cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2025)" : 30 Documents clear
PENGASUHAN YANG DIBERIKAN OLEH IBU BEKERJA KEPADA ANAK TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA DINI: STUDI LITERATUR Aprianti, Neli; Khotimah, Husnul; Sudrajat, Husaen
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4492

Abstract

Early childhood or the golden age is the time when children begin to socialize, this calls for the involvement of parents in supporting, caring, educating and caring for children. Parents with jobs find they have diminished time to fulfill their responsibilities. This literature aims to find out how working mothers care about the social development of early childhood. The method used is searching for this research article online using keywords and inclusion criteria within the article period from 2018-2021. The result was that after filtering, 20 related journals were obtained and the results of the synthesis matrix were grouped into 3 categories, namely input, process and output. In this literature there are five studies on parental attachment, twelve studies on parenting patterns and three studies on socio-economic status. The conclusion of this research is that working mothers influence the social development of early childhood. The positive influence of working parents can improve socio-economic status, thereby encouraging children's social development. However, the negative impact is that parents are busy with work, resulting in an unsatisfactory attachment relationship between parents and children, namely building children's trust in the environment and affecting children's social development. ABSTRAKAnak usia dini atau usia emas adalah waktu anak untuk berinteraksi, disinilah peran orang tua untuk memberikan bimbingan, kasih sayang, mengajari dan menerapkan pengasuhan kepada anak. Orang tua terutama ibu yang memilih bekkerja akan mempunyai durasi waktu yang terbatas dalam menjalankan peran sebagai ibu. Literature ini memiliki tujuan bagaimana pengasuhan yang diberikan oleh ibu bekerja terhadap perkembangan sosial anak usia dini. Metode yang dipilih adalah melakukan penelusuran artikel penelitian dengan daring atau online dengan penggunaan kata kunci dan kriteria inklusi dengan rentang waktu jurnal pada tahun 2018-2021. Hasilnya adalah setelah dilakukan Penyaringan menemukan dua puluh jurnal yang relevan, dan hasil matriks sintesis dimasukkan ke dalam tiga kategori: input, proses, dan output. Pada literatur ini terdapat lima penelitian tentang status sosial ekonomi, tiga belas penelitian tentang pola asuh, dan tiga penelitian tentang kelekatan orang tua. Kesimpulan penelitian ini adalah ibu bekerja memiliki kelebihan dan kekurangan terhadap perkembangan sosial anak-anak yang masuk kategori dini. Adapun kelebihannya adalah dapat meningkatkan perekonomian keluarga sehingga kemampuan sosial anak cenderung tinggi karena lebih percaya diri dan mudahnya untuk beradaptasi dengan lingkungan. Selain itu, ada kekurangannya adalah anak yang memiliki ibu sibuk dengan pekerjaan akan mengalami sedikitnya waktu bersama ibu dan keterikatan antara ibu dan anak lemah sehingga kemampuan sosial anak tidak berkembang dengan baik. Namun, hal tersebut dapat diatasi jika ibu bekerja tetap berusaha meluangkan waktu untuk anak meskipun lelah bekerja seharian.
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KOTA MATARAM NOMOR 11 TAHUN 2015 DALAM PENANGGULANGAN AKTIVITAS MENGEMIS (STUDI DI KELURAHAN KEBUN SARI KECAMATAN AMPENAN KOTA MATARAM) Ningtyas, Puji; Rispawati , Rispawati; Hadi , M. Samsul; Yuliatin , Yuliatin
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4569

Abstract

This study examines the Implementation Of Regional Regulation No. 11 Of 2015 Of Mataram Cityon Public Order And Peace In Combating Begging Activities In Ampenan District (A Study In Kebun Sari Urban Village). This regulation aims to maintain public order by prohibiting begging in  public spaces. However, despite various enforcement measures, such as raids by the civil service police unit (Satpol PP) and rehabilititation programs by the social service department, begging activities in Ampenan distict, particularly in Kebun Sari, persist. This research employs a qualitative approach with a descriptive-analytical method to explore how thw policy is implemented, the challenges faced, and its effectiveness in addressing begging activities, interviews with key stakeholders (the social service department, Satpol PP officers, community leaders, and beggars), and documentation of relevant policies and government report. The findings indicate that the implementation of this regulation faces several obstacles, including lack of coordination facilities for beggars, resistance from beggars themselves, and low public awareness, as many resident continue to give money to beggars. The enforcement carried out by Satpol PP is temporary and does not provide long-term solutions, leading to beggars returning to the streets after being removed. The study concludes that regional regulation No. 11 of 2015 of has nit been fully effective in combating begging activies in Ampenan District. Therefore, a more comprehensive strategy is needed, including strengthening rehabilitasi and economic empowerment programs for beggars, increasing public awareness, and improving inter-agency coordination to address this issue sustainably. ABSTRAKPenelitian ini membahas Implementasi Peraturan Daerah Kota Mataram No. 11 Tahun 2015 Tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum dalam Penanggulangan Aktivitas Mengemis di Kecamatan Ampenan (Studi di Kelurahan Kebun Sari). Perda ini bertujuan untuk menjaga ketertiban umum dengan melarang aktivitas mengemis di tempat umum. Namun, meskipun telah diterapkan melalui berbagai kebijakan seperti razia oleh Satpol PP dan program rehabilitasi oleh Dinas Sosial, aktivitas mengemis di Kecamatan Ampenan, khususnya di Kelurahan Kebun Sari masih terus berlangsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis untuk memahami bagaimana kebijakan ini diterapkan, kendala yang dihadapi, serta efektivitasnya dalam menanggulangi aktivitas mengemis. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dengan pihak terkait (Dinas Sosial, Satpol PP, tokoh masyarakat dan pengemis), serta dokumentasi berbagai kebijakan dan laporan pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Perda ini masih menghadapi berbagai hambatan, antara lain kurangnya koordinasi antarinstansi terkait, minimnya fasilitas rehabilitasi bagi pengemis, resistensi dari pengemis sendiri, serta kurangnya kesadaran mesyarakat yang masih memberikan uang kepada pengemis. Penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP bersifat sementara dan tidak memberikan solusi jangka panjang, sehingga pengemis yang telah ditertibkan sering kembali ke jalan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Perda No. 11 tahun 2015 belum sepenuhnya efektif dalam menanggulangi aktivitas mengemis di Kecamatan Ampenan. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang lebih komprehensif, seperti penguatan program rehabilitasi dan pemberdayaan ekonomi bagi pengemis, edukasi masyarakat.
IDENTITAS NASIONAL ANAK PEKERJA MIGRAN DI SB PPWNI KLANG SELANGOR, MALAYSIA, INDONESIA, BUGIS ? Anjani, Mutia; Yulianie, Putri; Karliani, Eli; Triyani , Triyani; Cionita , Tezara
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4570

Abstract

This study aims to understand the formation of national identity of children of Indonesian migrant workers at the Learning Center of the Representative of the Indonesian Citizens' Movement (PPWNI) Klang, Selangor, Malaysia. The research method used is descriptive qualitative, which focuses on in-depth description and interpretation of social phenomena, as well as understanding the experiences and views of the research subjects. The subjects of this study were grade III students at the PPWNI Klang Learning Center. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation studies. The results of the study indicate that the national identity of children of Indonesian migrant workers at the PPWNI Klang guidance center tends to lead to primary identity, without ignoring secondary identity. This primary identity is manifested in pride in their ethnic origin (Bugis) and the use of the Bugis language in everyday life. Nevertheless, these children of migrant workers still show a sense of nationalism and love for the Indonesian homeland, for example by displaying the Indonesian flag juxtaposed with the Malaysian flag. This study also identifies factors that influence the formation of national identity of these children of migrant workers, amidst the complexity of the problems of their parents' residency status in Malaysia. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memahami pembentukan identitas nasional anak pekerja migran Indonesia di Sanggar Belajar Perwakilan Pergerakan Warga Negara Indonesia (PPWNI) Klang, Selangor, Malaysia. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yang berfokus pada pendeskripsian dan interpretasi mendalam mengenai fenomena sosial, serta pemahaman tentang pengalaman dan pandangan subjek penelitian. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III di Sanggar Belajar PPWNI Klang. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas nasional anak pekerja migran Indonesia di sanggar bimbingan PPWNI Klang cenderung mengarah pada identitas primer, tanpa mengesampingkan identitas sekunder. Identitas primer ini termanifestasi dalam kebanggaan terhadap suku asal (Bugis) dan penggunaan bahasa Bugis dalam keseharian. Meskipun demikian, anak-anak pekerja migran ini tetap menunjukkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air Indonesia, misalnya melalui pemasangan bendera Indonesia yang disandingkan dengan bendera Malaysia. Penelitian ini juga mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan identitas nasional anak-anak pekerja migran tersebut, di tengah kompleksitas permasalahan status kependudukan orang tua mereka di Malaysia.
PENGARUH KREDIBILITAS KOMUNIKASI PENYULUH KB DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP CAPAIAN PROGRAM KEPENDUDUKAN, KELUARGA BERENCANA DAN PEMBANGUNAN KELUARGA Syaripudin, MA; Rojiati, Umi; Mulyadi, AS
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4571

Abstract

This study aims to examine the impact of the credibility of Family Planning (KB) counselor communication and community participation on the success of the Population, Family Planning, and Family Development (KKBPK) program. Using a descriptive quantitative methodology, data were collected through ethical sampling techniques from a sample of 100 Fertile Age Couples (PUS) who are part of the population of 7,209 PUS. The results of the data analysis showed interesting findings, namely the credibility of KB counselor communication and community participation have a unique impact on the success of the program. Specifically, the KB counselor attractiveness variable (X1) has an R-squared value of 0.874, which means it is able to explain 87% of the variance in the program success variable (Y). Furthermore, the second variable (X2) is able to explain 84% and the third variable (X3) explains 54% of the KB variable. The results of this research provide interesting findings that can be used as material for developing strategies to maximize the effectiveness of the KKBPK program. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak kredibilitas komunikasi penyuluh Keluarga Berencana (KB) dan partisipasi masyarakat terhadap keberhasilan program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Menggunakan metodologi kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui teknik ethical sampling dari sampel 100 Pasangan Usia Subur (PUS) yang merupakan bagian dari populasi 7.209 PUS. Hasil analisis data menunjukkan temuan yang menarik yaitu kredibilitas komunikasi penyuluh KB dan partisipasi masyarakat memiliki dampak yang unik terhadap keberhasilan program. Secara spesifik, variabel daya tarik penyuluh KB (X1) memiliki nilai R-squared 0.874, yang berarti mampu menjelaskan 87% varians dalam variabel keberhasilan program (Y). Selanjutnya variabel kedua (X2) mampu menjelaskan 84% dan Variabel ketiga (X3) menjelaskan 54% terhadap variabel KB. Hasil riset ini memberikan temuan yang menarik yang dapat menjadi bahan untuk menyusun strategi guna memaksimalkan efektifitas program KKBPK.
IMPLEMENTASI PROGRAM SMK PUSAT KEUNGGULAN PADA KONSENTRASI NAUTIKA KAPAL PENANGKAP IKAN Sari, Nur Inda; Egar, Ngasbun; Purwosaputro , Supriyono
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4572

Abstract

The SMK Center of Excellence Program aims to enhance graduates' competencies to better prepare them for the workforce, particularly at SMK Nusantara Batang in the Nautical Fishing Vessel Expertise Concentration. This study employs a qualitative approach with a case study method, analyzing the program's implementation through the stages of planning, organizing, execution, and supervision. Data were collected through observation, interviews, and documentation, involving various stakeholders such as the principal, vice principals, head of the expertise program, and teachers. The findings indicate that the program's planning includes setting objectives, resource analysis, and implementation strategies; however, improvements are needed in funding and partnerships with businesses/industries (DU/DI). The organization is carried out through task distribution and authority adjustments, but its effectiveness could be enhanced through direct DU/DI involvement. Implementation runs fairly well with eight main activities, yet further strengthening is required in technology utilization and link-and-match partnerships. Supervision includes performance monitoring and corrective actions, but it remains suboptimal due to the absence of specific instruments and its discussions often being mixed with other administrative meetings. ABSTRAKProgram SMK Pusat Keunggulan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi lulusan agar lebih siap memasuki dunia kerja, khususnya di SMK Nusantara Batang pada Konsentrasi Keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, menganalisis implementasi program melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, melibatkan berbagai pihak seperti kepala sekolah, wakil kepala sekolah, ketua kompetensi keahlian, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program telah mencakup tujuan, analisis sumber daya, dan strategi pelaksanaan, namun perlu ditingkatkan dalam aspek pembiayaan dan kemitraan dengan dunia usaha/dunia industri (DU/DI). Pengorganisasian dilakukan dengan pembagian tugas dan penyesuaian wewenang, tetapi efektivitasnya dapat ditingkatkan melalui keterlibatan langsung DU/DI. Pelaksanaan berjalan cukup baik dengan delapan kegiatan utama, namun masih perlu penguatan dalam pemanfaatan teknologi dan kemitraan link and match. Pengawasan mencakup pemantauan kinerja dan tindakan korektif, tetapi kurang optimal karena tidak adanya instrumen khusus dan sering kali tercampur dalam agenda rapat dinas lainnya.
PENGARUH PENGGUNAAN SMARTPHONE TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR SISWA PADA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 PALANGKA RAYA Soma, Putu Artha; Ikhsan , Ibnu; Dotrimensi, Dotrimensi; Sunarno, Ali
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4573

Abstract

Smartphones have become an inseparable part of adolescent life, including in the educational environment. This study aims to analyze the effect of smartphone usage duration on the concentration of learning of class XI students at SMA Negeri 1 Palangka Raya. The research method used is a quantitative approach with data collection techniques through a Likert scale-based questionnaire. The research sample consisted of 40 students selected using purposive sampling techniques. Validity and reliability tests showed that the research instrument had good quality. The results showed that there was a significant relationship between smartphone usage and students' concentration of learning. Based on a simple linear regression analysis, a regression equation was obtained (Y = 1.570 + 0.753X), which showed that every increase in smartphone usage had an impact on decreasing concentration of learning. In addition, the Wilcoxon Signed-Ranks Test with a significance value (p <0.001) showed a significant difference in concentration of learning before and after smartphone use. This study has limitations in sample coverage and has not considered other external factors that can affect concentration of learning. Therefore, further research is recommended to use a wider sample and consider other aspects such as learning motivation and educational environment. ABSTRAKSmartphone telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan remaja, termasuk dalam lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh durasi penggunaan smartphone terhadap konsentrasi belajar siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Palangka Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner berbasis skala Likert. Sampel penelitian terdiri dari 40 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa instrumen penelitian memiliki kualitas yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan smartphone dan konsentrasi belajar siswa. Berdasarkan analisis regresi linear sederhana, diperoleh persamaan regresi (Y = 1,570 + 0,753X ), yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan dalam penggunaan smartphone berdampak pada penurunan konsentrasi belajar. Selain itu, uji Wilcoxon Signed-Ranks Test dengan nilai signifikansi (p<0,001) menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam konsentrasi belajar sebelum dan sesudah penggunaan smartphone. Penelitian ini memiliki keterbatasan dalam cakupan sampel dan belum mempertimbangkan faktor eksternal lain yang dapat mempengaruhi konsentrasi belajar. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan sampel yang lebih luas dan mempertimbangkan aspek lain seperti motivasi belajar dan lingkungan pendidikan. 
PENGEMBANGAN ADMINISTRASI KEUANGAN BERBASIS FOXPRO UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PROGRAM KERJA DI MTS Hamida, Ida; Kusumaningsih, Widya; Ginting, Rosalina Br
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4574

Abstract

The implementation of the FoxPro-based madrasah financial administration system, especially in the payment of infaq/SPP and reporting of budget use, which aims to improve the efficiency of the madrasah work program, faces various obstacles. Initial observations show that the management of financial administration is still done manually, so it is less effective and efficient, less transparent and not well documented. In addition, limited time and resources cause the infaq/SPP payment process to not be carried out optimally. As a result, the madrasah program was not implemented in accordance with the RKAM that had been planned in the budget year. The method in this study is Research and Development, with the ADDIE model. Data collection techniques by interview, questionnaire and observation. Data validity testing uses data source triangulation. The development stage involves experts and practitioners. The validity stage is carried out with a validation questionnaire from media experts and material experts, field trials, and effectiveness analysis to determine the effectiveness of the development of the FoxPro-based madrasah financial administration system. The results of the study on the Analysis of the Effectiveness of the Development of a FoxPro-based Madrasah Financial Administration System can be seen in a field trial involving 30 students at MTs Wahid Hasyim Warungasem, a total score of 2,135 was obtained with a maximum score of 2,400, so that an effectiveness value of 89% was obtained with a valid category. This shows that the development of a FoxPro-based Madrasah Financial Administration System is effective and feasible to be implemented at MTs Wahid Hasyim Warungasem. ABSTRAKPelaksanaan sistem administrasi keuangan madrasah berbasis FoxPro terutama dalam pembayaran infaq/SPP dan pelaporan penggunaan anggaran, yang bertujuan untuk meningkatkan efesiensi program kerja madrasah menghadapi berbagai kendala. Observasi awal menunjukkan bahwa pengelolaan administrasi keuangan masih dilakukan secara manual, sehingga kurang efektif dan efesien, kurang transparan serta tidak terdokumentasi dengan baik. Selain itu, keterbatasan waktu dan sumber daya menyebabkan proses pembayaran infaq/SPP tidak dapat dilakukan secara optimal. Akibatnya, program madrasah tidak terlaksana sesuai dengan RKAM yang sudah terancana pada tahun anggaran. Metode dalam penelitian ini adalah Research and Development, dengan model ADDIE. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, angket dan observasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data. Tahap pengembangan melibatkan ahli dan praktisi. Tahap validitas dilakukan dengan angket validasi ahli media dan ahli materi, ujicoba lapangan, serta analisis efektifitas untuk mengetahui efektifitas pengembangan system administrasi keuangan madrasah berbasis FoxPro. Hasil penelitian pada Analisis Efektifitas Pengembangan system administrasi keuangan madrasah berbasis FoxPro ini, dapat terlihat pada ujicoba lapangan yang melibatkan 30 siswa di MTs Wahid Hasyim Warungasem diperoleh jumlah skor 2.135 dengan skor maksimal 2.400 sehingga diperoleh nilai efektifitas sebesar 89% dengan kategori valid. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan system administrasi keuangan madrasah berbasis FoxPro ini efektif dan layak diterapkan di MTs Wahid Hasyim Warungasem.
IMPLEMENTASI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DAN RAHMATAN LIL ‘ALAMIN (P5RA) DI MTs Thoha, A; Kusumaningsih, Widya; Ginting, Rosalina Br
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4576

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Pancasila and Rahmatan Lil 'Alamin Student Profile Strengthening Project (P5RA) at MTs Negeri Batang, and to evaluate its impact on the formation of student character in accordance with the values ??of Pancasila and Islamic teachings as a blessing for all nature. P5RA is a project-based educational innovation designed to integrate national and Islamic values ??harmoniously in learning at madrasahs. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The subjects of the study included the head of the madrasah, teachers, students, and parents. Data analysis was carried out descriptively with triangulation techniques to ensure the validity and reliability of the data. The results showed that the implementation of P5RA at MTs Negeri Batang had gone well through a number of projects, such as cross-cultural tolerance projects, environmental care based on Islamic values, and economic independence projects. The implementation was supported by a flexible independent curriculum framework, teacher training, and school management support. The positive impacts of the implementation of P5RA include improving student character in terms of responsibility, cooperation, and diversity. However, this study also found several challenges, such as limited time for project implementation and suboptimal facility support. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil 'Alamin (P5RA) di MTs Negeri Batang, serta mengevaluasi dampaknya terhadap pembentukan karakter siswa yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan ajaran Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. P5RA merupakan inovasi pendidikan berbasis projek yang dirancang untuk mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan dan keislaman secara harmonis dalam pembelajaran di madrasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala madrasah, guru, siswa, dan orang tua. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan teknik triangulasi untuk memastikan validitas dan reliabilitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi P5RA di MTs Negeri Batang telah berjalan dengan baik melalui sejumlah projek, seperti projek toleransi lintas budaya, peduli lingkungan berbasis nilai-nilai Islam, dan projek kemandirian ekonomi. Implementasi tersebut didukung oleh kerangka kerja kurikulum merdeka yang fleksibel, pelatihan guru, dan dukungan manajemen sekolah. Dampak positif dari implementasi P5RA mencakup peningkatan karakter siswa dalam hal tanggung jawab, kerja sama, dan keberagaman. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan, seperti keterbatasan waktu pelaksanaan projek dan dukungan fasilitas yang belum optimal.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI BELAJAR SISWA DI ERA DIGITAL : STUDI KASUS DI SMA NEGERI 1 WORI MINAHASA UTARA Tamboto, Henry Jeheskiel Daniel; Dolonseda , Herman Philips
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4586

Abstract

This study aims to analyze in depth the factors that influence students' learning motivation in the digital era, with a special emphasis on the crucial role of technology access and self-efficacy. Using a quantitative method with a correlational approach, this study involved 95 grade XI students at SMA N 1 Wori as a representative sample. Data were obtained through a questionnaire instrument that had been tested for validity and reliability, then analyzed using multiple regression techniques. The results of the analysis showed that both technology access and self-efficacy had a significant influence on students' learning motivation, both partially and simultaneously. The resulting regression model indicated that 69.1% of the variability in students' learning motivation could be explained by the combination of these two factors. The implications of these findings underscore the importance of comprehensive efforts in increasing students' access to quality learning technology resources, as well as the development of pedagogical strategies that focus on strengthening students' self-confidence in their learning abilities. Thus, it is hoped that a conducive learning environment will be created to improve students' motivation and learning achievement in this digital era. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam faktor-faktor yang memengaruhi motivasi belajar siswa di era digital, dengan penekanan khusus pada peran krusial akses teknologi dan self-efficacy. Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional, penelitian ini melibatkan 95 siswa kelas XI di SMA N 1 Wori sebagai sampel yang representatif. Data diperoleh melalui instrumen angket yang teruji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan teknik regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa baik akses teknologi maupun self-efficacy memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa, baik secara parsial maupun simultan. Model regresi yang dihasilkan mengindikasikan bahwa 69,1% variabilitas dalam motivasi belajar siswa dapat dijelaskan oleh kombinasi kedua faktor ini. Implikasi dari temuan ini menggarisbawahi pentingnya upaya komprehensif dalam meningkatkan akses siswa terhadap sumber daya teknologi pembelajaran yang berkualitas, serta pengembangan strategi pedagogis yang berfokus pada penguatan keyakinan diri siswa dalam kemampuan belajar mereka. Dengan demikian, diharapkan tercipta lingkungan belajar yang kondusif untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa di era digital ini.
MANAJEMEN KURIKULUM PENDIDIKAN INKLUSI PADA SEKOLAH DASAR DI KOTA BANDAR LAMPUNG Putri, Dini Prima Putri; Pahrudin, Agus; Dermawan, Oki
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4589

Abstract

Inclusive education is a solution for equal learning rights for children with special needs (ABK), 36% of whom do not attend school in Indonesia. This qualitative descriptive study aims to analyze the management of inclusive education curriculum in elementary schools (SDS DCC Global and SD Insan Mandiri, Bandar Lampung), including planning, organizing, implementing, and evaluating. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model, and tested for validity with source triangulation. The results of the study indicate that: (1) Inclusive curriculum planning emphasizes equality, justice, and potential development. (2) Curriculum organization involves various parties. (3) Curriculum implementation is reflected in the Learning Implementation Plan (RPP) and Individual Learning Program (PPI), involving regular students. (4) Curriculum evaluation not only assesses academic aspects, but also social-emotional, physical-motor, and independence aspects of students with special needs. Effective curriculum management is essential in the successful implementation of inclusive education. ABSTRAKPendidikan inklusif adalah solusi untuk kesetaraan hak belajar bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), di mana 36% di antaranya tidak bersekolah di Indonesia. Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis manajemen kurikulum pendidikan inklusi di sekolah dasar (SDS DCC Global dan SD Insan Mandiri, Bandar Lampung), meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan kurikulum inklusi menekankan kesetaraan, keadilan, dan pengembangan potensi. (2) Pengorganisasian kurikulum melibatkan berbagai pihak. (3) Pelaksanaan kurikulum tercermin dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Program Pembelajaran Individual (PPI), dengan melibatkan peserta didik reguler. (4) Evaluasi kurikulum tidak hanya menilai aspek akademik, tetapi juga aspek sosial-emosional, fisik-motorik, dan kemandirian peserta didik berkebutuhan khusus. Manajemen kurikulum yang efektif sangat penting dalam implementasi pendidikan inklusif yang sukses.

Page 1 of 3 | Total Record : 30