cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 745 Documents
PENGARUH KEMAMPUAN MENGELOLA EMOSI TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI ASAM-BASA KELAS XI MAS AT-TAQWA BERU Deswita Deswita; Jayadin Jayadin; Nurhadyati Nurhadyati
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i4.14066

Abstract

This research is motivated by the varied understanding of acid-base concepts among eleventh-grade students of MAS At-Taqwa Beru, frequently accompanied by academic anxiety, poor self-confidence, and a propensity to surrender prematurely when solving complex chemical calculations. This study aims to describe the profile of emotional management skills, evaluate student learning outcomes in acid-base materials, and analyze the significance of the correlational relationship between both variables. This quantitative correlational study involved 14 students of class XI Science recruited through a total saturated sampling technique. Data were collected using a 25-item Likert scale questionnaire assessing five dimensions of emotional regulation and a validated achievement test, which were subsequently examined using the Shapiro-Wilk normality test, Pearson Product Moment correlation, and t-test via SPSS version 25. The findings demonstrated that both students' emotion-management capabilities and their academic achievements were categorized as good, exhibiting a remarkably strong and statistically significant positive association. Consequently, the rejection of the null hypothesis confirms that higher proficiency in regulating affective states directly corresponds to superior comprehension and academic mastery of acid-base concepts. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberagaman pemahaman konsep kimia peserta didik kelas XI MAS At-Taqwa Beru pada materi asam-basa yang kerap disertai dengan kecemasan akademik, rendahnya kepercayaan diri, serta kecenderungan mudah menyerah saat menghadapi soal perhitungan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan mengelola emosi, capaian hasil belajar kimia materi asam-basa, serta menganalisis hubungan korelasional yang signifikan antara kedua variabel tersebut. Penelitian kuantitatif ini menerapkan desain korelasional dengan subjek penelitian sebanyak 14 peserta didik kelas XI IPA yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh (total sampling). Data dikumpulkan menggunakan instrumen angket skala Likert sebanyak 25 butir yang mengukur lima aspek regulasi emosi serta tes tertulis hasil belajar materi asam-basa, yang kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, korelasi Pearson Product Moment, dan uji-t berbantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan mengelola emosi dan hasil belajar berada pada kategori baik, serta terbukti memiliki korelasi positif yang sangat kuat dan signifikan secara statistik. Dengan demikian, penolakan hipotesis nol mengonfirmasi bahwa semakin tinggi kecakapan peserta didik dalam meregulasi dinamika emosinya, semakin optimal pula pencapaian pemahaman konsep kimia yang diperolehnya.    
PEMBELAJARAN GENERATIF TERHADAP KEMAMPUAN PEMODELAN MATEMATIS: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Choirinnasiska Rahmadhani; Maylita Hasyim
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i4.14091

Abstract

ABSTRACT The literature on generative learning and mathematical modeling has expanded, yet its direction, characteristics, and remaining research gaps have not been comprehensively mapped. This Systematic Literature Review (SLR) employed the PRISMA 2020 framework to identify, screen, assess eligibility, and synthesize publications addressing these two areas. The literature search was conducted through Scopus, ERIC, Google Scholar, and Garuda using keywords related to generative learning, mathematical modeling, and mathematics education. Of the 115 articles initially identified, 82 remained after duplicate removal and initial screening, 65 proceeded to title and abstract screening, and 32 ultimately met the criteria for synthesis following full-text assessment and quality assessment. The analyzed literature was dominated by quantitative studies and concentrated primarily on secondary education. Publications increased from 1 article in 2021 to 8 articles in both 2023 and 2024, before declining to 7 articles in 2025 and 3 articles in 2026. The main finding indicates that generative learning has been more frequently associated with problem solving, conceptual understanding, communication, and learning outcomes, whereas studies explicitly examining its role in developing mathematical modeling skills remain limited. Future research should therefore integrate mathematical modeling stages more explicitly and employ qualitative and mixed methods approaches to examine students’ thinking processes. ABSTRAK Perkembangan kajian mengenai generative learning dan kemampuan pemodelan matematis belum diikuti oleh pemetaan yang memperlihatkan arah, karakteristik, dan ruang kajiannya secara utuh. Systematic Literature Review (SLR) ini menggunakan alur PRISMA 2020 untuk menelusuri, menyaring, menilai kelayakan, dan mensintesis publikasi tentang kedua fokus tersebut. Penelusuran dilakukan melalui Scopus, ERIC, Google Scholar, dan Garuda dengan kata kunci yang berkaitan dengan generative learning, mathematical modeling, dan pendidikan matematika. Dari 115 artikel yang teridentifikasi, 82 artikel tersisa setelah penghapusan duplikasi dan penyaringan awal, 65 artikel dilanjutkan pada pemeriksaan judul dan abstrak, dan 32 artikel akhirnya memenuhi kriteria untuk sintesis setelah pemeriksaan teks lengkap serta quality assessment. Literatur yang dianalisis memperlihatkan dominasi penelitian kuantitatif dan konsentrasi pada jenjang pendidikan menengah. Publikasi meningkat dari 1 artikel pada 2021 menjadi 8 artikel pada 2023 dan 2024, kemudian menurun menjadi 7 artikel pada 2025 dan 3 artikel pada 2026. Temuan utama memperlihatkan bahwa generative learning lebih banyak dikaitkan dengan pemecahan masalah, pemahaman konsep, komunikasi, dan hasil belajar, sedangkan kajian yang secara eksplisit menempatkannya untuk mengembangkan pemodelan matematis masih terbatas. Kajian ini mengarahkan penelitian selanjutnya pada integrasi tahapan pemodelan yang lebih eksplisit serta penggunaan pendekatan kualitatif dan mixed methods untuk mengungkap proses berpikir siswa.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK MATA PELAJARAN IPAS Chindi Clodiya Br Tarigan; Eka Margareta Sinaga; Yanti Vidarosa Naibaho
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i4.14359

Abstract

Natural and Social Sciences (IPAS) instruction in primary schools is frequently dominated by teacher-centered lecturing that primarily emphasizes theoretical rote memorization. Conventional classroom assessment also tends to prioritize lower-order cognitive mastery, leaving students' science process skills underdeveloped. Empirical research examining the integration of problem-based approaches to explore the properties of matter in elementary classrooms remains essential to demonstrate its effectiveness in fostering scientific inquiry. Addressing this pedagogical gap, this study aims to investigate the effect of the Problem Based Learning model on the science process skills of fourth-grade students in IPAS instruction at SD Swasta Katolik Diski during the 2025/2026 academic year. This quantitative study utilized a pre-experimental one-group pretest-posttest design involving all 34 fourth-grade students selected through a total sampling technique. The research instruments comprised an essay test measuring science process skills, validated theoretically and empirically, alongside systematic observation sheets to record procedural inquiry behaviors. The empirical findings demonstrated that the students' mean score increased significantly from the poor category at the baseline assessment to the very good category at the post-test evaluation. Inferential statistical testing utilizing the paired sample t-test revealed that the calculated t-value surpassed the critical t-table value at the 0.05 significance level, leading to the rejection of the null hypothesis. Consequently, implementing the Problem Based Learning model exerts a positive and significant effect on enhancing elementary school students' science process skills. ABSTRAK Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar kerap didominasi oleh metode ceramah satu arah yang berfokus pada hafalan teori semata. Praktik evaluasi pembelajaran juga masih condong menilai aspek kognitif tingkat rendah, sehingga keterampilan proses sains peserta didik belum terlatih secara optimal. Penelitian mengenai model pembelajaran berbasis masalah pada materi sifat benda di tingkat sekolah dasar masih perlu diperluas guna membuktikan efektivitasnya dalam memicu keterampilan penyelidikan ilmiah. Berangkat dari kesenjangan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Problem Based Learning terhadap keterampilan proses sains peserta didik pada mata pelajaran IPAS kelas IV SD Swasta Katolik Diski Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian kuantitatif ini menerapkan rancangan pre-experimental design dengan bentuk one-group pretest-posttest design yang melibatkan seluruh peserta didik kelas IV sebanyak 34 orang yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian terdiri atas tes esai keterampilan proses sains yang telah tervalidasi secara teoretis maupun empiris, serta lembar observasi aktivitas penyelidikan ilmiah. Hasil pengujian membuktikan bahwa perolehan nilai rata-rata peserta didik meningkat secara signifikan dari kategori kurang pada pengukuran awal menjadi kategori sangat baik pada pengukuran akhir. Analisis inferensial menggunakan uji paired sample t-test membuktikan bahwa nilai  melampaui nilai  pada taraf signifikansi 0,05, yang menegaskan penolakan hipotesis nol. Dengan demikian, penerapan model Problem Based Learning terbukti memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap penguatan keterampilan proses sains peserta didik sekolah dasar.    
PENERAPAN PENDEKATAN STEAM BERBANTU ALAT PERAGA PAPERSE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS V Annisa Firda Maulia; Duwi Nuvitalia; Intan Rahmawati
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i4.14367

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the interdisciplinary Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) approach assisted by the manipulative PAPERSE prop in improving fifth-grade students' Science Process Skills (SPS) on human respiratory system materials. The methodology employed a pre-experimental design using a one-group pretest-posttest design framework. The research sample was determined using a total sampling technique involving all 28 fifth-grade students at SDN Tegalarum 02. Data were gathered through cognitive written tests, psychomotor observation sheets, structured interviews, and documentation. The results revealed a significant improvement in the average SPS score from 40.50 in the pretest to 97.50 in the posttest, achieving a normalized gain (N-gain) of 0.97, which falls into the high category. Hypothesis testing via paired sample t-test confirmed a statistically significant difference (p<0.05), corroborated by simple linear regression analysis yielding a coefficient of determination (R^2) of 0.746, indicating a 74.6% contribution to students' SPS variance. Thus, integrating the interdisciplinary STEAM approach with manipulative PAPERSE props is proven effective in optimizing young learners' science process skills in primary education. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendekatan interdisipliner Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) berbantu alat peraga manipulatif PAPERSE dalam meningkatkan Keterampilan Proses Sains (KPS) siswa kelas V pada materi sistem pernapasan manusia. Jenis penelitian ini adalah pre-experimental design dengan rancangan one-group pretest-posttest design. Populasi sekaligus sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh yang melibatkan seluruh siswa kelas V SDN Tegalarum 02 sebanyak 28 peserta didik. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen tes tertulis, lembar observasi aktivitas psikomotorik, wawancara, dan dokumentasi proses. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata skor KPS dari 40,50 pada saat pretest menjadi 97,50 pada saat posttest, dengan capaian normalized gain (N-gain) sebesar 0,97 yang tergolong kategori tinggi. Pengujian hipotesis menggunakan paired sample t-test membuktikan adanya perbedaan kemampuan sains yang signifikan (p<0,05), serta diperkuat oleh uji regresi linear sederhana dengan koefisien determinasi (R^2) sebesar 0,746 yang menunjukkan kontribusi perlakuan sebesar 74,6% terhadap variansi KPS siswa. Dengan demikian, integrasi pendekatan STEAM berbantu alat peraga PAPERSE terbukti efektif dalam mengoptimalkan penguasaan keterampilan proses sains siswa di sekolah dasar.    
ANALISIS KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA MATERI PENGURANGAN MEMINJAM PADA SISWA KELAS 3 SDN NGARUS 02 PATI Izzatin Nisa; Filia Prima Artharina; Veryliana Purnamasari
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i4.14395

Abstract

Many elementary school students still struggle with learning subtraction involving regrouping (borrowing). This topic requires an understanding of place value concepts, accuracy, and the ability to apply the steps of vertical subtraction using the regrouping technique. This study aims to describe the difficulties in learning this topic and the factors contributing to these difficulties among third-grade students at SDN Ngarus 02 Pati. A qualitative descriptive approach was employed, with the study subjects comprising the third-grade teacher and 29 third-grade students. Data collection techniques included tests, interviews, observations, questionnaires, and documentation. Data validity was verified through technique and source triangulation, while data analysis involved data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the majority of students still struggle with determining place value, performing the subtraction process with regrouping, and understanding the concept of vertical subtraction, frequently leading to errors during problem-solving steps. The study concludes that these learning difficulties are influenced by both internal and external factors; therefore, more varied teaching strategies, engaging instructional media, and support from teachers and parents are needed to help improve students' understanding of subtraction involving regrouping. ABSTRAK Kesulitan belajar matematika pada materi pengurangan meminjam masih banyak dialami oleh siswa sekolah dasar. Materi ini memerlukan pemahaman konsep nilai tempat, ketelitian, serta kemampuan menerapkan langkah-langkah pengurangan bersusun dengan teknik meminjam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan belajar matematika pada materi pengurangan meminjam serta faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan tersebut pada siswa kelas 3 SDN Ngarus 02 Pati. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian meliputi guru kelas 3 dan 29 siswa kelas 3 SDN Ngarus 02 Pati. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, wawancara, observasi, angket, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam menentukan nilai tempat, melakukan proses pengurangan dengan teknik meminjam, serta memahami konsep pengurangan bersusun sehingga sering melakukan kesalahan dalam langkah-langkah penyelesaian soal. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar matematika pada materi pengurangan meminjam dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang lebih bervariasi, penggunaan media pembelajaran yang menarik, serta dukungan dari guru dan orang tua untuk membantu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pengurangan meminjam.    
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN APLIKASI QUIZIZZ TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI PELUANG SEKOLAH DASAR Muhammad Affan Rofiqi; Ryky Mandar Sary; Joko Sulianto
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i4.14737

Abstract

This study was motivated by the low mathematical problem-solving abilities of elementary school students, particularly regarding probability concepts encompassing understanding problems, devising plans, carrying out procedures, and looking back at solutions. This condition was exacerbated by conventional teaching practices that lacked interactive digital media integration. This study aimed to examine differences in sixth-grade students' problem-solving abilities in probability following the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model assisted by the Quizizz application. A quantitative quasi-experimental approach employing a pretest-posttest control group design was applied, involving 38 sixth-grade students divided into 23 students from SDN 1 Bakalan (experimental group) and 15 students from SDN 3 Bakalan (control group). Data were gathered through validated subjective essay tests and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results demonstrated that the control class average increased from 21.33 to 37.00, whereas the experimental class increased substantially from 31.09 to 78.69. The non-parametric hypothesis test yielded an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.001 (p<0.05). Consequently, there is a statistically significant difference in sixth-grade students' mathematical problem-solving abilities after experiencing the Quizizz-assisted Problem-Based Learning model. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sekolah dasar, khususnya pada materi peluang yang mencakup tahapan memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan penyelesaian, dan memeriksa kembali hasil pekerjaan. Kondisi tersebut diperparah oleh proses pembelajaran konvensional yang belum mengintegrasikan media digital interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VI pada materi peluang setelah diterapkannya model Problem-Based Learning (PBL) berbantuan aplikasi Quizizz. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif melalui eksperimen semu (quasi-experiment) dengan desain pretest-posttest control group design. Subjek penelitian melibatkan 38 siswa kelas VI yang terbagi atas 23 siswa SDN 1 Bakalan sebagai kelas eksperimen dan 15 siswa SDN 3 Bakalan sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan menggunakan instrumen tes uraian yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik nonparametrik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata kelas kontrol dari 21,33 menjadi 37,00, sedangkan kelas eksperimen mengalami lonjakan dari 31,09 menjadi 78,69. Uji hipotesis menghasilkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,001 (p<0,05). Dengan demikian, terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah yang signifikan antara sebelum dan sesudah penerapan model Problem-Based Learning berbantuan Quizizz pada siswa kelas VI sekolah dasar.    
KEEFEKTIFAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP BERFIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS SISWA KELAS 3 SD NEGERI 02 PELEMKEREP KABUPATEN JEPARA Hendra Satria Pratama; Khusnul Fajriyah; Mei Fita Asri Untari
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i4.14974

Abstract

ABSTRACT Critical thinking skills need to be developed through IPAS learning that provides students with opportunities to engage with problems, process information, and formulate solutions. A learning environment still dominated by lecture-based methods was found among third-grade students at SD Negeri 02 Pelemkerep, Jepara Regency, resulting in learning activities that have not yet optimally trained these skills. This study aims to analyze the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model on the critical thinking skills of third-grade students in the IPAS subject. The study employed a quantitative approach with a One Group Pretest-Posttest design and involved 14 students selected through a saturated sampling technique. Data were collected using a critical thinking essay test, observations, and interviews, and were subsequently analyzed using the Shapiro-Wilk normality test and the Paired Sample T-Test with the assistance of SPSS version 25. The results showed that the mean critical thinking score increased from 50.71 on the pretest to 81.79 on the posttest. The Paired Sample T-Test yielded a significance value of 0.000 (<0.05) with a calculated t-value of 9.352, indicating a significant difference in students' critical thinking skills following the implementation of PBL. These findings indicate that PBL can serve as an alternative approach to IPAS learning that supports student engagement in problem solving and the development of critical thinking skills. ABSTRAK Kemampuan berpikir kritis perlu dikembangkan melalui pembelajaran IPAS yang memberi kesempatan kepada siswa untuk menghadapi persoalan, mengolah informasi, dan merumuskan penyelesaian. Kondisi pembelajaran yang masih didominasi metode ceramah ditemukan pada siswa kelas III SD Negeri 02 Pelemkerep, Kabupaten Jepara, sehingga aktivitas belajar belum optimal dalam melatih kemampuan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas III pada mata pelajaran IPAS. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest dan melibatkan 14 siswa melalui teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan menggunakan tes esai berpikir kritis, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis melalui uji normalitas Shapiro-Wilk dan Paired Sample T-Test dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kemampuan berpikir kritis meningkat dari 50,71 pada pretest menjadi 81,79 pada posttest. Uji Paired Sample T-Test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (<0,05) dengan t hitung 9,352, sehingga terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis yang signifikan setelah penerapan PBL. Temuan ini menunjukkan bahwa PBL dapat menjadi alternatif pembelajaran IPAS yang mendukung keterlibatan siswa dalam pemecahan masalah dan pengembangan kemampuan berpikir kritis.
PENERAPAN MEDIA MONOPOLI DALAM PEMBELAJARAN IPAS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V DI UPTD SD NEGERI 075019 DAHANA TABALOHO Welman Kristian Waruwu; Agnes Renostini Harefa; Otilina Gulo; Yakin Niat Telaumbanua
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i4.15400

Abstract

Low learning outcomes in Natural and Social Sciences (IPAS) among fifth-grade students at UPTD SD Negeri 075019 Dahana Tabaloho indicate the need for a more engaging learning process that actively involves students. This study aimed to improve learning outcomes and describe the learning process through the implementation of monopoly game media on the topic “Why Do We Need to Eat and Drink?”. The study employed Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles, consisting of planning, action, observation, and reflection. The participants were 21 fifth-grade students. Data were collected through observations of teacher and student activities, learning outcome tests, interviews, reflection, and documentation, and were analyzed descriptively using quantitative and qualitative techniques. The results showed that the implementation of monopoly game media gradually improved learning outcomes and student engagement. The average learning outcome increased from 65 in the pre-cycle to 84 in Cycle II, with classical mastery reaching 85.71%. Teacher and student activities also improved, reaching 91.66% and 89.28%, respectively, at the end of the intervention. The improvement followed revisions in classroom management, explanation of game rules, group guidance, equal participation, reinforcement, and feedback. Therefore, monopoly game media can serve as an alternative for creating active, interactive, and enjoyable IPAS learning. ABSTRAK Rendahnya hasil belajar IPAS pada siswa kelas V-a UPTD SD Negeri 075019 Dahana Tabaloho menunjukkan perlunya pembelajaran yang lebih menarik dan melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan mendeskripsikan proses pembelajaran melalui penerapan media monopoli pada materi “Mengapa Kita Perlu Makan dan Minum?”. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 21 siswa kelas V-a. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru dan siswa, tes hasil belajar, wawancara, refleksi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media monopoli secara bertahap meningkatkan hasil belajar dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Rata-rata hasil belajar meningkat dari 65 pada pra-siklus menjadi 84 pada Siklus II, dengan ketuntasan klasikal mencapai 85,71%. Peningkatan juga terlihat pada aktivitas guru dan siswa yang masing-masing mencapai 91,66% dan 89,28% pada akhir tindakan. Perubahan tersebut terjadi setelah dilakukan perbaikan pengelolaan kelas, penjelasan aturan permainan, bimbingan kelompok, pemerataan partisipasi, penguatan, dan umpan balik. Dengan demikian, media monopoli dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran IPAS yang aktif, interaktif, dan menyenangkan.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA MATERI STRUKTUR BUMI DI KELAS V SDN GELAM 1 CANDI Seila Arrizka; Novaria Lailatul Jannah
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i4.15736

Abstract

This study aims to examine the effect of implementing the Discovery Learning model on fifth-grade students' Science Process Skills (SPS) concerning Earth's structure at SDN Gelam 1 Candi. The underlying issue was students' suboptimal science process skills stemming from conventional teacher-centered instructional practices and an absence of tangible learning media for abstract geological concepts. This study employed a quantitative pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design. The sample comprised 21 fifth-grade students at SDN Gelam 1 Candi selected via purposive sampling. Research tools included discovery-based teaching modules and student worksheets, while data were gathered using validated SPS essay tests, observation sheets, and documentation. The findings revealed a substantial enhancement in students' SPS, indicated by an increase in the class mean score from 58.14 in the pretest to 85.00 in the posttest. Hypothesis testing using a paired sample t-test confirmed a statistically significant difference (p<0.05) between pre- and post-intervention performance. Consequently, the Discovery Learning model is proven to exert a positive and significant effect on fostering primary school students' science process skills. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Discovery Learning terhadap Keterampilan Proses Sains (KPS) peserta didik pada materi Struktur Bumi di kelas V SDN Gelam 1 Candi. Rendahnya KPS siswa melatarbelakangi penelitian ini akibat proses pembelajaran yang masih bersifat konvensional berpusat pada guru serta minimnya media konkret dalam memvisualisasikan materi geologis yang abstrak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif pra-eksperimen dengan rancangan one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian berjumlah 21 siswa kelas V SDN Gelam 1 Candi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Perangkat pembelajaran yang digunakan meliputi modul ajar dan lembar kerja peserta didik berbasis penemuan, sedangkan data dikumpulkan melalui tes esai KPS yang telah tervalidasi ahli, lembar observasi aktivitas, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan KPS yang signifikan, dibuktikan oleh lonjakan nilai rata-rata dari 58,14 pada saat pretest menjadi 85,00 pada saat posttest. Hasil pengujian hipotesis menggunakan paired sample t-test membuktikan adanya perbedaan yang signifikan (p<0,05) antara kemampuan sains siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran Discovery Learning terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa sekolah dasar.    
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA BANGUN DATAR MELALUI MEDIA GEOBOARD SISWA KELAS III Muhammad Ilham Kusuma; Mochamad Abdul Basir; Tri Ayu Carika
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i4.15750

Abstract

ABSTRACT Mathematics learning outcomes on plane-shape material among third-grade students at SDN Muktiharjo Lor had not yet reached the expected level, as indicated by a pre-cycle class average of 57.04 and classical mastery of 22.2%. This condition indicates the need for learning experiences that enable students to understand the concepts of sides and angles through more concrete and structured activities. This study aimed to improve mathematics learning outcomes through the use of geoboard media integrated with the Problem Based Learning (PBL) model and a deep learning approach. The study employed classroom action research based on the Kemmis and Taggart model, conducted in two cycles, with each cycle consisting of two meetings and involving 27 third-grade students. Data were collected through learning outcome tests and observations of teacher and student activities, and were analyzed based on the class average, classical mastery, and observation results. The findings showed that the class average increased from 57.04 in the pre-cycle to 70.37 in Cycle I and 77.41 in Cycle II. Classical mastery also increased from 22.2% to 77.8% and reached 92.6% in Cycle II, exceeding the success indicator of 85%. These findings indicate that the use of geoboard integrated with Problem Based Learning and deep learning can support improvements in students' mathematics learning outcomes on plane-shape material. ABSTRAK Hasil belajar matematika pada materi bangun datar di kelas III SDN Muktiharjo Lor masih belum mencapai capaian yang diharapkan, terlihat dari nilai rata-rata pra siklus sebesar 57,04 dengan ketuntasan klasikal 22,2%. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengalaman belajar yang memungkinkan siswa memahami konsep sisi dan sudut melalui aktivitas yang lebih konkret dan terarah. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar matematika melalui pemanfaatan media geoboard yang dipadukan dengan model Problem Based Learning (PBL) dan pendekatan deep learning. Penelitian dilaksanakan menggunakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Taggart dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus terdiri atas dua pertemuan dan melibatkan 27 siswa kelas III. Data penelitian diperoleh melalui tes hasil belajar serta observasi aktivitas guru dan siswa, kemudian dianalisis berdasarkan nilai rata-rata, ketuntasan klasikal, dan hasil observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata meningkat dari 57,04 pada pra siklus menjadi 70,37 pada Siklus I dan 77,41 pada Siklus II. Ketuntasan klasikal juga meningkat dari 22,2% menjadi 77,8% dan mencapai 92,6% pada Siklus II, melampaui indikator keberhasilan sebesar 85%. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan geoboard yang terintegrasi dengan Problem Based Learning dan deep learning dapat mendukung peningkatan hasil belajar matematika siswa pada materi bangun datar.