cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 42 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 3 (2024)" : 42 Documents clear
HUBUNGAN KETERAMPILAN MEMBACA TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS NARASI SISWA KELAS IV DI SDN 26 CAKRANEGARA ZAKIA, ZAKIA; MUSADDAT, SYAIFUL; INDRAWATI, DYAH; MAKKI, MUHAMMAD
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3151

Abstract

This research aims to uncover the correlation between reading skills and narrative writing skills among fourth-grade students at SDN 26 Cakranegara. Data collection was conducted using tests that measure reading and narrative writing skills. The tests involved asking questions or assigning tasks to students. To determine the correlation between reading and narrative writing skills, the data was analyzed using the product moment correlation. Before this, a descriptive analysis of the researched variables is presented. Descriptive analysis was conducted to understand the relationship between reading and narrative writing skills among students at SDN 26 Cakranegara. Data on reading skills were obtained from a closed questionnaire distributed to 75 students. The questionnaire contained 27 statements with a score range of 1 to 4 for each statement, giving a total score range of 27 to 108 for reading skills. Using SPSS 23.0 for Windows, the mean score was 91.6, the maximum score was 107, the minimum score was 75, and the standard deviation was 7.4. The classification of reading skills based on the mean and standard deviation is presented in a table. Data on narrative writing skills were obtained from a writing test, evaluated on several aspects including ideas, content organization, grammar, diction, spelling, and writing conventions. The scores ranged from 0 to 100. The mean score was 50, the maximum score was 100, and the standard deviation was 16.7. The classification of narrative writing skills is presented in a table. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan korelasi antara keterampilan membaca dan keterampilan menulis narasi siswa SDN 26 Cakranegara. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes yang mengukur keterampilan membaca dan menulis narasi. Tes dilakukan dengan memberikan angket dan tugas kepada siswa. Untuk mengetahui korelasi antara keterampilan membaca dan menulis narasi, data dianalisis menggunakan korelasi product moment. Sebelum itu, analisis deskriptif dari variabel penelitian disajikan. Analisis deskriptif dilakukan untuk mengetahui hubungan antara keterampilan membaca dan keterampilan menulis narasi siswa SDN 26 Cakranegara. Data keterampilan membaca diperoleh dari angket tertutup yang dibagikan kepada 75 siswa. Angket terdiri dari 27 pernyataan dengan rentang skor 1 sampai 4, sehingga total skor berkisar antara 27 sampai 108. Menggunakan SPSS 23.0 for Windows, nilai mean adalah 91,6, skor maksimal 107, skor minimal 75, dan standar deviasi 7,4. Klasifikasi keterampilan membaca berdasarkan mean dan standar deviasi disajikan dalam tabel.
STRATEGI MEMBANGUN PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PONDOK PESANTREN NURUL HAKIM LOMBOK BARAT HIDAYATI, SRI; FADLI, H. ADI; RIBAHAN, RIBAHAN
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3152

Abstract

This research aims to: Find out strategies for building the professionalism of PAI teachers at MQNH Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri West Lombok, find out the supporting and inhibiting factors in building the professionalism of PAI teachers at MQNH Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri West Lombok. This research uses a descriptive type of qualitative research. Data mining was carried out using observation, interviews and documentation techniques. The research results show that the madrasa head's efforts to build the professionalism of PAI teachers at the Nurul Hakim Islamic Boarding School MQNH are holding regular meetings, carrying out supervision, holding training, evaluation meetings, equipping facilities and infrastructure, and providing motivation. The supporting factors in building PAI teacher professionalism are: A conducive environment, cooperation, and facilities and infrastructure. Meanwhile, the inhibiting factors are the lack of teacher enthusiasm to take part in existing training, inappropriate teaching scheduling, low teacher awareness regarding their responsibilities as professional teachers, teaching only using conventional methods, namely the lecture method. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui strategi membangun profesionalisme guru PAI di MQNH Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri Lombok Barat, mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam membangun profesionalisme guru PAI di MQNH Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri Lombok Barat. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Penggalian data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa, upaya kepala madrasah dalam membangun profesionalisme guru PAI di MQNH Pondok Pesantren Nurul Hakim adalah Mengadakan rapat rutin, melakukan supervisi, mengadakan pelatihan-pelatihan, Rapat evaluasi, melengkapi sarana dan prasarana, dan pemberian motivasi. Adapun faktor-faktor pendukung dalam membangun profesionalisme guru PAI yaitu: Lingkungan yang kondusif, Kerjasama, dan sarana dan prasarana. Sedangkan faktor-faktor penghambatnya ialah kurangnya semangat guru untuk mengikuti pelatihan-pelatihan yang ada, penjadwalan mengajar yang kurang tepat, rendahnya kesadaran guru mengenai tanggung jawab sebagai guru yang professional, mengajar hanya menggunakan metode konvensional yaitu metode ceramah.
STUDI KASUS TENTANG KESALAHAN KITABAH ‘ARABIYAH IBTIDA’IYAH SISWA DI SEKOLAH UMUM PUTRI, NABILA SALMA; ABDURRAHMAN, MAMAN; NURMALA, MIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3157

Abstract

Arabic language learning is rapidly growing in Indonesia, both in Islamic institutions and public schools. This study aims to analyze elementary-level (ibtida’iyah) Arabic writing errors among students in public schools. Most students begin learning Arabic at the high school level, leading to challenges in learning, one of which is writing mistakes. The research method used is qualitative with a case study research design. Data collection techniques include documentation analysis of student exam sheets and interviews with Arabic language teachers. The error analysis involves identifying writing mistakes and classifying them by type. This research was conducted at SMAN 11 Bandung. The results indicate that ibtid?’?yah-level errors in students' Arabic writing include errors in letter connection and separation, letter substitution, letter omission, and addition, as well as letter form errors and readability issues. Strategies employed by teachers to reduce student writing errors include integrating reading and writing sessions, providing examples of letter connection and separation using Arabic keyboard media, and utilizing a smartboard as an engaging writing tool. ABSTRAKPembelajaran bahasa Arab berkembang pesat di Indonesia, baik di institusi pendidikan Islam maupun umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan menulis Arab tingkat dasar (ibtida’iyah) pada siswa di sekolah umum. Mayoritas siswa baru mempelajari bahasa Arab pada tingkat SMA, sehingga terdapat permasalahan dalam belajar, salah satunya adalah kesalahan menulis. Metode penelitian yang digunakan yakni kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data berupa analisis dokumentasi dari lembar ulangan siswa dan wawancara dengan guru bahasa Arab. Analisis kesalahan dilakukan dengan cara mengidentifikasi kesalahan penulisan, kemudian mengklasifikasikan kesalahan sesuai jenisnya. Adapun penelitian ini dilakukan di SMAN 11 Bandung. Hasil penelitian menunjukkan kesalahan tingkat ibtid?’?yah pada tulisan Arab siswa meliputi kesalahan penyambungan dan pemisahan huruf, kesalahan penukaran huruf, kesalahan pengurangan dan penambahan huruf, serta kesalahan bentuk huruf dan ketidakterbacaan tulisan. Adapun strategi guru untuk mengurangi kesalahan menulis siswa diantaranya adalah mengintegrasikan sesi membaca dan menulis, memberikan contoh penyambungan dan pemisahan huruf melalui media keyboard Arab, serta menggunakan smartboard sebagai media tulis yang menarik.
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA DAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP DI KECAMATAN SAHU, KABUPATEN HALMAHERA BARAT DEO, ANDRI; KEMPA, RUDOLF; SAHALESSY, ARNOLD
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3159

Abstract

Parenting Patterns and the Educational Environment are factors to be considered in order to increase students' learning motivation. This research was conducted with the aim of seeing the extent of the influence of parental parenting and the educational environment on students' learning motivation. The type of research carried out in this research is quantitative research with the number of samples selected using the saturated sampling technique being 93 people. The technique used to obtain data is through a closed questionnaire.Descriptive statistics show that (1) Parenting Patterns in Middle Schools in Sahu District, are in the high category at 100%; (2) The educational environment in junior high schools in Sahu District, is in the very high category at 79.22%, in the high category at 20.78%; (3) Students' learning motivation in junior high schools in Sahu District, Province is in the very high category at 70.13%, in the high category at 29.87%.Regression test statistics show that (1) There is an influence of parenting patterns on junior high school students' learning motivation in Sahu District. This influence can be explained through the regression model formed, namely ý = 93.718 + 0.158x1. The magnitude of the influence of parenting style on student learning motivation, namely 11% and 89%, is another factor outside this regression model; (2) There is an influence of the educational environment on the learning motivation of junior high school students in Sahu District. This influence can be explained through the regression model formed, namely ý=121.567 + (-0.114x2). The magnitude of the influence of the educational environment on student learning motivation is 0.071 or 7.1% and the remaining 92.9% is other factors outside this regression model; and (3) there is a positive and significant influence of parenting styles and the educational environment on junior high school students' learning motivation in Sahu District. This influence can be explained through the regression model formed, namely ý=106.676 + 0.215x1 + 0.171x2. The influence of parenting patterns and the educational environment on student learning motivation is 25.70% and the remaining 74.30% is other factors outside this regression model. ABSTRAKPola Asuh Orang Tua dan Lingkungan Pendidikan menjadi faktor yang hendak diperhatikan dalam rangka peningkatan motivasi belajar pada siswa. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk melihat sejauh mana pengaruh pola asuh orang tua dan lingkungan pendidikan terhadap motivasi belajar siswa. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jumlah sampel yang terpilih dengan teknik sampel penuh adalah 93 orang. Teknik yang digunakan untuk memperoleh data melalui angket yang bersifat tertutup. Statistik deskriptif menunjukan bahwa (1) Pola Asuh Orang Tua  pada SMP di Kecamatan Sahu pada kategori tinggi sebesar 100%; (2) Lingkungan Pendidikan pada SMP di Kecamatan Sahu pada kategori sangat tinggi sebesar 79,22%, kategori tinggi sebesar 20,78%; (3) Motivasi Belajar Siswa pada SMP di Kecamatan Sahu, pada kategori sangat tinggi sebesar 70,13%, kategori tinggi sebesar 29,87%.Statistik uji regresi menunjukan bahwa (1) Terdapat pengaruh dari Pola Asuh Orang Tua terhadap Motivasi Belajar Siswa SMP di Kecamatan Sahu. Pengaruh ini dapat dijelaskan melalui Model regresi yang terbentuk yaitu ý = 93,718 + 0,158x1. Besar pengaruh pola asuh orang tua terhadap motivasi belajar siswa yaitu 11% dan 89% adalah faktor lain diluar model regresi ini; (2) Terdapat pengaruh dari Lingkungan Pendidikan terhadap Motivasi Belajar Siswa SMP di Kecamatan Sahu. Pengaruh ini dapat dijelaskan melalui Model regresi yang terbentuk yaitu ý=121,567 + (-0,114x2). Besar pengaruh Lingkungan Pendidikan terhadap Motivasi Belajar Siswa yaitu sebesar 0,071 atau 7.1 % dan sisanya 92,9 % adalah factor lain-lain diluar model regresi ini; dan (3) terdapat pengaruh positif dan signifikan dari Pola Asuh Orang Tua dan Lingkungan Pendidikan terhadap Motivasi Belajar Siswa SMP di Kecamatan Sahu. Pengaruh ini dapat dijelaskan melalui Model regresi yang terbentuk yaitu ý=106,676 + 0,215x1 + 0,171x2. Besar pengaruh Pola Asuh Orang Tua dan Lingkungan Pendidikan terhadap Motivasi Belajar Siswa yaitu sebesar 25,70% dan sisanya 74,30% adalah faktor lain-lain di luar model regresi ini.
PARTISIPASI ALUMNI DALAM MENINGKATKAN MUTU PERGURUAN TINGGI: STUDI KEPUASAN TERKAIT DOSEN, KURIKULUM DAN INFRASTRUKTUR RERESI, MARSIANUS; LONDAR, WILHELMINA; KAANUBUN, EMILIANA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3160

Abstract

The aim of this research is to explore strategies for enhancing the quality of a private higher education, with a specific focus on alumni satisfaction. Factors under examination include lecturer professional, curriculum relevance, and facility quality. Assessing alumni satisfaction is deemed crucial for improving educational services and identifying key factors influencing their contentment. The research methodology employed is qualitative, using Focus Group Discussions (FGD) involving 16 selected participants based on specific criteria. FGD allows for in-depth exchange of ideas and experiences, although it faces challenges in terms of reliability and potential bias. Skillful moderation, participant diversity, open-ended questions, consistent analysis, and accurate recording are utilized to address these weaknesses. The results highlight the pivotal role of alumni in enhancing the quality of higher education institutions by providing valuable feedback. Alumni satisfaction reflects the institution's quality, influenced by lecturer professionalism, facility quality, and infrastructure. Thus, improving higher education quality is directly associated with enhancing lecturer professional, offering quality curriculum, and innovating educational facilities and infrastructure. ABSTRAKTujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi strategi dalam meningkatkan kualitas perguruan tinggi swasta dengan fokus pada kepuasan alumni. Faktor penentu yang dipelajari termasuk profesionalisme dosen, relevansi kurikulum, dan kualitas fasilitas. Penilaian kepuasan alumni dianggap penting dalam meningkatkan layanan pendidikan dan menentukan faktor-faktor utama yang memengaruhi kepuasan mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan 16 peserta yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. FGD memungkinkan pertukaran ide dan pengalaman yang mendalam. Keunggulan FGD adalah menghasilkan data kaya dan mengungkap dinamika sosial, meskipun ada tantangan reliabilitas dan potensi bias. Moderator yang terampil, keragaman peserta, pertanyaan terbuka, analisis yang konsisten, dan catatan yang akurat digunakan untuk mengatasi kelemahan. Adapun hasil yang diperoleh menjelaskan bahwa alumni berperan penting dalam meningkatkan kualitas institusi pendidikan tinggi sebagai sumber umpan balik berharga. Kepuasan alumni mencerminkan kualitas institusi, yang dipengaruhi oleh profesionalisme dosen, kualitas fasilitas serta infrastruktur. Dengan demikian meningkatkannya kualitas Perguruan Tinggi berjalan linear dengan peningkatan profesionalisme dosen, kurikulum yang bermutu dan inovasi dalam fasilitas serta infrastruktur pendidikan.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KONSEP DIRI POSITIF (SELF CONCEPT) PADA PESERTA DIDIK SUSILAWATI, BETI; RAHMATIKA, ZAHRA; SUSANTI, AGUS; IRAWAN, RUDY; AMELIA, HANI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3164

Abstract

This research is a qualitative research conducted in the form of a case study. The research location is at SMA Gajah Mada Bandar Lampung. The data sources are homeroom teachers, parents of students, and Islamic religious education (PAI) subject teachers. Data collection techniques are observation and interviews. Data were obtained from various sources using different data collection techniques (triangulation). The results of this study indicate that: (1) The self-concept of students at SMA Gajah Mada Bandar Lampung is divided into two, namely students who have negative self-concepts and students who have positive self-concepts. (2) Factors that shape the self-concept of students at SMA Gajah Mada Bandar Lampung, namely parental education, social environment, entertainment, and electronic sophistication. (3) The role of Islamic Religious Education teachers in forming students' self-concept in SMA Gajah Mada Bandar Lampung students is through Islamic Religious Education learning in class, namely by reading the Quran before learning begins, memorizing short surahs, creating a fun class, increasing motivation, creating a humorous atmosphere, calling students who are embarrassed to appear, reflecting on the lessons that have been taught. As for outside the classroom, namely by carrying out religious activities, digging up information about students, observing students, providing exclusive guidance, implementing congregational prayers, and utilizing time to read the Quran. ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan dalam penelitian dalam bentuk studi kasus. Lokasi penelitian terletak pada SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Sumber datanya adalah guru wali kelas, orang tua peserta didik, dan guru mata pelajaran pendidikan agama islam (PAI). Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara. Data diperoleh dari berbagai sumber dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda (triangulasi). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Self concept peserta didik pada SMA Gajah Mada Bandar Lampung, terbagi dua yaitu peserta didik yang memiliki konsep diri negatif dan peserta didik yang memiliki konsep diri positif. (2) Faktor yang membentuk self concept peserta didik pada SMA Gajah Mada Bandar Lampung, yaitu pendidikan orang tua, lingkungan sosial, tontonan, serta kecanggigihan elektronik. (3) Peran yang dilakukan oleh guru PAI dalam membentuk self concept peserta didik pada peseta didik SMA Gajah Mada Bandar Lampung adalah melalui pembelajaran PAI dikelas yaitu dengan melakukan kegiatan membaca Al Quran sebelum pembelajaran dimulai, menghafal surah pendek, menciptakan kelas yang menyenangkan, meningkatkan motivasi, menciptakan suasana humor, memanggil peseta didik yang malu untuk tampil, merefleksi kembali pelajaran yang telah diajarkan. Adapun di luar kelas yaitu dengan melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan, menggali informasi mengenai peserta didik, melakukan pengamatan terhadap peserta didik, melakukan bimbingan secara eksklusif, pelaksanaan shalat berjamaah, serta pemanfaatan waktu untuk membaca Al Quran.
UTILIZATION OF DIGITAL TECHNOLOGY IN LEARNING ACTIVITIES FOR CIKAL CENDEKIA ISLAMIC FULLDAY SCHOOL HARATUA, CHANDRA SAGUL; DIEF, HAURA PUTRI LISTY; AISAH, NUR; GUSWITA, POPPY; CHRISTINA, SERAFIM; YUNEVA, YUNEVA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3165

Abstract

Technology has become a tool which could help people with activities of many kinds, including education. Our big dream for the future is that digital technology could be implemented and spread equally for education in Indonesia. A system was created to automatically get the score when the students submit their tasks or to learn more information or students just access the system and find e-books. The research discussion aims to provide an overview and results obtained from this research. Interviews and observations are the instruments and data collection methods used in this research. The subject selection technique in this research uses purposive sampling. This technique is chosen so that the subjects are selected in accordance with the research objectives. The subject criteria in this research are 1) Academic teachers 2) All 8th grade students 3) Teachers aged between 20 until 45 years old. The results of this research is that all academic teachers in SMP Cikal Cendekia Fullday Islamic School used digital technology in learning activities. In the implementation, the benefits of digital technology can be felt by both students and teachers. But, teachers must give more attention when the students use digital technology.
METODE PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF PEMIKIRAN HASAN LANGGULUNG IRAWAN, RUDY; RUSWANTO, RUSWANTO
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3166

Abstract

Hasan Langgulung as one of the leading Islamic education figures. Hasan Langulung's concept of thought, emphasizes that education is a process to transfer the cultural values ??of society inherited from the older generation to the younger generation so that its cultural identity is maintained as a continuation of the life of society and education as well as education as a process of developing the potential of each individual. This research is a library research. The primary data source here is data or information obtained from the written works of Islamic education figures, namely Hasan Langgalung which are discussed in writing this thesis, namely the Islamic education method according to Hasan Langgalung and Islamic Education according to Hasan Langgalung. The data collection techniques used in this study are literature and documentation. The results of the study concluded that the Islamic education method proposed by Hassan Langgulung is a more practical method, namely the method used must be related to the objectives of Islamic Education, the education method does not force something that is contrary to human nature, the method should talk about motivation and discipline or in terms of the Qur'an, rewards and punishments. The advantages of Hasan Langgulung's Islamic education method are an increase in spiritual, moral, intellectual, and social processes. Hasan Langgulung's Islamic education methods guide humans and give them ideal values, principles, and role models in life aimed at preparing for worldly and afterlife life. ABSTRAKHasan Langgulung sebagai salah satu tokoh pendidikan Islam yang terkemuka. Konsep pemikiran Hasan Langulung, menegaskan bahwa pendidikan adalah proses untuk memindahkan nilai-nilai budaya masyarakat yang diwariskan dari generasi tua ke generasi muda agar identitas budayanya tetap terjaga sebagi kelanjutan hidup masyarkat dan pendidikan juga pendidikan sebgai proses pengembangan potensi-potensi setiap individu. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer disini adalah data atau informasi yang diperoleh dari karya tulis dari tokoh pendidikan islam yaitu Hasan Langgalung yang dibahas dalam penulisan skripsi ini, adalah sebagai Metode pendidikan Islam menurut Hasan Langgalung dan Pendidikan Islam menurut Hasan Langgalung. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepustakaan dan dokumentasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Metode pendidikan Islam yang dikemukakan oleh Hassan Langgulung yaitu metode lebih bersifat praktikal yaitu metode yang dilakukan harus berkaitan dengan tujuan Pendidikan Islam, metode pendidikan tidak memaksakan sesuatu hal yang bertentangan dengan fitrah manusianya, metode hendaknya membicarakan tentang pengerakan (motivtion) dan disiplin atau dalam istilah Al-Qur’an ganajaran dan hukuman. Keunggulan metode pendidikan Islam Hasan Langgulung ialah suatu meningkatkan proses spritual, akhlak, intelektual, dan sosial. Metode metode pendidikan Islam Hasan Langgulung membimbing manusia dan memberinya nilai-nilai, prinsip, dan keteladanan yang ideal dalam kehidupan bertujuan mempersiapkan kehidupan dunia dan akhirat.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PAI BERBASIS AFEKSI DALAM PEMBINAAN AKHLAK PESERTA DIDIK HIJRIYAH, UMI; SUSANTI, AGUS
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3167

Abstract

The behavior of students who are not based on good morals and good morals, but rather they carry out actions as they please by following their desires, produce deviations in student behavior which are caused by cultural influences in the school environment or its surroundings without paying attention to whether it is correct according to religion or Shari'a. as well as the norms that apply in society.In this research a qualitative descriptive approach is used. This research is a type of field research. The location of this research is at State Vocational High School Bandar Lampung City, Lampung Province. Data collection techniques use interviews, observation and documentation. Test the validity of the data using triangulation of sources and techniques. The research findings are that there is an implementation of affection-based PAI learning in developing the morals of class at the evaluation stage in the form of assessments, attitudes, knowledge and skills. and also found supporting and inhibiting factors originating from internal or external. The implementation of affection-based PAI learning in developing the morals of students at SMKN Bandar Lampung City has been implemented well. The implementation of affection-based learning, it is able to shape students' morals starting from attitudes, morals that are developed to be better, as well as being able to respect opinions and then be honest, have high empathy and be responsible. ABSTRAKPerilaku peserta didik yang tidak didasari oleh akhlak yang baik serta moral yang baik, melainkan mereka melakukan tindakan sesuka mereka dengan mengikuti hawa nafsu menerbitkan penyimpangan prilaku peserta didik ini disebapkan oleh pengaruh budaya yang ada dilingkungan sekolah ataupun sekitarnya tanpa memperhatikan apakah itu benar menurut agama ataupun syariat serta norma yang berlaku di masyarakat. Pada penelitian ini digunakan pendekatan deskrptif kualitatif. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan (field research). Lokasi penelitian ini berada di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Temuan penelitian bahwasannya terdapat implementasi pembelajaran PAI berbasis afeksi dalam pembinaan akhlak peserta didik di SMKN Kota Bandar Lampung mulai dari perencanaan berupa pembuatan perangkat pembelajaran yang sekarang disebut modul ajar, Kemudian pelaksanaan pembelajaran dengan berbasis afeksi serta sampai pada tahap evaluasi yang berupa penilaian, sikap, pengetahuan juga keterampilan. serta ditemukan pula faktor pendukung dan penghambat yang berasal dari internal ataupun exsternal. Implementasi pembelajaran PAI berbasis afeksi dalam pembinaan akhlak peserta didik di SMKN Kota Bandar Lampung sudah diterapkan dengan baik. Implementasi pembelajaran berbasis afeksi ini mampu membentuk akhlak peserta didik mulai dari sikap, moral yang terbina menjadi lebih baik seperti halnya mampu menghargai pendapat kemudian jujur, empati yang tinggi dan bertanggung jawab.
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN PAI DI SMP SUSANTI, AGUS; RAHMATIKA, ZAHRA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3168

Abstract

Education is a very important basis in the learning process of students in increasing intelligence, skills, and improving character to advance the nation. Islamic religious education is education in the form of teaching or guidance to students so that they can understand, appreciate and practice it in everyday life and make it a way of life. The aim of this research is to define the problems of learning Islamic Religious Education at SMP. This research uses descriptive qualitative methods. Data collection techniques used in research include observation, interviews and documentation. Meanwhile, data analysis in this research uses qualitative analysis, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research provide information that the problems of learning Islamic Religious Education are that students lack focus in learning, they are not fluent in reading the Koran, they lack awareness in carrying out fardhu prayers and fasting during Ramadhan, teachers do not use learning media, and the environment of parents and a society that lacks support, lacks attention and control from parents, does not have a good religious background, and is in a homogenous society that is less religious. ABSTRAKPendidikan menjadi dasar yang begitu esensial dalam kegiatan belajar peserta didik dalam meningkatkan kecerdasan, keterampilan, serta meningkatkan budi pekerti untuk memajukan bangsa. Pendidikan Agama Islam merupakan pendidikan berupa pengajaran atau bimbingan supaya mengerti, menghayati, dan mengamalkannya dalam kesehariannya serta menjadikannya sebagai pandangan hidup. Tujuan dari penelitian ini mendefinisikan problematika pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancacra, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data penelitian ini dengan analisis kualitataif yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini mendapatkan informasi menegenai problematika pembelajaran Pendidikan Agama Islam yaitu peserta didik kurang fokus ketika mengikuti pembelajaran, kurang lancar membaca Al-Qur’an, kurang kesadaran dalam melaksankan sholat fardu dan puasa ramadhan, guru tidak menggunakan media pembelajaran, dan lingkungan orang tua dan masyarakat yang kurang mendukung, kurang perhatian dan kontrol orang tua, tidak memiliki latar belakang agama yang baik, dan berada dilingkungan masyarakat homogen yang kurang agamis.