cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 589 Documents
PENGARUH MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA MATERI KEBERAGAMAN BUDAYA M. Faizal Hanif; Ruri Fadhilah Kurniati; Machfudzil Asror; Fajar Nur Yasin
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.14909

Abstract

Low student learning outcomes on the topic of cultural diversity indicate the need for an instructional model that connects learning materials with students' real-life experiences. One model considered appropriate is Contextual Teaching and Learning (CTL), as it emphasizes contextual, active, and meaningful learning. This study aimed to examine the effect of the Contextual Teaching and Learning model on the learning outcomes of fifth-grade elementary school students in cultural diversity learning. This study employed a quantitative approach using a Pre-Experimental Design with a One-Group Pretest–Posttest Design. The participants consisted of 24 fifth-grade students of SDN Pucang 4 Sidoarjo selected through saturated sampling. Data were collected using a 20-item multiple-choice learning achievement test that had met validity and reliability requirements, supported by documentation. Data were analyzed using descriptive statistics, the Shapiro–Wilk normality test, and a paired sample t-test with IBM SPSS Statistics. The findings revealed that the students' mean score increased from 51.04 in the pretest to 82.92 in the posttest. Furthermore, the paired sample t-test showed a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating that the implementation of the Contextual Teaching and Learning model had a statistically significant effect on students' learning outcomes. The findings suggest that connecting learning materials with authentic real-life contexts enhances conceptual understanding, encourages active participation during the learning process, and creates more meaningful learning experiences. Therefore, the CTL model can be considered an effective instructional alternative for improving elementary students' learning outcomes in IPAS, particularly on the topic of cultural diversity. ABSTRAK Rendahnya hasil belajar siswa pada materi keberagaman budaya menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang mampu menghubungkan materi dengan pengalaman nyata peserta didik. Salah satu model yang dinilai sesuai adalah Contextual Teaching and Learning (CTL) karena menekankan proses pembelajaran yang kontekstual, aktif, dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Contextual Teaching and Learning terhadap hasil belajar keberagaman budaya siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Pre-Experimental Design melalui rancangan One-Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas V-B SDN Pucang 4 Sidoarjo yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar berupa 20 soal pilihan ganda yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, serta dokumentasi sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, dan paired sample t-test dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa meningkat dari 51,04 pada pretest menjadi 82,92 pada posttest. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model Contextual Teaching and Learning terhadap hasil belajar keberagaman budaya siswa kelas V. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang menghubungkan materi dengan konteks kehidupan nyata mampu meningkatkan pemahaman konsep, mendorong keaktifan siswa selama proses pembelajaran, serta memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Oleh karena itu, model CTL dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar IPAS di sekolah dasar, khususnya pada materi keberagaman budaya.
KUALITAS IBADAH SHOLAT SISWA SMP DITINJAU DARI INTENSITAS PEMAKAIAN GAWAI A’milatussolikha A’milatussolikha; Ainul Yaqin; Muhammad Ali Rohmad
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.14951

Abstract

The increasing intensity of gadget use among adolescents has the potential to divert time and attention away from religious practices, thereby affecting the quality of students’ prayer observance. This study aims to determine the intensity of gadget usage, the quality of Sholat observance, and the relationship between these two variables among students at SMP Negeri 2 Puri. The study is motivated by the phenomenon of high gadget usage among adolescents, which is suspected of displacing priorities regarding religious observance specifically Sholat potentially leading to a decline in the quality of students' worship; meanwhile, research specifically linking gadget usage intensity to the quality of  Sholat as a concrete religious practice remains relatively limited. The study population consisted of  352 students, with a sample of 187 students determined using Slovin's formula via cluster random sampling and simple random sampling techniques. Data were collected using a Likert-scale questionnaire tested for validity and reliability and subsequently analyzed through normality tests, linearity tests, and simple linear regression Research findings indicate that the higher the intensity of students' gadget usage, the greater the likelihood of a decline in the quality of their prayer. In this study, both gadget usage intensity and prayer quality fell into the moderate category, with a significant relationship observed between the two. High and uncontrolled gadget usage can divert the attention and time students should dedicate to worship, thereby affecting the focus and regularity of their prayers. Consequently, supervision and guidance from parents and schools are necessary to ensure students use gadgets more wisely and do not neglect their religious obligations. ABSTRAK Meningkatnya intensitas penggunaan gawai di kalangan remaja berpotensi mengalihkan waktu dan perhatian dari pelaksanaan ibadah, sehingga dapat memengaruhi kualitas ibadah sholat siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas pemakaian gawai, tingkat kualitas ibadah sholat, serta hubungan antara kedua variabel tersebut pada siswa SMP Negeri 2 Puri. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena tingginya penggunaan gawai di kalangan remaja yang diduga menggeser prioritas pelaksanaan ibadah, khususnya sholat, sehingga kualitas ibadah siswa berpotensi menurun, sementara kajian yang secara khusus menghubungkan intensitas pemakaian gawai dengan kualitas ibadah sholat sebagai praktik keagamaan yang konkret masih relatif terbatas. Populasi penelitian berjumlah 352 siswa dengan sampel sebanyak 187 siswa yang ditentukan menggunakan rumus Slovin melalui teknik cluster random sampling dan simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis melalui uji normalitas, uji linieritas, dan regresi linier sederhana. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Juli 2026. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas pemakaian gawai pada siswa, semakin besar kecenderungan terjadinya penurunan kualitas ibadah sholat yang dijalankan. Intensitas pemakaian gawai dan kualitas ibadah sholat siswa dalam penelitian ini sama-sama berada pada kategori sedang, dengan keduanya menunjukkan hubungan yang signifikan satu sama lain. Penggunaan gawai yang tinggi dan tidak terkontrol dapat mengalihkan perhatian serta waktu siswa yang seharusnya digunakan untuk menjalankan ibadah, sehingga berdampak pada kekhusyukan maupun keteraturan sholat yang dilaksanakan. Dengan demikian, diperlukan pengawasan dan bimbingan dari orang tua maupun sekolah agar siswa mampu menggunakan gawai secara lebih bijak dan tidak mengabaikan kewajiban ibadahnya.
PENDEKATAN TAZKIYAH AL-NAFS SEBAGAI STRATEGI PEMEMBINAAN KARAKTER ANTI-BULLYING PESERTA DIDIK MA NAWA KARTIKA SEKURO Abdullah Al Faruq; Fathur Rohman
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.14957

Abstract

Bullying is one of the problems in educational settings that may affect students' psychological, social, and character development. Addressing bullying requires not only behavioral control but also an educational approach that strengthens students' moral and spiritual awareness. This study aims to describe the implementation of the tazkiyah al-nafs approach as a strategy for developing anti-bullying character among students at MA Nawa Kartika Sekuro and to analyze the supporting and inhibiting factors affecting its implementation. This study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation over the two-month period of May and June. The data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The findings show that the tazkiyah al-nafs approach was implemented through religious habituation activities, including congregational Duha prayer, Qur'an recitation, collective prayer, the 3S culture (Smile, Greeting, and Salutation), muhasabah, and teacher role modeling. Character development occurred through the stages of takhalli, tahalli, and tajalli, reflected in self-control, empathy, tolerance, respectful communication, cooperation, and social concern. The implementation was supported by the principal's commitment, teacher role modeling, a religious school culture, consistent habituation programs, harmonious relationships between teachers and students, and parental collaboration. The inhibiting factors included differences in family backgrounds, peer environmental influences, inappropriate social media use, and diverse student characteristics. The findings indicate that tazkiyah al-nafs can serve as a preventive approach to developing anti-bullying character through the internalization of spiritual and moral values in students' daily lives. ABSTRAK Bullying merupakan salah satu permasalahan dalam lingkungan pendidikan yang dapat memengaruhi perkembangan psikologis, sosial, dan karakter peserta didik. Penanganan bullying tidak hanya memerlukan pengendalian perilaku, tetapi juga pendekatan pembinaan yang mampu memperkuat kesadaran moral dan spiritual peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan tazkiyah al-nafs sebagai strategi pembinaan karakter anti-bullying pada peserta didik di MA Nawa Kartika Sekuro serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi selama dua bulan Mei-Juni. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan tazkiyah al-nafs diimplementasikan melalui pembiasaan salat Dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur'an, doa bersama, budaya 3S (Senyum, Salam, dan Sapa), muhasabah, serta keteladanan guru. Pembinaan karakter berlangsung melalui proses takhalli, tahalli, dan tajalli yang tercermin dalam pengendalian diri, empati, toleransi, komunikasi santun, kerja sama, dan kepedulian sosial. Implementasi tersebut didukung oleh komitmen kepala madrasah, keteladanan guru, budaya religius, konsistensi program pembiasaan, hubungan harmonis antara guru dan peserta didik, serta kerja sama dengan orang tua. Hambatan yang ditemukan meliputi perbedaan latar belakang keluarga, pengaruh lingkungan pergaulan, penggunaan media sosial yang kurang bijak, dan keragaman karakter peserta didik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tazkiyah al-nafs dapat menjadi pendekatan preventif dalam pembinaan karakter anti-bullying melalui internalisasi nilai spiritual dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARYA TULIS ILMIAH MELALUI STRATEGI BELAJAR KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION Devira Diah Prastika; Dina Merdeka Citraningrum; Indah Ita Utami
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.15049

Abstract

Scientific writing skills are a crucial asset for high school students preparing for the academic demands of higher education; however, preliminary observations indicate that students' skills in drafting the introduction section of scientific papers remain low. This study aims to improve students' scientific writing skills through the implementation of the Group Investigation cooperative learning strategy. This research is a Classroom Action Research (CAR) study conducted over two cycles, with each cycle comprising planning, action implementation, observation, and reflection stages. The subjects were 32 students from class XI F during the even semester, divided into six investigation groups centered on the theme "the influence of gadgets." The study was carried out in two cycles between May 4 and May 13, 2026. Data were derived from group outputs in Cycles I and II specifically, the background sections of their scientific papers and subsequent revisions. The results demonstrate a significant improvement from Cycle I to Cycle II. In Cycle I, only 16.7% of groups met the "good" criteria across all indicators for writing the introduction; this figure rose to 83.3% in Cycle II, thereby surpassing the 75% success threshold set for the intervention. The most notable improvements occurred in the indicators regarding the completeness of background elements and the effectiveness of sentence structure, both of which rose from 16.7% and 33.3% in Cycle I to 100% in Cycle II. Thus, it can be concluded that the Group Investigation cooperative learning strategy is effective in enhancing the scientific writing skills of class XI F students at SMA Muhammadiyah 3 Jember. ABSTRAK Keterampilan menulis karya tulis ilmiah (KTI) merupakan bekal mendesak bagi siswa SMA untuk kesiapan akademik di jenjang pendidikan lanjut. Namun, pengamatan awal menunjukkan bahwa keterampilan siswa dalam menyusun bagian pendahuluan KTI masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis karya tulis ilmiah (KTI) siswa melalui penerapan strategi belajar kooperatif tipe Group Investigation. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas XI F semester genap yang dibagi ke dalam 6 kelompok investigasi dengan tema besar “pengaruh gadget”. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus pada tanggal 4–13 Mei 2026. Data diperoleh dari hasil kerja kelompok pada siklus I dan siklus II berupa dokumen latar belakang karya tulis ilmiah beserta hasil revisinya. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, persentase kelompok yang mencapai kriteria baik pada seluruh indikator penulisan pendahuluan KTI baru mencapai 16,7%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 83,3%, yang berarti telah melampaui indikator keberhasilan tindakan sebesar 75%. Peningkatan paling menonjol terjadi pada indikator kelengkapan unsur latar belakang dan keefektifan struktur kalimat, yang masing-masing meningkat dari 16,7% dan 33,3% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa strategi belajar kooperatif tipe Group Investigation efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis karya tulis ilmiah siswa kelas XI F SMA Muhammadiyah 3 Jember.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJET BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI MANAJEMEN LOGISTIK DI SMK IPIEMS SURABAYA Hellen Anggi Cahyani; Durinda Puspasari
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.15095

Abstract

Learning Logistics Management at SMK IPIEMS Surabaya still faces challenges, including low learning achievement and a teacher-centered learning process, indicating the need for a more contextual learning model that actively engages students. This study aimed to determine the effect of the  Project Based Learning model on the learning outcomes of eleventh-grade students in the Office Management Skills Program on Logistics Management material at SMK IPIEMS Surabaya. The study was conducted in the second semester of the 2025/2026 academic year using a quantitative approach with a quasi-experimental method and a Nonequivalent Control Group Design. The sample consisted of 45 students, comprising 23 students in the experimental class and 22 students in the control class. The experimental class received instruction using the  Project Based Learningmodel through a logistics flow system design project, while the control class received Direct Instruction. Data were collected through Pre-tests and Post-tests, with  Wordwall used as an assessment medium. Data were analyzed using normality and homogeneity tests, an Independent Samples t-Test, and N-Gain analysis. The results showed that the mean score of the experimental class increased from 67.03 to 82.06, while the control class increased from 68.37 to 76.14. The hypothesis test produced a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.037 < 0.05, indicating that the  Project Based Learningmodel had a significant effect on students' learning outcomes. The N-Gain analysis showed an improvement of 0.4357 in the experimental class, categorized as moderate, while the control class obtained 0.2097, categorized as low. The findings indicate that project-based learning can provide a more contextual learning experience by engaging students in producing a product related to Logistics Management material. Therefore,  Project Based Learningcan be considered a relevant alternative learning model for supporting students' learning outcomes in Logistics Management education at the vocational school level. ABSTRAK Pembelajaran Manajemen Logistik di SMK IPIEMS Surabaya masih menghadapi permasalahan berupa rendahnya ketercapaian hasil belajar dan pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru, sehingga diperlukan model pembelajaran yang lebih kontekstual dan melibatkan peserta didik secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model  Project Based Learningterhadap hasil belajar peserta didik kelas XI Program Keahlian Manajemen Perkantoran pada materi Manajemen Logistik di SMK IPIEMS Surabaya. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026, menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas 45 peserta didik, yaitu 23 peserta didik pada kelas eksperimen dan 22 peserta didik pada kelas kontrol. Kelas eksperimen memperoleh pembelajaran dengan Model  Project Based Learning melalui proyek berupa rancangan sistem alur logistik, sedangkan kelas kontrol memperoleh pembelajaran Direct Instruction. Data dikumpulkan melalui Pre-test dan Post-test, dengan  Wordwall digunakan sebagai media asesmen. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, Independent Samples t-Test, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai kelas eksperimen meningkat dari 67,03 menjadi 82,06, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 68,37 menjadi 76,13. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,037 < 0,05, sehingga terdapat pengaruh model  Project Based Learning terhadap hasil belajar peserta didik. Analisis N-Gain menunjukkan peningkatan kelas eksperimen sebesar 0,4357 dalam kategori sedang, sedangkan kelas kontrol sebesar 0,2097 dalam kategori rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual melalui keterlibatan peserta didik dalam menghasilkan produk yang berkaitan dengan materi Manajemen Logistik. Dengan demikian,  Project Based Learning dapat menjadi alternatif model pembelajaran yang relevan untuk mendukung hasil belajar peserta didik pada pembelajaran Manajemen Logistik di SMK.
PENGARUH MODEL THINK PAIR SHARE TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KOLABORASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI Riahna Uliani S. Munthe; I Gede Astra Wesnawa; I Gede Putu Eka Suryana
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.15142

Abstract

ABSTRACT Critical thinking and collaboration skills are essential competencies in Geography learning; however, students’ engagement in developing these skills remains constrained by the dominance of conventional learning practices. This study aimed to analyze the effect of the Think Pair Share (TPS) learning model on students’ critical thinking and collaboration skills in Geography learning. The study employed a quasi-experimental design with a Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. The participants were Grade XI students at SMAN 3 Singaraja, consisting of three classes. Two equivalent classes were selected based on the results of an independent samples t-test of Summative End-of-Semester Assessment scores and were then randomly selected by drawing lots, with XI-E assigned as the experimental group and XI-G as the control group. Data were collected through observations, essay tests, and questionnaires that had been tested for validity and reliability, and were analyzed using descriptive statistics and Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). The results showed that the implementation of TPS was categorized as very good, with a mean score of 81.17. The experimental group demonstrated greater improvement in critical thinking and collaboration skills than the control group. The MANOVA results showed a Pillai’s Trace value of 0.754 with a significance level of < 0.05, indicating that TPS had a simultaneous and significant effect on both skills. Therefore, TPS can serve as an alternative instructional model for Geography learning to develop students’ critical thinking and collaboration skills. ABSTRAK Keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran Geografi, tetapi keterlibatan siswa dalam kedua keterampilan tersebut masih terkendala oleh dominasi pembelajaran konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Think Pair Share (TPS) terhadap keterampilan berpikir kritis dan keterampilan kolaborasi siswa dalam pembelajaran Geografi. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMAN 3 Singaraja yang terdiri atas tiga kelas. Dua kelas yang setara berdasarkan hasil independent sample t-test terhadap nilai Sumatif Akhir Semester dipilih secara acak melalui pengundian, yaitu XI-E sebagai kelompok eksperimen dan XI-G sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui observasi, tes esai, dan angket yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan keterlaksanaan TPS berada pada kategori sangat baik dengan rata-rata skor 81,17. Keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi kelompok eksperimen mengalami peningkatan lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Hasil MANOVA menunjukkan nilai Pillai’s Trace sebesar 0,754 dengan signifikansi < 0,05, yang menunjukkan bahwa TPS berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap kedua keterampilan tersebut. Dengan demikian, TPS dapat menjadi alternatif pembelajaran Geografi untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi siswa.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE BERBANTUAN MEDIA DADU TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA-MENULIS NARASI SISWA SD INPRES MANGASA 1 KOTA MAKASSAR Rosdiah Salam; Sitti Zahra Mulianti Natsir; Khaerunnisa Khaerunnisa; St. Nur Cahya Aulia
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.15147

Abstract

This study was motivated by the low speaking and narrative writing skills of elementary school students, as reflected in their lack of confidence in expressing ideas, limited vocabulary, and difficulties in organizing stories coherently. The study aimed to determine the effect of the Think Talk Write (TTW) learning model assisted by dice media on students' speaking and narrative writing skills at SD Inpres Mangasa 1 Makassar. This research employed a quantitative approach using a quasi-experimental design involving an experimental class and a control class. The participants were fifth-grade students of SD Inpres Mangasa 1 Makassar in the 2025/2026 academic year. Data were collected through pretests and posttests measuring students' speaking and narrative writing skills. The data were analyzed using descriptive and inferential statistics to determine differences in learning outcomes between the two groups. The findings are expected to indicate that the implementation of the TTW learning model assisted by dice media has a significant positive effect on improving students' speaking and narrative writing skills compared with conventional instruction. Therefore, the TTW model assisted by dice media can serve as an innovative, interactive, and effective alternative for teaching Indonesian language in elementary schools. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berbicara dan menulis narasi siswa sekolah dasar, yang ditunjukkan oleh kurangnya keberanian mengemukakan pendapat, keterbatasan kosakata, serta kesulitan menyusun cerita secara runtut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbantuan media dadu terhadap kemampuan berbicara dan menulis narasi siswa SD Inpres Mangasa 1 Kota Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment yang melibatkan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Inpres Mangasa 1 Kota Makassar pada tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berbicara dan menulis narasi yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) perlakuan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara kedua kelompok. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran TTW berbantuan media dadu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan berbicara dan menulis narasi siswa dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Dengan demikian, model TTW berbantuan media dadu dapat menjadi alternatif pembelajaran Bahasa Indonesia yang inovatif, interaktif, dan efektif dalam mengembangkan keterampilan berbahasa siswa sekolah dasar.
ANALISIS MAKNA KONTEKSTUAL DALAM TUTURAN ADAT RITUAL BELO HOWEK, DESA LEWOKLUOK, KECAMATAN DEMON PAGONG, KABUPATEN FLORES TIMUR Elisabeth Ene Lein; Sirilus Karolus Keroponama Keban; Imelda Oliva Wissang
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.15385

Abstract

Traditional speech in the oral traditions of the Lamaholot community in Lewokluok Village faces extinction due to minimal intergenerational transmission and sociocultural modernization. Systematic documentation and semantic decoding of this sacred speech are imperative to preserve indigenous cosmological values, moral philosophy, and local cultural identity. This study aims to describe and reveal the contextual meaning contained in the traditional ritual speech of belo howek in Lewokluok Village, Demon Pagong District, East Flores Regency. This research employed a qualitative approach with a descriptive method. Data were gathered from tribal elders through participant observation, non-participant observation, audiovisual recording, and field note-taking using observation sheets and interview guides. Data analysis was carried out through transcription, interlinear gloss translation, data identification, and contextual semantic interpretation using Pateda’s framework. The results indicate that five types of context construct meaning in the belo howek ritual speech across the bau baku and eten bine (mula madu) stages: the person context referring to God (Lera Wulan Tanah Ekan) and the ancestors, the purpose context embodying supplication for ancestral blessing and ritual offerings, the situation context reflecting solemn communal solidarity, the mood context radiating inner joy and reverence, and the place context centered at the Kabelen clan house and the sacred spring Wai Maki. In conclusion, the belo howek ritual speech serves as a living cultural representation of the agrarian Lewokluok community that binds harmonious relationships among humanity, the cosmos, and the transcendent creator. ABSTRAK Tuturan adat dalam ritual tradisi lisan masyarakat Lamaholot di Desa Lewokluok menghadapi ancaman kepunahan akibat minimnya pewarisan generasi muda dan pergeseran zaman. Dokumentasi serta pembongkaran makna tuturan sakral ini sangat mendesak agar sistem nilai budaya, kosmologi, dan identitas kultural lokal tetap lestari dan terwariskan secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengungkap makna kontekstual yang terkandung dalam tuturan ritual adat belo howek di Desa Lewokluok, Kecamatan Demon Pagong, Kabupaten Flores Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan dari tua-tua adat melalui teknik simak libat cakap, simak bebas libat cakap, rekam, dan catat dengan instrumen pedoman observasi serta panduan wawancara. Analisis data dilakukan secara bertahap melalui transkripsi, penerjemahan gloss, identifikasi data, dan interpretasi semantik kontekstual menurut kerangka teori Pateda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima jenis konteks yang membentuk pemaknaan dalam tuturan ritual belo howek pada tahapan bau baku dan eten bine (mula madu), yaitu konteks orangan yang merujuk pada Tuhan (Lera Wulan Tanah Ekan) dan para leluhur, konteks tujuan berupa permohonan restu dan penyerahan persembahan, konteks situasi yang mencerminkan kekhidmatan prosesi komunal, konteks suasana hati yang sarat dengan kegembiraan dan penghormatan batin, serta konteks tempat yang berpusat pada rumah adat suku Kabelen dan mata air sakral Wai Maki. Dengan demikian, tuturan ritual belo howek bukan sekadar untaian kata estetis, melainkan representasi keutuhan filosofi hidup masyarakat agraris Lewokluok yang mengikat relasi harmonis antara manusia, alam semesta, dan sang pencipta.    
ANALISIS KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM KUMPULAN CERPEN MELUKIS WAKTU KARYA IMELDA OLIVA WISSANG Marlinda Barek Klibang; Sirilus Karolus Keroponama Keban; Pilipus Wai Lawet
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.15386

Abstract

Local literary works frequently serve as psychological reflections of regional social realities, yet psychoanalytic examinations of works by East Nusa Tenggara authors remain scarce. Documenting and unraveling these fictional characters' inner conflicts is crucial for comprehending human personality dynamics and enriching localized literary appreciation materials. This study aims to describe the forms and causal factors of inner conflicts experienced by the main characters in the short story collection Melukis Waktu by Imelda Oliva Wissang. Employing a qualitative descriptive design rooted in Sigmund Freud's psychoanalytic theory, this study examines the intrapsychic dynamics of main characters across six selected short stories. Data were gathered through reading, observing, and note-taking techniques guided by literary textual analysis protocols. The findings reveal that the characters' psychological tensions are generated by an interplay of internal and external factors manifested in three structures: (1) id impulses demanding immediate emotional gratification, trauma release, and impulsive curiosity; (2) ego struggles attempting rational mediation based on the reality principle amidst psychic helplessness; and (3) superego pressures emerging as agonizing guilt, profound moral remorse, and ethical reverence toward authority figures. Ultimately, the psychological dynamics of these protagonists illustrate the enduring human struggle to harmonize instinctual desires, logical reasoning, and internalized societal morals against poignant life challenges. ABSTRAK Karya sastra lokal sering kali menjadi medium refleksi psikologis atas realitas sosial masyarakat setempat, tetapi telaah psikoanalisis terhadap karya pengarang daerah dari Nusa Tenggara Timur masih sangat terbatas. Dokumentasi dan pembedahan konflik mental tokoh fiksi ini krusial sebagai sarana pemahaman kepribadian manusia sekaligus penguatan materi apresiasi sastra berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk serta faktor penyebab konflik batin yang dialami oleh tokoh utama dalam kumpulan cerpen Melukis Waktu karya Imelda Oliva Wissang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui pisau bedah psikoanalisis kepribadian Sigmund Freud. Objek penelitian berfokus pada dinamika intrapsikis tokoh utama dalam enam cerpen terpilih pada antologi tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca, simak, dan catat dengan instrumen pedoman analisis teks sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik batin tokoh utama dipicu oleh tarik-menarik antara faktor internal dan eksternal yang terbagi ke dalam tiga dinamika utama: (1) dorongan id yang menuntut pemuasan kerinduan emosional, pelepasan trauma, serta rasa ingin tahu yang impulsif; (2) pergulatan ego yang berupaya mengambil tindakan rasional berlandaskan prinsip realitas (reality principle) di tengah ketidakberdayaan batin; serta (3) tekanan superego yang bermanifestasi dalam bentuk rasa bersalah yang menyiksa, penyesalan moral mendalam, dan penghormatan etis terhadap figur otoritas. Dengan demikian, dinamika kepribadian tokoh utama mencerminkan kompleksitas psikologis manusia dalam menyelaraskan desakan hasrat hewani, nalar logis, dan tata nilai moralitas di tengah getirnya kenyataan hidup.