cover
Contact Name
Supriando
Contact Email
jurnal.musica@gmail.com
Phone
+6281277696805
Journal Mail Official
jurnal.musica@gmail.com
Editorial Address
Institut Seni Indonesia Padangpanjang Jl. Bahder Johan 27128, Sumatera Barat (0752) 82077
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Musica: Journal of Music
ISSN : -     EISSN : 28071026     DOI : http://dx.doi.org/10.26887/musica.v1i1
Core Subject : Art,
Musica: Journal of Music is an academic journal published by Department of Music, Faculty of Performing Arts, Institut Seni Indonesia Padangpanjang twice a year. This journal publishes original articles with focuses on the results of studies in the field of music. The coverage of topics in this journal includes: Western Music Studies, Composition or Arrangement, Musical Performances Such as Orchestra/Ensemble/Chamber Music, History of music, Theory of Music or Analysis, Music Education, Instrument of Music, Music Technology, Popular or Traditional Music.
Articles 65 Documents
Interpretasi Repertoar Sonata No.1, Dondang Sayang, dan Pagan Part II pada Pertunjukan Gitar (Interpretation of the Repertoire of Sonata No.1, Dondang Sayang, and Pagan Part II on Guitar Performance) Machfudz, Shoiful; Supriando, Supriando; Hendri, Yon
Musica: Journal of Music Vol 3, No 1 (2023): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v3i1.3471

Abstract

ABSTRAKRepertoar musik dari berbagai era seperti modern, melayu dan popular dikemas kedalam sebuah pertunjukan solis gitar dengan menggunakan kaidah pertunjukan konvensional. Repertoar dalam pertunjukan ini terdiri dari repertoar pada berbagai era. Repertoar pertama dalam pertunjukan adalah repertoar era modern atau pada abad 19 yang berjudul Sonata No.1 dengan komposer Leo Brouwer yang diciptakan pada tahun 1990, karya ini didedikasikan Leo Brouwer untuk Julian Bream. Repertor kedua adalah Dondang Sayang merupakan lagu melayu Negeri Malaka yang diciptakan oleh NN (No Name). Repertoar terakhir adalah Pagan Part II yang diciptakan oleh band Vitalism. Penyaji menginterpretasikan dan menerapkan berbagai teknik seperti arpeggio, tirando, apoyando, harmonic, rasguedo, appogiatura, sweep picking, tapping, bending, hybrid picking dan speed picking  untuk mewujudkan sebuah pertunjukan yang baik. Kata kunci: Pertunjukan; Gitar Klasik; SolisABSTRACTMusic repertoire from various eras such as modern, Malay and popular are packaged into a guitar solo performance using conventional performance conventions. The repertoire in this performance consists of repertoires from various eras. The first repertoire in the show was the repertoire of the modern era or in the 19th century entitled Sonata No.1 by composer Leo Brouwer which was created in 1990, this work was dedicated by Leo Brouwer to Julian Bream. The second repertor is Dondang Sayang, a Malay song from the State of Malacca created by NN (No Name). The last repertoire is Pagan Part II which was created by the band Vitalism. Presenters interpret and apply various techniques such as arpeggios, tirando, apoyando, harmonics, rasguedo, appogiatura, sweep picking, tapping, bending, hybrid picking and speed picking to create a good performance. Keywords: Performance; Classical Guitar; Solis 
Pertunjukan Musik Solis Marimba dan Ensambel Perkusi dengan Repertoar Concerto In E Minor For Solo Marimba, Can You Feel The Love Tonight, dan Journey To Deli (Marimba Solis Music Show and Percussion Ensemble with Repertoire Concerto In E Minor For Solo Marimba, Can You Feel The Love Tonight, and Journey To Deli) Akmal, Muhammad Fauzan; Herdianto, Ferry; Hendri, Yon
Musica: Journal of Music Vol 3, No 1 (2023): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v3i1.3465

Abstract

ABSTRAKRepertoar musik dari berbagai era seperti classic, popular dan melayu dikemas ke dalam sebuah pertunjukan solis marimba dengan menggunakan kaidah pertunjukan konvensional.Repertoar dalam pertunjukan ini terdiri dari repertoar berbagai era.Repertoar pertama dalam pertunjukan adalah repetoar era klasik yang berjudul Concerto in E minor For Solo Marimba dengan komposer Braedon Bomgardner.Repertoar kedua adalah Can You Feel The Love Tonight yang merupakan lagu popular animasi disney ciptaan Elton John. Repertoar terakhir dengan judul Journey To Deli karya dari Tengku Ryo Riezkan. Penyaji menginterpretasikan berbagai teknik seperti legato, arpegio, triol, single stroke roll, roll, dan improvisasi untuk mewujudkan tercapainya sebuah pertunjukan yang utuhKata kunci : Pertunjukan, Marimba, Solis ABSTRACTMusic repertoire from various eras such as classic, popular and Malay is packaged into a solo marimba performance using conventional performance rules. The repertoire in this show consists of repertoires of various eras. The first repertoire in the show is the classical era repertoire entitled Concerto in E minor For Solo Marimba with composer Braedon Bomgardner. The second repertoire is Can You Feel The Love Tonight which is a popular song by Elton John. The last repertoire with Journey To Deli by Tengku Ryo Riezkan. Presenters interpret various techniques such as legato, arpegio, triol, single stoke roll, roll, and improvisation to achieve a complete performance.Keywords: Performance, Marimba, Solis
Fantasia Andung Ni Si Boruadi ; Perwujudan Tradisi Andung Batak Toba Ke dalam Komposisi Musik Bentuk Fantasia Tiga Bagian (Fantasia Andung Ni Si Boruadi; Embodiment Of The Andung Batak Toba Tradition Into A Three-Part Fantasia Music Composition) Pane, Wulan Puriani Batman Sitorus; Herdianto, Ferry; Anggraini, Nora
Musica: Journal of Music Vol 3, No 2 (2023): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v3i2.3923

Abstract

Andung Ni Si Boruadi  dalam bahasa Batak Toba berarti ratapan seorang gadis adalah sebuah karya komposisi musik  yang berangkat dari reinterpretasi terhadap budaya andung yang ada di masayarakat Batak Toba. Andung adalah nyanyian ratapan seseorang yang murni atau refleks saat sedang berduka. Dalam karya ini, aspek suasana, karakteristik dan teknik andung akan  menjadi ide garapan yang digarap ke dalam sebuah komposisi musik fantasia tiga bagian. Karya  komposisi ini digarap dengan menggunakan metode penciptaan yaitu:  Interpretasi, orkestrasi dan improvisasi. Bagian penting dalam proses penggarapan karya ini terdiri dari ide tema garapan, tangga nada, sistem atonal, teknik pengembangan, motif sulim, motif hasapi dan motif taganing. Komposisi musik Fantasia Andung Ni Si Boruadi digarap ke dalam formasi full orkestra yang dikolaborasikan dengan penggunaan alat musik tradisonal Batak Toba yaitu sulim  ( Seruling) dan pada bagian tertentu, penggarap memunculkan si pangandung (orang yang meratap) untuk menguatkan tema dari Andung  tersebut. Hasil karya komposisi musik ini yaitu musik programa ideational  dengan bentuk fantasia tiga bagian yang diberi judul Fantasia Andung Ni Si Boruadi.ABSTRACTAndung Ni Si Boruadi in the Toba Batak language means a girl's lament is a musical composition that departs from a reinterpretation of the Andung culture in the Toba Batak community. Andung is a pure or reflexive lamentation of someone when they are grieving. In this work, aspects of the atmosphere, characteristics and techniques of andung will be the ideas worked on into a three-part fantasia musical composition. This compositional work was worked on using creative methods, namely: interpretation, orchestration and improvisation. An important part of the process of creating this work consists of the theme ideas, scales, atonal systems, development techniques, sulim motifs, hasapi motifs and taganing motifs. The musical composition Fantasia Andung Ni Si Boruadi was worked on into a full orchestral formation which was collaborated with the use of traditional Toba Batak musical instruments, namely the sulim (flute) and in certain parts, the composers brought out si pandung (people who wail) to strengthen the theme of Andungthe. The result of this musical composition is ideational programmatic music in the form of a three-part fantasia entitled Fantasia Andung Ni Si Boruadi.
Imitation Of The Song Bareh Solok Through Vocals Of Graphic Improved Students At SLB Waraqil Jannah, West Sumatra. Saputra, Rizky; Emridawati, Emridawati; Irwan, Irwan; Martarosa, Martarosa
Musica: Journal of Music Vol 4, No 1 (2024): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v4i1.4368

Abstract

SLB Waraqil Jannah is a special school in West Sumatra, which has mentally retarded students who have problems with limited speech, slow thinking and communication. This research aims to reveal this problem through the application of imitation learning of the Bareh Solok song and find out the results of this application. This research is of the Qualitative type with a Descriptive Analysis approach, using Constructivism theory, Imitation theory and Learning theory. Data collection techniques: literature study and field study, and data analysis using Milles and Huberman theory: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research show that Waraqil Jannah SLB students can perform the song Bareh Solok through the vocals of mentally retarded students as a creativity enhancement which was carried out at Mifan Padangpanjang City
Kesenian Tambua Tansa Sebagai Wadah Kreativitas Anak Jorong Tanjung Sani Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam Sumatera Barat (Tambua Tansa Arts as a Place for Children's Creativity in Jorong Tan-jung Sani, Tanjung Raya District, Agam Regency, West Sumatra) Minanda, Arsyilla; Hendri, Yon
Musica: Journal of Music Vol 3, No 2 (2023): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v3i2.3900

Abstract

Minangkabau adalah salah satu etnis di Indonesia yang memiliki berbagai macam pertunjukan tradisional, salah satunya ialah Tambua Tansa. Tambua dan Tansa merupakan alat musik tradisional kesenian khas dari Ranah Minang. Khususnya di Jorong Tanjung Sani, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk pertunjukan Tambua Tansa dan Bagaimana Anak Nagari dapat berkreatifitas dalam pertunjukan musik Tambua Tansa di Jorong Tanjung Sani, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif yang mana dalam metode tersebut disertai dengan beberapa Teknik seperti pengumpulan data, wawancara, studi Pustaka, serta dokumentasi sebagai bukti dalam melakukan penelitian. Pada kesenian Tambua Tansa juga memiliki beberapa bentuk penyajian dan terdapat beberapa unsur antara lain: Kostum pemain Tambua Tansa, Alat yang dimainkan pemain Tambua Tansa. Pola kreasi dalam memainkan Tambua Tansa, dan Orang yang terlibat dalam penyajian kesenian Tambua Tansa. ABSTRACTMinangkabau is one of the ethnic groups in Indonesia, which has various kinds of traditional performances, one of which is Tambua Tansa. Tambua and Tansa, are traditional artistic musikal instruments typical of Ranah Minang. Especially in Jorong Tanjung Sani, Nagari Sungai Batang, Tanjung Raya District, Agam Regency, West Sumatra. This study aims to find out the form of Tambua Tansa performances and how village children can be creative in Tambua Tansa musik performances in Jorong Tanjung Sani, Nagari Sungai Batang, Tanjung Raya District, Agam Regency, West Sumatra. This research was conducted using a descriptive qualitative method in which the method was accompanied by several techniques such as data collection, interviews, library research, and documentation as evidence in conducting research. The art of Tambua Tansa also has a form of presentation, there are several elements, including research locations for Tambua Tansa art, costumes for Tambua Tansa players, tools played by Tambua Tansa players. Patterns of creation in playing Tambua Tansa, and people involved in presenting Tambua Tansa art.
Musical Composition "Orchestra of Gaungan Tamatam " Oktaviani, Puja; Nofridayati, Nofridayati; Murniati, Murniati; Hidayatmi, Hidayatmi; Yusnelli, Yusnelli
Musica: Journal of Music Vol 4, No 1 (2024): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v4i1.4273

Abstract

Komposisi Musik “Orkestra Gaungan Tamaam” adalah komposisi musik yang terinspirasi dari salah satu pola ritme alat musik kesenian tradisi yang berasal dari Kota Bengkulu, yaitu Dhol Bengkulu. Tujuan yang ingin dicapai dalam komposisi musik Gaungan Tamatam ini adalah untuk mewujudkan sebuah komposisi musik baru yang berjudul “Gaungan Tamatam” yang mengambil ide musikal dari pola ritme tamatam dan diolah dengan menggunakan scale modus dorian, yang digunakan dalam lagu tabot pengiring alat musik Dhol Bengkulu. Metode penciptaan yang digunakan pada penggarapan komposisi ini terdiri dari tiga tahap yaitu, tahap eksplorasi, tahap eksperimen, dan tahap pembentukan. Hasil dari penggarapan Komposisi Musik Orkestra Gaungan Tamatam ini adalah terciptanya sebuah bentuk komposisi musik dua bagian dengan format orchestra dengan menggunakan teknik pengembangan repetition, sequence, imitation, augmentation, dan diminution.
Andung-Andung Ni Sordam Purba, Albiner; Sina, Ibnu; Munafri, Sastra
Musica: Journal of Music Vol 3, No 2 (2023): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v3i2.3928

Abstract

Komposisi musik Andung-andung Ni Sordam merupakan komposisi yang terinspirasi dari instrumen musik tradisional dan kesenian tradisional Batak Simalungun yaitu Sordam dan Andung-andung. Komposisi ini menggunakan idiom musik dan karakter suara alat musik Sordam. Andung-Andung Ni Sordam merupakan musik komposisi gaya Fantasia yang digarap dalam bentuk tiga bagian dengan format orkestra. Dalam komposisi musik ini melodi dan pola ritme yang berangkat dari Andung-andung dan Sordam diambil sebagai gagasan yang digarap dalam sebuah komposisi musik instrumental. Dalam penggarapan komposisi musik Andung-andung Ni Sordam digunakan beberapa teknik pengolahan variasi motif seperti repitation, sequencing, imitasi, interpolasi, permutasi dan teknik komposisi seperti conterpoint,  ABSTRACTThe composition of music Andung-andung Ni Sordam is a composition inspired by instrument music traditional and traditional arts Batak Simalungun namely Sordam and Andung-andung.  This composition uses musical idioms and the sound characters of Sordam instruments. Andung-Andung Ni Sordam is a composition music with a Fantasia style worked in the form of three parts with an orchestral format. In this musical composition, melodies and rhythm patterns that depart from Andung-andung and Sordam are  taken as ideas that are worked on in an instrumental music composition. In the cultivation of Andung-andung Ni Sordam music composition,  several techniques for processing variations of motifs such as repitation, sequencing, imitation, interpolation, permutations and compositional techniques such as conterpoint, without losing the characteristics of Andung-andung and Sordam music
Electric Bass Solo Performance in the Repertoire: Spain Mahendra, Yogi; Munafri, Sastra; Herdianto, Ferry; Hendri, Yon
Musica: Journal of Music Vol 4, No 1 (2024): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v4i1.4370

Abstract

This performance is a performance by an electric bass soloist who presents a repertoire entitled: spain, a technical approach applied in preparing to play the instrument, namely the Extreme Slap Bass etude guide: A Dictionary Of Grooves. The aim of this solo performance is to be able to present a repertoire of electric bass instruments through a technical approach based on applicable scientific principles. The resulting repertoire performance was 7 minutes long, presented at the Hoerijah Adam ISI Padangpanjang performance building. The solo performance was presented with a big band formation. The application of the technique to the Spanish repertoire uses electric bass instruments, and a slap technique approach that applies the etude Extreme Slap Bass: A Dictionary Of Grooves.
Pembelajaran Lagu Sinanggar Tulo dalam Bentuk Ansambel di SMP N 1 Padang Panjang (Learning The Song Sinanggar Tulo In The Form Of an Ansambel At SMP N 1 Padang Panjang) Purba, Leo Wardi Tua; Hidayatmi, Hidayatmi; Hendri, Yon
Musica: Journal of Music Vol 3, No 2 (2023): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v3i2.4035

Abstract

Sinanggar Tulo merupakan salah satu lagu daerah batak toba karya dari Tilhang Gultom. Lagu ini penulis arransemen ulang dalam bentuk ansambel dengan instrumen seperti Pianika, Cajon, Gitar Bass, yang dibawakan 7 orang peserta ansambel siswa SMPN 1 Padangpanjang, sedangkan Penelitian ini Menggunakan pembelajaran kualitatif bersifat deskriptif yaitu mengembangkan keterampilan baru, informasi dan pendekatan baru dalam memecahkan masalah melalui tindakan guna meningkatkan pemahaman, kemapuan dan penalaran dan juga menggunakan metode tambahan seperti metodi ceramah, demonstrasi, dan metode latihan. Tujuan penelitian ini Mengetahui proses pembelajaran lagu ”Sinanggar Tolo” karya dari Tilhang Gultom di SMPN 1 Padangpanjang.
Changes in The Use Of Gending Kebo Giro To Hadrah Shalawat Nabi Mahallul Qiyam In Temu Manten Tradition in Bumi Mulya Kuantan Singingi Regency Riau Province Sari, Renita; Sriwulan, Wilma; Awerman, Awerman; Wijaksana, Bambang
Musica: Journal of Music Vol 4, No 1 (2024): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v4i1.4367

Abstract

Temu Manten is a tradition in the traditional Javanese wedding procession. Temu Manten in Javanese means bring together bride and groom at the bride's residence in a part of traditional wedding processions. When the Temu Manten procession takes place, used Gending Kebo Giro as a music accompaniment at Temu Manten tradition. Gending Kebo Giro is played starting from the beginning of the procession until the Temu Manten tradition ends. Over time, the Temu Manten tradition in Bumi Mulya has undergone several significant changes, one of which is the change of musical accompaniment to the Temu Manten procession. Musical accompaniment which usually uses Gending Kebo Giro is currently replaced by Hadrah Sholawat Nabi Mahalul Qiyam. This study uses a qualitative research method using ethnography as a  approach. Data collection was carried out through literature study, observation, and interviews. Through the theory of change by Gerth and Mills as the main theory, the research results show that: changes in the use of gending to hadrah are caused by several factors including inter-ethnic marriage, the influence of Malay culture, and reasons for spending much amount of material.