cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 513 Documents
STUDI LITERATUR PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TIME TOKEN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA Jayanti, Gusti Made Dwi; Sutama, I Made; Dewantara, I Putu Mas; Wirahyuni, Kadek
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.6184

Abstract

Speaking ability is a crucial aspect in education and daily life. However, many students face obstacles in developing it, such as shyness, lack of confidence, and limited vocabulary, which hinder active participation in class. This background is what drives the need for innovative learning models to overcome these problems. This study focuses on the assessment of the application of the Time Token Cooperative Learning Model as a strategy to improve students' speaking skills. Using a qualitative descriptive method with a literature study approach, this study systematically describes the main characteristics, implementation steps, and analyzes the advantages and disadvantages of this model, complete with solutions to overcome them. The main findings of this study indicate that the Time Token structure that provides equal opportunities to speak to each student has proven to be effective in encouraging active participation. This model has succeeded in building self-confidence and creating an interactive and enjoyable learning atmosphere. Thus, it is concluded that the Time Token Cooperative Learning Model is a very effective approach and can be implemented to significantly improve students' speaking skills. ABSTRAKKemampuan berbicara merupakan aspek krusial dalam pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Meskipun demikian, banyak siswa menghadapi kendala dalam mengembangkannya, seperti rasa malu, kurang percaya diri, dan keterbatasan kosakata, yang menghambat partisipasi aktif di kelas. Latar belakang inilah yang mendorong perlunya model pembelajaran inovatif untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini berfokus pada pengkajian penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Time Token sebagai strategi untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, penelitian ini menguraikan secara sistematis karakteristik utama, langkah-langkah implementasi, serta menganalisis kelebihan dan kekurangan model ini, lengkap dengan solusi untuk mengatasinya. Temuan utama dari studi ini menunjukkan bahwa struktur Time Token yang memberikan kesempatan berbicara secara merata kepada setiap siswa terbukti efektif mendorong partisipasi aktif. Model ini berhasil membangun kepercayaan diri dan menciptakan suasana belajar yang interaktif serta menyenangkan. Dengan demikian, disimpulkan bahwa model pembelajaran Kooperatif Tipe Time Token merupakan pendekatan yang sangat efektif dan dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa secara signifikan.
INTEGRASI TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY DENGAN MODEL BLENDED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PANGANGGE TENGENAN Sari, Ni Putu Diana; Sutama, I Made; Dewantara, I Putu Mas; Wirahyuni, Kadek
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.6185

Abstract

This paper examines the integration of Augmented Reality (AR) technology with the Blended Learning (BL) model in the teaching of Pangangge Tengenan, a component of the grammatical structure in Balinese script. The study addresses challenges such as students’ low interest and limited comprehension of symbolic and abstract material, as well as the constraints of conventional media in visualizing the forms and functions of pangangge concretely. Employing a library research method, this study reviews various relevant sources to formulate the conceptual foundation, implementation strategies, and pedagogical implications of integrating AR and BL in culturally based learning. The findings suggest that AR facilitates understanding through interactive three-dimensional visual representations, while blended learning offers flexibility in time, access, and collaborative interaction between teachers and learners. The instructional syntax developed combines online and offline learning stages, with AR utilized during visualization and symbolic practice phases. These findings demonstrate that the integration of AR and BL has significant potential to support culturally grounded grammatical instruction and contributes to the preservation of Balinese script through pedagogical strategies that are innovative, participatory, and contextually relevant. ABSTRAKTulisan ini mengkaji tentang integrasi teknologi Augmented Reality (AR) dengan model Blended Learning (MBL) dalam pembelajaran Pangangge Tengenan sebagai bagian dari struktur gramatikal aksara Bali. Permasalahan yang diangkat dalam kajian ini berkaitan dengan rendahnya minat dan pemahaman siswa terhadap materi yang bersifat simbolik dan abstrak, serta keterbatasan media konvensional dalam memvisualisasikan bentuk dan fungsi pangangge secara konkret. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah berbagai sumber literatur yang relevan untuk merumuskan konsepsi, implementasi, dan implikasi integrasi AR dan MBL dalam konteks pembelajaran berbasis budaya lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan AR mampu memfasilitasi pemahaman melalui representasi visual objek tiga dimensi yang interaktif, sedangkan pendekatan blended learning memberikan fleksibilitas waktu, akses, serta ruang kolaboratif antara guru dan peserta didik. Sintaks pembelajaran yang dikembangkan dalam kajian ini mengombinasikan tahapan daring dan luring secara terpadu dengan penerapan teknologi AR pada tahapan visualisasi dan praktik simbolik. Temuan ini memperlihatkan bahwa kolaborasi AR dan MBL memiliki potensi signifikan dalam mendukung pembelajaran gramatikal berbasis budaya, serta memberikan kontribusi terhadap pelestarian aksara Bali melalui strategi pedagogis yang inovatif, partisipatif, dan kontekstual.
ANALISIS PROGRAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER JIWA NASIONALISME DI KELAS 4 SD NEGERI 6 SUWAWAL Rizani, Achmad Hisyom; Wiranti, Dwiana Asih
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.6439

Abstract

This research aims to describe the implementation and impact of the Nationalism Character Education Strengthening Program in Grade IV at SD Negeri 6 Suwawal, as well as to identify supporting and inhibiting factors in its execution. Employing a qualitative descriptive approach, data were collected via in-depth interviews and questionnaires involving both teachers and students. The study analyzed three core activities: cleaning the school environment, singing and playing national songs, and the implementation of the 5S program (Smile, Greet, Salute, Be Polite, and Show Courtesy). The findings indicate that the school cleaning activity not only creates a clean and conducive learning environment but also fosters a sense of pride and love for the country among students. Moreover, the activity of singing and playing national songs has proven effective in internalizing patriotism, honoring national heroes, and strengthening cultural identity. Meanwhile, the 5S program contributes to developing disciplined, courteous, and mutually respectful behaviors between students and teachers, indirectly reinforcing nationalistic character values. The study underscores that the success of the program largely depends on the active involvement of all stakeholders and the consistent implementation of activities accompanied by periodic evaluations. This research offers significant contributions to the development of character education strategies at the elementary level and advocates for reinforcing national values from an early age to meet the challenges of globalization. Consequently, integrating such activities into the curriculum can serve as an effective model for shaping young citizens with a strong national identity and loyalty to their homeland. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi dan dampak program Penguatan Pendidikan Karakter Nasionalisme di kelas IV SD Negeri 6 Suwawal serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan kuesioner yang melibatkan guru serta peserta didik. Adapun kegiatan yang dianalisis meliputi tiga program inti: pembersihan lingkungan sekolah, penyanyian dan pemutaran lagu nasional, serta program 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pembersihan lingkungan sekolah tidak hanya menciptakan suasana belajar yang bersih dan kondusif, tetapi juga membangkitkan rasa bangga dan cinta tanah air di kalangan peserta didik. Penyanyian dan pemutaran lagu nasional terbukti efektif dalam menginternalisasi nilai-nilai patriotisme, menghargai jasa para pahlawan, dan memperkuat identitas budaya. Sementara itu, penerapan program 5S membantu membentuk perilaku disiplin, sopan, dan saling menghormati antar siswa serta guru, yang secara tidak langsung mendukung pembentukan karakter nasionalisme. Temuan penelitian juga menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat dipengaruhi oleh keterlibatan aktif seluruh pihak dan konsistensi pelaksanaan aktivitas yang disertai evaluasi berkala. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan strategi pendidikan karakter di sekolah dasar dan mengusulkan agar nilai-nilai nasionalisme terus diperkuat sejak usia dini untuk menghadapi tantangan globalisasi. Dengan demikian, integrasi kegiatan-kegiatan tersebut dalam kurikulum dapat menjadi model efektif dalam membentuk generasi muda yang memiliki identitas bangsa yang kuat dan loyal terhadap tanah air.
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI BERBASIS MULTIKULTURAL Islakh, Ahmad Nur; Pujianto, Pujianto; Adibah, Ida Zahara
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.6440

Abstract

Indonesia is a country rich in ethnic, cultural, and religious diversity, which requires an educational system that fosters tolerance and inclusivity. Islamic schools (madrasahs) have a strategic role in shaping student character through an Islamic Religious Education (PAI) curriculum responsive to multicultural values. This study aims to analyze the role of school principals in developing a multicultural-based PAI curriculum. The research uses a descriptive qualitative approach through literature review of relevant academic sources. The results show that principals act as visionary leaders who integrate local values, collaborate with community figures, and design learning materials that reflect the diversity of Islamic traditions. Challenges include limited teacher training and resistance to pluralistic values. Supporting factors include stakeholder collaboration, use of local wisdom, and policy support. Therefore, adaptive and transformative leadership becomes essential to realizing inclusive, contextual, and peaceful Islamic education in a multicultural society. ABSTRAKIndonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman suku, budaya, dan agama, sehingga membutuhkan sistem pendidikan yang menumbuhkan toleransi dan inklusivitas. Madrasah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa melalui kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) yang responsif terhadap nilai-nilai multikultural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepala sekolah dalam mengembangkan kurikulum PAI berbasis multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian pustaka terhadap sumber-sumber akademis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan sebagai pemimpin visioner yang mengintegrasikan nilai-nilai lokal, berkolaborasi dengan tokoh masyarakat, dan merancang materi pembelajaran yang mencerminkan keberagaman tradisi Islam. Tantangan yang dihadapi antara lain terbatasnya pelatihan guru dan resistensi terhadap nilai-nilai pluralistik. Faktor pendukung antara lain kolaborasi pemangku kepentingan, pemanfaatan kearifan lokal, dan dukungan kebijakan. Oleh karena itu, kepemimpinan yang adaptif dan transformatif menjadi penting untuk mewujudkan pendidikan Islam yang inklusif, kontekstual, dan damai dalam masyarakat multikultural.
METODE DRILL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN TARI SARONDE SISWA KELAS V SD Yani, Ni Luh Sindi; Pulukadang, Wiwy Trianty; Pulukadang, Mimy Astuty; Karlan, La Ode; Pomalingo, Samsi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6647

Abstract

This study aims to improve the Saronde dance skills of fifth-grade students at SDN No. 67 Kota Timur, Gorontalo City through the application of the drill method. The background of this research stems from the low level of students’ ability to perform the Saronde dance in terms of technique, expression, and mastery of movements. Therefore, a learning method that can effectively and sustainably enhance students’ dance skills is needed. The drill method was chosen because it provides repeated practice that reinforces movement mastery. This research is a Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles. The research subjects consisted of 20 fifth-grade students. Data were collected through observation, documentation, and performance assessments based on established competency indicators.In the initial observation, only 6 students (30%) met the performance indicators. After the first cycle, the number increased to 7 students (35%). However, this result did not meet the success criteria of 75%, necessitating a second cycle of intervention. In the second cycle, a significant improvement was observed, with 18 students (90%) achieving the performance indicators. This result exceeds the predetermined success criteria and demonstrates that the drill method is effective in enhancing students' Saronde dance skills, particularly in movement accuracy, expression, and synchronization. Through repeated practice, students became more confident and were able to perform the dance more proficiently.In conclusion, the implementation of the drill method proved successful in improving the Saronde dance skills of fifth-grade students at SDN No. 67 Kota Timur, Gorontalo City. It is hoped that this research can serve as a reference for developing dance education in elementary schools. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan seni tari Saronde pada siswa kelas V SDN No. 67 Kota Timur, Kota Gorontalo melalui penerapan metode drill. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan siswa dalam menarikan tari Saronde, baik dari segi teknik, ekspresi, maupun penguasaan gerakan. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang mampu meningkatkan keterampilan siswa secara efektif dan berkelanjutan. Metode drill dipilih karena mampu memberikan latihan berulang yang dapat memperkuat penguasaan gerak tari. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 20 siswa kelas V. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan penilaian kinerja siswa berdasarkan indikator ketercapaian kompetensi. Pada observasi awal, hanya 6 siswa (30%) yang mencapai indikator kinerja yang telah ditetapkan. Setelah tindakan pada siklus I, jumlah siswa yang memenuhi indikator meningkat menjadi 7 siswa (35%). Namun, hasil ini belum memenuhi indikator keberhasilan tindakan yang ditetapkan, yaitu 75%, sehingga dilakukan tindakan lanjutan pada siklus II. Pada siklus II, terjadi peningkatan signifikan. Sebanyak 18 siswa (90%) berhasil mencapai indikator kinerja, yang berarti telah melampaui kriteria keberhasilan yang ditentukan. Hasil ini menunjukkan bahwa metode drill efektif dalam meningkatkan kemampuan seni tari Saronde siswa, terutama dalam hal ketepatan gerakan, ekspresi, dan kekompakan. Dengan latihan yang berulang, siswa menjadi lebih percaya diri dan mampu menampilkan tarian dengan lebih baik. Dengan demikian, penerapan metode drill terbukti dapat meningkatkan kemampuan seni tari Saronde pada siswa kelas V di SDN No. 67 Kota Timur Kota Gorontalo. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan pembelajaran seni tari di sekolah dasar.
IMPLEMENTASI BUKU CERITA BERGAMBAR BERBASIS MULTIMODALITAS UNTUK MENSTIMULASI KEMAMPUAN BAHASA ANAK USIA DINI Sulistyaningrum, Caecilia Fani; Kastuhandani, Fidelis Chosa
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6825

Abstract

This research is motivated by the challenge of effectively stimulating early childhood language skills, where conventional learning media often fail to attract children's interest during the transition from preschool to elementary school. The focus of this study is to analyze the implementation and effectiveness of multimodality-based picture storybooks—which integrate text, images, and other visual elements—in stimulating the language skills of children aged 5–6 years. As a crucial step, this study used a quantitative approach with a One Group Pretest-Posttest Design on 15 children in group B at Al I'dad An Nuur Kindergarten. Data on children's language skills were collected through observation and documentation before and after the intervention. The main findings showed that the use of multimodality picture storybooks had a significant positive impact. Children became more active in speaking, showed better understanding of the story content, and experienced an increase in the introduction of new vocabulary. In conclusion, multimodality-based picture storybooks have proven to be an effective medium for stimulating early childhood language skills, by creating an interesting, enjoyable learning process that is appropriate to their developmental stage. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan dalam menstimulasi kemampuan bahasa anak usia dini secara efektif, di mana media pembelajaran konvensional seringkali gagal menarik minat anak pada masa transisi PAUD ke SD. Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi dan efektivitas buku cerita bergambar berbasis multimodalitas—yang mengintegrasikan teks, gambar, dan elemen visual lainnya—dalam menstimulasi kemampuan bahasa anak usia 5–6 tahun. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design pada 15 anak kelompok B di TK Al I’dad An Nuur. Data kemampuan bahasa anak dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi sebelum dan sesudah intervensi. Temuan utama menunjukkan bahwa penggunaan buku cerita bergambar multimodalitas memberikan dampak positif yang signifikan. Anak menjadi lebih aktif dalam berbicara, menunjukkan pemahaman isi cerita yang lebih baik, dan mengalami peningkatan dalam pengenalan kosakata baru. Kesimpulannya, buku cerita bergambar berbasis multimodalitas terbukti menjadi media yang efektif untuk menstimulasi kemampuan bahasa anak usia dini, dengan menciptakan proses belajar yang menarik, menyenangkan, dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka.
EFEKTIVITAS PROGRAM LITERASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA ANAK USIA 4–6 TAHUN DI TK BUSTANUL ARIFIN PANGARENGAN KABUPATEN SAMPANG Tammamatun, Tammamatun; Muzekki, Sahrul; Januar, Linda Ramadhanty
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6524

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of a literacy program in improving reading skills among children aged 4–6 years at TK Bustanul Arifin Pangarengan. The research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. The informants included the principal, classroom teachers, parents, and students. The findings indicate that the literacy program, which is integrated into daily activities—such as reading before playtime, the use of letter cards, shared reading, and phonetic activities—successfully enhances children's pre-reading skills. The children demonstrated noticeable progress in recognizing letters, spelling, and reading simple words. Furthermore, the active involvement of teachers and support from parents significantly contributed to the program’s effectiveness. Challenges encountered included varying levels of children's readiness and limited parental participation. Overall, the literacy program is considered effective, although strategy adjustments are necessary to better accommodate the diverse developmental levels of early childhood learners. ABSTRAKKemampuan  membaca  merupakan  salah  satu  keterampilan  dasar  yang  penting  untuk dikembangkan sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program literasi dalam meningkatkan kemampuan membaca anak usia 4–6 tahun di TK Bustanul Arifin Pangarengan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian  ini  meliputi  kepala  sekolah,  guru  kelas,  orang  tua,  dan  peserta  didik.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa program literasi yang diterapkan secara terintegrasi dalam kegiatan harian, seperti membaca sebelum bermain, penggunaan media kartu huruf, membaca bersama, dan kegiatan fonetik, mampu meningkatkan keterampilan pra-membaca anak.Anak- anak menunjukkan perkembangan dalam mengenali huruf, mengeja, dan membaca kata sederhana. Selain itu, keterlibatan aktif guru dan dukungan dari orang tua turut memperkuat efektivitas program. Kendala yang ditemukan antara lain perbedaan tingkat kesiapan anak serta kurangnya partisipasi orang tua. Secara keseluruhan, program literasi ini dapat dikatakan efektif, meskipun perlu penyesuaian strategi agar lebih ramah terhadap keberagaman kemampuan anak usia dini.
PERENCANAAN PEMBELAJARAN HOMESCHOOLING BERBASIS KOMUNITAS PADA PROGRAM KARIR ANAK INDONESIA (KAIN) Gunawan, So Melisa Indriani; Zulfikasari, Sony
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6547

Abstract

This research is motivated by the demand for 21st-century skills that emphasize personalized learning, while formal education often falls short of meeting these demands. Community-based homeschooling, such as the Karir Anak Indonesia (KAIN) program within the Jaringan Rumah Usaha (JRU) community, has emerged as a relevant alternative, but its planning practices have not been widely studied. Therefore, this research focuses on describing the forms, processes, and supporting and inhibiting factors of non-formal learning planning in the KAIN program. This research used a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews with mentors and participants, and documentation studies, which were then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The results show that learning planning at KAIN is carried out collaboratively and adaptively through four cycles: annual (based on business rhythm), term (based on work meetings and bootcamps), unit (based on interests and digital skills), and daily (based on project-based learning). Key findings reveal that flexibility, community support, mentor competence, and facilities are key supporting factors, while limited initial abilities and participant motivation are barriers. It was concluded that this community-based planning model effectively accommodates individual needs and is relevant to the development of 21st-century skills. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan keterampilan abad ke-21 yang menekankan pembelajaran personalisasi, sementara pendidikan formal seringkali belum mampu memenuhinya. Homeschooling berbasis komunitas, seperti program Karir Anak Indonesia (KAIN) di komunitas Jaringan Rumah Usaha (JRU), muncul sebagai alternatif yang relevan, namun praktik perencanaannya belum banyak dikaji. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk mendeskripsikan bentuk, proses, serta faktor pendukung dan penghambat perencanaan pembelajaran nonformal di program KAIN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan mentor dan peserta, serta studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran di KAIN dilakukan secara kolaboratif dan adaptif melalui empat siklus: tahunan (berbasis ritme usaha), term (berbasis rapat kerja dan bootcamp), unit (berbasis minat dan keterampilan digital), serta harian (berbasis project-based learning). Temuan utama mengungkap bahwa fleksibilitas, dukungan komunitas, kompetensi mentor, dan fasilitas menjadi faktor pendukung utama, sedangkan keterbatasan kemampuan awal dan motivasi peserta menjadi penghambat. Disimpulkan bahwa model perencanaan berbasis komunitas ini efektif mengakomodasi kebutuhan individu dan relevan dengan pengembangan keterampilan abad ke-21.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KARTU HURUF DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS I SD N 1 KRASAK BANGSRI JEPARA Maulana, Pradiva Akbar; Munir, Muhammad Misbahul
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6557

Abstract

This research is motivated by the low initial reading skills of first-grade students at SD N 1 Krasak Bangsri Jepara, which is caused by the use of learning media that is less than optimal and tends to be monotonous. Yet, initial reading is a crucial foundation for subsequent learning. The focus of this study was to determine the significant effect of using letter cards on improving students' initial reading skills. This study used a quantitative method with a one-group pretest-posttest design on 30 first-grade students. The research stages included administering a pretest, a learning intervention using letter cards for three meetings, and concluding with a posttest using the same instrument. Data were analyzed using a paired sample t-test. The results showed a very significant increase in reading skills: the students' average score increased from 69.67 in the pretest to 87.93 in the posttest. This main finding was supported by the results of the hypothesis test, which showed a significance value of 0.000 (p < 0.05). It was concluded that the letter cards had a significant and effective effect in improving students' initial reading skills. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SD N 1 Krasak Bangsri Jepara, yang disebabkan oleh penggunaan media pembelajaran yang belum maksimal dan cenderung monoton. Padahal, membaca permulaan adalah fondasi krusial untuk pembelajaran selanjutnya. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh signifikan penggunaan media kartu huruf terhadap peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest terhadap 30 siswa kelas I. Tahapan penelitian meliputi pemberian pretest (tes awal), intervensi pembelajaran menggunakan media kartu huruf selama tiga pertemuan, dan diakhiri dengan posttest (tes akhir) menggunakan instrumen yang sama. Data dianalisis menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca yang sangat signifikan: nilai rata-rata siswa naik dari 69,67 pada pretest menjadi 87,93 pada posttest. Temuan utama ini didukung oleh hasil uji hipotesis yang menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Disimpulkan bahwa media kartu huruf berpengaruh secara signifikan dan efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa.
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN MEDIA QUIZZIZ TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN INFORMATIKA SMA NEGERI 4 MALANG Arwani, Wafiq Nur Muhammad; Suswanto, Hary; Ramadhani, Syaifudin; Nisrina, Salma Huwaida; Azizah, Suti Mega Nur; Nurkolis, Veri; Setyawan, Wahyu Dwi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6573

Abstract

This study aims to determine the application and implementation of Quizizz as a learning medium in improving the learning outcomes of 10th grade students in Informatics at SMA Negeri 4 Kota Malang. The main problem faced is that the learning model in the evaluation strategy is so monotonous that students lack motivation and interest in the subject of informatics. This study employs a quasi-experimental method with a quantitative approach across two classes. Data were collected through learning outcome tests in the form of pre-tests and post-tests. Data analysis was conducted using descriptive quantitative methods to observe improvements in student learning outcomes using the learning media, supplemented by an independent sample T-test to assess the statistical significance of differences between the experimental class and the control class. The results indicate that the Quizizz medium significantly improves student learning outcomes compared to using the Google Forms medium. The independent sample T-test revealed a significant difference between the posttest scores of the experimental class (82.15) and the control class (74.23), confirming a statistically significant difference. This study suggests that teachers can incorporate and integrate the interactive Quizizz platform into teaching and assessment practices to enhance student engagement and learning outcomes. However, this study is limited to the Quizizz platform alone, and further research could be conducted on different and more interactive learning platforms. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menentukan penerapan dan implementasi Quizizz sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas X jurusan Informatika di SMA Negeri 4 Kota Malang. Masalah utama yang dihadapi adalah model pembelajaran dalam strategi evaluasi yang begitu monoton sehingga siswa kehilangan motivasi dan minat terhadap mata pelajaran informatika. Penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimental dengan pendekatan kuantitatif pada dua kelas. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar berupa pre-test dan post-test. Analisis data dilakukan menggunakan metode kuantitatif deskriptif untuk mengamati peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan media pembelajaran, dilengkapi dengan uji t sampel independen untuk menilai signifikansi statistik perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil menunjukkan bahwa media Quizizz secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan dengan penggunaan media Google Forms. Uji t sampel independen menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor post-test kelas eksperimen (82,15) dan kelas kontrol (74,23), yang mengonfirmasi adanya perbedaan yang signifikan secara statistik. Penelitian ini menyarankan agar guru dapat mengintegrasikan platform interaktif Quizizz ke dalam praktik pengajaran dan penilaian untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan hasil belajar. Namun, penelitian ini terbatas pada platform Quizizz saja, dan penelitian lebih lanjut dapat dilakukan pada platform pembelajaran yang berbeda dan lebih interaktif.