cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 385 Documents
NILAI-NILAI SEJARAH DAN BUDAYA DALAM LANSKAP KAWASAN PADUSAN SEBAGAI WARISAN LOKAL Amalia, Indah; Fandriya, Adinda Putri; Salsabila, Suci Aini; Anggraini, Mayla Indah Prihar; Auliya, Warodil Aqwalil; Januari, Aisyah Firly Wulan; Sugiantoro, Sugiantoro
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10749

Abstract

Padusan in Pacet District, Mojokerto Regency represents a cultural landscape formed through long-term historical interactions between humans and the environment. This landscape not only reflects its physical characteristics but also embodies symbolic meanings, historical values, and cultural practices preserved within the community’s collective memory. These values are reflected in Grenjengan Waterfall as a cultural space perceived as a sacred water source, the Mbah Melati shrine as a center of spiritual activities, and the Padusan hot spring which demonstrates the continuity of natural resource utilization. These elements illustrate the interconnection of ecological, social, and cultural dimensions that shape local identity. This study employs a qualitative approach. The findings indicate a transformation of the landscape’s function from a sacred and utilitarian space into a tourism destination oriented toward recreational and economic interests, leading to a reduction in its historical and cultural meanings. Nevertheless, the multidimensional historical values remain preserved and hold potential to be developed as a foundation for educational-based tourism that strengthens local identity and cultural sustainability. ABSTRAK Padusan di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto merupakan lanskap budaya yang terbentuk melalui interaksi historis antara manusia dan lingkungan. Lanskap ini tidak hanya mencerminkan aspek fisik, tetapi juga memuat nilai simbolik, historis, serta praktik budaya dalam memori kolektif masyarakat. Nilai tersebut tercermin pada Air Terjun Grenjengan sebagai ruang kultural yang dimaknai sebagai sumber air sakral, Punden Mbah Melati sebagai pusat aktivitas spiritual, serta pemandian air panas Padusan yang menunjukkan kesinambungan pemanfaatan sumber daya alam. Ketiga elemen tersebut merepresentasikan keterkaitan dimensi ekologis, sosial, dan kultural yang membentuk identitas lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan adanya transformasi fungsi lanskap dari ruang sakral dan utilitarian menjadi destinasi wisata yang berorientasi rekreatif-ekonomi, yang berdampak pada reduksi makna historis dan kultural. Meskipun demikian, nilai sejarah yang bersifat multidimensional masih bertahan dan berpotensi dikembangkan sebagai dasar pariwisata berbasis edukasi yang memperkuat identitas lokal dan keberlanjutan budaya.  
RELEVANSI GEOGRAFIS DAN AKTIVITAS EKONOMI WISATA SUMBER GEMPONG SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS KELAS VIII Pramesti, Anindita Nasywa; Efendi, Putri Yasmin; Putri, Annisa Dewi Meida Ashok; Cinta, Radiffa Zabrina; Afifah, Silvi Nur
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10750

Abstract

Social Studies (IPS) instruction is currently still dominated by a theoretical approach that fails to integrate the realities of the surrounding environment into classroom materials. This study aims to analyze the interactions between geographical conditions, environmental utilization, and community economic activities in Sumber Gempong, Trawas, Mojokerto, as well as to examine their relevance as a source of contextual IPS learning for eighth-grade students. A descriptive qualitative approach was applied to process the data obtained through field observations and in-depth interviews with managers, merchants, farmers, and tourists using purposive sampling. The data analysis process utilized an interactive model encompassing data reduction, presentation, and drawing conclusions. Findings indicate that the mountainous geographical conditions with abundant water sources support the optimization of the tourism sector, horticultural agriculture, and the empowerment of MSMEs. However, a challenge was identified in the form of a decline in visitor numbers over the past five years due to suboptimal promotional strategies. Regardless of these aspects, the phenomenon at Sumber Gempong represents a tangible interconnection between geographical space and human activities that holds significant potential as a learning resource. It can be concluded that integrating the local environment into the curriculum enhances students’ conceptual understanding and active engagement in social studies learning. ABSTRAK Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) saat ini masih didominasi oleh pendekatan teoritis yang kurang mengintegrasikan realitas lingkungan sekitar ke dalam materi kelas. Kajian ini diarahkan untuk menganalisis interaksi antara kondisi geografis, pemanfaatan lingkungan, dan aktivitas ekonomi masyarakat di Sumber Gempong, Trawas, Mojokerto, serta mengkaji relevansinya sebagai sumber belajar IPS kontekstual bagi siswa kelas VIII. Pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan dalam mengolah data yang diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan pengelola, pedagang, petani, serta wisatawan melalui teknik purposive sampling. Proses analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa kondisi geografis pegunungan dengan sumber air melimpah mendukung optimalisasi sektor pariwisata, pertanian hortikultura, dan pemberdayaan UMKM. Namun, ditemukan kendala berupa penurunan jumlah kunjungan dalam lima tahun terakhir akibat strategi promosi yang belum optimal. Terlepas dari aspek tersebut, fenomena di Sumber Gempong merepresentasikan keterkaitan nyata antara ruang geografis dan aktivitas manusia yang sangat potensial dijadikan sumber belajar. Dapat disimpulkan bahwa integrasi lingkungan lokal ke dalam kurikulum mampu meningkatkan pemahaman konseptual dan keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran IPS.  
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA QUESTION CARD TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS IV SD Cahyani, Ida Ayu Wayan Aprilia; Ermiana, Ida; Fauzi, Asri
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10752

Abstract

Critical thinking is a logical thinking process in analyzing information, evaluating arguments, and solving problems systematically. One strategy to stimulate this ability is through the Problem-Based Learning (PBL) model, which directs students toward problem-solving. The effectiveness of the Problem-Based Learning model can be optimized through the use of Question Card media, which is an innovative and creative learning medium designed to trigger curiosity and active student involvement through engaging questions. This study aims to examine the effectiveness of the Problem-Based Learning model assisted by Question Card media on the critical thinking skills of fourth-grade students at SDN 11 Cakranegara. The research method used was a Non-equivalent Control Group Design. The subjects in this study were all fourth-grade students at SDN 11 Cakranegara, consisting of class IV A with 26 students as the experimental group and class IV B with 31 students as the control group. Data collection techniques used in this study were tests (essays) and observations. The data analysis technique began with prerequisite tests, namely the Kolmogorov-Smirnov normality test with a significance level of 5% (0.05), followed by the Levene’s test for homogeneity. Furthermore, the hypothesis was tested using the Independent Sample T-test. Based on the hypothesis testing at a 5% (0.05) significance level, the results showed t-count = 8.928, while t-table = 1.673, meaning t-count > t-table. The Sig. (2-tailed) value was 0.00, which is less than 0.05; therefore, the alternative hypothesis (Ha) is accepted and the null hypothesis (H0) is rejected. This indicates that the Problem Based Learning model assisted by Question Card media is effective toward the critical thinking skills of fourth-grade students at SDN 11 Cakranegara. ABSTRAK Berpikir kritis merupakan proses berpikir logis dalam menganalisis informasi, mengevaluasi argumen serta memecahkan masalah secara sistematis. Salah satu strategi untuk menstimulus kemampuan ini adalah melalui model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), yang mengarahkan siswa pada pemecahan masalah. Efektifitas model pembelajaran Problem Based Learning dapat dioptimalkan melalui penggunaan media Question Card yang merupakan sebuah media pembelajaran yang inovatif dan kreatif yang dirancang untuk memicu rasa ingin tahu serta keterlibatan aktif siswa melalui pertanyaan yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model Problem Based Learning berbantuan media Question Card terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SDN 11 Cakranegara. Motode penelitian yang digunakan adalah Non-equivalent Control Gruop Design. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN 11 Cakranegara yang terdiri dari kelas IV A sejumlah 26 siswa mmenjadi kelas eksperimen dan kelas IV B sejumlah 31 siswa menjadi kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes (uraian) dan observasi. Teknik análisis data diawali dengan uji prasyarat yaitu uji normalitas dengan uji Kolmogorov Smirnov dengan taraf signifikansi 5% (0,05) dan dilanjutkan dengan uji homogenitas dengan uji Levene tetst. Selanjutnya uji hipótesis pada taraf signifikansi 5% (0,05) diperoleh thitung=8,928, sedangjan t-tabel=1,673 sehingga t-hitung > t-tabel dan diperoleh nilai Sig.2 tailed=0,00 lebih kecil dari 0,05 maka hipótesis alternatif (Ha) diterima dan hipótesis nol (H0) ditolak. Artinya model pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Question Card efektif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SDN 11 Cakranegara.    
PERAN GURU PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBANGUN MOTIVASI BELAJAR SISWA AKIBAT BROKEN HOME DI SEKOLAH SMK Mandysti, Hamidah Cherlyna; Wingkolatin, Wingkolatin; Bahzar, Moh.; Herliah, Endang
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10834

Abstract

The problem of low learning motivation in students who experience broken families is the main background of this research at SMK Negeri 6 Samarinda. The focus of the research is directed at analyzing the role of Pancasila and Citizenship Education teachers in rekindling the enthusiasm for learning in these students. The research stages were carried out through a qualitative approach with data collection techniques in the form of participatory observation, in-depth interviews, and systematic documentation studies. The research findings indicate that teachers have carried out their functions as educators and motivators, which have had a positive impact on the development of students' self-confidence, independence, and responsibility. In practice, teachers apply the Problem Based Learning (PBL) model and educational games integrated with Ki Hajar Dewantara's educational philosophy, namely Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, and Tut Wuri Handayani. Despite facing obstacles such as limited time allocation and a busy academic schedule, the strategy of habituating Pancasila-based moral values ​​and active learning has proven effective in increasing student engagement. The main conclusion emphasizes that the active role of teachers through positive reinforcement and adaptation of learning media is crucial in building intrinsic motivation in students from broken homes. This success supports the creation of a much more meaningful learning experience for students to achieve optimal academic achievement and social behavior in the school environment as a whole to ensure their future. ABSTRAK Permasalahan rendahnya motivasi belajar pada siswa yang mengalami kondisi keluarga tidak utuh menjadi latar belakang utama penelitian ini di SMK Negeri 6 Samarinda. Fokus penelitian diarahkan pada analisis peran guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam membangkitkan kembali semangat belajar para siswa tersebut. Tahapan penelitian dilaksanakan melalui pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi yang sistematis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru telah menjalankan fungsinya sebagai pendidik sekaligus motivator yang memberikan dampak positif terhadap perkembangan rasa percaya diri, kemandirian, serta tanggung jawab siswa. Dalam praktiknya, guru menerapkan model Problem Based Learning (PBL) dan permainan edukatif yang diintegrasikan dengan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara, yakni Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani. Meskipun menghadapi hambatan berupa keterbatasan alokasi waktu dan kepadatan jadwal akademik, strategi pembiasaan nilai moral berbasis Pancasila dan pembelajaran aktif terbukti efektif meningkatkan keterlibatan siswa. Simpulan utama menegaskan bahwa peran aktif guru melalui penguatan positif dan penyesuaian media pembelajaran sangat krusial dalam membangun motivasi intrinsik siswa broken home. Keberhasilan ini mendukung terciptanya pengalaman belajar yang jauh lebih bermakna bagi siswa guna mencapai prestasi akademik maupun perilaku sosial yang optimal di lingkungan sekolah secara menyeluruh demi menjamin masa depan mereka.  
PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM KEBIJAKAN POLITIK (STUDI KETERLIBATAN PEREMPUAN PAPUA DI KABUPATEN SORONG) Ali, Gustrianti M
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10835

Abstract

Papua Has Complex Socio-Cultural Characteristics With The Dominance Of Patriarchal Values Influencing The Construction Of Gender Roles Within Society. In Many Cases, Papuan Women Are Placed In The Domestic Sphere And Have Limited Access To Public And Political Spaces. This Condition Impacts The Low Level Of Both Numerical And Substantive Representation Of Papuan Women In Formal Political Institutions. From The Perspective Of Political Communication, The Low Political Participation Of Papuan Women Is Closely Related To The Patterns Of Political Communication That Develop Within Society. Political Communication Plays A Central Role In Transmitting Political Values And Shaping Public Opinion. However, In Practice, The Involvement Of Women, Especially Indigenous Papuan Women, Still Faces Various Challenges In Terms Of Cultural, Social, Educational, And Political Structural Aspects That Have Not Fully Provided Equal Opportunities. This Study Employs A Qualitative Research Method With A Descriptive Approach To Gain An In-Depth Understanding Of The Forms Of Papuan Women’s Participation In Political Processes And The Obstacles They Encounter. Data Collection Techniques Were Carried Out Through Interviews, Observation, And Documentation. The Findings Indicate That The Participation Of Papuan Women In Political Policymaking In Sorong Regency Has Begun To Develop, Marked By Increased Involvement Of Women In Political Organizations, Government Institutions, And Local Decision-Making Activities. However, Such Participation Remains Suboptimal Due To Low Political Representation, The Persistence Of Patriarchal Culture, Limited Human Resource Capacity, And Minimal Institutional Support For Women’s Political Empowerment. Therefore, Greater Efforts Are Needed From The Government, Political Parties, And Society To Enhance Capacity-Building And Provide Broader Access For Papuan Women To Actively Engage In Political Policymaking Processes. ABSTRAK Papua memiliki karakteristik sosial budaya yang cukup kompleks dengan dominasi nilai-nilai patriarki yang mempengaruhi konstruksi peran gender dalam masyarakat. Dalam banyak kasus yang ditemui misalnya perempuan Papua ditempatkan pada rana domestik dan memiliki akses terbatas terhadap ruang publik dan politik Hal ini berimplikasi pada rendanya tingkat representasi numerik maupun substantive perempuan Papua dalam lembaga-lembaga politik formal.  Dalam prespektif komunikasi politik, rendanya partisipasi politik perempuan Papua erat kaitannya dengan pola komunikasi politik yang berkembang. Komunikasi politik memainkan peran sentral dalam mentransisikan nilai-nilai politik, membentuk opini public Namun, dalam praktiknya keterlibatan perempuan, khususnya perempuan asli Papua, masih menghadapi berbagai tantangan baik dari aspek budaya, sosial, pendidikan, maupun struktur politik yang belum sepenuhnya memberikan ruang yang setara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk memahami secara mendalam bentuk partisipasi perempuan Papua dalam proses politik serta hambatan yang dihadapi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi perempuan Papua dalam kebijakan politik di Kabupaten Sorong mulai mengalami perkembangan, ditandai dengan meningkatnya keterlibatan perempuan dalam organisasi politik, lembaga pemerintahan, serta kegiatan pengambilan keputusan di tingkat lokal. Namun demikian, partisipasi tersebut masih belum optimal karena dipengaruhi oleh rendahnya representasi politik, kuatnya budaya patriarki, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, dan minimnya dukungan kelembagaan terhadap pemberdayaan politik perempuan. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih serius dari pemerintah, partai politik, dan masyarakat dalam mendorong peningkatan kapasitas serta membuka akses yang lebih luas bagi perempuan Papua untuk terlibat aktif dalam proses kebijakan politik.