cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 424 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATERI BUDAYA DAERAHKU SISWA KELAS V SDN 2 RIAU SILIP Oktarina, Diyatri; Kurnia, Feni; Nabela, Silvio Juliana
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7683

Abstract

The impetus for this research was the suboptimal academic achievement among fifth-grade students at SDN 2 Riau Silip, particularly in the "Budaya Daerahku"  unit. This situation was identified as a consequence of the dominance of conventional pedagogy and minimal active student participation. Baseline data confirmed this issue, with a mean score of 47.6 indicating that the majority of students had not yet met the Minimum Mastery Criteria (KKTP).Grounded in this context, the study was focused on investigating the effectiveness of the Scramble learning model on student learning outcomes for the related material. This research adopted a quantitative approach utilizing a quasi-experimental, non-equivalent control group design. The population involved in this study included the total fifth-grade student body at SDN 2 Riau Silip.The sampling technique employed was saturated sampling, wherein the entire population served as the research sample. These subjects were subsequently divided into two cohorts: an experimental group, which received the pedagogical intervention of the Scramble model, and a control group, which continued to receive instruction via conventional methods.The primary data collection instrument was an essay test, administered in two phases (as a pre-test and a post-test). Analysis of the collected data involved a series of prerequisite tests, including normality and homogeneity tests, before proceeding to hypothesis testing using a t-test.Research findings indicated a statistically significant disparity in student learning outcomes post-intervention. Specifically, the experimental group demonstrated an increase in average scores, moving from 44.80 (on the pre-test) to 60.4 (on the post-test).Verification through hypothesis testing reinforced this finding, wherein the calculated t-value  of 2.346 was proven to exceed the critical t-value  of 2.059. This statistical comparison provided the basis for rejecting the null hypothesis (Ho) and accepting the alternative hypothesis (Ha). In conclusion, the Scramble learning model was demonstrated to have a significant effect on the learning outcomes of fifth-grade students at SDN 2 Riau Silip for the "Budaya Daerahku" material. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar siswa kelas V di SDN 2 Riau Silip yang kurang memuaskan pada materi "Budaya Daerahku", yang disebabkan oleh pendekatan pengajaran tradisional dan kurangnya partisipasi siswa. Nilai rata-rata awal sebesar 47,6 menunjukkan bahwa banyak siswa belum memenuhi standar yang dipersyaratkan untuk menyelesaikan Tujuan Pembelajaran. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengkaji bagaimana strategi pembelajaran Scramble memengaruhi hasil belajar siswa di bidang ini. Pendekatan kuantitatif digunakan, menggunakan desain kuasi eksperimental dengan kelompok kontrol non ekuivalen. Seluruh 50 siswa kelas V di SDN 2 Riau Silip merupakan populasi penelitian. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari siswa kelas V yang dibagi menjadi kelompok eksperimen, yang diajar menggunakan model Scramble, dan kelompok kontrol, yang diajar menggunakan metode standar. Strategi pengambilan sampel jenuh digunakan, yang berarti semua anggota populasi diikutsertakan dalam sampel. Ujian esai, yang diberikan sebagai pretestt dan posttest, digunakan untuk mengumpulkan data. Data dianalisis menggunakan uji normalitas dan homogenitas, serta uji hipotesis menggunakan Uji-T Sampel Independen. Hasilnya menunjukkan perubahan yang signifikan dalam prestasi akademik siswa setelah intervensi. Skor rata-rata kelompok eksperimen meningkat dari 44,80 pada pretest menjadi 60,4 pada posttest. Uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai t hitung (2,346) melebihi nilai t tabel (2,059). Akibatnya, hipotesis nol (Ho) ditolak, dan hipotesis alternatif (Ha) dikonfirmasi. Kesimpulannya adalah bahwa strategi pembelajaran Scramble memiliki dampak yang signifikan terhadap prestasi akademik siswa kelas V di SDN 2 Riau Silip dalam mempelajari budaya daerah mereka.
KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS DITINJAU DARI KEYAKINAN DIRI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN POGIL Suri, Indah Resti Ayuni
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7820

Abstract

The abstract should reflect the overall substance of the article and be able to help the reader This study aims to determine the effect of the Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) model and the level of self-efficacy on students’ mathematical connection ability. The problem addressed in this research is the low level of students’ mathematical connection ability and the lack of optimal learning models that support its development. This research employed a quantitative method with a quasi-experimental design, specifically the posttest-only control group design. The sample consisted of two randomly selected eighth-grade classes at SMP Negeri 2 Bandar Lampung, designated as the experimental and control classes. The instruments used were a mathematical connection ability essay test and a self-efficacy questionnaire. Data analysis was carried out using two-way ANOVA at a 5% significance level. The results indicated that the POGIL learning model had a significant effect on students’ mathematical connection ability, with a significance value of 0.000 < 0.05. Similarly, the level of self-efficacy also significantly affected students’ mathematical connection ability, with a significance value of 0.000 < 0.05. However, there was no significant interaction between the POGIL model and the level of self-efficacy on students’ mathematical connection ability, as indicated by a significance value of 0.840 > 0.05. Therefore, it can be concluded that both the POGIL model and self-efficacy independently contribute to enhancing students’ mathematical connection ability. These findings are expected to serve as a reference for selecting effective and adaptive instructional strategies based on students’ affective characteristics. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) dan tingkat keyakinan diri terhadap kemampuan koneksi matematis peserta didik. Permasalahan yang diangkat adalah rendahnya kemampuan koneksi matematis serta kurang optimalnya model pembelajaran yang mendukung pengembangan aspek tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental design) berupa posttest-only control group design. Sampel terdiri dari dua kelas yang dipilih secara acak dari kelas VIII di SMP Negeri 2 Bandar Lampung, masing-masing sebagai kelas eksperimen dan kontrol. Instrumen penelitian berupa tes uraian kemampuan koneksi matematis dan angket keyakinan diri. Analisis data dilakukan menggunakan uji ANOVA dua arah pada taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa model pembelajaran POGIL berpengaruh signifikan terhadap kemampuan koneksi matematis peserta didik dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Demikian pula, tingkat keyakinan diri berpengaruh signifikan terhadap kemampuan koneksi matematis dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Namun, tidak ditemukan interaksi yang signifikan antara model pembelajaran POGIL dan tingkat keyakinan diri terhadap kemampuan koneksi matematis karena nilai signifikansi sebesar 0,840 > 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model POGIL dan keyakinan diri masing-masing berkontribusi secara mandiri dalam meningkatkan kemampuan koneksi matematis peserta didik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam memilih strategi pembelajaran yang efektif dan adaptif terhadap karakteristik afektif siswa.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN SHOW AND TELL TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V SDN 06728 SUNGGAL Lestari, Novi; Sutarini, Sutarini; Anshor, Arrini Shabrina; Hasanah, Hasanah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7821

Abstract

This study aims to determine the effect of the Show and Tell learning method on students’ speaking skills in the Indonesian language subject for fifth-grade students at SDN 06728 Sunggal. The background of the study stems from students’ low speaking skills, as indicated by a lack of confidence in expressing opinions and difficulty in orally conveying the content of texts. This research uses a quantitative approach with a quasi-experimental method and a non-equivalent control group design. The population consists of all fifth-grade students at SDN 06728 Sunggal, with two sample classes: class VA as the experimental group and class VB as the control group. The instruments used were observation sheets and oral tests to measure speaking skills. Data analysis techniques included normality test, homogeneity test, and t-test (hypothesis testing). The results showed a significant difference in speaking skills between students taught using the Show and Tell method and those who were not. This is evidenced by the t-test result where the t-count value is greater than the t-table at a significance level of 0.05. Furthermore, the average improvement in speaking skills after applying the Show and Tell method reached approximately 31.95%. Therefore, it can be concluded that the Show and Tell method has a significant effect on improving speaking skills in fifth-grade students for the Indonesian language subject. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran Show and Tell terhadap keterampilan berbicara siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas V SDN 06728 Sunggal. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya keterampilan berbicara siswa, yang ditandai dengan kurangnya keberanian dalam mengungkapkan pendapat serta rendahnya kemampuan menyampaikan kembali isi teks secara lisan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment), desain penelitian non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN 06728 Sunggal, dengan sampel sebanyak dua kelas yaitu kelas VA sebagai kelas eksperimen dan VB sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi dan tes lisan untuk mengukur keterampilan berbicara. Teknik analisis data dilakukan melalui uji normalitas, homogenitas, dan uji-t (uji hipotesis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan berbicara siswa yang diajar menggunakan metode Show and Tell dengan yang tidak. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji-t yang menunjukkan nilai thitung lebih besar dari ttabel dengan taraf signifikansi 0,05. Selain itu, peningkatan rata-rata keterampilan berbicara siswa setelah penerapan metode Show and Tell mencapai ±31,95%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode Show and Tell berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas V pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIII H SMPN 4 WATAMPONE MELALUI METODE PEMBELAJARAN C3T (CERDAS, CERMAT, CEPAT DAN TEPAT) DALAM MENGULAS CERPEN Hikmayanti, Nurul; Fitriana, Irna; Asdar, Muhammad
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7865

Abstract

This classroom action research was motivated by the urgency of improving students' critical thinking skills in literature learning, particularly in short story analysis. The main focus of the research was to analyze the effectiveness of the C3T (Quick, Accurate, and Fast) learning method in the planning, implementation, and evaluation stages of learning in class VIII H of SMPN 4 Watampone. This research was conducted in two action cycles using data collection techniques that included a short story review learning outcome test and non-test techniques such as observation and documentation of student activities. The research findings showed a significant increase in students' critical thinking skills after the intervention. This was evidenced by an increase in the success rate from 54.67% in cycle I to 79.17% in cycle II, for a total increase of 24.5%. In addition to the increased scores, positive impacts were also seen in the affective and psychomotor aspects, where students demonstrated enthusiasm, activeness, courage, and improved teamwork, especially during the quiz session. Students were proven to be able to critically analyze the intrinsic elements of short stories, including theme, plot, characters, setting, and moral, according to the assessment indicators. Based on these results, it can be concluded that the implementation of the C3T learning method successfully improved students' critical thinking skills in effectively reviewing short stories. ABSTRAKPenelitian tindakan kelas ini dilatarbelakangi oleh urgensi peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran sastra, khususnya pada materi mengulas cerita pendek. Fokus utama penelitian adalah menganalisis efektivitas penerapan metode pembelajaran C3T (Cerdas Cermat Cepat Tepat) pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran di kelas VIII H SMPN 4 Watampone. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus tindakan dengan teknik pengumpulan data yang mencakup tes hasil belajar mengulas cerpen serta teknik non-tes berupa observasi dan dokumentasi aktivitas siswa. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan berpikir kritis siswa setelah intervensi dilakukan. Hal ini dibuktikan dengan kenaikan persentase keberhasilan dari 54,67% pada siklus I menjadi 79,17% pada siklus II, dengan total peningkatan sebesar 24,5%. Selain peningkatan skor, dampak positif juga terlihat dari aspek afektif dan psikomotorik, di mana siswa menunjukkan antusiasme, keaktifan, keberanian, serta kerja sama tim yang lebih baik, terutama saat sesi cerdas cermat berlangsung. Siswa terbukti mampu mengulas unsur intrinsik cerpen meliputi tema, alur, tokoh, latar, dan amanat dengan kritis sesuai indikator penilaian. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran C3T berhasil meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam mengulas cerpen secara efektif.