cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 574 Documents
NILAI-NILAI SEJARAH DAN BUDAYA DALAM LANSKAP KAWASAN PADUSAN SEBAGAI WARISAN LOKAL Indah Amalia; Adinda Putri Fandriya; Suci Aini Salsabila; Mayla Indah Prihar Anggraini; Warodil Aqwalil Auliya; Aisyah Firly Wulan Januari; Sugiantoro Sugiantoro
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10749

Abstract

Padusan in Pacet District, Mojokerto Regency represents a cultural landscape formed through long-term historical interactions between humans and the environment. This landscape not only reflects its physical characteristics but also embodies symbolic meanings, historical values, and cultural practices preserved within the community’s collective memory. These values are reflected in Grenjengan Waterfall as a cultural space perceived as a sacred water source, the Mbah Melati shrine as a center of spiritual activities, and the Padusan hot spring which demonstrates the continuity of natural resource utilization. These elements illustrate the interconnection of ecological, social, and cultural dimensions that shape local identity. This study employs a qualitative approach. The findings indicate a transformation of the landscape’s function from a sacred and utilitarian space into a tourism destination oriented toward recreational and economic interests, leading to a reduction in its historical and cultural meanings. Nevertheless, the multidimensional historical values remain preserved and hold potential to be developed as a foundation for educational-based tourism that strengthens local identity and cultural sustainability. ABSTRAK Padusan di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto merupakan lanskap budaya yang terbentuk melalui interaksi historis antara manusia dan lingkungan. Lanskap ini tidak hanya mencerminkan aspek fisik, tetapi juga memuat nilai simbolik, historis, serta praktik budaya dalam memori kolektif masyarakat. Nilai tersebut tercermin pada Air Terjun Grenjengan sebagai ruang kultural yang dimaknai sebagai sumber air sakral, Punden Mbah Melati sebagai pusat aktivitas spiritual, serta pemandian air panas Padusan yang menunjukkan kesinambungan pemanfaatan sumber daya alam. Ketiga elemen tersebut merepresentasikan keterkaitan dimensi ekologis, sosial, dan kultural yang membentuk identitas lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan adanya transformasi fungsi lanskap dari ruang sakral dan utilitarian menjadi destinasi wisata yang berorientasi rekreatif-ekonomi, yang berdampak pada reduksi makna historis dan kultural. Meskipun demikian, nilai sejarah yang bersifat multidimensional masih bertahan dan berpotensi dikembangkan sebagai dasar pariwisata berbasis edukasi yang memperkuat identitas lokal dan keberlanjutan budaya.  
RELEVANSI GEOGRAFIS DAN AKTIVITAS EKONOMI WISATA SUMBER GEMPONG SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS KELAS VIII Anindita Nasywa Pramesti; Putri Yasmin Efendi; Annisa Dewi Meida Ashok Putri; Radiffa Zabrina Cinta; Silvi Nur Afifah
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10750

Abstract

Social Studies (IPS) instruction is currently still dominated by a theoretical approach that fails to integrate the realities of the surrounding environment into classroom materials. This study aims to analyze the interactions between geographical conditions, environmental utilization, and community economic activities in Sumber Gempong, Trawas, Mojokerto, as well as to examine their relevance as a source of contextual IPS learning for eighth-grade students. A descriptive qualitative approach was applied to process the data obtained through field observations and in-depth interviews with managers, merchants, farmers, and tourists using purposive sampling. The data analysis process utilized an interactive model encompassing data reduction, presentation, and drawing conclusions. Findings indicate that the mountainous geographical conditions with abundant water sources support the optimization of the tourism sector, horticultural agriculture, and the empowerment of MSMEs. However, a challenge was identified in the form of a decline in visitor numbers over the past five years due to suboptimal promotional strategies. Regardless of these aspects, the phenomenon at Sumber Gempong represents a tangible interconnection between geographical space and human activities that holds significant potential as a learning resource. It can be concluded that integrating the local environment into the curriculum enhances students’ conceptual understanding and active engagement in social studies learning. ABSTRAK Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) saat ini masih didominasi oleh pendekatan teoritis yang kurang mengintegrasikan realitas lingkungan sekitar ke dalam materi kelas. Kajian ini diarahkan untuk menganalisis interaksi antara kondisi geografis, pemanfaatan lingkungan, dan aktivitas ekonomi masyarakat di Sumber Gempong, Trawas, Mojokerto, serta mengkaji relevansinya sebagai sumber belajar IPS kontekstual bagi siswa kelas VIII. Pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan dalam mengolah data yang diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan pengelola, pedagang, petani, serta wisatawan melalui teknik purposive sampling. Proses analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa kondisi geografis pegunungan dengan sumber air melimpah mendukung optimalisasi sektor pariwisata, pertanian hortikultura, dan pemberdayaan UMKM. Namun, ditemukan kendala berupa penurunan jumlah kunjungan dalam lima tahun terakhir akibat strategi promosi yang belum optimal. Terlepas dari aspek tersebut, fenomena di Sumber Gempong merepresentasikan keterkaitan nyata antara ruang geografis dan aktivitas manusia yang sangat potensial dijadikan sumber belajar. Dapat disimpulkan bahwa integrasi lingkungan lokal ke dalam kurikulum mampu meningkatkan pemahaman konseptual dan keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran IPS.  
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA QUESTION CARD TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS IV SD Ida Ayu Wayan Aprilia Cahyani; Ida Ermiana; Asri Fauzi
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10752

Abstract

Critical thinking is a logical thinking process in analyzing information, evaluating arguments, and solving problems systematically. One strategy to stimulate this ability is through the Problem-Based Learning (PBL) model, which directs students toward problem-solving. The effectiveness of the Problem-Based Learning model can be optimized through the use of Question Card media, which is an innovative and creative learning medium designed to trigger curiosity and active student involvement through engaging questions. This study aims to examine the effectiveness of the Problem-Based Learning model assisted by Question Card media on the critical thinking skills of fourth-grade students at SDN 11 Cakranegara. The research method used was a Non-equivalent Control Group Design. The subjects in this study were all fourth-grade students at SDN 11 Cakranegara, consisting of class IV A with 26 students as the experimental group and class IV B with 31 students as the control group. Data collection techniques used in this study were tests (essays) and observations. The data analysis technique began with prerequisite tests, namely the Kolmogorov-Smirnov normality test with a significance level of 5% (0.05), followed by the Levene’s test for homogeneity. Furthermore, the hypothesis was tested using the Independent Sample T-test. Based on the hypothesis testing at a 5% (0.05) significance level, the results showed t-count = 8.928, while t-table = 1.673, meaning t-count > t-table. The Sig. (2-tailed) value was 0.00, which is less than 0.05; therefore, the alternative hypothesis (Ha) is accepted and the null hypothesis (H0) is rejected. This indicates that the Problem Based Learning model assisted by Question Card media is effective toward the critical thinking skills of fourth-grade students at SDN 11 Cakranegara. ABSTRAK Berpikir kritis merupakan proses berpikir logis dalam menganalisis informasi, mengevaluasi argumen serta memecahkan masalah secara sistematis. Salah satu strategi untuk menstimulus kemampuan ini adalah melalui model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), yang mengarahkan siswa pada pemecahan masalah. Efektifitas model pembelajaran Problem Based Learning dapat dioptimalkan melalui penggunaan media Question Card yang merupakan sebuah media pembelajaran yang inovatif dan kreatif yang dirancang untuk memicu rasa ingin tahu serta keterlibatan aktif siswa melalui pertanyaan yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model Problem Based Learning berbantuan media Question Card terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SDN 11 Cakranegara. Motode penelitian yang digunakan adalah Non-equivalent Control Gruop Design. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN 11 Cakranegara yang terdiri dari kelas IV A sejumlah 26 siswa mmenjadi kelas eksperimen dan kelas IV B sejumlah 31 siswa menjadi kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes (uraian) dan observasi. Teknik análisis data diawali dengan uji prasyarat yaitu uji normalitas dengan uji Kolmogorov Smirnov dengan taraf signifikansi 5% (0,05) dan dilanjutkan dengan uji homogenitas dengan uji Levene tetst. Selanjutnya uji hipótesis pada taraf signifikansi 5% (0,05) diperoleh thitung=8,928, sedangjan t-tabel=1,673 sehingga t-hitung > t-tabel dan diperoleh nilai Sig.2 tailed=0,00 lebih kecil dari 0,05 maka hipótesis alternatif (Ha) diterima dan hipótesis nol (H0) ditolak. Artinya model pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Question Card efektif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SDN 11 Cakranegara.    
PERAN GURU PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBANGUN MOTIVASI BELAJAR SISWA AKIBAT BROKEN HOME DI SEKOLAH SMK Hamidah Cherlyna Mandysti; Wingkolatin Wingkolatin; Moh. Bahzar; Endang Herliah
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10834

Abstract

The problem of low learning motivation in students who experience broken families is the main background of this research at SMK Negeri 6 Samarinda. The focus of the research is directed at analyzing the role of Pancasila and Citizenship Education teachers in rekindling the enthusiasm for learning in these students. The research stages were carried out through a qualitative approach with data collection techniques in the form of participatory observation, in-depth interviews, and systematic documentation studies. The research findings indicate that teachers have carried out their functions as educators and motivators, which have had a positive impact on the development of students' self-confidence, independence, and responsibility. In practice, teachers apply the Problem Based Learning (PBL) model and educational games integrated with Ki Hajar Dewantara's educational philosophy, namely Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, and Tut Wuri Handayani. Despite facing obstacles such as limited time allocation and a busy academic schedule, the strategy of habituating Pancasila-based moral values ​​and active learning has proven effective in increasing student engagement. The main conclusion emphasizes that the active role of teachers through positive reinforcement and adaptation of learning media is crucial in building intrinsic motivation in students from broken homes. This success supports the creation of a much more meaningful learning experience for students to achieve optimal academic achievement and social behavior in the school environment as a whole to ensure their future. ABSTRAK Permasalahan rendahnya motivasi belajar pada siswa yang mengalami kondisi keluarga tidak utuh menjadi latar belakang utama penelitian ini di SMK Negeri 6 Samarinda. Fokus penelitian diarahkan pada analisis peran guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam membangkitkan kembali semangat belajar para siswa tersebut. Tahapan penelitian dilaksanakan melalui pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi yang sistematis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru telah menjalankan fungsinya sebagai pendidik sekaligus motivator yang memberikan dampak positif terhadap perkembangan rasa percaya diri, kemandirian, serta tanggung jawab siswa. Dalam praktiknya, guru menerapkan model Problem Based Learning (PBL) dan permainan edukatif yang diintegrasikan dengan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara, yakni Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani. Meskipun menghadapi hambatan berupa keterbatasan alokasi waktu dan kepadatan jadwal akademik, strategi pembiasaan nilai moral berbasis Pancasila dan pembelajaran aktif terbukti efektif meningkatkan keterlibatan siswa. Simpulan utama menegaskan bahwa peran aktif guru melalui penguatan positif dan penyesuaian media pembelajaran sangat krusial dalam membangun motivasi intrinsik siswa broken home. Keberhasilan ini mendukung terciptanya pengalaman belajar yang jauh lebih bermakna bagi siswa guna mencapai prestasi akademik maupun perilaku sosial yang optimal di lingkungan sekolah secara menyeluruh demi menjamin masa depan mereka.  
PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM KEBIJAKAN POLITIK (STUDI KETERLIBATAN PEREMPUAN PAPUA DI KABUPATEN SORONG) Gustrianti M Ali
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10835

Abstract

Papua Has Complex Socio-Cultural Characteristics With The Dominance Of Patriarchal Values Influencing The Construction Of Gender Roles Within Society. In Many Cases, Papuan Women Are Placed In The Domestic Sphere And Have Limited Access To Public And Political Spaces. This Condition Impacts The Low Level Of Both Numerical And Substantive Representation Of Papuan Women In Formal Political Institutions. From The Perspective Of Political Communication, The Low Political Participation Of Papuan Women Is Closely Related To The Patterns Of Political Communication That Develop Within Society. Political Communication Plays A Central Role In Transmitting Political Values And Shaping Public Opinion. However, In Practice, The Involvement Of Women, Especially Indigenous Papuan Women, Still Faces Various Challenges In Terms Of Cultural, Social, Educational, And Political Structural Aspects That Have Not Fully Provided Equal Opportunities. This Study Employs A Qualitative Research Method With A Descriptive Approach To Gain An In-Depth Understanding Of The Forms Of Papuan Women’s Participation In Political Processes And The Obstacles They Encounter. Data Collection Techniques Were Carried Out Through Interviews, Observation, And Documentation. The Findings Indicate That The Participation Of Papuan Women In Political Policymaking In Sorong Regency Has Begun To Develop, Marked By Increased Involvement Of Women In Political Organizations, Government Institutions, And Local Decision-Making Activities. However, Such Participation Remains Suboptimal Due To Low Political Representation, The Persistence Of Patriarchal Culture, Limited Human Resource Capacity, And Minimal Institutional Support For Women’s Political Empowerment. Therefore, Greater Efforts Are Needed From The Government, Political Parties, And Society To Enhance Capacity-Building And Provide Broader Access For Papuan Women To Actively Engage In Political Policymaking Processes. ABSTRAK Papua memiliki karakteristik sosial budaya yang cukup kompleks dengan dominasi nilai-nilai patriarki yang mempengaruhi konstruksi peran gender dalam masyarakat. Dalam banyak kasus yang ditemui misalnya perempuan Papua ditempatkan pada rana domestik dan memiliki akses terbatas terhadap ruang publik dan politik Hal ini berimplikasi pada rendanya tingkat representasi numerik maupun substantive perempuan Papua dalam lembaga-lembaga politik formal.  Dalam prespektif komunikasi politik, rendanya partisipasi politik perempuan Papua erat kaitannya dengan pola komunikasi politik yang berkembang. Komunikasi politik memainkan peran sentral dalam mentransisikan nilai-nilai politik, membentuk opini public Namun, dalam praktiknya keterlibatan perempuan, khususnya perempuan asli Papua, masih menghadapi berbagai tantangan baik dari aspek budaya, sosial, pendidikan, maupun struktur politik yang belum sepenuhnya memberikan ruang yang setara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk memahami secara mendalam bentuk partisipasi perempuan Papua dalam proses politik serta hambatan yang dihadapi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi perempuan Papua dalam kebijakan politik di Kabupaten Sorong mulai mengalami perkembangan, ditandai dengan meningkatnya keterlibatan perempuan dalam organisasi politik, lembaga pemerintahan, serta kegiatan pengambilan keputusan di tingkat lokal. Namun demikian, partisipasi tersebut masih belum optimal karena dipengaruhi oleh rendahnya representasi politik, kuatnya budaya patriarki, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, dan minimnya dukungan kelembagaan terhadap pemberdayaan politik perempuan. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih serius dari pemerintah, partai politik, dan masyarakat dalam mendorong peningkatan kapasitas serta membuka akses yang lebih luas bagi perempuan Papua untuk terlibat aktif dalam proses kebijakan politik.
PERAN PERILAKU BELAJAR MELALUI HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA NEGERI 1 PALELEH Freti Kurnia Fika; Frahmawati Bumulo; Maya Novrita Dama; Roy Hasiru; Imam Prawiranegara Gani
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10440

Abstract

This study was motivated by the fact that some students had not yet achieved the minimum learning mastery standard in Economics at SMA Negeri 1 Paleleh, indicating the need to examine the role of learning behavior in supporting academic achievement. This study aims to describe the forms of students’ learning behavior, analyze their role in Economics learning outcomes, and identify the internal and external factors that influence them. This research employed a descriptive qualitative approach and was conducted at SMA Negeri 1 Paleleh, Buol Regency, Central Sulawesi. The subjects analyzed consisted of 83 students, while the research informants included an Economics teacher as the key informant, students, the principal, and homeroom teachers as supporting informants. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation of learning scores. The data were analyzed using the Miles and Huberman model, consisting of data reduction, data presentation, and conclusion drawing and verification. The results showed that 61 out of 83 students achieved learning mastery, while 22 students did not. Students who actively asked questions, took notes, participated in discussions, reviewed lessons, and completed assignments in a disciplined manner tended to achieve better learning outcomes. These learning behaviors were influenced by motivation, interest, learning readiness, time management skills, parental support, teacher roles, peer interaction, and the school environment. The implication of this study indicates that improving Economics learning outcomes should be carried out through the development of positive learning behaviors involving teachers, schools, and families. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya peserta didik yang belum mencapai ketuntasan hasil belajar pada mata pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 1 Paleleh, sehingga diperlukan kajian tentang peran perilaku belajar dalam mendukung capaian akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk perilaku belajar peserta didik, menganalisis perannya terhadap hasil belajar Ekonomi, serta mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Paleleh, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Subjek yang dianalisis mencakup 83 peserta didik, sedangkan informan penelitian meliputi guru Ekonomi sebagai informan kunci, peserta didik, kepala sekolah, dan wali kelas sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi nilai belajar. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 61 dari 83 peserta didik telah mencapai ketuntasan belajar, sedangkan 22 peserta didik belum tuntas. Peserta didik yang aktif bertanya, mencatat materi, mengikuti diskusi, mengulang pelajaran, dan disiplin mengerjakan tugas cenderung memperoleh hasil belajar lebih baik. Perilaku belajar tersebut dipengaruhi oleh motivasi, minat, kesiapan belajar, kemampuan mengatur waktu, dukungan orang tua, peran guru, teman sebaya, dan lingkungan sekolah. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar Ekonomi perlu dilakukan melalui pembinaan perilaku belajar positif yang melibatkan guru, sekolah, dan keluarga.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VII PADA MATA PELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 1 KABILA Marni Adam; Radia Hafid; Sudirman Sudirman; Ardiansyah Ardiansyah; Risca Marsanti Halid
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10443

Abstract

This study aims to analyze the contribution of interactive learning media to seventh-grade students’ learning motivation in social studies at SMP Negeri 1 Kabila, Bone Bolango Regency. The study was motivated by students’ low learning motivation in social studies, as indicated by limited focus, enthusiasm, and active participation during classroom learning. In addition, studies examining the combined use of interactive PowerPoint, instructional videos, and Educaplay-based educational quizzes in seventh-grade social studies learning remain limited. This research employed a quantitative approach with an ex post facto design; therefore, the relationship examined in this study is statistical or associative rather than experimental causal. The population consisted of 200 seventh-grade students, and 67 respondents were selected using the Slovin formula and simple random sampling technique. Data were collected through questionnaires, observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using validity and reliability tests, normality test, simple linear regression, t-test, correlation analysis, and coefficient of determination. The results show that interactive learning media had a positive and significant relationship with students’ learning motivation. The regression equation was Ŷ = 27.233 + 0.698X, with a t-value of 10.095 > t-table value of 1.997 and p < 0.001. The correlation coefficient of 0.781 indicates a strong relationship, while the coefficient of determination of 0.611 shows that interactive learning media contributed 61.1% to students’ learning motivation. Therefore, interactive learning media contributed positively to students’ learning motivation in social studies learning. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi media pembelajaran interaktif terhadap motivasi belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 1 Kabila, Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS, yang terlihat dari kurangnya fokus, antusiasme, dan partisipasi aktif selama pembelajaran. Selain itu, kajian tentang penggunaan kombinasi PowerPoint interaktif, video pembelajaran, dan kuis edukatif berbasis Educaplay dalam pembelajaran IPS kelas VII masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto, sehingga hubungan yang dikaji bersifat statistik/asosiatif, bukan hubungan kausal eksperimental. Populasi penelitian berjumlah 200 siswa kelas VII, dengan sampel 67 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, normalitas, regresi linear sederhana, uji t, korelasi, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif berhubungan positif dan signifikan dengan motivasi belajar siswa. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Ŷ = 27,233 + 0,698X, dengan nilai t hitung 10,095 > t tabel 1,997 dan p < 0,001. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,781 menunjukkan hubungan yang kuat, sedangkan koefisien determinasi sebesar 0,611 menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif memberikan kontribusi sebesar 61,1% terhadap motivasi belajar siswa. Dengan demikian, media pembelajaran interaktif berkontribusi positif terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS.    
PENGARUH MOTIVASI KEIKUTSERTAAN DALAM KOMUNITAS BELAJAR TERHADAP PROFESIONALISME DAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU IPS Timing Merawati; Bambang Sigit Widodo; Harmanto Harmanto
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10766

Abstract

Improving the quality of education is closely related to teacher professionalism and pedagogical competence as the main actors in the learning process. Teacher learning communities have been recognized as a collaborative strategy that can support teachers’ professional development through sharing experiences, reflective discussions, and collaborative learning activities. However, the participation of social studies teachers in teacher learning communities in Cluster 07 of Tangerang Regency remains relatively low, which may affect the quality of instructional practices. This study aims to analyze the influence of teachers’ participation motivation in learning communities on teacher professionalism and pedagogical competence, while also examining the role of active participation as a mediating variable and principal support as a moderating variable. This research employed a quantitative approach using a survey method. The population consisted of 83 social studies teachers who were members of the Social Studies Teacher Learning Community in Cluster 07, Tangerang Regency. A sample of 70 teachers was selected using proportional random sampling. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with the assistance of SmartPLS software. The results indicate that teachers’ participation motivation has a positive and significant effect on teacher professionalism and pedagogical competence. Furthermore, motivation also significantly influences professionalism and pedagogical competence through teachers’ active participation in the learning community, indicating that active participation acts as a mediating variable. However, principal support was not found to moderate the relationship between motivation and teachers’ active participation. These findings suggest that improvements in teacher professionalism and pedagogical competence are more strongly influenced by internal factors, particularly teachers’ motivation and their active engagement in learning communities. ABSTRAK Peningkatan mutu pendidikan sangat dipengaruhi oleh profesionalisme dan kompetensi pedagogik guru sebagai pelaksana utama proses pembelajaran. Komunitas belajar guru menjadi salah satu strategi kolaboratif yang dapat mendorong pengembangan profesional guru melalui kegiatan berbagi pengalaman, refleksi pembelajaran, dan kolaborasi antarpendidik. Namun, tingkat partisipasi guru IPS dalam komunitas belajar di Gugus 07 Kabupaten Tangerang masih relatif rendah sehingga berdampak pada belum optimalnya kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi keikutsertaan guru dalam komunitas belajar terhadap profesionalisme dan kompetensi pedagogik guru IPS, dengan mempertimbangkan peran partisipasi aktif sebagai variabel mediasi serta dukungan kepala sekolah sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 83 guru IPS yang tergabung dalam Komunitas Belajar Guru IPS Gugus 07 Kabupaten Tangerang. Sampel penelitian sebanyak 70 guru yang ditentukan menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi keikutsertaan guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap profesionalisme dan kompetensi pedagogik guru. Selain itu, motivasi juga berpengaruh signifikan terhadap profesionalisme dan kompetensi pedagogik melalui partisipasi aktif guru dalam komunitas belajar, sehingga partisipasi aktif berperan sebagai variabel mediasi. Namun demikian, dukungan kepala sekolah tidak terbukti memoderasi hubungan antara motivasi dan partisipasi aktif guru. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan profesionalisme dan kompetensi pedagogik guru lebih dipengaruhi oleh faktor internal berupa motivasi dan keterlibatan aktif guru dalam komunitas belajar.
ANALISIS POLA SPASIAL PERSEBARAN UMKM KULINER DI KELURAHAN SEKARAN, KOTA SEMARANG DAN RELEVANSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR GEOGRAFI Siti Nur Aini; M. Fikri Amrullah
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10954

Abstract

ABSTRACT The development of culinary MSMEs in urban areas reflects the dynamics of economic activities closely associated with the spatial characteristics of a region. Jalan Taman Siswa, Sekaran Village, Semarang City, is one of the areas experiencing significant growth in culinary MSMEs due to the presence of Universitas Negeri Semarang and the high mobility of the community. This study aims to analyze the spatial distribution pattern of culinary MSMEs along Jalan Taman Siswa and examine their relevance as a geography learning resource at the senior high school level. The research employed a quantitative approach through field observations, geographic coordinate mapping, questionnaires, and interviews. Spatial pattern analysis was conducted using the Average Nearest Neighbour (ANN) method assisted by ArcGIS 10.8 on 213 culinary MSME units identified in the research area. The relevance test of learning resources was carried out with senior high school geography teachers using instruments that had fulfilled content validity requirements. The findings revealed that the distribution of culinary MSMEs formed a clustered pattern influenced by road accessibility, the concentration of community activities, and proximity to educational areas. In addition to reflecting the dynamics of urban economics, the phenomenon was considered relevant as a local environment-based geography learning resource because it supports contextual learning and enhances students’ spatial thinking skills. This study confirms that the integration of local economic phenomena and spatial approaches contributes significantly to the development of more applicable and contextual geography learning. ABSTRAK Perkembangan UMKM kuliner di kawasan perkotaan mencerminkan dinamika aktivitas ekonomi yang berkaitan erat dengan karakteristik keruangan wilayah. Jalan Taman Siswa, Kelurahan Sekaran, Kota Semarang merupakan salah satu kawasan dengan pertumbuhan UMKM kuliner yang tinggi akibat keberadaan Universitas Negeri Semarang dan tingginya mobilitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola spasial persebaran UMKM kuliner di Jalan Taman Siswa serta mengkaji relevansinya sebagai sumber belajar geografi pada tingkat SMA. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui observasi lapangan, pemetaan koordinat geografis, angket, dan wawancara. Analisis pola spasial dilakukan menggunakan metode Average Nearest Neighbour (ANN) berbantuan ArcGIS 10.8 terhadap 213 unit UMKM kuliner yang teridentifikasi di lokasi penelitian. Uji relevansi sumber belajar dilakukan kepada guru geografi SMA menggunakan instrumen yang telah memenuhi validitas isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persebaran UMKM kuliner membentuk pola mengelompok (clustered) yang dipengaruhi oleh aksesibilitas jalan, konsentrasi aktivitas masyarakat, dan kedekatan dengan kawasan pendidikan. Selain mencerminkan dinamika ekonomi perkotaan, fenomena tersebut dinilai relevan sebagai sumber belajar geografi berbasis lingkungan lokal karena mampu mendukung pembelajaran kontekstual dan penguatan kemampuan berpikir spasial peserta didik. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi fenomena ekonomi lokal dan pendekatan spasial memiliki kontribusi penting dalam pengembangan pembelajaran geografi yang lebih aplikatif dan kontekstual.
PENGARUH MEDIA VISUAL INTERAKTIF TERHADAP PEMAHAMAN SISWA SD DALAM PEMBELAJARAN IPS MATERI KEGIATAN EKONOMI Dea Ananda Ayu Ningtyas; Danang Prastyo; Amelia Widya Hanindita
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.11083

Abstract

ABSTRACT Understanding concepts related to economic activities is an essential competency in elementary social studies learning. However, the implementation of learning media in classrooms is still not optimal since teaching activities are often dominated by lecture-based methods. As a result, students encounter difficulties in understanding abstract concepts, particularly in distinguishing production, distribution, and consumption activities. This study aimed to examine the effect of interactive visual media on students’ understanding of economic activity material in elementary social studies learning. The research applied a quantitative approach with a quasi-experimental method using the Equivalent Posttest-Only Control Group Design. The study was conducted at UPT SD Negeri 145 Gresik involving 50 fifth-grade students divided into two groups, namely class VA as the experimental group and class VB as the control group, with 25 students in each class. Data were collected through multiple-choice tests and analyzed using the t-test after fulfilling the requirements of normality and homogeneity tests. The findings revealed a significant difference between the experimental and control groups with a significance value below 0.05. Therefore, it can be concluded that interactive visual media influences students’ understanding of economic activity material in social studies learning. Accordingly, teachers are encouraged to apply interactive visual media as a more engaging and effective learning alternative to support students’ conceptual understanding at the elementary school level.   ABSTRAK Pemahaman konsep kegiatan ekonomi menjadi salah satu kemampuan penting dalam pembelajaran IPS di tingkat sekolah dasar. Akan tetapi, pemanfaatan media pembelajaran di kelas belum optimal karena proses belajar masih banyak menggunakan metode ceramah. Kondisi tersebut menyebabkan siswa kesulitan memahami konsep yang bersifat abstrak, terutama dalam membedakan kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media visual interaktif terhadap pemahaman siswa pada materi kegiatan ekonomi di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi Experimental tipe Equivalent Posttest Only Control Group Design. Kegiatan penelitian dilaksanakan di UPT SD Negeri 145 Gresik dengan melibatkan 50 siswa kelas V yang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelas VA sebagai kelas eksperimen dan kelas VB sebagai kelas kontrol, masing-masing berjumlah 25 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pilihan ganda, kemudian dianalisis menggunakan uji-t setelah memenuhi syarat normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai signifikansi kurang dari 0,05. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa media visual interaktif berpengaruh terhadap pemahaman siswa pada materi kegiatan ekonomi dalam pembelajaran IPS. Oleh karena itu, guru disarankan memanfaatkan media visual interaktif sebagai alternatif pembelajaran yang lebih efektif dan menarik untuk membantu siswa memahami konsep di sekolah dasar.