cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 589 Documents
STUDI KOMPARATIF HASIL BELAJAR BAHASA ARAB SISWA KELAS III DENGAN METODE PEMBELAJARAN KONVENSIONAL DAN KREATIF Fatimah Az-Zahra; Muhammad Azhar
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.14018

Abstract

Learning mastery in Arabic among third-grade students at Al-Manshurah Tahfidz Islamic Boarding School in Pekanbaru has only reached 69.7%, which remains below the 85% classical mastery standard, indicating the need to improve learning effectiveness. This condition highlights the importance of identifying more effective learning methods to improve students’ Arabic learning outcomes. This study aims to analyze and compare the Arabic learning outcomes of third-grade students taught using conventional and creative methods. A quantitative approach with a one-group repeated measures design was employed, involving 33 students selected through total sampling. The data were analyzed using descriptive statistics, the Shapiro-Wilk test, Paired Samples t-Test, and Cohen’s d. The results showed a gradual increase in the mean scores from 73.52 (pretest) to 84.42 (conventional posttest) and 92.12 (creative posttest), with a significant difference, t(32) = -10.005, p < 0.001, and a large effect size (d = 1.74). The creative learning method was found to be more effective than the conventional method, consistent with the perspectives of constructivism and Self-Determination Theory, which emphasize active student engagement and intrinsic motivation. These findings address the research gap by providing direct comparative evidence while contributing theoretically and practically to the development of more innovative and effective Arabic language learning strategies. ABSTRAK Ketuntasan belajar Bahasa Arab siswa kelas III Pondok Pesantren Tahfidz Al-Manshurah Pekanbaru baru mencapai 69,7%, masih di bawah standar ketuntasan klasikal 85%, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya mengidentifikasi metode pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Arab siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan hasil belajar bahasa Arab siswa kelas III yang diajar dengan metode konvensional dan kreatif. Pendekatan kuantitatif dengan desain one-group repeated measures digunakan, melibatkan 33 siswa melalui teknik total sampling, dan data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji Shapiro-Wilk, Paired Samples t-Test, dan Cohen's d. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor meningkat secara bertahap dari 73,52 (pretest) menjadi 84,42 (posttest konvensional) dan 92,12 (posttest kreatif), dengan perbedaan signifikan, t(32) = -10,005, p < 0,001, dan effect size besar (d = 1,74). Metode pembelajaran kreatif terbukti lebih efektif dibandingkan metode konvensional, sejalan dengan perspektif konstruktivisme dan Self-Determination Theory yang menekankan keterlibatan aktif dan motivasi intrinsik siswa. Temuan ini mengisi kesenjangan penelitian melalui bukti komparatif langsung, sekaligus memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan strategi pembelajaran bahasa Arab yang lebih inovatif dan efektif.
IMPLEMENTASI SUPERVISI KLINIS KEPALA SEKOLAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN SISWA DI SDN 10 GUNUNG AGUNG LAMPUNG Agus Zaini; M. Ihsan Dacholfany; Muhfahroyin Muhfahroyin
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.14157

Abstract

ABSTRACT The quality of learning in primary schools develops through a professional development process that enables teachers to review their teaching practices and make continuous improvements. At SDN 10 Gunung Agung, Tulang Bawang Barat Regency, Lampung, supervision has been implemented, but its implementation still needs to be directed so that its developmental function does not stop at administrative inspection. This study examines the implementation of clinical supervision by the school principal in supporting the improvement of learning quality by examining the planning process, implementation, follow-up, and supporting and inhibiting conditions. The study employed a descriptive qualitative approach with a case study design. Informants were selected purposively, consisting of one school principal, six teachers, one school supervisor, and students as supporting informants. Data were collected through observation, semi-structured interviews, documentation, and teacher perception questionnaires, and were then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. Data validity was established through triangulation, member checking, and audit trail. The findings indicate that clinical supervision functions as a professional development process connecting planning, classroom observation, reflection, feedback, and follow-up. This process supports improvements in teacher readiness, classroom management, teaching strategies, and student engagement, although its continuity remains affected by time constraints, administrative workload, and limited facilities. ABSTRAK Mutu pembelajaran di sekolah dasar berkembang melalui proses pembinaan yang memungkinkan guru menelaah kembali praktik mengajarnya dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Di SDN 10 Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung, supervisi telah berjalan, tetapi pelaksanaannya masih perlu diarahkan agar fungsi pembinaan tidak berhenti pada pemeriksaan administratif. Penelitian ini menelaah implementasi supervisi klinis kepala sekolah dalam mendukung peningkatan mutu pembelajaran dengan mencermati proses perencanaan, pelaksanaan, tindak lanjut, serta kondisi yang mendukung dan menghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Informan dipilih secara purposive, meliputi satu kepala sekolah, enam guru, satu pengawas sekolah, serta siswa sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, dan angket persepsi guru, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi, member checking, dan audit trail. Temuan memperlihatkan bahwa supervisi klinis berlangsung sebagai proses pembinaan yang menghubungkan perencanaan, pengamatan pembelajaran, refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut. Proses tersebut mendukung perbaikan kesiapan guru, pengelolaan kelas, strategi pembelajaran, dan keterlibatan peserta didik, meskipun keberlangsungannya masih dipengaruhi keterbatasan waktu, beban administratif, dan sarana.
PENGEMBANGAN MEDIA SMART EDUCULTURE UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER KEWARGAAN SISWA SEKOLAH DASAR Meila Rizka Rahmawati; Hamidaturrohmah Hamidaturrohmah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.14171

Abstract

Strengthening civic character in elementary schools plays a vital role in fostering students who are responsible, caring, tolerant, and actively engaged in social life. This study aimed to develop Smart Educultur, an Android-based learning media utilizing a game-based learning approach to enhance the civic character of fourth-grade elementary school students. The study employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE development model, which consists of the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The participants were 10 fourth-grade students from SDN 3 Jambu, Jepara, selected through purposive sampling. Data were collected using material expert validation sheets, media expert validation sheets, student response questionnaires, and civic character observation sheets. The results indicated that Smart Educultur achieved feasibility scores of 91% from material experts and 88% from media experts, both categorized as highly feasible. The effectiveness test yielded an average N-Gain score of 0.72, indicating a high level of effectiveness, while 50% of the students demonstrated good to very good civic character after using the learning media. These findings suggest that Smart Educultur is a feasible and effective interactive learning medium for strengthening civic character in elementary schools. However, this study was limited by its small sample size and implementation in a single school. Future studies are recommended to involve larger and more diverse samples to examine the effectiveness of the media across different educational contexts. ABSTRAK Penguatan karakter kewargaan di sekolah dasar berperan penting dalam membentuk peserta didik yang bertanggung jawab, peduli, toleran, dan aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran Smart Educultur berbasis Android dengan pendekatan game-based learning untuk meningkatkan karakter kewargaan siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri atas 10 siswa kelas IV SDN 3 Jambu, Jepara yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui validasi ahli materi, validasi ahli media, angket respons siswa, dan lembar observasi karakter kewargaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Smart Educultur memperoleh tingkat kelayakan sebesar 91% dari ahli materi dan 88% dari ahli media dengan kategori sangat layak. Uji efektivitas menghasilkan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,72 (kategori tinggi), disertai peningkatan karakter kewargaan yang ditunjukkan oleh 50% siswa mencapai kategori baik hingga sangat baik setelah menggunakan media. Temuan ini menunjukkan bahwa Smart Educultur layak dan efektif sebagai media pembelajaran interaktif untuk memperkuat karakter kewargaan. Penelitian ini masih terbatas pada jumlah sampel yang kecil dan satu lokasi penelitian sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan cakupan yang lebih luas.
ANALYSIS OF COMMENTS ON EDUCATIONAL CONTENT IN ENGLISH VOCABULARY LEARNING ON TIKTOK @ZULFAZIDA ACCOUNT Nurun Fauqa Nur Nafielah Dar’s; Bradhiansyah Tri Suryanto
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.14237

Abstract

TikTok has increasingly been utilized as a platform for English language learning; however, previous studies have primarily focused on learners' perceptions, instructional effectiveness, and the characteristics of educational video content, while interactions within comment sections have received relatively limited scholarly attention. Audience comments have the potential to represent authentic communicative processes and collaborative knowledge construction in informal vocabulary learning. This study offers a novel contribution by analyzing comment types and their communicative purposes through the integration of Qualitative Content Analysis, comment-type categorization, and Speech Act Theory. Employing a qualitative descriptive approach with Qualitative Content Analysis, the study analyzed 94 comments collected from 11 English vocabulary learning videos uploaded to the TikTok account @Zulfazida. The data were examined based on categories of comment types and communicative purposes. The findings indicate that audience comments were predominantly appreciative, followed by opinions, answers, questions, and corrections. Furthermore, each comment type consistently corresponded to a particular communicative purpose, reflecting diverse interactional functions in the learning process. These findings suggest that TikTok comment sections serve not only as spaces for social interaction but also as informal digital learning environments that support vocabulary learning through knowledge sharing, clarification, and collaborative engagement among users. ABSTRAK TikTok semakin banyak dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bahasa Inggris, tetapi penelitian sebelumnya lebih banyak menyoroti persepsi pembelajar, efektivitas pembelajaran, dan karakteristik konten video, sedangkan interaksi pada kolom komentar masih jarang dikaji. Padahal, komentar audiens berpotensi merepresentasikan proses komunikasi dan konstruksi pengetahuan dalam pembelajaran kosakata secara informal. Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan menganalisis jenis komentar beserta tujuan komunikatifnya melalui integrasi Qualitative Content Analysis, kategorisasi jenis komentar, dan teori tindak tutur. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan Qualitative Content Analysis. Data berupa 94 komentar yang dikumpulkan dari 11 video pembelajaran kosakata bahasa Inggris pada akun TikTok @Zulfazida, kemudian dianalisis berdasarkan kategori jenis komentar dan tujuan komunikatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komentar audiens didominasi oleh bentuk apresiasi, diikuti oleh opini, jawaban, pertanyaan, dan koreksi. Setiap jenis komentar juga menunjukkan keterkaitan yang konsisten dengan tujuan komunikatif tertentu, sehingga mencerminkan beragam fungsi interaksi dalam pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa kolom komentar TikTok tidak hanya menjadi ruang interaksi sosial, tetapi juga mendukung pembelajaran kosakata melalui pertukaran pengetahuan, klarifikasi, dan kolaborasi antar pengguna dalam lingkungan belajar digital informal.
PENGEMBANGAN MEDIA MOCKUP JETUMI UNTUK PEMAHAMAN BUDAYA LOKAL TRADISI JEMBUL TULAKAN SISWA SEKOLAH DASAR KELAS V Reza Fandi Tyasari; Muh Muhaimin
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.14340

Abstract

This study aimed to develop, examine the feasibility, and determine the practicality of Mockup Jetumi learning media based on local wisdom to support students’ understanding of the Jembul Tulakan Tradition material in fifth-grade IPAS learning. This study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE development model, consisting of the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The study was conducted at SDN 2 Bandungharjo involving a fifth-grade teacher, 16 fifth-grade students, and expert validators for media and material. Data were collected through interviews, observations, documentation, questionnaires, expert validation sheets, and students’ comprehension tests. Data were analyzed using descriptive percentage analysis of feasibility, practicality, and students’ comprehension outcomes. The results showed that the developed product was Mockup Jetumi learning media, which provides a concrete visualization of the Jembul Tulakan Tradition. The media obtained feasibility scores of 80% from both material and media experts and was categorized as feasible. Practicality testing showed percentages of 98% by teachers and 88% by students, categorized as highly practical. In addition, students’ comprehension test results reached an average score of 91.88, indicating a very good level of understanding. Mockup Jetumi can serve as an alternative local culture-based learning media that supports more concrete, engaging, and meaningful IPAS learning while helping improve students’ understanding of local culture. The media also supports teachers in creating contextual learning experiences based on local wisdom. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, menguji kelayakan, dan mengetahui kepraktisan media pembelajaran Mockup Jetumi berbasis kearifan lokal untuk mendukung pemahaman peserta didik terhadap materi Tradisi Jembul Tulakan pada pembelajaran IPAS kelas V. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian dilaksanakan di SDN 2 Bandungharjo dengan melibatkan seorang guru kelas V, 16 peserta didik kelas V, serta validator ahli media dan ahli materi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, angket, lembar validasi ahli, dan tes pemahaman peserta didik. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif persentase untuk menilai kelayakan, kepraktisan, dan hasil pemahaman peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan berupa media pembelajaran Mockup Jetumi yang memberikan visualisasi konkret mengenai Tradisi Jembul Tulakan. Media memperoleh skor kelayakan sebesar 80% dari ahli materi dan ahli media dengan kategori layak. Hasil uji kepraktisan menunjukkan persentase sebesar 98% dari guru dan 88% dari peserta didik dengan kategori sangat praktis. Selain itu, hasil tes pemahaman peserta didik mencapai nilai rata-rata 91,88 yang menunjukkan tingkat pemahaman yang sangat baik. Mockup Jetumi dapat menjadi alternatif media pembelajaran berbasis budaya lokal yang mendukung pembelajaran IPAS yang lebih konkret, menarik, dan bermakna sekaligus membantu meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap budaya lokal. Media ini juga mendukung guru dalam menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual berbasis kearifan lokal.
PENGARUH MODEL RECIPROCAL TEACHING TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN PADA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR SWASTA PAHLAWAN NASIONAL Mutiara Indah Kharisma; Faridah Faridah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.14484

Abstract

The ability to comprehend written text stands as one of the core pillars in building literacy among elementary school children. Field findings, however, reveal that a considerable number of third-grade students continue to struggle with grasping the content of what they read, a difficulty often linked to repetitive teaching methods that offer little room for active student participation. This study set out to examine the extent to which the Reciprocal teaching model influences the reading comprehension skills of third-grade students at Pahlawan Nasional Private Elementary School. A quantitative approach was applied through a pre-experimental One-Group Pretest-Posttest Design. All 26 third-grade students at SDS Pahlawan Nasional were included as the study sample using a saturated sampling technique. Data were gathered through a 20-item multiple-choice test that had undergone validity and reliability testing, then processed using descriptive statistics along with a Paired Samples T-Test carried out with SPSS software. Findings indicate a rise in students' mean scores, from 56.8 at pretest to 79.4 at posttest. Hypothesis testing produced a calculated t-value of 11.573, exceeding the t-table value of 2.059, with a significance level (2-tailed) of 0.000 < 0.05, resulting in the rejection of Ho and acceptance of Ha. These results support the conclusion that applying the Reciprocal teaching model brings a significant improvement to the reading comprehension ability of third-grade students at SDS Pahlawan Nasional. ABSTRAK Kemampuan memahami bacaan menjadi salah satu pilar utama dalam pembentukan literasi anak usia sekolah dasar. Meskipun demikian, temuan di lapangan memperlihatkan bahwa sejumlah besar siswa kelas III masih kesulitan menangkap isi teks yang dibaca, yang diduga berkaitan dengan pola pengajaran yang cenderung monoton dan minim melibatkan peran aktif siswa. Studi ini dilakukan untuk melihat sejauh mana penerapan model Reciprocal teaching berdampak pada kemampuan membaca pemahaman siswa kelas III di Sekolah Dasar Swasta Pahlawan Nasional. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dengan rancangan pre-experimental jenis One-Group Pretest-Posttest Design. Seluruh siswa kelas III SDS Pahlawan Nasional yang berjumlah 26 orang dilibatkan sebagai sampel penelitian melalui teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen tes pilihan ganda berjumlah 20 butir yang sudah melalui uji validitas dan reliabilitas, kemudian diolah menggunakan statistik deskriptif serta uji hipotesis Paired Samples T-Test berbantuan aplikasi SPSS. Temuan penelitian memperlihatkan kenaikan nilai rata-rata siswa, dari 56,8 saat pretest menjadi 79,4 pada posttest. Pengujian hipotesis menghasilkan nilai thitung 11,573, yang melampaui ttabel sebesar 2,059, dengan taraf signifikansi (2-tailed) 0,000 < 0,05, sehingga Ho ditolak sementara Ha diterima. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Reciprocal teaching memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas III SDS Pahlawan Nasional.
IMPLEMENTASI KEGIATAN MEMBACA DONGENG OLEH GURU PADA PEMBELAJARAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI ANAK USIA DINI DI TK PRA WIDYA DHARMA DEMULIH Ni Nyoman Sandat; I Wayan Numertayasa; Pande Agus Adiwijaya
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.14486

Abstract

Communication skills are a fundamental aspect of early childhood language development and need to be fostered through learning activities that are appropriate to children's developmental stages. One effective approach is fairy tale reading, as it provides meaningful language experiences while encouraging children to actively engage in communication. This study aimed to describe the implementation of fairy tale reading activities conducted by teachers and to examine the communication skills of early childhood children during these activities at TK Pra Widya Dharma Demulih. This study employed a qualitative descriptive approach involving teachers and early childhood children as the research participants. Data were collected through observations, interviews, and documentation and were analyzed using the interactive data analysis model of Miles and Huberman, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the implementation of fairy tale reading activities followed three stages: planning, implementation, and evaluation. Teachers utilized fairy tale videos, facilitated interactive question-and-answer sessions, and encouraged children to retell the stories. These activities created a more interactive and participatory learning environment. Furthermore, the children's communication skills improved, as reflected in their ability to listen attentively, answer questions, express opinions, expand their vocabulary, and retell stories using simple language. Therefore, fairy tale reading activities can serve as an effective learning strategy to support the development of communication skills in early childhood. ABSTRAK Kemampuan komunikasi merupakan bagian penting dari perkembangan bahasa anak usia dini yang perlu dikembangkan melalui berbagai kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Salah satu bentuk stimulasi yang dapat diterapkan adalah kegiatan membaca dongeng karena mampu memberikan pengalaman berbahasa yang menarik sekaligus mendorong anak untuk berpartisipasi aktif dalam proses komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan membaca dongeng yang dilakukan oleh guru serta menggambarkan kemampuan komunikasi anak usia dini selama mengikuti kegiatan tersebut di TK Pra Widya Dharma Demulih. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan guru dan anak usia dini sebagai subjek penelitian. Data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan membaca dongeng menciptakan suasana pembelajaran yang lebih aktif dan partisipatif. Selain itu, kemampuan komunikasi anak mengalami perkembangan yang ditunjukkan melalui peningkatan kemampuan menyimak, menjawab pertanyaan, mengungkapkan pendapat, menambah penguasaan kosakata, serta menceritakan kembali isi dongeng menggunakan bahasa sederhana. Oleh karena itu, kegiatan membaca dongeng dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang efektif dalam mendukung pengembangan kemampuan komunikasi anak usia dini.
INTEGRASI LITERASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DAN TECHNOPRENEURSHIP DALAM MENINGKATKAN KESIAPAN KERJA MAHASISWA : A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Feri Bogianto; Luluk Elyana; Dyah Kusbiantari
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.14500

Abstract

Transformasi dunia kerja pada era Industry 4.0 dan Society 5.0 menuntut perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri yang dinamis. Dalam konteks tersebut, literasi Artificial Intelligence (AI) dan technopreneurship dipandang sebagai kompetensi penting untuk meningkatkan work readiness mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran integrasi literasi AI dan technopreneurship dalam meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa, mengidentifikasi strategi pembelajaran yang efektif, serta mengkaji faktor pendukung dan tantangan implementasinya di pendidikan tinggi. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada protokol PRISMA. Proses penelusuran literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar, Garuda, dan Sinta pada rentang publikasi tahun 2020–2026. Dari 31 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 20 artikel memenuhi kriteria kualitas dan inklusi untuk dianalisis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kesiapan kerja mahasiswa dibangun melalui sinergi antara literasi AI, technopreneurship, dan penguatan kompetensi abad ke-21. Strategi pembelajaran yang paling dominan adalah Project-Based Learning (PjBL) yang dipadukan dengan pendekatan STEM, TPACK, dan Project-based Entrepreneurial Learning (PBEL). Integrasi tersebut terbukti mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, inovasi, serta kemampuan mengidentifikasi peluang usaha berbasis teknologi. Keberhasilan implementasinya dipengaruhi oleh literasi digital mahasiswa, kompetensi dosen, dukungan kebijakan MBKM, dan ketersediaan infrastruktur digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi literasi AI dan technopreneurship perlu diakomodasi dalam pengembangan kurikulum pendidikan tinggi guna menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan memiliki work readiness yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja di era transformasi digital. Kata Kunci : Artificial Intelligence Literacy; Technopreneurship; Work Readiness;
PENGARUH LITERASI TEKNOLOGI, PEMANFAATAN AI DAN PRESTASI AKADEMIK TERHADAP LINGKUNGAN BELAJAR Yuyun Yumiarty
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.14541

Abstract

This study aims to analyze the impact of technological literacy, artificial intelligence (AI) utilization, and academic achievement on the quality of the student learning environment in higher education. The background emphasizes the integration of digital technology to foster a conducive academic atmosphere. Utilizing a quantitative survey design, the study involved 117 students from the Islamic Primary Education Program at Institut Agama Islam Negeri Curup. Samples were drawn using random sampling, with data collected via structured questionnaires. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling. The results indicate that technological literacy (β=0.162;p=0.023), AI utilization (β=0.192;p=0.035), and academic achievement (β=0.542;p=0.000) exert significant positive effects on the learning environment, with academic achievement emerging as the primary predictor. These findings imply that enhancing digital capabilities alongside student academic performance substantially transforms the educational ecosystem. The study concludes that higher education institutions should optimize technology-based policies to promote effective and interactive learning processes sustainably. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi teknologi, pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI), dan prestasi akademik terhadap kualitas lingkungan belajar mahasiswa di perguruan tinggi. Latar belakang penelitian berfokus pada pentingnya integrasi teknologi modern untuk menciptakan iklim akademis yang kondusif. Menggunakan pendekatan kuantitatif survei, penelitian ini melibatkan 117 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah di Institut Agama Islam Negeri Curup sebagai responden. Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling, dan data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur. Analisis data memanfaatkan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi teknologi (β=0,162;p=0,023), pemanfaatan AI (β=0,192;p=0,035), dan prestasi akademik (β=0,542;p=0,000) berpengaruh positif serta signifikan secara statistik terhadap lingkungan belajar, dengan prestasi akademik memberikan kontribusi terbesar. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan kapabilitas digital dan pencapaian akademis mahasiswa mampu mentransformasi kualitas ekosistem pembelajaran secara substansial. Simpulan penelitian merekomendasikan perguruan tinggi untuk mengoptimalkan kebijakan berbasis teknologi demi mendukung efektivitas dan interaktivitas proses pembelajaran secara berkelanjutan.    
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA CERITA PENDEK PADA SISWA KELAS 3 SD NEGERI 1 POKA Yosina Tasya Maliety; Carolina Sasabone; Sarah Sahetapy
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.14542

Abstract

The short story reading skills of third-grade students at SD Negeri 1 Poka remained low due to conventional teacher-centered instructional approaches that rendered students passive and disengaged from the reading comprehension process. This condition necessitated the implementation of an innovative and student-centered learning model to address the problem. This study aimed to determine the effectiveness of the Problem Based Learning model in improving short story reading skills among third-grade students at SD Negeri 1 Poka. This classroom action research employed the Kemmis and McTaggart model conducted over two cycles, each consisting of four stages: planning, acting, observing, and reflecting. The study involved 18 students as research subjects. Data were collected through tests, observation, and documentation, then analyzed using quantitative descriptive techniques. The findings revealed that the class average score increased from 50.55 at the pre-action stage to 60.55 in Cycle I and 76.66 in Cycle II. Classical learning completeness rose from 17% to 50% and ultimately reached 100%. Improvements were observed across all assessed aspects, including character identification, plot comprehension, and moral value recognition. It is concluded that the Problem Based Learning model effectively enhances short story reading skills of third-grade elementary school students through systematic and reflective instructional cycles. ABSTRAK Kemampuan membaca cerita pendek siswa kelas III SD Negeri 1 Poka masih rendah akibat pendekatan konvensional berpusat pada guru yang membuat siswa pasif. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca cerita pendek melalui model Problem Based Learning (PBL) rancangan Kemmis dan McTaggart dalam dua siklus. Subjek penelitian terdiri atas 18 siswa, dengan teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi, serta dokumentasi yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata kelas dari 50,55 pada prasiklus menjadi 60,55 pada siklus I dan mencapai 76,66 pada siklus II. Ketuntasan klasikal meningkat pesat dari 17% menjadi 50% hingga mencapai ketuntasan penuh 100%. Peningkatan signifikan mencakup seluruh indikator penilaian, yaitu penentuan tokoh, pemahaman alur, dan identifikasi nilai moral. Pembelajaran berbasis masalah terbukti menciptakan suasana belajar aktif serta kolaboratif yang mendorong penalaran siswa. Kesimpulannya, penerapan model Problem Based Learning efektif meningkatkan kemampuan membaca cerita pendek siswa kelas III sekolah dasar secara signifikan.