cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 424 Documents
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BAHASA DAERAH (BAHASA SUNDA DAN BAHASA JAWA) BERBASIS KEARIFAN LOKAL MELALUI OLAHRAGA UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI BERBAHASA SISWA Nurjanah, Nunuy; Hendrayana, Dian; Suherman, Agus
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6599

Abstract

Learning regional languages ??(Sundanese and Javanese) in schools often faces the problem of low student interest and engagement due to teaching methods that have not been optimally integrated with the local cultural context. This study focuses on developing an innovative local wisdom-based regional language learning model, integrating traditional sports to create meaningful and enjoyable learning. The key stages of this research used qualitative methods through literature studies, analyzing various relevant primary and secondary sources to formulate a conceptual model. The main findings of this study indicate that combining regional languages ??with traditional sports can be an effective medium for improving students' language competencies, both oral and written, as well as understanding contextual meanings. Another finding is that this model also fosters positive attitudes towards preserving local culture. It is concluded that the developed model, which is contextual, communicative, and interactive, is effective for actively internalizing ancestral cultural values ??and is aligned with the principles of the Independent Curriculum. ABSTRAKPembelajaran bahasa daerah (Sunda dan Jawa) di sekolah seringkali menghadapi latar belakang masalah berupa rendahnya minat dan keterlibatan siswa akibat metode pengajaran yang belum terintegrasi secara optimal dengan konteks budaya lokal. Penelitian ini berfokus pada pengembangan model pembelajaran bahasa daerah berbasis kearifan lokal yang inovatif, dengan mengintegrasikan olahraga tradisional untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan. Tahapan penting penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka, dengan menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan untuk merumuskan model konseptual. Temuan utama dari studi ini menunjukkan bahwa penggabungan bahasa daerah dengan olahraga tradisional dapat menjadi media yang efektif untuk meningkatkan kompetensi berbahasa siswa, baik lisan maupun tulisan, serta pemahaman makna secara kontekstual. Temuan lain adalah bahwa model ini juga menumbuhkan sikap positif terhadap pelestarian budaya lokal. Disimpulkan bahwa model yang dikembangkan yang bersifat kontekstual, komunikatif, dan interaktif efektif untuk menginternalisasi nilai-nilai budaya leluhur secara aktif dan selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka.
STRATEGI GURU MENGHADAPI PERUBAHAN KURIKULUM 2013 MENJADI KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN DI UPT SMP NEGERI 24 MEDAN Sihombing, Ade Fitri; Habeahan, Sampitmo
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6682

Abstract

This research aims to determine how teachers strategize to deal with the transition from the 2013 Curriculum to the Merdeka Curriculum in learning at UPT SMP Negeri 24. The type of research used is descriptive research with a qualitative approach. Data collection techniques include interviews, observation, and document study. The data obtained will then be analyzed using the Miles and Huberman model, which consists of data reduction, data display, and data verification. The results of the research show that in the process of adapting from the 2013 Curriculum to the Merdeka Curriculum at UPT SMP Negeri 24 Medan, teachers faced several obstacles and challenges. To overcome these problems, teachers implemented various relevant strategies. These strategies include professional training and development for teachers carried out through learning community training to improve teacher quality, socialization of filling out teacher performance features on the Merdeka Mengajar platform, dissemination of the implementation of the Merdeka Curriculum, and many other types of training provided either by the Department of Education or by the school itself. The second strategy is collaboration and involvement of the school community aimed at building cooperation among teachers so they can help each other in facing these changes, which is carried out through MGMP (Subject Teacher Working Group) activities. Another strategy is the use of educational technology to support the changes. By using various digital tools and platforms, teachers can access more diverse and up-to-date learning resources, which can be adjusted to meet the needs of the new curriculum. In addition, there are also curriculum change management strategies used by teachers to address curricular changes and support adaptation, including the unfreezing stage, the change stage, and the refreezing stage. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi guru menghadapi perubahan kurikulum 2013 menjadi kurikulum Merdeka dalam pembelajaran di UPT SMP Negeri 24. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan studi dokumen. Kemudian data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata dalam proses adaptasi perubahan kurikulum 2013 menjadi Kurikulum Merdeka di UPT SMP Negeri 24 Medan, guru mengalami beberapa hambatan dan tantangan. Untuk mengatasi masalah tersebut, guru menjalankan berbagai strategi relevan. Adapun strategi tersebut adalah strategi pelatihan dan pengembangan profesional guru yang dijalalankan melalui Pelatihan komunitas belajar dalam meningkatkan mutu guru, sosialisasi pengisian fitur kinerja guru pada platform Merdeka mengajar, pengimbasan implementasi kurikulum Merdeka mengajar dan banyak jenis pelatihan lainnya yang diberikan baik itu oleh dinas Pendidikan atau dari sekolah sendiri. Strategi kedua yaitu kolaborasi dan keterlibatan komunitas sekolah dengan tujuan membangun kerjasama antar guru agar mampu untuk saling membantu dalam menghadapi perubahan yang dilaksanakan melalui kegiatan MGMP. Strategi lainnya yaitu penggunaan teknologi Pendidikan untuk mendukung perubahan. Dengan menggunakan berbagai alat dan platform digital guru dapat mengakses sumber belajar yang lebih beragam dan terkini, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kurikulum yang baru. Disamping itu terdapat juga strategi manajemen perubahan kurikulum yang digunakan guru untuk menghadapi perubahan kurikulum serta mendukung adaptasi perubahan diantaranya tahap unfreezing (mencairkan), tahap change (perubahan), serta tahap refreezing (membekukan Kembali).
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS STEAM UNTUK MENINGKATKAN KOGNITIF ANAK MELALUI MEDIA TANAMAN DI KELOMPOK B TKIT DARUL QUR’AN MADANI Febrianti, Riska; Natsir, Tri Ayu Lestari; Ashari, Novita; Halifah, Syarifah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6717

Abstract

This research was motivated by the low level of cognitive development in children aged 5–6 years at TKIT Darul Qur’an Madani, where learning was still general and did not optimally stimulate children's thinking skills. The purpose of this study was to determine the effect of implementing STEAM-based learning using coconut plants as a medium on improving cognitive development in children aged 5–6 years in Group B at TKIT Darul Qur’an Madani. The method used in this study was a pre-experimental design with a one group pretest-posttest approach. The research subjects consisted of 15 children using a saturated sampling technique. Data were collected through pretest and posttest observations using a cognitive development assessment sheet based on the indicators from the Indonesian Ministry of Education Regulation No. 137 of 2013. Data analysis was conducted using a paired sample t-test with the help of SPSS version 22. The results showed that the average pretest score of 5.00 increased to 10.00 in the posttest. The t-test results showed a significance value of 0.000 < 0.05, indicating a significant effect of implementing STEAM-based learning through coconut plants on improving children's cognitive development. Thus, STEAM-based learning has proven effective in stimulating early childhood learning and problem-solving abilities in a contextual, enjoyable, and holistic manner. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya perkembangan kognitif anak usia 5–6 tahun di TKIT Darul Qur’an Madani, yang masih dilakukan secara umum dan belum menstimulus kemampuan berpikir anak secara maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran berbasis STEAM melalui media tanaman kelapa terhadap peningkatan perkembangan kognitif anak usia 5–6 tahun di kelompok B TKIT Darul Qur’an Madani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari 15 anak dengan teknik pengambilan sampel jenuh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi pretest dan posttest menggunakan lembar penilaian perkembangan kognitif anak berdasarkan indikator Permendikbud Nomor 137 Tahun 2013. Analisis data menggunakan uji-t sampel berpasangan (paired sample t-test) dengan bantuan program SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 5,00 meningkat menjadi 10,00 pada posttest. Hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan penerapan pembelajaran STEAM melalui media tanaman kelapa terhadap peningkatan kognitif anak. Dengan demikian, pembelajaran berbasis STEAM terbukti efektif dalam menstimulasi kemampuan belajar dan pemecahan masalah anak usia dini secara kontekstual, menyenangkan, dan menyeluruh.
PENGEMBANGAN MEDIA TEBAK GAMBAR KERAGAMAN BUDAYA INDONESIA UNTUK KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS 5 SEKOLAH DASAR Connitatillah, Zamillah Marrah; Andjariani, Endang Wahyu; Maqfiro, Mohammad Ludfy Hadis
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6730

Abstract

This study aims to develop a culturally based learning media called “Guess the Picture” to improve the speaking skills of fifth-grade elementary students. The study is motivated by the students’ low verbal expression ability, particularly in fluency, vocabulary, and confidence. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, which includes five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The media was validated by content and media experts with results of 96% and 85%, respectively, indicating a “very feasible” category. The test instruments were validated and proven reliable, ensuring their suitability. The media was implemented in a class of 24 students, with results showing an N-Gain score of 48.05%, categorized as moderate improvement in speaking ability. Observations revealed a 63% increase in active participation, and students responded positively to the media with a 92% approval rate. In addition to improving communication skills, the media successfully instills character values such as mutual cooperation and tolerance. Therefore, this culture-themed visual media is feasible for classroom application and contributes significantly to students’ verbal skill development. ABSTRAKPenelitian ini mengarah pada pengembangan media edukatif yang berakar pada budaya Indonesia, berupa “Tebak Gambar”, untuk memperkuat keterampilan berbicara peserta didik kelas V SD. Latar belakang studi ini berangkat dari rendahnya kecakapan siswa dalam mengungkapkan ide secara verbal, terutama dalam aspek keberanian, kelancaran, dan kosakata. Model ADDIE digunakan dalam pelaksanaan metode Research and Development (R&D) pada penelitian ini yang mencakup lima tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Validasi media melibatkan tenaga ahli bidang materi dan media dengan hasil masing-masing 96% dan 85%, yang memperlihatkan kategori “sangat layak”. Instrumen penelitian berupa soal uraian juga diuji validitas dan reliabilitasnya, dan hasilnya menunjukkan bahwa seluruh butir soal valid dan reliabel. Implementasi media pada 24 siswa menunjukkan peningkatan kemampuan berbicara siswa berdasarkan skor N-Gain sebesar 48,05% dalam kategori sedang. Observasi menunjukkan adanya partisipasi aktif sebesar 63% dan respon siswa terhadap media sangat positif (92%). Media ini tidak hanya efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter seperti gotong royong dan toleransi. Dengan demikian, media tebak gambar berbasis budaya lokal ini layak diterapkan dalam pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi komunikasi siswa.
EKRANISASI NOVEL HOME SWEET LOAN KARYA ALMIRA BASTARI KE DALAM FILM HOME SWEET LOAN KARYA SABRINA ROCHELLE KALANGIE Labiba, Silvi Putri; Bariqoh, Asri; Naim, Mahin Ainun
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6737

Abstract

This study aims to analyze the narrative transformation in the adaptation process of Almira Bastari’s novel Home Sweet Loan into a film directed by Sabrina Rochelle Kalangie. The research focuses on the addition, omission, and varied changes of intrinsic narrative elements, namely plot, character, and setting. A qualitative descriptive method with a comparative approach was used, with data collected through reading the novel, watching the film, analyzing dialogue transcripts, and classifying narrative changes based on Eneste’s theory of adaptation. Data validity was ensured through source triangulation. The findings reveal 38 plot additions, 32 omissions, and 20 varied plot changes; 17 character additions, 17 omissions, and 1 varied change; as well as 13 setting additions, 13 omissions, and 3 varied changes. These findings indicate that the plot underwent the most transformations in the adaptation process, reflecting the necessity to adjust narrative structure to the visual nature and time constraints of the film medium while still preserving the core meaning of the story. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi naratif dalam proses ekranisasi novel Home Sweet Loan karya Almira Bastari ke dalam film adaptasinya yang disutradarai oleh Sabrina Rochelle Kalangie. Fokus penelitian diarahkan pada aspek penambahan, pengurangan, dan perubahan bervariasi terhadap unsur intrinsik cerita, yaitu alur, tokoh, dan latar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan komparatif, dengan data yang dikumpulkan melalui pembacaan novel, penontonan film, analisis transkrip dialog, dan klasifikasi perubahan naratif berdasarkan teori ekranisasi dari Eneste. Validitas data diperoleh melalui teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 38 penambahan alur, 32 pengurangan alur, dan 20 perubahan bervariasi alur; 17 penambahan dan 17 pengurangan tokoh serta 1 perubahan bervariasi tokoh; serta 13 penambahan dan 13 pengurangan latar serta 3 perubahan bervariasi latar. Temuan tersebut menunjukkan bahwa alur merupakan unsur yang paling banyak mengalami transformasi dalam proses ekranisasi. Hal ini mencerminkan kebutuhan penyesuaian struktur cerita terhadap karakteristik media film yang bersifat visual dan memiliki keterbatasan durasi, namun tetap mempertahankan makna utama cerita.
PROBLEMATIKA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DAN PERAN PELAYANAN BIMBINGAN KONSELING (STUDI KUALITATIF DI SLB YAYASAN MITRA ANANDA) Astuti, May Dwi; Nita, Rahma Wira; Putri, Besti Nora Dwi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6755

Abstract

This research is motivated by the various problems faced by children with special needs (ABK), particularly those with intellectual disabilities and autism, at the Autism Foundation Mitra Ananda Special Needs School (SLB), which include learning difficulties and barriers to social interaction. Initial observations indicated concentration problems, writing difficulties, poor conceptual understanding, and aggressive and isolating behavior. The focus of this research is to describe the learning and social problems experienced by ABK and to analyze the role of Guidance and Counseling (BK) services in addressing these issues. This study used a descriptive qualitative approach. Data collection was conducted through in-depth interviews with teachers and parents and direct observation of students. Data analysis utilized data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The results indicate that ABK experience learning problems such as difficulty concentrating, slow writing, and poor mathematics comprehension. Socially, children with intellectual disabilities exhibit delayed responses but still desire to play, while children with autism tend to be solitary. The main findings revealed that although professional guidance and counseling services were not yet available, the role of guidance and counseling teachers was effectively carried out through praise, educational games, and decision-making guidance. It was concluded that the implementation of these non-professional guidance and counseling services was proven to help increase the independence, self-confidence, and social engagement of children with special needs at school. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya berbagai problematika yang dihadapi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), khususnya tunagrahita dan autis, di SLB Yayasan Autis Mitra Ananda, yang mencakup kesulitan belajar dan hambatan interaksi sosial. Observasi awal menunjukkan adanya masalah konsentrasi, kesulitan menulis, pemahaman konsep yang rendah, serta perilaku agresif dan isolasi diri. Fokus penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan problematika belajar dan sosial yang dialami ABK, serta menganalisis peran pelayanan Bimbingan Konseling (BK) dalam mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan guru dan orang tua serta observasi langsung terhadap siswa. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ABK mengalami problematika belajar seperti sulit konsentrasi, lambat menulis, dan rendahnya pemahaman matematika. Secara sosial, anak tunagrahita menunjukkan respons lambat namun masih berkeinginan bermain, sedangkan anak autis cenderung menyendiri. Temuan utama mengungkap bahwa meskipun layanan BK profesional belum tersedia, perannya telah dijalankan secara efektif oleh guru pendamping melalui pemberian pujian, permainan edukatif, dan bimbingan keputusan. Disimpulkan bahwa implementasi layanan BK non-profesional ini terbukti membantu meningkatkan kemandirian, kepercayaan diri, dan keterlibatan sosial ABK di sekolah.
EVALUASI IMPLEMENTASI PENGIMBASAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) SEKOLAH MODEL DI SEKOLAH DASAR: ANALISIS MENGGUNAKAN MODEL CIPP Lestari, Neng Elis Seri; Sapriati, Amalia; Susandi, Ardi Dwi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6814

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the dissemination of the Internal Quality Assurance System (SPMI) in primary schools serving as model schools. The research method used is a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, observations, and document reviews. The analysis was carried out using the CIPP model (Context, Input, Process, Product) to identify supporting factors, constraints, and implementation achievements. The results show that, in the context aspect, the policies and commitment of the model schools form a strong foundation for the dissemination process. In the input aspect, support in terms of human resources, infrastructure, and funding is relatively adequate, although limitations still exist in recipient schools. The process aspect demonstrates a structured program implementation through training, mentoring, and continuous monitoring. In the product aspect, there is an increase in the recipient schools’ understanding of the SPMI concept, and most have successfully implemented the PPEPP cycle (Planning, Implementation, Evaluation, Control, and Improvement). However, program sustainability still requires strengthened supervision and collaboration between schools. This study recommends the development of more adaptive coaching strategies tailored to the conditions of recipient schools and the optimization of the role of school supervisors. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pengimbasan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) pada Sekolah Dasar yang menjadi sekolah model. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Analisis dilakukan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) untuk mengidentifikasi faktor pendukung, kendala, serta capaian implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek konteks, kebijakan dan komitmen pihak sekolah model menjadi dasar kuat pelaksanaan pengimbasan. Pada aspek input, dukungan sumber daya manusia, sarana-prasarana, dan pendanaan relatif memadai meskipun masih terdapat keterbatasan di sekolah imbas. Aspek proses memperlihatkan pelaksanaan program yang terstruktur melalui pelatihan, pendampingan, dan monitoring berkelanjutan. Pada aspek produk, terjadi peningkatan pemahaman sekolah imbas terhadap konsep SPMI dan sebagian besar berhasil menerapkan siklus PPEPP (Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Namun, keberlanjutan program masih memerlukan penguatan supervisi dan kolaborasi antar sekolah. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan strategi pembinaan yang lebih adaptif terhadap kondisi sekolah imbas serta optimalisasi peran pengawas sekolah.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI METODE BERMAIN TANAH LIAT PADA ANAK USIA DINI DI KELOMPOK B SPS RAMBUTAN 78 Maryana, Maryana; Gunawan, Gunawan; Dahlan, Mukhtar Zaini; Kurniawan, Nurhafid
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6869

Abstract

This research was motivated by the low fine motor skills of group B students at SPS Rambutan 78 Jember. Initial observations showed that the majority of children had difficulty with activities such as cutting and holding a pencil. This condition was caused by monotonous learning methods and a lack of creative media. The focus of this research was to improve the fine motor skills of children aged 5-6 years through the application of clay play. This study used the Classroom Action Research (CAR) model of Kemmis & McTaggart, conducted in two cycles with 13 children. Data were collected through observation and analyzed descriptively quantitatively. The results showed a significant and progressive increase in fine motor skill achievement. In the pre-cycle stage, the average achievement was only 45.49% (Beginning to Develop). After the intervention in Cycle I, achievement increased to 59.18% (Developing as Expected), and peaked in Cycle II at 76.24% (Developing Very Well). It was concluded that the clay play method was proven effective in improving the fine motor skills of early childhood, successfully achieving the established success indicators. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan motorik halus siswa kelompok B di SPS Rambutan 78 Jember, di mana observasi awal menunjukkan mayoritas anak kesulitan dalam aktivitas seperti menggunting dan memegang pensil. Kondisi ini disebabkan oleh metode pembelajaran yang monoton dan minim media kreatif. Fokus penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 5-6 tahun melalui penerapan metode bermain tanah liat. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus terhadap 13 anak. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan capaian keterampilan motorik halus yang signifikan dan progresif. Pada tahap pra-siklus, rata-rata capaian hanya 45,49% (Mulai Berkembang). Setelah intervensi Siklus I, capaian meningkat menjadi 59,18% (Berkembang Sesuai Harapan), dan mencapai puncaknya pada Siklus II dengan 76,24% (Berkembang Sangat Baik). Disimpulkan bahwa metode bermain tanah liat terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia dini, berhasil mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan.
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS POWERPOINT DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL WARNA PADA ANAK USIA DINI DI SPS RAMBUTAN 78 Liana, Siti Nur; Gunawan, Gunawan; Dahlan, Mukhtar Zaini; Kurniawan, Nurhafid
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6873

Abstract

This research is motivated by the importance of color recognition as part of early childhood cognitive development. However, initial observations at SPS Rambutan 78 indicate that many children still experience difficulties. This low ability is thought to be due to a lack of varied and engaging learning media. The focus of this research is to improve the ability of 5-6 year old children to recognize colors through the application of PowerPoint-based learning media. This study used the Classroom Action Research (CAR) method, implemented in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects were 13 children from Group A at SPS Rambutan 78. Data were collected through observations and child worksheets, then analyzed descriptively and quantitatively. The results showed a significant improvement: the average color recognition ability increased from 46.78% in the pre-cycle (Beginning to Develop), to 63.10% in Cycle I (Developing as Expected), and reached 79.76% in Cycle II (Developing Very Well). These findings demonstrate that the use of interactive and visual PowerPoint media is effective in improving early childhood color recognition abilities. It was concluded that PowerPoint media is an innovative alternative media that successfully improves the quality of learning at SPS Rambutan 78. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan mengenal warna sebagai bagian dari perkembangan kognitif anak usia dini, namun observasi awal di SPS Rambutan 78 menunjukkan banyak anak masih mengalami kesulitan. Rendahnya kemampuan ini diduga akibat kurangnya variasi media pembelajaran yang menarik. Fokus penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan anak usia 5-6 tahun dalam mengenal warna melalui penerapan media pembelajaran berbasis PowerPoint. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 13 anak Kelompok A di SPS Rambutan 78. Data dikumpulkan melalui observasi dan lembar kerja anak, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan: rata-rata kemampuan mengenal warna meningkat dari 46,78% pada pra-siklus (Mulai Berkembang), menjadi 63,10% pada Siklus I (Berkembang Sesuai Harapan), dan mencapai 79,76% pada Siklus II (Berkembang Sangat Baik). Temuan ini membuktikan bahwa penggunaan media PowerPoint yang interaktif dan visual efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal warna anak usia dini. Disimpulkan bahwa media PowerPoint merupakan alternatif media inovatif yang berhasil meningkatkan mutu pembelajaran di SPS Rambutan 78.
ANALISIS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE DALAM PEMBELAJARAN IPS PADA KELAS VII DI SMP N 1 LEMBAH GUMANTI KABUPATEN SOLOK Saputry, Elisa; Wijaya, Wibi; Rahayu, Sri
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6876

Abstract

The 21st century demands that students possess critical thinking, communication, collaboration, and complex problem-solving skills. However, classroom learning is still often dominated by teacher-centered lectures, resulting in low student participation and motivation. This study aims to explore the implementation of the Think Pair Share (TPS) learning model in enhancing students’ engagement, creativity, and understanding in Social Studies (IPS) at SMP Negeri 1 Lembah Gumanti. The research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. The subjects included the teacher and students of Class VII C, selected using purposive sampling. The findings indicate that the TPS model, implemented through the Think, Pair, and Share stages, effectively increased student participation, critical thinking skills, communication abilities, and self-confidence in expressing opinions. The success of TPS was supported by careful lesson planning, the preparation of teaching modules, student worksheets (LKPD), utilization of supporting media, and teacher guidance. Challenges such as limited time and differences in student abilities could be mitigated through structured teaching strategies. In conclusion, TPS is effective in improving the quality of Social Studies learning and is relevant for application in other classes or subjects. Future research is recommended to combine TPS with other learning models or educational technology to further enhance learning effectiveness. ABSTRAKAbad ke-21 menuntut siswa memiliki kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi efektif, bekerja sama, serta menyelesaikan masalah yang kompleks. Sayangnya, praktik pembelajaran di sekolah masih banyak menggunakan metode ceramah yang berpusat pada guru, sehingga mengurangi motivasi belajar dan partisipasi siswa. Penelitian ini mengeksplorasi penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) untuk meningkatkan keterlibatan, kreativitas, dan pemahaman siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SMP Negeri 1 Lembah Gumanti. Pendekatan yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru dan siswa kelas VII C, yang dipilih secara purposive agar relevan dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan TPS melalui tahapan Think, Pair, dan Share berhasil menstimulasi keaktifan siswa, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, serta rasa percaya diri dalam menyampaikan ide. Keberhasilan ini didukung oleh perencanaan pembelajaran yang terstruktur, penyusunan modul ajar dan lembar kerja peserta didik (LKPD), pemanfaatan media pembelajaran pendukung, serta bimbingan guru secara langsung. Beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu dan perbedaan tingkat kemampuan siswa, dapat diminimalkan dengan strategi pembelajaran yang sistematis. Secara keseluruhan, TPS terbukti efektif dalam memperbaiki kualitas proses belajar mengajar di IPS, dan model ini memiliki potensi untuk diterapkan pada kelas atau mata pelajaran lain. Penelitian berikutnya disarankan menggabungkan TPS dengan model pembelajaran lain atau teknologi pendidikan untuk meningkatkan efektivitas dan keterlibatan siswa lebih jauh.