cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 424 Documents
PENGARUH METODE FOUR SQUARE WRITING BERBASIS INFOGRAFIS TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS BIOGRAFI PADA SISWA KELAS X DI MADRASAH ALIYAH NEGERI SAMPANG TAHUN PELAJARAN 2025/2026 Fauzan, Ach.; Wibowo, Ari; Aminah, Siti
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6967

Abstract

Writing skills are a crucial competency that students must master, particularly in composing biographical texts systematically and engagingly. However, in practice, writing instruction often encounters obstacles such as lack of interest, limited ideas, and difficulty in developing a writing outline. This study aims to determine the effect of the infographic-based Four Square Writing method on the biographical writing skills of tenth-grade students at MAN Sampang in the 2025/2026 academic year. This is a quantitative study with a quasi-experimental design using a cluster sampling technique. The sample consisted of 36 students divided into two groups: an experimental class (X-6), consisting of 18 students who received the infographic-based Four Square Writing method, and a control class (X-5), consisting of 18 students who received the conventional method. Data collection instruments included writing skills tests (pretest and posttest) and a Likert-scale questionnaire to measure students' interest, motivation, understanding of the material, and perceptions of the method's effectiveness. Data analysis was conducted using normality tests, homogeneity tests, independent t-tests, and paired sample t-tests. The results showed that the average posttest score of the experimental group reached 83.33, a significant increase from the pretest score of 54.72. Meanwhile, the control group only increased from 53.33 to 70.28. The Independent Samples T-Test produced a t-value of 4.336 with Sig. (2-tailed) = 0.000 (<0.05), which means there is a significant difference between the two groups. The Paired Samples T-Test showed a significant increase in both groups, but the increase in the experimental group was much higher. The questionnaire responses also showed that the majority of students agreed that this method makes learning more interesting, increases self-confidence, helps understand text structure, and encourages writing independence. ABSTRAKKeterampilan menulis merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dikuasai siswa, khususnya dalam menyusun teks biografi secara sistematis dan menarik. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran menulis seringkali mengalami kendala seperti kurangnya minat, ide yang terbatas, dan kesulitan dalam menyusun kerangka tulisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Four Square Writing berbasis infografis terhadap keterampilan menulis teks biografi siswa kelas X MAN Sampang tahun pelajaran 2025/2026. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan teknik cluster sampling. Sampel penelitian terdiri dari 36 siswa yang terbagi menjadi dua kelompok: kelas eksperimen (X-6) sebanyak 18 siswa yang mendapatkan perlakuan metode Four Square Writing berbasis infografis, dan kelas kontrol (X-5) sebanyak 18 siswa yang menggunakan metode konvensional. Instrumen pengumpulan data meliputi tes keterampilan menulis (pretest dan posttest) dan kuesioner skala Likert untuk mengukur minat, motivasi, pemahaman materi, serta persepsi siswa terhadap efektivitas metode. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, homogenitas, uji-t independen, dan uji-t berpasangan (paired sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelompok eksperimen mencapai 83,33, meningkat signifikan dari nilai pretest 54,72. Sementara itu, kelompok kontrol hanya meningkat dari 53,33 menjadi 70,28. Uji Independent Samples T-Test menghasilkan nilai t = 4,336 dengan Sig. (2-tailed) = 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Uji Paired Samples T-Test menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kedua kelompok, namun kenaikan pada kelompok eksperimen jauh lebih tinggi. Respon kuesioner juga memperlihatkan mayoritas siswa setuju bahwa metode ini membuat pembelajaran lebih menarik, meningkatkan kepercayaan diri, membantu memahami struktur teks, serta mendorong kemandirian menulis.
PENGEMBANGAN LMS UNTUK MENDUKUNG MULTIPLE INTELLIGENCES BERBASIS PERSONALISASI Silalahi, Natalia; Bangun, Melly Br.; Ritonga, Rahmilawati
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7189

Abstract

The development of educational technology requires innovation in learning systems that can accommodate the diversity of student characteristics. This study aims to develop and analyze a personalization system in Learning Management Systems (LMS) to support Multiple Intelligences theory for elementary school children through digital integration of Teele Inventory for Multiple Intelligences (TIMI). The research method uses a Design and Development Research (DDR) approach with stages of needs analysis, system design using digital TIMI adaptation, prototype development, internal functionality testing, and expert validation. Research subjects involved 2 validators: experts in educational technology and software engineering. The development results showed that the "MeLearn" LMS prototype successfully integrated personalization systems with digital TIMI instruments, obtaining an average expert validation score of 4.1 (appropriate category with minor revisions). Internal functionality testing showed a 96.7% success rate with main features including digital TIMI assessment, personalized dashboards, and adaptive content recommendation systems. The prototype is capable of automatically mapping students' Multiple Intelligence profiles and providing learning material recommendations that match dominant intelligence tendencies. This research contributes to the development of adaptive learning technology that is responsive to the diversity of multiple intelligences of elementary school children, although it still requires empirical validation with end users ABSTRAKPerkembangan teknologi pendidikan menuntut inovasi dalam sistem pembelajaran yang dapat mengakomodasi keberagaman karakteristik peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menganalisis sistem personalisasi dalam Learning Management System (LMS) untuk mendukung teori Multiple Intelligences pada anak sekolah dasar melalui integrasi digital Teele Inventory for Multiple Intelligences (TIMI). Metode penelitian menggunakan pendekatan Design and Development Research (DDR) dengan tahapan analisis kebutuhan, desain sistem menggunakan adaptasi TIMI digital, pengembangan prototipe, uji fungsionalitas internal, dan validasi ahli. Subjek penelitian melibatkan 2 validator ahli teknologi pendidikan dan rekayasa perangkat lunak. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa prototipe sistem LMS "MeLearn" berhasil mengintegrasikan sistem personalisasi dengan instrumen TIMI digital, memperoleh skor validasi ahli rata-rata 4,1 (kategori layak dengan revisi minor). Uji fungsionalitas internal menunjukkan tingkat keberhasilan 96,7% dengan fitur utama meliputi penilaian TIMI digital, dashboard personalisasi, dan sistem rekomendasi konten adaptif. Prototipe mampu melakukan pemetaan profil Multiple Intelligences siswa secara otomatis dan memberikan rekomendasi materi pembelajaran yang sesuai dengan kecenderungan kecerdasan dominan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan teknologi pembelajaran adaptif yang responsif terhadap keragaman kecerdasan majemuk anak sekolah dasar, meskipun masih memerlukan validasi empiris dengan pengguna akhir.
PERANCANGAN GAME SIMULASI PENGENALAN PERANGKAT KERAS CPU MENGGUNAKAN APLIKASI SCRATCH 3 PADA SISWA KELAS X TKJ SMK Roziq, Fahrul Arifatul; Fajriani, Alfiah; Razilu, Zila
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7416

Abstract

This study aims to develop an interactive 2D learning media based on Scratch 3 to assist tenth-grade TKJ students at SMKN 1 Kendari in understanding the components of a computer CPU motherboard. The background of this research lies in the low level of student interest in learning computer hardware, as the teaching methods are still predominantly lecture-based and less interactive. Therefore, innovative media are required to provide a more engaging and enjoyable learning experience. The development model employed is ADDIE, which includes the stages of needs analysis, design, media development using Scratch 3, implementation through conversion into HTML and Android application formats, and evaluation through expert validation and user testing. The validation results indicate that the average assessment from media experts reached 85.8% in the good category, while material experts obtained an average score of 87.5% in the very good category. User trials involving 30 students resulted in an overall average score of 89.1% categorized as very good, where the visual aspect achieved 85.0% good, while interactivity, ease of use, clarity of material, device compatibility, and learning motivation reached 90.0% ("very good"). Thus, this learning media is considered feasible for use, effective in enhancing students’ understanding, and has the potential to be further developed by adding automatic evaluation features and expanding the scope of the learning materials. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran interaktif 2D berbasis Scratch 3 untuk membantu siswa kelas X TKJ SMKN 1 Kendari dalam memahami komponen motherboard CPU komputer. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya minat siswa dalam mempelajari perangkat keras komputer karena metode pembelajaran masih dominan bersifat ceramah dan kurang interaktif. Untuk itu, diperlukan media inovatif yang mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE, meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan desain, pengembangan media menggunakan Scratch 3, implementasi melalui konversi ke format HTML dan aplikasi Android, serta evaluasi melalui uji validasi dan uji pengguna. Hasil validasi menunjukkan bahwa rata-rata penilaian ahli media sebesar 85,8% dengan kategori baik, dan ahli materi memperoleh rata-rata 87,5% dengan kategori sangat baik. Uji coba kepada 30 siswa menghasilkan rata-rata keseluruhan 89,1% dengan kategori sangat baik, di mana aspek visual memperoleh 85,0% baik, sementara aspek interaktivitas, kemudahan penggunaan, kejelasan materi, kesesuaian perangkat, dan motivasi belajar mencapai 90,0% (sangat baik). Dengan demikian, media pembelajaran ini dinyatakan layak digunakan, efektif meningkatkan pemahaman siswa, serta berpotensi dikembangkan lebih lanjut dengan penambahan fitur evaluasi otomatis dan cakupan materi yang lebih luas.
PENANGGULANGAN STRES ANAK MELALUI PEMBELAJARAN (PAK) KELAS X DI SMA RK SERDANG MURNI LUBUK PAKAM Sembiring, Mimpin; Ginting, Rania Betesda Br; Simbolon, Erikson
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7507

Abstract

Stress and the management of student stress are crucial issues in the field of education, especially at the high school level. Grade X students at SMA RK Serdang Murni Lubuk Pakam experience academic stress caused by heavy workloads, grade competition, exam anxiety, and uncertainty about their future education. This stress affects students cognitively, affectively, behaviorally, and physiologically, which in turn disrupts their learning process. This study aims to examine how stress is managed among Grade X students and how Catholic Religious Education (PAK) contributes to the coping process. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The subjects were Grade X students and the Catholic Religion teacher. The findings show that stress management is facilitated through spiritual guidance, moral motivation, and reflective activities such as prayer and sharing, led by the PAK teacher. The PAK learning materials, particularly "I Am a Unique Individual" and "Equality between men and women"  help students to know themselves, accept their uniqueness, and build healthy relationships with others and with God. The PAK teacher also acts as a spiritual companion who encourages students to be more open, optimistic, and faithful in facing academic pressures. Thus, Catholic Religious Education has proven to be an effective means of helping students cope with academic stress in the school environment. ABSTRAKStres dan penanggulangan stres siswa merupakan isu penting dalam dunia pendidikan, khususnya di tingkat SMA. Siswa kelas X di SMA RK Serdang Murni Lubuk Pakam mengalami tekanan akademik yang berasal dari banyaknya tugas, persaingan nilai, kecemasan menjelang ujian, serta kebingungan menentukan masa depan. Stres ini berdampak pada aspek kognitif, afektif, perilaku, dan fisiologis siswa yang mengganggu proses belajar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk penanggulangan stres yang dialami siswa kelas X dan bagaimana pembelajaran Pendidikan Agama Katolik (PAK) berkontribusi dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru PAK dan siswa kelas X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanggulangan stres dilakukan melalui pendekatan spiritual, motivasi moral, serta kegiatan reflektif dan doa yang dipandu oleh guru PAK. Pembelajaran PAK, khususnya pada materi “Aku Pribadi yang Unik” dan “ kesetaran antara laki-laki dan perempuan” membekali siswa untuk mengenal diri, menerima keunikan mereka, serta membangun relasi yang sehat dengan sesama dan Tuhan. Guru PAK juga memainkan peran sebagai pendamping rohani yang mendorong siswa untuk lebih terbuka, optimis, dan beriman dalam menghadapi tekanan akademik. Dengan demikian, pembelajaran PAK terbukti efektif menjadi sarana penanggulangan stres siswa di lingkungan sekolah.
ANALISIS KETERBATASAN MEDIA PEMBELAJARAN: TANTANGAN DAN SOLUSI DALAM PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Yuniarto, Eko; Widayanti, Febi Dwi; Rahayuningsih, Sri; Rahmani, Atika Zulfa; Setya, Clarissa Dwi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7508

Abstract

This research is motivated by the crucial role of instructional media in supporting contextual learning. However, many elementary schools in Malang City still face limitations in media resources. Initial observations found that the use of teaching modules without adequate illustrations makes it difficult for students to understand abstract concepts of geometric shapes. The focus of this research is to analyze these media limitations and identify effective solutions to improve student understanding. This research used a qualitative approach with a case study design, involving students, teachers, and the principal. Data were collected through interviews, observations, document studies, and questionnaires, which were then analyzed using thematic analysis. The results confirmed that the limitations of visual media make it difficult for students to differentiate, illustrate, and draw geometric shapes. The main finding is that the implementation of creative and technological solutions, such as the use of posters, animated videos, the creation of geometric shape miniatures, and GeoGebra software, proved effective in improving student understanding, creativity, and engagement. It is concluded that technological adaptation and a variety of instructional media are crucial for overcoming the limitations of contextual learning of abstract material and developing 21st-century skills. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh krusialnya peran media pembelajaran dalam mendukung pembelajaran kontekstual, namun kenyataannya banyak sekolah dasar di Kota Malang masih menghadapi keterbatasan media. Observasi awal menemukan bahwa penggunaan modul ajar tanpa ilustrasi memadai menyebabkan siswa kesulitan memahami konsep abstrak bangun ruang. Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis keterbatasan media tersebut dan mengidentifikasi solusi efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan siswa, guru, dan kepala sekolah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, studi dokumen, dan kuesioner, yang kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian mengonfirmasi bahwa keterbatasan media visual menyebabkan siswa kesulitan membedakan, mengilustrasikan, dan menggambar bangun ruang. Temuan utama adalah bahwa penerapan solusi kreatif dan teknologi, seperti penggunaan poster, video animasi, pembuatan miniatur bangun ruang, dan perangkat lunak Geogebra, terbukti efektif meningkatkan pemahaman, kreativitas, dan keaktifan siswa. Disimpulkan bahwa adaptasi teknologi dan variasi media pembelajaran sangat penting untuk mengatasi keterbatasan pembelajaran kontekstual materi abstrak dan mengembangkan keterampilan abad ke-21.
METODE PENANAMAN NILAI NILAI MULTIKULTURAL DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Mudrikah, Mudrikah; Pujianto, Pujianto; Khasanah, Uswatun
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7509

Abstract

This study aims to describe the methods used to instill multicultural values in lower-grade students through Islamic Religious Education subjects at Madrasah Ibtidaiyah Ma’had Islam Getasan, Semarang Regency. A descriptive qualitative approach was employed, involving purposively selected teachers of grades 1, 2, and 3. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using Miles and Huberman's interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that various methods are used, including storytelling, playing, singing, educational trips, habituation, discussion, and exemplary behavior, with storytelling and habituation being the most dominant. These methods effectively foster students’ attitudes of tolerance, brotherhood, and love for the nation. However, several challenges were encountered, such as limited media resources, teachers' lack of storytelling skills, and inconsistencies between school education and students’ home environments. The study recommends teacher training and strengthened collaboration between schools and parents to enhance the internalization of multicultural values. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode penanaman nilai-nilai multikultural pada siswa kelas rendah dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah Ibtidaiyah Ma’had Islam Getasan, Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru kelas 1, 2, dan 3 yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang digunakan dalam penanaman nilai-nilai multikultural meliputi bercerita, bermain, bernyanyi, karya wisata, pembiasaan perilaku, diskusi, dan pemberian teladan, dengan metode bercerita dan pembiasaan menjadi yang paling dominan. Metode-metode ini terbukti efektif dalam membentuk sikap toleransi, persaudaraan, dan cinta tanah air siswa. Namun demikian, terdapat hambatan dalam penerapannya, seperti keterbatasan media, teknik bercerita guru, serta kurangnya konsistensi antara pendidikan di sekolah dan lingkungan rumah. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan bagi guru dan penguatan sinergi antara sekolah dan orang tua untuk memaksimalkan internalisasi nilai multikultural.
PENGARUH DISIPLIN BELAJAR MOTIVASI BELAJAR DAN FASILITAS BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI SISWA DI SMPN 1 SIDOREJO MAGETAN Jannah, Miftakhul; Masnawati, Eli; Mufaizah, Mufaizah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7511

Abstract

The background of this research is based on the phenomenon of low student achievement, which is more pronounced in non-academic areas than in academic areas. This study employed a quantitative approach with a survey method. Data collection was conducted through observation, questionnaire distribution, and documentation. The population in this study was all students of SMPN 1 Sidorejo Magetan, using a total sampling technique, with a sample size of 340 students, excluding inclusive students. Data analysis used multiple linear regression with IBM SPSS Version 26 statistics to test the simultaneous and partial effects of the three independent variables on student achievement. This study used an eight-point Likert scale as the instrument for distributing the questionnaire via Google Form. The results showed that learning discipline, learning motivation, and learning facilities had a positive and significant influence on student achievement at SMPN 1 Sidorejo Magetan. This finding indicates that student achievement is not solely determined by enthusiasm and support from the learning environment, but also by a disciplined attitude in undergoing the learning process and utilizing school infrastructure effectively. Therefore, schools are expected to instill a culture of consistent learning discipline as part of a strategy to improve student achievement. ABSTRAKLatar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena rendahnya prestasi belajar siswa yang lebih menonjol dalam bidang non-akademik dibandingkan akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, penyebaran kuesioner, dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMPN 1 Sidorejo Magetan, dengan teknik total sampling, sedangkan sampel yang diambil berjumlah 340 siswa kecuali siswa inklusi. Analisis data menggunakan regresi linier berganda melalui statistik, IBM SPSS Versi 26 untuk menguji pengaruh simultan maupun parsial dari ketiga variabel bebas terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan skala likert delapan poin sebagai instrumen penyebaran kuesioner melalui google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin belajar, motivasi belajar, dan fasilitas belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa di SMPN 1 Sidorejo Magetan. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan prestasi siswa tidak hanya ditentukan oleh semangat dan dukungan lingkungan belajar, tetapi dipengaruhi oleh sikap disiplin dalam menjalani proses pembelajarandan memanfaatkan sarana prasarana sekolah dengan baik, oleh karena itu sekolah diharapkan mampu menanamkan budaya disiplin belajar yang konsisten sebagai bagian dari strategi peningkatan prestasi belajar siswa.  
PENGEMBANGAN PROGRAM PENDIDIKAN AKHLAK NABAWI DALAM MEMBENTUK KARAKTER ISLAMI PADA TINGKAT SMP/MTS Mizan, Abdullah; Sa’diyah, Maemunah; Bahruddin, Bahruddin; Supriatna, Nisrina Khairunnisa; Nurjanah, Nunuy
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7512

Abstract

The paradigm shift in education in Indonesia demands innovations in learning that are relevant to the needs of the 21st century. One of the main challenges is the low quality of moral education, which serves as the foundation for shaping students’ character at the junior high school (SMP/MTs) level. This issue arises due to the limited availability of structured learning models aligned with the values of Nabawi morals. This study aims to develop and implement a systematically designed Nabawi moral education program to foster students’ positive behavior, strengthen the role of teachers, and involve parents as educational partners. The research method used is research and development (R&D) with the ADDIE model, consisting of needs analysis, design, expert validation, limited trials, implementation with target groups, and evaluation and FGD (Focus Group Discussion), through both qualitative and quantitative data analysis. The results show that the development of this Nabawi moral education program effectively enhances students’ understanding of moral values, strengthens teachers’ instructional skills, and fosters collaboration between schools and parents. The program has been validated by four experts religious expert, material/language expert, design expert, and media expert resulting in a score of 15 (95%), indicating that the program is highly feasible to be applied at the SMP/MTs level. Therefore, this program is considered feasible to be implemented as a contextual and applicable Islamic value-based character education model. ABSTRAKPerubahan paradigma pendidikan di Indonesia menuntut adanya inovasi dalam pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Salah satu tantangan utama adalah rendahnya kualitas pendidikan akhlak yang berfungsi sebagai pondasi pembentukan karakter siswa di tingkat SMP/MTs. Masalah ini muncul karena masih terbatasnya model pembelajaran yang terstruktur dan sesuai dengan nilai-nilai akhlak Nabawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan program pendidikan akhlak Nabawi yang dirancang secara sistematis agar mampu membentuk perilaku positif siswa, memperkuat peran guru, serta melibatkan orang tua sebagai mitra pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) model ADDIE dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan, validasi ahli, uji coba terbatas, serta implementasi pada kelompok sasaran dan evaluasi, dan FGD (Focus Group Discussion), analisis data penelitian ini kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan program pendidikan akhlak Nabawi ini efektif meningkatkan pemahaman siswa mengenai nilai moral, memperkuat keterampilan guru dalam mendidik, serta menumbuhkan kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Program ini telah divalidasi oleh empat ahli yaitu ahli bidang agama, ahli bidang materi/bahasa, ahli bidang desain, ahli bidang media diperoleh skor 15 (95%) yang menunjukkan bahwa program ini termasuk ke dalam kategori sangat layak untuk diterapkan di tingkat MTs dan SMP. Dengan demikian, program ini layak untuk diterapkan sebagai model pendidikan karakter berbasis nilai Islam yang kontekstual dan aplikatif.
STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI DALAM PROGRAM MADRASAH DIGITAL (STUDI KASUS DI MTS 1 MAKASSAR) Juhri, Juhri; Mustamin, Mustamin; Zainal, Abdul Qahar; Al-Gifari, Muh.; Hidayah, M. Furqan
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7514

Abstract

This study is motivated by the need for Islamic educational institutions to adapt to digital transformation while maintaining their religious identity. MTsN 1 Makassar, as a pilot digital madrasah, represents both a challenge and an opportunity for teachers and students to integrate technology with Islamic values in the learning process. The research focuses on describing technology-based learning strategies implemented in the Digital Madrasah program and analyzing how Islamic values are embedded in these practices. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and document analysis, including digital lesson plans, Learning Management System (LMS) activities, and institutional reports. Data were analyzed through reduction, display, and conclusion drawing, supported by source and methodological triangulation. The findings reveal that teachers at MTsN 1 Makassar successfully implemented interactive technology-based learning through the use of Google Classroom, Quizizz, instructional videos, and other digital media. These strategies significantly enhanced students’ motivation, participation, and collaboration while simultaneously fostering Islamic digital ethics, honesty, and responsibility. Teachers demonstrated integrative competencies aligned with the TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) framework and reached the Modification–Redefinition levels of the SAMR model, where technology not only supports but transforms the learning experience. The main challenges, such as limited internet access and unequal device availability, were mitigated through offline materials and institutional support. The study concludes that the Digital Madrasah model effectively promotes adaptive, innovative, and value-oriented learning, positioning Islamic education as both spiritually grounded and technologically responsive in the digital era. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan madrasah untuk beradaptasi dengan transformasi digital tanpa menghilangkan identitas keislamannya. MTsN 1 Makassar sebagai madrasah percontohan digital menghadirkan tantangan dan peluang baru bagi guru dan siswa dalam mengintegrasikan teknologi dengan nilai-nilai islam. Fokus penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran berbasis teknologi dalam program Madrasah Digital serta bagaimana nilai-nilai Islami diimplementasikan dalam proses pembelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen seperti RPP digital, aktivitas Learning Management System (LMS), serta laporan program madrasah. Analisis data dilakukan melalui reduksi, display, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di MTsN 1 Makassar telah berhasil menerapkan pembelajaran berbasis teknologi secara interaktif melalui penggunaan Google Classroom, Quizizz, video pembelajaran, dan media digital lainnya. Strategi ini meningkatkan motivasi, partisipasi, dan kolaborasi siswa dalam belajar, serta menginternalisasikan nilai-nilai Islami seperti etika digital, kejujuran, dan tanggung jawab. Penerapan teknologi oleh guru menunjukkan kemampuan integratif berdasarkan model TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) dan mencapai level Modification–Redefinition pada model SAMR. Tantangan utama berupa keterbatasan jaringan internet dan perangkat belajar diatasi dengan penyediaan materi offline dan dukungan kebijakan madrasah. Simpulan penelitian menegaskan bahwa madrasah digital mampu mewujudkan pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan berkarakter Islami, sekaligus menjadi model transformasi pendidikan islam di era digital
KONTRIBUSI PROGRAM PERTUKARAN MAHASISWA MERDEKA TERHADAP PENINGKATAN SELF-AWARENESS MAHASISWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA Fitriani, Alfina; Chotimah, Umi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7515

Abstract

The development of globalization and digital transformation requires higher education institutions in Indonesia not only to produce academically excellent graduates but also to foster self-awareness, social skills, and sensitivity to cultural diversity. One of the strategic policies implemented is the Indonesian Student Exchange Program (Pertukaran Mahasiswa Merdeka or PMM), which aims to broaden students’ academic and social experiences through cross-campus lectures, the Modul Nusantara, and intercultural interactions. This study focuses on analyzing the influence of PMM on improving the self-awareness of FKIP Universitas Sriwijaya students, considering that future educators are expected to possess both academic competence and emotional maturity. The research employed a mixed-method approach with a concurrent embedded strategy. Quantitative data were collected through a Likert-scale questionnaire distributed to 91 respondents, while qualitative data were obtained through in-depth interviews with three informants and documentation analysis. The research instrument was tested for validity and reliability, with Cronbach’s Alpha reaching 0.938, indicating very high reliability. Simple regression analysis yielded a significance value of 0.000 < 0.05, meaning that PMM significantly affects the improvement of students’ self-awareness. Qualitative findings revealed personal transformation, strengthened national identity, and increased self-confidence among students. In conclusion, PMM is proven effective in enhancing students’ self-awareness through the combination of academic engagement, Modul Nusantara, and intercultural experiences, making this program a valuable instrument for shaping the character of Indonesia’s young generation. ABSTRAKPerkembangan globalisasi dan transformasi digital menuntut perguruan tinggi di Indonesia untuk tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran diri (self-awareness), keterampilan sosial, serta kepekaan terhadap keberagaman budaya. Salah satu kebijakan strategis yang dijalankan adalah Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) yang bertujuan memperluas pengalaman akademik dan sosial mahasiswa melalui kegiatan perkuliahan lintas kampus, Modul Nusantara, serta interaksi lintas budaya. Penelitian ini berfokus pada analisis pengaruh PMM terhadap peningkatan self-awareness mahasiswa FKIP Universitas Sriwijaya, mengingat calon pendidik dituntut memiliki kompetensi akademik sekaligus kedewasaan emosional. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (mix methods) dengan strategi concurrent embedded. Data kuantitatif diperoleh dari kuesioner Likert yang disebarkan kepada 91 responden, sedangkan data kualitatif digali melalui wawancara mendalam dengan tiga informan dan studi dokumentasi. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya, dengan hasil Cronbach’s Alpha sebesar 0,938 yang menunjukkan reliabilitas sangat tinggi. Analisis regresi sederhana menghasilkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti PMM berpengaruh signifikan terhadap peningkatan self-awareness mahasiswa. Secara kualitatif, mahasiswa melaporkan adanya transformasi pribadi, penguatan identitas kebangsaan, serta peningkatan kepercayaan diri. Kesimpulannya, PMM terbukti efektif dalam mengembangkan kesadaran diri mahasiswa melalui kombinasi keterlibatan akademik, Modul Nusantara, dan interaksi lintas budaya, sehingga program ini layak diperkuat sebagai instrumen pembentukan karakter generasi muda Indonesia.