cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 529 Documents
PENGEMBANGAN INSTRUMEN BERBASIS PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP Nabil Makarim; Flavia Aurelia Hidajat; Pinta Deniyanti Sampoerno
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.12024

Abstract

Mathematical communication skills are fundamental competencies that need to be developed from the junior high school level; however, evaluation instruments specifically designed to measure these skills remain scarce. This study aimed to develop a contextual learning-based test instrument to measure the mathematical communication skills of seventh-grade junior high school students on algebra material. This study employed a research and development approach, encompassing stages of blueprint construction, expert validation by three mathematics education lecturers, and a field trial involving 35 seventh-grade students of SMPN 1 Citeureup as trial subjects, selected through purposive sampling. Data were analyzed using Pearson correlation, Cronbach's Alpha, discrimination power test, and difficulty level test through SPSS 25. The results indicate that the developed instrument is valid and reliable, and is therefore suitable for measuring students' mathematical communication skills. Nevertheless, several items still require revision in terms of discrimination power and difficulty level in order to make the instrument more optimal in fostering the improvement of junior high school students' mathematical communication skills. ABSTRAK Keterampilan komunikasi matematis merupakan kompetensi fundamental yang perlu dikembangkan sejak jenjang SMP, namun ketersediaan instrumen evaluasi yang dirancang secara spesifik untuk mengukur keterampilan tersebut masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen tes berbasis pembelajaran kontekstual untuk mengukur keterampilan komunikasi matematis siswa SMP kelas VII pada materi aljabar. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (research and development) yang mencakup tahapan penyusunan kisi-kisi, validasi ahli oleh tiga dosen Pendidikan Matematika, dan uji coba lapangan yang melibatkan 35 siswa kelas VII SMPN 1 Citeureup sebagai subjek uji coba yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan korelasi Pearson, Cronbach's Alpha, uji daya pembeda, dan uji tingkat kesukaran melalui aplikasi SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan bersifat valid dan reliabel sehingga layak digunakan untuk mengukur keterampilan komunikasi matematis siswa. Meskipun demikian, beberapa butir soal masih memerlukan revisi pada aspek daya pembeda dan tingkat kesukaran agar instrumen menjadi lebih optimal dalam mendorong peningkatan keterampilan komunikasi matematis siswa SMP.
IMPLEMENTASI MEDIA VIDEO ANIMASI DALAM PEMBELAJARAN IPA: STUDI DESKRIPTIF DI SMP IT AL-MUTTAQIEN MANISLOR Indah Putri Nanda Sari; Diana Hasna Amatullah; Saepul Bahri; Wahyu Tresno; Novia Agustin; Endang Sukasih; Edward Alfin
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.12282

Abstract

Abstract The low student engagement and learning outcomes in science (IPA) require innovative and more interactive learning media. This study aims to describe the implementation of animated video media in science learning, analyze student responses, and identify challenges faced by teachers at SMP IT Al-Muttaqien Manislor. This research employed a descriptive qualitative approach involving a science teacher and 32 students of class VIII A. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source triangulation, technique triangulation, and member checking. The results show that animated video media was integrated into the Discovery Learning model in abstract science topics, particularly the organ systems. The use of animated videos made the learning materials easier to understand and increased student engagement. Students showed highly positive responses, indicated by improved learning focus, more active group discussions, and increased willingness to ask questions, along with improvements in cognitive, affective, and behavioral engagement during learning. Several challenges were identified, including limited technological facilities, technical disruptions, and suboptimal time management in classroom instruction. Overall, animated video media was effective in improving the quality of science learning by making the learning process more interactive and meaningful, although it still requires adequate infrastructure support and effective classroom management from teachers. Abstrak Rendahnya keaktifan dan hasil belajar IPA mendorong perlunya inovasi media pembelajaran yang lebih interaktif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi media video animasi dalam pembelajaran IPA, respons siswa, serta kendala yang dihadapi guru di SMP IT Al-Muttaqien Manislor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru IPA dan siswa kelas VIII A sebanyak 32 orang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video animasi terintegrasi dalam model Discovery Learning pada materi IPA abstrak, khususnya sistem organ. Media ini membuat materi lebih mudah dipahami dan meningkatkan keterlibatan siswa. Respons siswa sangat positif, ditandai dengan meningkatnya fokus belajar, keaktifan diskusi, dan keberanian bertanya, serta peningkatan keterlibatan pada aspek kognitif, afektif, dan perilaku. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan fasilitas, gangguan teknis, dan pengelolaan waktu pembelajaran. Secara keseluruhan, video animasi efektif meningkatkan kualitas pembelajaran IPA karena membuat pembelajaran lebih interaktif dan bermakna, meskipun tetap membutuhkan dukungan sarana prasarana dan manajemen pembelajaran yang baik.
PENGEMBANGAN MEDIA DIGITAL INTERAKTIF BERBASIS QUR’ANI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V Rizka Khaulah Asysyaffa; Pebrisa Amrina; Fitriana Siregar
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.12284

Abstract

ABSTRACT Students’ learning outcomes in Science (IPA) at the elementary school level still need to be improved through the use of innovative and meaningful learning media. Based on observations at SD Daarut Tasbih, science learning—particularly on plant material—has not yet fully integrated Qur’anic values, and the use of interactive digital media is still limited. This study aims to develop interactive digital learning media based on Qur’anic values and to determine its validity, practicality, and effectiveness in science learning for Grade V students at SD Daarut Tasbih. In addition, this media is designed to connect Qur’anic values with science content, especially the concept of plants. This research uses a Research and Development (R&D) method with the ADDIE model. The subjects of this study were 20 fifth-grade students of SD Daarut Tasbih. The validity test results showed that the interactive digital media obtained a percentage of 88% from media experts, 90% from language experts, 96% from material experts, and 81% from Qur’anic experts. The teacher response reached 100%, while the student response reached 91.6%. Overall, the results indicate that the development of Qur’anic-based interactive digital media is effective in improving the learning outcomes of fifth-grade students at SD Daarut Tasbih. The main constraint in this study was the limited additional time available for designing integrated learning, although the school’s facilities and infrastructure were adequately available. ABSTRAK Keterampilan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di sekolah dasar masih perlu ditingkatkan melalui penggunaan media pembelajaran yang inovatif dan bermakna. Berdasarkan hasil observasi di SD Daarut Tasbih, pembelajaran IPA khususnya materi tumbuhan belum sepenuhnya mengaitkan nilai-nilai Qur’ani serta masih terbatasnya penggunaan media digital interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran digital interaktif berbasis Qur’ani serta mengetahui tingkat validitas, praktikalitas, dan efektivitas pada media tersebut terhadap pembelajaran IPA kelas V di SD Daarut Tasbih. Selain itu, media ini dirancang untuk mengaitkan nilai-nilai Qur’ani dengan materi IPA khususnya pada konsep tumbuhan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Subjek dalam penelitian ini adalah 20 siswa kelas V SD Daarut Tasbih. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa media digital interaktif memperoleh persentase sebesar 88% dari ahli media, 90% dari ahli bahasa, 96% dari ahli materi, dan 81% dari ahli Al-Qur’an, serta 97,5% untuk hasil validasi secara keseluruhan. Untuk hasil persentase dari respon guru sebesar 100%, dan respon dari siswa sebesar 91,6%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan media digital interaktif berbasis Qur’ani efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Daarut Tasbih. Adapun kendala yang dihadapi dalam penelitian ini adalah keterbatasan waktu tambahan dalam merancang pembelajaran yang terintegrasi, meskipun dari segi sarana dan prasarana sekolah telah tersedia dengan baik.
INTEGRATION OF TRI KAYA PARISUDHA VALUES IN THE DISCOVERY LEARNING MODEL IN ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS' SCIENCE LEARNING Ida Ayu Kade Citra Diwya Citta; Made Adi Nugraha Tristaningrat; Kadek Hengki Primayana
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.12285

Abstract

ABSTRACT Science learning in elementary schools not only focuses on understanding the material but also aims to develop critical thinking skills and shape students' character. However, classroom learning still largely relies on traditional methods, resulting in students' problem-solving abilities not being fully developed. This article discusses the application of the Tri Kaya Parisudha values ​​in the Discovery Learning model in science learning through a literature study method. The research was conducted by reviewing various scientific references related to the topic. The results of the study indicate that the Discovery Learning model can encourage students to be more active in discovering concepts independently, thereby improving critical thinking and problem-solving skills. Furthermore, the Tri Kaya Parisudha values ​​help shape positive attitudes in thinking, speaking, and acting in students. The combination of these two approaches results in learning that emphasizes not only academic abilities but also comprehensive character development. Therefore, this model is considered suitable for implementation in science learning in elementary schools. ABSTRAK Pembelajaran IPA di sekolah dasar tidak hanya berfokus pada pemahaman materi, tetapi juga bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta membentuk karakter siswa. Namun, pembelajaran di kelas masih banyak yang bergantung pada metode tradisional, sehingga kemampuan pemecahan masalah siswa belum berkembang secara optimal. Artikel ini membahas penerapan nilai Tri Kaya Parisudha dalam model Discovery Learning pada pembelajaran IPA melalui metode studi literatur. Penelitian ini dilakukan dengan mengkaji berbagai referensi ilmiah yang relevan dengan topik tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa model Discovery Learning dapat mendorong siswa untuk lebih aktif dalam menemukan konsep secara mandiri, sehingga meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Selain itu, nilai Tri Kaya Parisudha membantu membentuk sikap positif dalam berpikir, berkata, dan bertindak pada diri siswa. Kombinasi kedua pendekatan ini menghasilkan pembelajaran yang tidak hanya menekankan kemampuan akademik, tetapi juga pengembangan karakter secara menyeluruh. Oleh karena itu, model ini dinilai sesuai untuk diterapkan dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) BERBANTUAN MEDIA KARTU SOAL TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA KELAS IV DI MADRASAH IBTIDAIYAH Izzatul Ulya; Erlina Erlina; Hasan Sastra Negara
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.12318

Abstract

ABSTRACT Mathematics learning on plane geometry continues to face challenges in fostering students’ conceptual understanding, as learners are expected not only to obtain correct answers but also to explain the mathematical reasoning underlying their solutions. This study investigated the effectiveness of the Think Pair Share (TPS) learning model supported by question cards in improving the mathematical conceptual understanding of fourth-grade students at MIN 4 Bandar Lampung. A quantitative approach was employed using a quasi-experimental design with a nonequivalent control group design, involving 56 students, comprising 28 students in the experimental group and 28 students in the control group. Data were collected through validated and reliable essay tests and analyzed using the Shapiro–Wilk test, Levene’s test, and an independent samples t-test. The mean pretest scores were 60.46 for the experimental group and 55.29 for the control group. Following the intervention, the mean posttest score increased to 81.18 in the experimental group, whereas the control group achieved a mean score of 65.71. The analysis revealed a significance value of p < 0.001, indicating a statistically significant difference in students’ conceptual understanding between the two groups. These findings suggest that integrating the TPS model with question cards provides an effective instructional strategy for strengthening elementary students’ mathematical conceptual understanding by promoting individual thinking, collaborative discussion, and meaningful knowledge construction. ABSTRAK Pembelajaran matematika pada materi bangun datar masih menghadapi tantangan dalam membangun pemahaman konsep yang utuh sehingga peserta didik tidak hanya mampu memperoleh jawaban, tetapi juga menjelaskan alasan matematis yang mendasarinya. Kondisi tersebut mendorong pengujian efektivitas model Think Pair Share (TPS) berbantuan media kartu soal terhadap pemahaman konsep matematika peserta didik kelas IV MIN 4 Bandar Lampung. Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif dengan rancangan quasi-experimental tipe nonequivalent control group design yang melibatkan 56 peserta didik, terdiri atas 28 peserta didik pada kelas eksperimen dan 28 peserta didik pada kelas kontrol. Data diperoleh melalui tes uraian yang telah memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan uji Shapiro–Wilk, uji Levene, dan independent samples t-test. Rata-rata pretest kelas eksperimen sebesar 60,46 dan kelas kontrol 55,29. Setelah perlakuan, rata-rata posttest meningkat menjadi 81,18 pada kelas eksperimen, sedangkan kelas kontrol mencapai 65,71. Hasil pengujian menunjukkan nilai signifikansi p < 0,001 yang mengindikasikan adanya perbedaan kemampuan pemahaman konsep secara signifikan antara kedua kelompok. Temuan ini memperlihatkan bahwa integrasi TPS dan media kartu soal merupakan strategi pembelajaran yang efektif untuk memperkuat pemahaman konsep matematika peserta didik sekolah dasar melalui keterlibatan berpikir, berdiskusi, dan mengonstruksi gagasan secara lebih bermakna.
EFEKTIVITAS MODUL AJAR BERBASIS DISCOVERY LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI STRUKTUR ATOM KELAS X DI MA Hartaba Hartaba; Saefuddin Saefuddin; Muh. Alim Marhadi
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.12338

Abstract

The low learning outcomes of students in atomic structure material indicate the need for instructional materials that actively engage learners in the learning process. One alternative is a discovery learning-based teaching module that facilitates students in constructing concepts independently. This study aimed to determine the effectiveness of a discovery learning-based teaching module in improving students’ learning outcomes on atomic structure material. The research employed a quantitative approach using a pre-experimental method with a One Group Pretest–Posttest Design. The participants were 14 students of Class X Merdeka A at Madrasah Aliyah (MA) Al-Barkah Sumber Jaya. The research instruments consisted of learning achievement tests, learning implementation observation sheets, and student and teacher response questionnaires. Data were analyzed using descriptive statistics and N-Gain analysis. The results showed that the implementation of teacher and student activities reached 85.2% and 84.4%, respectively, both categorized as very good. Students’ responses to the module reached 92.86% in the strongly agree category, while the teacher response indicated a practicality level of 85% in the very practical category. Students’ learning outcomes improved significantly, as indicated by the increase in the mean score from 32.50 in the pretest to 85.36 in the posttest, while learning mastery increased from 7.14% to 100%. The average N-Gain score was 0.80, categorized as high, indicating that the discovery learning-based teaching module was effective in improving students’ learning outcomes. These findings suggest that the module can serve as an effective instructional alternative to enhance students’ conceptual understanding of atomic structure in chemistry learning. ABSTRAK Rendahnya hasil belajar siswa pada materi struktur atom menunjukkan perlunya penggunaan perangkat pembelajaran yang mampu mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah modul ajar berbasis discovery learning yang memfasilitasi siswa untuk menemukan konsep secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas modul ajar berbasis discovery learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi struktur atom. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental dan desain One Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian adalah 14 siswa kelas X Merdeka A Madrasah Aliyah (MA) Al-Barkah Sumber Jaya. Instrumen penelitian meliputi tes hasil belajar, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, serta angket respon siswa dan guru. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan aktivitas guru dan siswa masing-masing mencapai 85,2% dan 84,4% dengan kategori sangat baik. Respon siswa terhadap penggunaan modul mencapai 92,86% dengan kategori sangat setuju, sedangkan respon guru menunjukkan tingkat kepraktisan sebesar 85% dengan kategori sangat praktis. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 32,50 pada pretest menjadi 85,36 pada posttest, dengan persentase ketuntasan belajar meningkat dari 7,14% menjadi 100%. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,80 berada pada kategori tinggi yang menunjukkan bahwa modul ajar berbasis discovery learning efektif meningkatkan hasil belajar siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa modul ajar berbasis discovery learning dapat digunakan sebagai alternatif perangkat pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep kimia pada materi struktur atom.
ANALISIS KESESUAIAN MATERI PECAHAN BUKU MATEMATIKA KELAS IV DENGAN CAPAIAN PEMBELAJARAN FASE B KURIKULUM MERDEKA Ravitya Dwi Nur Hapsari; Sri Muryaningsih
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.12449

Abstract

This study was motivated by the important role of textbooks as one of the main learning resources that bridge curriculum objectives and classroom implementation. In the Merdeka Curriculum, particularly in Phase B Learning Outcomes (Capaian Pembelajaran), fraction material is a fundamental concept that must be fully mastered by elementary school students. Therefore, the alignment between textbook content and Learning Outcomes is crucial to ensure the quality of mathematics learning. This study aims to analyze the alignment of fraction content in the Grade IV Mathematics textbook published by Erlangga with Phase B Learning Outcomes of the Merdeka Curriculum. This study employed a qualitative approach using content analysis. The data sources included the Grade IV Mathematics textbook published by Erlangga and the Phase B Learning Outcomes document. Data were collected using an analytical checklist covering six aspects: presentation structure, basic concepts of fractions, equivalent fractions, comparing and ordering fractions, fraction conversion, and supporting learning components. The results show that the textbook demonstrates a very high level of alignment (above 76%) with Phase B Learning Outcomes, particularly in terms of content coverage, sequencing, visual representation, and assessment design. However, several gaps were identified, including the absence of end-of-chapter summaries, limited contextual word problems in the comparing fractions section, and insufficient exercises that explicitly train students’ skills in converting and ordering fractions and decimals. These gaps indicate that although the textbook is generally aligned with the Learning Outcomes, improvements are still needed in enrichment materials and contextual practice tasks. This study recommends further refinement of the textbook in future editions as well as stronger teacher involvement in developing instructional materials to complement the textbook. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya buku teks sebagai salah satu sumber utama pembelajaran yang berperan sebagai penghubung antara tujuan kurikulum dan implementasi pembelajaran di kelas. Pada Kurikulum Merdeka, khususnya Capaian Pembelajaran (CP) Fase B, materi pecahan merupakan konsep dasar yang harus dikuasai secara utuh oleh peserta didik. Oleh karena itu, kesesuaian isi buku teks dengan CP menjadi aspek penting dalam menjamin kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian materi pecahan pada buku teks Matematika Kelas IV terbitan Erlangga dengan CP Fase B Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode content analysis. Sumber data terdiri atas buku teks Matematika Kelas IV penerbit Erlangga dan dokumen Capaian Pembelajaran Fase B. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar checklist analisis yang mencakup enam aspek, yaitu struktur penyajian, konsep dasar pecahan, pecahan senilai, membandingkan dan mengurutkan pecahan, konversi pecahan, serta kelengkapan pendukung pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku teks memiliki tingkat kesesuaian yang sangat layak (di atas 76%) terhadap CP Fase B, terutama pada aspek cakupan materi, urutan penyajian, representasi visual, dan evaluasi pembelajaran. Namun demikian, masih ditemukan beberapa celah, yaitu belum tersedianya rangkuman materi pada setiap akhir bab, kurangnya variasi soal cerita kontekstual pada submateri membandingkan pecahan, serta terbatasnya latihan yang secara eksplisit mengembangkan kemampuan konversi dan pengurutan pecahan serta desimal. Celah tersebut menunjukkan bahwa meskipun buku telah sesuai secara umum dengan CP, masih diperlukan penguatan pada aspek pengayaan materi dan latihan kontekstual. Penelitian ini merekomendasikan penyempurnaan buku pada edisi berikutnya serta penguatan peran guru dalam mengembangkan pembelajaran sebagai pelengkap buku teks.
ANALISIS KESESUAIAN MATERI PECAHAN BUKU MATEMATIKA KELAS V DENGAN CAPAIAN PEMBELAJARAN FASE C KURIKULUM MERDEKA Rossi Indriani; Sri Muryaningsih
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.12486

Abstract

Textbooks are an important component that supports successful learning in elementary schools. However, educators often face difficulties in choosing textbooks that truly suit the competencies that students will achieve. The coverage of material presented in textbooks is not always in line with applicable curriculum standards, both in terms of depth of material and types of competencies. This research aims to analyze the suitability of the fraction material in the Class V Mathematics Textbook with the Learning Outcomes (CP) of Mathematics Phase C of the Independent Curriculum. The approach used is qualitative with content analysis methods. The research instrument used a checklist sheet for fraction material analysis instruments in the textbook and material suitability analysis instruments with CP Phase C. Primary data sources were the Class V Mathematics book from EG Publishers and CP Phase C documents. Data validity was tested using the coefficient of agreement between observers. The results of the study indicate that of the five competencies in Phase C of the CP, only two competencies were fully met: comparing and ordering fractions and adding and subtracting fractions. Multiplication and division of fractions with natural numbers, and converting fractions to various forms were only partially met (65.62-68.75%), and decimal number skills were missing (25%). The results indicate that the EG textbook can be used, but educators need more resources to achieve all Phase C CPs. ABSTRAK Buku teks merupakan komponen penting yang mendukung keberhasilan pembelajaran di Sekolah Dasar. Namun, pendidik sering menghadapi kesulitan dalam memilih buku teks yang benar-benar sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai peserta didik. Cakupan materi yang disajikan dalam buku teks tidak selalu selaras dengan standar kurikulum yang berlaku, baik dalam hal kedalaman materi maupun jenis kompetensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis kesesuian materi pecahan dalam Buku Teks Matematika Kelas V dengan Capaian Pembelajaran (CP) Matematika Fase C Kurikulum Merdeka. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode analisis konten. Intrumen penelitian menggunakan lembar checklist instrumen analisis materi pecahan dalam buku teks dan instrumen analisis kesesuaian materidengan CP Fase C. Sumber data primer adalah buku Matematika Kelas V Penerbit EG dan dokumen CP Fase C. Uji keabsahan data menggunakan koefisien kesepakatan antarpengamat. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari lima kompetensi CP Fase C, hanya dua kompetensi yang terpenuhi secara penuh, yaitu operasi membandingkan dan mengurutkan pecahan serta operasi penjumalah dan pengurangan pecahan, sedangkan operasi perkalian dan pembagian pecahan dengan bilangan asli, konversi pecahan ke berbagai bentuk hanya terpenuhi sebagian (65,62-68,75%), dan kemampuan bilangan desimal tidak tersedia (25%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku EG dapat digunakan, tetapi pendidik harus memiliki lebih banyak sumber daya untuk mencapai seluruh CP Fase C.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VIDIO INTERAKTIF PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL MENGGUNAKAN POWTOON DALAM MODEL 4D Benisius Kardo; Samuel Igo Leton; Yustinus Didimus Nai
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.12495

Abstract

This study was motivated by the limited use of technology-based learning media in mathematics instruction, particularly in social arithmetic lessons for seventh-grade students at SMPK Rosa Mystica Kupang. The learning process was still dominated by lectures, textbooks, and PowerPoint presentations, causing students to be less active, easily bored, and experience difficulties in understanding social arithmetic concepts such as profit, loss, discounts, gross weight, net weight, and tare. This study aimed to develop interactive video-based learning media using Powtoon on social arithmetic material and to determine the feasibility and practicality of the developed media. The research employed the Research and Development (R&D) method using the 4D development model, which consists of Define, Design, Develop, and Disseminate stages. The research subjects were 14 seventh-grade students of SMPK Rosa Mystica Kupang. Data were collected through interviews, questionnaires, and documentation. The research instruments included material expert validation sheets, media expert validation sheets, teacher response questionnaires, and student response questionnaires. Data were analyzed using percentage analysis techniques to determine the validity and practicality levels of the learning media. The results showed that the interactive video-based learning media developed using Powtoon obtained a material expert validation score of 90% and a media expert validation score of 86.54%, both categorized as very feasible. Furthermore, student responses reached 80.29% and teacher responses reached 91.7%, both categorized as very practical. Therefore, the interactive video-based learning media using Powtoon was declared highly feasible and highly practical for mathematics learning on social arithmetic material. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi aritmatika sosial di kelas VII SMPK Rosa Mystica Kupang. Proses pembelajaran masih didominasi oleh metode ceramah, penggunaan buku paket, dan presentasi PowerPoint sehingga peserta didik kurang aktif, mudah merasa bosan, dan mengalami kesulitan memahami konsep-konsep aritmatika sosial seperti untung, rugi, diskon, bruto, netto, dan tara. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis video interaktif menggunakan Powtoon pada materi aritmatika sosial serta mengetahui tingkat kelayakan dan kepraktisan media yang dikembangkan. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang meliputi tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Subjek penelitian terdiri atas 14 peserta didik kelas VII SMPK Rosa Mystica Kupang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, angket, dan dokumentasi. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli materi, lembar validasi ahli media, angket respon guru, dan angket respon peserta didik. Data dianalisis menggunakan teknik analisis persentase untuk menentukan tingkat validitas dan kepraktisan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis video interaktif menggunakan Powtoon memperoleh persentase validasi ahli materi sebesar 90% dan validasi ahli media sebesar 86,54% dengan kategori sangat layak. Selain itu, respon peserta didik memperoleh persentase sebesar 80,29% dan respon guru sebesar 91,7% dengan kategori sangat praktis. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis video interaktif menggunakan Powtoon dinyatakan sangat layak dan sangat praktis untuk digunakan dalam pembelajaran matematika pada materi aritmatika sosial.
PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL INQUIRY BASED LEARNING PADA MATERI BARISAN DAN DERET Sinta Idamawati. S; Syaiful Syaiful; Mujahidawati Mujahidawati
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.12496

Abstract

Mathematical communication skills are an essential aspect of mathematics learning as they enable students to express ideas, concepts, and problem-solving processes systematically. However, in practice, students’ mathematical communication skills are still relatively low, particularly in understanding and interpreting mathematical concepts in various representations. This condition reveals a gap between curriculum expectations, which emphasize mathematical communication skills, and classroom practices that are still dominated by conventional learning methods with limited student engagement. Therefore, a learning model that can actively involve students in the learning process is required. This study aims to determine the improvement in the mathematical communication skills of 10th-grade students through the application of the Inquiry-Based Learning (IBL) model to the topic of sequences and series. The method used was a quasi-experimental study with a pretest-posttest control group design. The sample consisted of 58 students, comprising 28 students in the experimental class and 30 students in the control class. Data collection was conducted using a mathematical communication skills test administered before and after the intervention. The results showed that the average N-Gain for mathematical communication skills in the experimental class was 0.76, categorized as high, while in the control class it was 0.20, categorized as low. The results of the Paired T-Test indicated a significant difference in students’ mathematical communication skills before and after the intervention (Sig. = 0.008 < 0.05). Thus, it can be concluded that the Inquiry-Based Learning model is effective in improving students’ mathematical communication skills in the topic of sequences and series. ABSTRAK Kemampuan komunikasi matematis merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran matematika yang berperan dalam membantu siswa mengungkapkan ide, konsep, dan penyelesaian masalah secara sistematis. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa masih tergolong rendah, terutama dalam memahami dan menginterpretasikan konsep matematis dalam berbagai bentuk representasi. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara harapan kurikulum yang menekankan keterampilan komunikasi matematis dengan kenyataan di kelas yang masih didominasi pembelajaran konvensional yang kurang melibatkan aktivitas berpikir aktif siswa. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas X melalui penerapan model Inquiry Based Learning (IBL) pada materi barisan dan deret. Metode yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain pretest-posttest control group. Sampel pada penelitian berjumlah 58 siswa yang terdiri dari 28 siswa kelas eksperimen dan 30 siswa kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan tes kemampuan komunikasi matematis yang dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata N-Gain kemampuan komunikasi matematis siswa pada kelas eksperimen sebesar 0,76 dengan kategori tinggi, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 0,20 dengan kategori rendah. Hasil uji Paired T-Test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan komunikasi matematis siswa sebelum dan sesudah perlakuan (). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model Inquiry Based Learning efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa pada materi barisan dan deret.