cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 739 Documents
STRATEGI HUBUNGAN GURU-SISWA DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI PROGRAM KEAGAMAAN MAN Feriska Listrianti; Siti Khoiriyah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9700

Abstract

An effective relationship between teachers and students is a crucial element in the learning process, particularly in pesantren-based schools that integrate formal education with moral and spiritual development. This study aims to analyze the strategies for building effective teacher–student relationships in the learning process of the Religious Program class at MAN 1 Probolinggo, Nurul Jadid Islamic Boarding School. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews with teachers and students of the Religious Program, classroom observations during the learning process, and analysis of instructional documentation. The results indicate that effective teacher–student relationships are developed through dialogical communication, pedagogical empathy, and consistent role modeling, which collectively create a safe, comfortable, and participatory learning environment. Observational findings reveal the prevalence of two-way interactions, active student participation, and humanistic classroom management, all of which are achieved without compromising discipline. Meanwhile, documentation analysis reveals the integration of relational strategies in lesson planning, as reflected in lesson plans and syllabi that incorporate pesantren values. Overall, this study confirms that effective teacher–student relationship strategies in the pesantren context are not only pedagogical but also spiritual in nature, thereby strengthening students’ intrinsic motivation, learning participation, and character development. ABSTRAK Hubungan efektif antara guru dan siswa merupakan elemen krusial dalam proses pembelajaran, khususnya dalam konteks sekolah berbasis pesantren yang menggabungkan pendidikan formal dengan pembinaan moral dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi hubungan efektif antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran di kelas Program Keagamaan (PK) MAN 1 Probolinggo Pondok Pesantren Nurul Jadid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, dimana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru dan siswa Program Keagamaan, observasi selama proses pembelajaran, serta analisis dokumentasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan efektif antara guru dan siswa Program Keagamaan MAN 1 Probolinggo dibangun melalui komunikasi dialogis, empati pedagogis, dan keteladanan sikap yang konsisten, yang kemudian menciptakan iklim pembelajaran yang aman dan partisiptif.  Temuan observasi memperlihatkan dominannya interaksi dua arah, partisipasi aktif siswa, serta pengelolaan kelas yang humanis tanpa mengurangi disiplin. Sementara itu, hasil dokumentasi menunjukkan adanya interasi strategi relasional dalam perencanaan pembelajaran yang tercermin dalam RPP dan silabus berbasis nilai-nilai pesantren. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa strategi hubungan efektif antara guru dan siswa dalam konteks pesantren tidak hanya bersifat pedagogis, akan tetapi juga spritual, sehingga memperkuat motivasi intrinsik, partisipatif siswa, dan pembentukan karakter siswa.  
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN YOUTUBE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATA KULIAH FUNDAMEN TI POKOK BAHASAN JARINGAN DASAR Hamdan Muh Hadis; Alfiah Fajriani; Zila Razilu
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9703

Abstract

The development of information and communication technology (ICT) has transformed learning methods, including in the Fundamentals of Information Technology course. One of the essential concepts in this course is Basic Networking, which often poses challenges for students. This study aims to analyze the effectiveness of YouTube as a learning medium in enhancing students' understanding of Basic Networking concepts at Universitas Muhammadiyah Kendari. The research employs a mixed-method approach with a quasi-experimental design, involving 60 students as samples. The research instruments include questionnaires, interviews, and pre-test and post-test assessments. The results indicate an increase in the average student score from 60 (pre-test) to 78 (post-test), signifying a significant improvement in understanding. Additionally, 85% of students stated that YouTube helped them comprehend networking concepts through visualization and flexible learning. However, challenges such as video quality, content relevance, and information overload remain obstacles. Therefore, YouTube can be an effective learning medium when combined with lecturer guidance and a well-structured learning strategy. ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah mengubah metode pembelajaran, termasuk dalam mata kuliah Fundamen Teknologi Informasi. Salah satu konsep penting dalam mata kuliah ini adalah Jaringan Dasar, yang sering menjadi tantangan bagi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas YouTube sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep Jaringan Dasar di Universitas Muhammadiyah Kendari. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method dengan desain kuasi-eksperimental, melibatkan 60 mahasiswa sebagai sampel. Instrumen penelitian mencakup kuesioner, wawancara, serta tes pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor mahasiswa dari 60 (pre-test) menjadi 78 (post-test), menandakan peningkatan pemahaman yang signifikan. Sebanyak 85% mahasiswa menyatakan bahwa YouTube membantu mereka memahami konsep jaringan melalui visualisasi dan fleksibilitas pembelajaran. Namun, tantangan seperti kualitas dan relevansi video serta information overload masih menjadi kendala. Dengan demikian, YouTube dapat menjadi media pembelajaran yang efektif jika dikombinasikan dengan bimbingan dosen dan strategi pembelajaran yang terstruktur
MANAJEMEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA KELAS GEMUK DI SEKOLAH DASAR: STUDI KASUS IMPLEMENTASI STRATEGI DI SEKOLAH DASAR PERKOTAAN Guntur Dwi Purwanto
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9704

Abstract

The phenomenon of "overcrowded classes" in urban elementary schools with a student ratio of 35 to 40 students creates significant obstacles to the realization of meaningful, personalized learning. Heterogeneous student characteristics and limited space are the main focus of problems that demand agile instructional management innovation at Cimanggu 02 Public Elementary School. This qualitative case study research was conducted through systematic stages that included participant observation, in-depth interviews, and a comprehensive analysis of curriculum documents. The research findings indicate that efficient time allocation was successfully managed through the use of non-verbal communication codes as attention anchors and the implementation of autonomous visual schedules for students. Flexible grouping strategies were implemented by engineering limited space into various functional learning stations, including the use of corridors as controlled group activity zones. In the media dimension, the principle of ecological sensitivity was applied through the conversion of recycled materials and the optimization of open-source digital platforms to overcome the limitations of the school's minimal operational budget. Field data confirmed that overcrowding that exceeds the ideal threshold triggers a real psychological burden for educators in the field. The main conclusion of the study confirms that managerial resilience and adaptive creativity of teachers can transform infrastructure barriers into inclusive learning environments. Nevertheless, standardizing a more humane teacher-student ratio is an absolute prerequisite for central authorities in ensuring national quality equity. ABSTRAK Fenomena "kelas gemuk" di sekolah dasar perkotaan dengan rasio tiga puluh lima hingga empat puluh siswa menciptakan hambatan signifikan bagi terwujudnya pembelajaran personal yang bermakna. Heterogenitas karakteristik siswa dan keterbatasan lahan menjadi fokus masalah utama yang menuntut inovasi manajemen instruksional lincah di SD Negeri Cimanggu 02. Penelitian kualitatif studi kasus ini dilakukan melalui tahapan sistematis yang meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta bedah dokumen kurikulum secara menyeluruh. Temuan penelitian menunjukkan bahwa efisiensi alokasi waktu berhasil dikelola melalui penggunaan kode komunikasi non-verbal sebagai jangkar perhatian dan penerapan jadwal visual otonom bagi peserta didik. Strategi pengelompokan fleksibel dijalankan dengan merekayasa keterbatasan ruang menjadi berbagai stasiun belajar fungsional, termasuk pemanfaatan selasar sebagai zona aktivitas kelompok yang terkendali. Dalam dimensi media, prinsip kepekaan ekologis diterapkan melalui konversi material daur ulang dan optimalisasi platform digital sumber terbuka guna mengatasi keterbatasan anggaran operasional sekolah yang minim. Data lapangan menegaskan bahwa kepadatan yang melebihi ambang batas ideal ini memicu beban psikologis nyata bagi pendidik di lapangan. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa resiliensi manajerial dan kreativitas adaptif guru mampu mentransformasi hambatan infrastruktur menjadi lingkungan belajar yang inklusif. Meskipun demikian, standarisasi rasio guru dan siswa yang lebih manusiawi menjadi prasyarat mutlak bagi otoritas pusat dalam menjamin keadilan kualitas nasional.  
KONTRIBUSI KELINCAHAN DAN KESIMBANGAN TERHADAP KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA DALAM PERMAINAN SEPAK BOLA PADA SISWA SEKOLAH DASAR Ismail Ismail; Alif Aryadi Hardi; Khalid Rijaluddin
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9705

Abstract

Childhood is a crucial period for the development of soccer technique, but the effectiveness of training is often hampered by a lack of data on dominant physical factors. This study analyzed the contribution of agility and balance to dribbling ability in thirty students at SD Inpres 6/75 Kading. A quantitative correlational approach was applied through a series of stages including the zigzag run test, the Modified Bass Test, and the dribbling test, using the Pearson correlation analysis technique using SPSS. The analysis results showed a significant positive contribution both partially and simultaneously. Quantitatively, agility contributed a correlation of r = 0.460 with a significance value of 0.001, while balance contributed r = 0.468 with a significance value of 0.009. The findings demonstrated that these two variables together explained 32.9% of the variation in dribbling ability with an r = 0.573 and an F-test of 6.606 with a significance value of 0.005. The main conclusion confirms that agility and body stability are crucial physical determinants in supporting manipulative movement performance in soccer. Therefore, this study recommends that coaches and sports teachers prioritize specific physical conditioning training programs to optimize students' mastery of basic techniques from an early age. This aims to build a solid fitness foundation for more effective and sustainable athletic performance development in the national future. ABSTRAK Masa kanak-kanak merupakan periode krusial bagi pengembangan teknik sepak bola, namun efektivitas latihan sering terhambat oleh minimnya data faktor fisik dominan. Penelitian ini menganalisis kontribusi kelincahan dan keseimbangan terhadap kemampuan menggiring bola pada tiga puluh siswa SD Inpres 6/75 Kading. Pendekatan kuantitatif korelasional diterapkan melalui serangkaian tahapan meliputi zig-zag run test, Modified Bass Test, serta tes dribbling, dengan teknik analisis korelasi Pearson menggunakan perangkat SPSS. Hasil analisis menunjukkan adanya kontribusi positif signifikan baik secara parsial maupun simultan. Secara kuantitatif, kelincahan menyumbang korelasi r = 0,460 dengan nilai signifikansi 0,001, sedangkan keseimbangan memberikan kontribusi r = 0,468 dengan signifikansi 0,009. Temuan membuktikan bahwa kedua variabel tersebut secara bersama-sama menjelaskan variasi kemampuan dribbling sebesar 32,9% melalui perolehan nilai r = 0,573 serta F hitung 6,606 dengan signifikansi 0,005. Kesimpulan utama menegaskan bahwa integritas kelincahan dan stabilitas tubuh merupakan determinan fisik yang sangat krusial dalam mendukung performa gerak manipulatif sepak bola. Oleh karena itu, studi ini merekomendasikan agar para pelatih dan guru olahraga lebih mengedepankan program latihan kondisi fisik spesifik guna mengoptimalkan penguasaan teknik dasar siswa sejak dini. Hal tersebut bertujuan untuk membangun fondasi kebugaran yang kokoh demi tercapainya pembinaan prestasi atletik yang lebih efektif dan berkelanjutan di masa depan nasional.
ANALISIS KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP LAYANAN ADMINISTRASI PROGRAM STUDI: STUDI KASUS PROGRAM STUDI MANAJEMEN PERTANIAN LAHAN KERING Esra Rombeallo; Risky Meyranti; Deborah Tirtania Chrisna Pake Seko
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9804

Abstract

Administrative service quality is a strategic component supporting the success of higher education. This study aims to analyze student satisfaction levels with administrative services at Dryland Agricultural Management Study Program, using a descriptive quantitative approach based on the SERVQUAL model. The data were collected through a structured 5-point Likert scale questionnaire, involving 32 active students as respondents, using total sampling. The instrument consisted of 10 items covering dimensions of service speed, ease of information access, staff friendliness, staff dedication, timeliness, ease of meeting staff, waiting duration, complaint handling, service consistency, and overall satisfaction. The overall mean satisfaction score was 4.42 out of 5 (Satisfied category). The highest aspects were staff dedication (M = 4.59) and staff friendliness (M = 4.53), both are in the Very Satisfied category, while the lowest were waiting duration satisfaction and complaint handling (M = 4.28). A total of 88.75% of all ratings fell in the Satisfied and Very Satisfied categories. These findings indicate that MPLK administrative services generally meet students’ expectations although improvement opportunities remain in the responsiveness dimension, particularly queue management and complaint handling mechanisms. ABSTRAKKualitas layanan administrasi merupakan komponen strategis dalam mendukung keberhasilan penyelenggaraan pendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kepuasan mahasiswa terhadap layanan administrasi Program Studi Manajemen Pertanian Lahan Kering (MPLK) menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif berbasis model SERVQUAL. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur berskala Likert 5 poin yang melibatkan 32 mahasiswa aktif sebagai responden dengan metode total sampling. Instrumen terdiri dari 10 butir pertanyaan yang mencakup dimensi kecepatan pelayanan, kemudahan akses informasi, keramahan staf, kesungguhan staf, ketepatan waktu, kemudahan bertemu staf, waktu tunggu, penanganan keluhan, konsistensi layanan, dan kepuasan keseluruhan. Hasil analisis menunjukkan rata-rata keseluruhan kepuasan mahasiswa sebesar 4,42 dari skala 5 (kategori Puas). Aspek tertinggi adalah kesungguhan staf (M = 4,59) dan keramahan staf (M = 4,53), keduanya berkategori Sangat Puas. Aspek dengan nilai terendah adalah kepuasan terhadap waktu tunggu dan penanganan keluhan (M = 4,28). Sebesar 88,75% dari total penilaian berada pada kategori Puas dan Sangat Puas. Temuan ini mengindikasikan layanan administrasi Program Studi MPLK secara umum telah memenuhi ekspektasi mahasiswa, namun masih terdapat ruang perbaikan pada dimensi responsivitas, khususnya manajemen antrian dan mekanisme penanganan keluhan.
INOVASI PEMBELAJARAN PAI BERBASIS DAKWAH KREATIF: PENGALAMAN SISWA MA BILINGUAL AL AMANAH DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN Nurul Fajri Sa’adah; Eni Fariyatul Fahyuni
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9932

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) learning in the digital era requires innovative approaches to attract students' interest and develop their skills. Creative da'wah-based learning emerges as a solution that integrates digital technology, arts, and experiential learning approaches. This study aims to explore the experiences of MA Bilingual Al Amanah students in developing skills through creative da'wah-based PAI learning. The method used is descriptive qualitative with a case study design. Data collection was carried out through in-depth interviews, observations, and documentation of 12 students, PAI teachers, and the madrasah principal. The results show that this learning model successfully developed five main skills: creativity and innovation, multimodal communication, collaboration and teamwork, digital literacy, and problem-solving and adaptability. In addition, students experienced increased learning motivation and deeper internalization of Islamic values. Despite facing obstacles such as limited technological resources, digital capability disparities, and time management challenges, this learning model proved effective in shaping competent and characterful digital Muslims. ABSTRAK Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital membutuhkan pendekatan inovatif untuk menarik minat siswa dan mengembangkan keterampilan mereka. Pembelajaran berbasis dakwah kreatif muncul sebagai solusi yang mengintegrasikan teknologi digital, seni, dan pendekatan experiential learning. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman siswa MA Bilingual Al Amanah dalam mengembangkan keterampilan melalui pembelajaran PAI berbasis dakwah kreatif. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 12 siswa, guru PAI, dan kepala madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran ini berhasil mengembangkan lima keterampilan utama: kreativitas dan inovasi, komunikasi multimodal, kolaborasi dan teamwork, literasi digital, serta problem-solving dan adaptabilitas. Selain itu, siswa mengalami peningkatan motivasi belajar dan internalisasi nilai-nilai Islam yang lebih mendalam. Meskipun menghadapi hambatan berupa keterbatasan sarana teknologi, perbedaan kemampuan digital, dan tantangan manajemen waktu, model pembelajaran ini terbukti efektif dalam membentuk Muslim digital yang kompeten dan berkarakter
PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA, LINGKUNGAN SEKOLAH, DAN MEDIA SOSIAL TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER ISLAMI SISWA Firda Nuriyah; Eli Masnawati; Sirojuddin Abror
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9950

Abstract

The Indonesian education system is facing a serious moral crisis triggered by promiscuity and the misuse of digital technology due to a lack of supervision. The main focus of this study is to measure the influence of parental attention, the school environment, and social media on the formation of students' Islamic character. This quantitative study was conducted at Darul Ulum Waru Middle School in Sidoarjo in the 2024/2025 academic year, involving 255 students using a total sampling technique. The research stages included data collection using an eight-point Likert scale questionnaire, observation, and documentation, which were analyzed through multiple linear regression using the SPSS program. The findings indicate that, both partially and simultaneously, all three independent variables have a positive and significant effect on Islamic character with a significance value of 0.000. Quantitatively, the coefficient of determination reached 63.9%, confirming the strong contribution of these variables. The form of parental attention most desired by students was active listening to stories (47.1%), while teacher role models (40%) were the most crucial school factor. The main conclusion confirms that the collaboration between sincere family care, optimized religious school strategies, and wise use of social media is highly effective in building a civilized moral identity in students. This synergy provides a crucial foundation for students to independently develop noble character and face the challenges of moral degradation amidst today's rapid global modernization in a fully sustainable manner. ABSTRAK Sistem pendidikan Indonesia tengah menghadapi krisis moral serius yang dipicu pergaulan bebas dan penyalahgunaan teknologi digital akibat minimnya pengawasan. Fokus utama penelitian ini adalah mengukur pengaruh perhatian orang tua, lingkungan sekolah, dan media sosial terhadap pembentukan karakter Islami siswa. Studi kuantitatif ini dilaksanakan di SMP Darul Ulum Waru Sidoarjo tahun ajaran 2024/2025 dengan melibatkan 255 siswa melalui teknik total sampling. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data menggunakan angket skala Likert delapan poin, observasi, serta dokumentasi, yang dianalisis melalui regresi linier berganda berbantuan program SPSS. Temuan menunjukkan bahwa secara parsial maupun simultan, ketiga variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap karakter Islami dengan nilai signifikansi 0,000. Secara kuantitatif, nilai koefisien determinasi mencapai 63,9%, yang menegaskan kontribusi kuat variabel tersebut. Bentuk perhatian orang tua yang paling dominan diinginkan siswa adalah mendengarkan cerita secara aktif (47,1%), sementara keteladanan guru (40%) menjadi faktor sekolah yang paling krusial. Simpulan utama menegaskan bahwa kolaborasi antara perhatian keluarga yang tulus, optimalisasi strategi sekolah religius, serta pemanfaatan media sosial yang bijak sangat efektif dalam membangun identitas moral siswa yang beradab. Sinergi ini menjadi fondasi penting bagi peserta didik untuk mengembangkan akhlakul karimah secara mandiri guna menghadapi tantangan degradasi moral di tengah pesatnya modernisasi global saat ini secara berkelanjutan sepenuhnya.
PENERAPAN PEACE EDUCATION DALAM KONTEKS NEGARA KONFLIK: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Labibatussolihah Labibatussolihah; Nour Muhammad Adriani
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.9951

Abstract

Historical trauma commonly occurs in countries that have experienced prolonged conflicto, such as civil war, genocide, and rule by authoritarian regimes. This trauma forms a collective memory of the wounds that occurred, resulting in prejudice, stereotypes, and intergroup tensions that lead citizens to an identity crisis. The process of healing these inherited psychological wounds requires efforts to reconstruct their social, political, and moral order. In this context, peace education is a primary approach to instilling the values ​​of tolerance, empathy, reconciliation, and social justice as the foundation for forming global citizenship oriented towards positive actions for the realization of a peaceful society. This study uses a Systematic Literature Review method on the Scopus database from 2020-2025, applying the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA) using the keyword "peace education." A total of 2,787 articles were obtained, which were then reduced to a focus on conflict-affected countries including Rwanda, Sierra Leone, Cambodia, and South Africa. The resulting nine articles were selected for further in-depth analysis. The result finds that: 1) historical background influences the implementation of peace education in post-conflict countries; (2) peace education contributes to the development of conflict resolution capabilities; (3) a multi-perspective approach has positive and negative impacts; (4) peace education through affective recognition forms empathy and emotional bonds across generations; (5) there is a need for the involvement of various parties at the local, national and international levels in the implementation of peace education in post-conflict countries. ABSTRAK Trauma sejarah umumnya terjadi di negara-negara yang telah mengalami konflik berkepanjangan seperti perang saudara, genosida, dan dikuasi oleh rezim yang otoriter. Trauma ini membentuk memori kolektif akan luka yang terjadi sehingga muncul prasangka, stereotipe, dan ketegangan antar kelompok yang menjadikan warga negara krisis identitas. Proses penyembuhan akan luka psikis yang diwariskan ini memerlukan upaya rekonstruksi kembali tatanan sosial, politik, dan moral mereka. Dalam konteks tersebut, peace education menjadi pendekatan utama untuk menanamkan nilai toleransi, empati, rekonsiliasi, serta keadilan sosial sebagai dasar pembentukan global citizenship yang berorientasi pada tindakan positif demi terwujudnya masyarakat yang damai. Studi ini menggunakan metode Systematic Literature Review pada basis data scopus pada tahun 2020-2025 dengan menggunakan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA) melalui kata kunci “peace education”. Diperoleh 2787 artikel yang kemudian direduksi dengan fokus pada negara-negara konflik diantaranya Rwanda, Sierra Leone, Kamboja, dan Afrika Selatan yang hasilnya 9 artikel terpilih untuk dianalisis lebih mendalam. Hasil kajian mengungkapkan: 1) latar belakang historis mempengaruhi penerapan peace education dinegara pasca konflik; (2) peace education berkontribusi terhadap pembentukan kemampuan resolusi konflik; (3) pendekatan multiperspektif memberikan dampak positif dan negative; (4) peace education melalui affective recognition membentuk empati dan ikatan emosi lintas generasi; (5) perlu adanya keterlibatan berbagai pihak ditingkat local, nasional, dan internasional dalam penerapan peace education di negara pasca konflik.
PENGARUH INTENSITAS PENGGUNAAN GADGET TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA PROGRAM ASISTEN KEPERAWATAN Tini Martini; R. Dadan Pra Rudiana; Ine Anggraini
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.9952

Abstract

The development of digital technology has increased gadget use among adolescents, including vocational high school (SMK) students. Excessive gadget use can trigger sedentary behavior, potentially reducing physical activity and impacting physical fitness levels. This condition is of particular concern for students in health expertise programs, such as the Nursing Assistant Program, who require good physical condition to support future healthcare activities. This study aims to analyze the effect of gadget use intensity on the physical fitness levels of students in the Nursing Assistant Program at SMK Kesehatan Bhakti Kencana Subang. This study used a quantitative approach with a correlational method. The study population was all 267 students in the Nursing Assistant Program. The study sample of 160 students was determined using the Slovin formula with a 5% margin of error and selected using a proportional random sampling technique. Data on gadget use intensity were collected through a questionnaire, while physical fitness levels were measured using the Indonesian Physical Fitness Test (TKJI). Data analysis was performed using simple linear regression with the assistance of SPSS software. The results of the study indicate that the intensity of gadget use has a significant effect on students' physical fitness levels with a regression equation of     and a significance value of 0.000 (p < 0.05). The coefficient of determination value indicates that the intensity of gadget use contributes 10.4% to students' physical fitness levels. This finding indicates that the higher the intensity of gadget use, the lower the students' physical fitness levels tend to be. Therefore, efforts are needed to control gadget use and increase students' physical activity to maintain physical fitness, especially for students who are prepared for professions in the health sector. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan penggunaan gadget di kalangan remaja, termasuk siswa sekolah menengah kejuruan (SMK). Penggunaan gadget yang berlebihan dapat memicu perilaku sedentary yang berpotensi menurunkan aktivitas fisik serta berdampak pada tingkat kebugaran jasmani. Kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi siswa program keahlian di bidang kesehatan, seperti Program Asisten Keperawatan, yang memerlukan kondisi fisik yang baik untuk mendukung aktivitas pelayanan kesehatan di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas penggunaan gadget terhadap tingkat kebugaran jasmani siswa Program Asisten Keperawatan di SMK Kesehatan Bhakti Kencana Subang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa Program Asisten Keperawatan yang berjumlah 267 siswa. Sampel penelitian sebanyak 160 siswa ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5% dan dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data intensitas penggunaan gadget dikumpulkan melalui kuesioner, sedangkan tingkat kebugaran jasmani diukur menggunakan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI). Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan gadget berpengaruh signifikan terhadap tingkat kebugaran jasmani siswa dengan persamaan regresi  dan nilai signifikansi sebesar 0.000 (p < 0.05). Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa intensitas penggunaan gadget memberikan kontribusi sebesar 10.4% terhadap tingkat kebugaran jasmani siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan gadget maka tingkat kebugaran jasmani siswa cenderung menurun. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengontrol penggunaan gadget serta meningkatkan aktivitas fisik siswa guna menjaga kebugaran jasmani, khususnya bagi siswa yang dipersiapkan untuk profesi di bidang kesehatan.
PENGARUH PERMAINAN BALOK TERHADAP KETERAMPILAN KOGNITIF ANAK USIA 5-6 TAHUN Hipziah Hipziah; Farida Herna Astuti; Ni Made Sulastri
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.9960

Abstract

ABSTRACT Play is an essential activity in early childhood education that plays a significant role in stimulating optimal cognitive development. However, in practice, the limited variation of learning media in early childhood education often results in low student engagement in the learning process. This study aims to analyze the effect of block play on the cognitive skills of children aged 5–6 years. The research employed a quantitative approach with a one-group pre-test and post-test experimental design. Data were collected through observation as the primary instrument and analyzed using a paired sample t-test. The results showed a significant improvement in children's cognitive skills after the treatment, with the calculated t-value (17.27) exceeding the t-table value (1.833) and a significance value of 0.000 (p < 0.05). These findings indicate that block play is effective in enhancing children's thinking skills, problem-solving abilities, and conceptual understanding. Therefore, block play can be used as an innovative and effective learning medium to support cognitive development in early childhood. This study also provides practical contributions for teachers in optimizing play-based learning in early childhood education settings. ABSTRAK Bermain merupakan aktivitas penting dalam pendidikan anak usia dini yang berperan dalam menstimulasi perkembangan kognitif secara optimal. Namun, dalam praktik pembelajaran di PAUD, penggunaan media yang kurang bervariasi menyebabkan keterlibatan anak dalam proses belajar belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan permainan balok terhadap keterampilan kognitif anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one group pre-test dan post-test. Data dikumpulkan melalui observasi sebagai instrumen utama dan dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan kognitif yang signifikan setelah perlakuan, dengan nilai t hitung (17,27) lebih besar dibandingkan t tabel (1,833) dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa permainan balok efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir, pemecahan masalah, dan pemahaman konsep anak. Dengan demikian, permainan balok dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang inovatif dan efektif dalam mendukung perkembangan kognitif anak usia dini. Penelitian ini juga memberikan kontribusi praktis bagi guru dalam mengoptimalkan pembelajaran berbasis bermain di lingkungan PAUD.