cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 589 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA ULAR TANGGA DIGITAL MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V SDN 17 AIR KUMBANG Wisnu Apriyadi; Djunaidi Djunaidi; Imelda Ratih Ayu
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12231

Abstract

This research and development project aims to create a digital Snakes and Ladders game media for Indonesian language learning on the theme "Love for Indonesia" for fifth-grade students at SDN 17 Air Kumbang that is valid and practical. The method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The research subjects comprised 3 fifth-grade students in the one-to-one test and 15 fifth-grade students in the small group test. Data analysis results indicate that media validity reached an average of 95.23% (highly valid criteria) based on evaluations by three experts (media, language, content). The media practicality level obtained from student response questionnaires showed a percentage of 93.33% in the one-to-one test and 91.60% in the small group test, both meeting the "highly practical" criteria. Thus, the digital Snakes and Ladders game media for the "Love for Indonesia" material is declared valid and practical for use in elementary school Indonesian language learning. ABSTRAK Penelitian dan pengembangan ini bertujuan menciptakan media permainan ular tangga digital untuk pembelajaran Bahasa Indonesia materi "Cinta Indonesia" kelas V SDN 17 Air Kumbang yang valid dan praktis. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian terdiri dari 3 siswa kelas V pada uji one-to-one dan 15 siswa kelas V pada uji small group. Hasil analisis data menunjukkan kevalidan media mencapai rerata 95,23% (kriteria sangat valid) berdasarkan uji tiga ahli (media, bahasa, materi). Tingkat kepraktisan media yang diperoleh dari kuesioner respon siswa menunjukkan persentase sebesar 93,33% pada uji one-to-one dan 91,60% pada uji small group, yang keduanya memenuhi kriteria sangat praktis. Dengan demikian, media permainan ular tangga digital materi "Cinta Indonesia" dinyatakan valid dan praktis dipergunakan dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.    
PEMANFAATAN SURAT SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPAS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KELAS IV SD NEGERI 2 TIAKUR Magdalena Pakolay; Jekriel Septory
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12375

Abstract

The low learning outcomes of students in IPAS at remote elementary schools require contextual and effective instructional media solutions. This study aims to describe the implementation process and measure the impact of using newspapers as an IPAS learning medium on improving fourth-grade students' learning outcomes at SD Negeri 2 Tiakur. The research employed Classroom Action Research based on the Kemmis and McTaggart model across two cycles with 18 fourth-grade students in the 2025/2026 academic year. Data were collected via written tests, observation, and documentation, then analyzed using classical completeness percentages based on a KKTP of 65. Results revealed that the class average score increased from 60 with 22% completeness in pre-action, to 69 with 44% completeness in Cycle I, and reached 78 with 100% classical completeness in Cycle II. Using newspapers as an IPAS learning medium is proven effective in comprehensively improving student learning outcomes. This medium offers an economical and contextual learning model for schools facing resource constraints. ABSTRAK Rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS di sekolah dasar daerah terpencil membutuhkan solusi media pembelajaran yang kontekstual dan efektif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses penerapan dan mengukur dampak pemanfaatan surat kabar sebagai media pembelajaran IPAS terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik kelas IV SD Negeri 2 Tiakur. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart dalam dua siklus pada 18 peserta didik tahun pelajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan persentase ketuntasan klasikal berbasis KKTP 65. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kelas meningkat dari 60 dengan ketuntasan 22% pada pra-tindakan, menjadi 69 dengan ketuntasan 44% pada siklus I, dan mencapai 78 dengan ketuntasan klasikal 100% pada siklus II. Pemanfaatan surat kabar terbukti efektif meningkatkan hasil belajar IPAS secara menyeluruh. Media ini menjadi alternatif pembelajaran yang ekonomis serta kontekstual bagi sekolah dengan keterbatasan sumber daya.    
PENGEMBANGAN APLIKASI AUGMENTED REALITY BERBASIS GAMIFIKASI TERINTEGRASI BLOOKET UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA PADA MATERI HARDWARE Kuratun Zahira; Ahyar Ahyar; Ita Fitriati; Syarifudin Syarifudin; Wahyudin Wahyudin
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12537

Abstract

ABSTRACT The low level of students' creativity in Informatics learning, particularly in hardware materials, is attributed to the use of conventional instructional media that are less able to provide concrete and interactive learning experiences. This study aimed to develop an Augmented Reality-based learning application integrated with gamification through the Blooket platform, as well as to analyze its feasibility, practicality, and effectiveness in improving students' creativity in learning hardware materials. The research employed the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which consists of five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The participants were 18 students from SD IT Al-Azzam. Data were collected through media expert validation sheets, material expert validation sheets, student response questionnaires, and pretest–posttest assessments. The results showed that the developed learning media was categorized as highly feasible, improved students' learning outcomes with a high level of improvement, received highly positive responses in terms of practicality, and enhanced students' creativity from the moderate to the very high category. Therefore, the Augmented Reality-based learning application integrated with gamification through the Blooket platform is considered valid, practical, and effective in improving elementary school students' creativity in learning hardware materials. ABSTRAK Rendahnya kreativitas siswa dalam pembelajaran informatika, khususnya pada materi hardware, disebabkan oleh penggunaan media pembelajaran yang masih bersifat konvensional sehingga kurang mampu memberikan pengalaman belajar yang konkret dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi Augmented Reality berbasis gamifikasi yang terintegrasi dengan platform Blooket, serta menganalisis kelayakan, kepraktisan, dan efektivitasnya dalam meningkatkan kreativitas siswa pada materi hardware. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri atas 18 siswa SD IT Al-Azzam. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar validasi ahli media, validasi ahli materi, angket respons siswa, serta tes pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan tergolong sangat layak, mampu meningkatkan hasil belajar dengan kategori tinggi, memperoleh respons siswa yang sangat praktis, serta meningkatkan kreativitas siswa dari kategori sedang menjadi sangat tinggi. Dengan demikian, aplikasi Augmented Reality berbasis gamifikasi terintegrasi Blooket dinyatakan valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kreativitas siswa pada materi hardware di sekolah dasar.
PEMANFAATAN DESTINASI WISATA KAMBANG IWAK SEBAGAI SARANA DAN PRASARANA PEMBELAJARAN PJOK PADA SISWA SMA TRI DHARMA PALEMBANG Trika Sopi Wulandari; Widya Handayani; Hikmah Lestari
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12623

Abstract

Limited physical education facilities in schools trigger low student participation, requiring the utilization of environment-based open public spaces. This qualitative case study aims to analyze the utilization of the Kambang Iwak tourist destination as a PJOK learning facility for students of SMA Tri Dharma Palembang. Research subjects involved one PJOK teacher, the vice principal, and thirty eleventh-grade students. Data were collected through field observations, in-depth interviews, documentation, and Likert scale questionnaires analyzed using the Miles and Huberman model. The results showed that the 800-meter jogging track, green open areas, and outdoor gym strongly supported physical fitness materials. Major supporting factors included site accessibility and facility completeness, while inhibiting factors included weather fluctuations and limited time allocation. Implicatively, the use of public space is effective as an innovative solution to the limitations of school infrastructure. In conclusion, the utilization of the Kambang Iwak area is proven effective, contextual, and capable of increasing students' motivation and active participation in PJOK learning. ABSTRAK Keterbatasan fasilitas pendidikan jasmani di sekolah memicu rendahnya partisipasi siswa sehingga membutuhkan pemanfaatan ruang publik terbuka berbasis lingkungan. Penelitian kualitatif studi kasus ini bertujuan menganalisis pemanfaatan destinasi wisata Kambang Iwak sebagai sarana pembelajaran PJOK siswa SMA Tri Dharma Palembang. Subjek penelitian melibatkan satu guru PJOK, wakil kepala sekolah, serta tiga puluh siswa kelas XI. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dokumentasi kegiatan, dan penyebaran angket skala Likert yang dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas jogging track sepanjang 800 meter, area terbuka asri, dan outdoor gym sangat mendukung materi kebugaran jasmani. Faktor pendukung utama meliputi aksesibilitas lokasi dan kelengkapan fasilitas, sedangkan faktor penghambat mencakup fluktuasi cuaca serta terbatasnya alokasi waktu. Implikasinya, pemanfaatan ruang publik efektif menjadi solusi inovatif atas keterbatasan prasarana sekolah. Kesimpulannya, pemanfaatan kawasan Kambang Iwak terbukti efektif, kontekstual, dan mampu meningkatkan motivasi serta partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran PJOK.  
MEMBANGUN KESIAPAN KARIR GURU MELALUI SELF-REGULATED LEARNING: PENGUJIAN MEDIASI MENTAL FATIGUE PADA MAHASISWA PASCA PLP Siti Amelia Rahma Putri; Jun Surjanti
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12630

Abstract

The Introduction to Schooling Field Program (PLP) aims to prepare students as prospective teachers through practical experience in schools. However, the high duration and demands of PLP have the potential to cause mental fatigue which can affect students' career readiness. This research aims to analyze the influence of self-regulated learning (SRL) on career readiness for the teaching profession by mediating mental fatigue in Economics Education students at Surabaya State University after PLP. The research used an ex post facto quantitative approach with a sample of 143 students selected through proportionate stratified random sampling. Data analysis was carried out using PROCESS Macro Hayes Model 4 with bootstrapping techniques and strengthened through in-depth interviews. The research results show that SRL has a positive and significant effect on teacher professional career readiness. However, SRL did not have a significant effect on mental fatigue. Mental fatigue is proven to have a significant effect on career readiness for the teaching profession, but does not mediate the relationship between SRL and career readiness. Interview findings show that mental fatigue is more influenced by external factors during PLP than students' self-regulation abilities. This research concludes that SRL and mental fatigue work independently in influencing teachers' professional career readiness. ABSTRAK Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) bertujuan mempersiapkan mahasiswa sebagai calon guru melalui pengalaman praktik di sekolah. Namun, durasi dan tuntutan PLP yang tinggi berpotensi menimbulkan mental fatigue yang dapat memengaruhi kesiapan karir mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh self-regulated learning (SRL) terhadap kesiapan karir profesi guru dengan mediasi mental fatigue pada mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Surabaya pasca PLP. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif ex post facto dengan sampel sebanyak 143 mahasiswa yang dipilih melalui proportionate stratified random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan PROCESS Macro Hayes Model 4 dengan teknik bootstrapping dan diperkuat melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SRL berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan karir profesi guru. Namun, SRL tidak berpengaruh signifikan terhadap mental fatigue. Mental fatigue terbukti berpengaruh signifikan terhadap kesiapan karir profesi guru, tetapi tidak memediasi hubungan antara SRL dan kesiapan karir. Temuan wawancara menunjukkan bahwa mental fatigue lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal selama PLP dibandingkan kemampuan regulasi diri mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa SRL dan mental fatigue bekerja secara independen dalam memengaruhi kesiapan karir profesi guru.    
INTEGRASI TAKSONOMI BLOOM REVISI DAN TAKSONOMI SOLO SEBAGAI KERANGKA KERJA BARU DALAM MERUMUSKAN TUJUAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Dini Widiyastutik; Ali Mudlofir; Saepul Hamdani
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12687

Abstract

Learning evaluation in Islamic Education requires a conceptual framework capable of comprehensively describing students' cognitive complexity and structural quality of understanding. This study aims to analyze the foundational concepts of the revised Bloom's taxonomy and the SOLO taxonomy, examine their complementary relationship, and formulate a theoretical integration model as a novel contribution to learning evaluation design. The study employs a qualitative approach using a library research method through content analysis of primary sources by Anderson and Krathwohl as well as Biggs and Collis. Analysis was conducted through data reduction, thematic categorization, and conceptual synthesis. The findings reveal that the revised Bloom's taxonomy is effective as a planning framework for learning objectives based on six levels of cognitive processes, while the SOLO taxonomy excels in analyzing the structural quality of students' understanding from the prestructural to the extended abstract level. Both taxonomies are complementary and can be integrated through the principle of constructive alignment to produce a more holistic evaluation system. The novelty of this study lies in the proposed conceptual integration model of both taxonomies, which has not been specifically developed within the context of library research-based instructional design in Islamic Education to enhance educational assessment quality meaningfully. ABSTRAK Evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam membutuhkan kerangka konseptual yang mampu menggambarkan kompleksitas kognitif serta kualitas pemahaman peserta didik secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep dasar taksonomi Bloom revisi dan taksonomi SOLO, menelaah hubungan komplementer keduanya, serta merumuskan model integrasi teoretis sebagai kontribusi baru dalam desain evaluasi pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui teknik content analysis terhadap sumber primer karya Anderson dan Krathwohl serta Biggs dan Collis. Analisis dilakukan melalui tahapan reduksi data, kategorisasi tematik, dan sintesis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa taksonomi Bloom revisi sangat efektif sebagai kerangka perencanaan tujuan pembelajaran berbasis proses kognitif enam tingkat, sedangkan taksonomi SOLO unggul dalam menganalisis kualitas struktur pemahaman siswa dari tingkat prestructural hingga extended abstract. Kedua taksonomi bersifat komplementer dan dapat diintegrasikan melalui prinsip constructive alignment untuk menghasilkan sistem evaluasi yang lebih holistik. Kebaruan penelitian ini terletak pada tawaran model integrasi konseptual kedua taksonomi yang belum secara spesifik dikembangkan dalam konteks desain pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis studi kepustakaan secara terpadu untuk meningkatkan mutu asesmen pendidikan secara nyata.  
EFEKTIVITAS PENDEKATAN PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS MATEMATIS SISWA SMP/MTs Anisa Ulva Wahyuni; Suhandri Suhandri
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12809

Abstract

Mathematics plays an important role in developing students' thinking abilities, particularly mathematical logical thinking, which serves as a foundation for understanding concepts meaningfully and solving problems systematically. However, the 2022 PISA results showed that Indonesian students' mathematics abilities remain below the OECD average, and previous studies have also reported that students' mathematical logical thinking abilities are still relatively low. Meanwhile, research specifically examining the effect of the experiential learning approach on mathematical logical thinking ability remains limited, so empirical evidence on its effectiveness is needed. This study aims to determine the effectiveness of the experiential learning approach in improving the mathematical logical thinking ability of junior high school students. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental method and a Non-equivalent Control Group Design. The population consisted of all eighth-grade students of MTs Negeri 8 Kampar, with class VIII.1 as the experimental class and class VIII.2 as the control class, selected using a purposive sampling technique. Data were collected through a pretest and posttest using an essay-based mathematical logical thinking test. The results showed that students who learned using the experiential learning approach achieved better mathematical logical thinking ability and a greater improvement than those who learned using direct learning. Thus, the experiential learning approach was proven effective in improving students' mathematical logical thinking ability. ABSTRAK Matematika berperan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir siswa, khususnya kemampuan berpikir logis matematis yang menjadi dasar bagi siswa untuk memahami konsep secara bermakna dan menyelesaikan masalah secara sistematis. Namun, hasil PISA 2022 menunjukkan kemampuan matematika siswa Indonesia masih tertinggal dibandingkan rata-rata negara OECD, dan berbagai penelitian terdahulu juga melaporkan bahwa kemampuan berpikir logis matematis siswa masih tergolong rendah. Di sisi lain, penelitian yang secara khusus mengkaji pengaruh pendekatan experiential learning terhadap kemampuan berpikir logis matematis masih terbatas, sehingga diperlukan bukti empiris mengenai efektivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendekatan pembelajaran experiential learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir logis matematis siswa SMP/MTs. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain Non-equivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII MTs Negeri 8 Kampar, dengan kelas VIII.1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.2 sebagai kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest berbentuk soal uraian kemampuan berpikir logis matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir logis matematis siswa yang belajar menggunakan pendekatan experiential learning lebih baik dan mengalami peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran langsung. Dengan demikian, pendekatan pembelajaran experiential learning terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir logis matematis siswa.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PAI BERBASIS MULTIKULTURAL UNTUK MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS DAN TOLERAN DI SD ANGKASA PURA Miranti Merliana; Muflihatul Laela Sari; Musa Asy’arie; Sekar Ayu Aryani
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13749

Abstract

ABSTRACT Research on multicultural-based Islamic Religious Education (PAI) has generally focused on conceptual aspects or implementation at the secondary education level, while studies at the elementary level, particularly in multicultural school environments, remain limited. This study aims to describe the implementation of multicultural-based PAI in shaping students’ religious and tolerant character at Angkasa Pura Elementary School. This study employed a qualitative approach with a descriptive method. The informant was an Islamic Religious Education teacher directly involved in the learning process. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model, consisting of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was examined through technique and source triangulation. The results showed that multicultural-based PAI learning was implemented through religious learning services according to students’ beliefs, prayer habituation based on their respective religions, religious spiritual activities, and cultivation of mutual respect for differences. The implementation contributed to the development of religious character through habituation of worship and internalization of religious values, as well as tolerant character through respect for religious, ethnic, and cultural diversity. These findings indicate that PAI not only strengthens students’ religious identity but also fosters inclusive attitudes and appreciation of diversity. Thus, multicultural-based PAI learning can be an effective strategy for developing religious and tolerant character at the elementary education level. ABSTRAK Penelitian mengenai pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis multikultural umumnya berfokus pada aspek konseptual atau implementasinya di jenjang pendidikan menengah, sedangkan kajian yang mengkaji penerapannya dalam membentuk karakter religius dan toleran siswa di sekolah dasar, khususnya pada lingkungan sekolah yang multikultural, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis multikultural dalam membentuk karakter religius dan toleran siswa di SD Angkasa Pura. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri dari salah satu guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang terlibat langsung dalam pelaksanaan pembelajaran. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup pengurangan data, penyajian data, dan kesimpulan yang ditarik, sedangkan validitas data diuji melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran PAI berbasis multikultural dilakukan melalui penyediaan layanan pembelajaran agama sesuai keyakinan siswa, pembiasaan sholat berdasarkan agama masing-masing, pelaksanaan kegiatan spiritual keagamaan, serta penanaman saling menghormati dan menghargai perbedaan. Implementasi tersebut berkontribusi dalam pembentukan karakter keagamaan melalui pembiasaan ibadah dan internalisasi nilai-nilai agama, serta pembentukan karakter toleran melalui pengembangan sikap menghormati keberagaman agama, suku, dan budaya di lingkungan sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan agama tidak hanya berfungsi untuk memperkuat identitas agama siswa, tetapi juga berfungsi sebagai sarana yang efektif untuk menumbuhkan sikap inklusif dan apresiasi terhadap keberagaman. Dengan demikian, pembelajaran PAI berbasis multikultural dapat menjadi strategi yang efektif dalam membentuk karakter religius dan toleran pada siswa dari jenjang pendidikan dasar.
IMPLEMENTASI GAYA KEPEMIMPINAN INSTRUKSIONAL DALAM PENINGKATAN RAPOR MUTU PENDIDIKAN SEKOLAH DI SDN 002 BALIKPAPAN SELATAN Mita Elyana; Suyatno Suyatno; Ika Maryani
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13988

Abstract

ABSTRACT Instructional leadership by school principals is a strategic approach to improving the quality of learning through strengthening teacher capacity, utilizing school data, and managing programs sustainably. This study aims to describe the implementation of instructional leadership by the school principal in improving Education Report Card outcomes and to identify its supporting and inhibiting factors at SDN 002 Balikpapan Selatan. The study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving the principal, teachers, and school personnel engaged in quality improvement programs. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model through the stages of data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing and verification, while data credibility was strengthened through source, technique, and time triangulation. The findings indicate that instructional leadership was implemented through the use of the Education Report Card in Data-Based Planning (PBD), continuous academic supervision, teacher professional development through In-House Training, learning communities, mentoring, and strategic school resource management. These practices were associated with improvements in Education Report Card indicators and the school's consecutive receipt of Performance-Based School Operational Assistance (BOS Kinerja) in 2023 and 2024. Supporting factors included school-wide collaboration, learning resources, funding support, and a positive school culture, while the main constraints involved differences in teacher competencies, limited time, and suboptimal follow-up of training. These findings emphasize the importance of data-based instructional leadership in sustaining school quality improvement. ABSTRAK Kepemimpinan instruksional kepala sekolah menjadi salah satu pendekatan strategis dalam mengarahkan peningkatan mutu pembelajaran melalui penguatan kapasitas guru, pemanfaatan data sekolah, dan pengelolaan program secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi kepemimpinan instruksional kepala sekolah dalam meningkatkan capaian Rapor Pendidikan serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di SDN 002 Balikpapan Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, serta personel sekolah yang terlibat dalam pelaksanaan program peningkatan mutu. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, sedangkan kredibilitas data diperkuat melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan instruksional diwujudkan melalui pemanfaatan Rapor Pendidikan dalam Perencanaan Berbasis Data (PBD), supervisi akademik berkelanjutan, pengembangan profesional guru melalui In House Training, komunitas belajar, pendampingan, serta pengelolaan sumber daya sekolah. Implementasi tersebut berkaitan dengan peningkatan indikator Rapor Pendidikan dan keberhasilan memperoleh BOS Kinerja pada 2023 dan 2024. Faktor pendukung meliputi kolaborasi warga sekolah, sumber belajar, pendanaan, dan budaya sekolah, sedangkan hambatannya berupa perbedaan kompetensi guru, keterbatasan waktu, dan tindak lanjut pelatihan yang belum optimal. Temuan ini menegaskan pentingnya kepemimpinan instruksional berbasis data untuk menjaga keberlanjutan peningkatan mutu sekolah.
INOVASI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN PRESTASI SEKOLAH DI PINGGIRAN KOTA BALIKPAPAN: STUDI KASUS SMP NEGERI 21 BALIKPAPAN Gunawan Gunawan; Dwi Sulisworo; Achadi Budi Santoso
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13991

Abstract

ABSTRACT Educational quality equity remains a challenge, particularly for schools located in peripheral areas that face limitations in resources, access, and geographical conditions. In this context, the principal’s leadership plays a strategic role in mobilizing available potential to improve school quality and achievement. This study aims to analyze the principal’s leadership innovations in developing school achievement at SMP Negeri 21 Balikpapan and to identify the supporting and inhibiting factors affecting their implementation. The study employed a qualitative approach using a case study design conducted from February to May 2026. The research participants consisted of the principal, vice principal for curriculum affairs, teachers, educational staff, and the school committee. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analyzed using the interactive model of Miles and Huberman through data reduction, data display, and conclusion drawing. Data trustworthiness was strengthened through source and technique triangulation. The findings indicate that leadership innovation was implemented through a humanistic approach that fostered a sense of belonging, the development of the SAGU SABU, BEKANTAN, and EDUPRO programs, and strengthened partnerships with external stakeholders. Collaboration among school members and partner support were key enabling factors, while limited facilities, personnel, access, and support from some parents constituted the main constraints. These findings confirm that innovative and adaptive leadership can optimize the potential of peripheral schools to develop sustainable school achievement. ABSTRAK Pemerataan mutu pendidikan masih menjadi tantangan, terutama bagi sekolah yang berada di wilayah pinggiran dengan keterbatasan sumber daya, akses, dan kondisi geografis. Dalam konteks tersebut, kepemimpinan kepala sekolah menjadi faktor strategis dalam menggerakkan potensi yang tersedia untuk meningkatkan mutu dan prestasi sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis inovasi kepemimpinan kepala sekolah dalam mengembangkan prestasi di SMP Negeri 21 Balikpapan serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan pada Februari–Mei 2026. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, tenaga kependidikan, dan komite sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi kepemimpinan diwujudkan melalui pendekatan humanis yang membangun sense of belonging, pengembangan program SAGU SABU, BEKANTAN, dan EDUPRO, serta penguatan kemitraan dengan pihak eksternal. Kolaborasi warga sekolah dan dukungan mitra menjadi faktor utama keberhasilan, sedangkan keterbatasan sarana, personel, akses, dan dukungan sebagian orang tua menjadi hambatan. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan inovatif dan adaptif mampu mengoptimalkan potensi sekolah pinggiran untuk mengembangkan prestasi secara berkelanjutan.