cover
Contact Name
Nancy Nopeline
Contact Email
sitompulnancy84@gmail.com
Phone
+6285211304551
Journal Mail Official
visipengabdianmasyarakat@uhn.ac.id
Editorial Address
Jl. Sutomo No. 4A Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Visi Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 2746766X     EISSN : 27985903     DOI : 10.51622
Jurnal Visi Pengabdian merupakan jurnal pengembangan dan penerapan IPTEK yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Visi Pengabdian terbit 2 kali dalam setahun yaitu; Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 142 Documents
Implementasi Bimbingan Belajar Di Luar Jam Sekolah Dalam Meningkatkan Literasi, Numerasi, Dan Kosakata Bahasa Inggris Siswa Sekolah Dasar Di Desa Paropo I Johan Sampati Barus; Putri Afriani Kristin Siallagan; Sella Noviyanti Saragih; Benedikta Afrina Br Sipangkar; Arsenius A.A Jafar Duha; Eben Oktavianus Zai
Jurnal Visi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Visi Pengabdian Masyarakat : Edisi Februari 2026
Publisher : LPPM Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51622/5d2wvp83

Abstract

Reading interest, numeracy skills, and English vocabulary mastery are essential aspects of elementary school students’ academic development. However, observations in Paropo 1 Village indicate that children still exhibit low reading habits, basic mathematical skills, and understanding of English vocabulary due to limited learning support outside of school. This community service program aims to improve reading interest, numeracy skills, and English vocabulary mastery through extracurricular tutoring. The methods used are qualitative descriptive approaches, including observation, interviews, documentation, and activity reflection. The program implementation includes reading guidance, basic mathematics instruction, English vocabulary teaching, literacy competitions, and homework as reinforcement. The results show increased learning enthusiasm, reading confidence, basic mathematics comprehension, and English vocabulary mastery among the children. This program is recommended to be implemented continuously with support from the village government, schools, and the community.
Kearifan Lokal Dan Berkelanjutan Budaya Penenun Ulos Di Desa Silalahi II Tesya Esra Afriliyani Tambunan; Jeges Sun Bower Silalahi; Wilson Wahyudi Raja Sihombing; Faetri Ayu Cahya Ningsih Zega; Justruada Sihombing; Parsaoran Silalahi
Jurnal Visi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Visi Pengabdian Masyarakat : Edisi Februari 2026
Publisher : LPPM Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51622/8vv4sy17

Abstract

Ulos merupakan kain tenun tradisional masyarakat Batak yang memiliki nilai budaya, sosial, dan simbolik yang tinggi. Kain ini tidak hanya digunakan sebagai pakaian adat, tetapi juga sebagai simbol kasih sayang, penghormatan, dan hubungan kekerabatan dalam kehidupan masyarakat Batak. Desa Silalahi II yang berada di Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara merupakan salah satu daerah penghasil ulos tradisional yang masih mempertahankan teknik tenun secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kearifan lokal dan keberlanjutan budaya penenun ulos di Desa Silalahi II. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi menenun ulos di desa tersebut tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan ekonomi masyarakat tetapi juga sebagai sarana pelestarian identitas budaya Batak. Kearifan lokal terlihat dari penggunaan teknik tenun tradisional, pemanfaatan pewarna alami dari tanaman lokal, serta keterlibatan perempuan sebagai pelaku utama dalam produksi ulos. Namun keberlanjutan budaya ini menghadapi tantangan seperti rendahnya minat generasi muda, keterbatasan pemasaran, dan perubahan gaya hidup masyarakat modern. Oleh karena itu diperlukan dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan untuk menjaga keberlangsungan tradisi menenun ulos sebagai warisan budaya.