cover
Contact Name
Supriando
Contact Email
jurnal.musica@gmail.com
Phone
+6281277696805
Journal Mail Official
jurnal.musica@gmail.com
Editorial Address
Institut Seni Indonesia Padangpanjang Jl. Bahder Johan 27128, Sumatera Barat (0752) 82077
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Musica: Journal of Music
ISSN : -     EISSN : 28071026     DOI : http://dx.doi.org/10.26887/musica.v1i1
Core Subject : Art,
Musica: Journal of Music is an academic journal published by Department of Music, Faculty of Performing Arts, Institut Seni Indonesia Padangpanjang twice a year. This journal publishes original articles with focuses on the results of studies in the field of music. The coverage of topics in this journal includes: Western Music Studies, Composition or Arrangement, Musical Performances Such as Orchestra/Ensemble/Chamber Music, History of music, Theory of Music or Analysis, Music Education, Instrument of Music, Music Technology, Popular or Traditional Music.
Articles 65 Documents
Musik Programa Sebagai Alternatif Pendokumentasian Peristiwa Masa Lalu (Programme Music as an Alternative for Documenting Past Events) Vindo Alhamda Putra; Hafif HR; Ahmad Zaidi
MUSICA : Journal of Music Vol 1, No 2 (2021): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.888 KB) | DOI: 10.26887/musica.v1i2.1913

Abstract

Artikel ini memuat tentang karya musik programma yang berangkat dari peristiwa galodo yang terjadi di Bukik Tui Padangpanjang pada tanggal 4 Mei 1987. Peristiwa ini terjadi pada sore menjelang magrib dan memakan korban 133 jiwa. Pengkarya menghadirkan suasana sesuai alur cerita sebelum terjadinya galodo sampai setelah terjadinya peristiwa tersebut. Konsep garapan yang dihadirkan berupa musik multimedia, dengan menggunakan software Digital Audio Workstation. Masalah dalam artikel mencakup tentang bagaimana produksi musik digital yang dalam menjadi alternatif pendokumentasian peristiwa. Metode yang digunakan pada karya ini adalah eksplorasi dan eksperimen dari sample audio yang diolah, dimana bahan bakunya bersumber dari suara sound fx dan Virtual Sound Technology (VST) dengan menggunakan Cubase Pro 10.5 sebagai wadah pengolahannya. Tujuan penulisan artikel ini adalah menjabarkan karya Music of Screen: Galodo Bukik Tui yang dapat menjadi alternatif pendokumentasian peristiwa. Hasil dari artikel ini adalah gambaran langkah kerja produksi Music of Screen: Galodo Bukik Tui sebagai alternatif pendokumentasian peristiwa.Kata kunci: Peristiwa; Musik Programma; Musik Multimedia; Sound fx; Virtual Sound TechnologyABSTRACTThis article describes a musical program that started from the Galodo incident that occurred in Bukik Tui Padangpanjang on May 4, 1987. This incident occurred at sunset and claimed 133 lives. The author presents the atmosphere according to the storyline before the Galodo event until it occurs after the event. The concept presented is in the form of multimedia music, using Digital Audio Workstation software. The problem in the article covers how digital music production is an alternative for documenting events. The method used in this work is exploration and experimentation of processed audio samples, where the raw materials are sourced from sound fx and Virtual Sound Technology (VST) using Cubase Pro 10.5 as the processing container. The purpose of writing this article is to describe the work of Music of Screen: Galodo Bukik Tui which can be an alternative for documenting events. The result of this article is an overview of the steps in the music production of Music of Screen: Galodo Bukik Tui as an alternative for documenting events.Keywords: Incident; Program Music; Multimedia Music; Sound fx; Virtual Sound Technology
Strategi Pembelajaran Ensamble Violin Di Purwacaraka Musik Studio Padang (Violin Ensamble Learning Strategy at Purwacaraka Music Studio Padang) Melisa Fitri Rahmadinata
MUSICA : Journal of Music Vol 1, No 2 (2021): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.263 KB) | DOI: 10.26887/musica.v1i2.2096

Abstract

Purwacaraka Music Studio (PCMS) Padang merupakan lembaga musik nonformal yang menawarkan berbagai macam jenis les musik, salah satunya violin. Strategi pembelajaran di PCMS Padang ialah berupa les privat dengan metode satu guru satu siswa. Namun yang menjadi pembeda les di Purwacaraka dengan tempat les musik lainnya ialah adanya kegiatan ensamble untuk masing-masing instrument. Kegiatan pembelajaran secara ensamble ini merupakan kegiatan ekstra sebagai peningkatan skill siswa-siswi dalam bermain bersama. Penelitian ini memaparkan bagaimana strategi pembelajaran ensambel violin di PCMS Padang, baik dari segi metode pembelajaran dan materi yang dipelajari. Adapun strategi pembelajaran dianalisis dan dikemukakan berdasarkan metode jenis penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data penelitian dilakukan melalui tiga tahapan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa strategi pembelajaran ensambel violin di PCMS Padang menggunakan empat metode pembelajaran yaitu metode ceramah, metode demonstrasi, metode drill, dan evaluasi pembelajaran.Kata Kunci: Strategi Pembelajaran; Ensamble Violin; PCMS PadangABSTRACTPurwacaraka Music Studio (PCMS) of Padang was a non-formal music institution that had branches in almost all of Indonesia, one of them was in the city of which offered various types of music lessons, one of them was the violin. The learning strategy at PCMS Padang was in the form of private lessons with the one teacher, one student method. However, what distinguishes at Purwacaraka lessons different from other music lessons was the ensemble activity for each instrument. This ensemble learning activity was an extra activity as an increase in students' skills in playing together. This study described how the violin ensemble learning strategy at PCMS Padang, both in terms of learning methods and the material studied. The learning strategies were analyzed and put forward based on the type of qualitative descriptive research method. Research data collection was carried out through three stages, observation, interviews, and documentation. The results of this study explained that the violin ensemble learning strategy at PCMS Padang used four learning methods; the lecture method, demonstration method, drill method, and learning evaluation.Keywords: Learning Strategy; Violin Ensemble; PCMS Padang
Teknik Permainan Solis Marimba dan Vibraphone pada Pertunjukan Concerto In F Mayor Autumn, Satellite Of Zapin, dan Exsplosive (Marimba and Vibraphone Solis Playing Techniques in Concerto In F Major Autumn, Satellite Of Zapin, and Explosive Performance) Novaliano Novaliano; Andranofa Andranofa; Wilman Ismira Novatianus
MUSICA : Journal of Music Vol 2, No 1 (2022): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v2i1.2294

Abstract

Jurnal ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pertunjukan solis marimba dengan menerapkan teknik-teknik permainan perkusi serta interpetasi sebagai seorang solis pada repertoar Concerto in F major Rv.293 op.8 no.3 Autumn (L'Autumno) karya Antonio Lucio Vivaldi, Satellite Of Zappin karya dari grup musik melayu Riau Rhythm Chambers dan Exsplosive karya Tonci Huljic yang dipopularkan oleh Bond. Adapun teknik-teknik yang dipakai dalam penyajian karya-karya  tersebut antara  lain; single stroke, double stroke, pengungkapan ekspresi dan dinamika. Metode yang penyaji gunakan dalam artikel ini adalah deskriptif analisis terhadap karya yang dimiankan baik dari aspek teknik dan proses latihan menggunakan etude Goldenberg. Eksplorasi penerapan teknik yang diperoleh dari proses latihan individu menggunakan etude digunkan untuk pencapaian interpretasi dalam penerapan ekspresi terhadap karya. Hasil dalam artikel ini adalah teknik permainan yang digunakan dalam pertunjukan serta analisis interpretatif terhadap karya yang dimainkan dalam pertunjukan solis Marimba dan Vibraphone Concerto In F Mayor Autumn, Satellite Of Zapin, dan Exsplosive.ABSTRACTThis journal aims to provide an overview of marimba solo performances by applying percussion techniques and interpretation as a soloist in the repertoire of Concerto in F major Rv.293 op.8 no.3 Autumn (L'Autumno) by Antonio Lucio Vivaldi, Satellite Of Zappin by the Malay music group Riau Rhythm Chambers and Explosive by Tonci Huljic popularized by Bond. The techniques used in the presentation of these works include; single stroke, double stroke, expression and dynamics disclosure. The method that the presenter uses in this article is descriptive analysis of the work performed both from the technical aspect, and the training process using the Goldenberg etude. Exploration of the application of techniques obtained from the individual training process using etude is used to achieve interpretation in the application of expression to the work. The results in this article are the game techniques used in the performance as well as interpretive analysis of the works played in the solo performances of Marimba and Vibraphone Concerto In F Major Autumn, Satellite Of Zapin, and Exsplosive.
Teknik Garapan dalam Komposisi Musik “The Sound of Gasiang Tangkurak” (Techniques in the Musical Composition of “The Sound of Gasiang Tangkurak”) Andre Dwi Wibowo; Yusnelli Yusnelli; Sastra Munafri
MUSICA : Journal of Music Vol 2, No 1 (2022): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v2i1.2310

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjabarkan teknik dalam penggarapan komposisi musik multimedia yang berjudul The Sound of Gasiang Tangkurak. Gagasan komposisi musik ini berangkat dari ritual magis basirompak, yang terdapat di Nagari Taeh Baruah Kabupaten Limapuluh Kota. Musik ini digarap menjadi sebuah karya musik electroacoustic. Penggarapan karya bertujuan untuk menjabarkan Teknik dalam menggunakan software Digital Audio Workstation (DAW), Virtual Studio Tecnology (VST), midi controller, sample atau library sound dan beberapa event fx, yaitu berupa tahapan mixing seperti balancing (Volume, Panning, Autamation), Dinamic fx (Compressor, Multiband compressor, Limiter), Modulation fx ¬(Chorus, Phaser, Delay) dan Stereo Imager (Left-Right, dan Mid-Side) hinggal menghasilkan karya musik. Selain itu karya ini juga menggunakan teknik-teknik sound design, yaitu pengolahan audio shyntesis yang meliputi wave shape (sine, square, triangle, sawtooth), LFO (low frekuensi oscillator) dan juga envelope (attack, decay, sustain dan relase). Metode yang digunakan dalam karya dan dijabarkan dalam artikel ini adalah ekplorasi, eksperimentasi, dan perwujudan. Hasil dalam artikel ini berupa teknik yang digunakan dalam membuat karya musik electroacoustic berjudul The Sound of Gasiang TangkurakABSTRACTThis article aims to describe the techniques in composing a multimedia music composition entitled The Sound of Gasiang Tangkurak. The idea of this musical composition departs from the magical ritual of the basirompak, which is found in Nagari Taeh Baruah, Limapuluh Kota Regency. This music was made into a work of electroacoustic music. The purpose of this work is to describe techniques for using Digital Audio Workstation (DAW) software, Virtual Studio Technology (VST), midi controllers, sound samples or libraries and several fx events, namely in the form of mixing stages such as balancing (Volume, Panning, Authentication), Dynamic fx (Compressor, Multiband compressor, Limiter), Modulation fx (Chorus, Phaser, Delay) and Stereo Imager (Left-Right, and Mid-Side) to produce music. In addition, this work also uses sound design techniques, namely audio synthesis processing which includes wave shape (sine, square, triangle, sawtooth), LFO (low frequency oscillator) and envelope (attack, decay, sustain and release). The methods used in this work and described in this article are exploration, experimentation, and embodiment. The results in this article are the techniques used in making electroacoustic music entitled The Sound of Gasiang Tangkurak.
Struktur Musik Hadroh oleh Kelompok Darus Sakinah Kertapati-Palembang (The Structure of Hadroh Music by Darus Sakinah Kertapati Group-Palembang) Riska Sanda; Silo Siswanto
MUSICA : Journal of Music Vol 2, No 1 (2022): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v2i1.2578

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan struktur musik Hadroh oleh Kelompok Darus Sakinah Kertapati-Palembang. Kesenian Hadroh merupakan kesenian yang bernuansa islami yang berasal dari wilayah Timur Tengah, dalam pertunjukannya menggunakan alat musik perkusi sambil melantunkan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Kesenian Hadroh Darus Sakinah merupakan salah satu kesenian yang berkembang di kecamatan Kertapati, kesenian musik Hadroh ini menggunakan alat musik seperti rebana, darbuka, tamborin, dan kendang bass. Lagu yang dinyanyikan mengandung pujian dan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, menggunakan bahasa Arab dan sesekali menggunakan bahasa Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur musik Hadroh kelompok Darus Sakinah merupakan struktur lagu tiga bagian yaitu bagian A, A’, B, dan C. ritme yang terdapat dalam lagu Ya Ahmad Habibi menggunakan tanda birama 4/4, dan  melodi yang digunakan hanya bersumber dari vokal, dalam hal ini berarti tidak ada alat musik melodis yang digunakan kelompok Darus Sakinah.ABSTRACTThis article aims to reveal the musical structure of Hadroh Hadroh by the Darus Sakinah Group. Kertapati-Palembang Hadroh art is an Islamic nuanced art originating from the Middle East region, in its performance using percussion instruments while chanting sholawat to the Prophet Muhammad SAW. Hadroh Darus Sakinah art is one of the arts that developed in Kertapati district, this Hadroh music art uses musical instruments such as tambourines, darbuka, tambourines, and bass drums. The song sung contains praise and sholawat to the Prophet Muhammad SAW, using Arabic and using Indonesian. This research was conducted using qualitative research methods. The results showed that the structure of the Hadroh music of the Darus Sakinah group is a three-part song structure, namely parts A, A', B, and C. The rhythm contained in the song Ya Ahmad Habibi uses 4/4 time signatures, and the melody used only comes from vocals. , in this case it means that there is no melodic musical instrument used by the Darus Sakinah group.
Interpretasi dan Ekspresi Solis Violin: Repertoar Concerto In A Minor, Zapin Kasih dan Budi, Rangkaian Melati dan Amazing Grace (Solis Violin Interpretation and Expression: Concerto In A Minor Repertoire, Zapin Kasih dan Budi, Rangkaian Melati and Amazing Grace) Arsenius Edi Susilo; Emridawati Emridawati; Yon Hendri; Martarosa Martarosa
MUSICA : Journal of Music Vol 2, No 1 (2022): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v2i1.2320

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk analisis interpretasi dan ekspresi solis violin dalam pertunjukan Concerto in A Minor, Zapin Kasih dan Budi, Rangkaian Melati dan Amazing Grace.  Arikel terkait interpretasi ini penting untuk dilakukan sebagai upaya bagi seorang penyaji dalam membawakan repertoar dengan mengedepankan aspek interpretasi terhadapa karya yang dimainkan. Repertoar Concerto in A Minor merupakan repertoar zaman barok dengan teknik yang meliputi Staccato, Appoggiatura, Arpeggio, Trill, Double Stop dan legato. Repertoar Zapin Kasih dan Budi yang tergolong musik Melayu, menggunakan teknik trio/triplet, legato dan grenek atau triller. Repertoar Rangkaian Melati yang tergolong musik keroncong, menggunakan teknik cengkok (gruppeto), gregel (mordent), mbesut (glissando), trill, Appoggiatura, Legato dan Staccato. Sedangkan repertoar Amazing Grace merupakan musik zaman barok, dengan teknik Sextuplet, Doublestop, vibrato, legato, dan arpeggio. Adapun metode yang digunakan dalam artikel ini ialah analisis interpretatif terhadap karya dalam pertunjukan. Hasil dari artikel ini menyajikan interpretasi dan ekspresi solis terhadap karya yang diwujudkan melalui pemahaman terhadap zaman, style dan teknik dari masing–masing repertoar.ABSTRACTThis article aims to analyze the interpretation and expression of the violin soloist in Concerto in A Minor, Zapin Kasih and Budi, Melati Series and Amazing Grace performances. This article related to interpretation is important to do as an effort for a presenter in bringing a repertoire by prioritizing the interpretation aspect of the work being played. The Concerto in A Minor repertoire is a baroque repertoire with techniques that include Staccato, Appoggiatura, Arpeggio, Trill, Double Stop and legato. Zapin Kasih and Budi's repertoire, which is classified as Malay music, uses trio/triplet, legato and grenek or triller techniques. The repertoire of the Melati series, which is classified as keroncong music, uses the techniques of cengkok (gruppeto), gregel (mordent), mbesut (glissando), trill, Appoggiatura, Legato and Staccato. Meanwhile, Amazing Grace's repertoire is music from the baroque era, with the techniques of Sextuplet, Doublestop, vibrato, legato, and arpeggio. The method used in this article is an interpretive analysis of works in performances. The results of this article present a solo interpretation and expression of the work that is realized through an understanding of the times, styles and techniques of each repertoire.
Interpretasi Penyaji Solis Violin pada Pertunjukan Concerto in F Minor, Hang Tuah, dan Know You by Heart (Interpretation of the Violin Soloist at the Concerto in F Minor, Hang Tuah, and Know You by Heart Performances) Anugrah Febrian; Murniati Murniati; Hadaci Sidik
MUSICA : Journal of Music Vol 2, No 1 (2022): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v2i1.2319

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai interpretasi penyaji dalam memainkan karya musik, pertunjukan, dan penerapan teknik-teknik permainan violin sebagai seorang solis pada repertoar Concerto in F Minor (Winter) Antonio Vivaldi, Hang Tuah karya Husni Thamrin, dan Know You by Heart oleh Dave Koz. Adapun teknik-teknik yang dipakai dalam penyajian karya-karya tersebut antara lain; arpeggio, staccato, legato, acciaccatura, appoggiatura, dan expression. Setiap karya memiliki karakteristik dan tingkat kesulitan yang berbeda-beda baik dari aspek gaya, zaman, dan komposer. Selain itu, eksplorasi penerapan teknik yang diperoleh dari proses latihan individu menggunakan etude juga sangat dibutuhkan untuk pencapaian interpretasi dalam penerapan ekspresi terhadap karya. Interpretasi terhadap karya yang dimainkan menjadi penting agar tercipta sebuah pertunjukan yang baik. Metode yang gunakan dalam artikel ini adalah metode deskriftif interpretatif, yaitu menjabarkan secara nartif, bagaimana seorang pemain musik melakukan interpretasi terhadap karya musik yang dimainkan. Hasil yang diperoleh dalam artikel ini adalah interpretasi penyaji dalam memainkan repertoar Concerto in F Minor (Winter), Hang Tuah, dan Know You by Heart.ABSTRACTThis article aims to provide an overview of the interpretation of the presenter in playing musical works, performances, and the application of violin playing techniques as a soloist in Antonio Vivaldi's repertoire of Concerto in F Minor (Winter), Hang Tuah by Husni Thamrin, and Know You by Heart by Dave Koz. The techniques used in the presentation of these works include; arpeggio, staccato, legato, acciaccatura, appoggiatura, dan expression. Each work has different characteristics and levels of difficulty, both in terms of style, age, and composer. In addition, exploration of the application of techniques obtained from the process of individual practice using etude is also very much needed for the achievement of interpretation in the application of expression to the work. Interpretation of the work played is important in order to create a good show. The method used in this article is an interpretive descriptive method, which describes in a narrative way how a musician interprets the piece of music being played. The results obtained in this article are the interpretation of the presenters in playing the repertoire of Concerto in F Minor (Winter), Hang Tuah, and Know You by Heart.
Proses Kreatif Organisasi STT Widya Dharma Shanti Dalam Kesenian Baleganjur di Desa Adat Nusa Agung Kecamatan Belitang III (Creative Process of STT Widya Dharma Shanti Organization in Baleganjur Arts in Nusa Agung Traditional Village, Belitang District III) I Gusti Ayu Nyoman Sutami; Feri Firmansyah; Rio Eka Putra
MUSICA : Journal of Music Vol 2, No 1 (2022): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v2i1.2580

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengukapkan Proses Kreatif Organisasi STT Widya Dharma Shanti Dalam Kesenian Baleganjur di Desa Adat Nusa Agung Kecamatan Belitang III. Kesenian Baleganjur merupakan kesenian musik Bali yang digunakan dalam upacara keagamaan maupun non keagamaan. Instrumen musik dalam kesenian Baleganjur terbagi menjadi dua yaitu instrumen musik perkusi dan melodi dimana alat musik yang digunakan yaitu berupa Kendang Lanang, Kendang Wadon, Reong, Ceng-Ceng, Kempur, Kempli, Ponggang , Kajar, Gong. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif. Dari penelitian didapatkan hasil yang ditemukan bahwa adanya proses kreatif yang dilakukan oleh Organisasi STT Widya Dharma Shanti dalam Kesenian Baleganjur mengenai hal-hal seperti Ide sebuah musik yang mampu memberikan suasana semangat bagi masyarakat yang akan melakukan Persembahyangan. Artikel juga menjelaskan tentang teknik permainan pada semua alat musik, dan pengembangan sebagai sebuah proses atau penciptaan karya dalam Kesenian Baleganjur untuk memotret rangkaian proses kreatif organisasi STT Widya Dharma Shanti Dalam Kesenian Baleganjur.ABSTRACThis article aims to reveal the Creative Process of the STT Widya Dharma Shanti Organization in Baleganjur Arts in the Nusa Agung Traditional Village, Belitang III District. Baleganjur art is a Balinese musical art used in religious and non-religious ceremonies. Musical instruments in Baleganjur art are divided into two, namely percussion and melodic instruments where the musical instruments used are Kendang Lanang, Kendang Wadon, Reong, Ceng-Ceng, Kempur, Kempli, Ponggang, Kajar, Gong. In this study, researchers used qualitative research methods. From the research, it was found that there was a creative process carried out by the STT Widya Dharma Shanti Organization in Baleganjur Arts regarding things such as the idea of a music that was able to provide an atmosphere of enthusiasm for people who would perform prayers. The article also describes the technique of playing on all musical instruments, and development as a process or creation of works in the Baleganjur Arts to photograph the series of creative processes of the STT Widya Dharma Shanti organization in the Baleganjur Arts.
Produksi Karya Musik “The Story of Tapa Malenggang” (Production of Musical Works "The Story of Tapa Malenggang") aby rahman; Yon Hendri; Nora Anggraini
MUSICA : Journal of Music Vol 2, No 1 (2022): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v2i1.2370

Abstract

Tujuan artikel ini adalah untuk menjabarkan proses kerja produksi karya musik The Story of Tapa Malenggang.Tapa Malenggang merupakan sastra lisan yang berasal dari Kabupaten Batanghari, Desa Tanjung, Maruo Provinsi Jambi. Tapa Malenggang mempunyai nama asli yaitu Mambang Diawan yang hidup dipintu langit merupakan sebuah ritual. Dalam ritual Tapa Malenggang, terdapat dendang yang dihadirkan sebagai bentuk syukur dan terima kasih atas kebaikan Tapa Malenggang yang telah menjaga kedamaian masyarakat disekitar sungai Batanghari. Pengkarya tertarik untuk mengangkat cerita Tapa Malenggang dengan mengadodpsi sepenggal melodi dendang ke dalam konsep musik elektro-akustik dan menggunakan beberapa teknik-teknik sound design. Elektro-akustik merupakan suara atau bunyi yang terdengar, tidak lagi terlihat sumber aslinya. Metode yang di gunakan dalam artikel ini adalah pengolahan elektro-akustik menggunakan beberapa teknik sound design seperti audio synthesis yang meliputi wave shape, LFO dan volume envelope. Hasil yang diperoleh dalam artikel ini adalah gambaran proses kerja dalam produksi karya musik The Story of Tapa Malenggang.ABSTRACTThe purpose of this article is to describe the work process of producing the musical work The Story of Tapa Malenggang. Tapa Malenggang is an oral literature originating from Batanghari Regency, Tanjung Village, Maruo, Jambi Province. Tapa Malenggang has a real name, namely Mambang Diawan, who lives at the door of the sky as a ritual. In the Tapa Malenggang ritual, there is a song that is presented as a form of gratitude and thanks for the kindness of Tapa Malenggang who has kept the peace of the community around the Batanghari river. The authors are interested in bringing up the story of Tapa Malenggang by adopting a piece of dendang melody into the concept of electro-acoustic music and using several sound design techniques. Electro-acoustic is a sound or sound that is heard, no longer seen the original source. The method used in this article is electro-acoustic processing using several sound design techniques such as audio synthesis which includes wave shape, LFO and volume envelope. The results obtained in this article are an overview of the work process in the production of the musical work The Story of Tapa Malenggang.
Struktur Musik Gual Huda-Huda dalam Ansambel Gonrang Sipitu-Pitu di Bandar Tongah Kecamatan Silau Kahean Kabupaten Simalungun (Gual Huda-Huda Music Structure in the Gonrang Sipitu-Pitu Ensemble in Bandar Tongah, Silau Kahean District, Simalungun Regency) Ricky Nelson; Wilma Sriwulan; Yasril Adha
MUSICA : Journal of Music Vol 2, No 2 (2022): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v2i2.2786

Abstract

GuGual Huda-Huda merupakan salah satu repertoar musik tradisi yang dimainkan dalam Ansambel Gonrang Sipitu-pitu. Gual Huda-Huda ini dimainkan oleh satu sampai dengan enam orang yang hanya dimainkan oleh laki-laki dewasa. Instrumen yang digunakan adalah Gonrang Sipitu-pitu, Ogung, Mongmongan, dan Sarunei. Ansambel Gonrang Sipitu-pitu ini merupakan musik yang mengiringi jalannya Upacara Adat Kematian Sayur Matua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dan bentuk Musik Gual Huda-Huda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis dengan tujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan tentang struktur pertunjukan dan bentuk Musik Gual Huda-Huda di Desa Bandar Tongah Kecamatan Silau Kahean Kabupaten Simalungun. Teori yang digunakan dalam penelitian Gual Huda-Huda ialah teori struktur musik Leon Stein dan Karl Edmund Prier. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Musik Gual Huda-Huda dalam pertunjukannya terdiri dari tujuh unsur yaitu: 1) Instrumen, 2) Pemain, 3) Kostum, 4) Panggung, 5) Penonton, 6) Lagu, serta 7) Struktur dan bentuk musiknya.ABSTRACTGual Huda-Huda is one of the traditional musical repertoires played in the Gonrang Sipitu-pitu ensemble. Gual Huda-Huda is played by one to six people who are only played by adult men. The instruments used are Gonrang Sipitu-pitu, Ogung, Mongmongan, and Sarunei. The Gonrang Sipitu-pitu ensemble is the music that accompanies the Matua Vegetable Death Traditional Ceremony. This study aims to analyze the structure and form of Gual Huda-Huda Music. The method used in this study is a qualitative research method with a descriptive analysis approach with the aim of revealing and describing the structure of the performance and the form of Gual Huda-Huda Music in Bandar Tongah Village, Silau Kahean District, Simalungun Regency. The theory used in Gual Huda-Huda's research is the theory of the musical structure of Leon Stein and Karl Edmund Prier. The results of this study found that the Gual Huda-Huda Music in the performance consisted of seven elements, namely: 1) Instruments, 2) Players, 3) Costumes, 4) Stage, 5) Audience, 6) Song, and 7) The structure and form of the music.