cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 679 Documents
PENGEMBANGAN PANDUAN PRAKTIKUM BIOLOGI PADA PROGRAM STUDI S1 PGSD FKIP UNIVERSITAS TANJUNGPURA Jhoni Tri Santoso; Hairida Hairida; Hery Kresnadi
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.14495

Abstract

This study aimed to develop and validate an inquiry-based biology practicum guide for the Elementary School Teacher Education Program (PGSD), Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Tanjungpura. The study employed a modified Research and Development (R&D) method using the ADDIE development model, which consisted of three stages: Analysis, Design, and Development. The subjects of the study were two biology education experts who served as validators of the developed product. The research instrument was a validation sheet used to assess the material, language, and presentation aspects of the practicum guide. The validation results showed that the average scores for the material, language, and presentation aspects were 4.00, 4.00, and 4.00, respectively, indicating that all aspects were categorized as "very valid". Based on these findings, it can be concluded that the inquiry-based biology practicum guide is valid and feasible for use in science practicum courses, particularly on the topics of food chains, life cycles, and the locomotor system. The guide is expected to support more active and systematic learning. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi panduan praktikum biologi berbasis inquiry pada Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Tanjungpura. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) yang dimodifikasi dengan model pengembangan Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation (ADDIE) yang meliputi tahap Analysis, Design, dan Development. Subjek penelitian terdiri atas dua orang ahli pembelajaran biologi yang berperan sebagai validator produk. Instrumen penelitian berupa lembar validasi yang digunakan untuk menilai aspek materi, bahasa, dan penyajian pada panduan praktikum yang dikembangkan. Hasil validasi menunjukkan bahwa rata-rata skor aspek materi sebesar 4,00, aspek bahasa sebesar 4,00, dan aspek penyajian sebesar 4,00, yang menunjukkan bahwa seluruh aspek memperoleh kategori very valid. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa panduan praktikum biologi berbasis inquiry yang dikembangkan valid dan layak digunakan sebagai bahan ajar dalam perkuliahan praktikum IPA, khususnya pada materi rantai makanan, siklus hidup, dan sistem gerak. Panduan ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pembelajaran yang lebih aktif dan sistematis.  
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEB MENGGUNAKAN CANVA PADA MATERI PEWARISAN SIFAT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Leni Rosilawati; Anna Hindriana; Agus Yadi Ismail
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.14496

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of web-based learning media integrating Canva and Quizizz on heredity topics for grade IX students. This research and development study applied the ADDIE model with a quasi-experimental design involving 30 experimental students and 32 control students at SMPN 1 Kadugede. Expert validation results indicated that the ZonaPaham media was valid and suitable for learning activities. The improvement in student learning outcomes in the experimental class achieved an average N-Gain of 0.58 in the medium category. This score was significantly higher than the control class, which achieved an N-Gain of 0.30 in the low category. Welch’s T-Test confirmed a significant difference in posttest scores between the experimental and control groups with a Sig. value of 0.000. All indicators in the student response questionnaire yielded positive assessments toward the use of this interactive media. It can be concluded that the ZonaPaham web media based on Canva and Quizizz effectively improves student learning outcomes in heredity material and creates an enjoyable learning atmosphere. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas media pembelajaran berbasis web yang mengintegrasikan Canva dan Quizizz pada materi pewarisan sifat kelas IX SMP. Penelitian research and development ini menerapkan model ADDIE dengan desain quasi-experiment pada 30 siswa kelas eksperimen dan 32 siswa kelas kontrol di SMPN 1 Kadugede. Hasil penilaian validasi menunjukkan bahwa media ZonaPaham bernilai valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Peningkatan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen mencapai rata-rata N-Gain sebesar 0,58 dalam kategori sedang. Nilai tersebut secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang hanya memperoleh N-Gain sebesar 0,30 dalam kategori rendah. Uji Welch’s T-Test membuktikan adanya perbedaan rata-rata posttest yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai Sig. 0,000. Seluruh indikator angket respons siswa memberikan penilaian positif terhadap penggunaan media interaktif ini dalam pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan media web ZonaPaham berbasis Canva dan Quizizz efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pewarisan sifat serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.    
PEMANFAATAN VIRTUAL LAB UNTUK MENGURANGI MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI IPA YANG ABSTRAK Siti Khoirunnisa; Umi Habibahtul A’liyah; Ceni Liswati; Kasyifatun Naza; Sitti Sastriana Bada; Ainun Badriah; Nurzeini Herdiyansyah; Acep Musliman
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.14497

Abstract

Misconceptions in abstract Science (IPA) concepts remain a significant issue in education because they hinder the development of accurate conceptual understanding and create difficulties for students in learning more advanced scientific concepts. The abstract nature of many science topics, which involve microscopic phenomena and processes that cannot be directly observed, often leads students to construct understandings that differ from accepted scientific concepts. Advances in educational technology have introduced virtual laboratories (virtual labs) as an alternative learning medium capable of visualizing abstract concepts through interactive simulations. This study aims to analyze the effectiveness of virtual laboratories in reducing students’ misconceptions in abstract science topics and to identify the most effective implementation strategies for supporting conceptual change. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) approach using the PRISMA protocol. Data were collected from articles indexed in Google Scholar, Garuda, Scopus, and ERIC published between 2021 and 2026. The literature selection process followed four stages: identification, screening, eligibility, and inclusion, resulting in 15 articles that met the inclusion criteria. Data were analyzed using descriptive synthesis techniques. The findings indicate that virtual laboratories are effective in reducing misconceptions through the visualization of abstract concepts, interactive experimentation, repeated simulations, and the creation of cognitive conflict that promotes conceptual change. In addition, virtual labs were found to enhance conceptual understanding, learning outcomes, critical thinking skills, learner autonomy, and student engagement. Therefore, virtual laboratories can be recommended as an effective instructional medium for remediating misconceptions in abstract science topics while supporting more innovative and meaningful science learning. ABSTRAK Miskonsepsi pada materi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang bersifat abstrak masih menjadi permasalahan penting dalam pembelajaran karena dapat menghambat pembentukan pemahaman konseptual yang benar dan berdampak pada kesulitan siswa dalam mempelajari konsep-konsep lanjutan. Karakteristik materi IPA yang banyak memuat fenomena mikroskopis dan sulit diamati secara langsung menyebabkan siswa rentan membangun konsep yang tidak sesuai dengan konsep ilmiah. Perkembangan teknologi pendidikan menghadirkan virtual laboratory (virtual lab) sebagai alternatif pembelajaran yang mampu memvisualisasikan konsep abstrak melalui simulasi interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas virtual laboratory dalam mengurangi miskonsepsi siswa pada materi IPA yang bersifat abstrak serta mengidentifikasi bentuk implementasi yang paling efektif dalam mendukung perubahan konseptual siswa. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA. Data diperoleh dari artikel yang terindeks pada Google Scholar, Garuda, Scopus, Sinta, dan ERIC dengan rentang publikasi tahun 2021–2026. Proses seleksi literatur dilakukan melalui tahap identification, screening, eligibility, dan inclusion hingga diperoleh 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis menggunakan teknik sintesis deskriptif terhadap hasil penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa virtual laboratory efektif mengurangi miskonsepsi melalui visualisasi konsep abstrak, eksperimen interaktif, pengulangan simulasi, serta penciptaan konflik kognitif yang mendorong perubahan konseptual. Selain itu, virtual lab terbukti meningkatkan pemahaman konsep, hasil belajar, keterampilan berpikir kritis, kemandirian belajar, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, virtual laboratory dapat direkomendasikan sebagai media pembelajaran yang efektif untuk meremediasi miskonsepsi pada materi IPA abstrak serta mendukung pembelajaran sains yang lebih inovatif dan bermakna.  
LEARNING CYCLE 5E SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF PADA PEMBELAJARAN MIPA: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW (SLR) Neli Permatasari; Saptiawati Saptiawati; Nadirah Nadirah; Sabila Aprilia; Novita Trianah; Margareta Ayu Wijanarko; Desti Nurdiana Eka Putri; Acep Musliman
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.14498

Abstract

Low literacy and higher-order thinking skills in science and mathematics education demand a transformation from conventional teaching to innovative constructivist models. This Systematic Literature Review (SLR) study following the PRISMA guidelines aimed to systematically examine the effectiveness, methodological trends, and distribution of dependent variables influenced by the Learning Cycle 5E model. Literature selection was conducted through four main stages: identification, screening, eligibility, and inclusion, resulting in 15 final indexed scientific articles (2020–2026) from an initial search of 130 articles. Data synthesis results showed that the Learning Cycle 5E was predominantly implemented in secondary schools (junior and senior high schools) as well as elementary schools within science/STEM and mathematics subjects. Quasi-experimental design emerged as the most frequently utilized research method. The application of the Learning Cycle 5E model was proven to significantly exert a positive impact on enhancing students' critical thinking skills, mathematical problem-solving abilities, conceptual understanding, scientific argumentation, and cognitive learning outcomes. The main conclusion confirms that the Learning Cycle 5E model is highly adaptive and effective as an innovative science and mathematics learning strategy for building deep understanding and supporting 21st-century skill achievements. ABSTRAK Rendahnya literasi dan keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran MIPA menuntut adanya transformasi dari pembelajaran konvensional menuju model konstruktivistik yang inovatif. Penelitian Systematic Literature Review (SLR) berpedoman alur PRISMA ini bertujuan mengkaji secara sistematis efektivitas, tren metodologis, serta sebaran variabel terikat yang dipengaruhi oleh model Learning Cycle 5E. Seleksi literatur dilakukan melalui empat tahapan utama: identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi, yang menghasilkan 15 artikel ilmiah final terindeks (2020–2026) dari pencarian awal sebanyak 130 artikel. Hasil sintesis data menunjukkan bahwa Learning Cycle 5E dominan diimplementasikan pada jenjang sekolah menengah (SMP dan SMA/SMK) serta sekolah dasar pada mata pelajaran IPA/STEM dan Matematika. Desain kuasi-eksperimen menjadi metode yang paling banyak digunakan oleh para peneliti. Penggunaan model Learning Cycle 5E terbukti secara signifikan memberikan dampak positif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah matematis, pemahaman konsep, argumentasi ilmiah, serta hasil belajar kognitif siswa. Simpulan utama menegaskan bahwa model Learning Cycle 5E sangat adaptif dan efektif sebagai strategi pembelajaran inovatif MIPA dalam membangun pemahaman mendalam serta mendukung ketercapaian keterampilan abad ke-21.    
ANALISIS VIDEO YOUTUBE PARTIKEL PENYUSUN MATERI DITINJAU DARI PRINSIP MULTIMEDIA MAYER Sherli Faulina Simanjuntak; Faizah Qurrata Aini
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.14567

Abstract

ABSTRACT YouTube has become an increasingly popular resource for chemistry learning because it enables the visualization of abstract concepts. However, the multimedia design quality of educational videos varies considerably and is not always aligned with instructional principles that effectively support students’ cognitive processes. Furthermore, studies examining the implementation of Mayer’s Multimedia Principles in Indonesian-language chemistry learning videos, particularly on the topic of Particles of Matter, remain limited. This study aimed to analyze the application of six Mayer’s Multimedia Principles, namely Coherence, Temporal Contiguity, Spatial Contiguity, Segmenting, Cueing, and Organization, in 12 Indonesian-language YouTube videos. A qualitative content analysis approach was employed. Data were collected through a coding process using an instrument adapted from the codebook developed by Magnone et al. (2023) and analyzed following the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The findings revealed that the Coherence, Segmenting, and Organization principles were consistently implemented, whereas Temporal Contiguity and Spatial Contiguity were applied at a moderate level. In contrast, Cueing was the least frequently implemented principle. These findings suggest that both content characteristics and creators’ presentation styles contribute to variations in the implementation of multimedia principles. Therefore, selecting educational videos should consider not only content relevance but also multimedia design quality to better support effective chemistry learning. ABSTRAK Video YouTube semakin banyak dimanfaatkan sebagai sumber belajar kimia karena mampu menyajikan konsep abstrak secara visual, namun kualitas desain multimedia setiap video belum tentu sesuai dengan prinsip pembelajaran yang mendukung proses kognitif peserta didik. Selain itu, kajian mengenai penerapan Prinsip Multimedia Mayer pada video pembelajaran kimia berbahasa Indonesia, khususnya materi Partikel Penyusun Materi, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan enam Prinsip Multimedia Mayer, yaitu Coherence, Temporal Contiguity, Spatial Contiguity, Segmenting, Cueing, dan Organization, pada 12 video YouTube berbahasa Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode content analysis. Data dikumpulkan melalui pengkodean menggunakan instrumen yang diadaptasi dari kodebuku Magnone dkk. (2023), kemudian dianalisis mengikuti model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip Coherence, Segmenting, dan Organization diterapkan secara optimal, sedangkan Temporal Contiguity dan Spatial Contiguity tergolong cukup baik. Sebaliknya, prinsip Cueing merupakan aspek yang paling jarang diterapkan. Temuan ini menunjukkan bahwa karakteristik materi dan gaya penyajian kreator berkontribusi terhadap variasi penerapan prinsip multimedia. Oleh karena itu, pemilihan video pembelajaran tidak hanya perlu mempertimbangkan kesesuaian materi, tetapi juga kualitas desain multimedia agar mampu mendukung pembelajaran kimia secara lebih efektif.
PENGARUH MODEL EXPERIENTIAL LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPAS KELAS IV SDN GELANG 1 TULANGAN Rizqa Putri Ramadhanti; Arie Widya Murni; Hikmah Luqiyah Kartikasari
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.14580

Abstract

Critical thinking is an important competency in IPAS learning because students need to analyze phenomena, provide logical reasoning, and draw conclusions based on the information obtained. However, learning that emphasizes theoretical concept delivery may limit students’ opportunities to develop these skills. This study aimed to determine the effect of the experiential learning model on students’ critical thinking skills in learning energy transformation in Grade IV at SDN Gelang 1 Tulangan, Sidoarjo. This study employed a quantitative approach using a pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design. The study was conducted in May 2026 and involved 14 students. Data were collected through a critical thinking skills test and observations of teacher and student activities. The instrument underwent content validation, validity testing, and reliability testing. Data were analyzed using the Shapiro-Wilk test and paired sample t-test with SPSS version 21. The results showed that the mean pretest score was 52, with a mastery rate of 0%, while the mean posttest score increased to 95, with a mastery rate of 100%. The data were normally distributed, with significance values of 0.090 for the pretest and 0.233 for the posttest. The paired sample t-test yielded a Sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05, indicating a significant difference before and after implementation. Thus, experiential learning can be an alternative approach to support students’ critical thinking skills in IPAS learning. ABSTRAK Kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran IPAS karena siswa perlu mampu menganalisis fenomena, memberikan alasan, dan menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang diperoleh. Namun, pembelajaran yang berorientasi pada penyampaian konsep secara teoritis dapat membatasi kesempatan siswa untuk mengembangkan kemampuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model experiential learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi perubahan bentuk energi di kelas IV SDN Gelang 1 Tulangan Sidoarjo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis pre-experimental dan desain one-group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan pada Mei 2026 dengan subjek 14 siswa. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kritis dan observasi aktivitas guru serta siswa. Instrumen telah melalui validasi isi, uji validitas, dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk dan paired sample t-test dengan bantuan SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pretest sebesar 52 dengan ketuntasan 0%, sedangkan rata-rata posttest meningkat menjadi 95 dengan ketuntasan 100%. Data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi pretest 0,090 dan posttest 0,233. Uji paired sample t-test memperoleh Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, menunjukkan perbedaan signifikan sebelum dan sesudah penerapan model. Dengan demikian, experiential learning dapat menjadi alternatif pembelajaran IPAS untuk mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN RME BERBANTUAN E-FLIPBOOK BERBASIS BUDAYA JAWA Itsna Naza Jauharoh; Henry Suryo Bintoro; Himmatul Ulya
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.14605

Abstract

ABSTRACT The initial condition of students’ mathematical critical thinking skills at SMA Negeri 2 Bae Kudus indicated the need for learning experiences that provide greater opportunities for students to process and justify their thinking. A preliminary study involving 36 tenth-grade students yielded an average score of 41.15. This study was conducted during the second semester of the 2025/2026 academic year to analyze the improvement of these skills through the implementation of Realistic Mathematics Education (RME) assisted by a culture-based E-Flipbook on the topic of measures of central tendency. A quasi-experimental approach with a nonequivalent pretest-posttest control group design was employed in two classes selected through simple random sampling: class X E4 received RME instruction assisted by a Javanese culture-based E-Flipbook, while class X E5 received direct instruction. Students’ abilities were measured using essay tests administered before and after the treatment, followed by normality, homogeneity, and N-Gain analyses. In the experimental group, the mean score increased from 36.46 to 80.38, with an N-Gain of 0.70, categorized as high. A total of 22 students achieved a high level of improvement, while 14 students were categorized as moderate. These findings indicate that integrating a realistic approach, digital media, and local cultural context can serve as an alternative for creating mathematics learning experiences that support the development of students’ critical thinking skills. ABSTRAK Kondisi awal kemampuan berpikir kritis matematis siswa di SMA Negeri 2 Bae Kudus memperlihatkan perlunya pengalaman belajar yang memberi ruang lebih besar bagi siswa untuk mengolah dan mempertanggungjawabkan proses berpikirnya. Studi pendahuluan terhadap 36 siswa kelas X menghasilkan rata-rata kemampuan sebesar 41,15. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 untuk menganalisis peningkatan kemampuan tersebut melalui penerapan Realistic Mathematics Education (RME) berbantuan E-Flipbook berbasis budaya Jawa pada materi ukuran pemusatan data. Rancangan quasi-experimental dengan bentuk nonequivalent pretest-posttest control group design digunakan pada dua kelas yang dipilih melalui simple random sampling, yaitu X E4 sebagai kelompok yang memperoleh pembelajaran RME berbantuan E-Flipbook berbasis budaya Jawa dan X E5 sebagai kelompok yang mengikuti pembelajaran langsung. Kemampuan siswa diukur melalui tes uraian sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan N-Gain. Pada kelompok eksperimen, rata-rata skor meningkat dari 36,46 menjadi 80,38, dengan N-Gain 0,70 berkategori tinggi. Sebanyak 22 siswa mencapai kategori peningkatan tinggi dan 14 siswa berada pada kategori sedang. Capaian tersebut mengindikasikan bahwa integrasi pendekatan realistis, media digital, dan konteks budaya lokal dapat menjadi alternatif untuk membangun pengalaman pembelajaran matematika yang mendukung perkembangan kemampuan berpikir kritis siswa.
DEVELOPMENT OF THE 5T-FSMD (FIVE TIER FLUIDS STATIC MENTAL-MODEL DIAGNOSTIC) INSTRUMENT TO IDENTIFY STUDENTS’ MENTAL MODEL PROFILES Rachel Marchella; Hera Novia; Achmad Samsudin; Haerul Pathoni; Evita Enggereini; Nor Farahwahidah Abdul Rahman
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.14633

Abstract

ABSTRACT Identifying students' mental models of static fluids remains challenging because conventional assessments are unable to comprehensively capture students' answers, reasoning, confidence levels, and the sources of their conceptions. This study aimed to develop a valid and reliable Five-Tier Fluids Static Mental-Model Diagnostic (5T-FSMD) instrument to identify students' mental model profiles on static fluid concepts. The study employed a Research and Development (R&D) approach using the 4D model (Define, Design, Develop, and Disseminate). The participants were 198 eleventh-grade senior high school students in Bandung who had studied static fluids. The instrument was validated by experts and empirically tested using Rasch Model analysis with Winsteps software. The results indicated that the instrument demonstrated valid content and construct validity, with coefficients ranging from 0.81 to 0.85. The Rasch analysis yielded a Raw Variance Explained value of 38.3%, person reliability of 0.77, item reliability of 0.98, and Cronbach's Alpha of 0.79. Thirteen of the fifteen items met the model fit criteria. Students' mental model profiles were dominated by the Synthesis Partial Understanding category (64.88%), followed by the Scientific Model (17.04%), Synthesis Misconception (12.05%), and Initial Model (6.03%), with the highest misconception found in the concept of hydrostatic pressure. Therefore, the 5T-FSMD instrument is suitable as a valid and reliable diagnostic assessment for identifying students' mental model profiles on static fluid concepts. ABSTRAK Identifikasi mental model peserta didik pada materi fluida statis masih menjadi tantangan karena asesmen konvensional belum mampu mengungkap jawaban, alasan, tingkat keyakinan, dan sumber terbentuknya konsepsi secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen Five-Tier Fluids Static Mental-Model Diagnostic (5T-FSMD) yang valid dan reliabel untuk mengidentifikasi profil mental model peserta didik pada konsep fluida statis. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Subjek penelitian melibatkan 198 peserta didik kelas XI SMA di Kota Bandung yang telah mempelajari materi fluida statis. Validitas instrumen dinilai oleh ahli, sedangkan pengujian empiris dilakukan menggunakan analisis Rasch Model berbantuan perangkat lunak Winsteps. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen memiliki validitas isi dan konstruk yang valid dengan koefisien 0,81–0,85. Analisis Rasch menghasilkan Raw Variance Explained sebesar 38,3%, person reliability 0,77, item reliability 0,98, dan Cronbach's Alpha 0,79. Sebanyak 13 dari 15 butir memenuhi kriteria kesesuaian model. Profil mental model didominasi kategori Synthesis Partial Understanding (64,88%), diikuti Scientific Model (17,04%), Synthesis Misconception (12,05%), dan Initial Model (6,03%), dengan miskonsepsi tertinggi pada konsep tekanan hidrostatis. Instrumen 5T-FSMD layak digunakan sebagai asesmen diagnostik untuk mengidentifikasi profil mental model peserta didik pada materi fluida statis.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS PESERTA DIDIK KELAS IV SD PLUS CAHAYA BUDAYA Anzeli Rohmatul Khulud; Nurul Aini; Novaria Lailatul Jannah; Achmad Wahyudi; Arie Widya Murni
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.14639

Abstract

IPAS learning on plant reproduction requires active student engagement so that concepts are understood not merely through memorization but through observation, exploration, and discovery. This study aimed to analyze the effect of the Discovery Learning model on the IPAS learning outcomes of fourth-grade students at SD Plus Cahaya Budaya, particularly on the topic of plant reproduction. This quantitative study employed a pre-experimental method with a One Group Pretest-Posttest design. The participants were 14 fourth-grade students selected using a saturated sampling technique. Data were collected through observation and a learning achievement test. The test instrument was subjected to expert validation as well as validity and reliability testing before being administered. Data were analyzed using the Shapiro-Wilk normality test and a Paired Sample t-Test with the assistance of IBM SPSS Statistics version 24. The results showed that the mean learning outcome increased from 47.1 in the pretest to 74.2 in the posttest, representing an increase of 27.1 points. The Paired Sample t-Test yielded a t value of -6.592 with a significance value of 0.000 < 0.05, indicating a significant difference between students' learning outcomes before and after the implementation of the Discovery Learning model. These findings indicate that Discovery Learning had a positive effect on students' IPAS learning outcomes, although causal interpretation should take into account the limitation of the one-group design without a control group. Therefore, Discovery Learning can be considered an alternative approach to IPAS instruction that encourages active student engagement in discovering and understanding concepts. ABSTRAK Pembelajaran IPAS pada materi perkembangbiakan tumbuhan memerlukan keterlibatan aktif peserta didik agar konsep tidak hanya dipahami melalui hafalan, tetapi melalui proses pengamatan, eksplorasi, dan penemuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Discovery Learning terhadap hasil belajar IPAS peserta didik kelas IV SD Plus Cahaya Budaya pada materi perkembangbiakan tumbuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest pada jenis penelitian pre-experiment. Subjek penelitian berjumlah 14 peserta didik kelas IV yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes hasil belajar. Instrumen tes telah melalui validasi ahli serta uji validitas dan reliabilitas sebelum digunakan. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan Paired Sample t-Test dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar meningkat dari 47,1 pada pretest menjadi 74,2 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 27,1 poin. Hasil Paired Sample t-Test menunjukkan nilai t = -6,592 dengan signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan model Discovery Learning. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan Discovery Learning memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar IPAS peserta didik, meskipun interpretasi kausalitas perlu mempertimbangkan keterbatasan desain tanpa kelompok kontrol. Model Discovery Learning dapat dipertimbangkan sebagai alternatif pembelajaran IPAS yang mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam menemukan dan memahami konsep.
PENGARUH MEDIA TABEL PERKALIAN DAN PEMBAGIAN (TALIMBA) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PESERTA DIDIK KELAS III SDN BALONGGABUS Muhammad A’az Ilman Furqoni; Wahyu Maulida Lestari; Achmad Faruq
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.14651

Abstract

The low ability of students to solve multiplication and division problems remains one of the challenges in elementary mathematics learning. This condition indicates the need for instructional media that can help students understand the relationship between multiplication and division concepts in a more concrete and systematic manner. This study aimed to examine changes in the numeracy skills of third-grade students at SDN Balonggabus after using the Multiplication and Division Table (TALIMBA). The study employed a quantitative approach with a pre-experimental method using a One Group Pretest-Posttest Design. The sample consisted of 30 third-grade students selected through saturated sampling. Data were collected using a 13-item numeracy test administered before and after the learning intervention. Data were analyzed using the Shapiro-Wilk normality test, Paired Sample t-Test, and N-Gain analysis with the assistance of SPSS. The results showed that the mean numeracy score increased from 60.72 in the pretest to 85.56 in the posttest, representing an increase of 24.84 points. The Paired Sample t-Test yielded t = 13.965, df = 29, and p < 0.001, indicating a statistically significant difference in students' numeracy skills before and after learning with TALIMBA. In addition, the N-Gain score of 0.66 was categorized as moderate. The main finding indicates that the use of TALIMBA was followed by a substantial improvement in students' numeracy skills in multiplication and division. Therefore, TALIMBA has the potential to serve as a simple visual instructional medium to support mathematics learning in elementary schools. ABSTRAK Rendahnya kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan operasi hitung perkalian dan pembagian menjadi salah satu permasalahan dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya media pembelajaran yang dapat membantu peserta didik memahami hubungan antara konsep perkalian dan pembagian secara lebih konkret dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kemampuan berhitung peserta didik kelas III SDN Balonggabus setelah menggunakan media Tabel Perkalian dan Pembagian (TALIMBA). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental dan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian terdiri atas 30 peserta didik yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan tes kemampuan berhitung sebanyak 13 butir soal yang diberikan sebelum dan sesudah pembelajaran. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, Paired Sample t-Test, dan N-Gain dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berhitung meningkat dari 60,72 pada pretest menjadi 85,56 pada posttest, atau mengalami peningkatan sebesar 24,84 poin. Hasil Paired Sample t-Test menunjukkan nilai t = 13,965 dengan df = 29 dan p < 0,001, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan berhitung sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan media TALIMBA. Selain itu, nilai N-Gain sebesar 0,66 berada pada kategori sedang. Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TALIMBA diikuti peningkatan kemampuan berhitung yang cukup substansial pada materi perkalian dan pembagian, sehingga media ini berpotensi menjadi media visual sederhana yang dapat mendukung pembelajaran matematika di sekolah dasar.