cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 739 Documents
PENGARUH MEDIA CERITA BERGAMBAR TERHADAP KREATIVITAS PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Sahuriah Sahuriah; Farida Herna Astuti; Baiq Sarlita Kartiani
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.9961

Abstract

ABSTRACT Play is an essential activity in children’s lives that plays a significant role in stimulating various aspects of development, including creativity. However, in early childhood education (ECE) practices, children's creativity has not been optimally developed due to the limited use of engaging and varied learning media. This study aims to analyze the effect of using pictorial story media on the creativity of children aged 5–6 years at PAUD Kuncup Harapan Kopang, Central Lombok. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using a one-group pretest-posttest model. Data were collected through observation as the primary technique, supported by documentation and interviews, and analyzed using a paired sample t-test. The results showed an increase in the average creativity score from 54.2 to 79.6, with a difference of 25.4 or 46.86%, and the calculated t-value (9.761) was higher than the t-table value (1.833) at a 5% significance level (p < 0.05). These findings indicate that the use of pictorial story media has a significant effect on improving children's creativity. Therefore, pictorial story media can be considered an effective alternative learning strategy to enhance creativity in early childhood. ABSTRAK Bermain merupakan aktivitas penting dalam kehidupan anak yang berperan dalam menstimulasi berbagai aspek perkembangan, termasuk kreativitas. Namun, dalam praktik pembelajaran di PAUD, kreativitas anak belum berkembang secara optimal akibat keterbatasan penggunaan media pembelajaran yang menarik dan variatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media cerita bergambar terhadap kreativitas anak usia 5–6 tahun di PAUD Kuncup Harapan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu one group pretest-posttest. Data dikumpulkan melalui observasi sebagai teknik utama yang didukung dokumentasi dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor kreativitas dari 54,2 menjadi 79,6 dengan selisih 25,4 atau sebesar 46,86%, serta diperoleh nilai t hitung (9,761) lebih besar dari t tabel (1,833) pada taraf signifikansi 5% (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media cerita bergambar berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kreativitas anak. Dengan demikian, media cerita bergambar dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan kreativitas anak usia dini.
HUBUNGAN POLA ASUH OTORITER ORANG TUA DENGAN KECERDASAN EMOSIONAL ANAK USIA DINI KELOMPOK B Deni Hariyanti; Farida Herna Astuti; Ni Made Sulastri
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.9962

Abstract

ABSTRACT Parenting style is one of the key factors influencing the emotional development of early childhood. However, the widespread use of authoritarian parenting has the potential to hinder the development of children's emotional abilities. This study aims to analyze the relationship between authoritarian parenting and the emotional intelligence of Group B children at PAUD Taman Bangsa Gegutu in the 2019/2020 academic year. The research employed a quantitative approach with a correlational design, involving 15 children as the sample. Data were collected through questionnaires, observations, interviews, and documentation, and were analyzed using the product moment correlation technique. The results revealed a significant relationship with a very strong correlation between authoritarian parenting and children's emotional intelligence. These findings indicate that higher levels of authoritarian parenting are associated with less optimal emotional development in children. Therefore, parenting style plays a strategic role in supporting children's emotional development, highlighting the need for more adaptive and responsive parenting approaches. ABSTRAK Pola asuh orang tua merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam perkembangan emosional anak usia dini. Namun, penerapan pola asuh otoriter yang masih banyak ditemukan berpotensi membatasi perkembangan kemampuan emosional anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh otoriter orang tua dengan kecerdasan emosional anak kelompok B di PAUD Taman Bangsa Gegutu tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 15 anak sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan tingkat hubungan yang sangat kuat antara pola asuh otoriter dan kecerdasan emosional anak. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi penerapan pola asuh otoriter, maka kecenderungan perkembangan kecerdasan emosional anak menjadi kurang optimal. Dengan demikian, pola asuh orang tua memiliki peran strategis dalam mendukung perkembangan emosional anak, sehingga diperlukan penerapan pola asuh yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan anak.
EFEKTIVITAS LAYANAN KONSELING KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA SMA Nurhikmah Nurhikmah; Farida Herna Astuti; Lalu Jaswandi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.9963

Abstract

ABSTRACT This study is motivated by the low level of students’ learning discipline, as reflected in delays in submitting assignments, lack of focus during lessons, and low academic responsibility influenced by peer environments. The study aims to analyze the effect of group counseling services on improving students’ learning discipline at SMAN 5 Mataram in the 2024/2025 academic year. The research employed a quantitative approach with a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 10 students selected purposively based on their low level of learning discipline. Data were collected using a questionnaire and analyzed using a paired sample t-test after the prerequisite tests were fulfilled. The results showed that the value of tₕᵢₜᵤₙg = 7.138 was greater than tₜₐᵦₗₑ = 2.262 at a 5% significance level, indicating a significant difference between the pretest and posttest scores. These findings confirm that group counseling is effective in improving students’ learning discipline through the utilization of group dynamics. Therefore, group counseling can be considered a relevant intervention strategy to develop students’ disciplined behavior and academic responsibility more optimally. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kedisiplinan belajar siswa yang tercermin dari keterlambatan pengumpulan tugas, kurangnya fokus saat pembelajaran, serta rendahnya tanggung jawab akademik yang dipengaruhi oleh lingkungan teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh layanan konseling kelompok terhadap peningkatan kedisiplinan belajar siswa di SMAN 5 Mataram tahun pelajaran 2024/2025. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 10 siswa yang dipilih secara purposive berdasarkan kategori kedisiplinan belajar rendah. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket, sedangkan analisis data menggunakan paired sample t-test setelah uji prasyarat terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai t<sub>hitung</sub> = 7,138 lebih besar daripada t<sub>tabel</sub> = 2,262 pada taraf signifikansi 5%, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Temuan ini menegaskan bahwa layanan konseling kelompok efektif dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa melalui pemanfaatan dinamika kelompok. Dengan demikian, konseling kelompok dapat dijadikan sebagai strategi intervensi yang relevan untuk mengembangkan perilaku disiplin dan tanggung jawab belajar siswa secara lebih optimal.
HUBUNGAN GAYA BELAJAR VISUAL DENGAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Rizki Ananda Timor; Farida Herna Astuti; Ni Made Sulastri
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.9964

Abstract

ABSTRACT Learning outcomes are an important indicator for assessing the success of the learning process, which is influenced by various factors, including students’ learning styles. However, not all students fully understand their own learning styles, which may affect the achievement of their learning outcomes. This study aims to analyze the relationship between visual learning styles and the learning outcomes of eighth-grade students at SMP Negeri 1 Gunungsari. This research employed a quantitative approach with a correlational design. The population consisted of 351 students, with a sample of 30 students selected using simple random sampling. Data were collected through questionnaires as the primary instrument, supported by documentation. Data analysis was conducted using the product moment correlation test at a 5% significance level. The results showed that the correlation coefficient was 0.153, which falls into a very low category. This value is lower than the r-table value (0.153 < 0.361), indicating that the alternative hypothesis was rejected and the null hypothesis was accepted. Therefore, it can be concluded that there is no significant relationship between visual learning styles and students’ learning outcomes. These findings suggest that learning outcomes may be influenced by other factors beyond visual learning styles. ABSTRAK Hasil belajar merupakan indikator penting untuk menilai keberhasilan proses pembelajaran, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk gaya belajar siswa. Namun, belum semua siswa memahami gaya belajar yang dimilikinya secara optimal, sehingga berpotensi memengaruhi pencapaian hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya belajar visual dengan hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Gunungsari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 351 siswa, dengan sampel sebanyak 30 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket sebagai instrumen utama, didukung oleh dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi product moment pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien korelasi sebesar 0,153 yang berada pada kategori sangat rendah. Nilai tersebut lebih kecil dibandingkan dengan r tabel (0,153 < 0,361), sehingga hipotesis alternatif ditolak dan hipotesis nol diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gaya belajar visual dengan hasil belajar siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa hasil belajar kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain di luar gaya belajar visual.
EFEKTIVITAS TEKNIK DESENSITISASI SISTEMATIKA DALAM MENGURANGI KECEMASAN SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Apriliani Apriliani; Farida Herna Astuti
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.9965

Abstract

ABSTRACT Test anxiety is a common problem experienced by students and can negatively affect concentration and academic performance when it occurs excessively. This study aims to examine the effect of systematic desensitization techniques on the anxiety levels of eighth-grade students at SMPN 14 Mataram. This research employed a quantitative approach with a pre-experimental design using a one-group pre-test and post-test model. The population consisted of 60 students, with a sample of 8 students identified as having high levels of anxiety based on initial assessments. Data were collected using questionnaires as the primary instrument, supported by observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using a t-test to determine differences in anxiety levels before and after the treatment. The results showed a decrease in students’ anxiety levels after the implementation of systematic desensitization techniques. This is evidenced by the calculated t-value of 7.031, which is higher than the t-table value of 2.365 at a 5% significance level (df = 7). Therefore, it can be concluded that systematic desensitization techniques have a significant effect on reducing students’ anxiety in facing examinations. These findings indicate that the technique can be used as an alternative strategy in guidance and counseling services in schools. ABSTRAK Kecemasan dalam menghadapi ujian merupakan masalah yang umum dialami siswa dan dapat berdampak pada penurunan konsentrasi serta performa akademik apabila terjadi secara berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik desensitisasi sistematika terhadap tingkat kecemasan siswa kelas VIII di SMPN 14 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental melalui model one group pre-test dan post-test. Populasi penelitian berjumlah 60 siswa, dengan sampel sebanyak 8 siswa yang memiliki tingkat kecemasan tinggi berdasarkan hasil pengukuran awal. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket sebagai instrumen utama, serta didukung oleh observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji t untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan setelah penerapan teknik desensitisasi sistematika. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung sebesar 7,031 yang lebih besar dibandingkan t tabel sebesar 2,365 pada taraf signifikansi 5% (db = 7). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa teknik desensitisasi sistematika berpengaruh signifikan dalam menurunkan kecemasan siswa dalam menghadapi ujian. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DENGAN KEMANDIRIAN PADA SISWA SMA Alfarizin Alfarizin; Farida Herna Astuti; Wiwiek Zainar Sri Utami
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.9966

Abstract

ABSTRACT This study is motivated by the persistent issue of low levels of independence among some students, which is presumed to be related to the socioeconomic conditions of their parents. The purpose of this study is to analyze the relationship between parents’ socioeconomic status and the independence of eleventh-grade students at SMA Negeri 1 Sanggar. This research employs a quantitative approach with a correlational design. The subjects consisted of 29 students selected from a population of 116 using proportional random sampling. Data were collected באמצעות questionnaires and analyzed using the product moment correlation technique. The results indicate a significant relationship between parents’ socioeconomic status and students’ independence, with a correlation coefficient of 0.582, which falls into the moderate category. These findings suggest that family socioeconomic conditions contribute to the development of student independence, but are not the sole determining factor. Therefore, appropriate parenting practices and supportive learning environments are needed to optimize the development of student independence. The findings of this study are expected to serve as a basis for developing educational programs oriented toward enhancing student independence in a sustainable manner. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya rendahnya tingkat kemandirian pada sebagian siswa yang diduga berkaitan dengan kondisi sosial ekonomi orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat sosial ekonomi orang tua dengan kemandirian siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Sanggar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 29 siswa yang dipilih dari populasi 116 siswa melalui teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket dan dianalisis dengan teknik korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat sosial ekonomi orang tua dengan kemandirian siswa dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,582 yang berada pada kategori sedang. Temuan ini menegaskan bahwa kondisi sosial ekonomi keluarga berkontribusi terhadap pembentukan kemandirian siswa, namun bukan sebagai satu-satunya faktor penentu. Oleh karena itu, diperlukan dukungan pola asuh dan lingkungan belajar yang tepat untuk mengoptimalkan perkembangan kemandirian siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program pendidikan yang berorientasi pada peningkatan kemandirian siswa secara berkelanjutan.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MELALUI PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS STEM Rose Hanny Louvette; Mohammad Budiyanto
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.10017

Abstract

The need for 21st-century skills requires students to have adequate critical thinking skills to face global complexity, but the low analytical capacity of students in science material remains a major obstacle due to the dominance of conventional methods. This quantitative descriptive study aims to analyze the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model integrated with the STEM approach in improving critical thinking skills on the topic of fluid pressure. Using a one-group pre-test post-test design, this study involved thirty-one students of grade IX-A of SMP Negeri 4 Surabaya in the 2025/2026 academic year. The research stages include contextual problem identification, science and technology-based collaborative investigations, and evaluation through a ten-item test instrument covering five indicators of critical thinking. The quantitative research findings show a significant increase in learning outcomes with an average initial score of 56.77 jumping drastically to 86.45 in the final score. Data analysis proves that the average N-Gain score reaches 0.7 in the high category, reinforced by the results of the Wilcoxon test with a significance value of p < 0.001. The main conclusion confirms that the integration of the STEM-based PBL model is highly effective in constructing in-depth understanding and training students' independence in formulating solutions to physics phenomena. This cross-disciplinary synergy has been proven to systematically transform passive thinking into critical and adaptive thinking for students' future academic development.  
PERAN MAJELIS TA`LIM SHOLAWAT TERHADAP PARTISIPASI KEAGAMAAN REMAJA ISLAM DI ERA MEDIA SOSIAL Freni Mega Hidayah; Ikhwan Aziz Q; Rina Mida Hayati
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.10018

Abstract

The development of digital technology in the era of social media has shifted the pattern of religious interaction among adolescents in Hargomulyo Village from physical activities to virtual spaces, resulting in a drastic decline in participation in Majelis Ta'lim activities. The focus of this research problem is to analyze the strategic role of the Majelis Ta'lim Sholawat Mahabbatir Rasul in increasing adolescent religious engagement amidst the massive digitalization. The important steps or stages of this research use a qualitative approach with a phenomenological method through participatory observation, in-depth interviews with administrators and adolescents, and documentation studies analyzed inductively using an interactive model. The research findings reveal that the Majelis Ta'lim plays a crucial role as a facilitator of spiritual development through routine sholawat, a forum for strengthening Islamic brotherhood, and an inclusive religious discussion space for the congregation. Although successful in providing inner peace and moral improvement, the effectiveness of da'wah outreach to the younger generation is still hampered by conventional methods and the minimal optimization of digital platforms as a means of propagation. Field data confirms the dominance of older participants, while adolescents tend to be distracted by online entertainment content. The main conclusion emphasizes that the Majelis Ta'lim is obliged to innovate da'wah strategies that are more participatory, adaptive, and information technology-based. This transformation is crucial for strengthening religious digital literacy and building collective religious awareness that is relevant to the characteristics of today's youth in a sustainable manner to maintain the moral existence of the Indonesian nation.
PENERAPAN ANALISIS STATISTIK DALAM EVALUASI PEMBELAJARAN MENULIS ESAI PADA MAHASISWA Irwanius Piter Muaraya; Imelda Oliva Wissang
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.10035

Abstract

This study aims to analyze the application of statistical analysis in evaluating essay writing learning for fourth-semester students in the Mathematics Education Study Program. The subjects consisted of 12 students enrolled in the Educational Management course, who were asked to write essays on the topic “The Importance of Writing Skills for Teachers”. The assessment was conducted using a rubric covering four aspects: content/idea development, essay organization, language use, and writing mechanics. The data were analyzed using descriptive statistics, including mean, percentage, and standard deviation. The results showed that students’ total scores ranged from 7 to 12, with an average of 9.67 and a standard deviation of 1.91. The category distribution indicated that 70% of students were in the Good category, and 30% in the Sufficient category. Aspect-wise analysis revealed that students’ strengths lay in idea development and organization, while language use and writing mechanics required improvement. This study highlights the importance of systematic writing practice, data-based evaluation, and constructive feedback to enhance students’ academic literacy and prepare them as competent future teachers. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan analisis statistik dalam evaluasi pembelajaran menulis esai pada mahasiswa semester IV Program Studi Pendidikan Matematika. Subjek penelitian terdiri dari 12 mahasiswa yang mengikuti perkuliahan Manajemen Pendidikan dan diminta menulis esai dengan topik “Pentingnya Keterampilan Menulis bagi Guru”. Penilaian dilakukan menggunakan rubrik yang mencakup empat aspek: isi/pengembangan gagasan, organisasi tulisan, penggunaan bahasa, dan mekanika penulisan. Data hasil penilaian dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa mean, persentase, dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai total mahasiswa bervariasi antara 7–12 dengan rata-rata total 9,67 dan standar deviasi 1,91. Distribusi kategori menunjukkan 70% mahasiswa berada pada kategori Baik dan 30% pada kategori Cukup. Analisis per aspek mengungkapkan bahwa kekuatan utama mahasiswa terdapat pada pengembangan gagasan dan organisasi tulisan, sedangkan penggunaan bahasa dan mekanika penulisan masih memerlukan perbaikan. Penelitian ini menegaskan pentingnya latihan menulis yang sistematis, evaluasi berbasis data, serta umpan balik konstruktif untuk meningkatkan literasi akademik mahasiswa dan mempersiapkan mereka menjadi calon guru yang kompeten.  
NEEDS ANALYSIS OF ETHNOSCIENCE-BASED DIGITAL TEACHING MATERIALS FOR SCIENCE AND SOCIAL STUDIES (IPAS) ON ECOSYSTEM TOPICS FOR GRADE V ELEMENTARY SCHOOL I Kadek Yudi Suastawan; Kadek Hengki Primayana; I Made Ari Winangun
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11100

Abstract

ABSTRACT The continued reliance on printed teaching materials in elementary science (IPAS) ecosystem learning has created a gap between the presentation of scientific concepts and students' authentic learning experiences. This challenge becomes more evident when instructional materials fail to accommodate students' diverse learning needs while overlooking the potential of local wisdom as a meaningful contextual learning resource. This study aimed to identify the instructional needs for developing ethnoscience-based digital teaching materials for fifth-grade elementary students as a foundation for designing more adaptive learning resources. A qualitative descriptive approach was employed using a needs analysis framework through classroom observations, in-depth interviews with teachers, and document analysis of instructional planning conducted at SD Negeri 3 Penglatan and SD Negeri 1 Penglatan. The findings revealed that the predominance of static printed materials contributed to less engaging learning experiences and was insufficient to address the heterogeneity of students' academic abilities. The analysis further identified the need for interactive, flexible, and contextual digital teaching materials that support differentiated learning by integrating the Subak irrigation system as a representation of local ethnoscience. These findings provide a strong empirical basis for developing ethnoscience-based digital teaching materials and offer a conceptual foundation for designing elementary IPAS learning that is more adaptive, meaningful, and responsive to students' characteristics and local cultural contexts. ABSTRAK Kecenderungan penggunaan bahan ajar cetak pada pembelajaran IPAS materi ekosistem di sekolah dasar masih menyisakan kesenjangan antara penyajian konsep ilmiah dengan pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Kondisi tersebut semakin terasa ketika materi belum mengakomodasi keberagaman kemampuan belajar siswa maupun potensi kearifan lokal sebagai sumber belajar yang kontekstual. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan pengembangan bahan ajar digital berbasis etnosains bagi siswa kelas V sekolah dasar sebagai dasar penyusunan desain pembelajaran yang lebih adaptif. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui needs analysis dengan tahapan observasi pembelajaran, wawancara mendalam bersama guru, serta analisis dokumen perangkat pembelajaran yang dilaksanakan di SD Negeri 3 Penglatan dan SD Negeri 1 Penglatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi media cetak statis menyebabkan pembelajaran kurang menarik dan belum mampu mengakomodasi heterogenitas kemampuan akademik siswa. Analisis juga mengungkap kebutuhan terhadap bahan ajar digital yang mendukung pembelajaran berdiferensiasi melalui penyajian konten yang interaktif, fleksibel, dan kontekstual dengan mengintegrasikan sistem Subak sebagai representasi etnosains lokal. Temuan tersebut menegaskan bahwa pengembangan bahan ajar digital berbasis etnosains memiliki landasan kebutuhan yang kuat sebagai acuan konseptual dalam merancang pembelajaran IPAS yang lebih adaptif, bermakna, dan relevan dengan karakteristik peserta didik serta lingkungan budayanya.