cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 4 (2025)" : 39 Documents clear
METODE PENANAMAN NILAI NILAI MULTIKULTURAL DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Mudrikah, Mudrikah; Pujianto, Pujianto; Khasanah, Uswatun
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7509

Abstract

This study aims to describe the methods used to instill multicultural values in lower-grade students through Islamic Religious Education subjects at Madrasah Ibtidaiyah Ma’had Islam Getasan, Semarang Regency. A descriptive qualitative approach was employed, involving purposively selected teachers of grades 1, 2, and 3. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using Miles and Huberman's interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that various methods are used, including storytelling, playing, singing, educational trips, habituation, discussion, and exemplary behavior, with storytelling and habituation being the most dominant. These methods effectively foster students’ attitudes of tolerance, brotherhood, and love for the nation. However, several challenges were encountered, such as limited media resources, teachers' lack of storytelling skills, and inconsistencies between school education and students’ home environments. The study recommends teacher training and strengthened collaboration between schools and parents to enhance the internalization of multicultural values. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode penanaman nilai-nilai multikultural pada siswa kelas rendah dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah Ibtidaiyah Ma’had Islam Getasan, Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru kelas 1, 2, dan 3 yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang digunakan dalam penanaman nilai-nilai multikultural meliputi bercerita, bermain, bernyanyi, karya wisata, pembiasaan perilaku, diskusi, dan pemberian teladan, dengan metode bercerita dan pembiasaan menjadi yang paling dominan. Metode-metode ini terbukti efektif dalam membentuk sikap toleransi, persaudaraan, dan cinta tanah air siswa. Namun demikian, terdapat hambatan dalam penerapannya, seperti keterbatasan media, teknik bercerita guru, serta kurangnya konsistensi antara pendidikan di sekolah dan lingkungan rumah. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan bagi guru dan penguatan sinergi antara sekolah dan orang tua untuk memaksimalkan internalisasi nilai multikultural.
PENGARUH DISIPLIN BELAJAR MOTIVASI BELAJAR DAN FASILITAS BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI SISWA DI SMPN 1 SIDOREJO MAGETAN Jannah, Miftakhul; Masnawati, Eli; Mufaizah, Mufaizah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7511

Abstract

The background of this research is based on the phenomenon of low student achievement, which is more pronounced in non-academic areas than in academic areas. This study employed a quantitative approach with a survey method. Data collection was conducted through observation, questionnaire distribution, and documentation. The population in this study was all students of SMPN 1 Sidorejo Magetan, using a total sampling technique, with a sample size of 340 students, excluding inclusive students. Data analysis used multiple linear regression with IBM SPSS Version 26 statistics to test the simultaneous and partial effects of the three independent variables on student achievement. This study used an eight-point Likert scale as the instrument for distributing the questionnaire via Google Form. The results showed that learning discipline, learning motivation, and learning facilities had a positive and significant influence on student achievement at SMPN 1 Sidorejo Magetan. This finding indicates that student achievement is not solely determined by enthusiasm and support from the learning environment, but also by a disciplined attitude in undergoing the learning process and utilizing school infrastructure effectively. Therefore, schools are expected to instill a culture of consistent learning discipline as part of a strategy to improve student achievement. ABSTRAKLatar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena rendahnya prestasi belajar siswa yang lebih menonjol dalam bidang non-akademik dibandingkan akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, penyebaran kuesioner, dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMPN 1 Sidorejo Magetan, dengan teknik total sampling, sedangkan sampel yang diambil berjumlah 340 siswa kecuali siswa inklusi. Analisis data menggunakan regresi linier berganda melalui statistik, IBM SPSS Versi 26 untuk menguji pengaruh simultan maupun parsial dari ketiga variabel bebas terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan skala likert delapan poin sebagai instrumen penyebaran kuesioner melalui google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin belajar, motivasi belajar, dan fasilitas belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa di SMPN 1 Sidorejo Magetan. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan prestasi siswa tidak hanya ditentukan oleh semangat dan dukungan lingkungan belajar, tetapi dipengaruhi oleh sikap disiplin dalam menjalani proses pembelajarandan memanfaatkan sarana prasarana sekolah dengan baik, oleh karena itu sekolah diharapkan mampu menanamkan budaya disiplin belajar yang konsisten sebagai bagian dari strategi peningkatan prestasi belajar siswa.  
PENGEMBANGAN PROGRAM PENDIDIKAN AKHLAK NABAWI DALAM MEMBENTUK KARAKTER ISLAMI PADA TINGKAT SMP/MTS Mizan, Abdullah; Sa’diyah, Maemunah; Bahruddin, Bahruddin; Supriatna, Nisrina Khairunnisa; Nurjanah, Nunuy
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7512

Abstract

The paradigm shift in education in Indonesia demands innovations in learning that are relevant to the needs of the 21st century. One of the main challenges is the low quality of moral education, which serves as the foundation for shaping students’ character at the junior high school (SMP/MTs) level. This issue arises due to the limited availability of structured learning models aligned with the values of Nabawi morals. This study aims to develop and implement a systematically designed Nabawi moral education program to foster students’ positive behavior, strengthen the role of teachers, and involve parents as educational partners. The research method used is research and development (R&D) with the ADDIE model, consisting of needs analysis, design, expert validation, limited trials, implementation with target groups, and evaluation and FGD (Focus Group Discussion), through both qualitative and quantitative data analysis. The results show that the development of this Nabawi moral education program effectively enhances students’ understanding of moral values, strengthens teachers’ instructional skills, and fosters collaboration between schools and parents. The program has been validated by four experts religious expert, material/language expert, design expert, and media expert resulting in a score of 15 (95%), indicating that the program is highly feasible to be applied at the SMP/MTs level. Therefore, this program is considered feasible to be implemented as a contextual and applicable Islamic value-based character education model. ABSTRAKPerubahan paradigma pendidikan di Indonesia menuntut adanya inovasi dalam pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Salah satu tantangan utama adalah rendahnya kualitas pendidikan akhlak yang berfungsi sebagai pondasi pembentukan karakter siswa di tingkat SMP/MTs. Masalah ini muncul karena masih terbatasnya model pembelajaran yang terstruktur dan sesuai dengan nilai-nilai akhlak Nabawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan program pendidikan akhlak Nabawi yang dirancang secara sistematis agar mampu membentuk perilaku positif siswa, memperkuat peran guru, serta melibatkan orang tua sebagai mitra pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) model ADDIE dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan, validasi ahli, uji coba terbatas, serta implementasi pada kelompok sasaran dan evaluasi, dan FGD (Focus Group Discussion), analisis data penelitian ini kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan program pendidikan akhlak Nabawi ini efektif meningkatkan pemahaman siswa mengenai nilai moral, memperkuat keterampilan guru dalam mendidik, serta menumbuhkan kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Program ini telah divalidasi oleh empat ahli yaitu ahli bidang agama, ahli bidang materi/bahasa, ahli bidang desain, ahli bidang media diperoleh skor 15 (95%) yang menunjukkan bahwa program ini termasuk ke dalam kategori sangat layak untuk diterapkan di tingkat MTs dan SMP. Dengan demikian, program ini layak untuk diterapkan sebagai model pendidikan karakter berbasis nilai Islam yang kontekstual dan aplikatif.
STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI DALAM PROGRAM MADRASAH DIGITAL (STUDI KASUS DI MTS 1 MAKASSAR) Juhri, Juhri; Mustamin, Mustamin; Zainal, Abdul Qahar; Al-Gifari, Muh.; Hidayah, M. Furqan
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7514

Abstract

This study is motivated by the need for Islamic educational institutions to adapt to digital transformation while maintaining their religious identity. MTsN 1 Makassar, as a pilot digital madrasah, represents both a challenge and an opportunity for teachers and students to integrate technology with Islamic values in the learning process. The research focuses on describing technology-based learning strategies implemented in the Digital Madrasah program and analyzing how Islamic values are embedded in these practices. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and document analysis, including digital lesson plans, Learning Management System (LMS) activities, and institutional reports. Data were analyzed through reduction, display, and conclusion drawing, supported by source and methodological triangulation. The findings reveal that teachers at MTsN 1 Makassar successfully implemented interactive technology-based learning through the use of Google Classroom, Quizizz, instructional videos, and other digital media. These strategies significantly enhanced students’ motivation, participation, and collaboration while simultaneously fostering Islamic digital ethics, honesty, and responsibility. Teachers demonstrated integrative competencies aligned with the TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) framework and reached the Modification–Redefinition levels of the SAMR model, where technology not only supports but transforms the learning experience. The main challenges, such as limited internet access and unequal device availability, were mitigated through offline materials and institutional support. The study concludes that the Digital Madrasah model effectively promotes adaptive, innovative, and value-oriented learning, positioning Islamic education as both spiritually grounded and technologically responsive in the digital era. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan madrasah untuk beradaptasi dengan transformasi digital tanpa menghilangkan identitas keislamannya. MTsN 1 Makassar sebagai madrasah percontohan digital menghadirkan tantangan dan peluang baru bagi guru dan siswa dalam mengintegrasikan teknologi dengan nilai-nilai islam. Fokus penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran berbasis teknologi dalam program Madrasah Digital serta bagaimana nilai-nilai Islami diimplementasikan dalam proses pembelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen seperti RPP digital, aktivitas Learning Management System (LMS), serta laporan program madrasah. Analisis data dilakukan melalui reduksi, display, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di MTsN 1 Makassar telah berhasil menerapkan pembelajaran berbasis teknologi secara interaktif melalui penggunaan Google Classroom, Quizizz, video pembelajaran, dan media digital lainnya. Strategi ini meningkatkan motivasi, partisipasi, dan kolaborasi siswa dalam belajar, serta menginternalisasikan nilai-nilai Islami seperti etika digital, kejujuran, dan tanggung jawab. Penerapan teknologi oleh guru menunjukkan kemampuan integratif berdasarkan model TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) dan mencapai level Modification–Redefinition pada model SAMR. Tantangan utama berupa keterbatasan jaringan internet dan perangkat belajar diatasi dengan penyediaan materi offline dan dukungan kebijakan madrasah. Simpulan penelitian menegaskan bahwa madrasah digital mampu mewujudkan pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan berkarakter Islami, sekaligus menjadi model transformasi pendidikan islam di era digital
KONTRIBUSI PROGRAM PERTUKARAN MAHASISWA MERDEKA TERHADAP PENINGKATAN SELF-AWARENESS MAHASISWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA Fitriani, Alfina; Chotimah, Umi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7515

Abstract

The development of globalization and digital transformation requires higher education institutions in Indonesia not only to produce academically excellent graduates but also to foster self-awareness, social skills, and sensitivity to cultural diversity. One of the strategic policies implemented is the Indonesian Student Exchange Program (Pertukaran Mahasiswa Merdeka or PMM), which aims to broaden students’ academic and social experiences through cross-campus lectures, the Modul Nusantara, and intercultural interactions. This study focuses on analyzing the influence of PMM on improving the self-awareness of FKIP Universitas Sriwijaya students, considering that future educators are expected to possess both academic competence and emotional maturity. The research employed a mixed-method approach with a concurrent embedded strategy. Quantitative data were collected through a Likert-scale questionnaire distributed to 91 respondents, while qualitative data were obtained through in-depth interviews with three informants and documentation analysis. The research instrument was tested for validity and reliability, with Cronbach’s Alpha reaching 0.938, indicating very high reliability. Simple regression analysis yielded a significance value of 0.000 < 0.05, meaning that PMM significantly affects the improvement of students’ self-awareness. Qualitative findings revealed personal transformation, strengthened national identity, and increased self-confidence among students. In conclusion, PMM is proven effective in enhancing students’ self-awareness through the combination of academic engagement, Modul Nusantara, and intercultural experiences, making this program a valuable instrument for shaping the character of Indonesia’s young generation. ABSTRAKPerkembangan globalisasi dan transformasi digital menuntut perguruan tinggi di Indonesia untuk tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran diri (self-awareness), keterampilan sosial, serta kepekaan terhadap keberagaman budaya. Salah satu kebijakan strategis yang dijalankan adalah Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) yang bertujuan memperluas pengalaman akademik dan sosial mahasiswa melalui kegiatan perkuliahan lintas kampus, Modul Nusantara, serta interaksi lintas budaya. Penelitian ini berfokus pada analisis pengaruh PMM terhadap peningkatan self-awareness mahasiswa FKIP Universitas Sriwijaya, mengingat calon pendidik dituntut memiliki kompetensi akademik sekaligus kedewasaan emosional. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (mix methods) dengan strategi concurrent embedded. Data kuantitatif diperoleh dari kuesioner Likert yang disebarkan kepada 91 responden, sedangkan data kualitatif digali melalui wawancara mendalam dengan tiga informan dan studi dokumentasi. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya, dengan hasil Cronbach’s Alpha sebesar 0,938 yang menunjukkan reliabilitas sangat tinggi. Analisis regresi sederhana menghasilkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti PMM berpengaruh signifikan terhadap peningkatan self-awareness mahasiswa. Secara kualitatif, mahasiswa melaporkan adanya transformasi pribadi, penguatan identitas kebangsaan, serta peningkatan kepercayaan diri. Kesimpulannya, PMM terbukti efektif dalam mengembangkan kesadaran diri mahasiswa melalui kombinasi keterlibatan akademik, Modul Nusantara, dan interaksi lintas budaya, sehingga program ini layak diperkuat sebagai instrumen pembentukan karakter generasi muda Indonesia.
PERAN GURU PAI DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK DI ERA DIGITAL Asrofi, Asrofi; Islah, Ahmad Nur; Khasanah, Uswatun
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7516

Abstract

This research is motivated by the crucial role of Islamic Religious Education (PAI) in shaping students' character amidst the challenges of the digital era, such as the rise of negative content and changes in social interactions. The gap between the ideal goal of PAI to develop noble character and the reality on the ground, which still shows various character issues in students, prompted this research. The focus of the research is to explore the role of PAI teachers in shaping students' character in the digital era. This research used a qualitative method with a case study approach. Data collection was conducted through in-depth interviews with PAI teachers and direct observation of the learning process, supported by a review of relevant literature. The data were analyzed using thematic analysis techniques. The results show that PAI teachers act not only as instructors but also as moral guides who utilize technology wisely. The main finding is that good interaction between teachers and students and the integration of technology in PAI have proven effective in instilling moral values, strengthening religious identity, and teaching digital ethics. It is concluded that the role of PAI teachers is vital in filtering the negative impacts of the digital era and strengthening students' positive character through an adaptive learning approach. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh peran krusial Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter siswa di tengah tantangan era digital, seperti maraknya konten negatif dan perubahan interaksi sosial. Adanya kesenjangan antara tujuan ideal PAI untuk membentuk akhlak mulia dengan realitas di lapangan yang masih menunjukkan berbagai permasalahan karakter siswa mendorong penelitian ini. Fokus penelitian adalah untuk mengeksplorasi peran guru PAI dalam membentuk karakter peserta didik di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan guru-guru PAI dan observasi langsung terhadap proses pembelajaran, didukung studi literatur yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing moral yang memanfaatkan teknologi secara bijak. Temuan utama adalah interaksi yang baik antara guru dan siswa serta integrasi teknologi dalam PAI terbukti efektif dalam menanamkan nilai moral, menguatkan identitas keagamaan, dan mengajarkan etika digital. Disimpulkan bahwa peran guru PAI sangat vital dalam memfilter dampak negatif era digital dan memperkuat karakter positif siswa melalui pendekatan pembelajaran yang adaptif.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SFE (STUDENT FACILIATOR AND EXPLAINING) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PAI PESERTA DIDIK Susanti, Agus
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7517

Abstract

This research is motivated by the low learning outcomes of seventh-grade students in Islamic Religious Education (PAI) at SMP Negeri 16 Bandar Lampung, particularly in the topic of congregational and shortened prayers, where 63.49% of students fell below the Minimum Completion Minimum (KKM). This condition is thought to be due to the implementation of conventional, teacher-centered learning methods and a lack of student involvement. The focus of this study is to examine the effect of the Student Facilitator and Explainer (SFE) cooperative learning model on improving Islamic Religious Education (PAI) learning outcomes. This study used a quantitative method with a quasi-experimental design (pretest-posttest control group design). The sample consisted of two classes (VII D as the experimental class and VII F as the control class) selected purposively. Learning outcome data were collected through tests and analyzed using a t-test after passing validity, reliability, normality, and homogeneity tests. The results showed a significant difference in learning outcomes (Sig. 0.000 < 0.05). The posttest average for the experimental class (84.50) was significantly higher than that for the control class (65.00). It was concluded that the SFE model had a significant and effective effect on improving Islamic Religious Education learning outcomes by encouraging student involvement, responsibility, and better understanding of concepts. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa kelas VII SMP Negeri 16 Bandar Lampung, khususnya pada materi shalat jama’ dan qashar, di mana 63,49% siswa berada di bawah KKM. Kondisi ini diduga akibat penerapan metode pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru dan kurangnya keterlibatan siswa. Fokus penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator and Explaining (SFE) terhadap peningkatan hasil belajar PAI. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experiment (pretest-posttest control group design). Sampel terdiri dari dua kelas (VII D sebagai kelas eksperimen dan VII F sebagai kelas kontrol) yang dipilih secara purposive. Data hasil belajar dikumpulkan melalui tes, dianalisis menggunakan uji-t setelah lolos uji validitas, reliabilitas, normalitas, dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan pada hasil belajar (nilai Sig. 0,000 < 0,05). Rata-rata posttest kelas eksperimen (84,50) jauh lebih tinggi daripada kelas kontrol (65,00). Disimpulkan bahwa model SFE berpengaruh signifikan dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar PAI dengan mendorong keterlibatan, tanggung jawab, dan pemahaman konsep siswa secara lebih baik.
EVALUASI PELATIHAN MENDONGENG UNTUK GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI: IMPELEMTASI MODEL KIRKPATRICK Zakiah, Wiwin; Priyanti, Nita; Apriyansyah, Chandra
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7518

Abstract

This research is motivated by the importance of storytelling skills as a creative learning medium and the instillation of Islamic values ??in early childhood. However, the reach and follow-up of training for early childhood education (PAUD) teachers remains limited. The focus of this study was to evaluate the effectiveness of a storytelling training program organized by the Happy Islamic Story Lovers Community (PCIC) for PAUD teachers. This study used the Kirkpatrick evaluation model, limited to three levels: Reaction, Learning, and Behavior. The methods used were qualitative and quantitative approaches (pre- and post-test questionnaires, interviews, and observations) with teachers and principals at 15 kindergartens in Setu District, Bekasi. The results showed positive findings. At the Reaction level, participants were satisfied with the material, the presenters (score 4.6), and the committee (score 4.5). At the Learning level, there was a significant increase in knowledge and skills among all participants. However, at the Behavior level, findings revealed that only around 40% of participants implemented the training results, due to internal (lack of confidence) and external (lack of mentoring) constraints. It was concluded that this training was successful at the level of reaction and learning, but less effective in promoting long-term behavioral change, requiring ongoing mentoring and institutional support. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keterampilan mendongeng sebagai media pembelajaran kreatif dan penanaman nilai Islami pada anak usia dini, namun jangkauan dan tindak lanjut pelatihan bagi guru PAUD masih terbatas. Fokus penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas program pelatihan mendongeng yang diselenggarakan oleh Komunitas Pecinta Cerita Islami Ceria (PCIC) bagi guru PAUD. Penelitian ini menggunakan model evaluasi Kirkpatrick yang dibatasi pada tiga level: Reaction, Learning, dan Behavior. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif (angket pre-test dan post-test, wawancara, observasi) terhadap guru dan kepala sekolah di 15 TK di Kecamatan Setu, Bekasi. Hasil penelitian menunjukkan temuan yang positif. Pada level Reaction, peserta puas terhadap materi, pemateri (skor 4.6), dan panitia (skor 4.5). Pada level Learning, terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang signifikan pada seluruh peserta. Namun, pada level Behavior, temuan mengungkap bahwa hanya sekitar 40% peserta yang menerapkan hasil pelatihan, disebabkan oleh kendala internal (kurang percaya diri) dan eksternal (minimnya pendampingan). Disimpulkan bahwa pelatihan ini berhasil pada level reaksi dan pembelajaran, namun kurang efektif dalam mendorong perubahan perilaku jangka panjang, sehingga diperlukan pendampingan berkelanjutan dan dukungan institusional.
PENGARUH MODEL PROBLEM-BASED LEARNING DI LUAR KELAS TERHADAP KETERAMPILAN ARGUMENTASI ILMIAH SISWA SEKOLAH DASAR DALAM PEMBELAJARAN IPAS Hermawan, Andri
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7519

Abstract

This research is motivated by the challenges of 21st-century education to develop higher-order thinking skills such as scientific argumentation, whose implementation in elementary schools is still suboptimal due to classroom-centered learning. The main focus of this study is to bridge this gap by examining the effect of the Problem-Based Learning (PBL) model implemented outside the classroom on the scientific argumentation skills of sixth-grade students at SD Negeri 2 Besuki. This quasi-experimental study with a pretest-posttest control group design involved grade VI-A (the experimental group) learning with PBL outside the classroom and grade VI-B (the control group) learning with conventional learning. Data were collected through a scientific argumentation essay test and analyzed using an independent t-test. The results showed that the implementation of the PBL model outside the classroom was significantly superior. The experimental group experienced a significantly higher average score increase (from 58.44 to 82.11) compared to the control group (from 57.88 to 64.23), with statistical significance (p=0.001). It was concluded that the synergy between the PBL framework, which encourages argumentation, and the out-of-class context that provides authentic evidence, proved highly effective in developing students' scientific argumentation skills holistically. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan pendidikan abad ke-21 untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi seperti argumentasi ilmiah, yang implementasinya di sekolah dasar masih belum optimal karena pembelajaran yang terpusat di dalam kelas. Fokus utama penelitian ini adalah untuk menjembatani kesenjangan tersebut dengan menguji pengaruh model Problem-Based Learning (PBL) yang dilaksanakan di luar kelas terhadap keterampilan argumentasi ilmiah siswa kelas VI SD Negeri 2 Besuki. Penelitian kuasi-eksperimental dengan desain pretest-posttest control group ini melibatkan kelas VI-A (kelompok eksperimen) yang belajar dengan PBL di luar kelas dan kelas VI-B (kelompok kontrol) dengan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes esai argumentasi ilmiah dan dianalisis menggunakan uji-t independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL di luar kelas secara signifikan lebih unggul. Kelompok eksperimen mengalami peningkatan skor rata-rata yang jauh lebih tinggi (dari 58,44 menjadi 82,11) dibandingkan kelompok kontrol (dari 57,88 menjadi 64,23), dengan signifikansi statistik (p=0,001). Disimpulkan bahwa sinergi antara kerangka PBL yang mendorong kebutuhan berargumen dan konteks luar kelas yang menyediakan bukti otentik terbukti sangat efektif untuk mengembangkan keterampilan argumentasi ilmiah siswa secara holistik.
ANALISIS COMMUNITY BASED LEARNING (CBL) DAN FAKTOR KEBERHASILAN PENDIDIKAN DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 5.0: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Akhyar, Akhyar; Usman, Usman; Hasanah, Hasanah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7522

Abstract

The Industrial Revolution 5.0 era presents new challenges and opportunities in education, demanding a learning approach that balances technology with human values. This study aims to analyze the contribution of Community Based Learning (CBL) to the development of 21st century skills and educational success in the era of Society 5.0. Using Systematic Literature Review (SLR) method based on PRISMA protocol, this article reviewed 87 primary studies (2019-2025) from Google Scholar, Scopus, ERIC, and MDPI. The thematic analysis identified four main contributions of CBL: (1) strengthening critical thinking, collaboration, creativity, and communication skills; (2) fostering the values of empathy, sustainability, and community agency; (3) supporting the integration of smart technology with a humanist approach; and (4) determined by success factors such as policy support, multi-stakeholder collaboration, teacher readiness, and local relevance. This study confirms that CBL is a transformative pedagogical strategy capable of bridging the gap in access to education, while strengthening global competitiveness and achieving the SDGs. The original contribution of this study lies in the development of a conceptual model of Inclusive Education 5.0 that integrates smart technology with a humanist approach. This complements previous research that tends to only emphasize the practical aspects of CBL without a comprehensive conceptual framework. ABSTRAKEra Revolusi Industri 5.0 menghadirkan tantangan dan peluang baru dalam dunia pendidikan, menuntut pendekatan pembelajaran yang menyeimbangkan teknologi dengan nilai kemanusiaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Community Based Learning (CBL) terhadap pengembangan keterampilan abad ke 21 dan keberhasilan pendidikan di era Society 5.0. Dengan metode Systematic Literature Review (SLR) berbasis protokol PRISMA, artikel ini menelaah 87 studi primer (2019–2025) dari Google Scholar, Scopus, ERIC, dan MDPI. Hasil analisis tematik mengidentifikasi empat kontribusi utama CBL: (1) memperkuat keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, kreativitas, dan komunikasi; (2) menumbuhkan nilai empati, keberlanjutan, serta agency komunitas; (3) mendukung integrasi teknologi cerdas dengan pendekatan humanis; dan (4) ditentukan oleh faktor keberhasilan berupa dukungan kebijakan, kolaborasi multi pihak, kesiapan guru, serta relevansi lokal. Kajian ini menegaskan bahwa CBL merupakan strategi pedagogis transformatif yang mampu menjembatani kesenjangan akses pendidikan, sekaligus memperkuat daya saing global dan pencapaian SDGs. Kontribusi orisinal studi ini terletak pada penyusunan model konseptual Inclusive Education 5.0 yang mengintegrasikan teknologi cerdas dengan pendekatan humanis. Hal ini melengkapi penelitian sebelumnya yang cenderung hanya menekankan aspek praktis CBL tanpa kerangka konseptual menyeluruh

Page 3 of 4 | Total Record : 39