cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 191 Documents
Search results for , issue "vol. 6 no. 4 (2026)" : 191 Documents clear
PENGARUH VISUAL RHYTHM LIGHT TERHADAP KETEPATAN IRAMA SENI TARI PADA ANAK GANGGUAN PENDENGARAN Rizki Aulia Marni; Faiz Noormiyanto
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.12243

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the low level of rhythmic accuracy in dance performance among third-grade students with hearing impairments at SLBN 31 PKLK Negeri Pangkalpinang. Limitations in receiving auditory stimuli often make it difficult for students with hearing impairments to follow musical rhythms accurately, highlighting the need for learning media that accommodate their characteristics. This study aimed to examine the effect of Visual Rhythm Light on dance rhythm accuracy among students with hearing impairments. A quantitative approach was employed using an experimental method with a one-group pretest-posttest design. The participants were third-grade students with hearing impairments at SLBN 31 PKLK Negeri Pangkalpinang. Data were collected through dance rhythm accuracy tests administered before and after the intervention. Data analysis was conducted using descriptive non-parametric statistics, while hypothesis testing was performed using the Wilcoxon Signed Ranks Test at a significance level of 0.05. The results showed an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.043, which was lower than 0.05, indicating that the null hypothesis was rejected and the alternative hypothesis was accepted. These findings demonstrate a significant difference between pretest and posttest scores following the implementation of Visual Rhythm Light. Therefore, it can be concluded that Visual Rhythm Light has a significant positive effect on improving dance rhythm accuracy among third-grade students with hearing impairments at SLBN 31 PKLK Negeri Pangkalpinang. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya ketepatan irama seni tari pada anak dengan gangguan pendengaran kelas III SDLB di SLBN 31 PKLK Negeri Pangkalpinang. Keterbatasan dalam menerima rangsangan auditori menyebabkan peserta didik mengalami kesulitan dalam mengikuti irama musik secara tepat, sehingga diperlukan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Visual Rhythm Light terhadap ketepatan irama seni tari pada anak dengan gangguan pendengaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah anak dengan gangguan pendengaran kelas III SDLB di SLBN 31 PKLK Negeri Pangkalpinang. Data dikumpulkan melalui tes ketepatan irama seni tari yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data dilakukan menggunakan statistik nonparametrik secara deskriptif dan pengujian hipotesis menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,043 yang lebih kecil dari 0,05, sehingga hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest setelah penggunaan Visual Rhythm Light. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan Visual Rhythm Light berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ketepatan irama seni tari pada anak dengan gangguan pendengaran kelas III SDLB di SLBN 31 PKLK Negeri Pangkalpinang.
PENGARUH MEDIA KARTU BERGAMBAR DIGITAL INTERAKTIF BERBASIS QR CODE TERHADAP PENGUASAAN KOSAKATA ANAK DENGAN HAMBATAN INTELEKTUAL Fika Puji Lestari; Yulian Agus Suminar
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.12587

Abstract

ABSTRACT Vocabulary mastery is a fundamental skill that plays an important role in supporting communication, social interaction, and academic achievement among children with intellectual disabilities. However, limitations in cognitive abilities and the use of less varied learning media often hinder the development of their vocabulary skills. This study aimed to analyze the effectiveness of interactive digital picture cards based on QR Code technology in improving vocabulary mastery among children with intellectual disabilities. The research employed a quantitative approach using an experimental method with a Pre-Experimental One Group Pretest–Posttest Design. The participants consisted of five students with intellectual disabilities at SLB Negeri 4 Jakarta in the 2025/2026 academic year. Data were collected through vocabulary mastery tests administered before and after the intervention. Data analysis was conducted using descriptive statistics and a paired sample t-test. The results revealed an improvement in students’ vocabulary mastery after the implementation of the QR Code-based interactive digital picture cards. The mean score increased from 56.00 in the pretest to 82.00 in the posttest, indicating a gain of 26.00 points. The paired sample t-test showed a significance value of less than 0.05, indicating a statistically significant difference between the pretest and posttest results. Therefore, QR Code-based interactive digital picture cards were proven to be effective in improving vocabulary mastery among children with intellectual disabilities. ABSTRAK Penguasaan kosakata merupakan kemampuan dasar yang berperan penting dalam mendukung komunikasi, interaksi sosial, dan keberhasilan akademik anak dengan hambatan intelektual. Namun, keterbatasan kemampuan kognitif serta penggunaan media pembelajaran yang kurang variatif sering kali menghambat perkembangan kosakata mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media kartu bergambar digital interaktif berbasis QR Code dalam meningkatkan kemampuan penguasaan kosakata anak dengan hambatan intelektual. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain Pre-Experimental One Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian terdiri atas lima peserta didik dengan hambatan intelektual di SLB Negeri 4 Jakarta Tahun Ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan menggunakan tes penguasaan kosakata yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan penguasaan kosakata setelah penerapan media kartu bergambar digital interaktif berbasis QR Code. Nilai rata-rata peserta didik meningkat dari 56,00 pada pretest menjadi 82,00 pada posttest dengan kenaikan sebesar 26,00 poin. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi kurang dari 0,05, yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Dengan demikian, media kartu bergambar digital interaktif berbasis QR Code terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan penguasaan kosakata anak dengan hambatan intelektual.
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING BERBASIS DEEP LEARNING BERBANTUAN SCIENCE PROJECT KIT UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DAN GOTONG ROYONG SISWA KELAS IV Zaeni Uswatun Khasanah; Arifin Muslim; Deanty Wahyu Latifah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13202

Abstract

ABSTRACT Learning in IPAS at the elementary school level needs to provide experiences that allow students to understand concepts through real-world activities while simultaneously developing their ability to work collaboratively. The initial condition in Grade IV at SD Negeri 02 Tambaksogra indicated that students’ learning achievement and mutual cooperation still needed to be strengthened. Therefore, this study was directed at analyzing the implementation of Project-Based Learning based on Deep Learning, assisted by a Science Project Kit, in teaching the properties and changes of matter. The study employed Classroom Action Research using the Kemmis and McTaggart model over two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection, involving 15 students and one classroom teacher. Data were collected through learning achievement tests, a mutual cooperation questionnaire, and observations of teacher and student activities, and were analyzed descriptively and quantitatively using learning mastery and achievement percentages. Learning achievement increased from 33.3% in the pre-cycle to 66.7% in Cycle I and 93.3% in Cycle II. The mutual cooperation score increased from 56.7% to 73.3% and reached 90.1% at the end of the intervention, while teacher and student activity reached 92.3% and 88.5%, respectively. The integrated implementation improved learning achievement while strengthening mutual cooperation, offering an alternative IPAS learning design that combines conceptual mastery, hands-on experiences, and students’ collaborative engagement. ABSTRAK Pembelajaran IPAS di sekolah dasar perlu memberi pengalaman yang memungkinkan peserta didik memahami konsep melalui kegiatan nyata sekaligus membangun kemampuan bekerja bersama. Kondisi awal di kelas IV SD Negeri 02 Tambaksogra memperlihatkan bahwa capaian prestasi belajar dan gotong royong masih perlu diperkuat, sehingga penelitian ini diarahkan untuk menganalisis penerapan Project-Based Learning berbasis Deep Learning berbantuan Science Project Kit pada materi sifat dan perubahan wujud benda. Penelitian dilaksanakan sebagai Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan McTaggart dalam dua siklus, masing-masing melalui perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi, dengan melibatkan 15 peserta didik dan seorang guru kelas. Data diperoleh melalui tes hasil belajar, angket gotong royong, serta observasi aktivitas guru dan peserta didik, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase ketuntasan dan capaian. Ketuntasan prestasi belajar meningkat dari 33,3% pada pra-siklus menjadi 66,7% pada siklus I dan 93,3% pada siklus II. Capaian gotong royong bergerak dari 56,7% menjadi 73,3% dan mencapai 90,1% pada akhir tindakan, sementara aktivitas guru dan peserta didik masing-masing mencapai 92,3% dan 88,5%. Penerapan terpadu tersebut mampu meningkatkan prestasi belajar sekaligus memperkuat gotong royong, sehingga dapat menjadi alternatif rancangan pembelajaran IPAS yang menggabungkan penguasaan konsep, pengalaman hands-on, dan keterlibatan kolaboratif peserta didik.
PENGEMBANGAN WORKBOOK CETA CATU UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DASAR SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR Ahmad Wahid Arifudin; Meilan Tri Wuryani; Dian Kusumawati
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13255

Abstract

ABSTRACT The development of Workbook Ceta Catu (Cepat Pintar Baca Tulis) was driven by the need for first-grade literacy instruction that provides opportunities to practice beginning reading and writing in a gradual manner. The product was designed as a print-based learning medium featuring a binder system, colored illustrations, and QR codes linked to digital copies and additional exercises. Its development employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, comprising analysis, design, development, implementation, and evaluation. A limited trial involved 15 first-grade students at SD Negeri Reban, Reban District, Batang Regency, in June 2026. Product feasibility was assessed through evaluations by a media expert and material and language experts, while changes in literacy skills were examined using a pretest and posttest. The results showed an average score of 3.22 from the media expert, categorized as feasible, and 3.40 from the material and language experts, categorized as highly feasible. The average literacy score increased from 72.93 before using the medium to 87.50 after instruction, with an N-Gain of 0.53 in the moderate category. Fourteen of the 15 students showed an increase in scores. These findings provide initial evidence that Workbook Ceta Catu is feasible as a supporting medium for beginning reading and writing practice, although testing with more diverse samples and schools is still needed. ABSTRAK Pengembangan Workbook Ceta Catu (Cepat Pintar Baca Tulis) berangkat dari kebutuhan pembelajaran literasi kelas I yang memberi ruang latihan membaca dan menulis permulaan secara bertahap. Produk ini dirancang sebagai media cetak dengan sistem binder, ilustrasi berwarna, serta kode QR yang terhubung dengan salinan digital dan latihan tambahan. Proses pengembangannya menggunakan metode Research and Development (R&D) melalui model ADDIE yang mencakup analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Uji coba terbatas melibatkan 15 siswa kelas I di SD Negeri Reban, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, pada Juni 2026. Kelayakan produk ditelaah melalui penilaian ahli media serta ahli materi dan bahasa, sementara perubahan kemampuan literasi diamati melalui pretest dan posttest. Hasil penilaian menunjukkan skor rata-rata 3,22 dari ahli media dengan kategori layak dan 3,40 dari ahli materi dan bahasa dengan kategori sangat layak. Rata-rata skor literasi meningkat dari 72,93 sebelum penggunaan media menjadi 87,50 setelah pembelajaran, dengan N-Gain sebesar 0,53 pada kategori sedang. Sebanyak 14 dari 15 siswa mengalami peningkatan skor. Temuan ini memberikan bukti awal bahwa Workbook Ceta Catu layak digunakan sebagai media pendukung latihan membaca dan menulis permulaan, meskipun pengujian pada sampel dan sekolah yang lebih beragam masih diperlukan.
PENGARUH SELF REGULATED LEARNING DAN SCHOOL WELL BEING TERHADAP ACADEMIC ANXIETY PADA MAHASISWA PROVINSI BANTEN Celliando Wujindra; Kornelia Erista Setiyanti
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13504

Abstract

High academic demands faced by university students as part of their educational responsibilities may trigger negative emotional responses known as academic anxiety. High levels of academic anxiety can affect students’ physical, cognitive, and behavioral aspects, potentially hindering their academic achievement. Academic anxiety is influenced by both internal and external factors, including self-regulated learning as an internal factor and school well-being as an external factor. This study aims to examine the effects of self-regulated learning and school well-being on academic anxiety among university students in Banten Province. This study employed a quantitative approach using multiple linear regression analysis. The participants consisted of 201 active university students from semesters 1 to 14 studying in Banten Province, who were selected using a non-probability sampling technique based on predetermined criteria. Data were collected using three scales: the Self-Regulated Learning Scale (SLRS), the School Well-Being Scale (SWBS), and the Academic Anxiety Scale (AAS). The results showed that self-regulated learning and school well-being simultaneously explained 29.6% of the variance in academic anxiety, as indicated by an F-value of 41.607, a significance level of < 0.001 (p < 0.05), and an R-square value of 0.296. Partially, self-regulated learning contributed 7%, while school well-being contributed 22% to academic anxiety. Thus, 70.4% of the variance in academic anxiety was explained by other factors not examined in this study. These findings indicate that higher levels of self-regulated learning and school well-being among university students are associated with lower levels of academic anxiety. ABSTRAK Tingginya tuntutan akademik yang diemban mahasiswa sebagai salah satu bentuk tanggung jawab dalam pendidikan dapat memunculkan respons emosional negatif yang dikenal sebagai kecemasan akademik. Tingkat kecemasan akademik yang tinggi dapat memengaruhi aspek fisik, kognitif, dan perilaku mahasiswa sehingga berpotensi menghambat pencapaian akademik. Kecemasan akademik dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, di antaranya self-regulated learning sebagai faktor internal dan school well-being sebagai faktor eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-regulated learning dan school well-being terhadap academic anxiety pada mahasiswa di Provinsi Banten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda. Subjek penelitian terdiri atas 201 mahasiswa aktif semester 1 hingga 14 yang berkuliah di Provinsi Banten dan dipilih menggunakan teknik non-probability sampling berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Data dikumpulkan menggunakan tiga skala, yaitu Self-Regulated Learning Scale (SLRS), School Well-Being Scale (SWBS), dan Academic Anxiety Scale (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan self-regulated learning dan school well-being berpengaruh terhadap academic anxiety sebesar 29,6%, yang ditunjukkan oleh nilai F sebesar 41,607, signifikansi < 0,001 (p < 0,05), dan nilai R square sebesar 0,296. Secara parsial, self-regulated learning memberikan kontribusi sebesar 7%, sedangkan school well-being memberikan kontribusi sebesar 22% terhadap academic anxiety. Dengan demikian, sebesar 70,4% varians academic anxiety dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self-regulated learning dan school well-being yang dimiliki dan dirasakan mahasiswa, semakin rendah academic anxiety yang dialami.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PADA MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN ANGKATAN 2022 Melinda Khusnul Khotimah; Dian Fithra Permana
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13672

Abstract

Student academic achievement is an indicator of the educational process's success, influenced by various internal and external factors. Students' abilities to manage study time, prepare for lessons, and maintain learning motivation are crucial aspects in achieving optimal academic results. This study aims to analyze the impact of study time management, learning readiness, and learning motivation on the academic achievement of students in the Office Administration Education Study Program (Class of 2022). A quantitative approach using a survey method was employed. The study population consisted of students from the Office Administration Education Study Program (Class of 2022), with a sample size of 101 students (n=101) selected based on population characteristics. Data were collected via questionnaires, and analysis was conducted using multiple linear regression with statistical software. The results indicate that study time management, learning readiness, and learning motivation each have a positive and significant partial effect on student academic achievement. Simultaneously, these three variables also exert a positive and significant influence on student academic achievement. These findings suggest that enhancing student academic achievement requires effective study time management, adequate learning readiness, and strong learning motivation. ABSTRAK Prestasi belajar mahasiswa merupakan salah satu indikator keberhasilan proses pendidikan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Kemampuan mahasiswa dalam mengelola waktu belajar, mempersiapkan diri sebelum mengikuti pembelajaran, serta mempertahankan motivasi belajar menjadi aspek penting dalam mendukung pencapaian prestasi akademik yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen waktu belajar, kesiapan belajar, dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Angkatan 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Angkatan 2022, dengan jumlah sampel sebanyak 101 mahasiswa (n=101) yang ditentukan menggunakan teknik pengambilan sampel sesuai dengan karakteristik populasi. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen waktu belajar, kesiapan belajar, dan motivasi belajar secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa. Secara simultan, ketiga variabel tersebut juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa.Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan prestasi belajar mahasiswa perlu didukung oleh kemampuan mengelola waktu belajar secara efektif, kesiapan belajar yang baik, serta motivasi belajar yang kuat.
PENGALAMAN BELAJAR SEBAGAI PROSES PEMBENTUKAN DIRI PADA ANAK RENTAN: STUDI FENOMENOLOGI DALAM PERSPEKTIF KONSELING KOMUNITAS Moh. Fadhlan Adzaky; Zakki Nurul Amin
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13673

Abstract

Vulnerable children often encounter social, economic, and environmental challenges that shape their learning experiences and influence their process of self-formation. Previous studies have primarily focused on educational access and the determinants of vulnerability, while limited attention has been given to understanding how vulnerable children construct the meaning of learning through their lived experiences, particularly from a community counseling perspective. This study aimed to explore the lived learning experiences of vulnerable children and examine how these experiences contribute to their process of self-formation. A qualitative phenomenological design was employed involving three purposively selected vulnerable children in Semarang City, Indonesia. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model supported by NVivo software. The findings revealed that learning was perceived as a life process extending beyond formal education, enabling participants to understand themselves, develop personal capabilities, adapt to life challenges, and maintain hope for the future. These learning experiences were constructed through interactions with family, schools, peers, community organizations, and the broader social environment. Social support from these networks emerged as a significant protective factor that strengthened learning motivation and facilitated self-formation, whereas economic hardship, social pressures, and limited educational opportunities remained major barriers. The study concludes that self-formation among vulnerable children develops through socially embedded learning experiences. These findings highlight the importance of community counseling approaches that actively engage families, schools, and community organizations in creating inclusive, supportive, and empowering learning environments for vulnerable children. ABSTRAK Anak rentan menghadapi berbagai keterbatasan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang dapat memengaruhi pengalaman belajar serta proses pembentukan diri. Sebagian besar penelitian terdahulu berfokus pada akses pendidikan dan faktor-faktor penyebab kerentanan, sementara pengalaman subjektif anak rentan dalam memaknai belajar sebagai proses pembentukan diri masih terbatas, terutama dalam perspektif konseling komunitas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman belajar anak rentan dan memahami esensi pembentukan diri yang berkembang melalui pengalaman tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Tiga anak rentan di Kota Semarang dipilih secara purposive berdasarkan pengalaman belajar dalam kondisi kerentanan sosial dan ekonomi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña dengan bantuan perangkat lunak NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belajar dimaknai sebagai proses kehidupan yang melampaui aktivitas akademik, yaitu sebagai sarana memahami diri, mengembangkan kemampuan, membangun harapan masa depan, serta beradaptasi dengan berbagai tantangan. Pengalaman belajar terbentuk melalui interaksi dengan keluarga, sekolah, teman sebaya, organisasi, dan komunitas. Dukungan sosial dari lingkungan tersebut menjadi faktor utama yang memperkuat motivasi belajar dan proses pembentukan diri, sedangkan keterbatasan ekonomi, tekanan sosial, dan lingkungan belajar yang kurang mendukung menjadi hambatan yang dihadapi partisipan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembentukan diri anak rentan merupakan proses yang berlangsung melalui pengalaman belajar dalam konteks sosial. Temuan ini menegaskan pentingnya konseling komunitas yang melibatkan keluarga, sekolah, dan komunitas sebagai sistem pendukung untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, adaptif, dan memberdayakan.
ANALISIS GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SD NEGERI Syafani Mayang Septi; Yeni Nuraeni; Rahmawati Eka Saputri
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13850

Abstract

Principal leadership plays a strategic role in creating a work environment that supports improvements in teaching quality and teacher instructional performance. In the context of changing demands in education, principals are expected not only to manage schools but also to implement participative and adaptive leadership while providing policies and facilities that address teachers' needs. This study aims to analyze the principal's leadership style, teachers' mastery of basic teaching skills, and the relationship between school leadership policies and teachers' instructional performance at SD Negeri Cibodas 6, Tangerang City. This study employed a descriptive qualitative approach. Primary data were obtained from the principal and three Grade V teachers, while secondary data were obtained from school profile documents and the 2024 Education Report Card. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and document analysis, and were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing using source and technique triangulation. The findings indicate that: (1) the principal applies a democratic-participative leadership style combined with Hersey-Blanchard's situational leadership through directing, coaching, supporting, and delegating approaches according to teachers' conditions and readiness; (2) the three teachers demonstrate good mastery of basic teaching skills, including opening and closing lessons, explaining materials using technological support, asking HOTS-based questions, facilitating discussions, managing classrooms, providing reinforcement, and implementing differentiated instruction for small groups and individual learners; and (3) the principal's policies, particularly transparent RKAS management and the provision of digital learning facilities, support teacher creativity, motivation, and workplace comfort. These findings indicate that participative and adaptive leadership, supported by transparent policies and adequate learning facilities, creates a work environment that supports the development of teachers' instructional performance. ABSTRAK Kepemimpinan kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan kinerja mengajar guru. Dalam konteks perubahan tuntutan pembelajaran, kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai pengelola sekolah, tetapi juga perlu menerapkan kepemimpinan yang partisipatif dan adaptif serta menyediakan dukungan kebijakan dan fasilitas sesuai dengan kebutuhan guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya kepemimpinan kepala sekolah, penguasaan keterampilan dasar mengajar guru, serta keterkaitan kebijakan kepala sekolah dengan kinerja mengajar guru di SD Negeri Cibodas 6 Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data primer terdiri atas kepala sekolah dan tiga guru kelas V, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen profil sekolah dan Rapor Pendidikan 2024. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kepala sekolah menerapkan gaya kepemimpinan demokratis-partisipatif yang dipadukan dengan kepemimpinan situasional Hersey-Blanchard melalui pendekatan directing, coaching, supporting, dan delegating sesuai kondisi dan kesiapan guru; (2) ketiga guru menunjukkan penguasaan keterampilan dasar mengajar yang baik, meliputi keterampilan membuka dan menutup pembelajaran, menjelaskan materi berbantuan teknologi, mengajukan pertanyaan berbasis HOTS, membimbing diskusi, mengelola kelas, memberikan penguatan, serta melaksanakan pembelajaran kelompok kecil dan perseorangan berbasis diferensiasi; dan (3) kebijakan kepala sekolah berupa transparansi pengelolaan RKAS dan penyediaan fasilitas digital mendukung kreativitas, motivasi, dan kenyamanan kerja guru. Temuan menunjukkan bahwa kepemimpinan yang partisipatif dan adaptif, didukung kebijakan transparan serta fasilitas pembelajaran yang memadai, menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pengembangan kinerja mengajar guru.
PENGEMBANGAN E-LKPD BERBASIS DISCOVERY LEARNING PADA MATERI EKOSISTEM KELAS V SD Feti Aulia Fatimah; Rohana Rohana; Hendri Gunawan
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.14117

Abstract

ABSTRACT The limited use of digital learning materials in IPAS instruction at SD Negeri 1 Betung indicates the need for learning resources that encourage students not merely to receive information but to engage in the process of concept discovery. In response to this need, this study developed an Electronic Student Worksheet (E-LKPD) based on Discovery Learning through the Liveworksheets platform for the topic of Harmonious Ecosystems. The product was developed using a Research and Development (R&D) approach guided by the ADDIE model, comprising Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation. A total of 21 fifth-grade students participated in the product implementation. The quality of the E-LKPD was examined through expert validation, student responses, and learning achievement tests, with the data analyzed descriptively using percentages. The developed product achieved a validity score of 91.49% (highly valid) and a practicality score of 94.06% (highly practical). In the field implementation, 19 of 21 students achieved mastery, resulting in a classical mastery rate of 90.48%. Integrating the six Discovery Learning stages into Liveworksheets activities provided a structured learning experience that enabled students to observe, investigate, process information, and construct understanding more independently. The resulting E-LKPD can therefore serve as an alternative digital learning resource for more active and student-centered IPAS instruction in elementary schools. ABSTRAK Keterbatasan penggunaan bahan ajar digital dalam pembelajaran IPAS di SD Negeri 1 Betung memperlihatkan perlunya perangkat belajar yang dapat mengarahkan peserta didik tidak sekadar menerima materi, tetapi terlibat dalam proses menemukan konsep. Atas kebutuhan tersebut, penelitian ini mengembangkan E-Lembar Kerja Peserta Didik (E-LKPD) berbasis Discovery Learning melalui platform Liveworksheets pada materi Ekosistem yang Harmonis. Produk dirancang dengan pendekatan Research and Development (R&D) menggunakan model ADDIE, yang mencakup Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Sebanyak 21 peserta didik kelas V terlibat dalam penerapan produk. Kualitas E-LKPD ditelaah melalui validasi ahli, respons peserta didik, dan tes hasil belajar, dengan data dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase. Hasil pengembangan memperlihatkan tingkat validitas 91,49% (sangat valid) dan kepraktisan 94,06% (sangat praktis). Pada penerapan lapangan, 19 dari 21 peserta didik mencapai ketuntasan, menghasilkan ketuntasan klasikal 90,48%. Integrasi enam sintaks Discovery Learning ke dalam aktivitas Liveworksheets memberikan struktur belajar yang memungkinkan peserta didik mengamati, menyelidiki, mengolah informasi, dan membangun pemahaman secara lebih mandiri. E-LKPD yang dihasilkan dengan demikian dapat menjadi alternatif bahan ajar digital untuk pembelajaran IPAS sekolah dasar yang lebih aktif dan berpusat pada peserta didik.
IMPLEMENTASI GERAKAN 7 KEBIASAAN ANAK INDONESIA HEBAT DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR INKLUSI Endah Surya Ningtias
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.14879

Abstract

ABSTRACT At SDN Sawotratap 2, character development is embedded in the daily rhythm of students’ lives through the Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH). This study examines how the program is implemented in an inclusive elementary school, focusing on habituation strategies, the involvement of the school and parents, and the challenges encountered during its implementation. The study employed a descriptive qualitative approach and was conducted from February 4 to March 10, 2026, with informants selected through purposive sampling, consisting of the principal, a fifth-grade teacher, three parents, and ten fifth-grade students, including one student with mild autism. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and were analyzed through data condensation, data presentation, and conclusion drawing and verification. The findings indicate that 7KAIH is integrated into school routines through modeling, reinforcement, guidance, and supervision. Its implementation contributes to the development of discipline, responsibility, independence, social awareness, healthy lifestyles, and more inclusive interactions. However, the continuity of habituation faces challenges because the intensity of family support at home varies, resulting in habits outside school not yet being reinforced consistently and sustainably. These findings suggest that 7KAIH can serve as an adaptive character education strategy when habituation is implemented consistently and the school establishes sustained collaboration with families. ABSTRAK Di SDN Sawotratap 2, pembentukan karakter ditempatkan dalam ritme kehidupan peserta didik melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH). Penelitian ini menelaah bagaimana program tersebut dijalankan di sekolah dasar inklusif, mencakup strategi pembiasaan, keterlibatan sekolah dan orang tua, serta hambatan yang menyertainya. Kajian dilaksanakan secara deskriptif kualitatif pada 4 Februari–10 Maret 2026 dengan informan yang dipilih secara purposive, yaitu kepala sekolah, guru kelas V, tiga orang tua, dan sepuluh peserta didik kelas V, termasuk seorang peserta didik dengan autisme ringan. Informasi dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Temuan memperlihatkan bahwa 7KAIH menyatu dengan rutinitas sekolah melalui keteladanan, penguatan, pendampingan, dan pengawasan. Pelaksanaannya berkontribusi terhadap pembentukan disiplin, tanggung jawab, kemandirian, kepedulian sosial, pola hidup sehat, dan interaksi yang lebih inklusif. Namun, kesinambungan pembiasaan menghadapi kendala karena intensitas pendampingan keluarga di rumah tidak selalu sama, sehingga penguatan kebiasaan di luar sekolah belum sepenuhnya berlangsung secara seragam dan berkelanjutan. Temuan ini mengarah pada pemahaman bahwa 7KAIH dapat menjadi strategi pendidikan karakter yang adaptif ketika pembiasaan berlangsung konsisten dan sekolah membangun kolaborasi berkelanjutan dengan keluarga.

Page 1 of 20 | Total Record : 191