cover
Contact Name
Syahrul
Contact Email
syahrulhs@gmail.com
Phone
+6285299773433
Journal Mail Official
tasamuh.iainsorong@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sorong - Klamono Km. 17 Klablim, Sorong - Papua Barat
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
TASAMUH: Jurnal Studi Islam
ISSN : 20866291     EISSN : 24610542     DOI : 10.47945
focuses on social and religious issues using interdisiplinery perspective, especially in Islamic studies.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 208 Documents
Resolusi Maqasid Syariah Terhadap Penanggulangan Virus Covid-19 Sudirman Sudirman; Muhammad Rusdi Rasyid
TASAMUH: Jurnal Studi Islam Vol 12 No 2 (2020): Tasamuh: Jurnal Studi Islam
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/tasamuh.v12i2.249

Abstract

Abstrak This research try to examine the resolution of maqasid sharia against the Covid-19. This study uses a qualitative approach and make maqasid sharia as grand theory for analyzing the prevention of the Covid-19. The phenomenon in society who think that the Corona virus causes many effect in religious ritual, such as stopped a while for Friday prayers, recitation, silaturrahim, burial education and others. The results show that the view of maqasid sharia on the prevention of the Corona virus saw aspects of benefit. Leaving something maslahat that can lead to mafsadat is a requirement in maqasid sharia. So maqasid sharia makes religion easy to practice without endangering the five principles of human priority, likes; maintain religion, spirit, intellect, life, and property. Keyword: Resolution, Maqasid sharia, Covid-19. Abstrak Fokus penelitian ini mengkaji resolusi maqasid syariah terhadap penanggulangan virus Covid-19. Penelitian ini menggunakan metodependekatan diskriktif kualitatif menjadikan teori maqasid syariah sebagai grand teori untuk menganalisis penganggulangan virus Covid-19. Fenomena pada masyarakat yang berpandangan bahwa virus Corona membuat anjuran agama ditinggaalkan, seperti halnya salat jumat, pengajian, silaturrahim, pendidikan diluburkan dan lain-lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan maqasid syariah terhadap penanggulangan virus Corona melihat aspek kemaslahatan. Meninggalkan sesuatu yang maslahat yang dapat menimbulkan mafsadat adalah tuntutan dalam teori maqasid syariah. Sehingga teori mawasid syariah memberikan kemudahan dalam menjalankan agama dengan tidak membahayakan lima prinsip prioritas manusia, yaitu; menjaga agama, jiwa keturunan, akal, dan harta. Jika keli hal ini terjaga dengan baik maka manusia akan bahagia dunia dan akhirat. Kata Kunci: Resolusi, Maqasid al-syariah, Virus Covid-19.
Euthanasia dalam Perspektif Hukum Islam Nurul Fahmi
TASAMUH: Jurnal Studi Islam Vol 12 No 2 (2020): Tasamuh: Jurnal Studi Islam
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/tasamuh.v12i2.250

Abstract

Abstract Euthanasia is an attempt to end someone life when he/she has an uncurable illness, euthanasia will be done in order to release his/her from suffering his/her illness. In Indonesia, euthanasia can not be done and it is classified as an illegal act. Both in the positive law and the ethics code regulate that performing an euthanasia is not allowed. Regarded to the perspective of Islamic law, also regulated that an active euthanasia is an act that is forbidden and punishable by God with a punishment of hell for those who did. Keywords: Euthanasia, Islamic Law, Death. Abstrak Eutanasia adalah suatu upaya untuk mengakhiri hidup seseorang ketika dia menderita penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Eutanasia akan dilakukan untuk membebaskan dirinya dari penderitaan yang dideritanya. Di Indonesia, eutanasia tidak dapat dilakukan dan tergolong tindakan ilegal. Hukum positif maupun kode etik kedokteran mengatur bahwa eutanasia tidak diperbolehkan. Dalam perspektif hukum Islam, dijelaskan bahwa eutanasia aktif adalah perbuatan yang dilarang dan dapat dihukum oleh Allah dengan siksa neraka bagi mereka yang melakukannya. Kata Kunci: Euthanasia, Hukum Islam, Kematian
Tindakan Sosial Pemuka Agama Islam Terhadap Keberadaan Transgender Syahbudi Notarous
TASAMUH: Jurnal Studi Islam Vol 12 No 2 (2020): Tasamuh: Jurnal Studi Islam
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/tasamuh.v12i2.251

Abstract

Abstract: The phenomenon of transgender in society leads to bring some reactions as well as the cases that need to be handled attentively. This research focuses on the thought and the social actions of Islamic leaders toward the existence of transgender. In conducting this research, the researcher used a social actions theory proposed by Max Weber and applied Snowball technique to decide the informant by using key informant. Qualitative description method is used as the main tool and Surabaya, East Java is selected as the location to gain the data. The data was obtained by in-depth interviews then it was analyzed inductively. The result of this research showed that all the informants have similar thoughts about transgender. The transgender is known as people who have a biological abnormalities which is indicated by having two genitals. The existence of the transgender is usually caused by an external factor such as the influence of the social environment. In this research, the researcher acquired several varieties of data which relate to the motivation of the Islamic religious leaders giving treatment to the transgender. The first informant tends to be motivated by traditional actions, the second informant tends to be motivated by affective actions, the third informant tends to be motivated by the rationality of values while the fourth and fifth informants tend to be motivated by the rationality of instrumental actions. Keyword: Social actions, Religious leaders of Islam, Transgender Abstrak Fenomena waria di masyarakat menimbulkan berbagai reaksi serta kasus yang perlu ditangani dengan serius. Penelitian ini berfokus pada pemikiran dan tindakan sosial para pemuka agama Islam terhadap eksistensi waria. Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan teori tindakan sosial yang dikemukakan oleh Max Weber dan menerapkan teknik Snowball untuk menentukan informan dengan menggunakan informan kunci. Metode deskripsi kualitatif digunakan sebagai alat utama dan Surabaya, Jawa Timur dipilih sebagai lokasi untuk mendapatkan data. Data diperoleh dengan wawancara mendalam kemudian dianalisis secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua informan memiliki kesamaan pemikiran tentang waria. Waria dikenal sebagai orang yang memiliki kelainan biologis yang ditandai dengan kepemilikan dua alat kelamin. Keberadaan waria biasanya disebabkan oleh faktor eksternal seperti pengaruh lingkungan sosial. Dalam penelitian ini, peneliti memperoleh berbagai macam data yang berhubungan dengan motivasi ulama dalam memperlakukan waria. Informan pertama cenderung termotivasi oleh tindakan tradisional, informan kedua cenderung termotivasi oleh tindakan afektif, informan ketiga cenderung termotivasi oleh rasionalitas nilai sedangkan informan keempat dan kelima cenderung termotivasi oleh rasionalitas tindakan instrumental. Kata Kunci: Aksi Sosial, Pemuka agam Islam, Waria/Transgender
Urgensi Pemikiran Syams Al-Aimmah Al-Syarakhsi Tentang Al-Istihsan dalam Menjawab Problematika Hukum dalam Masyarakat Syawaluddin Hanafi
TASAMUH: Jurnal Studi Islam Vol 12 No 2 (2020): Tasamuh: Jurnal Studi Islam
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/tasamuh.v12i2.252

Abstract

Abstract This research try to raise the perspective of Islamic law answering the problems in society by using the Al-Istihsan method of Syams Al-Aimmah Al-Syarakhsi. The complexity of the existing regulations has not been able to answer the problems in society, so we need a way to find the law. This research is a qualitative research with a conceptual approach with data collection methods obtained through the work of Syams Al-Aimmah Al-Syarakhsi and literature that discusses about Istihsan. The results of this study found that; First, Istihsan can be used as a argument for syariah because istihsan does not stipulate law with analogy, istihsan is a method of legal istinbath that can be accounted for because it is based on a strong foundation (sanad); Second, after describing istihsan in ushul fiqih in the view of the Hanafi school, it can be said that in essence istihsan is one of the efforts of the mujtahid to find a way out of the power of general principles or qiyas to aparticular problem in order to find legal provisions that are more in accordance with The soul and spirit of the Shariah, because indeed the texts cannot be understood only in language but also understood by using the broad logic of making shari'a (Al-Mantiq Al-tasyri'i) which gives the mujtahid the opportunity to realize the will of Al Shariah. Keywords: Al-Syarakhsi, Istihsan, Law, Society. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengangkat perspektif hukum Islam dalam menjawab masalah-masalah yang muncul di tengah masyarakat dengan menggunakan pemikiran Syams Al-Aimmah Al-Syarakhsi tentang Al-Istihsan. Kompleksitas regulasi yang ada ternyata belum mampu menjawab problematika ditengah masyarakat sehingga dibutuhkan cara untuk menemukan hukumnya. Penilitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan konseptual dengan metode pengumpulan data yang diperoleh melalui karya Syams Al-Aimmah Al-Syarakhsi dan literatur yang membahas tentang Istihsan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa; Pertama, Istihsan dapat di jadikan sebagai dalil syara’ karena istihsan itu bukan menetapkan hukum dengan ra’yi semata, istihsan itu merupakan suatu cara istinbath hukum yang dapat di pertanggung jawabkan karena di dasarkan kepada sandaran (sanad) yang kuat; Kedua, Setelah diuraikan istihsan dalam ushul fiqih dalam pandangan madzhab Hanafi maka dapat dikatakan bahwa pada hakikatnya istihsan itu merupakan salah satu upaya mujtahid untuk mencari jalan keluar dari kekuatan kaidah umum atau qiyas terhadap suatu masalah juz’i dalam rangka mencari ketentuan hukum yang lebih sesuai dengan jiwa dan ruh syari’at, karena memang nash tidak bisa di pahami hanya secara bahasa semata tetapi harus di pahami dengan menggunakan logika pembuatan syariat (Al-Mantiq Al-tasyri’i) yang luas yang memberikan kesempatan kepada mujtahid untuk merealisasikan kehendak Al syari’ semaksimal mungkin. Keywords: Al-Syarakhsi, Istihsan, Hukum, Masyarakat
Maqasid Zakat dalam Mengentaskan Kemiskinan Trisno Wardi Putra; Andi Syathir Sofyan; Abdul Wahid Mongkito
TASAMUH: Jurnal Studi Islam Vol 12 No 2 (2020): Tasamuh: Jurnal Studi Islam
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/tasamuh.v12i2.253

Abstract

Abstract: The focus of this research is discuss the role of zakat to alleviating poverty in zakat management organization of the Makassar City Amil Zakat Agency. This study uses qualitative research methods and is descriptive in nature, because it intends to describe clearly and in detail the phenomena that are the main problem without making hypotheses or statistical calculations. The results of the research show that the programs carried out by the National Amil Zakat Agency in Makasssar City in alleviating poverty are already very good, but there are still some obstacles faced, especially in terms of collecting zakat funds, so the distribution of zakat funds for mustahik welfare is still limited. Keywords : Zakat, Poverty and BAZNAS Abstrak : Fokus penelitian ini adalah membahas tentang peran zakat dalam mengentaskan kemiskinan pada organisasi pengelolaan zakat Badan Amil Zakat Nasional Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan bersifat deskriptif, karena bermaksud menggambarkan secara jelas dan rinci fenomena yang menjadi pokok permasalahan tanpa melakukan hipotesis atau perhitungan secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan program-program yang dilakukan Badan Amil Zakat Nasional Kota Makasssar dalam mengentaskan kemiskinan sudah sangat baik, namun masih ada beberapa kendala yang dihadapi terutama dari segi penghimpunan dana zakat sehingga pendistribusian dana zakat untuk kesejahteraan mustahik masih bersifat terbatas. Kata Kunci : Zakat, Kemiskinan dan BAZNAS
Reconstruction of Alquran Study with Social Linguistic Approach Method Amin Khulli Bustami Saladin
TASAMUH: Jurnal Studi Islam Vol 12 No 2 (2020): Tasamuh: Jurnal Studi Islam
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/tasamuh.v12i2.254

Abstract

Abstract In reconstructing the method of study of the Koran a person must have the ability of Arabic language and literary science as well as an appropriate and qualified methodology to be able to make understanding correctly more in answering social problems. In this context the role of the linguistic approach becomes important in interpreting social verses, both of which are very important in understanding the Qur'an. In understanding the Qur'an to answer social problems, it cannot be separated from one's understanding of the textuality of the verse and the context of social events. that happened at that time. That is why Amin al-Khûlî usesAl Qur'an study methods on social problems with a linguistic approach model Keywords: Amîn al-Khûlî, Linguistic approach, social issues Abstrak Dalam merekonstruksi metode studi al-Qur'ân seseorang harus memiliki kemampuan bahasa Arab dan ilmu kesastraan sekaligus metodologi yang tepat dan mumpuni untuk dapat melakukan pemahaman dengan benar lebih lebi dalam menjawab persoalan sosial kemasyarakatan. Dalam kontreks tersebut peran pendekatan linguistik menjadi penting untuk dalam menginterprestasikan ayat ayat sosial, kedua hal tersebut sangat penting dalam memahami al-Qur'ân Dalam memahami Al-Qur’an untuk menjawab persoalan sosial tidak terlepas dari pemahaman seseorang terahadap tekstualitas ayat dan kotekstualitas kejadian sosial yang terjadi pada waktu itu. Itulah sebabnya Amîn al-Khûlî menggunakan metode studi al Quran terhadap persoalan sosial dengan model pendekatan linguistik Kata Kunci: Amîn al-Khûlî, Pendekatan Bahasa, Isu-isu Sosial
Unification of Marriage Law and Its Problems Syahrul Syahrul; Evie Syalviana
TASAMUH: Jurnal Studi Islam Vol 12 No 2 (2020): Tasamuh: Jurnal Studi Islam
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/tasamuh.v12i2.255

Abstract

Abstrak Law is a normative rule that govern human behaviors. The development of law as rule is not stagnant in one situation. But, its grew out from the awareness of society that requires the existence of law. Therefore, law always adopts the values that grow in society like; customary law, traditions and religions law. The consequences of laws as social and cultural products, even products of political ideology, making law is always contextual with the reality of society. This article try to understand the unification of marriage law in Indonesia and the problems that arise in the unification process. Unification is process of unify the laws in sociey or unify the national law in society. The article finds that there are many problems arising from the unification of marriage law in Indonesia, especially those related to interfaith marriages. So, it is not surprising that there are so many products of the marriage law probide the interfaith marriage in Indonesia, especially if interfaith marriage involves woman and man Muslims. Keyword: Interfaith Marriage, National Law, Islamic Law Abstrak Hukum adalah aturan-aturan normatif yang mengatur pola perilaku manusia. Hukum tidak tumbuh di ruang yang vakum, melainkan tumbuh dari kesadaran masyarakat yang membutuhkan adanya suatu aturan bersama. Karena itu, hukum selalu mengadopsi nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dimasyarakat; nilai-nilai adat, tradisi dan agama. Konsekuensi hukum sebagai produk sosial dan kultural, bahkan juga produk politik yang bernuansa ideologi, menjadikan hukum selalu bersifat kontekstual. Tulisan ini berusaha untuk mengungkap tentang unifikasi hukum perkawinan di Indonesia dan problematika yang muncul pada proses unifikasi tersebut. Unifikasi merupakan penyatuan hukum yang berlaku secara nasional atau penyatuan pemberlakuan hukum secara nasional. Penulis menemukan adanya banyak persoalan yang muncul dari unifikasi hukum perkawinan di Indonesia, khususnya yang terkait dengan perkawinan beda agama. Maka, tidak heran jika begitu banyak produk undang-undang perkawinan yang menjadi penghalang terjadinya nikah beda agama di Indonesia, khususnya jika melibatkan orang Islam. Kata Kunci: Pernikahan Beda Agama, Hukum Nasional, Hukum Islam
Islamisasi Metode Penulisan Sejarah Yusuf Al Manaanu
TASAMUH: Jurnal Studi Islam Vol 13 No 1 (2021): Tasamuh: Jurnal Studi Islam
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/tasamuh.v13i1.328

Abstract

The hegemony of the method of historical analysis by the West has an objective and free influence which exerts a profound influence on people's views on the world. There is a paradigm which considers the separation between history and religion which creates the impression that history runs based on space and time of humans who did in the past based on physical values ​​without any metaphysical values ​​and written subjectively. The historical developments that are most famously used today are Reconstructionism, Constructionism, and Deconstructionism. The method of compiling history which is the stage or period of time achieved in a historical study using the heuristic, criticism, interpretation, and historiographic methods. From this comes an offer that is responsible for the consciousness of some Muslims to reconstruct the historical method through the big project of Islamization. This idea invites pros and cons among academics. The idea of ​​Islamizing the historical analysis method in reality is the idea of ​​finding a historical method but it contains elements of religion and monotheism. This idea has been very popular since the beginning of the declaration and is still a discussion among Muslims, whether they support or reject it. This idea is also very close to raising intellectual awareness for the historical method. This paper aims to integrate historical methods with Islamic thought. Hegemoneni metode penulisan sejarah oleh Barat memiliki pengaruh yang objektif dan bebas nilai memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap pandangan masyarakat di dunia. Ada paradigma yang menganggap pemisah antara sejarah dan agama yang menimbulkan kesan bahwa sejarah berjalan berdasarkan ruang dan waktu dengna manusia yang melakukan pada masa lampau yang berdasarkan nilai fisik tanpa adanya nilai metafisik.dan ditulis secara subjektif. Perkembangan penulisan sejarah yang paling terkenal digunkan saat ini adalah Rekonstruksionisme, Konstruksionisme, dan Dekonstruksionisme. Metode penyusunan sejarah yang merupakan tahapan atau priodesasi yang ditempuh dalam suatu penelitian sejarah dengan metode heuristic, kritik, interprestasi, dan historiografi. Dari sini munculah tawaran yang memunculkan kesadaran sebagian Muslim untuk melakukan rekonstruksi metode penulisan sejarah melalui proyek besar Islamisasi. Ide ini mengundang pro dan kontra di kalangan akademisi. Ide Islamisasi metode penulisan sejarah pada dasarnya adalah ide untuk menemukan metode penulisan sejarah tapi mengandung unsur religius dan monoteisme. Ide ini sangat populer sejak awal deklarasi dan sampai saat ini masih menjadi pembicaraan di kalangan umat Islam, apakah mereka mendukung atau menolaknya. Ide ini juga sangat mendesak untuk meningkatkan kesadaran intelektual untuk metode penulisan sejarah. Makalah ini bertujuan untuk mengintegrasi metode penulisan sejarah dengan pemikiran Islam.
Sistem Negara dalam Pemikiran Ali Abdur Raziq Abd Rahman bin Mawazi
TASAMUH: Jurnal Studi Islam Vol 13 No 1 (2021): Tasamuh: Jurnal Studi Islam
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/tasamuh.v13i1.350

Abstract

The idea of ​​the state system in the Islamic intellectual realm has always been a long discussion. One of the most popular figures was Ali Abdur Raziq. He is categorized as part of a group that separates religion and state. This article aims to re-explore the archeology of knowladge on the state system in Islam as an effort to review the level of secularization in his thinking whit content analisys and philosophical approach. Ali Abdur Raziq was an influential scholar in Egypt. It became controversial when the book Islam wa Ushul al-Hukm was published. There have been many objections from scholars on the book and some have provided additional information by reconstructing their thoughts. In this study it was found that Abdur Raziq's thoughts on the state system were the result of his efforts to understand the text about the state system which according to him was not contained in the Al-Qur'an or hadith. A country with a caliphate system is a historical product that is currently developing in its time. Therefore, the present does not have to apply the caliphate system. Abdur Raziq argued that there is a need to separate religious and state affairs because religion has sacred values ​​and politics contains more profane matters. From the analysis of the contextualization of his secular thought, Abdur Raziq did not intend to separate religion and nagera with a clear dividing line, but religion remains a moral benchmark for the rulers and the state continues to take care of several things that are considered according to the mission of that religion, such as general welfare, peace. , justice as taught the prophet and apostles. Abstrak Pemikiran tentang sistem negara dalam khazanah intelektual Islam selalu menjadi permbahasan panjang. Satu di antara tokoh yang cukup populer ialah Ali Abdur Raziq. Ia kategorikan sebagai bagian dari kelompok yang memisahkan agama dan negara. Artikel ini bertujuan untuk menggali kembali arkeologi pemikirannya tentang sistem negara dalam Islam sebagai upaya meninjau tingkat sekulerisasi dalam pemikirannya menggunakan metode konten analisi dan pendekatan filosofis. Ali Abdur Raziq merupakan cendekiawan yang cukup berpengaruh di Mesir. Ia menjadi kontroversial ketika buku Islam wa Ushul al-Hukm terbit. Telah banyak sanggahan dari cendekiawan atas buku itu dan ada juga memberikan keterangan tambahan dengan merekonstruksi pemikirannya. Dalam kajian ini ditemukan bahwa pemikiran Abdur Raziq tentang sistem negara merupakan hasil upayanya memahami teks tentang sistem negara yang menurutnya tidak termaktub di dalam Al-Qur’an maupun hadis. Negara dengan sistem khilafah merupakan produk sejarah yang memang sedang berkembang di masanya. Sebab itu, masa kini tidaklah harus menerapkan sistem khilafah. Abdur Raziq berpendapat perlunya pemisahan urusan agama dan negara karena agama memiliki nilai yang sakral dan politik itu lebih banyak memuat hal profan. Dari analisa terhadap kontekstualisasi pemikiran sekulernya itu, Abdur Raziq tidaklah berniat memisahkan agama dan nagera dengan garis pemisah yang jelas, melainkan agama tetap menjadi patokan moral dalam bagi penguasa dan negara tetap mengurusi beberapa hal yang dianggap sesuai misi agama itu juga, seperti kesejahteraan umum, perdamaian, keadilan sebagaimana telah diajarkan nabi dan rasul.
Understanding Radicalists and Fundamentalist Islamic Groups in Indonesia: Ideology and Model of Movement Muhammad Faiq
TASAMUH: Jurnal Studi Islam Vol 13 No 1 (2021): Tasamuh: Jurnal Studi Islam
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/tasamuh.v13i1.351

Abstract

Abstract: Since the Reformation Era, various Islamic organizations or groups have emerged in Indonesia with different ideologies and movement models, such as Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), the Indonesian Mujahidin Council (MMI), the Indonesian Muslim Brotherhood, the Islamic Defenders Front (FPI), and Jemaah Islamiyah. Most Indonesian Muslims do not warmly welcome their presence as the spirit of their struggle is not appropriate with the character and culture of the Indonesian people. They often use violence and even terror in struggling for Islam with the reason of amr ma’ruf nahi munkar (enjoining good and forbidding evil). So it is not surprising that the government recently dissolved the HTI and FPI. By using a qualitative approach, this study aims to uncover their ideology and movement model and the ideologies that influence them. From the data obtained from various related literature such as textbooks, journals, and the web, this study finds that these Islamic groups are ideologically influenced by trans-national Islamic groups with fundamentalism and even radicalism characters. They disagree with the Indonesian government system, which is considered secular and incompatible with Islamic values. They often use violence and terror to enforce Islamic shari'ah and even change the NKRI system with the system of Khilafat Islamiyah (Islamic caliphate). Keywords: Radicalist, fundamentalist, Islamic caliphate, shari'ah. Abstrak: Sejak Era Reformasi, berbagai ormas atau kelompok Islam bermunculan di Indonesia dengan ideologi dan model gerakan yang berbeda, seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Ikhwanul Muslimin Indonesia, Front Pembela Islam (FPI), dan Jemaah Islamiyah. Sebagian besar umat Islam Indonesia tidak menyambut baik kehadiran mereka karena semangat perjuangan mereka tidak sesuai dengan karakter dan budaya masyarakat Indonesia. Mereka sering menggunakan kekerasan bahkan teror dalam memperjuangkan Islam dengan dalih amr ma'ruf nahi munkar. Maka tidak heran jika belakangan ini organisasi tersebut, khususnya HTI dan FPI, dibubarkan oleh pemerintah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap ideologi dan model gerakan mereka serta ideologi yang mempengaruhinya. Dari data yang diperoleh dari berbagai literatur terkait seperti buku teks, jurnal, dan web, penelitian ini menemukan bahwa kelompok-kelompok Islam tersebut secara ideologis dipengaruhi oleh kelompok-kelompok Islam transnasional dengan karakter fundamentalisme bahkan radikalisme. Mereka tidak setuju dengan sistem pemerintahan Indonesia yang dianggap sekuler dan bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Mereka kerap menggunakan kekerasan dan teror untuk menegakkan syari'at Islam bahkan mengubah bentuk NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dengan sistem Khilafah Islamiyah. Kata kunci: Radikalisme, fundamentalisme, khilafah Islamiyah, syari'at Islam.