cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 424 Documents
PERAN GURU PAI DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK DI ERA DIGITAL Asrofi, Asrofi; Islah, Ahmad Nur; Khasanah, Uswatun
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7516

Abstract

This research is motivated by the crucial role of Islamic Religious Education (PAI) in shaping students' character amidst the challenges of the digital era, such as the rise of negative content and changes in social interactions. The gap between the ideal goal of PAI to develop noble character and the reality on the ground, which still shows various character issues in students, prompted this research. The focus of the research is to explore the role of PAI teachers in shaping students' character in the digital era. This research used a qualitative method with a case study approach. Data collection was conducted through in-depth interviews with PAI teachers and direct observation of the learning process, supported by a review of relevant literature. The data were analyzed using thematic analysis techniques. The results show that PAI teachers act not only as instructors but also as moral guides who utilize technology wisely. The main finding is that good interaction between teachers and students and the integration of technology in PAI have proven effective in instilling moral values, strengthening religious identity, and teaching digital ethics. It is concluded that the role of PAI teachers is vital in filtering the negative impacts of the digital era and strengthening students' positive character through an adaptive learning approach. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh peran krusial Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter siswa di tengah tantangan era digital, seperti maraknya konten negatif dan perubahan interaksi sosial. Adanya kesenjangan antara tujuan ideal PAI untuk membentuk akhlak mulia dengan realitas di lapangan yang masih menunjukkan berbagai permasalahan karakter siswa mendorong penelitian ini. Fokus penelitian adalah untuk mengeksplorasi peran guru PAI dalam membentuk karakter peserta didik di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan guru-guru PAI dan observasi langsung terhadap proses pembelajaran, didukung studi literatur yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing moral yang memanfaatkan teknologi secara bijak. Temuan utama adalah interaksi yang baik antara guru dan siswa serta integrasi teknologi dalam PAI terbukti efektif dalam menanamkan nilai moral, menguatkan identitas keagamaan, dan mengajarkan etika digital. Disimpulkan bahwa peran guru PAI sangat vital dalam memfilter dampak negatif era digital dan memperkuat karakter positif siswa melalui pendekatan pembelajaran yang adaptif.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SFE (STUDENT FACILIATOR AND EXPLAINING) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PAI PESERTA DIDIK Susanti, Agus
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7517

Abstract

This research is motivated by the low learning outcomes of seventh-grade students in Islamic Religious Education (PAI) at SMP Negeri 16 Bandar Lampung, particularly in the topic of congregational and shortened prayers, where 63.49% of students fell below the Minimum Completion Minimum (KKM). This condition is thought to be due to the implementation of conventional, teacher-centered learning methods and a lack of student involvement. The focus of this study is to examine the effect of the Student Facilitator and Explainer (SFE) cooperative learning model on improving Islamic Religious Education (PAI) learning outcomes. This study used a quantitative method with a quasi-experimental design (pretest-posttest control group design). The sample consisted of two classes (VII D as the experimental class and VII F as the control class) selected purposively. Learning outcome data were collected through tests and analyzed using a t-test after passing validity, reliability, normality, and homogeneity tests. The results showed a significant difference in learning outcomes (Sig. 0.000 < 0.05). The posttest average for the experimental class (84.50) was significantly higher than that for the control class (65.00). It was concluded that the SFE model had a significant and effective effect on improving Islamic Religious Education learning outcomes by encouraging student involvement, responsibility, and better understanding of concepts. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa kelas VII SMP Negeri 16 Bandar Lampung, khususnya pada materi shalat jama’ dan qashar, di mana 63,49% siswa berada di bawah KKM. Kondisi ini diduga akibat penerapan metode pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru dan kurangnya keterlibatan siswa. Fokus penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator and Explaining (SFE) terhadap peningkatan hasil belajar PAI. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experiment (pretest-posttest control group design). Sampel terdiri dari dua kelas (VII D sebagai kelas eksperimen dan VII F sebagai kelas kontrol) yang dipilih secara purposive. Data hasil belajar dikumpulkan melalui tes, dianalisis menggunakan uji-t setelah lolos uji validitas, reliabilitas, normalitas, dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan pada hasil belajar (nilai Sig. 0,000 < 0,05). Rata-rata posttest kelas eksperimen (84,50) jauh lebih tinggi daripada kelas kontrol (65,00). Disimpulkan bahwa model SFE berpengaruh signifikan dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar PAI dengan mendorong keterlibatan, tanggung jawab, dan pemahaman konsep siswa secara lebih baik.
EVALUASI PELATIHAN MENDONGENG UNTUK GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI: IMPELEMTASI MODEL KIRKPATRICK Zakiah, Wiwin; Priyanti, Nita; Apriyansyah, Chandra
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7518

Abstract

This research is motivated by the importance of storytelling skills as a creative learning medium and the instillation of Islamic values ??in early childhood. However, the reach and follow-up of training for early childhood education (PAUD) teachers remains limited. The focus of this study was to evaluate the effectiveness of a storytelling training program organized by the Happy Islamic Story Lovers Community (PCIC) for PAUD teachers. This study used the Kirkpatrick evaluation model, limited to three levels: Reaction, Learning, and Behavior. The methods used were qualitative and quantitative approaches (pre- and post-test questionnaires, interviews, and observations) with teachers and principals at 15 kindergartens in Setu District, Bekasi. The results showed positive findings. At the Reaction level, participants were satisfied with the material, the presenters (score 4.6), and the committee (score 4.5). At the Learning level, there was a significant increase in knowledge and skills among all participants. However, at the Behavior level, findings revealed that only around 40% of participants implemented the training results, due to internal (lack of confidence) and external (lack of mentoring) constraints. It was concluded that this training was successful at the level of reaction and learning, but less effective in promoting long-term behavioral change, requiring ongoing mentoring and institutional support. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keterampilan mendongeng sebagai media pembelajaran kreatif dan penanaman nilai Islami pada anak usia dini, namun jangkauan dan tindak lanjut pelatihan bagi guru PAUD masih terbatas. Fokus penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas program pelatihan mendongeng yang diselenggarakan oleh Komunitas Pecinta Cerita Islami Ceria (PCIC) bagi guru PAUD. Penelitian ini menggunakan model evaluasi Kirkpatrick yang dibatasi pada tiga level: Reaction, Learning, dan Behavior. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif (angket pre-test dan post-test, wawancara, observasi) terhadap guru dan kepala sekolah di 15 TK di Kecamatan Setu, Bekasi. Hasil penelitian menunjukkan temuan yang positif. Pada level Reaction, peserta puas terhadap materi, pemateri (skor 4.6), dan panitia (skor 4.5). Pada level Learning, terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang signifikan pada seluruh peserta. Namun, pada level Behavior, temuan mengungkap bahwa hanya sekitar 40% peserta yang menerapkan hasil pelatihan, disebabkan oleh kendala internal (kurang percaya diri) dan eksternal (minimnya pendampingan). Disimpulkan bahwa pelatihan ini berhasil pada level reaksi dan pembelajaran, namun kurang efektif dalam mendorong perubahan perilaku jangka panjang, sehingga diperlukan pendampingan berkelanjutan dan dukungan institusional.
PENGARUH MODEL PROBLEM-BASED LEARNING DI LUAR KELAS TERHADAP KETERAMPILAN ARGUMENTASI ILMIAH SISWA SEKOLAH DASAR DALAM PEMBELAJARAN IPAS Hermawan, Andri
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7519

Abstract

This research is motivated by the challenges of 21st-century education to develop higher-order thinking skills such as scientific argumentation, whose implementation in elementary schools is still suboptimal due to classroom-centered learning. The main focus of this study is to bridge this gap by examining the effect of the Problem-Based Learning (PBL) model implemented outside the classroom on the scientific argumentation skills of sixth-grade students at SD Negeri 2 Besuki. This quasi-experimental study with a pretest-posttest control group design involved grade VI-A (the experimental group) learning with PBL outside the classroom and grade VI-B (the control group) learning with conventional learning. Data were collected through a scientific argumentation essay test and analyzed using an independent t-test. The results showed that the implementation of the PBL model outside the classroom was significantly superior. The experimental group experienced a significantly higher average score increase (from 58.44 to 82.11) compared to the control group (from 57.88 to 64.23), with statistical significance (p=0.001). It was concluded that the synergy between the PBL framework, which encourages argumentation, and the out-of-class context that provides authentic evidence, proved highly effective in developing students' scientific argumentation skills holistically. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan pendidikan abad ke-21 untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi seperti argumentasi ilmiah, yang implementasinya di sekolah dasar masih belum optimal karena pembelajaran yang terpusat di dalam kelas. Fokus utama penelitian ini adalah untuk menjembatani kesenjangan tersebut dengan menguji pengaruh model Problem-Based Learning (PBL) yang dilaksanakan di luar kelas terhadap keterampilan argumentasi ilmiah siswa kelas VI SD Negeri 2 Besuki. Penelitian kuasi-eksperimental dengan desain pretest-posttest control group ini melibatkan kelas VI-A (kelompok eksperimen) yang belajar dengan PBL di luar kelas dan kelas VI-B (kelompok kontrol) dengan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes esai argumentasi ilmiah dan dianalisis menggunakan uji-t independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL di luar kelas secara signifikan lebih unggul. Kelompok eksperimen mengalami peningkatan skor rata-rata yang jauh lebih tinggi (dari 58,44 menjadi 82,11) dibandingkan kelompok kontrol (dari 57,88 menjadi 64,23), dengan signifikansi statistik (p=0,001). Disimpulkan bahwa sinergi antara kerangka PBL yang mendorong kebutuhan berargumen dan konteks luar kelas yang menyediakan bukti otentik terbukti sangat efektif untuk mengembangkan keterampilan argumentasi ilmiah siswa secara holistik.
ANALISIS COMMUNITY BASED LEARNING (CBL) DAN FAKTOR KEBERHASILAN PENDIDIKAN DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 5.0: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Akhyar, Akhyar; Usman, Usman; Hasanah, Hasanah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7522

Abstract

The Industrial Revolution 5.0 era presents new challenges and opportunities in education, demanding a learning approach that balances technology with human values. This study aims to analyze the contribution of Community Based Learning (CBL) to the development of 21st century skills and educational success in the era of Society 5.0. Using Systematic Literature Review (SLR) method based on PRISMA protocol, this article reviewed 87 primary studies (2019-2025) from Google Scholar, Scopus, ERIC, and MDPI. The thematic analysis identified four main contributions of CBL: (1) strengthening critical thinking, collaboration, creativity, and communication skills; (2) fostering the values of empathy, sustainability, and community agency; (3) supporting the integration of smart technology with a humanist approach; and (4) determined by success factors such as policy support, multi-stakeholder collaboration, teacher readiness, and local relevance. This study confirms that CBL is a transformative pedagogical strategy capable of bridging the gap in access to education, while strengthening global competitiveness and achieving the SDGs. The original contribution of this study lies in the development of a conceptual model of Inclusive Education 5.0 that integrates smart technology with a humanist approach. This complements previous research that tends to only emphasize the practical aspects of CBL without a comprehensive conceptual framework. ABSTRAKEra Revolusi Industri 5.0 menghadirkan tantangan dan peluang baru dalam dunia pendidikan, menuntut pendekatan pembelajaran yang menyeimbangkan teknologi dengan nilai kemanusiaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Community Based Learning (CBL) terhadap pengembangan keterampilan abad ke 21 dan keberhasilan pendidikan di era Society 5.0. Dengan metode Systematic Literature Review (SLR) berbasis protokol PRISMA, artikel ini menelaah 87 studi primer (2019–2025) dari Google Scholar, Scopus, ERIC, dan MDPI. Hasil analisis tematik mengidentifikasi empat kontribusi utama CBL: (1) memperkuat keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, kreativitas, dan komunikasi; (2) menumbuhkan nilai empati, keberlanjutan, serta agency komunitas; (3) mendukung integrasi teknologi cerdas dengan pendekatan humanis; dan (4) ditentukan oleh faktor keberhasilan berupa dukungan kebijakan, kolaborasi multi pihak, kesiapan guru, serta relevansi lokal. Kajian ini menegaskan bahwa CBL merupakan strategi pedagogis transformatif yang mampu menjembatani kesenjangan akses pendidikan, sekaligus memperkuat daya saing global dan pencapaian SDGs. Kontribusi orisinal studi ini terletak pada penyusunan model konseptual Inclusive Education 5.0 yang mengintegrasikan teknologi cerdas dengan pendekatan humanis. Hal ini melengkapi penelitian sebelumnya yang cenderung hanya menekankan aspek praktis CBL tanpa kerangka konseptual menyeluruh
INOVASI PEDAGOGI PAI MULTIKULTURAL: STRATEGI MENDIDIK GENERASI TOLERAN DAN HUMANIS Hadi, Imam Anas; Rohmah, Putri Ainur; Miftachurrohman, Muhammad; Rachmawati, Nuzulia; Chumairo, Luthfi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7523

Abstract

This study aims to examine innovative teaching methods in Islamic Religious Education (PAI) that emphasize cultural diversity as an effort to shape a more tolerant and humanitarian generation. The basis for this research is the gap between the expectations of PAI as a tool for developing good morals and the reality on the ground, where intolerance remains prevalent among students. The method used in this study is a qualitative library research approach, analyzing the latest academic literature from the past ten years related to multicultural pedagogy, Islamic education, and values teaching strategies. Data were obtained from relevant scientific journals, books, and research reports, and then analyzed thematically. The results of this study indicate that innovations in PAI teaching oriented toward multiculturalism can be realized through cooperative learning methods, reflective narratives, and social projects that emphasize humanitarian values and diversity. These methods have proven effective in developing inclusive attitudes, empathy, and students' ability to respond to diverse social conditions. These findings emphasize the need for reformulating PAI methods so that they focus not only on cognitive aspects but also on affective and social aspects. This innovation provides theoretical and practical contributions to the development of contextual Islamic education in Indonesia. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji inovasi metode pengajaran dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) yang bertumpu pada keberagaman budaya sebagai upaya untuk membentuk generasi yang lebih toleran dan berjiwa kemanusiaan. Dasar penelitian ini diambil dari adanya kesenjangan antara harapan PAI sebagai alat untuk mengembangkan akhlak yang baik dengan kenyataan yang terjadi di lapangan, di mana masih banyak ditemukan intoleransi di antara para pelajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif jenis studi pustaka (library research), yang menganalisis literatur akademis terbaru dalam sepuluh tahun terakhir yang berhubungan dengan pedagogi multikultural, pendidikan Islam, dan strategi pengajaran nilai. Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, dan laporan penelitian yang relevan, dan kemudian dianalisis secara tematik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi dalam pengajaran PAI yang berorientasi pada multikulturalisme dapat direalisasikan melalui metode pembelajaran kooperatif, naratif reflektif, dan proyek sosial yang menekankan nilai-nilai kemanusiaan dan keragaman. Metode ini terbukti efektif dalam membangun sikap inklusif, empati, serta kemampuan siswa untuk merespon kondisi sosial yang beragam. Temuan ini menegaskan perlunya reformulasi metode PAI agar tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga pada aspek afektif dan sosial. Inovasi ini menjadi sumbangan teoritis dan praktik dalam pengembangan pendidikan Islam yang kontekstual di Indonesia.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMAN 7 BONE MELALUI MODEL PEMBELAJARAN STUDENT CENTERED LEARNING (SCL) PADA MATERI TEKS NEGOSIASI Syahrani, Audya; Sua, Andi Tenri; Suhardiman, Suhardiman
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7526

Abstract

This research is motivated by the low learning outcomes of tenth-grade students at SMAN 7 Bone on negotiation texts. Pre-cycle data showed an average score of only 58.96 (poor) and 42% of students failed to meet the Minimum Competency (KKM) due to passive teacher-centered learning. The focus of this research is to improve learning outcomes and student engagement through the implementation of the Student-Centered Learning (SCL) model. This study used the Classroom Action Research (CAR) method, conducted in two cycles with 27 students. The research stages included planning, SCL implementation with group discussions and negotiation practice, observation of engagement, and a learning outcome test at the end of each cycle, with a success indicator of 85% completion. The results showed progressive and significant improvement. In Cycle I, the average score increased to 70.92 (sufficient), but reflections showed that students remained passive during presentations. After strategy improvements and more intensive teacher guidance in Cycle II, the average score jumped to 91.33 (very good), with classical completion reaching 100%. The main finding is that actively facilitated SCL successfully increased students' enthusiasm and courage in arguing. It was concluded that the SCL model was highly effective in improving student learning outcomes in negotiation texts. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas X SMAN 7 Bone pada materi teks negosiasi, di mana data pra-siklus menunjukkan nilai rata-rata hanya 58,96 (kategori kurang) dan 42% siswa tidak tuntas KKM akibat pembelajaran teacher-centered yang pasif. Fokus penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa melalui penerapan model Student Centered Learning (SCL). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus terhadap 27 siswa. Tahapan penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan SCL dengan diskusi kelompok dan praktik negosiasi, observasi keaktifan, serta tes hasil belajar di akhir setiap siklus dengan indikator keberhasilan 85% tuntas. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang progresif dan signifikan. Pada Siklus I, nilai rata-rata meningkat menjadi 70,92 (cukup), namun refleksi menunjukkan siswa masih pasif saat presentasi. Setelah perbaikan strategi dan bimbingan guru yang lebih intensif pada Siklus II, terjadi lonjakan nilai rata-rata menjadi 91,33 (sangat baik), dengan ketuntasan klasikal mencapai 100%. Temuan utama adalah SCL yang terfasilitasi aktif berhasil meningkatkan antusiasme dan keberanian siswa berargumentasi. Disimpulkan bahwa model SCL sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi teks negosiasi.
IMPLEMENTASI MODEL SANTUN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR Putri, Rahmah Eka; Prihandoko, Yogi; Noorhapizah, Noorhapizah; Darmiyati, Darmiyati
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7527

Abstract

This research is motivated by the suboptimal critical thinking skills of grade 6 students at SDN Kuin Selatan 1 due to the monotonous and minimally stimulating Pancasila Education learning process. The gap between the curriculum's demands for critical thinking and the reality of passive learning necessitates intervention. The focus of this research is to improve students' critical thinking skills on the topic "My Identity and My Ensvironment" through the application of the SANTUN model (a combination of Problem-Based Learning, Numbered Heads Together, and Word Square). This study used a qualitative Classroom Action Research (CAR) method implemented over four meetings. Data collection was conducted through a written essay test at the end of each meeting, which was analyzed based on five critical thinking indicators (interpretation, analysis, evaluation, inference, and explanation). The results showed progressive and significant progress in students' critical thinking skills, increasing from 43% (Fair) in the first meeting, to 62% (High), then 81% (Very High), and reaching a peak of 86% (Very High) in the fourth meeting. It was concluded that the implementation of the SANTUN model proved highly effective and successfully improved students' critical thinking skills beyond the established success indicators. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya keterampilan berpikir kritis siswa kelas VA SDN Kuin Selatan 1 akibat proses pembelajaran Pendidikan Pancasila yang monoton dan minim stimulasi. Adanya kesenjangan antara tuntutan kurikulum untuk berpikir kritis dengan realitas pembelajaran pasif mendorong perlunya intervensi. Fokus penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi "Jati Diri dan Lingkunganku" melalui penerapan model SANTUN (kombinasi Problem Based Learning, Numbered Heads Together, dan Word Square). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kualitatif yang dilaksanakan dalam empat pertemuan. Pengumpulan data dilakukan melalui tes esai tertulis di akhir setiap pertemuan, yang dianalisis berdasarkan lima indikator berpikir kritis (interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, dan eksplanasi). Hasil penelitian menunjukkan adanya kemajuan progresif dan signifikan pada keterampilan berpikir kritis siswa, meningkat dari 43% (Cukup) pada pertemuan pertama, menjadi 62% (Tinggi), lalu 81% (Sangat Tinggi), dan mencapai puncaknya pada 86% (Sangat Tinggi) di pertemuan keempat. Disimpulkan bahwa penerapan model SANTUN terbukti sangat efektif dan berhasil meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa melampaui indikator keberhasilan yang telah ditetapkan.
PENGARUH KETERLIBATAN ORANG TUA DAN ADIKSI MEDIA SOSIAL TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI MEMBACA PESERTA DIDIK DI UPTD SMP NEGERI 37 SINJAI Mustabsyirah, Mustabsyirah; Hasan, Mardhiah; Nur, Fitriani
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7611

Abstract

This study aims to determine the effect of parental involvement and social media addiction on the reading literacy skills of students at UPTD SMP Negeri 37 Sinjai. This study uses a quantitative. The research sample consisted of 98 students selected through stratified random sampling. The research instruments were questionnaires on parental involvement and social media addiction as well as reading literacy tests. The data were analyzed using simple and multiple linear regression analysis. The results of the study show that: (1) parental involvement was in the moderate category with an average score of 57.11; (2) social media addiction was in the high category with an average score of 32.45; (3) students' reading literacy skills were in the low category with an average score of 8.42; (4) parental involvement affected reading literacy skills by 33.4%; (5) social media addiction affected reading literacy skills by27.3%; and (6) parental involvement and social media addiction simultaneously had a significant effect on reading literacy skills by 45.4%.Thus, active parental involvement and management of sosial media useplay an important role in improving students' reading literacy skills. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterlibatan orang tua dan adiksi media sosial terhadap kemampuan literasi membaca peserta didik di UPTD SMP Negeri 37 Sinjai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 98 peserta didik yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa angket keterlibatan orang tua dan adiksi media sosial serta tes kemampuan literasi membaca. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterlibatan orang tua berada pada kategori sedang dengan rata-rata skor 57,11; (2) adiksi media sosial berada pada kategori tinggi dengan rata-rata skor 32,45; (3) kemampuan literasi membaca peserta didik berada pada kategori rendah dengan rata-rata skor 8,42; (4) keterlibatan orang tua berpengaruh terhadap kemampuan literasi membaca sebesar 33,4%; (5) adiksi media sosial berpengaruh terhadap kemampuan literasi membaca sebesar 27,3%; dan (6) keterlibatan orang tua dan adiksi media sosial secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kemampuan literasi membaca sebesar 45,4%. Dengan demikian, keterlibatan aktif orang tua serta pengelolaan penggunaan media sosial berperan penting dalam meningkatkan kemampuan literasi membaca peserta didik.
REKONSTRUKSI PEMENUHAN HAK-HAK ANAK DALAM SYARIAT ISLAM: ANALISIS KRITIS TERHADAP IMPLEMENTASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER Amelia, A’vi; Fikri, A’la Nirotul; Erlina, Erlina; Ghazi, Fachrul; Kholid, Idham
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7498

Abstract

This article reconstructs the concept and practice of fulfillment of children's rights is a fundamental issue in social and educational development, encompassing not only legal and social aspects but also spiritual dimensions. From the perspective of Islamic Sharia, children are considered divine trusts endowed with inherent rights to life, growth, education, and protection from all forms of violence and injustice. However, the practical implementation of these rights within contemporary Islamic educational institutions still faces structural and cultural challenges. This study critically analyzes the reconstruction of children’s rights within Islamic law and their implementation in modern Islamic education. Using a Systematic Literature Review (SLR) method, the study synthesizes findings from 16 academic articles published between 2015 and 2025 in databases such as SINTA, DOAJ, and Google Scholar. The results indicate that (1) Islamic principles of child protection are rooted in the objectives of Sharia (maq??id al-syar?‘ah), particularly ?if? al-nafs, ?if? al-‘aql, and ?if? al-nasl; (2) a significant gap persists between normative Islamic values and actual implementation in educational institutions; and (3) reconstructing child rights fulfillment requires integrating values of compassion (rahmah) and maq??id-based frameworks into curricula, teacher training, and institutional policies. This study underscores the urgency of developing a child-friendly, justice-oriented Islamic education system grounded in holistic protection of children’s rights. ABSTRAKPenelitian ini merekonstruksi konsep dan praktik pemenuhan hak-hak anak merupakan isu fundamental dalam pembangunan sosial dan pendidikan yang tidak hanya berdimensi hukum dan sosial, tetapi juga spiritual. Dalam perspektif syariat Islam, anak dipandang sebagai amanah Allah yang memiliki hak-hak dasar untuk hidup, tumbuh, memperoleh pendidikan, serta dilindungi dari segala bentuk kekerasan dan ketidakadilan. Namun, praktik pemenuhan hak anak dalam lembaga pendidikan Islam kontemporer masih menghadapi beragam tantangan, baik secara struktural maupun kultural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis rekonstruksi pemenuhan hak-hak anak dalam syariat Islam serta implementasinya dalam pendidikan Islam masa kini. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 16 artikel ilmiah yang terbit antara tahun 2015–2025 dari basis data SINTA, DOAJ, dan Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) prinsip perlindungan anak dalam Islam berakar pada maq??id al-syar?‘ah, khususnya dalam aspek ?if? al-nafs, ?if? al-‘aql, dan ?if? al-nasl; (2) terdapat kesenjangan antara nilai-nilai normatif syariat dan realitas implementasi di lembaga pendidikan Islam; serta (3) rekonstruksi pemenuhan hak anak dapat dilakukan melalui integrasi nilai rahmah dan maq??id al-syar?‘ah dalam kurikulum, pelatihan guru, serta kebijakan kelembagaan. Penelitian ini menegaskan pentingnya paradigma pendidikan Islam yang ramah anak, berkeadilan, dan berorientasi pada perlindungan hak anak secara holistik.