve the PPKn learning achievement of class VII D students at SMP Negeri 1 Durenan Semester 2 2021/2022 in PPKn subjects. This can be seen from the increase in the percentage of students' learning completeness, namely in the first cycle it was 76.67% and in the second cycle it increased again until it reached 100% (all students completed). ABSTRAKDalam kurun waktu 2 tahun terakhir, prestasi belajar siswa VII D dalam pembelajaran PPKn masih menunjukkan hasil belajar yang sangat rendah. Banyak siswa yang sering tidak tuntas pada pembelajaran PPKn ini. Penyebabnya PPKn seringkali membosankan karena materinya sulit dipahami dan guru masih sering menggunakan metode dan model pembelajaran yang konvensional. Salah satu usaha untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VII D ini, peneliti mencoba menggunakan metode belajar Numbered Heads Together pada pembelajaran yang peneliti lakukan. Tujuan dari pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar PPKn materi keberagaman suku, agama, ras dan antar golongan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika melalui metode numbered heads together pada siswa kelas VII D semester 2 tahun pelajaran 2021/2022 di SMPN 1 Durenan. Subyek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas VII D SMP Negeri 1 Durenan. Rancangan penelitian ini terdiri dari tahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Dari hasil pelaksanaan pembelajaran PPKn mulai dari pra siklus hingga pelaksanaan penelitian siklus I dan siklus II dapat disimpulkan bahwa penerapan metode numbered heads together dapat meningkatkan prestasi belajar PPKn siswa kelas VII D SMP Negeri 1 Durenan Semester 2 Tahun 2021/2022 pada mata pelajaran PPKn. Hal ini dapat diketahui dari adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar siswa, yaitu pada siklus I 76,67% dan pada siklus II meningkat lagi hingga mencapai 100% (seluruh siswa tuntas).
DINAMIKA INTERAKSI SOSIAL: PERAN SENTRAL DALAM KELUARGA, PENDIDIKAN, DAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA SUGIATI, IIS; DAMAYANTI, NIA WAHYU
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v3i4.2691

Abstract

This article explores the complexity of social interactions in the family environment and mathematics learning, as well as its relationship to learning motivation and student achievement. A case study was conducted on students with unique personalities, RFM, to reveal the role of positive interactions in the family and a creative environment at school on academic achievement. Teachers, as facilitators of the Student Centered Learning method, stand out as key in creating a learning environment that stimulates student engagement, understanding and achievement. RFM's success in applying mathematical concepts in the flyer project highlights that student-focused learning not only improves understanding of concepts, but also provides meaningful learning experiences. Adaptation of dynamic learning methods, especially Student Centered Learning, is considered relevant in facing the challenges of globalization and current developments. In conclusion, this article emphasizes the importance of social interaction, the role of the teacher, and the application of learner-centered learning methods to create a holistic learning environment. It is hoped that these findings can make a positive contribution to the development of adaptive and responsive education in an era that continues to develop. ABSTRAKArtikel ini mendalami kompleksitas interaksi sosial dalam lingkungan keluarga dan pembelajaran matematika, serta keterkaitannya dengan motivasi belajar dan prestasi peserta didik. Studi kasus dilakukan terhadap peserta didik berkepribadian unik, RFM, untuk mengungkap peran interaksi positif dalam keluarga dan lingkungan kreatif di sekolah terhadap pencapaian prestasi akademis. Guru, sebagai fasilitator metode Student Centered Learning, menonjol sebagai kunci dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang merangsang keterlibatan, pemahaman, dan prestasi peserta didik. Keberhasilan RFM dalam mengaplikasikan konsep matematika dalam proyek flyer menyoroti bahwa pembelajaran berfokus pada peserta didik tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Adaptasi metode pembelajaran yang dinamis, khususnya Student Centered Learning, dianggap relevan dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan zaman. Dalam kesimpulan, artikel ini menekankan pentingnya interaksi sosial, peran guru, dan penerapan metode pembelajaran berpusat pada peserta didik untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang holistik. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan pendidikan yang adaptif dan responsif di era yang terus berkembang.
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN IPA TERPADU TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA RISDALINA, RISDALINA; YUSNAIDAR, YUSNAIDAR
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v3i4.2693

Abstract

Cognitive abilities are very important for students to master because they relate to students' way of thinking at various cognitive levels. The facts that occur in the field are that teachers only train cognitive abilities up to understanding level (C2), students' cognitive ability scores are low, and students are rarely involved in practical activities. For this reason, it is necessary to address how to improve students' cognitive abilities. The scientific approach and integrated science learning are considered to be able to improve students' cognitive abilities. Integrated science learning is science learning that is holistic and meaningful for students so that it is easier to understand. Apart from that, a scientific approach can be presented using experimental methods. Therefore, this research aims to determine the effect of the scientific approach in integrated science learning on students' cognitive abilities. This research uses a weak experimental design method, the one group pretest-posttest design type. The research was conducted at one of the state junior high schools in Bandung City with 25 class VII H students as samples. The research instruments used were pretest and posttest cognitive ability questions. The pretest and posttest results of students' cognitive abilities were analyzed using the paired t-test, obtaining a significance value of 0.0005 on sig. (2-tailed), this shows that the scientific approach in integrated science learning with the webbed model has a significant effect on increasing students' cognitive abilities. ABSTRAKKemampuan kognitif sangat penting untuk dikuasai oleh siswa karena berkaitan dengan cara berfikir siswa dalam berbagai tingkatan kognitif. Fakta yang terjadi di lapangan, guru hanya melatihkan kemampuan kognitif sampai level memahami (C2), skor kemampuan kognitif siswa rendah, dan siswa jarang dilibatkan pada kegiatan praktikum. Untuk itu perlu diatasi bagaimana untuk meningkatkan kemampuan kognitif siswa. Pendekatan saintifik dan pembelajaran IPA terpadu dianggap dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa. Pembelajaran IPA terpadu merupakan pembelajaran IPA yang holistik dan bermakna bagi siswa sehingga lebih mudah untuk dipahami. Selain itu pendekatan saintifik bisa disajikan menggunakan metode eksperimen. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan saintifik dalam pembelajaran IPA terpadu terhadap kemampuan kognitif siswa. Penelitian ini menggunakan metode rancangan weak experimental tipe the one group pretest-posttest design. Penelitian dilakukan di salah satu SMP Negeri di Kota Bandung dengan 25 orang siswa kelas VII H sebagai sampel. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal pretest dan posttest kemampuan kognitif. Hasil pretest dan posttest kemampuan kognitif siswa dianalisis menggunakan uji paired t-test didapat nilai signifikansi 0,0005 pada sig. (2-tailed), hal ini menunjukkan bahwa pendekatan saintifik dalam pembelajaran IPA terpadu model webbed secara signifikan berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan kognitif siswa.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR BARISAN DAN DERET DENGAN MENGGUNAKAN MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER BAGI SISWA KELAS VIII-N MTSN 3 JOMBANG HUSNIAH, LULUK SYARIFATUL
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v3i4.2694

Abstract

This research aims to improve learning outcomes for rows and series using the numbered head together model for students in class VIII-N MTSN 3 Jombang. This research is classroom action research using the number heads together learning model. The subjects of this research were students in class VIII-N MTsN 3 Jombang for the 2022-2023 academic year with a total of 31 students, all of whom consisted of girls. The types of data collection techniques used by researchers in this research are tests, observation and documentation. Data analysis uses quantitative techniques. The research results can be concluded. The application of the Numbered Head Together (NHT) model of learning in Lines and Series material for class VIII-N students has proven effective. It is evident from the data on the implementation of learning produced in this research that the results always show consistent increases in percentages and criteria from the 1st meeting, 2nd meeting of cycle 1 and 1st meeting, 2nd meeting of cycle 2. There was an increase in student learning outcomes in Rows and Series material after implementing the Numbered Head Together (NHT) model of learning was proven by the increase in student learning outcomes from cycle 1 of the 1st meeting, 2nd meeting and cycle 2 of the 1st meeting and 2nd meeting of this research. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar barisan dan deret dengan menggunakan model numbered head together bagi siswa kelas VIII-N MTSN 3 Jombang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan penerapan model pembelajaran number head together. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII- N MTsN 3 Jombang Tahun Pelajaran 2022-2023 dengan jumlah siswa sebanyak 31 anak, yang terdiri dari putri semua. Jenis teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti pada penelitian ini adalah tes, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik kuantitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan. Penerapan pembelajaran model Numbered Head Together (NHT) pada materi Barisan dan Deret bagi siswa kelas VIII-N teruji efektif. Terbukti dari data keterlaksanaan pelaksanaan pembelajaran yang dihasilkan dalam penelitian ini selalu menunjukkan hasil kenaikan persentase dan kreteria yang selalu konsisten dari pertemuan ke-1, pertemuan ke-2 siklus 1 dan pertemuan 1, pertemuan ke-2 siklus 2. Terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada materi Barisan dan Deret setelah dilaksanakan pembelajaran model Numbered Head Together (NHT) terbukti dengan meningkatnya hasil belajar siswa dari siklus1 pertemuan ke-1, pertemuan ke-2 dan siklus 2 pertemuan ke-1 dan pertemuan ke-2 penelitian ini.
META-ANALISIS : EVALUASI HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF, AFEKTIF, DAN PSIKOMOTOR PADA PEMBELAJARAN SINKRONUS DAN ASINKRONUS SUPRIHATIEN, TITIEN; RAFIAH, ARYS; IQTIRAN, FAJRU DALALATUL; WIDYANINGSIH, PUJI RIZKY; RISNITA, RISNITA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v3i4.2695

Abstract

This research based on several articels published in journal education from 2021 to 2023. The articles are about evaluation of learning in the cognitive, affective and psychomotor domain in direct learning or synchronous and asynchonous learning. This research use study literation with meta-analysis by collecting data from journals. The aim of this research are to determine the implementation of learning evaluation in the cognitive, affective and psychomotor domains and to determine the inovation of evaluation that can be used in synchronous and asynchronous learning. The results of the research show that the learning evaluation in cognitive domain has been carried out, but the affective and psychomotor domain have not been carried out optimally. One of the innovations in learning evaluation in the synchronously or asynchronously class is using the Kahoot! as a learning evaluation in cognitive domain. ABSTRAKPenelitian ini berdasarkan pada studi literatur beberapa artikel ilmiah yang terbit dalam jurnal pendidikan dalam rentang waktu lima tahun terakhir yaitu tahun 2021 sampai 2023. Artikel-artikel yang digunakan adalah artikel yang membahas tentang evaluasi pembelajaran ranah kognitif, afektif dan psikomotor baik dalam pembelajaran tatap muka maupun pembelajaran daring sinkronus dan asinkronus. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah studi literatur dengan metode meta-analisis melalui tinjauan literatur artiel ilmiah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterlaksanaan evaluasi pembelajaran ranah kognitif, afektif, dan psikomotor serta mengetahui inovasi evaluasi yang dapat digunakan dalam pembelajaran daring sinkronus dan asinkronus. Hasil studi lietratur menunjukkan bahwa evaluasi kognitif telah terlaksana, akan tetapi evaluasi afektif dan psikomotor belum terlaksana maksimal. Salah satu inovasi dalam evaluasi pembelajaran daring secara sinkronus maupun asinkronus dapat menggunakan platform Kahoot! sebagai media evaluasi kognitif.
ANALISIS DINAMIKA PERILAKU AKTIF SISWA DI SEKOLAH : STUDI KASUS DI SEKOLAH MENENGAH ATAS B, ABDUL HAMID; RACHMASARI, SEKAR; DAMAYANTI, NIA WAHYU
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v3i4.2708

Abstract

This article aims to investigate and analyze the dynamics of active behavior occurring in high school students. Utilizing a psychosocial approach, the research examines the factors influencing and their impact on the social and emotional development aspects of high school students. The research design employed is qualitative. Research instruments include observation, interviews, and behavioral record data. The research subjects are high school students. The findings of the study indicate that (1) the active behavior of high school students is significantly influenced by the school environment. Students in environments where teachers actively encourage participation and provide positive feedback tend to be more engaged in classroom activities. (2) An inclusive environment that values differences, where students feel safe expressing their opinions, also contributes to higher levels of activity among students. (3) Peer influence plays a role in shaping the identity of high school students, as through interactions with peers, students learn to communicate, resolve conflicts, and develop empathy ABSTRAKArtikel ini bertujuan untuk menyelidiki dan menganalisis dinamika perilaku aktif yang terjadi pada siswa SMA. Dengan memanfaatkan pendekatan psikososial, penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi dan dampaknya pada aspek perkembangan sosial dan emosional siswa SMA. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualiatatif. Instrumen penelitian adalah observasi, wawancara, serta data rekam perilaku. Sukjek penelitian adalah siswa SMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perilaku aktif siswa di SMA secara signifikan dipengaruhi oleh lingkungan sekolah. Siswa yang berada dalam lingkungan yang gurunya secara aktif mendorong partisipasi dan memberikan umpan balik positif, cenderung lebih terlibat dalam aktivitas kelas, (2) Lingkungan yang inklusif, yang terdapat perbedaan, dapat dihargai dan siswa merasa aman untuk menyatakan pendapat, juga berkontribusi terhadap tingkat aktivitas yang lebih tinggi di antara siswa, dan (3) Teman sebaya juga mempengaruhi pembentukan identitas diri siswa SMA karena melalui interaksi dengan teman sebaya, siswa belajar untuk berkomunikasi, menyelesaikan konflik, dan mengembangkan empati
EFEKTIFITAS PENERAPAN KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN KEPALA SEKOLAH PADA SMK BIDANG MANAJEMEN BISNIS/PARIWISATA SAMSORI, SAMSORI
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v4i1.2909

Abstract

The research was carried out in three schools as case studies, it is hoped that it can describe the characteristics of learning leadership in best practice schools in the area. Using a qualitative approach, this research explores learning leadership in depth through interview methods, observation and documentation studies. The principal as a learning leader develops an academic culture starting from a school vision worth working professionalism. The vision presented forms an acronym; easy to memorize, like IDEAL (Innovative, Educative and Professional). The school principal is committed to communicating the vision and mission of the school's goals through: 1) professional visualization, 2) various socialization programs, 3) communicative approach, 4) acting as a model of character (commitment; trustworthy; tough; firm and brave; working hard, sincere and intelligent; social mission; visionary; reliable and religious lobbyist). The principal develops a learning climate through: 1) time commitment and discipline; 2) building superior characters, 3) character formation policies; 4) achievement potential learning climate; 5) professional work climate; 6) be present around interacting with students; 7) greetings and greetings in various activities. The school principal develops a learning program starting with providing an example of being a professional educator - teaching like a teacher, committed to carrying out supervision, facilitating various academic activities and continuous teacher professional development (IHT, MGMP, Workshops). The school principal is committed to attaching importance to himself: being present, involved and interacting at every opportunity, as a form of providing attention and support. ABSTRAKPenelitian dilaksanakan di tiga sekolah sebagai studi kasus, diharapkan dapat menggambarkan karakteristik kepemimpinan pembelajaran di sekolah best practice di daerahnya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggali secara mendalam kepemimpinan pembelajaran melalui metode wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran mengembangkan budaya akademik dimulai dari visi sekolah bernilai profesionlitas kerja. Visi disajikan membentuk akronim; mudah dihapal, seperti IDEAL (Inovatif, Edukatif dan Profesional). Kepala sekolah berkomitmen mengkomunikasikan visi-misi tujuan sekolah melalui : 1) visualisasi profesional, 2) berbagai program sosialisasi, 3) pendekatan komunikatif, 4) berperan model berkarakter (komitmen; dipercaya; tangguh; tegas dan berani; bekerja keras, ikhlas dan cerdas; misi sosial; visioner; pelobi yang handal dan agamis). Kepala sekolah mengembangkan iklim belajar melalui : 1) komitmen dan disiplin waktu; 2) membangun karakter-karakter unggul, 3) kebijakan pembentukan karakter-karakter; 4) iklim belajar potensi prestatif; 5) iklim kerja profesional; 6) hadir berkeliling berinteraksi dengan siswa; 7) salam tegur sapa dalam berbagai aktivitas. Kepala sekolah mengembangkan program pembelajaran dimulai dengan memberikan contoh menjadi profesional pendidik - mengajar layaknya seorang guru, berkomitmen melaksanakan supervisi, memfasilitasi berbagai kegiatan akademik dan pengembangan profesi guru berkelanjutan (IHT, MGMP, Workshop-Workshop). Kepala sekolah berkomitman memandang penting dirinya : hadir, terlibat dan berinteraksi dalam setiap kesempatan, sebagai wujud memberikan perhatian dan dukungannya.
PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI DAN KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP AKUNTABILITAS KERJA KEPALA SEKOLAH SEKOLAH DASAR KECAMATAN JONGGAT (STUDI ANALISIS JALUR) SUHARDI, MUHAMAD
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v4i1.2910

Abstract

This research aims to determine the influence of organizational commitment and self-confidence on the work accountability of elementary school principals in Jonggat sub-district, Central Lombok Regency, odd semester of the 2023/2024 academic year. This research uses a survey research method involving causality studies. The researcher involved three variables originating from the same respondent who were answered simultaneously and simultaneously. The population in this study were all principals of state and private elementary schools in the Jonggat sub-district, Central Lombok, totaling 35. The sample choice for principals was public elementary schools and private elementary schools, which was carried out using purposive random sampling. This research examines one exogenous variable and one endogenous variable. Each variable is measured using a questionnaire technique which is arranged in the form of question items which are built based on the theoretical basis, dimensions and indicators of each variable. The hypothesis tested in this research is: the occurrence of a causal relationship between research variables X1, X2, X3. To test this hypothesis, path analysis was carried out. The research results are as follows: Hypothesis testing shows that there is a strong influence between the variables Organizational Commitment on Self-Confidence, which produces a correlation determinant coefficient of 0.875, which means that the contribution of Organizational Commitment to Self-Confidence is 87.5% and the remaining 12.5% ??is not included in the model . The path coefficient for Organizational Commitment on Self-Confidence is 0.936 and the p-value is 0.00 <0.05, which means that there is a very significant influence between Organizational Commitment (X1) on Self-Confidence (X2). Hypothesis testing shows that there is an influence between the variables Organizational Commitment (X1) and Self-Confidence (X2) on the Principal's Work Accountability (X3), which is indicated by the coefficient of determination value of 0.937. This figure illustrates that the contribution of Organizational Commitment (X1) and Self-Confidence (X2) to Principal Work Accountability (X3) is 93.7% while the remaining 6.3% is not included in the model. Based on the results of hypothesis testing, it can be concluded that all alternative hypotheses proposed can be significantly accepted. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komitmen organisasi dan kepercayaan diri terhadap akuntabilitas kerja kepala sekolah SD se-kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah semester gannjil tahun pelajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey yang melibatkan studi kausalitas. peneliti melibatkan tiga variabel yang berasal dari satu responden yang sama yang dijawab secara serentak dan sekaligus. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Swasta se-kecematan Jonggat Lombok Tengah yang berjumlah 35. Pilihan sampel Kepala Sekolah yaitu SD negeri dan SD Swasta yang dilakukan dengan purposive random sampling. Penelitian ini meneliti satu variabel exogenus dan satu variabel endogenus. Masing-masing variabel diukur dengan menggunakan teknik kuesioner yang disusun dalam bentuk butir-butir pertanyaan yang dibangun berdasarkan landasan teori, dimensi dan indikator masing-masing variabel. Hipotesis yang diuji dalam penelitian ini adalah: terjadinya hubungan kausal antar variabel penelitian X1, X2, X3. Untuk meguji hipotesis ini dilakukan analisis jalur. Hasil penelitian sebagai berikut: Pengujian hipotesis menunjukkan terdapat pengaruh yang kuat diantara variabel Komitmen Organisasi terhadap Percaya Diri, yang menghasilkan koefisien determinan korelasi sebesar 0,875 yang artinya kontribusi Komitmen Organisasi terhadap Percaya Diri sebesar 87,5% dan sisanya 12,5% tidak masuk dalam model. Koefisien jalur Komitmen Organisasi terhadap Percaya Diri 0,936 dan p-value 0.00 < 0.05 yang artinya bahwa ada pengaruh yang sangat signifikan antara Komitmen Organisasi (X1) terhadap Percaya Diri (X2). Pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara variabel Komitmen Organisasi (X1) dan Percaya Diri (X2) terhadap Akuntabilitas Kerja Kepala Sekolah (X3), yang ditunjukan dengan nilai koefisen determinasi sebesar 0,937. Angka tersebut menggambarkan bahwa kontribusi Komitmen Organisasi (X1) dan Percaya Diri (X2) terhadap Akuntabilitas Kerja Kepala Sekolah (X3) sebesar 93,7% sedangkan sisanya 6,3% tidak termasuk dalam model. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa seluruh hipotesis alternatif yang diajukan dapat diterima secara signifikan.
IMPLEMENTASI MODEL ROLEM DAN SELF EFFICACY SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA ALHAQ, ARINI; JL, ANA RISQA; AMBARWATI, RIYAMA; SANIAH, RATNA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v4i1.2911

Abstract

Problem-solving skills in the learning process play an important role in enhancing the ability to find ways or solutions to achieve a goal, such as solving math problems. This study aims to investigate the impact of the ROLEM model on students' mathematical problem-solving abilities by considering students' self-efficacy. Additionally, this study explores the influence of self-efficacy on students' mathematical problem-solving abilities and the combined impact of the ROLEM model and self-efficacy on students' mathematical problem-solving abilities. This quantitative research examines students' mathematical problem-solving abilities by applying the ROLEM learning model and self-efficacy as a control. The subjects of this study were 60 high school students, with 30 students learning using the ROLEM model and 30 students using the discovery learning model. The data collection tools consisted of a self-efficacy questionnaire with 20 statements and a mathematical problem-solving essay test with 5 questions. Data analysis used one-way ANCOVA. The hypothesis test results showed that the ROLEM model influences mathematical problem-solving abilities when students' self-efficacy is controlled. Additionally, self-efficacy as a covariate variable also affects students' mathematical problem-solving abilities. Together, the ROLEM model and self-efficacy have an impact on students' mathematical problem-solving abilities. ABSTRAKKemampuan pemecahan masalah dalam proses pembelajaran memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan mencari cara atau solusi terhadap suatu masalah yang ingin dicapai misalkan dalam menyelesaikan soal matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak model ROLEM terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan mempertimbangkan self-efficacy siswa. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi pengaruh self-efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, serta dampak gabungan model ROLEM dan self-efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini berjenis kuantitatif yang mengkaji kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menerapkan model pembelajaran ROLEM dan self-efficacy sebagai pengontrol. Subjek penelitian ini berjumlah 60 siswa SMA, dengan rincian 30 siswa belajar menggunakan ROLEM dan 30 siswa menggunakan model discovery learning. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data terdiri dari angket self-efficacy yang berjumlah 20 pernyataan dan tes uraian kemampuan pemecahan masalah yang berjumlah 5 pertanyaan. Analisis data yang digunakan one-way ancova. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa model ROLEM berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis saat self-efficacy siswa dikontrol. Selain itu, self-efficacy sebagai variabel kovariat juga mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Secara bersamaan, model ROLEM dan self-efficacy memiliki pengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.