cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 529 Documents
ANALISIS KESULITAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL FAKTORISASI ALJABAR DITINJAU DARI TAHAPAN PEMECAHAN MASALAH POLYA Lailatul Maghfiroh; Ruvita Iffahtur Pertiwi
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.11703

Abstract

Problem-solving ability is one of the essential competencies in mathematics learning, especially in algebraic topics. However, many students still experience difficulties in solving algebraic factorization problems. This study aims to analyze students’ difficulties in solving algebraic factorization problems based on Polya’s problem-solving stages. This research employed a descriptive qualitative approach involving 30 seventh-grade students of SMP Sunan Kalijogo Jabung. Data were collected through written tests, interviews, and documentation. The data were analyzed using the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that students experienced difficulties in three major stages: understanding the problem (40.33%), devising a plan (23.33%), and carrying out the plan (30%). These difficulties were influenced by students’ low conceptual understanding of algebra, limited ability to translate word problems into mathematical expressions, and lack of accuracy in performing algebraic operations. The findings indicate that mathematics learning should emphasize conceptual understanding, problem-solving exercises, and structured learning strategies to improve students’ understanding of algebraic factorization material. ABSTRAK Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi aljabar. Namun, pada kenyataannya masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal faktorisasi aljabar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal faktorisasi aljabar berdasarkan tahapan pemecahan masalah Polya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 30 siswa kelas VII-B SMP Sunan Kalijogo Jabung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan pada tiga tahapan utama, yaitu memahami masalah sebesar 40,33%, merencanakan penyelesaian sebesar 23,33%, dan melaksanakan rencana sebesar 30%. Kesulitan yang dialami siswa dipengaruhi oleh rendahnya pemahaman konsep dasar aljabar, lemahnya kemampuan menerjemahkan soal cerita ke bentuk matematika, serta kurangnya ketelitian dalam melakukan operasi aljabar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika perlu lebih menekankan pada penguatan konsep, latihan pemecahan masalah, dan penggunaan strategi pembelajaran yang sistematis agar siswa mampu memahami materi faktorisasi aljabar dengan lebih baik.  
PENGEMBANGAN LIRIK LAGU MATEMATIKA PADA MATERI BILANGAN CACAH UNTUK SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS Elisabeth Rambu Mura; Nia Wahyu Damayanti; Sri Rahayuningsih; Eko Yuniarto
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.11704

Abstract

This research is motivated by the low cognitive learning outcomes and concentration of children with special needs and intellectual disabilities due to monotonous instructional patterns and the limited availability of creative interactive teaching media. The research problem focuses on analyzing the process and results of developing a media arrangement of mathematical song lyrics to facilitate understanding of whole number operations. Adapting the R&D development model from Plomp, the study's implementation process was systematically constructed through three main stages: preliminary research, the prototyping phase, and the assessment phase. Data collection was conducted objectively using subject characteristic observation sheets, in-depth interviews with classroom teachers, and a draft validity assessment questionnaire. The collected data were analyzed using qualitative and quantitative descriptive techniques. The research findings confirm that this song lyric media product is categorized as highly valid for implementation in learning. This was quantitatively proven through the accumulation of average scores from song content validators of 87.5 percent, music expert assessments of 87.5 percent, and teacher feedback of 96.875 percent. The main conclusion confirms that converting material into popular melodic verses has been proven effective in increasing enthusiasm, motor activity, and numeracy memory retention in students with intellectual disabilities in a fun way. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar kognitif dan fokus konsentrasi anak berkebutuhan khusus tunagrahita yang masih rendah akibat pola instruksional yang cenderung monoton serta minimnya ketersediaan media ajar interaktif yang kreatif. Masalah dalam riset ini difokuskan pada analisis proses dan hasil pengembangan media berupa aransemen lirik lagu matematika untuk membantu mempermudah pemahaman materi operasi bilangan cacah. Mengadaptasi model pengembangan R&D dari Plomp, alur pelaksanaan studi ini dikonstruksikan secara sistematis melalui tiga tahapan utama yang meliputi penelitian awal (preliminary research), fase perancangan purwarupa (prototyping phase), dan tahap penilaian produk (assessment phase). Pengumpulan data dijaring secara objektif menggunakan lembar observasi karakteristik subjek, wawancara mendalam bersama guru kelas, dan lembar angket penilaian kevalidan draf. Data yang terkumpul dianalisis memanfaatkan teknik deskriptif kualitatif serta kuantitatif. Temuan riset mengonfirmasi bahwa produk media lirik lagu ini dikategorikan sangat valid untuk diimplementasikan dalam pembelajaran. Hal tersebut dibuktikan secara kuantitatif melalui akumulasi perolehan persentase skor rata-rata dari validator konten lagu sebesar 87,5 persen, penilaian ahli musik sebesar 87,5 persen, serta umpan balik dari guru sebesar 96,875 persen. Simpulan utama menegaskan bahwa konversi materi ke dalam bait melodi populer terbukti efektif meningkatkan antusiasme, keaktifan motorik, dan retensi memori numerasi siswa tunagrahita secara menyenangkan.  
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI BANGUN RUANG Dita Lazaini; Abdul Hamid; Yunita Oktavia Wulandari; Cynthia Tri Octavianti
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.11707

Abstract

This research is motivated by the low geometry learning outcomes of seventh-grade students due to the use of conventional teaching strategies that are monotonous, abstract, and teacher-centered. The focus of this research is directed at improving students' mathematics learning outcomes through the implementation of the discovery learning model on spatial geometry. The type of research applied is Classroom Action Research (CAR), conducted collaboratively in two cycles at SMPK Wignya Mandala Tumpang. The operational procedures in each cycle are carried out systematically through the stages of action planning, discovery syntax implementation, classroom activity observation, and periodic reflection. Data collection techniques include participatory observation, documentation, and cognitive learning outcome tests in the form of multiple-choice and essay questions, which are analyzed descriptively qualitatively. The research findings indicate that the application of the discovery learning model with the aid of spatial teaching aids is effective in gradually boosting academic achievement. Quantitative data recorded an average pre-action score of only 45 with a classical completion percentage of 12.5 percent. This achievement jumped in cycle I to an average of 70 with a 50 percent completion rate, and peaked in cycle II with an average class score of 87.5 and a classical completion rate of 87.5 percent. The main conclusion confirms that this model successfully fosters cognitive independence and student learning motivation. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar geometri siswa kelas VII akibat penggunaan strategi pengajaran konvensional yang monoton, abstrak, dan berpusat pada guru. Fokus masalah dalam riset ini diarahkan pada upaya peningkatan hasil belajar matematika siswa melalui pengimplementasian model pembelajaran discovery learning pada materi bangun ruang. Jenis penelitian yang diterapkan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan secara kolaboratif dalam dua siklus di SMPK Wignya Mandala Tumpang. Prosedur operasional pada setiap siklus dijalankan secara sistematis melalui tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan sintaks penemuan, observasi aktivitas kelas, dan refleksi berkala. Teknik pengumpulan data ditempuh melalui observasi partisipatif, dokumentasi, serta tes hasil belajar kognitif berbentuk pilihan ganda dan esai yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan model discovery learning berbantuan alat peraga ruang efektif mendongkrak capaian akademis secara bertahap. Data kuantitatif mencatat nilai rata-rata pra-tindakan hanya sebesar 45 dengan persentase ketuntasan klasikal 12,5 persen. Capaian ini melonjak pada siklus I menjadi rata-rata 70 dengan tingkat ketuntasan 50 persen, dan mencapai puncaknya pada siklus II dengan rata-rata nilai kelas 87,5 serta tingkat ketuntasan klasikal menyentuh 87,5 persen. Simpulan utama menegaskan bahwa model ini sukses menumbuhkan kemandirian kognitif dan motivasi belajar siswa.  
PENGEMBANGAN SOAL TERBUKA UNTUK MENJELAJAHI KREATIVITAS MATEMATIKA SISWA DALAM MATERI GAMBAR DUA DIMENSI Rachmadina Eka Herdianti; Muhammad Baidawi; Fitria Khasanah
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v3i4.11708

Abstract

This research is motivated by the importance of developing a pedagogical orientation that focuses on non-routine problem-solving skills and exploring students' creative thinking in mathematics learning. The primary focus of the study is the development of open-ended questions and testing their effectiveness in mapping the hierarchy of students' mathematical creativity in two-dimensional geometry. Using the Borg and Gall Research and Development (R&D) method, this research combines quantitative and qualitative data collection. The trial subjects involved 30 students of grade VII-D at SMP Negeri 1 Jabung, Malang, Indonesia, using open-ended test sheets, response questionnaires, and documentation. The research findings indicate that the product's feasibility validation by experts achieved a score of 79.4 percent, which qualifies as good. Product effectiveness parameters were also optimally met, based on the average score of 3.8 on the student feedback questionnaire and 3.5 on the observational assessment of original class activities. The main conclusion confirms that the developed open-ended question draft is valid and effective in exploring the diversity of students' mathematical creativity levels independently. This tool successfully triggered indicators of fluency, flexibility, and strategic novelty by modifying rectangular shading into various geometric visual scenarios. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan orientasi pedagogik yang berfokus pada kecakapan pemecahan masalah non-rutin dan eksplorasi berpikir kreatif peserta didik dalam pembelajaran matematika. Fokus utama kajian diarahkan pada pengembangan soal terbuka (open-ended) serta pengujian tingkat efektivitasnya dalam memetakan hierarki kreativitas matematika siswa pada materi geometri bangun datar dua dimensi. Menggunakan metode Research and Development (R&D) model Borg dan Gall, riset ini mengombinasikan pengumpulan data kuantitatif serta kualitatif. Subjek uji coba melibatkan 30 peserta didik kelas VII-D SMP Negeri 1 Jabung, Malang, Indonesia, dengan instrumen berupa lembar tes terbuka, kuesioner respon, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan hasil validasi kelayakan produk oleh para ahli mencapai persentase skor 79,4 persen yang termasuk dalam kualifikasi kategori baik. Parameter efektivitas produk juga terpenuhi secara optimal berdasarkan perolehan rata-rata skor kuesioner tanggapan balik siswa sebesar 3,8 dan penilaian observasi aktivitas orisinal kelas sebesar 3,5. Simpulan utama menegaskan bahwa draf soal terbuka yang dikembangkan valid dan efektif mengeksplorasi keberagaman level kreativitas matematika siswa secara mandiri. Perangkat ini sukses memicu kemunculan indikator kelancaran, fleksibilitas, hingga kebaruan strategi melalui modifikasi bentuk arsir persegi panjang menjadi skenario visual geometri yang bervariasi.  
DAMPAK LABORATORIUM VIRTUAL TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN FISIKA: TINJAUAN BIBLIOMETRIK DAN SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Muhammad Wildan Afifi; Kharisma Putri Kholifah; Nisrina Azmi Roihanah; Alifia Nihayatul ‘Ayun; Ferani Alifia Yuni Giharta
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.11709

Abstract

This study aims to examine the development and trends in publications on the topic of physics learning using virtual laboratories and to review the impact to students' conceptual understanding and learning outcomes. A combination of Bibliometric Analysis and Systematic Literature Review (SLR) methods was used in compiling this study. In the data collection process, we used Publish or Perish software and the data sources we used came from Crossref. In Bibliometric Analysis, software such as Publish or Perish and VOSviewer is used to identify trends in publications, keyword networks, and influential authors in this topic. Additionally, SLR was used to generate a discussion related to the influence of virtual laboratory utilization on students' conceptual understanding and learning outcomes. The results showed a significant increase in publications related to this topic from 2015 to 2024. The SLR findings also indicate that the use of virtual laboratories influences conceptual understanding and improves student learning outcomes by addressing or facilitating students' learning needs. This study concludes that in the last 10 years, journal article publications on this topic have increased significantly and are still relevant for further research. In addition, the use of virtual laboratories also has a positive impact on improving students' conceptual understanding and learning outcomes. After implementing learning using virtual laboratories, students' conceptual understanding and learning outcomes improved significantly. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan dan tren publikasi mengenai pembelajaran fisika menggunakan laboratorium virtual, serta mengevaluasi dampaknya terhadap pemahaman konseptual dan hasil belajar siswa. Metode kombinasi Analisis Bibliometrik dan Ulasan Literatur Sistematis (SLR) digunakan dalam penyusunan studi ini. Dalam proses pengumpulan data, kami menggunakan perangkat lunak Publish or Perish, dan sumber data yang digunakan berasal dari Crossref. Dalam Analisis Bibliometrik, perangkat lunak seperti Publish or Perish dan VOSviewer digunakan untuk mengidentifikasi tren publikasi, jaringan kata kunci, dan penulis berpengaruh dalam topik ini. Selain itu, SLR digunakan untuk menghasilkan pembahasan terkait pengaruh penggunaan laboratorium virtual terhadap pemahaman konseptual dan hasil belajar mahasiswa. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam publikasi terkait topik ini dari tahun 2015 hingga 2024. Temuan SLR juga menunjukkan bahwa penggunaan laboratorium virtual mempengaruhi pemahaman konseptual dan meningkatkan hasil belajar mahasiswa dengan mengatasi atau memfasilitasi kebutuhan belajar mahasiswa. Studi ini menyimpulkan bahwa dalam 10 tahun terakhir, publikasi artikel jurnal pada topik ini telah meningkat secara signifikan dan masih relevan untuk penelitian lebih lanjut. Selain itu, penggunaan laboratorium virtual juga memiliki dampak positif dalam meningkatkan pemahaman konseptual dan hasil belajar mahasiswa. Setelah menerapkan pembelajaran menggunakan laboratorium virtual, pemahaman konseptual dan hasil belajar siswa meningkat secara signifikan.  
PENGARUH GAYA BELAJAR AUDITORI TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS IV DI SDN Mariska Juliana Putri; Taufik Hidayat; Makmun Makmun; Iksam Iksam
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.11710

Abstract

The quality of student learning outcomes is influenced by various factors, one of which is the alignment between students' learning styles and the instructional approaches applied by teachers. At SDN 008 Sungai Kunjang, preliminary data revealed that 86% of fourth-grade students scored below the established Learning Objective Achievement Criteria (KKTP) in Science and Social Studies (IPAS), while lecture-based teaching predominated in classroom instruction. This condition prompted an empirical investigation into the extent to which auditory learning style contributes to student learning outcomes. This study aims to analyze the effect of auditory learning style on IPAS learning outcomes among fourth-grade students of SDN 008 Sungai Kunjang in the 2025/2026 academic year. A quantitative approach with a survey design was employed. The population comprised 83 fourth-grade students, with a sample of 69 students determined using the Slovin formula and simple random sampling. Research instruments included a 15-item auditory learning style questionnaire and documentation of students' daily IPAS test scores. Data analysis involved Kolmogorov-Smirnov normality testing, linearity testing, and hypothesis testing through simple linear regression using SPSS version 25. The results indicated that auditory learning style significantly influences IPAS learning outcomes, evidenced by the regression equation Y = 28.450 + 0.630X, with t-count (3.245) > t-table (1.996) and a significance value of 0.002 < 0.05. The coefficient of determination of 13.5% indicates a meaningful contribution of auditory learning style, while the remaining 86.5% is attributed to other factors. These findings underscore the importance of identifying and accommodating students' learning styles in designing effective and learner-centered IPAS instructional strategies. ABSTRAK Kualitas hasil belajar peserta didik dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kesesuaian antara gaya belajar yang dimiliki siswa dengan pendekatan pembelajaran yang diterapkan guru. Di SDN 008 Sungai Kunjang, data awal menunjukkan bahwa 86% siswa kelas IV memperoleh nilai di bawah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) pada mata pelajaran IPAS, sementara metode ceramah menjadi dominasi utama dalam penyampaian materi. Kondisi ini mendorong dilakukannya kajian empiris mengenai sejauh mana gaya belajar auditori berkontribusi terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya belajar auditori terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV SDN 008 Sungai Kunjang tahun pembelajaran 2025/2026. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain survei. Populasi mencakup 83 siswa kelas IV, dengan sampel 69 siswa yang ditentukan melalui rumus Slovin dan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa angket gaya belajar auditori sebanyak 15 butir dan dokumentasi nilai ulangan harian IPAS. Analisis data meliputi uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, uji linearitas, dan uji hipotesis melalui regresi linear sederhana berbantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar auditori berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPAS, dibuktikan dengan persamaan regresi Y = 28,450 + 0,630X, nilai t hitung (3,245) > t tabel (1,996), serta nilai signifikansi 0,002 < 0,05. Koefisien determinasi sebesar 13,5% mengindikasikan kontribusi nyata gaya belajar auditori, sedangkan 86,5% dipengaruhi faktor lain. Temuan ini menegaskan pentingnya identifikasi dan akomodasi gaya belajar siswa dalam merancang strategi pembelajaran IPAS yang efektif dan berpusat pada peserta didik.    
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS FLIPBOOK DIGITAL PADA MUATAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GENERASI ALPHA (STUDI KASUS PESERTA DIDIK LKP HARMONI ALFIANSYAH KABUPATEN BANDUNG) Risma Sri Rahayu; Kirana Lesmi; Rd. Kiki Abdul Muluk; Iim Khotimah
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.11711

Abstract

The emergence of digital technology on a large scale has opened new perspectives for educators to develop variations in their teaching. This study aims to identify obstacles and efforts in improving competency, the process, and implementation of digital flipbook-based development in natural science content to enhance the competency of Generation Alpha. This research is motivated by students' learning needs and the availability of digital technology. The development of teaching materials was designed using Canva Pro and Quiziz, as well as educational games supported by a platform called Wordwall, which creates concrete learning. The method used in this study was Research and Development. The results of the digital flipbook product development showed that the media was declared valid with a "feasible/valid" category with a percentage of 90.5% with an "A" predicate, relevant to the statement "the product is valid and feasible for field trials." Based on the trial conducted, the results of the first Quiziz score, in the knowledge aspect, showed good results with a result of 84%, the second meeting with 87%, and the third meeting with 70%. Based on the skills assessment results obtained from nine fifth-grade students, six received an "A" grade. This means that most of the test subjects were able to answer all the questions correctly in completing the LKPD (Learning Worksheet) and educational games in the Wordwall oral test. The attitude assessment showed that eight students improved in terms of competency and motivation. ABSTRAK Munculnya teknologi digital dalam skala besar, membuka pandangan baru untuk pendidik mengembangkan variasi mengajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala dan upaya dalam meningkatkan kompetensi, proses dan implementasi pengembangan berbasis flipbook digital pada muatan ilmu pengetahuan alam untuk meningkatakan kompetensi generasi Alpha. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan peserta didik dalam belajar dan ketersediaan teknologi digital. Pengembangan produk bahan ajar yang di desain menggunakan Canva pro dan Quiziz serta games edukasi bantuan platform bernama wordwall yang menciptakan pembelajaran konkret. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Research and Development, Hasil pengembangan produk flipbook digital menunjukan bahwa media dinyatakan valid dengan kategori ‘’layak/valid’’ dengan persentase 90,5% predikat ‘’A’’ yang relevan dengan keterangan ‘’produk valid dan layak di uji cobakan dilapangan. Berdasarkan uji coba yang dilakukan, hasil perolehan skor Quiziz pertama, pada aspek pengetahuan menunjukkan hasil yang baik dengan hasil 84%, pertemuan kedua yakni 87% dan pertemuan ketiga yakni 70%. Berdasarkan hasil predikat keterampilan yang didapatkan dari 9 peserta didik kelas V, memperoleh predikat ‘’A’’ berjumlah 6 orang, maka ssebagian besar subjek uji coba dapat menjawab secara keseluruhan dengan benar dalam menyelesaikan tugas LKPD dan games edukasi pada tes lisan Wordwall. Penilaian sikap menunjukkan bahwa 8 peserta didik meningkat berdasarkan aspek peningkatan kompetensi dan motivasi.  
ANALISIS GAYA BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DI KELAS VIII MTS Yuan Puspita Dewi Anggraeni; Dewi Ghitsatul A’la; Atika Anggraini
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.11712

Abstract

Science learning at the Madrasah Tsanawiyah (MTs) level requires appropriate strategies that consider students’ diverse learning styles to optimize conceptual understanding and engagement. This study employed a descriptive quantitative approach aimed at identifying the learning styles of eighth-grade students at MTs Al-Anwar through a questionnaire covering three categories: visual, auditory, and kinesthetic. The results revealed that kinesthetic learning style was dominant (47.83%), followed by auditory (34.78%) and visual (17.39%), indicating that students learn more effectively through hands-on activities, direct experiences, and a combination of instructional methods such as interactive lectures, discussions, and visual media to enhance understanding, motivation, and participation. In conclusion, mapping students’ learning styles serves as an essential basis for designing varied, contextual, and differentiated science instruction to improve learning quality and student achievement effectively. ABSTRAK Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) memerlukan strategi yang tepat dengan mempertimbangkan perbedaan gaya belajar siswa agar pemahaman konsep dan keterlibatan belajar dapat meningkat secara optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan gaya belajar siswa kelas VIII MTs Al-Anwar melalui penyebaran angket yang mencakup tiga kategori gaya belajar, yaitu visual, auditori, dan kinestetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar kinestetik mendominasi dengan persentase 47,83%, diikuti oleh auditori sebesar 34,78% dan visual sebesar 17,39%, yang mengindikasikan bahwa siswa lebih efektif memahami materi melalui aktivitas praktik, pengalaman langsung, serta kombinasi metode pembelajaran seperti ceramah interaktif, diskusi, dan penggunaan media visual guna meningkatkan pemahaman, motivasi, dan keterlibatan belajar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemetaan gaya belajar siswa menjadi dasar penting dalam merancang pembelajaran IPA yang bervariasi, kontekstual, dan berdiferensiasi sehingga mampu meningkatkan kualitas pembelajaran serta hasil belajar siswa secara lebih efektif.  
IMPLEMENTASI KINDNESS STRATEGY DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI MADRASAH IBTIDAIYAH Bella Astridarani; Desi Setiyadi; Miftachudin Miftachudin
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.11714

Abstract

This research is motivated by the complexity of the moral challenges faced by Generation Alpha in the digital era, who are prone to decreased concentration and learning anxiety (math anxiety) in mathematics. The focus of this research problem is directed at an in-depth analysis of the implementation of kindness strategy as an integrative instrument in shaping students' disciplined character contextually. Using a qualitative approach with descriptive methods, the important stages of this research were systematically executed through semi-structured interviews with six teachers, open-ended questionnaires, classroom observations, and review of documentation of etiquette rules. The data obtained were then processed iteratively referring to the Miles and Huberman analysis model, which includes data reduction, presentation of narrative descriptions, and drawing conclusions. The research findings indicate that kindness strategy is proven to be able to stimulate the formation of students' disciplined character significantly through strengthening emotional interactions, individual guidance, and the use of a process-centered appreciation system. This humanistic approach successfully reduced students' mathematical fears and boosted their self-confidence and sense of responsibility for independence in the classroom. The main conclusion confirms that the implementation of positive discipline based on kindness successfully creates a conducive classroom ecosystem, where student compliance grows sustainably based on internal awareness free from the pressure of external punishment. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompleksitas tantangan moral Generasi Alpha di era digital yang rentan mengalami penurunan konsentrasi serta kecemasan belajar (math anxiety) pada mata pelajaran matematika. Fokus masalah dalam riset ini diarahkan pada analisis mendalam mengenai implementasi kindness strategy sebagai instrumen integratif dalam membentuk karakter disiplin peserta didik secara kontekstual. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, tahapan penting penelitian ini dieksekusi secara sistematis melalui teknik wawancara semi-terstruktur terhadap enam guru, angket terbuka, observasi kelas, serta penelaahan dokumentasi aturan adab. Data yang diperoleh kemudian diolah secara iteratif mengacu pada model analisis Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian deskripsi naratif, hingga penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kindness strategy terbukti mampu menstimulasi pembentukan karakter disiplin siswa secara signifikan melalui penguatan interaksi emosional, bimbingan individual, dan pemanfaatan sistem apresiasi yang berpusat pada proses. Pendekatan humanis ini sukses mereduksi ketakutan matematis siswa serta mendongkrak rasa percaya diri dan tanggung jawab kemandirian di dalam kelas. Simpulan utama menegaskan bahwa penerapan kedisiplinan positif berbasis kebaikan berhasil menciptakan ekosistem ruang kelas yang kondusif, di mana kepatuhan siswa tumbuh secara berkelanjutan berdasarkan kesadaran internal yang bebas dari tekanan hukuman lahiriah.    
ANALISIS PELAKSANAAN TES KEMAMPUAN AKADEMIK (TKA) MATA PELAJARAN MATEMATIKA BAGI SISWA KELAS IX SMP AL-WILDAN ISLAMIC SCHOOL 14 BUMI MUTIARA Ul’fah Hernaeny; Abdul Azis; Ahmad F. Abdulrasyid; Risti Ayu Tirtasari; Rani Alvama Dewi; Calista Mega Septiani; Asep Maolana A
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.11836

Abstract

ABSTRACT The implementation of learning evaluation, particularly through the Academic Ability Test (TKA), is important for comprehensively measuring students’ abilities, especially in Mathematics, which requires logical thinking and problem-solving skills. However, in practice, students’ readiness in facing the TKA is still not fully optimal, as indicated by a gap between the expected academic competence and the actual conditions found in the field, particularly in terms of learning strategies, mastery of material, and psychological aspects during the test. This condition highlights the need for an in-depth study of students’ preparation, experiences, and challenges in implementing the TKA. This study aims to analyze the preparation, experiences, and challenges faced by Grade IX students in the implementation of the Mathematics TKA. This research uses a descriptive quantitative approach with a Likert-scale questionnaire administered to 62 students. The data were analyzed using descriptive statistics, including mean, percentage, and frequency distribution. The results show that students have a fairly good level of preparation, indicated by study habits, practice exercises, and efforts to understand the material before the test. Students’ experiences during the TKA implementation were also generally positive, particularly in terms of understanding instructions and exam conditions. However, several challenges were still identified, including time limitations, difficulties in understanding questions, and anxiety during the test. The conclusion of this study shows that although the implementation of the TKA has gone relatively well, improvements in students’ academic readiness and psychological management are still needed to ensure more optimal evaluation results that truly reflect students’ overall academic abilities. ABSTRAK Pelaksanaan evaluasi pembelajaran, khususnya melalui Tes Kemampuan Akademik (TKA), menjadi penting dalam mengukur kemampuan siswa secara komprehensif, terutama pada mata pelajaran Matematika yang menuntut kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan bahwa kesiapan siswa dalam menghadapi TKA belum sepenuhnya optimal, ditandai dengan adanya kesenjangan antara kemampuan akademik yang diharapkan dengan kondisi nyata siswa di lapangan, terutama terkait strategi belajar, penguasaan materi, serta aspek psikologis saat menghadapi tes. Kondisi ini menunjukkan perlunya kajian yang lebih mendalam mengenai bagaimana persiapan, pengalaman, dan kendala siswa dalam pelaksanaan TKA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persiapan, pengalaman, dan kendala yang dihadapi siswa kelas IX dalam pelaksanaan TKA mata pelajaran Matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan instrumen  berupa kuesioner skala Likert yang diberikan kepada 62 siswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif yang meliputi rata-rata, persentase, dan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki tingkat persiapan yang tergolong baik melalui kebiasaan belajar, latihan soal, dan upaya memahami materi sebelum tes. Pengalaman siswa selama pelaksanaan TKA juga cenderung positif, terutama pada aspek pemahaman instruksi dan kondisi pelaksanaan ujian. Namun demikian, masih ditemukan kendala berupa keterbatasan waktu, kesulitan memahami soal, serta kecemasan saat mengerjakan tes. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun pelaksanaan TKA berjalan cukup baik, peningkatan kesiapan akademik dan pengelolaan faktor psikologis siswa masih diperlukan agar hasil evaluasi lebih optimal dan benar-benar mencerminkan kemampuan akademik siswa secara menyeluruh.