cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 48 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025)" : 48 Documents clear
EFEKTIVITAS LKPD LARUTAN PENYANGGA BERBASIS GUIDED INQUIRY LEARNING TERINTEGRASI ETNOSAINS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI KIMIA PESERTA DIDIK FASE F SMA Kurniawan, Rahmi; Andromeda, Andromeda
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6677

Abstract

The Buffer Solution Student Worksheet (LKPD), developed using the Guided Inquiry Learning model and incorporating ethnoscience elements, has been validated by experts and rated as highly practical. However, its effectiveness in enhancing student outcomes had not been previously evaluated. This research aims to evaluate the effectiveness of the ethnoscience-integrated LKPD in enhancing students’ chemical literacy, specifically in the domains of context, content knowledge, and competence. A quasi-experimental approach was employed, using a non-equivalent control group design. The participants were 11th-grade students (Phase F) from UNP Laboratory Development Senior High School. Two classes were selected through purposive, homogenous sampling: XI F4 as the experimental group and XI F6 as the control group. The instrument used was a 15-question multiple-choice test measuring chemical literacy, which was validated for reliability, difficulty, and discrimination index. Findings revealed that the experimental group achieved an average N-Gain score of 0.628, categorized as moderately effective, while the control group scored 0.495, indicating lower effectiveness. An independent samples t-test conducted at a ? = 0,05 significance level showed tcount (3,649) > ttable (1,672), leading to the rejection of the H0 hypothesis. Consequently, the results suggest that the ethnoscience-based guided inquiry LKPD effectively improves students’ chemical literacy. ABSTRAKLembar Kerja Peserta Didik (LKPD) larutan penyangga berbasis Guided Inquiry Learning terintegrasi etnosains telah dinyatakan valid dan sangat praktis berdasarkan hasil uji ahli, namun belum teruji efektivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas LKPD larutan penyangga berbasis guided inquiry learning terintegrasi etnosains untuk meningkatkan kemampuan literasi kimia peserta didik aspek konteks, pengetahuan dan kompetensi. Penelitian ini menggunakan metode quasi-experimental, desain non-equivalent control group design. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas XI Fase F SMA Pembangunan Laboratorium UNP. Sampel terdiri dari kelas XI F4 (eksperimen) dan XI F6 (kontrol) yang  ditentukan dengan teknik purposive, homogenous sampling. Data didapatkan melalui tes pilihan ganda literasi kimia sebanyak 15 soal yang telah diuji validitas, reliabilitas, daya pembeda, dan tingkat kesukarannya. Hasil analisis menunjukkan rata-rata skor N-Gain literasi kimia kelas eksperimen 0,628 (cukup efektif), sedangkan kelas kontrol 0,495 (kurang efektif). Perbedaan ini diperkuat melalui uji (t) sebagai uji hipotesis dengan taraf signifikansi ? = 0,05, menunjukkan bahwa thitung (3,649) > ttabel (1,672) sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, kemampuan literasi kimia peserta didik di kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan  kelas kontrol, sehingga LKPD larutan penyangga berbasis Guided Inquiry Learning terintegrasi etnosains efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi kimia peserta didik.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJAARAN INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA POKOK BAHASA PENGUKURAN KELAS III SDN 85 KENDARI Rismawati, Rismawati; Saputra, Hendra Nelva; Fajriani, Alfiah
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6678

Abstract

Mathematics is often considered difficult by elementary school students, especially because of the abstract material delivery and lack of visualization. Based on the results of observations in grade III of SDN 85 Kendari, students experienced difficulties in understanding the concept of measurement, such as length, weight, and time. Conventional methods that are not supported by learning materials that do not interest students can lead to this. Therefore, it is very important for learning media that is easy to use, attracts students' interest, and is suitable for elementary school students. The goal is to create an interactive learning media with measurement materials using the Articulate Storyline 3 application and conduct an assessment of its feasibility and practicality. The stages of this research process began with the analysis, design, development, implementation, and evaluation stage, which is the ADDIE model in the Research and Development (R&D) method The results of validation by three media experts with an average score of 78.89% "valid" and three subject matter experts with an average score of 84.89 "very valid", while the results of the practicality test by students showed an average of 82.38% "very practical". The results of this study show that the media that has been developed can be used properly and effectively during the learning process. These media can also improve student participation and their ability to understand measurement material. ABSTRAKMatematika sering dianggap sulit oleh siswa sekolah dasar, terutama karena penyampaian materi yang bersifat abstrak dan minim visualisasi. Berdasarkan hasil observasi di kelas III SDN 85 Kendari, siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep pengukuran, seperti panjang, berat, dan waktu. Metode konvensional yang tidak didukung oleh bahan pembelajaran yang tidak menarik minat siswa dapat menyebabkan hal ini.Oleh karena itu, sangat penting untuk adanya media pembelajaran yang mudah digunakan, menarik minat siswa, dan sesuai pada siswa sekolah dasar. Tujuannya adalah membuat media pembelajaran yang interaktif dengan materi pengukuran menggunakan aplikasi Articulate Storyline 3 dan melakukan penilaian kelayakan dan praktisitasnya. Tahapan proses penelitian ini diawali tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi, yang merupakan model ADDIE dalam metode Research and Development (R&D). Hasil validasi oleh tiga ahli media dengan nilai rata-rata 78,89% “valid” dan tiga ahli materi dengan nilai rata-rata 84,89 “sangat valid”, sedangkan hasil uji kepraktisan oleh siswa menunjukkan rata-rata 82,38% “sangat praktis”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media yang telah di kembangkan dapat digunakan dengan baik dan efektif selama proses pembelajaran. Media ini juga dapat meningkatkan partisipasi siswa dan kemampuan mereka untuk memahami materi pengukuran.
KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS V MATERI PECAHAN Kumalasari, S. Evita; Rahayuningsih, Sri
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6679

Abstract

This research is motivated by students' low mathematical conceptual understanding of fractions, where many students tend to memorize procedures without understanding their essential meaning. The focus of this study is to analyze and describe in-depth the conceptual understanding abilities of fifth-grade students at SD Negeri 2 Kepanjen on fractions, based on different ability levels. As a crucial step, this study used a descriptive qualitative approach. The study subjects consisted of teachers and six students selected through purposive sampling to represent high, medium, and low ability categories. Data were collected through essay tests, interviews, and observations, then analyzed using the Miles and Huberman model. The main findings indicate clear differences in achievement across levels: high-ability students were able to meet all seven indicators of conceptual understanding, medium-ability students met five indicators, and low-ability students only achieved two indicators. In conclusion, the level of students' conceptual understanding of fractions varies significantly, underscoring the importance of learning strategies that focus on strengthening conceptual understanding in a deep and differentiated manner. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep matematis siswa pada materi pecahan, di mana banyak siswa cenderung menghafal prosedur tanpa memahami makna esensialnya. Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan secara mendalam kemampuan pemahaman konsep siswa kelas V di SD Negeri 2 Kepanjen pada materi pecahan, berdasarkan tingkatan kemampuan yang berbeda. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari guru dan enam siswa yang dipilih melalui purposive sampling untuk mewakili kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes uraian, wawancara, dan observasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Temuan utama menunjukkan adanya perbedaan capaian yang jelas antar tingkatan: siswa berkemampuan tinggi mampu memenuhi seluruh 7 indikator pemahaman konsep, siswa berkemampuan sedang memenuhi 5 indikator, dan siswa berkemampuan rendah hanya mampu mencapai 2 indikator. Kesimpulannya, tingkat pemahaman konsep pecahan siswa sangat bervariasi, menegaskan pentingnya strategi pembelajaran yang berfokus pada penguatan pemahaman konseptual secara mendalam dan terdiferensiasi.
EFEKTIVITAS MEDIA PERMAINAN TIC-TAC-CHEM PADA MATERI HUKUM-HUKUM DASAR KIMIA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X FASE E SMA/MA Azzahra, Siti; Azra, Fajriah
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6680

Abstract

This research was motivated by the availability of the Tic-Tac-Chem game-based learning media on the topic of Basic Laws of Chemistry, which has been proven to be valid and practical but has not yet been tested for its effectiveness on students' learning outcomes. The aim of this study was to determine the level of effectiveness of using the Tic-Tac-Chem game-based media on the Basic Laws of Chemistry topic toward the learning outcomes of Grade X Phase E students in SMA/MA. This research is a Pre-Experimental study with a One-Group Pretest-Posttest Design. The population of the study was all students of class X.E at SMAN 14 Padang. The sample was selected using a Purposive Sampling technique, resulting in class X.E 5 as the research subjects. The research instrument used was a learning outcome test in the form of pretest and posttest objective questions with five answer choices, totaling 15 items. The data from the students' pretest and posttest scores were normally distributed. Based on the paired t-test with a significance level of ? = 0.05, the result showed tcount = 28.764 > ttable = 1.696. This indicates a significant improvement in learning outcomes. The N-Gain test showed a score of 0.714, which falls into the high category. Therefore, it can be concluded that the Tic-Tac-Chem game-based learning media on the topic of Basic Laws of Chemistry is effective in improving the learning outcomes of Grade X Phase E students at SMAN 14 Padang. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh tersedianya media permainan Tic-Tac-Chem pada materi Hukum-Hukum Dasar Kimia yang telah valid dan praktis namun belum diuji keefektivannya terhadap hasil belajar siswa. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menentukan tingkat efektivitas penggunaan media permainan Tic-Tac-Chem pada materi Hukum-Hukum Dasar Kimia terhadap hasil belajar siswa kelas X Fase E SMA/MA. Jenis penelitian ini adalah Pre-Experimental dengan rancangan penelitian One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X.E SMAN 14 Padang. Sampel penelitian dipilih dengan menggunakan teknik Purposive Sampling sehingga didapatkan kelas X.E 5 sebagai subjek penelitian. Instrumen penelitian ini adalah tes hasil belajar dengan memberikan pretest dan posttest berupa tes objektif dengan 5 pilihan jawaban sebanyak  15 butir soal. Data peningkatan hasil pretest dan posttest siswa berdistribusi normal. Berdasarkan uji-t berpasangan dengan taraf ? = 0,05, diperoleh thitung 28,764 > ttabel 1,696. Hal ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam hasil belajar. Pada uji N-Gain berdasarkan pencapaian hasil belajar siswa menunjukkan nilai 0,714 dengan kategori tinggi. Maka dapat disimpulkan bahwa media permainan Tic-Tac-Chem pada materi Hukum-Hukum Dasar Kimia efektif meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Fase E SMAN 14 Padang.
TRANSFORMING SCIENCE LEARNING WITH DIGITAL-BASED DEEP LEARNING FOR JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Kusrianto, Wiwin; Lasmawan, I Wayan; Suharta, I Gusti Putu; Widiana, I Wayan
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6681

Abstract

ABSTRACT This study aims to examine the application of deep learning technology in the learning process at junior high schools (SMP) in Konawe Regency. Deep learning, as a branch of artificial intelligence (AI), has the potential to improve learning effectiveness through personalisation of teaching materials and comprehensive data analysis of student development. The research objects include four junior high schools in Konawe Regency, namely SMPN 1 Unaaha, SMPN 2 Unaaha, SMPN 1 Wonggeduku, and SMPN 2 Wonggeduku. The method used is a case study with a qualitative approach, which includes interviews with teachers and principals as well as direct observation of the implementation of deep learning in the learning process. The results show that although the implementation of deep learning technology is still on a limited scale, its impact on improving the quality of learning including increased student motivation, better understanding of the material, and more precise ability to analyse student development is quite significant. However, the implementation of this technology still faces a number of obstacles, especially related to infrastructure limitations and the need for continuous training for teachers. Therefore, this study recommends increasing infrastructure support and continuous training so that the potential of deep learning can be maximised in the context of secondary education.   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan teknologi pembelajaran mendalam (deep learning) dalam proses pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Konawe. Pembelajaran mendalam, sebagai salah satu cabang kecerdasan buatan (AI), berpotensi meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui personalisasi materi ajar dan analisis data perkembangan siswa yang komprehensif. Objek penelitian meliputi empat SMP di Kabupaten Konawe, yaitu SMPN 1 Unaaha, SMPN 2 Unaaha, SMPN 1 Wonggeduku, dan SMPN 2 Wonggeduku. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, yang meliputi wawancara dengan guru dan kepala sekolah serta observasi langsung terhadap implementasi pembelajaran mendalam dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun implementasi teknologi pembelajaran mendalam masih dalam skala terbatas, dampaknya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, termasuk peningkatan motivasi siswa, pemahaman materi yang lebih baik, dan kemampuan menganalisis perkembangan siswa yang lebih presisi, cukup signifikan. Namun, implementasi teknologi ini masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait keterbatasan infrastruktur dan perlunya pelatihan berkelanjutan bagi guru. Oleh karena itu, studi ini merekomendasikan peningkatan dukungan infrastruktur dan pelatihan berkelanjutan agar potensi pembelajaran mendalam dapat dimaksimalkan dalam konteks pendidikan menengah.
KEEFEKTIFAN MODEL PROJECT BASED LEARNING TERINTEGRASI STEAM BERBASIS ETNOMATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS DITINJAU DARI EFIKASI DIRI SISWA Afifah , Avita Dewi Nur; Indiati, Intan; Rahmawati, Noviana Dini
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6754

Abstract

This study aimed to examine the effectiveness of the integrated STEAM-based ethnomathematics project based learning (PjBL) model on mathematical creative thinking skills in relation to students’ self-efficacy. A quantitative approach was employed using a posttest-only control group quasi-experimental design. The research involved 62 eighth-grade junior high school students, divided into a control group and an experimental group. The research instruments comprised a mathematical creative thinking ability test and a self-efficacy questionnaire. A two-way ANOVA and a binomial test were conducted to assess learning achievement. The results indicated that there was a difference in mathematical creative thinking ability between students taught using the ethnomathematics-based STEAM-integrated PjBL model and those taught using conventional methods. There was also a difference in mathematical creative thinking ability across high, moderate, and low levels of self-efficacy. No significant interaction was found between the PjBL model and self efficacy on mathematical creative thinking ability. The findings also indicated that the application of the ethnomathematics-based STEAM-integrated PjBL model significantly met learning completeness criteria both individually and at the class level. Overall, the ethnomathematics-based STEAM-integrated PjBL model is an effective and relevant approach to enhance students’ mathematical creative thinking abilities while supporting the achievement of learning completeness in a meaningful local cultural context. ABSTRAKTujuan penelitian ini guna menelaah keefektifan model Project Based Learning (PjBL) terintegrasi STEAM berbasis etnomatematika terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis ditinjau dari efikasi diri siswa. Pendekatan kuantitatif digunakan pada penelitian ini dengan desain quasi experiment jenis posttest-only control group. Subjek penelitian terdiri dari 62 siswa kelas VIII SMP yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan eksperimen. Instrumen penelitian meliputi tes kemampuan berpikir kreatif matematis dan kuesioner efikasi diri. Dilakukan uji ANOVA dua arah dan uji binomial untuk mengukur ketuntasan belajar. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) ada perbedaan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa menggunakan model PjBL terintegrasi STEAM berbasis etnomatematika dengan siswa yang belajar menggunakan metode konvensional; (2) ada perbedaan kemampuan berpikir kreatif matematis berdasarkan tingkat efikasi diri tinggi, sedang, dan rendah; (3) tidak ditemukan interaksi yang signifikan antara model PjBL dan efikasi diri terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis; (4) penerapan model PjBL terintegrasi STEAM berbasis etnomatematika secara signifikan memenuhi ketuntasan belajar baik secara individu maupun klasikal. PjBL terintegrasi STEAM berbasis etnomatematika merupakan solusi efektif dan relevan untuk memberdayakan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa sekaligus mendorong tercapainya ketuntasan belajar dalam konteks budaya lokal yang bermakna.
ANALISIS HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI IKATAN KIMIA FASE F SMA/MA Putri, Yunella Eka; Yerimadesi, Yerimadesi
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6830

Abstract

This study aims to analyze student learning outcomes in chemical bonding material and analyze the factors that influence low student learning outcomes. The type of research conducted is descriptive research. The subjects of the study were students of phase F3 class XI SMAN 12 Padang in the semester July-December 2024. The sample determination was carried out using a purposive sampling technique. The instrument used was a two-tier diagnostic test of 15 questions. Data obtained from the analysis of student learning outcomes in chemical bonding material showed that 36.7% of students had not reached the KKTP where there were several learning objectives that had not been achieved by students, namely determining the process of forming single, double and triple bonds, then on the learning objective of distinguishing polar and non-polar covalent bonds, then on the learning objective of determining the formation of coordinate covalent bonds in several compounds. The causes of low student learning outcomes were caused by internal and external factors, but external factors were more dominant in causing low student learning outcomes. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil belajar peserta didik pada materi ikatan kimia dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya hasil belajar peserta didik. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitias deskriptif. Subjek penelitian yaitu peserta didik fase F3 kelas XI SMAN 12 Padang pada semester juli-desember 2024. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik purposiv samplin. Instrumen yang digunakan tes diagnostik two-tier sebanyak 15 soal. Data yang didaptkan dari analisis hasil belajar peserta didik pada materi ikatan kimia didapatkan sebesar 36,7% peserta didik belum mencapai KKTP dimana terdapat beberapa tujuan pembelajaran yang belum dicapai oleh peserta didik yaitu menentukan proses terbentuknya ikatan tunggal, rangka dua dan rangkap tiga, selanjutnya pada tujuan pembelajaran membedakan ikatan kovalen polardan non polar, selanjutnya pada tujuan pembelajaran menentukan pembentukan ikatan kovalen koordinasi pada beberapa senyawa. Penyebab rendahnya hasil belajar peserta didik disebabkan oleh faktor internal dan eksternal, namun faktor eksternal lebih mendominasi dalam menyebabkan rendahnya hasil belajar peserta didik.
STUDI KELAYAKAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF “SIFASMA” BERBASIS ARTICULATE STORYLINE 3 DENGAN MUATAN STEM (SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING, AND MATHEMATICS) Risanti, Dina; Agustina, Putri
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6831

Abstract

This research is motivated by the demands of the Industrial Revolution 4.0 era which requires innovation in learning media to be in line with technological advances and can develop student competencies holistically. The focus of this research is to develop and implement interactive learning media "SIFASMA" using Articulate Storyline 3 with a STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) approach on the respiratory system material. As an important step, this research uses the Research and Development (R&D) method which includes the stages of design, media product creation, and validation by media and material experts to measure product feasibility. The main findings from the expert validation results show that the "SIFASMA" media obtained very high scores in various aspects, including material (92.5%), technical (91.66%), and visual aspects (100%), with an overall average reaching 94.95%. In conclusion, the development of interactive learning media "SIFASMA" based on Articulate Storyline 3 with STEM content is proven to be very valid and feasible to be implemented as a relevant and effective tool to improve the quality of education in the digital era. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan era Revolusi Industri 4.0 yang mengharuskan adanya inovasi media pembelajaran agar sesuai dengan kemajuan teknologi dan dapat mengembangkan kompetensi siswa secara holistik. Fokus penelitian ini adalah mengembangkan dan mengimplementasikan media pembelajaran interaktif "SIFASMA" menggunakan Articulate Storyline 3 dengan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) pada materi sistem pernapasan. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) yang mencakup tahapan perancangan, pembuatan produk media, dan validasi oleh ahli media serta materi untuk mengukur kelayakan produk. Temuan utama dari hasil validasi ahli menunjukkan bahwa media "SIFASMA" memperoleh skor yang sangat tinggi pada berbagai aspek, termasuk materi (92,5%), teknis (91,66%), dan aspek visual (100%), dengan rata-rata keseluruhan mencapai 94,95%. Kesimpulannya, pengembangan media pembelajaran interaktif "SIFASMA" berbasis Articulate Storyline 3 dengan muatan STEM terbukti sangat valid dan layak untuk diimplementasikan sebagai alat yang relevan dan efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di era digital.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN MEANS ENDS ANALYSIS (MEA) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA Susanti, Erma
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6832

Abstract

The low mathematical problem-solving ability of students at SDN 008 Tembilahan Hulu, caused by teacher-centered learning and minimal method variation, is the main background of this study. To address this problem, this study focuses on testing the effectiveness of the Means Ends Analysis (MEA) learning model as an innovation to improve problem-solving skills. This study applies a quasi-experimental method with a non-equivalent control group design involving 50 third-grade students, divided into 25 students in the experimental group using the MEA model and 25 students in the control group using conventional methods. Data were collected through mathematical problem-solving tests given before (pre-test) and after (post-test) the treatment, then analyzed statistically using the t-test and N-Gain score. The main findings show that the experimental group obtained a significantly higher average post-test score (89.2) than the control group (63.2), with a t-value of 13.137 (p<0.05). The N-Gain Score analysis further confirmed that the MEA model proved to be "Very Effective" with an achievement of 81%, far exceeding the conventional method which only achieved 41% or "Ineffective". It was concluded that the MEA model not only significantly improved students' mathematical problem-solving abilities but also made learning more enjoyable and increased their confidence. ABSTRAKRendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di SDN 008 Tembilahan Hulu, yang disebabkan oleh pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru dan minim variasi metode, menjadi latar belakang utama penelitian ini. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini berfokus pada pengujian efektivitas model pembelajaran Means Ends Analysis (MEA) sebagai sebuah inovasi untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah. Penelitian ini menerapkan metode kuasi-eksperimen dengan desain kelompok kontrol non-ekuivalen yang melibatkan 50 siswa kelas tiga, dibagi menjadi 25 siswa di kelompok eksperimen yang menggunakan model MEA dan 25 siswa di kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Data dikumpulkan melalui tes pemecahan masalah matematis yang diberikan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) perlakuan, kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji-t dan skor N-Gain. Temuan utama menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memperoleh skor rata-rata post-test (89,2) yang secara signifikan lebih tinggi daripada kelompok kontrol (63,2), dengan nilai t = 13,137 (p<0,05). Analisis N-Gain Score lebih lanjut menegaskan bahwa model MEA terbukti "Sangat Efektif" dengan capaian 81%, jauh melampaui metode konvensional yang hanya mencapai 41% atau "Tidak Efektif". Disimpulkan bahwa model MEA tidak hanya secara signifikan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, tetapi juga membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan meningkatkan kepercayaan diri mereka.
ANALISIS KONEKSI MATEMATIS SISWA DALAM MEMECAHKAN PERMASALAHAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL DITINJAU DARI KECERDASAN LOGIS MATEMATIS Rohmah, Zulfiani Ainur; Pambudi, Didik Sugeng; Murtikusuma, Randi Pratama
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6833

Abstract

This research is motivated by the low mathematical connection skills of Indonesian students, a crucial skill for effective problem-solving, where logical-mathematical intelligence is identified as an internal influencing factor. The focus of this study is to analyze and describe students' mathematical connection skills in solving Systems of Linear Equations in Two Variables (SLSV), viewed from three different levels of logical-mathematical intelligence: high, medium, and low. As a crucial step, this study employed a descriptive qualitative approach, with three eighth-grade students selected as subjects through purposive sampling based on their intelligence test results. Data on connection skills were collected through the SLSV problem-solving test and in-depth interviews. The main findings indicate a clear correlation between intelligence level and connection skills: students with high intelligence systematically met all indicators, students with medium intelligence demonstrated inconsistent connections, while students with low intelligence failed to establish meaningful connections. In conclusion, logical-mathematical intelligence fundamentally determines students' ability to connect mathematical concepts to solve problems effectively. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan koneksi matematis siswa di Indonesia, sebuah keterampilan krusial untuk pemecahan masalah yang efektif, di mana kecerdasan logis-matematis diidentifikasi sebagai faktor internal yang memengaruhinya. Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis siswa dalam memecahkan permasalahan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV), ditinjau dari tiga tingkatan kecerdasan logis-matematis yang berbeda: tinggi, sedang, dan rendah. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, di mana tiga siswa kelas VIII dipilih sebagai subjek melalui purposive sampling berdasarkan hasil tes kecerdasan. Data kemampuan koneksi dikumpulkan melalui tes pemecahan masalah SPLDV dan wawancara mendalam. Temuan utama menunjukkan adanya korelasi yang jelas antara tingkat kecerdasan dengan kemampuan koneksi: siswa berkecerdasan tinggi memenuhi seluruh indikator secara sistematis, siswa berkecerdasan sedang menunjukkan koneksi yang tidak konsisten, sementara siswa berkecerdasan rendah gagal membangun koneksi yang bermakna. Kesimpulannya, kecerdasan logis-matematis secara fundamental menentukan kemampuan siswa dalam menghubungkan konsep-konsep matematika untuk memecahkan masalah secara efektif.