cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 589 Documents
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI CINTA PADA PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK KELAS VIII DI MTS MAMBA’UL ULUM MAMBAK JEPARA Eviya Nur Fadilla; Khalimatus Sa’diyah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.14719

Abstract

ABSTRACT Aqidah Akhlak learning plays a strategic role in shaping students' character through the internalization of Islamic values that are relevant to contemporary character education challenges. One of the approaches is the implementation of the Love-Based Curriculum as a learning paradigm that integrates the values of compassion, role modeling, and habituation into the educational process. This study aimed to describe the implementation of the Love-Based Curriculum values in the Aqidah Akhlak learning process for eighth-grade students at MTs Mamba'ul Ulum Mambak Jepara. The study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, including data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. Data validity was ensured through source and technique triangulation. The findings revealed that the implementation of the Love-Based Curriculum was integrated into lesson planning, instructional practices, and daily learning habituation through six core values: love for Allah, the Prophet Muhammad, oneself, fellow human beings, the environment, and the nation and the Republic of Indonesia. These values were actualized through religious habituation, teachers' role modeling, discipline, participatory discussions, environmental awareness, and polite language use. The integration of these values strengthened students' religious character, discipline, responsibility, social awareness, mutual respect, and patriotism. Therefore, the Love-Based Curriculum serves as an effective learning paradigm for integrating character education into Aqidah Akhlak instruction through contextual, sustainable, and teacher-centered exemplary practices. ABSTRAK Pembelajaran Akidah Akhlak memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik melalui internalisasi nilai-nilai Islam yang relevan dengan tantangan pendidikan karakter di era modern. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penerapan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai paradigma pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai kasih sayang, keteladanan, dan pembiasaan dalam proses pendidikan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam pembelajaran Akidah Akhlak kelas VIII di MTs Mamba'ul Ulum Mambak Jepara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dilakukan secara terintegrasi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pembiasaan pembelajaran melalui enam nilai utama, yaitu cinta kepada Allah Swt., Rasulullah saw., diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, serta bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Implementasi tersebut diwujudkan melalui pembiasaan religius, keteladanan guru, disiplin, diskusi partisipatif, kepedulian terhadap lingkungan, dan penggunaan bahasa yang santun. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai tersebut mampu memperkuat karakter religius, disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, sikap saling menghargai, serta kecintaan terhadap bangsa. Dengan demikian, Kurikulum Berbasis Cinta menjadi paradigma pembelajaran yang efektif dalam mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam pembelajaran Akidah Akhlak secara kontekstual, berkelanjutan, dan berpusat pada keteladanan guru.
PENDEKATAN PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DALAM MENSTIMULASI KECERDASAN MAJEMUK ANAK USIA DINI (PENELITIAN KUALITATIF DESKRIPTIF DI TK AL-TAFTAZANI SOREANG ) Suni Anisa; Asti Nur Hadianti; Atiasih Atiasih
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.14797

Abstract

Developing multiple intelligences in early childhood is a crucial focus in 21st-century education, aiming to holistically optimize a child's various potentials. This study aims to describe the implementation of the Project-Based Learning (PjBL) approach in stimulating multiple intelligences among early childhood students at Al-Taftazani Kindergarten. The study employs a descriptive qualitative approach, utilizing data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. Research informants included the school principal, teachers, and children from Group B (aged 5–6 years). Data analysis followed the Miles and Huberman model, involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the implementation of PjBL effectively stimulates children's multiple intelligences—including interpersonal, intrapersonal, kinesthetic, linguistic, logical-mathematical, musical, naturalist, and visual-spatial intelligences—through active, collaborative, and contextual project activities. Factors supporting implementation included teacher creativity, school support, and parental involvement, while obstacles included time constraints and variations in children's abilities. The study concludes that PjBL is effective in comprehensively developing multiple intelligences in early childhood. ABSTRAK Pengembangan kecerdasan majemuk pada anak usia dini menjadi fokus penting dalam pendidikan abad ke-21 guna mengoptimalkan berbagai potensi anak secara holistik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan Project Based Learning (PjBL) dalam menstimulasi kecerdasan majemuk anak usia dini di TK Al-Taftazani. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru, dan anak kelompok B usia 5–6 tahun. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL mampu menstimulasi kecerdasan majemuk anak, meliputi kecerdasan interpersonal, intrapersonal, kinestetik, linguistik, logis-matematis, musikal, naturalis, dan visual-spasial melalui kegiatan proyek yang aktif, kolaboratif, dan kontekstual. Faktor pendukung implementasi meliputi kreativitas guru, dukungan sekolah, dan keterlibatan orang tua, sedangkan hambatan yang ditemukan berupa keterbatasan waktu dan perbedaan kemampuan anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PjBL efektif dalam mengembangkan kecerdasan majemuk anak usia dini secara menyeluruh.    
OPTIMALISASI MEDIA DIGITAL DAN MODEL PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA SD: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Muhammadiyah Muhammadiyah; Mulyadi Mulyadi; Erwin Nurdiansyah; Supriadi Supriadi
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.14801

Abstract

Learning motivation significantly influences the success of elementary school mathematics education. However, keeping students motivated remains challenging, as mathematics is often perceived as difficult and abstract. This study aims to analyze the effect of digital media and learning models on elementary students' mathematics learning motivation and identify the effectiveness of their integration using a Systematic Literature Review (SLR) guided by PRISMA. Data were retrieved from Google Scholar, Scopus, and ScienceDirect (2021–2026). Through screening and inclusion criteria, 15 articles were selected and analyzed via content analysis with a narrative synthesis approach. Findings show that digital media (interactive apps, gamification, Augmented Reality) enhance attention, engagement, and motivation. Additionally, student-centered learning models, particularly Problem-Based Learning (PBL) and Project-Based Learning (PjBL), boost intrinsic motivation through problem-solving activities. Furthermore, integrating digital media with student-centered models is more effective in increasing learning motivation than applying either strategy separately, offering a promising approach for elementary mathematics instruction ABSTRAK Motivasi belajar merupakan salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan pembelajaran matematika di sekolah dasar. Namun, motivasi belajar matematika masih menjadi tantangan karena mata pelajaran ini sering dianggap sulit dan abstrak. Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan media digital dan model pembelajaran terhadap motivasi belajar matematika siswa sekolah dasar serta mengidentifikasi efektivitas integrasi keduanya melalui Systematic Literature Review (SLR). Penelitian menggunakan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Data diperoleh dari Google Scholar, Scopus, dan ScienceDirect dengan rentang publikasi 2021–2026. Berdasarkan proses identifikasi, penyaringan, dan seleksi sesuai kriteria inklusi, diperoleh 15 artikel yang dianalisis menggunakan content analysis dengan pendekatan sintesis naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital, seperti aplikasi pembelajaran interaktif, gamifikasi, dan Augmented Reality, mampu meningkatkan perhatian, keterlibatan, dan motivasi belajar siswa. Selain itu, model pembelajaran yang berpusat pada siswa, khususnya Problem-Based Learning (PBL) dan Project-Based Learning (PjBL), berkontribusi terhadap peningkatan motivasi intrinsik melalui aktivitas pemecahan masalah. Hasil sintesis juga menunjukkan bahwa integrasi media digital dengan model pembelajaran berpusat pada siswa lebih efektif dalam meningkatkan motivasi belajar dibandingkan dengan penerapan masing-masing secara terpisah. Dengan demikian, integrasi keduanya dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar matematika siswa sekolah dasar.
PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING BERBANTUAN MEDIA QUIZ DIGITAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS PADA SISWA SD Auliyah Ramadani; Y. Satinem; Yetty Trisnayanti
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.14830

Abstract

Elementary school students' science and social learning (IPAS) outcomes still need improvement because the learning process tends to be teacher-centered. Although previous studies have shown that the Contextual Teaching and Learning (CTL) model assisted by digital quiz media can improve students' learning outcomes, studies investigating its implementation in elementary school IPAS learning remain limited. Therefore, this study aimed to determine the mastery of students' IPAS learning outcomes after the implementation of the CTL model assisted by digital quiz media. This study employed a quasi-experimental method involving all 27 fifth-grade students of SD Negeri 17 Lubuk Linggau using a saturated sampling technique. Data were collected through tests and documentation and analyzed using the mean test, normality test, and z-test. The results showed that the mean post-test score was 80.70. The z-test at a 5% significance level yielded a calculated z-value of 5.75, which was higher than the critical z-value of 1.65 (5.75 ≥ 1.65). Therefore, it can be concluded that the implementation of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model assisted by digital quiz media significantly achieved mastery of the IPAS learning outcomes of fifth-grade students at SD Negeri 17 Lubuk Linggau. ABSTRAK Hasil belajar IPAS siswa di sekolah dasar masih perlu ditingkatkan karena pembelajaran cenderung berpusat pada guru. Meskipun beberapa penelitian menunjukkan bahwa model Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan media kuis digital dapat meningkatkan hasil belajar, penelitian yang mengkaji penerapan CTL berbantuan media kuis digital pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar IPAS siswa setelah diterapkan model CTL berbantuan media quiz digital. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 17 Lubuk Linggau yang berjumlah 27 siswa dengan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan dokumentasi, sedangkan analisis data meliputi uji rata-rata, uji normalitas, dan uji hipotesis (uji-z). Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata tes akhir sebesar 80,70. Berdasarkan uji-z pada taraf signifikansi 5% diperoleh nilai zhitung  5,75 ≥ ztabel  1,65. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan media Quiz Digital mampu mencapai ketuntasan hasil belajar IPAS siswa SD Negeri 17 Lubuk Linggau secara signifikan.
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS PADA SISWA KELAS V SD Dela Puspita Sari; Yuni Krisnawati; Elya Rosalina
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.14831

Abstract

Learning science on the topic of the Human Respiratory System is still a challenge for some students because the respiratory process cannot be observed directly. This condition can make it difficult for students to understand the function of organs and the process of respiration, so that learning outcomes have not achieved the expected results. Therefore, a learning method is needed that can help students understand the material through more real experiences. One method that can be used is the demonstration method because students can observe the learning process directly. This study aims to determine the effect of implementing the demonstration method on the learning outcomes of science on the topic of the Human Respiratory System in class V.B SD Negeri 18 Lubuk Linggau. This study used a pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design. The research was conducted at SD Negeri 18 Lubuk Linggau during the second semester of the 2025/2026 academic year. The research was carried out from May 1 to May 26, 2026. The research sample consisted of 26 students selected using purposive sampling. Data collection techniques used observation, interviews, tests, and documentation. Data analysis was carried out by calculating the average, normality test, and t-test. The results showed that the average post-test score was 80.50, with 23 students (88.46%) achieving completeness. The t-test results obtained a t-count of 5.19 and a t-table of 1.708 at a significance level of 5%. Since t count ˃ t table, Ha is accepted. These results indicate that the difference in learning outcomes before and after the application of the demonstration method is statistically significant. Thus, it can be concluded that the demonstration method provides significant results on the learning outcomes of science in class V.B students of SD Negeri 18 Lubuk Linggau. ABSTRAK Pembelajaran IPAS pada materi Sistem Pernapasan Manusia masih menjadi tantangan bagi sebagian siswa karena proses pernapasan tidak dapat diamati secara langsung. Kondisi tersebut dapat membuat siswa kesulitan memahami fungsi organ dan proses terjadinya pernapasan, sehingga hasil belajar belum mencapai hasil yang diharapkan. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang dapat membantu siswa memahami materi melalui pengalaman yang lebih nyata. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode demonstrasi karena siswa dapat mengamati proses pembelajaran secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode demonstrasi terhadap hasil belajar IPAS materi Sistem Pernapasan Manusia pada siswa kelas V.B SD Negeri 18 Lubuk Linggau. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan desain one-group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 18 Lubuk Linggau pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Penelitian berlangsung dari 1 Mei sampai 26 Mei 2026. Sampel penelitian berjumlah 26 siswa yang menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menghitung rata-rata, uji normalitas, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata post-test sebesar 80,50 dengan 23 siswa (88,46%) mencapai ketuntasan. Hasil uji t diperoleh t hitung 5,19 dan t tabel 1,708 pada taraf signifikansi 5%. Karena thitung  > ttabel, maka Ha diterima. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan metode demonstrasi signifikan secara statistik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi memberikan hasil signifikan terhadap hasil belajar IPAS pada siswa kelas V.B SD Negeri 18 Lubuk Linggau.
PENGARUH PEMBELAJARAN MENDALAM TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA TENTANG HEWAN DAN HABITATNYA DI KELAS V SDN BANJAR BENDO SIDOARJO Ahmad Mu’ammar
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.14847

Abstract

Learning in Natural and Social Sciences (IPAS) at the elementary school level still encounters various challenges, particularly the low learning outcomes caused by teacher-centered instruction. Such conditions limit students' active involvement in constructing conceptual understanding, resulting in the tendency to memorize rather than comprehend the concepts of animals and their habitats. This study aimed to determine the effect of implementing Deep Learning on students' learning outcomes regarding animals and their habitats in Grade V of SDN Banjar Bendo Sidoarjo. The research employed a quantitative approach using an experimental method with a One Group Pretest–Posttest Design. The sample consisted of 30 students selected through total sampling. Data were collected using pretest and posttest achievement tests. Data analysis included descriptive statistics, the Shapiro–Wilk normality test, and the Paired Sample t-Test using IBM SPSS Statistics. The findings revealed that the mean pretest score increased from 57.57 to 82.20 on the posttest. The normality test indicated that the data were normally distributed, with significance values of 0.612 for the pretest and 0.844 for the posttest. Furthermore, the Paired Sample t-Test produced a significance value of 0.000 (<0.05), indicating that Deep Learning had a significant effect on students' learning outcomes. The implementation of Deep Learning improved conceptual understanding, student engagement, and created a more meaningful, active, and enjoyable learning experience in elementary school IPAS learning. ABSTRAK Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala, khususnya pada rendahnya hasil belajar peserta didik akibat proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Kondisi tersebut menyebabkan peserta didik kurang aktif dalam membangun pemahaman konsep sehingga materi hewan dan habitatnya cenderung dipelajari melalui hafalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran mendalam (Deep Learning) terhadap hasil belajar peserta didik pada materi Hewan dan Habitatnya di kelas V SDN Banjar Bendo Sidoarjo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain One Group Pretest–Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 30 peserta didik yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar berupa pretest dan posttest. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, serta uji hipotesis menggunakan Paired Sample t-Test berbantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 57,57 meningkat menjadi 82,20 pada posttest. Uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi pretest sebesar 0,612 dan posttest sebesar 0,844. Selanjutnya, hasil Paired Sample t-Test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05), sehingga terdapat pengaruh yang signifikan penerapan pembelajaran mendalam terhadap hasil belajar peserta didik. Pembelajaran mendalam mampu meningkatkan pemahaman konsep, keterlibatan peserta didik, serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna, aktif, dan menyenangkan pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA PENDEKATAN PEMBELAJARAN MENDALAM PROGRAM KEAHLIAN KULINER DI SMK Naura Khalisya Ananta; Saptariana Saptariana
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.14854

Abstract

Critical thinking skills are one of the key competencies that vocational high school (SMK) students particularly those in the Culinary Arts Program must possess to tackle the increasingly complex challenges of learning and the workplace. One factor believed to influence critical thinking skills is learning motivation, as high motivation can encourage students to be more active in understanding, analyzing, and solving problems during the learning process. This study aims to analyze the effect of learning motivation on students’ critical thinking skills in an in-depth learning approach within the Culinary Arts Program. The study employed a quantitative approach using a survey method. The study population consisted of 139 eleventh-grade students in the Culinary Arts Program at SMK Negeri 6 Semarang, with the sample selected using simple random sampling. Data collection was conducted via a questionnaire that had passed validity and reliability tests. The data were analyzed using descriptive statistics, normality tests, linearity tests, heteroscedasticity tests, simple linear regression analysis, t-tests, and the coefficient of determination. The results showed that learning motivation has a positive and significant effect on students’ critical thinking skills. The higher students’ learning motivation, the higher their critical thinking skills. Therefore, enhancing motivation to learn must be a priority in supporting the development of critical thinking skills in in-depth learning within the Culinary Arts Program. ABSTRAK Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya pada Program Keahlian Kuliner, untuk menghadapi tantangan pembelajaran dan dunia kerja yang semakin kompleks. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kemampuan berpikir kritis adalah motivasi belajar, karena motivasi yang tinggi dapat mendorong siswa lebih aktif dalam memahami, menganalisis, dan memecahkan permasalahan selama proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi belajar terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada pendekatan pembelajaran mendalam di Program Keahlian Kuliner. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 139 siswa kelas XI Program Keahlian Kuliner SMK Negeri 6 Semarang, dengan sampel yang ditentukan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, uji heteroskedastisitas, analisis regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Semakin tinggi motivasi belajar siswa, semakin tinggi pula kemampuan berpikir kritis yang dimiliki. Oleh karena itu, peningkatan motivasi belajar perlu menjadi perhatian dalam mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran mendalam di Program Keahlian Kuliner.
IMPLEMENTASI METODE BAHTSUL MASAIL DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MAHASANTRI DI PONDOK PESANTREN HASAN JUFRI Abd. Hadi Rohmani; Fatia Azzahrah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.14862

Abstract

Learning motivation is a key factor in supporting the success of boarding school students in their academic and boarding school activities. The demanding schedule of classes and boarding school activities often leads to a decline in motivation to learn. Therefore, the Hasan Jufri Islamic Boarding School has implemented the bahtsul masail method as an effort to boost the students’ learning motivation. This study aims to describe the implementation of the bahtsul masail method in enhancing student motivation at Hasan Jufri Islamic Boarding School. This study employed a qualitative approach using a field research design, which was conducted from January to February 2026 at Pondok Pesantren Hasan Jufri. The subjects of this study consisted of 28 mahasantri (Islamic boarding school students) and ustadz (Islamic teachers) who were involved in the implementation of the Bahtsul masail method. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the implementation of the Bahtsul masail method involves several stages, including problem identification, searching for reference sources, discussion, and drawing conclusions that are validated by the ustadz. The application of this method enhances learning motivation through the active involvement of students in searching for references, engaging in discussions, expressing opinions, and defending their arguments. The bahtsul masail method fosters courage, self-confidence, and active participation in learning. Challenges include limited access to reference texts, variations in students’ abilities, and the fact that sessions are held in the evening. To address these challenges, the pesantren strengthens information literacy by utilizing digital technologies such as Turats apps, implementing learning strategies tailored to students’ abilities, and managing time effectively. These findings indicate that the bahtsul masail method is effective in enhancing students’ learning motivation. ABSTRAK: Motivasi belajar merupakan faktor penting dalam menunjang keberhasilan mahasantri mengikuti kegiatan akademik dan kepesantrenan. Padatnya aktivitas perkuliahan dan kegiatan pondok sering menyebabkan menurunnya semangat belajar. Oleh karena itu, Pondok Pesantren Hasan Jufri menerapkan metode bahtsul masail sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi belajar mahasantri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi metode bahtsul masail dalam meningkatkan motivasi belajar mahasantri di Pondok Pesantren Hasan Jufri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan yang dilaksanakan pada bulan Januari–Februari 2026 di Pondok Pesantren Hasan Jufri. Subjek penelitian ini terdiri dari 28 mahasantri, serta ustadz yang terlibat dalam pelaksanaan metode bahtsul masail. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode bahtsul masail dilakukan melalui tahapan penentuan masalah, pencarian sumber rujukan, diskusi, dan penarikan kesimpulan yang ditashih oleh ustadz. Penerapan metode ini meningkatkan motivasi belajar melalui keterlibatan aktif mahasantri dalam mencari referensi, berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan mempertahankan argumentasi. Metode bahtsul masail mendorong keberanian, rasa percaya diri, dan keaktifan dalam pembelajaran. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber rujukan kitab, perbedaan kemampuan mahasantri, dan waktu pelaksanaan pada malam hari. Untuk mengatasi tantangan tersebut, pesantren memperkuat literasi informasi dengan memanfaatkan teknologi digital seperti aplikasi turats, menerapkan strategi pembelajaran sesuai kemampuan mahasantri, serta mengatur waktu secara efektif. Temuan ini menunjukkan bahwa metode bahtsul masail efektif meningkatkan motivasi belajar mahasantri.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGEMBANGKAN POTENSI SISWA MELALUI PENDEKATAN HUMANISTIK DI SMP NEGERI 166 JAKARTA Alya Chairani; Sri Wahyuni
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.14871

Abstract

The development of students potential is one of the primary goals of education, oriented not only toward academic achievement but also toward character building, skill development, and students' self-actualization. In this context, Islamic Religious Education teachers hold a strategic role in creating learning experiences that are able to develop students' potential through a humanistic approach. This study aims to describe the role of PAI teachers in developing students' potential through Carl Rogers' humanistic approach at SMP Negeri 166 Jakarta. The study employed a descriptive qualitative method, with data collected through interviews, observations, and documentation involving 2 PAI teachers as key informants and 6 students as supporting informants. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes data condensation, data display, and conclusion drawing. The results of the study show that PAI teachers apply seven principles of Rogers' humanistic learning theory, namely fostering the desire to learn through contextual learning, presenting meaningful learning through exemplary stories and hands-on practice, building a learning environment free from threat through warm relationships while maintaining professional boundaries, providing space for student initiative through discussions and habituation activities, identifying and directing students' unique potential through extracurricular activities, fostering responsibility for the learning process through practice-based assignments, and encouraging changes in students' attitudes and self-confidence through gradual personal mentoring. Thus, the humanistic approach contributes to the holistic development of students' potential, encompassing academic aspects, character, creativity, responsibility, communication skills, and self-confidence. ABSTRAK Pengembangan potensi siswa merupakan salah satu tujuan utama pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, pengembangan keterampilan, serta aktualisasi diri siswa. Dalam konteks tersebut, guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam menciptakan pembelajaran yang mampu mengembangkan potensi siswa melalui pendekatan humanistik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru PAI dalam mengembangkan potensi siswa melalui pendekatan humanistik Carl Rogers di SMP Negeri 166 Jakarta. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 2 guru PAI sebagai informan utama serta 6 siswa sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan tujuh prinsip pembelajaran humanistik Rogers, yaitu menumbuhkan keinginan belajar melalui pembelajaran yang kontekstual, menghadirkan pembelajaran bermakna melalui kisah keteladanan dan praktik langsung, membangun lingkungan belajar yang bebas dari ancaman melalui kedekatan yang hangat namun tetap menjaga batas profesional, memberi ruang bagi inisiatif siswa melalui diskusi dan kegiatan pembiasaan, mengidentifikasi dan mengarahkan potensi unik siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler, menumbuhkan tanggung jawab belajar melalui tugas berbasis praktik, serta mendorong perubahan sikap dan kepercayaan diri siswa melalui pendampingan personal yang bertahap. Dengan demikian, pendekatan humanistik berkontribusi dalam mengembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh, mencakup aspek akademik, karakter, kreativitas, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, dan kepercayaan diri.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI POKOK MEMBUAT GAMBAR POTONGAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMK NEGERI 1 LOTU Mey Lestari Zalukhu; Envilwan Berkat Harefa; Arisman Telaumbanua; Aprianus Telaumbanua
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.14872

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by students’ low learning outcomes in the topic of sectional drawing, which was associated with predominantly conventional instructional practices. The study aimed to analyze the effect of the Problem Based Learning model on students’ learning outcomes. A quantitative approach with a One Group Pretest-Posttest design was employed, involving 9 eleventh-grade students majoring in Building Modeling and Information Design (DPIB) at SMK Negeri 1 Lotu. Data were collected through pretests, posttests, and Student Worksheets (LKS), and analyzed using the N-Gain test and Paired Samples t-Test. The results showed that the implementation of Problem Based Learning improved students’ learning outcomes, with a mean N-Gain score of 0.7270 or 72.70%, categorized as high and effective. The Paired Samples t-Test also yielded a significance value of 0.000 < 0.05, indicating a significant difference in learning outcomes before and after the implementation of the model. These findings indicate that Problem Based Learning can serve as an alternative instructional model that supports students’ active engagement in understanding and solving problems related to sectional drawing. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada materi membuat gambar potongan akibat pembelajaran yang masih cenderung konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Problem Based Learning terhadap hasil belajar siswa pada materi membuat gambar potongan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest yang melibatkan 9 siswa kelas XI Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) SMK Negeri 1 Lotu. Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, dan Lembar Kerja Siswa (LKS), kemudian dianalisis menggunakan uji N-Gain dan Paired Samples t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Problem Based Learning menghasilkan peningkatan hasil belajar dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,7270 atau 72,70% dalam kategori tinggi. Capaian tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami peningkatan penguasaan materi setelah mengikuti pembelajaran berbasis pemecahan masalah. Selain itu, hasil Paired Samples t-Test memperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar yang signifikan antara sebelum dan sesudah penerapan model Problem Based Learning. Temuan utama penelitian ini menegaskan bahwa Problem Based Learning tidak hanya meningkatkan skor hasil belajar, tetapi juga memberikan perubahan pembelajaran yang bermakna melalui keterlibatan siswa dalam memahami dan menyelesaikan permasalahan pada materi membuat gambar potongan. Dengan demikian, model ini dapat menjadi alternatif pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran kejuruan.