cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 513 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATERI BUDAYA DAERAHKU SISWA KELAS V SDN 2 RIAU SILIP Oktarina, Diyatri; Kurnia, Feni; Nabela, Silvio Juliana
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7683

Abstract

The impetus for this research was the suboptimal academic achievement among fifth-grade students at SDN 2 Riau Silip, particularly in the "Budaya Daerahku"  unit. This situation was identified as a consequence of the dominance of conventional pedagogy and minimal active student participation. Baseline data confirmed this issue, with a mean score of 47.6 indicating that the majority of students had not yet met the Minimum Mastery Criteria (KKTP).Grounded in this context, the study was focused on investigating the effectiveness of the Scramble learning model on student learning outcomes for the related material. This research adopted a quantitative approach utilizing a quasi-experimental, non-equivalent control group design. The population involved in this study included the total fifth-grade student body at SDN 2 Riau Silip.The sampling technique employed was saturated sampling, wherein the entire population served as the research sample. These subjects were subsequently divided into two cohorts: an experimental group, which received the pedagogical intervention of the Scramble model, and a control group, which continued to receive instruction via conventional methods.The primary data collection instrument was an essay test, administered in two phases (as a pre-test and a post-test). Analysis of the collected data involved a series of prerequisite tests, including normality and homogeneity tests, before proceeding to hypothesis testing using a t-test.Research findings indicated a statistically significant disparity in student learning outcomes post-intervention. Specifically, the experimental group demonstrated an increase in average scores, moving from 44.80 (on the pre-test) to 60.4 (on the post-test).Verification through hypothesis testing reinforced this finding, wherein the calculated t-value  of 2.346 was proven to exceed the critical t-value  of 2.059. This statistical comparison provided the basis for rejecting the null hypothesis (Ho) and accepting the alternative hypothesis (Ha). In conclusion, the Scramble learning model was demonstrated to have a significant effect on the learning outcomes of fifth-grade students at SDN 2 Riau Silip for the "Budaya Daerahku" material. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar siswa kelas V di SDN 2 Riau Silip yang kurang memuaskan pada materi "Budaya Daerahku", yang disebabkan oleh pendekatan pengajaran tradisional dan kurangnya partisipasi siswa. Nilai rata-rata awal sebesar 47,6 menunjukkan bahwa banyak siswa belum memenuhi standar yang dipersyaratkan untuk menyelesaikan Tujuan Pembelajaran. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengkaji bagaimana strategi pembelajaran Scramble memengaruhi hasil belajar siswa di bidang ini. Pendekatan kuantitatif digunakan, menggunakan desain kuasi eksperimental dengan kelompok kontrol non ekuivalen. Seluruh 50 siswa kelas V di SDN 2 Riau Silip merupakan populasi penelitian. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari siswa kelas V yang dibagi menjadi kelompok eksperimen, yang diajar menggunakan model Scramble, dan kelompok kontrol, yang diajar menggunakan metode standar. Strategi pengambilan sampel jenuh digunakan, yang berarti semua anggota populasi diikutsertakan dalam sampel. Ujian esai, yang diberikan sebagai pretestt dan posttest, digunakan untuk mengumpulkan data. Data dianalisis menggunakan uji normalitas dan homogenitas, serta uji hipotesis menggunakan Uji-T Sampel Independen. Hasilnya menunjukkan perubahan yang signifikan dalam prestasi akademik siswa setelah intervensi. Skor rata-rata kelompok eksperimen meningkat dari 44,80 pada pretest menjadi 60,4 pada posttest. Uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai t hitung (2,346) melebihi nilai t tabel (2,059). Akibatnya, hipotesis nol (Ho) ditolak, dan hipotesis alternatif (Ha) dikonfirmasi. Kesimpulannya adalah bahwa strategi pembelajaran Scramble memiliki dampak yang signifikan terhadap prestasi akademik siswa kelas V di SDN 2 Riau Silip dalam mempelajari budaya daerah mereka.
KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS DITINJAU DARI KEYAKINAN DIRI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN POGIL Suri, Indah Resti Ayuni
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7820

Abstract

The abstract should reflect the overall substance of the article and be able to help the reader This study aims to determine the effect of the Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) model and the level of self-efficacy on students’ mathematical connection ability. The problem addressed in this research is the low level of students’ mathematical connection ability and the lack of optimal learning models that support its development. This research employed a quantitative method with a quasi-experimental design, specifically the posttest-only control group design. The sample consisted of two randomly selected eighth-grade classes at SMP Negeri 2 Bandar Lampung, designated as the experimental and control classes. The instruments used were a mathematical connection ability essay test and a self-efficacy questionnaire. Data analysis was carried out using two-way ANOVA at a 5% significance level. The results indicated that the POGIL learning model had a significant effect on students’ mathematical connection ability, with a significance value of 0.000 < 0.05. Similarly, the level of self-efficacy also significantly affected students’ mathematical connection ability, with a significance value of 0.000 < 0.05. However, there was no significant interaction between the POGIL model and the level of self-efficacy on students’ mathematical connection ability, as indicated by a significance value of 0.840 > 0.05. Therefore, it can be concluded that both the POGIL model and self-efficacy independently contribute to enhancing students’ mathematical connection ability. These findings are expected to serve as a reference for selecting effective and adaptive instructional strategies based on students’ affective characteristics. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) dan tingkat keyakinan diri terhadap kemampuan koneksi matematis peserta didik. Permasalahan yang diangkat adalah rendahnya kemampuan koneksi matematis serta kurang optimalnya model pembelajaran yang mendukung pengembangan aspek tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental design) berupa posttest-only control group design. Sampel terdiri dari dua kelas yang dipilih secara acak dari kelas VIII di SMP Negeri 2 Bandar Lampung, masing-masing sebagai kelas eksperimen dan kontrol. Instrumen penelitian berupa tes uraian kemampuan koneksi matematis dan angket keyakinan diri. Analisis data dilakukan menggunakan uji ANOVA dua arah pada taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa model pembelajaran POGIL berpengaruh signifikan terhadap kemampuan koneksi matematis peserta didik dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Demikian pula, tingkat keyakinan diri berpengaruh signifikan terhadap kemampuan koneksi matematis dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Namun, tidak ditemukan interaksi yang signifikan antara model pembelajaran POGIL dan tingkat keyakinan diri terhadap kemampuan koneksi matematis karena nilai signifikansi sebesar 0,840 > 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model POGIL dan keyakinan diri masing-masing berkontribusi secara mandiri dalam meningkatkan kemampuan koneksi matematis peserta didik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam memilih strategi pembelajaran yang efektif dan adaptif terhadap karakteristik afektif siswa.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN SHOW AND TELL TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V SDN 06728 SUNGGAL Lestari, Novi; Sutarini, Sutarini; Anshor, Arrini Shabrina; Hasanah, Hasanah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7821

Abstract

This study aims to determine the effect of the Show and Tell learning method on students’ speaking skills in the Indonesian language subject for fifth-grade students at SDN 06728 Sunggal. The background of the study stems from students’ low speaking skills, as indicated by a lack of confidence in expressing opinions and difficulty in orally conveying the content of texts. This research uses a quantitative approach with a quasi-experimental method and a non-equivalent control group design. The population consists of all fifth-grade students at SDN 06728 Sunggal, with two sample classes: class VA as the experimental group and class VB as the control group. The instruments used were observation sheets and oral tests to measure speaking skills. Data analysis techniques included normality test, homogeneity test, and t-test (hypothesis testing). The results showed a significant difference in speaking skills between students taught using the Show and Tell method and those who were not. This is evidenced by the t-test result where the t-count value is greater than the t-table at a significance level of 0.05. Furthermore, the average improvement in speaking skills after applying the Show and Tell method reached approximately 31.95%. Therefore, it can be concluded that the Show and Tell method has a significant effect on improving speaking skills in fifth-grade students for the Indonesian language subject. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran Show and Tell terhadap keterampilan berbicara siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas V SDN 06728 Sunggal. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya keterampilan berbicara siswa, yang ditandai dengan kurangnya keberanian dalam mengungkapkan pendapat serta rendahnya kemampuan menyampaikan kembali isi teks secara lisan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment), desain penelitian non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN 06728 Sunggal, dengan sampel sebanyak dua kelas yaitu kelas VA sebagai kelas eksperimen dan VB sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi dan tes lisan untuk mengukur keterampilan berbicara. Teknik analisis data dilakukan melalui uji normalitas, homogenitas, dan uji-t (uji hipotesis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan berbicara siswa yang diajar menggunakan metode Show and Tell dengan yang tidak. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji-t yang menunjukkan nilai thitung lebih besar dari ttabel dengan taraf signifikansi 0,05. Selain itu, peningkatan rata-rata keterampilan berbicara siswa setelah penerapan metode Show and Tell mencapai ±31,95%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode Show and Tell berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas V pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIII H SMPN 4 WATAMPONE MELALUI METODE PEMBELAJARAN C3T (CERDAS, CERMAT, CEPAT DAN TEPAT) DALAM MENGULAS CERPEN Hikmayanti, Nurul; Fitriana, Irna; Asdar, Muhammad
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7865

Abstract

This classroom action research was motivated by the urgency of improving students' critical thinking skills in literature learning, particularly in short story analysis. The main focus of the research was to analyze the effectiveness of the C3T (Quick, Accurate, and Fast) learning method in the planning, implementation, and evaluation stages of learning in class VIII H of SMPN 4 Watampone. This research was conducted in two action cycles using data collection techniques that included a short story review learning outcome test and non-test techniques such as observation and documentation of student activities. The research findings showed a significant increase in students' critical thinking skills after the intervention. This was evidenced by an increase in the success rate from 54.67% in cycle I to 79.17% in cycle II, for a total increase of 24.5%. In addition to the increased scores, positive impacts were also seen in the affective and psychomotor aspects, where students demonstrated enthusiasm, activeness, courage, and improved teamwork, especially during the quiz session. Students were proven to be able to critically analyze the intrinsic elements of short stories, including theme, plot, characters, setting, and moral, according to the assessment indicators. Based on these results, it can be concluded that the implementation of the C3T learning method successfully improved students' critical thinking skills in effectively reviewing short stories. ABSTRAKPenelitian tindakan kelas ini dilatarbelakangi oleh urgensi peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran sastra, khususnya pada materi mengulas cerita pendek. Fokus utama penelitian adalah menganalisis efektivitas penerapan metode pembelajaran C3T (Cerdas Cermat Cepat Tepat) pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran di kelas VIII H SMPN 4 Watampone. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus tindakan dengan teknik pengumpulan data yang mencakup tes hasil belajar mengulas cerpen serta teknik non-tes berupa observasi dan dokumentasi aktivitas siswa. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan berpikir kritis siswa setelah intervensi dilakukan. Hal ini dibuktikan dengan kenaikan persentase keberhasilan dari 54,67% pada siklus I menjadi 79,17% pada siklus II, dengan total peningkatan sebesar 24,5%. Selain peningkatan skor, dampak positif juga terlihat dari aspek afektif dan psikomotorik, di mana siswa menunjukkan antusiasme, keaktifan, keberanian, serta kerja sama tim yang lebih baik, terutama saat sesi cerdas cermat berlangsung. Siswa terbukti mampu mengulas unsur intrinsik cerpen meliputi tema, alur, tokoh, latar, dan amanat dengan kritis sesuai indikator penilaian. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran C3T berhasil meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam mengulas cerpen secara efektif.
INSTITUTIONAL BRANDING STRATEGIES THROUGH INTERNAL ENGLISH CAMP AT ISLAMIC BOARDING SCHOOL Purwanigara, Saryati
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.7861

Abstract

Speaking proficiency in English is an essential competence in the era of globalization, especially for students in educational environments such as Islamic boarding schools. This study aims to evaluate the effectiveness of the Internal English Camp Program in enhancing students’ English-speaking skills at SMPIT Thariq bin Ziyyad Boarding School, Bekasi. A descriptive qualitative approach was employed, utilizing observation, interviews, and questionnaires involving 30 student participants of the program. The results indicate that the program significantly increased students’ motivation, confidence, and frequency of English usage in daily activities. Communicative and interactive learning methods, supported by experienced instructors from Kampung Inggris Pare, established a conducive and enjoyable learning environment. The majority of respondents rated the program very positively and reported noticeable improvements in their speaking skills and motivation to learn. These findings underscore the importance of language-rich environments and programs such as the Internal English Camp as effective strategies for fostering English-speaking proficiency in Islamic boarding schools and other residential educational settings. ABSTRAK Kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris merupakan kompetensi esensial di era globalisasi dan sangat diperlukan bagi siswa di lingkungan pendidikan, termasuk pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Program Internal English Camp dalam meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Inggris siswa di SMPIT Thariq bin Ziyyad Boarding School, Bekasi. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan kuesioner yang melibatkan 30 siswa peserta program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini secara signifikan meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, dan frekuensi penggunaan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari siswa. Metode pembelajaran yang komunikatif, interaktif, serta didukung oleh instruktur berpengalaman dari Kampung Inggris Pare, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan. Sebagian besar responden memberikan penilaian sangat baik terhadap program, serta melaporkan adanya peningkatan keterampilan berbicara dan motivasi belajar. Temuan ini mempertegas pentingnya penerapan program berbasis lingkungan bahasa yang mendukung, seperti Internal English Camp, sebagai strategi efektif untuk mengembangkan keterampilan berbicara bahasa Inggris di boarding dan sekolah berasrama lainnya.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI RELIGIUS DALAM MENGUATKAN CIVIC RESPONSIBILTY SISWA SMP MUHAMMADIYAH 2 PONTIANAK Feriyadi, Feriyadi; Asriati, Nuraini; Purnama, Shilmy; Sulistyarini, Sulistyarini; Utami, Tri
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.7977

Abstract

This study aims to describe the implementation of religious values in strengthening civic responsibility among students at SMP Muhammadiyah 2 Pontianak, focusing on religious program planning, religious activity implementation, evaluation, and supporting and inhibiting factors. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation of the principal, civics teachers, Islamic Education teachers, homeroom teachers, and students from each grade level. The results show that religious values are applied through the habit of worship such as the dhuha prayer, tadarus, congregational zuhur prayer, kultum, clean Friday, and the habit of religious attitudes through the example set by teachers. The implementation of these religious values has a significant impact on students' civic responsibility, as reflected in increased discipline, concern for the environment, ability to work together, courage to express opinions, and moral awareness among students. The main supporting factors for the successful implementation of the program are teacher role models, a religious school culture, and the integration of religious values in civic education. The obstacles encountered were the influence of the environment and social media, differences in family backgrounds, and limited facilities. This study concluded that the internalization of religious values is an effective strategy in strengthening students' civic responsibility when applied consistently, comprehensively, and sustainably. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai religius dalam menguatkan civic responsibility siswa di SMP Muhammadiyah 2 Pontianak, dengan fokus pada perencanaan program religius, pelaksanaan kegiatan keagamaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru PKn, guru Pendidikan Agama Islam, wali kelas, serta siswa dari setiap jenjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai religius diterapkan melalui pembiasaan ibadah seperti shalat dhuha, tadarus, shalat zuhur berjamaah, kultum, Jumat bersih, serta pembiasaan sikap religius melalui keteladanan guru. Implementasi nilai religius tersebut berdampak signifikan terhadap civic responsibility siswa, tercermin dari meningkatnya kedisiplinan, kepedulian terhadap lingkungan, kemampuan bekerja sama, keberanian menyampaikan pendapat, serta kesadaran moral siswa. Faktor pendukung utama keberhasilan implementasi program adalah keteladanan guru, budaya sekolah religius, dan integrasi nilai religius dalam pembelajaran PKn. Hambatan yang ditemukan yaitu pengaruh lingkungan dan media sosial, perbedaan latar belakang keluarga, serta keterbatasan fasilitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa internalisasi nilai-nilai religius merupakan strategi efektif dalam memperkuat civic responsibility siswa apabila diterapkan secara konsisten, menyeluruh, dan berkelanjutan.
ANALISIS KONTEN DALAM GALERI RASULULLAH di MASJID AL- JABBAR SEBAGAI MATERI AJAR SEJARAH DALAM MATA PELAJARAN PAI Dien, Muhammad Wahyu Daffa; Supriadi, Udin; Islamy, Mohamad Rindu Fajar
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8026

Abstract

This research aims to analyze the content contained in the Rasulullah Gallery at the Al-Jabbar Mosque, one of the well-known mosques in West Java, especially in Gedebage District, Bandung City. This research also examines the relevance of gallery content as history teaching material in Islamic Religious Education (PAI) subjects. Using a qualitative approach and descriptive analysis, the main data was obtained through direct observation at the Rasulullah Gallery, interviews with gallery managers, visitors and education experts. This research is also supported by secondary data in the form of gallery catalog documents, literature on the history of the Prophet, as well as literature reviews from books, journals and articles related to history teaching methods in PAI subjects. The collected data was analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that the Rasulullah Gallery presents educational content that is relevant to PAI's Basic Competency and Competency Standards (SKKD). Apart from that, this gallery has the potential to become an interactive history learning medium that can increase students' understanding of the history of the Prophet. This research recommends integrating the Rasulullah Gallery into PAI learning to enrich students' learning experiences. Thus, the Rasulullah Gallery can function as an effective learning resource in supporting the learning of Islamic history. ABSTRAK Kajian ini bertujuan untuk menganalisis konten yang terdapat pada Galeri Rasulullah di Masjid Al-Jabbar, sebuah masjid yang cukup dikenal luas di Jawa Barat, tepatnya di Kecamatan Gedebage, Kota Bandung. Penelitian ini juga menilai relevansi konten galeri tersebut sebagai materi ajar sejarah dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif, data utama diperoleh melalui observasi langsung di Galeri Rasulullah, wawancara dengan Tim kreatif Pt.Sembilan Matahari,  murid dan ahli pendidikan. Penelitian ini juga didukung oleh data sekunder berupa dokumen katalog galeri, literatur tentang sejarah Rasulullah, serta kajian pustaka dari buku, jurnal, dan artikel terkait metode pengajaran sejarah dalam PAI. Data yang terkumpul dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Galeri Rasulullah menyajikan konten edukatif yang relevan dengan Capaian Pembelajaran. Selain itu, galeri ini memiliki potensi sebagai media pembelajaran sejarah interaktif yang mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap sejarah Rasulullah. Penelitian ini merekomendasikan integrasi Galeri Rasulullah ke dalam pembelajaran PAI untuk memperkaya pengalaman belajar siswa. Dengan demikian, Galeri Rasulullah dapat berfungsi sebagai sumber belajar yang efektif dalam mendukung pembelajaran sejarah Islam  
PENGARUH GAMIFIKASI KAHOOT TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS DENGAN METODE K-MEANS CLUSTERING Prastyono, Reza; Al-Khowarizmi, Al-Khowarizmi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8398

Abstract

This study examines the effectiveness of Kahoot! as an interactive learning medium for improving English learning outcomes among fifth-grade students at Satit Phattanawitya Yala, Thailand, and further classifies students’ achievement levels using the K-Means Clustering method. A quantitative approach with a quasi-experimental pretest–posttest control group design was employed, involving 63 students divided into an Experimental Group (31 students) receiving Kahoot!-based instruction and a Control Group (32 students) receiving conventional instruction. Learning outcome data were analyzed using t-tests, N-Gain calculations, and K-Means clustering to identify patterns of performance improvement. The findings indicate that the Experimental Group achieved significantly higher posttest scores (M = 86.65; SD = 5.21) than the Control Group (M = 74.59; SD = 3.45), with t = 10.860 and p < 0.05. K-Means analysis classified students in the Experimental Group into three categories: High Performers (19.4 percent), Medium Performers (58.1 percent), and Low Performers (22.6 percent), reflecting a more optimal distribution of improvement compared to the control group. The N-Gain values further demonstrate medium–high effectiveness for the Experimental Group (61.63 percent) and low effectiveness for the Control Group (27.60 percent), while Cohen’s d = 2.737 signifies a very strong effect size. These results confirm that Kahoot! significantly enhances English learning outcomes and produces a more progressive performance distribution than conventional instructional methods. ABSTRAK Studi ini menganalisis efektivitas penggunaan Kahoot! sebagai media pembelajaran interaktif dalam meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris pada siswa kelas 5 di Satit Phattanawitya Yala, Thailand, serta melakukan klasifikasi tingkat pencapaian siswa menggunakan metode K-Means Clustering. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif melalui desain kuasi-eksperimental pretest-posttest dengan kelompok kontrol, melibatkan 63 siswa yang terbagi menjadi Kelompok Eksperimen (31 siswa) yang menerima pembelajaran berbasis Kahoot! dan Kelompok Kontrol (32 siswa) yang belajar dengan metode konvensional. Data hasil belajar dianalisis melalui uji-t, perhitungan N-Gain, dan pengelompokan K-Means untuk mengidentifikasi pola peningkatan capaian siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor pascates kelompok eksperimen (M = 86,65; SD = 5,21) secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (M = 74,59; SD = 3,45), dengan nilai t = 10,860 dan p < 0,05. Analisis K-Means mengklasifikasikan siswa kelompok eksperimen ke dalam tiga kategori performa, yaitu Performer Tinggi (19,4%), Performer Sedang (58,1%), dan Performer Rendah (22,6%), yang merefleksikan sebaran peningkatan capaian yang lebih optimal dibandingkan kelompok kontrol. Perhitungan N-Gain juga menunjukkan efektivitas sedang–tinggi pada kelompok eksperimen (61,63%) dan efektivitas rendah pada kelompok kontrol (27,60%), sedangkan nilai Cohen’s d = 2,737 mengindikasikan besaran efek yang sangat kuat. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan Kahoot! secara signifikan mampu meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris dan menghasilkan distribusi performa siswa yang lebih progresif dibandingkan metode konvensional.  
ANALISIS TANTANGAN DAN STRATEGI E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN (PAI) DI ERA DIGITAL : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Rusliana, Zakiyatun Nufus Aulia; Koderi, Koderi; Fitriani, Fitriani
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8447

Abstract

The development of digital technology and the acceleration of online learning in the post-pandemic era have encouraged the implementation of e-learning in Islamic Religious Education (IRE). However, its implementation still faces a gap between pedagogical potential and practical realities in the field. This study aims to identify the main challenges, recommended e-learning strategies, and the impact of e-learning implementation on students’ understanding of learning materials, learning motivation, and the formation of Islamic character. This research employs a Systematic Literature Review (SLR) method guided by PRISMA, with the assistance of the Covidence application. The review process includes the formulation of three research questions, the determination of inclusion and exclusion criteria, literature searches in the Scopus and Publish or Perish databases, duplicate removal, title–abstract and full-text screening, quality assessment (QA1–QA3), and data synthesis. Out of 198 articles published between 2020 and 2025, 16 articles were deemed eligible for analysis. The findings indicate that e-learning has the potential to enhance students’ understanding of Islamic concepts and learning outcomes through the use of videos, interactive quizzes, and digital materials, as well as to increase students’ motivation and engagement through interactivity and gamification. The main challenges identified include technical aspects, such as limited internet access and infrastructure, and non-technical aspects, such as low digital literacy, insufficient teacher training, student motivation, and policy support. This study emphasizes that the effectiveness of e-learning in IRE can be achieved through the utilization of Learning Management Systems (LMS) enriched with interactive media and gamification, accompanied by the strengthening of teachers’ digital competencies and equitable infrastructure development to ensure sustainable implementation and value-oriented learning. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital dan percepatan pembelajaran daring pascapandemi mendorong penerapan e-learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun, implementasinya masih menghadapi kesenjangan antara potensi pedagogis dan realitas di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan utama, strategi e-learning yang direkomendasikan, serta dampak penerapannya terhadap pemahaman materi, motivasi belajar, dan pembentukan karakter Islami peserta didik. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berpedoman pada PRISMA dengan bantuan aplikasi Covidence. Proses kajian meliputi perumusan tiga research questions, penetapan kriteria inklusi dan eksklusi, penelusuran literatur pada basis data Scopus dan Publish or Perish, penghapusan duplikasi, screening judul–abstrak dan full-text, penilaian kualitas (QA1–QA3), serta sintesis data. Dari 198 artikel publikasi periode 2020–2025, sebanyak 16 artikel dinyatakan layak dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa e-learning berpotensi meningkatkan pemahaman konsep keislaman dan hasil belajar melalui pemanfaatan video, kuis interaktif, dan materi digital, serta meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa melalui interaktivitas dan gamifikasi. Adapun tantangan utama yang ditemukan meliputi aspek teknis, seperti keterbatasan akses internet dan infrastruktur, serta aspek non-teknis, seperti rendahnya literasi digital, minimnya pelatihan guru, motivasi siswa, dan dukungan kebijakan. Penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas e-learning PAI dapat dicapai melalui pemanfaatan Learning Management System (LMS) yang diperkaya media interaktif dan gamifikasi, disertai penguatan kompetensi guru serta pemerataan infrastruktur agar implementasi pembelajaran tetap berkelanjutan dan berorientasi pada nilai-nilai Islam.  
ANALYTICAL (C4) LEARNING OUTCOMES IN IRE: IMPLEMENTING THE TTW MODEL BASED ON RTE Apfrilia, Dea Putry; Pahrudin, Agus; Octafiona, Era; Baharudin, Baharudin
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8659

Abstract

Islamic Religious Education (IRE) learning in Vocational High Schools (SMK) should not merely focus on the acquisition of religious knowledge, but also emphasize the development of higher-order thinking skills, particularly analytical thinking at the C4 cognitive level. However, learning outcomes in IRE at SMK SMTI Bandar Lampung remain relatively low, especially in tasks requiring analytical reasoning, largely due to conventional instructional practices that provide limited opportunities for active student engagement. This study aimed to examine the effectiveness of the Think Talk Write (TTW) learning model integrated with the Rotating Trio Exchange (RTE) strategy in improving students’ learning outcomes in IRE at the C4 cognitive level. A quantitative approach was employed using a quasi-experimental method with a post-test only control group design. The research sample consisted of two classes: an experimental class taught using the TTW model based on RTE and a control class receiving conventional instruction. Data were collected using a multiple-choice test designed to assess students’ analytical skills (C4). Data analysis involved normality testing, homogeneity testing, the Independent Samples t-test, and the Mann–Whitney test. The analysis results indicate that the data did not meet the assumptions of normality and homogeneity; however, a statistically significant difference in learning outcomes was found between the experimental and control groups (p < 0.05). These results demonstrate that the TTW–RTE model significantly improves students’ analytical thinking skills in IRE. Therefore, the TTW–RTE model can be considered an effective HOTS-oriented instructional alternative for improving analytical abilities among vocational high school students. ABSTRAK Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) idealnya tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi keagamaan, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi, khususnya kemampuan menganalisis pada level kognitif C4. Namun, kenyataan di SMK SMTI Bandar Lampung menunjukkan bahwa hasil belajar PAI masih rendah, terutama pada soal-soal yang menuntut kemampuan analitis, akibat pembelajaran yang cenderung konvensional dan kurang melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Think Talk Write (TTW) yang dipadukan dengan strategi Rotating Trio Exchange (RTE) dalam meningkatkan hasil belajar PAI dalam ranah kognitif C4. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tipe post-test only control group design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas, yakni kelas eksperimen menerapkan model TTW berbasis RTE sedangkan kelas kontrol menerapkan pembelajaran konvensional. Instrumen pengumpulan data berupa tes pilihan ganda yang dirancang untuk mengukur kemampuan analisis siswa. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji Independent Sample t-Test, serta uji Mann–Whitney. Hasil analisis menunjukkan bahwa data penelitian tidak memenuhi asumsi normalitas dan homogenitas, namun terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai signifikansi < 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model TTW berbasis RTE secara signifikan meningkatkan keahlian analitis siswa pada pembelajaran PAI. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model TTW berbasis RTE efektif digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran PAI berbasis HOTS, khususnya guna meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa SMK.