cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
plusminus@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Pahlawan No 32, Sukagalih, Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat, Indonesia
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 27982904     EISSN : 27982920     DOI : -
Core Subject : Education,
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2798-2904 & e-ISSN: 2798-2798) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Plusminus terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Maret, Juli, dan November. Penerbit Plusminus adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Articles 328 Documents
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP pada Materi Statistika Sa’adah, Nia Romdhonatu; Sumartini, Tina Sri
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 3 (2021): November
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v1i3.958

Abstract

Kemampuan komunikasi perlu dimiliki oleh siswa dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis siswa SMP mengenai kemampuan komunikasi matematis pada materi Statistika. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penentuan subjek penelitian dilakukan secara Purposive Sampling dengan memilih 2 orang siswa kelas IX. Data diperoleh dengan cara melakukan tes tertulis dan wawancara. Setiap data atau informasi yang diperoleh dianalisis dalam bentuk deskriptif. Hasil dari penelitian ini yaitu siswa memiliki kemampuan menyatakan situasi gambar ke dalam model matematika, dan menjelaskan idea, situasi atau relasi matematika secara tertulis. Namun siswa kurang memiliki kemampuan menulis tentang matematika, membaca dengan pemahaman suatu representasi matematis tertulis, dan menyusun argumen. Kurangnya kemampuan tersebut diakibatkan karena siswa belum memahami konsep dengan baik. Communication skills need to be possessed by students in math learning. This study aims to analyze junior high school students on mathematical communication skills in statistics material. This research method is descriptive qualitative. The determination of the research subjects was conducted purposive sampling by selecting 2 students in grade IX. Data obtained by conducting written tests and interviews. Any data or information obtained is analyzed in descriptive form. The result of this study is that students have the ability to express the situation of images into mathematical models, and explain ideas, situations or mathematical relationships in writing. But students lack the ability to write about mathematics, read with an understanding of a written mathematical representation, and draw up arguments. The lack of ability is caused because students do not understand the concept well.
Kemampuan Representasi Matematis ditinjau dari Self-Confidence Siswa pada Materi Statistika di Desa Talagasari Yulinawati, Alti; Nuraeni, Reni
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 3 (2021): November
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v1i3.959

Abstract

Kesulitan dalam mempresentasikan ide-ide matematik dalam membuat persamaan matematis atau menggambarkan grafik dari suatu permasalahan yang akan menghambat siswa dalam menentukan penyelesaian dari permasalahan matematika yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan representasi matematis siswa ditinjau dari self-confidence pada materi Statistika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Desa Talagasari dengan subjek penelitian 8 siswa kelas VIII SMP/MTs sederajat. Instrumen penelitiannya adalah tes kemampuan representasi matematis, wawancara, dan angket. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan representasi matematis siswa terbagi menjadi 3 kategori, yaitu memiliki kemampuan representasi matematis tinggi, sedang, dan rendah. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tingkat self-confidence mempengaruhi tingkat kemampuan representasi matematis siswa. Difficulty in presenting mathematical ideas in making mathematical equations or drawing graphs of a problem that will hinder students in determining the solution to a given mathematical problem. This study aims to analyze students' mathematical representation abilities in terms of self-confidence in Statistics material. This research is descriptive qualitative research. The research was conducted in Talagasari Village with 8 students of class VIII SMP/MTs as the research subject. The research instrument is a mathematical representation ability test, interviews, and questionnaires. Data analysis techniques are carried out by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results showed that students' mathematical representation abilities were divided into 3 categories, namely those with high, medium, and low mathematical representation abilities. This study concludes that the level of self-confidence affects the level of students' mathematical representation abilities.
Kesulitan Siswa SMP Terhadap Soal Komunikasi Matematis pada Materi Penyajian Data Saidah; Mardiani, Dian
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 3 (2021): November
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v1i3.960

Abstract

Rendahnya kemampuan komunikasi matematis dan kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal verbal melatarbelakangi penelitian ini. Tujuan penelitian untuk mengetahui kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal kemampuan komunikasi matematis. Metode penelitian ini yaitu kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Daerah Ciawitali dengan sampel sebanyak 5 siswa SMP. Instrumen penelitian berupa empat soal tes uraian dan wawancara. Hasil menunjukkan bahwa beberapa kesulitan yang muncul pada saat siswa mengerjakan soal komunikasi matematis pada materi penyajian data yaitu kesulitan dalam menyimpulkan, memahami dan menginterpretasi ide matematika, melakukan perhitungan, dan kesulitan menyusun kata-kata untuk menjelaskan kembali pernyataan. Berdasar pada kesulitan yang terjadi, kemampuan komunikasi dapat ditingkatkan dengan berfokus mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut. The low mathematical communication skills and students' difficulties in solving verbal problems are the backgrounds of this research. The purpose of the study was to determine the students' difficulties in solving mathematical communication skills problems. This research method is qualitative. The research was carried out in the Ciawitali area with a sample of 5 junior high school students in the area. The research instrument was in the form of a description test with four questions and interviews. The results of the analysis show that some of the difficulties that arise when students work on mathematical communication problems in data presentation material are difficulties in concluding, understanding and interpreting mathematical ideas, performing calculations, and difficulties in composing words to explain statements. Based on the difficulties that occur, communication skills can be improved by focusing on overcoming these difficulties.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP pada Materi Segiempat dan Segitiga di Kampung Sukagalih Indriana, Lidia; Maryati, Iyam
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 3 (2021): November
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v1i3.962

Abstract

Rendahnya kemampuan pemecahan masalah bisa disebabkan oleh karakter matematika yang sukar dan menyeramkan menurut siswa. Kemampuan pemecahan masalah memberikan manfaat yang besar kepada siswa dalam melihat relevansi antara matematika dengan mata pelajaran yang lain, serta dalam kehidupan nyata. Untuk mencapai kemampuan pemecahan masalah siswa dalam matematika bukanlah suatu hal yang mudah karena kemampuan untuk menerapkan dalam matematika dilakukan secara individual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP dalam memecahkan masalah pada materi Segiempat dan Segitiga. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang berada di kampung Sukagalih sebanyak 3 orang siswa. Instrumen yang digunakan berupa tes tertulis disertai wawancara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di kampung Sukagalih termasuk dalam kategori sedang. The low problem-solving ability can be caused by the difficult and scary character of mathematics according to students. Problem-solving skills provide great benefits to students in seeing the relevance of mathematics to other subjects, as well as in real life. Achieve students' problem-solving skills in mathematics is not an easy thing because the ability to apply mathematics is done individually. The purpose of this study was to analyze the mathematical problem-solving ability of junior high school students in solving problems on the material of quadrilaterals and triangles. The subjects of this study were class VIII students in the village of Sukagalih as many as 3 students. The instrument was used in the form of a written test accompanied by interviews. This research is qualitative descriptive research with a descriptive analysis method. The results of this study indicate that the mathematical problem-solving ability of students in Sukagalih village is included in the medium category.
Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Muslihah, Neni Nadiroti; Suryaningrat, Eko Fajar
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 3 (2021): November
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v1i3.963

Abstract

Tujuan penelitian ini (1) untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran (CTL) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas V SDN 11 KK. (2) untuk mengetahui penerapan model pembelajaran (CTL) dikelas V SDN 11 KK. Metode yang digunakan adalah ekpost facto dengan desain causal research. Jumlah sampel adalah 48 siswa terbagi menjadi dua kelompok, kelompok eksperimen menggunakan model CTL dan kelompok kontrol menggunakan metode konvensional. Instrument penelitian ini menggunakan tes essay dengan indicator tes sebanyak 4 indicator. Tes yang dilakukan adalah tes awal & tes akhir kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Teknik pengolahan data yang digunakan pengolahan statistic uji t & uji Wilcoxon karena salah satu data tidak berdistribusi normal. Berdasarkan hasil analisis data pretest dan posttest kelas eksperimen didapat bahwa tidak terdapat kemampuan awal yang signifikan antara kelas eksperimen & kelas kontrol. Berdasarkan hasil analisis data posttest kelas eksperimen dan posttest kelas kontrol didapat bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran CTL terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas V SDN 11 KK. The purpose of this study is (1) to determine the effect of the learning model (CTL) on the mathematics problem-solving abilities of the fifth-grade students of SDN 11 KK. (2) to determine the application of the learning model (CTL) in class V SDN 11 KK. The method used is ex post facto with a causal research design. The number of samples was 48 students divided into two groups, the experimental group used the CTL model and the control group used conventional methods. The research instrument used an essay test with 4 indicators of the test. The test is a pre-test & a final test of students' mathematical problem-solving abilities. Data processing techniques used statistical processing t-test & Wilcoxon test because one of the data is not normally distributed. Based on the results of the pretest and posttest data analysis for the experimental class can be concluded that there is no significant initial ability between the experimental class and the control class. Based on the results of the posttest data analysis of the experimental class and the posttest control class, it can be concluded that there is an effect of the CTL learning model on the mathematics problem-solving abilities of the fifth-grade students of SDN 11 KK.
Penyelesaian Soal Cerita pada Siswa Diskalkulia ditinjau dari Teori Bruner dengan Metode Drill Diva, Sadana Aura; Purwaningrum, Jayanti Putri
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1081

Abstract

Beberapa siswa SD mengalami kesulitan belajar. Diskalkulia adalah ketidakmampuan siswa dalam berhitung. Dengan demikian, upaya yang dapat dilakukan guru ialah menggunakan teori dan metode belajar yang mengarah kepada penanaman konsep yang melibatkan keaktifan siswa. Adapun teori yang dimaksud yaitu Teori Bruner dengan Metode Drill. Belajar menurut Bruner merupakan suatu proses aktif yang memungkinkan manusia untuk mengekplorasi hal yang dianggapnya baru. Sedangkan Metode Drill merupakan penyajian materi yang dilakukan secara berulang. Sehingga tujuan penulisan ini adalah menambah wawasan mengenai penerapan Teori Bruner berbantuan Drill untuk siswa diskalkulia. Adapun metode penulisan yang digunakan merupakan telaah pustaka mengenai diskalkulia, Teori Bruner, dan Metode Drill. Belajar yang dapat melibatkan keaktifan siswa, apalagi untuk siswa diskalkulia yang kesulitan dalam menghitung. Penggunaan teori Bruner berbantu benda konkret dengan metode Drill akan memudahkan siswa dalam belajar terutama penyelesaian soal cerita pada materi Perkalian. Some elementary school students have learning difficulties. Dyscalculia is a student's inability to count. Thus, efforts that can be made by teachers are to use theories and learning methods that lead to the cultivation of concepts that involve student activity. The theory in question is Bruner's Theory with the Drill Method. According to Bruner, learning is an active process that allows humans to explore things that they consider new. While the Drill Method is a presentation of material that is carried out repeatedly. So the purpose of this paper is to add insight into the application of Drill-assisted Bruner Theory for dyscalculia students. The writing method used is a literature review on dyscalculia, Bruner's theory, and the Drill Method. Learning that can involve student activity, especially for dyscalculia students who have difficulty in counting. The use of Bruner's theory with the help of concrete objects with the Drill method will make it easier for students to learn, especially solving story problems in the Multiplication material.
Stage of Cognitive Mathematics Students Development Based on Piaget's Theory Reviewing from Personality Type Sugianto, Rahmad; Darmayanti, Rani; Vidyastuti, Annisa Nurina
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1082

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah kesesuaian tahap perkembangan kognitif Piaget ditinjau dari tipe kepribadian terhadap siswa kelas X SMA Wachid Hasyim 2 Taman. Subjek dari penelitian ini adalah siswa sebanyak 25 orang dengan usia antara 12 sampai 16 tahun. Penelitian ini menggunakan instrumen Test of Logical Operations (TLO) dalam matematika dan Tes Myers-Briggs Type Indicator (MBTI). TLO terdiri dari 14 soal dan siswa diberi waktu menjawab semua soal selama 45 menit sedangkan MBTI terdapat 60 pernyataan dan siswa diberi waktu 30 menit untuk memberikan pernyataan yang sesuai dengan kepribadiannya. Hasil penelitian menunjukkan 28,5% siswa ekstrovert pada tahap operasi konkrit awal dan 71,5% pada tahap operasi konkrit akhir. Sedangkan 27,2% siswa introvert pada tahap operasi konkrit awal dan 72,8% pada tahap operasi konkrit akhir. Skor rata-rata TOL Piaget memiliki nilai yang sama pada siswa ekstrovert dan introvert yakni 47 yang artinya rata-rata siswa cenderung pada tahap konkrit akhir. Perbedaan pemahaman antara rata-rata siswa ekstrovert dan introvert pada tipe seration, dimana rata – rata siswa ekstrovert pada pemahaman tinggi sedangkan siswa introvert pada pemahaman cukup. This study aims to examine the suitability of Piaget's stage of cognitive development in terms of personality type for class X students of SMA Wachid Hasyim 2 Taman. The subjects of this study were 25 students with ages between 12 to 16 years. This study uses the Test of Logical Operations (TLO) instrument in mathematics and the Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) test. The TLO consists of 14 questions and students are given 45 minutes to answer all questions, while the MBTI contains 60 statements and students are given 30 minutes to give statements that match their personality. The results showed that 28.5% of students were extroverted in the early concrete operations stage and 71.5% in the late concrete operations stage. While 27.2% of students were introverted at the initial concrete operation stage and 72.8% at the final concrete operation stage. The average score of Piaget's TOL has the same value for extroverted and introverted students, namely 47, which means that the average student tends to be in the final concrete stage. The difference in understanding between the average extroverted and introverted students in the compatible type, where the average extrovert student has high understanding while introverted students have sufficient understanding.
Studi Etnomatematika Rumah Adat Kampung Pulo Desa Cangkuang Kabupaten Garut Nurhasanah, Wina Fitriani; Puspitasari, Nitta
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1083

Abstract

Etnomatematika adalah bentuk matematika yang dipengaruhi atau didasarkan budaya. Dalam aktivitas matematika terdapat konsep-konsep matematika yang bisa diungkap terutama di masyarakat Kampung Pulo, juga bertujuan agar dapat memperlihatkan hubungan timbal balik antara matematika dengan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rumah adat Kampung Pulo ke dalam pembelajaran matematika, data yang diperoleh berupa data kualitatif. Instrumen penelitian menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data pada penelitian ini dengan cara triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bentuk atap rumah adat, ruangan di dalam rumah adat, motif dinding rumah adat, pondasi rumah adat dan bentuk tiang pada rumah adat Kampung Pulo terdiri dari konsep geometri bangun ruang, bangun datar, sudut, dan garis. Maka dari itu, pembelajaran matematika berbasis budaya sangat dibutuhkan di sekolah karena tidak hanya untuk memahami konsep matematika tetapi peserta didik juga dikenalkan dan mencintai kebudayaan sendiri. Ethnomathematics is a form of mathematics that is influenced or based on culture. In mathematical activities there are mathematical concepts that can be revealed, especially in the Kampung Pulo community, also aiming to show the reciprocal relationship between mathematics and culture. This study aims to describe the traditional house of Kampung Pulo into mathematics learning, the data obtained in the form of qualitative data. The research instrument used the interview, observation, and documentation methods. The data validity technique in this study was triangulation. The results showed that the shape of the roof of the traditional house, the room in the traditional house, the motif of the walls of the traditional house, the foundation of the traditional house and the shape of the pillars in the traditional house of Kampung Pulo consisted of the geometric concepts of building space, flat shapes, angles, and lines. Therefore, culture-based mathematics learning is needed in schools because it is not only to understand mathematical concepts, but students are also introduced to and love their own culture.
Pembelajaran Matematika Berbasis Aplikasi Google Classroom pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Dewi, Risky Pitria; Afriansyah, Ekasatya Aldila
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1084

Abstract

Pembelajaran daring menggunakan aplikasi Google Classroom tidak berpengaruh terhadap hasil nilai siswa pada pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis pembelajaran matematika berbasis keberanian menggunakan aplikasi Google Classroom pada materi Bangun Ruang Sisi Datar di SMPN 1 Bungbulang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode penelitian yang digunakan, yaitu metode analisis deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VIII di SMPN 1 Bungbulang tahun ajaran 2020/2021 yang berada di Desa Tegallega, Kecamatan Bungbulang Kabupaten Garut yang menemukan satu orang guru dan 5 orang siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, angket terbuka, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran yang berani menggunakan aplikasi Google Classroom siswa SMP kelas VIII efektif diterapkan, ditunjukkan dengan nilai harian siswa mencapai KKM yang ditetapkan oleh sekolah dengan perolehan rata-rata nilai siswa 67,7 berada pada kategori cukup baik. Online learning using the Google Classroom application has no effect on student grades in learning mathematics. This study aims to determine the analysis of courage-based mathematics learning using the Google Classroom application on the material for Quadrilateral at SMPN 1 Bungbulang. The type of research used in this research is qualitative research. The research method used is the descriptive analysis method. The subjects in this study were teachers and students of class VIII at SMPN 1 Bungbulang for the academic year 2020/2021 located in Tegallega Village, Bungbulang District, Garut Regency who found one teacher and 5 students. Data collection techniques used are interviews, open questionnaires, and documentation. Data analysis techniques in this study, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that learning that dared to use the Google Classroom application for SMP class VIII students were effectively implemented, as indicated by the daily scores of students reaching the KKM set by the school with an average student score of 67.7 in the fairly good category.
Eksplorasi Etnomatematika pada Cerita Rakyat Nova, Icmi Santry; Putra, Aan
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1085

Abstract

Pentingnya konteks kehidupan yang nyata dalam pembelajaran matematika yaitu karena sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam mengaplikasikan matematika pada kehidupan sehari-hari. Kebudayaan merapakan salah satu media dalam pembelajaran. Indonesia terkenal dengan keragaman Budaya yang dimiliki, salah satunya adalah cerita rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian literatur terkait dengan Eksplorasi Etnomatematika pada cerita rakyat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode SLR (Systematic Literature Review). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mendokumentasikan semua artikel yang memiliki penelitian serupa dengan laporan penelitian ini. Artikel yang digunakan pada penelitian ini adalah sebanyak 7 artikel jurnal nasional terakreditasi yang di himpun dari google schoolar. Berdasarkan beberapa artikel yang direview diperoleh kesimpulan bahwa secara spesifik, hanya terdapat 1 artikel yang menggunakan cerita rakyat untuk menggali unsur matematika. Dapat dikatakan bahwa pengintegrasian cerita rakyat pada pembelajaran matematika masih sangat sedikit sekali, sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk menambah kebaruan Etnomatematika pada cerita rakyat. The importance of real-life contexts in learning mathematics is because most students have difficulty in applying mathematics to everyday life. Culture is one of the media in learning. Indonesia is famous for its cultural diversity, one of which is folklore. This study aims to conduct a literature review related to Ethnomathematical Exploration in folklore. The research method used is the SLR (Systematic Literature Review) method. Data collection techniques were carried out by documenting all articles that had similar research to this research report. The articles used in this study were 7 articles of accredited national journals compiled from Google Schoolar. Based on several reviewed articles, it was concluded that specifically, there was only 1 article that used folklore to explore mathematical elements. It can be said that the integration of folklore in mathematics learning is still very little, so further research is needed to add the novelty of ethnomathematics to folklore.