cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 679 Documents
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS V DI SDN PALEBON 03 KOTA SEMARANG Aprellia Noor Azizah; Mei Fita Asri Untari; Diana Endah Handayani
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.12884

Abstract

Science and Social Studies (IPAS) learning in elementary schools often faces low student motivation due to conventional and non-interactive media. This gap highlights the need for digital-based audiovisual learning media capable of transforming abstract materials into concrete and engaging concepts. This study aimed to develop valid, practical, and effective audiovisual learning media on photosynthesis to enhance the learning motivation of fourth-grade students. The research employed the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model comprising Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation stages. Expert validation results yielded an overall average score of 86.4%, categorized as highly valid. Small-group trial results indicated a practicality score of 92.5%, categorized as highly practical. Furthermore, field trials revealed a student motivation percentage of 90.6%, categorized as very high. In conclusion, the developed audiovisual media is proven valid, practical, and effective in enhancing student learning motivation in IPAS. This research implies a practical contribution for educators in adopting innovative digital learning tools. ABSTRAK Pembelajaran IPAS di sekolah dasar sering kali dihadapkan pada rendahnya motivasi belajar siswa akibat penggunaan media konvensional yang kurang interaktif. Kesenjangan ini menuntut tersedianya media audiovisual berbasis digital yang mampu menyajikan materi abstrak menjadi konkret dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media audiovisual pada materi fotosintesis yang valid, praktis, serta efektif meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahapan Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Hasil validasi oleh tiga ahli menunjukkan rata-rata persentase sebesar 86,4% dengan kriteria sangat valid. Uji kepraktisan kelas kecil memperoleh nilai 92,5% yang tergolong sangat praktis. Selanjutnya, uji coba lapangan menunjukkan peningkatan motivasi belajar siswa dengan capaian persentase sebesar 90,6% dalam kategori sangat tinggi. Kesimpulannya, media audiovisual yang dikembangkan terbukti valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran IPAS. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi nyata bagi pendidik dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi digital yang inovatif di sekolah dasar.  
PENGARUH PERMAINAN TRADISIONAL DAKON TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PERKALIAN PADA SISWA KELAS II SD NEGERI 16 PALEMBANG Cindy Desvia; Lusiana Lusiana; Aan Suriadi
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.12927

Abstract

The problem underlying this study is the low mathematics learning outcomes of students in multiplication material and the limited use of engaging and concrete learning media in the teaching and learning process. This condition causes students to experience difficulties in understanding multiplication concepts, which consequently affects their academic achievement. The purpose of this study was to determine the effect of the traditional dakon game on mathematics learning outcomes in multiplication material among second-grade students at SD Negeri 16 Palembang. This research employed a quantitative approach using an experimental method with a Posttest-Only Control Design, involving an experimental class and a control class. Data were collected through a learning achievement test administered after the implementation of the treatment. The collected data were analyzed using the Independent Samples t-Test. The results showed that the mean posttest score of the experimental class was 86.73, while the control class obtained a mean score of 54.23. The hypothesis testing revealed a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.000, which was lower than 0.05. Therefore, the alternative hypothesis (Ha) was accepted and the null hypothesis (Ho) was rejected. It can be concluded that the traditional dakon game has a significant effect on students’ mathematics learning outcomes in multiplication material for second-grade students at SD Negeri 16 Palembang. ABSTRAK Masalah yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar matematika siswa pada materi perkalian serta masih terbatasnya penggunaan media pembelajaran yang menarik, konkret, dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Kondisi tersebut menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep perkalian sehingga berdampak pada rendahnya pencapaian hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan permainan tradisional dakon terhadap hasil belajar matematika materi perkalian pada siswa kelas II SD Negeri 16 Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain Posttest-Only Control Design yang melibatkan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan tes hasil belajar yang diberikan setelah perlakuan pembelajaran. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 86,73, sedangkan kelas kontrol sebesar 54,23. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian, permainan tradisional dakon berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika materi perkalian siswa kelas II SD Negeri 16 Palembang.    
PENGARUH PENGGUNAAN LKPD BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS III SDN 2 MULYAGUNA Nabilla Khairunnisa; Lusiana Lusiana; Aan Suriadi
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.13048

Abstract

ABSTRAKThis study was motivated by the low mathematics learning outcomes of students in the topic of two-digit multiplication. This condition was indicated by students' limited understanding of the concept of multiplication, resulting in low participation during the learning process. The purpose of this study was to determine the effect of using Problem Based Learning-based Student Worksheets (LKPD) on the mathematics learning outcomes of third-grade students at SDN 2 Mulyaguna. This study employed a quantitative approach using an experimental method involving an experimental class and a control class. The sampling technique used was total sampling, in which the entire population was selected as the research sample. Data were collected through a test, while data analysis was conducted using an independent samples t-test. The results showed that the mean posttest score of the experimental class was 81.77, whereas the mean score of the control class was 70.44. The independent samples t-test yielded a significance value of 0.000 (< 0.05), indicating that the null hypothesis (H₀) was rejected and the alternative hypothesis (Hₐ) was accepted. Therefore, it can be concluded that the use of Problem Based Learning-based Student Worksheets (LKPD) had a significant effect on the mathematics learning outcomes of third-grade students at SDN 2 Mulyaguna. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa pada materi perkalian dua bilangan. Hal tersebut terlihat dari rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep perkalian dua bilangan, sehingga membuat siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan LKPD berbasis Problem Based Learning terhadap hasil belajar matematika siswa kelas III SDN 2 Mulyaguna. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen yang melibatkan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, sedangkan teknik analisis data menggunakan uji t independen (Independent Samples t-test). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata posstest kelas eksperimen  sebesar 81,77, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 70,44. Hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan LKPD berbasis Problem Based Learning memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas III SDN 2 Mulyaguna.    
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA MARTABAK MANIS BANGKA DAN ALAT MUSIK REBANA PENGIRING DAMBUS Rosherina Angeli; Resianna Dwipitri Situmorang; Rahel Jesika Simbolon; Dita Keysia Rotua Situmeang; Iyan Romando Purba; Betaria Dosma Saroha
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.13348

Abstract

Mathematics is often considered abstract and difficult for students to understand because learning is rarely associated with real life. This study aims to explore and reveal formal mathematical concepts embedded in local cultural objects, namely Bangka sweet martabak and the tambourine musical instrument accompanying dambus. The research method used is a descriptive qualitative approach with an ethnographic model through observation techniques, in-depth interviews with three key informants, and literature study. The exploration results show various fundamental mathematical concepts in both cultural objects, including 2D and 3D curved shapes, fractions, reflective and rotational symmetry, algebra, and proportions. The surfaces of martabak and tambourine represent circles and cylinders, the cutting process forms sectors and fractions, while nail arrangement applies symmetry and angles. The novelty of this research lies in combining culinary and performing art entities as contextual mathematics learning media. The implication indicates that integrating ethnomathematics from sweet martabak and tambourines can serve as an innovative instructional resource to enhance students' conceptual understanding while sustainably preserving regional cultural heritage. ABSTRAK Matematika sering dianggap abstrak dan sulit dipahami oleh siswa karena pembelajaran kurang dikaitkan dengan kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi serta mengungkap konsep matematika formal yang tersembunyi pada objek budaya lokal martabak manis Bangka dan alat musik rebana pengiring dambus. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi melalui teknik observasi, wawancara mendalam terhadap tiga informan kunci, dan studi literatur. Hasil eksplorasi menunjukkan adanya berbagai konsep matematika mendasar pada kedua objek budaya tersebut, meliputi konsep bangun datar dan bangun ruang sisi lengkung, pecahan, simetri lipat dan putar, aljabar, serta perbandingan. Permukaan martabak dan rebana merepresentasikan bangun lingkaran dan tabung, proses pemotongan membentuk juring dan pecahan, serta penataan paku menerapkan simetri dan sudut. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggabungan dua entitas budaya kuliner dan kesenian lokal sebagai media pembelajaran matematika kontekstual. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi etnomatematika martabak manis dan rebana dapat dijadikan sebagai bahan ajar inovatif untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa sekaligus melestarikan warisan budaya daerah secara berkelanjutan.  
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA MAKANAN TRADISIONAL PUTU BAMBU DAN ALAT MUSIK TRADISIONAL KENDANG DARI JAWA TIMUR Arinda Cahyaning Putri; Asima Rohani Saragih; Aunisea Rosayana Tambunan; Eka Lidya Simatupang; Tasya Damanik; Tiara Angel Christine Saragih; Yosephin Clarita Galingging
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.13547

Abstract

Indonesia's cultural diversity can be utilized as a contextual mathematics learning resource through an ethnomathematical approach. This study aims to explore and analyze mathematical concepts embedded in the traditional culinary Putu Bambu and the traditional musical instrument Kendang from East Java. Using a descriptive qualitative research design with an ethnographic approach, data were gathered through in-depth interviews with culinary vendors and instrument craftsmen, field observations, and literature reviews. The results revealed that Putu Bambu and Kendang represent various formal mathematical concepts, including circular 2D shapes, cylindrical 3D shapes, proportions, and time-temperature measurements. The surfaces and molds of both objects depict geometric circles and cylinders, while dough composition and leather drying processes apply ratios and duration concepts. The novelty of this study lies in combining culinary and musical heritage within a unified ethnomathematical analytical framework. This study implies that integrating local wisdom into mathematics learning provides meaningful instructional materials that enhance conceptual understanding while preserving national cultural heritage. ABSTRAK Keberagaman budaya Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar matematika yang kontekstual melalui pendekatan etnomatematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengedukasi dan menganalisis konsep-konsep matematika yang terkandung dalam kuliner tradisional putu bambu dan alat musik tradisional kendang khas Jawa Timur. Melalui penelitian kualitatif deskriptif berpendekatan etnografi, data dihimpun dari wawancara mendalam bersama pembuat kuliner dan pengrajin alat musik, observasi langsung, serta studi literatur. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa putu bambu dan kendang merepresentasikan berbagai konsep matematika formal, meliputi bangun datar lingkaran, bangun ruang tabung, perbandingan rasio, serta perhitungan waktu dan suhu. Permukaan dan cetakan kedua objek membentuk bangun geometri lingkaran dan tabung, sementara proses pembuatan adonan serta pengeringan kulit menerapkan konsep rasio dan durasi waktu. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggabungan objek kuliner dan instrumen musik tradisional dalam satu kerangka analisis etnomatematika. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa integrasi kearifan lokal putu bambu dan kendang dapat diimplementasikan sebagai bahan ajar matematika yang kontekstual untuk meningkatkan pemahaman siswa sekaligus melestarikan warisan budaya nasional.    
EKSPLORASI KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MELALUI PENGGUNAAN KALKULATOR SISWA KELAS VII SMP/MTs Nazhira Nazhira; Zulkifli Zulkifli; Khairina Khairina
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.13568

Abstract

ABSTRACT Creative thinking is a crucial competency that needs to be developed in mathematics learning because it helps students generate various alternative solutions to problems. However, many students are still accustomed to using a single routine procedure and experience difficulties when faced with problems that require different strategies. This study aims to describe students' creative thinking skills in completing basic arithmetic operations using a calculator with a limited number of buttons. This study used a qualitative approach with a descriptive research type. The subjects consisted of six seventh-grade students at SMP Swasta Islam Al-Falah, selected purposively based on initial test results and communication skills, representing high, medium, and low ability categories. Data were collected through creative thinking ability tests, semi-structured interviews, and documentation. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that using a calculator with a limited number of buttons can elicit indicators of creative thinking, namely fluency, flexibility, originality, and elaboration, although each student's level of achievement varies. It is concluded that calculator use can be an effective medium for exploring and developing students' creative thinking skills in mathematics learning. ABSTRAK Kemampuan berpikir kreatif merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika karena membantu siswa menghasilkan berbagai alternatif solusi dalam menyelesaikan masalah. Namun, pada kenyataannya banyak siswa masih terbiasa menggunakan satu prosedur rutin dan mengalami kesulitan ketika dihadapkan pada soal yang menuntut strategi yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan operasi hitung dasar melalui penggunaan kalkulator dengan beberapa tombol yang dibatasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas enam siswa kelas VII SMP Swasta Islam Al-Falah yang dipilih secara purposive berdasarkan hasil tes awal dan kemampuan komunikasi, mewakili kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kreatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kalkulator dengan tombol terbatas dapat memunculkan indikator berpikir kreatif, yaitu kelancaran, keluwesan, keaslian, dan elaborasi, dengan tingkat pencapaian setiap siswa berbeda. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan kalkulator dapat menjadi media yang efektif untuk mengeksplorasi dan mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran matematika.
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA MAKANAN TRADISIONAL CIMPA TUANG DAN ALAT MUSIK TRADISIONAL TAGANING Cindi Klaudiah; Esra Iyonalita Simarmata; Frans Alki Tarigan; Joy Manalu; Karen Chintya Silalahi; Rodearni Ayu Agustina Sitinjak; Yohana Claudia Sihombing
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.13613

Abstract

ABSTRAKThis study aims to explore mathematical concepts within the culture of the traditional food cimpa tuang and the traditional musical instrument taganing as part of the Batak culture in North Sumatra. This study employs a qualitative research design with an ethnographic approach. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The data obtained were analyzed to identify the mathematical concepts embedded in the form, structure, and production process of these two cultural objects. The results of this study indicate that the traditional food “cimpa tuang” and the traditional musical instrument “taganing” incorporate traditional mathematical concepts, specifically geometric concepts comprising both plane and solid geometry. In addition, concepts of comparison, measurement, time calculation, as well as patterns and sequences were also found in the processes of their creation and use. This study demonstrates that cimpa tuang and taganing can serve as tools to introduce mathematical concepts, enabling students to become more familiar with and understand abstract mathematical concepts in a more concrete way, while also fostering an appreciation for local culture. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep matematika dengan budaya pada makanan tradisonal cimpa tuang dan alat musik tradisional taganing sebagai bagian dari budaya masyarakat Batak di Sumatra Utara. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis untuk mengidentifikasi konsep-konsep matematika yang terkandung dalam bentuk, struktur, serta proses pembuatan kedua objek budaya tersebut. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam makanan tradisional cimpa tuang dan alat musik tradisional taganing terdapat konsep tradisional matematika, yaitu konsep geometri yang terdiri dari geometri bangun datar dan bangun ruang. Selain itu, ditemukan pula konsep perbandingan, pengukuran, perhitungan waktu, serta pola dan urutan dalam proses pembuatan dan penggunaannya. Penelitian ini menunjukkan bahwa cimpa tuang dan taganing dapat dijadikan alat untuk memperkenalkan konsep-konsep matematika, sehingga peserta didik lebih mengenal dan memahami konsep matematika yang bersifat abstrak secara lebih konkret serta meningkatkan apresiasi terhadap budaya daerah.    
ANALISIS EFIKASI DIRI (SELF EFFICACY) SISWA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS XI Ainul Hidayat; Hamka Lodang; Andi Faridah Arsal
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.13707

Abstract

ABSTRACT Biology learning exposes students to material that requires conceptual understanding, task completion, and persistence when the learning process becomes challenging. In such circumstances, self-efficacy is one of the aspects associated with how students perceive their own capabilities in dealing with academic demands. This study examined the self-efficacy of Grade XI students at MAN 1 Soppeng through a survey using a quantitative descriptive approach. A total of 74 students, representing the entire Grade XI population, participated through saturated sampling. Data on self-efficacy were collected using a semantic differential scale consisting of 24 statements and analyzed based on mean scores and percentages across the dimensions of magnitude, strength, and generality. The measurement produced a mean score of 75.85, placing students’ self-efficacy in the high category. This finding indicates that students were relatively confident in dealing with tasks of varying levels of difficulty, maintaining their efforts when encountering obstacles, and applying their confidence in their abilities across various biology learning situations. These findings suggest the need to maintain a supportive learning environment so that students’ self-efficacy can be sustained and further developed optimally. ABSTRAK Pembelajaran biologi menghadapkan siswa pada materi yang menuntut pemahaman konsep, penyelesaian tugas, dan ketahanan ketika proses belajar tidak berlangsung mudah. Dalam situasi tersebut, efikasi diri menjadi salah satu aspek yang berkaitan dengan cara siswa memandang kemampuan dirinya dalam menghadapi tuntutan akademik. Penelitian ini memotret kondisi efikasi diri siswa kelas XI MAN 1 Soppeng melalui survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sebanyak 74 siswa yang merupakan seluruh populasi kelas XI dilibatkan menggunakan teknik sampling jenuh. Informasi mengenai efikasi diri diperoleh melalui angket skala semantik diferensial yang memuat 24 pernyataan, kemudian dianalisis berdasarkan nilai rata-rata dan persentase pada dimensi magnitude, strength, dan generality. Hasil pengukuran menghasilkan skor rata-rata 75,85 dan menempatkan efikasi diri siswa pada kategori tinggi. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa siswa relatif yakin menghadapi tugas dengan tingkat kesulitan yang beragam, mempertahankan usaha saat menemui hambatan, serta membawa keyakinan terhadap kemampuan dirinya ke dalam berbagai situasi pembelajaran biologi. Temuan ini mengarah pada perlunya mempertahankan lingkungan belajar yang suportif agar keyakinan tersebut tetap terpelihara dan dapat berkembang secara optimal.
PENGARUH MODEL SOCIO-SCIENTIFIC ISSUE (SSI) BERBASIS LITERASI SAINS TERHADAP COMMUNICATION SKILL SISWA KELAS XI SMA Ika Paradina Kusma; Sitti Asmah; Sri Wahyuni
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.13958

Abstract

Communication skills are essential 21st-century competencies, yet many students still demonstrate limited ability to communicate scientific ideas because biology instruction has not fully encouraged discussion, argumentation, and evidence-based communication. Although the Socio-Scientific Issues (SSI) learning model has been widely investigated for improving scientific literacy, critical thinking, and argumentation, studies examining the effectiveness of science literacy-based SSI in enhancing senior high school students' communication skills remain limited. This study aimed to examine the effect of the science literacy-based SSI learning model on the communication skills of eleventh-grade students at SMA Negeri 15 Bone. A quantitative approach with a quasi-experimental design using a Nonequivalent Control Group Design was employed. The sample consisted of 66 students selected through purposive sampling. Data were collected using communication skills questionnaires, observation sheets, and documentation, and analyzed through descriptive and inferential statistics. Since the data were not normally distributed, the hypothesis was tested using the Mann–Whitney U test. The findings revealed that the science literacy-based SSI learning model had a significant positive effect on students' communication skills. These findings provide empirical evidence that integrating SSI with scientific literacy effectively promotes communication skills as a key competency for 21st-century learning. ABSTRAK Keterampilan komunikasi merupakan salah satu kompetensi abad ke-21 yang masih tergolong rendah karena pembelajaran biologi belum sepenuhnya mendorong siswa untuk berdiskusi, berargumentasi, dan mengomunikasikan gagasan secara ilmiah. Meskipun model Socio-Scientific Issue (SSI) telah banyak dikaji dalam meningkatkan literasi sains, berpikir kritis, dan argumentasi, penelitian yang secara khusus menguji efektivitas SSI berbasis literasi sains terhadap keterampilan komunikasi siswa SMA masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh model pembelajaran Socio-Scientific Issue (SSI) berbasis literasi sains terhadap keterampilan komunikasi siswa kelas XI SMA Negeri 15 Bone. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experiment tipe Nonequivalent Control Group Design. Sampel berjumlah 66 siswa yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi angket keterampilan komunikasi, lembar observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal, sehingga pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji Mann–Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model SSI berbasis literasi sains berpengaruh signifikan terhadap keterampilan komunikasi siswa. Temuan ini memberikan bukti empiris bahwa integrasi SSI dan literasi sains efektif mendukung pengembangan keterampilan komunikasi sebagai kompetensi penting abad ke-21.
ETNOMATEMATIKA DALAM PROSES PEMBUATAN JAJANAN KHAS LOMBOK Hilmiatun Hilmiatun; Al Kusaeri; Afifurrahman Afifurrahman
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.13997

Abstract

ABSTRACT Mathematics is not only learned in schools but can also be found in various cultural activities in society. One example of the application of mathematics in everyday life is seen in the process of making Lombok's traditional snacks, poteng and jaje tujak. This study aims to describe the process of making poteng and jaje tujak, identify the mathematical activities that occur during the process based on Alan Bishop's theory, and explain its relationship to mathematics learning in schools. This study used a qualitative approach with an ethnographic approach. The research was conducted in Tamansari Village, Gunungsari District, West Lombok Regency. Data were obtained through observation, interviews, and documentation with community members who have experience making poteng and jaje tujak. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was checked using triangulation of sources, techniques, and time. The results of the study indicate that the process of making poteng and jaje tujak contains six mathematical activities based on Alan Bishop's theory, namely counting, measuring, locating, designing, explaining, and playing. These activities are seen in the activities of calculating the amount of ingredients, determining the measurements, arranging the processing time, determining the shape and size of the snacks, applying rules that have been passed down from generation to generation, and explaining the stages of making them. These mathematical activities are related to mathematics materials in schools, such as numbers, measurements, fractions, geometry, patterns, mathematical reasoning, and problem solving. Thus, the process of making poteng and jaje tujak contains mathematical concepts that are integrated into the community culture and have the potential to be used as contextual mathematics learning resources. ABSTRAK Matematika tidak hanya dipelajari di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat ditemukan dalam berbagai aktivitas budaya masyarakat. Salah satu bentuk penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari terlihat pada proses pembuatan jajanan tradisional khas Lombok, yaitu poteng dan jaje tujak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembuatan poteng dan jaje tujak, mengidentifikasi aktivitas matematis yang muncul berdasarkan teori Alan Bishop, serta menjelaskan keterkaitannya dengan pembelajaran matematika di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi yang dilaksanakan di Desa Tamansari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan poteng dan jaje tujak memuat enam aktivitas matematis menurut teori Alan Bishop, yaitu counting, measuring, locating, designing, explaining, dan playing. Aktivitas tersebut tercermin dalam kegiatan menghitung jumlah bahan, menentukan takaran dan waktu pengolahan, mengatur posisi penyimpanan, membentuk jajanan, menyesuaikan proses berdasarkan pengalaman, serta menjelaskan tahapan pembuatannya. Aktivitas-aktivitas tersebut berkaitan dengan materi matematika di sekolah, seperti bilangan, pengukuran, geometri, posisi, penalaran matematis, dan pemecahan masalah. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembuatan poteng dan jaje tujak memiliki potensi sebagai sumber belajar matematika berbasis etnomatematika yang kontekstual, sehingga dapat mendukung pembelajaran matematika yang lebih bermakna sekaligus memperkuat pelestarian budaya lokal.