cover
Contact Name
Syahrul
Contact Email
syahrulhs@gmail.com
Phone
+6285299773433
Journal Mail Official
tasamuh.iainsorong@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sorong - Klamono Km. 17 Klablim, Sorong - Papua Barat
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
TASAMUH: Jurnal Studi Islam
ISSN : 20866291     EISSN : 24610542     DOI : 10.47945
focuses on social and religious issues using interdisiplinery perspective, especially in Islamic studies.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 208 Documents
Hakikah Manusia Sebagai Makhluk Pedagogik dalam Perspektif AlQuran Muhamad Parhan; Nurti Budiyanti; Auliya Fitria
TASAMUH: Jurnal Studi Islam Vol 13 No 2 (2021): Tasamuh: Jurnal Studi Islam
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/tasamuh.v13i2.421

Abstract

Allah SWT gave knowledge to Prophet Adam AS as well as all of us who are descendants of the children of Adam. There is a difference between Prophet Adam AS in obtaining knowledge directly from Allah SWT, while we are not taught directly by Allah SWT but given the potential by Allah to explore knowledge such as through the Qur'an and education. Al-Qur'an is the word of God which is used as a guide for life for Muslims who have no doubt in it. While education is an effort made by humans with various devices, characters and existence. In the Qur'an there are various signs related to educational issues that are very important, if the Qur'an is studied in depth, we will get related to the basic principles of education, which we can then use as inspiration in developing quality education.
Esensi Dakwah di Era Digital dalam Menjawab Problematika Umat Ibnu Chudzaifah; Muh. Muhyiddin; Afroh Nailil Hikmah
TASAMUH: Jurnal Studi Islam Vol 13 No 2 (2021): Tasamuh: Jurnal Studi Islam
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/tasamuh.v13i2.402

Abstract

Dakwah Islam zaman milenial sekarang ini dihadapkan dengan berbagai persoalan yang kompleks. Kondisi seperti ini menjadi motivasi dan tantangan tersendiri bagi seorang da’i (pendakwah) sehingga mereka harus memiliki berbagai kompetensi dalam menghadapi realitas zaman. Diperlukan sosok dai yang handal yang mampu menguasai berbagai macam objektivitas (disambiguasi), baik yang bersifat material maupun formal supaya dakwahnya pragmatis di dalam menghadapi berbagai macam problematika umat. Berdakwah di zaman milenial dianggap lebih mudah dibandingkan dengan zaman dahulu. Dahulu para ulama’ kita seperti walisongo bisa dikatakan dihadapkan dengan berbagai keterbatasan, seperti transportasi, media informasi dan komunikasi. Sedangkan saat ini tidak ada lagi hambatan seperti itu. Dunia saat ini sudah mengalami perubahan dalam proses revolusi informasi dan komunikasi yang melahirkan peradan baru sehingga manusia mudah untuk saling berkomunikasi dalam meningkatkan mobilitas sosialnya. Kehadiran media masa seperti koran, telivisi, radio bahkan internet sebagai alat komunikasi zaman modern telah berpengaruh sangat luas. Suatu berita sangat mudah diakses dalam waktu relative cepat. Fasilitas media internet merupakan media terlengkap dan dianggap lebih efisien dibandingkan media lainnya. Segala macam bentuk informasi dapat dengan mudah diakses dan murah yang dimana dakwah di era sekarang lebih cepat didukung dengan adanya teknologi. Sekarang kita bisa berdakwah dengan menggunakan digital bisa melalui media telivisi, radio bahkan media internet seperti youtube, twetter, facebook, whatsap dan lain sebagainya dianggap lebih efektif unuk membahas problematika umat. Kendati demikian, hal yang tidak dapat dihindari adalah bagaimana muatan itu bisa disampaikan dengan mudah agar diterima masyarakat.syaratnya memang harus kaya akan inovasi bahkan bisa menjadi wahana hiburan. Akan tetapi yang menjadi problem urgen masyarakat awam sudah jarang yang mau belajar kepada ulama’, kyai, ustad dan ahli agama yang alim secara talaqqi (langsung). Mereka ingin mendapatkan ilmu secara instan lewat media internet mengakses konten-konten web islami yang terkadang isinya tidak bisa dipertanggungjawabkan kevaliditasannya. Masalahnya adalah situs-situs Islam yang mereka kunjungi berada di urutan halaman awal adalah situs yang berafiliasi dengan paham Wahabi, Syiah, Liberal, dan aliran lainnya. Yang terkadang Isinya malah menebarkan fitnah, kebencian, kebohongan, mengfirkan sesama muslim, mengadu domba organisasi yang berpaham ahlussunnah waljama’ah dengan Syiah, dan mereka terang-terangan memberontak terhadap pemerintahan yang sah. Parahnya lagi, ulama Sunni yang berpaham ahlussunnah waljama’ah seperti Syekh Ramadlan al-Buti dibunuh karena difitnah sebagai Syi’ah, Syekh Hassan Saifuddin secara sadis dipenggal kepalanya, Syekh Ahmad Hassoun (Grand Mufti Suriah) difitnah bahwa fatwanya telah menyebabkan ratusan ribu kaum muslimin Sunni Suriah dibantai dan jutaan orang terusir dari negaranya, dan masih banyak lagi. Dampaknya orientasi dakwah yang semula mengajarkan kesantunan, kabaikan menjadi ladang untuk menyebarkan fitnah dan mencaci maki. Pola dakwah milenial melalui media elektronik menjadi tantangan tersendiri bagi para da’i. Pengaruh media memungkinkan bagi seorang da’I memperoleh popularitas tersendiri layaknya selebriti
Filsafat Ilmu Peranan Filsafat Ilmu Untuk Kemajuan Perkembangan Ilmu Pengetahuan nur hayati nurhayati
TASAMUH: Jurnal Studi Islam Vol 13 No 2 (2021): Tasamuh: Jurnal Studi Islam
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/tasamuh.v13i2.409

Abstract

Secara historis, filsafat adalah ibu dari ilmu pengetahuan, dalam perkembangannya ilmu pengetahuan menjadi lebih spesifik dan mandiri, namun mengingat banyaknya masalah kehidupan yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan, maka filsafat menjadi dasar untuk menjawabnya. Sebelum abad ke-17, sains identik dengan filsafat. Pada awal abad ke-17, muncul pemikiran baru tentang filsafat, yaitu pemisahan Filsafat dari Ilmu. Filsafat memberikan penjelasan atau jawaban yang substansial dan radikal terhadap suatu masalah. Sementara itu, ilmu pengetahuan terus berkembang dalam batas-batasnya, sambil tetap dikritik secara radikal. Oleh karena itu, filsafat ilmu dapat dilihat sebagai upaya menjembatani kesenjangan antara filsafat dan ilmu pengetahuan. Urgensi filsafat ilmu dapat dilihat dari perannya sebagai mitra dialog kritis terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Pada hakikatnya filsafat ilmu dapat berdiri di tengah-tengah suatu cabang ilmu sebagai pengontrol dan mediator bagi ilmu-ilmu lainnya. Artikel ini menggunakan metode “tinjauan pustaka” dalam menggali dan memperoleh data. Data dalam artikel ini diperoleh melalui jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan buku-buku yang relevan tentang unsur-unsur perkembangan Ilmu dalam Filsafat Ilmu. Hasil penelusuran dan tinjauan pustaka menunjukkan bahwa peran Filsafat Ilmu dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan sangat signifikan dan buku-buku yang relevan tentang unsur-unsur perkembangan Ilmu Pengetahuan dalam Filsafat Ilmu. Hasil penelusuran dan tinjauan pustaka menunjukkan bahwa peran Filsafat Ilmu dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan sangat signifikan dan buku-buku yang relevan tentang unsur-unsur perkembangan Ilmu Pengetahuan dalam Filsafat Ilmu. Hasil penelusuran dan tinjauan pustaka menunjukkan bahwa peran Filsafat Ilmu dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan sangat signifikan
Klasifikasi Ilmu Pengetahuan Barat dan Islam serta Konstribusinya dalam Dunia Akademik Ramandha Rudwi Hantoro
TASAMUH: Jurnal Studi Islam Vol 14 No 1 (2022): Tasamuh: Jurnal Studi Islam
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/tasamuh.v14i1.412

Abstract

Abstract The dichotomy of science and Islamic science has been a long and influential discussion in the development of Islamic scholarship itself. This article describes the classification of Western and Islamic science in terms of the history of the development of the philosophy of science, where science has the same root or source and is not dichotomous. The method used in this article is the “literature review” method. The data used as research sources come from research results, scientific journals, manuscripts / turats, and relevant books related to the classification of science. The results of the study show that the classification of science began to develop since the existence of philosophers from Greece, such as: Plato, Socrates, and others as well as Islamic thinkers such as: al-Kindi, Ibn Sina, Ibn Kholdun and others who were concerned in science. Since the 3rd century Hijri / 9 AD, the discussion of science has begun to develop, even the classification of science into several scientific categories such as natural science, mathematics, and linguistics has become the subject of study by Islamic philosophers and thinkers for pedagogical didactic interests. At a later stage that the philosophy of science has an important role in the development of science, even the philosophy of science underlies the thought of the birth of the scientific method in academia, such as: qualitative and quantitative research methodologies.
Methodological And Applicative Ijtihad Yusuf Al-Qardhawi In Solving Contemporary Issues Asrizal Saiin
TASAMUH: Jurnal Studi Islam Vol 13 No 2 (2021): Tasamuh: Jurnal Studi Islam
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/tasamuh.v13i2.416

Abstract

Over time, with the issue of closing the door of ijtihad, it does not become a barrier for contemporary Islamic figures to come up with new ideas as alternative solutions to problems, as well as Yusuf al-Qardhawi. The purpose and objective of this research is to see the method and application of al-Qardhawi's ijtihad in solving contemporary issues. This research is included in the qualitative research method. The source of data used in this study is a secondary data source, because it will examine the literature or literature. Processing and data analysis in this study, namely editing, classifying, verifying, analyzing, and concluding. The results obtained in this study are that there are three kinds of methodologies and alternatives in ijtihad offered by al-Qardhawi, namely ijtihad Intiqa'i (selective ijtihad), ijtihad insya'i (creative ijtihad), and integration ijtihad between Intiqa'i and insya'i.
Implementasi Program Baca Tulis AL-Qur’an (BTQ) Titin Mariatul Qiptiyah; Reni Soflianti
TASAMUH: Jurnal Studi Islam Vol 13 No 2 (2021): Tasamuh: Jurnal Studi Islam
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/tasamuh.v13i2.417

Abstract

The teacher is a strategic factor in education, responsible for the success of the development of students with all cognitive, affective, and psychomotor potential. The teacher is responsible for the learning process at the institution where he is assigned, because the system applied by the teacher affects the quality of learning completeness. Therefore, teachers must improve their knowledge and intellect and strive to be good role models for their students. Teachers are also required to advance their students' abilities in the field of science as well as in the field of morality. This study raises the general problem, how is the role of the teacher in the implementation of learning to read and write the Qur'an at Madrasah Aliyah Roudlotul Mutaallim Baratan, Patrang District, Jember Regency. This research uses phenomenological qualitative research. The results of the study indicate that in general the teacher's role in the implementation of learning to read and write the Qur'an is to act as a teacher and act as a mentor, in general the results can improve the quality of students. As evidence is the result of research conducted by the author of Madrasah Aliyah Roudlotul Mutaallim Baratan, Patrang District, Jember Regency
Tasawuf sebagai Pendidikan Alternatif di Pesantren Anak Syariful Rizal; Muhammad Lutfi
TASAMUH: Jurnal Studi Islam Vol 13 No 2 (2021): Tasamuh: Jurnal Studi Islam
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/tasamuh.v13i2.418

Abstract

National education in the Reformation Era is directed at achieving certain goals as stated in Law Number 20 of 2003 concerning SISDIKNAS, that "national education aims to educate the nation's life and develop Indonesian people as a whole. Islamic education as a sub-system of the national education system aspires to the formation of a complete Muslim, namely a qualified Indonesian Muslim while maintaining the noble culture of the nation. Thus education leads to the achievement of noble and harmonious values ​​for Muslim life which is characterized by Indonesia. However, in its journey, morality becomes just adab or manners, losing its philosophical substance; The morality of Indonesian Muslims is experiencing a crisis of morality, and ritual piety is often not positively correlated with social piety. The role of pesantren is needed through alternative education in the form of Sufism, because the science of Sufism can improve morality, as evidence of the success of pesantren in educating their students by integrating Sufism into daily life, so that the morals of students really increase as morality. Based on this, this research was carried out with a focus on How Sufism is an Alternative for Islamic Boarding School Education in Improving Santri Morals to God, Others, and the Environment at Miftahul Ulum Islamic Boarding School, Glagahwero Village, Kalisat District, Jember Regency. This research is a qualitative research. The results showed that, Sufism as an alternative to Islamic boarding school education in improving students' morals to Allah SWT, students' morals to others and students' morals to the environment, is a complex form of education that exceeds non-Islamic boarding school education with Sufism as an alternative education. In this case, the science of Sufism is taught through the recitation of the yellow books, through the practice of morality, and through practices in the form of tariqat/wiridan that are accustomed to every time. As a result, the science of Sufism as an alternative pesantren education taught at the Miftahul Ulum Glagahwero Islamic Boarding School, Kalisat District, Jember Regency has led students to have more moral character than before applying Sufism as an alternative pesantren education.
Pengembangan Computer based Instructional materi "Haji" di Madrasah Aliyah dadung maulana
TASAMUH: Jurnal Studi Islam Vol 14 No 1 (2022): Tasamuh: Jurnal Studi Islam
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/tasamuh.v14i1.446

Abstract

Pembelajaran Fikih dengan materi Haji merupakan materi yang bersifat Praktek, sehingga terdapat tahapan-tahapan dalam proses penyampaian materi agar dapat dipahami secara merata oleh siswa. Materi pembelajaran yang bersifat praktek ini, tidak cukup hanya di ajarkan dengan metode konvensioal saja namun juga diperlukan bahan ajar yang tepat agar bias membantu proses pembelajaran secara efektif dan efesien. Oleh karenaitupembelajarandenganmenggunakanbahan ajar Adobe Flash CS 6 dirasasangatcocokdantepatdigunakan.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Adobe Flash CS 6 pada materi Haji Kelas X MA Muslimat NU Palangka Raya. Dalam penelitian ini produk dinilai menggunakan penilaian beberapa angket berdasarkan hasil uji coba produk yang diujikan kepada dua ahli yaitu: ahli media dan ahli materi serta 10 siswa. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa media pembelajaran berbasis Adobe Flash CS 6 ini berkualitas baik.Desain penelitian ini menggunakan model pengembangan yaitu model ADDIE, model ini menggunakan lima tahapan yaitu Analisis (Analysis), Desain (Design), Pengembangan (Development), Implementasi (Implementation) dan Penilaian (Evaluation).Hasil penelitian pada pengembangan media pembelajaran berbasis iAdobe Flash CS 6 pada materi haji kelas X MA Muslimat NU Palangka Raya selesai dikembangkan. Dibuktikan dengan hasil validasi oleh ahli media pada aspek tampilan mendapatkan nilai sebesar 4,5 dan untuk aspek pemprograman mendapatkan nilai 4,5 dan untuk validasi oleh ahli materi untuk aspek pembelajaran mendapatkan nilai 4,8 dan aspek isi mendapatkan nilai 4,7. Sehingga produk ini bias dikatakan valid. Jadi dari hasil data yang diperoleh, produk in imemenuhi kedua kriteria valid menurut para ahli materi dan media.Sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis Adobe Flash CS 6 pada materi haji ini berkualitas baik. Kata kunci :Pengembangan Media Pembelajaran materi Haji di Madrasah Aliyah
Resolusi Konflik Sosial Keagamaan Masyarakat Pulau Raam Kota Sorong, Papua Barat Muhammad Rusdi Rasyid; Umar Sulaiman; Rosdiana Rosdiana; Sudirman Sudirman
TASAMUH: Jurnal Studi Islam Vol 13 No 2 (2021): Tasamuh: Jurnal Studi Islam
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/tasamuh.v13i2.447

Abstract

The harmony of the life of the Butonese and other ethnic groups was disturbed by the presence of Pelangi PAUD, the Pentecostal Church, and the Foreign Congregation on Raam Island. The purpose of this research is to describe the potential for community conflict in Raam Island, Sorong City by uncovering the factors that trigger the potential for conflict and finding alternative harmonization of the Raam Island community. Data were collected qualitatively through semi-structural in-depth interviews, non-participatory observation, and documentation. This research shows that First; The socio-religious conflict began when the management of the Pelangi PAUD Foundation broke a promise to involve Muslim teachers to teach early childhood students. Second; The construction of the Pentecostal Church which was deemed not in accordance with the existing regulations, the atmosphere became increasingly cloudy when the Church congregations were not local residents and were not known. Harmonization solutions can be done by strengthening the organizational functions of the FKUB to be improved both among the people of Raam Island and the government. Socialization of the Joint Regulation of the Minister of Religion and the Minister of Home Affairs concerning the Maintenance of Religious Harmony, Empowerment of Religious Harmony Forums, and the Establishment of Houses of Worship.
Konsep Jiwa menurut Ibnu Sina dan Aristoteles Amir Reza Kusuma
TASAMUH: Jurnal Studi Islam Vol 14 No 1 (2022): Tasamuh: Jurnal Studi Islam
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/tasamuh.v14i1.492

Abstract

Kajian tentang Jiwa menurut Ibnu Sina menjadi perhatian karena menjadi rujukan bagi beberapa muslim lainnya, Banyak para tokoh menguraikan keberadaannya. Namun dalam kajian, anggapan para filosof Muslim dalam menguraikan masalah hanya menyalin ulang dari para filosof Yunani Aristoteles.Hal ini dinegasikan oleh salah satu tokoh filosof Muslim, yaitu Ibnu Sina. Ia menegaskan dalam filsafat Islam yang berasaskan wahyu berbeda dengan Yunaniyang berasaskan rasio. Berangkat dari uraian tersebut makalah ini akan mengkaji konsep jiwa menurut Ibnu Sina. Kajian ini studi literatur dengan menggunakan metode diskriptif-analisis. Dalam pembahasan ini penulis menghasilkan tiga kesimpulan penting. Yakni Konsep Tuhan Ibnu Sina berbeda dengan Yunani (Aristoteles). Kemudian, Asal-usul jiwa berasal dari pancaran (emanasi) dari akal kesepuluh dan dibawah planet kesembilan yang darinya melimpahkan jiwa-jiwa bumi; Manusia, Hewan dan Tumbuhan. Terakhir, Jiwa Manusia bersifat kekal dan tidak ikut hancur bersama hancurnya badan. Kekekalan jiwa karena dekat dengan akal dan dikekalkan oleh Tuhan