cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 385 Documents
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL OLEH ORANG MUDA KATOLIK DALAM PEWARTAAN IMAN: PERSPEKTIF DOKUMEN CHRISTUS VIVIT Simanjuntak, Ubania; Simarmata, Petrus
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10607

Abstract

This study was designed to map the extent to which Catholic Youth utilize social media as a vehicle for faith proclamation, while simultaneously evaluating whether such practices align with the evangelization spirit upheld in the document Christus Vivit. Data collection centered on the Catholic Youth community at the Parish of Saint Francis of Assisi Pangaribuan, with a qualitative approach grounded in case study methodology as its methodological framework. Information was gathered through three simultaneous channels field observation, in-depth interviews, and documentation review involving ten young people as primary informants, supported by a youth mentor and the parish priest. The collected data was then processed through a series of stages: reduction, presentation, and conclusion drawing, with triangulation employed as an instrument to ensure validity. The findings reveal a striking paradox: the high intensity of social media use among young people does not proportionally translate into its optimization as a space for faith proclamation, digital catechesis, or the expression of social solidarity the utilization of social media for such purposes remains sporadic and far from consistent. From this, the study concludes that a considerable gap exists between habitual social media engagement and awareness of its function as a medium for evangelization. Bridging this gap requires a formation program that is not only substantively directed, but also designed to operate over the long term. ABSTRAK Penelitian ini dirancang untuk memetakan sejauh mana Orang Muda Katolik menggunakan media sosial sebagai wahana penyebaran iman, sekaligus mengevaluasi apakah praktik tersebut sejalan dengan semangat evangelisasi yang diusung dokumen Christus Vivit. Pengambilan data berpusat pada komunitas Orang Muda Katolik di Paroki Santo Fransiskus Asisi Pangaribuan, dengan pendekatan kualitatif berbasis studi kasus sebagai kerangka metodologisnya. Proses penggalian informasi ditempuh melalui tiga jalur sekaligus pengamatan lapangan, wawancara mendalam, dan telaah dokumentasi yang melibatkan sepuluh orang muda sebagai informan utama, didukung oleh seorang pembina dan pastor paroki. Data yang terkumpul kemudian diolah lewat serangkaian tahapan: penyaringan, pemaparan, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi sebagai instrumen penjamin keabsahan. Hasil yang diperoleh mengungkap paradoks yang menarik: tingginya intensitas penggunaan media sosial di kalangan orang muda tidak berbanding lurus dengan optimalisasi fungsinya sebagai ruang pewartaan iman, katekese digital, maupun ekspresi solidaritas sosial pemanfaatan untuk tujuan-tujuan tersebut masih berlangsung sporadis dan jauh dari kata konsisten. Dari sini, penelitian menyimpulkan adanya jurang pemisah antara kebiasaan bermedia sosial dan kesadaran akan fungsinya sebagai medium evangelisasi. Menutup jurang tersebut membutuhkan program pembinaan yang tidak hanya terarah secara substansi, tetapi juga dirancang untuk berjalan dalam jangka panjang.
INTEGRASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KURIKULUM INTERNATIONAL BACCALAUREATE (IB) DI SEKOLAH DASAR INTERNATIONAL Natasia, Nabella Widya; Diana, Nirva; Afriyadi, Muhammad Muchsin
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10703

Abstract

This study examines the integration of Pancasila values within the International Baccalaureate (IB) curriculum at the primary education level and its implications for students’ character development. Employing a Systematic Literature Review (SLR) guided by PRISMA protocols, this study synthesizes findings from 10 peer-reviewed articles retrieved from Google Scholar, Scopus, and Semantic Scholar. The results reveal that Pancasila values are embedded through inquiry-based and transdisciplinary pedagogies, as well as co-curricular and extracurricular practices that promote experiential and reflective learning. Core values—including cooperation, tolerance, responsibility, and social justice—are consistently aligned with key attributes of the IB Learner Profile, such as caring, principled, and open-minded. This conceptual alignment enables a coherent integration of national identity within a global curriculum framework. The findings further indicate that such integration contributes significantly to the development of students’ socio-emotional competencies and 21st-century skills. However, the implementation remains constrained by structural and pedagogical challenges, including limited teacher capacity, the absence of standardized integration frameworks, and instructional time constraints. This study contributes to the literature by offering a synthesized conceptual mapping between Pancasila values and IB educational principles, while highlighting the need for systematic instructional design and institutional support to ensure sustainable and contextually grounded character education in globally oriented curricula. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum International Baccalaureate (IB) pada jenjang sekolah dasar serta implikasinya terhadap pembentukan karakter peserta didik. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA melalui penelusuran artikel pada basis data Google Scholar, Scopus, dan Semantic Scholar. Dari hasil seleksi diperoleh 10 artikel yang relevan untuk dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Pancasila dilakukan melalui pembelajaran berbasis inquiry, pendekatan transdisipliner, serta kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler. Nilai-nilai utama yang terintegrasi meliputi gotong royong, toleransi, tanggung jawab, dan keadilan sosial. Selain itu, terdapat kesesuaian antara nilai-nilai Pancasila dengan karakter dalam IB Learner Profile, seperti caring, principled, dan open-minded. Integrasi tersebut terbukti memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter peserta didik, termasuk peningkatan sikap sosial dan kompetensi abad ke-21. Namun demikian, implementasi masih menghadapi kendala, seperti keterbatasan kompetensi guru, kurangnya panduan operasional, serta keterbatasan waktu pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan strategi integrasi yang lebih sistematis dan dukungan institusional untuk mengoptimalkan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum IB di sekolah dasar.    
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM Arifin, Rismawati; Hafid, Radia; Koniyo, Rierind; Hasiru, Roy; Polamolo, Cristian
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10738

Abstract

Learning activities are all forms of activities carried out by students during the teaching and learning process that lead to changes in knowledge, attitudes, and skills. Learning is not only a process of receiving information, but also involves students' activeness in thinking, asking questions, observing, discussing, and actively participating in learning activities. This study aims to improve student activity and learning outcomes in Social Sciences (IPS) subjects through the application of the Problem Based Learning (PBL) learning model in class VIII of SMP Negeri 2 Suwawa. The low student activity and IPS learning outcomes that have not reached the Minimum Completion Criteria (KKM) are due to learning that is still teacher-centered and conventional. The method used in this study is Classroom Action Research (CAR) which is implemented in two cycles, with the stages of planning, action implementation, observation, and reflection. The research subjects were 24 students of class VIII. The results showed that the application of the Problem Based Learning (PBL) model can significantly improve student activity and learning outcomes. Student activity increased from the sufficient category in cycle I to good in cycle II. Student learning outcomes also improved, as indicated by the increase in the average class score and learning completion percentage from 41.67% in cycle I to 83.33% in cycle II. Thus, it can be concluded that the PBL model is effective in improving the quality of the process and learning outcomes of eighth-grade social studies students at SMP Negeri 2 Suwawa. ABSTRAK Aktivitas belajar adalah segala bentuk kegiatan yang dilakukan siswa selama proses belajar mengajar yang mengarah pada perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Belajar bukan hanya proses menerima informasi, tetapi juga melibatkan keaktifan siswa dalam berpikir, bertanya, mengamati, berdiskusi, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di kelas VIII SMP Negeri 2 Suwawa. Rendahnya keaktifan siswa serta hasil belajar IPS yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) akibat pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan bersifat konvensional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas VIII.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa secara signifikan. Aktivitas siswa meningkat dari kategori cukup pada siklus I menjadi baik pada siklus II. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan, ditunjukkan oleh meningkatnya nilai rata-rata kelas dan persentase ketuntasan belajar dari 41,67% pada siklus I menjadi 83,33% pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model PBL efektif dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar IPS siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Suwawa.    
PENGARUH KEGIATAN ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS) TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR SISWA Ibrahim, Juliyanti; Hafid, Radia; Toralawe, Yulianti; Mahmud, Melizubaida; Koniyo, Rierind
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10740

Abstract

This study aimed to determine the effect of Student Council (OSIS) activities on students’ learning activities at SMP Negeri 1 Kabila. The background of this study was based on the importance of learning activities in the learning process and the fact that students’ involvement in organizational activities can have both positive impacts and challenges on learning, such as increasing leadership experience, responsibility, and cooperation, while also potentially causing fatigue, reduced study time, and decreased concentration. This research employed a quantitative approach with a correlational design. The population consisted of all 35 members of the student council at SMP Negeri 1 Kabila, and the entire population was used as the sample. Data were collected through questionnaires, while the data analysis techniques included validity testing, reliability testing, normality testing, simple linear regression, t-test, Pearson correlation, and coefficient of determination. The results showed that student council activities had a positive and significant effect on students’ learning activities, with a t-value of 5.697 greater than the t-table value of 2.030 and a significance value of 0.000. The correlation coefficient of 0.704 indicated a strong relationship, while the coefficient of determination of 0.496 showed that 49.6% of the variation in students’ learning activities was explained by student council activities. Thus, the better the students’ involvement in student council activities, the better their learning activities. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) terhadap aktivitas belajar siswa di SMP Negeri 1 Kabila. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya aktivitas belajar dalam proses pembelajaran serta adanya kenyataan bahwa keterlibatan siswa dalam kegiatan organisasi dapat memberikan dampak positif maupun kendala terhadap belajar, seperti meningkatnya pengalaman kepemimpinan, tanggung jawab, dan kerja sama, tetapi juga berpotensi menimbulkan kelelahan, berkurangnya waktu belajar, dan menurunnya konsentrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh anggota OSIS SMP Negeri 1 Kabila yang berjumlah 35 siswa, dan seluruh populasi dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, sedangkan analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, regresi linear sederhana, uji t, korelasi Pearson, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan OSIS berpengaruh positif dan signifikan terhadap aktivitas belajar siswa, dengan nilai thitung 5,697 lebih besar dari ttabel 2,030 dan nilai signifikansi 0,000. Koefisien korelasi sebesar 0,704 menunjukkan hubungan yang kuat, sedangkan koefisien determinasi sebesar 0,496 menunjukkan bahwa 49,6% variasi aktivitas belajar siswa dijelaskan oleh kegiatan OSIS. Dengan demikian, semakin baik keterlibatan siswa dalam kegiatan OSIS, semakin baik pula aktivitas belajar siswa.    
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS APLIKASI CANVA TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA KELAS X PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMAN Sue, Murtin; Bumulo, Frahmawati; Toralawe, Yuliyanti; Bahsoan, Agil; Damiti, Fatmawaty
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10741

Abstract

The objective of this study was to determine the extent to which Canva application- based learning media influence the learning interest of Grade X students in the Economics subject at SMAN 4 Gorontalo. This study employed a quantitative, experimental approach, specifically a quasi-experimental non-equivalent control group design. The population consisted of all Grade X students at SMAN 4 Gorontalo, with a sample of 60 students divided into an experimental group and a control group. Data were collected through observation, documentation, and questionnaires using a Likert scale. The analysis included classical assumption tests (normality and homogeneity) and hypothesis testing via simple linear regression. The results indicate that Canva application-based learning media have a positive and significant influence on students' learning interest. This is evidenced by the regression analysis, which produced the model equation Y = 24,117 +0,464X, with a coefficient of determination of 27,3%, while the remaining 72,7% is influenced by other factors beyond the variables examined in this study. Furthermore, the test results show a significant difference between the experimental and control groups, with the experimental group demonstrating a higher level of learning interest. Respondents' perceptions of Canva usage wers ontsgonzed as high, with an average score of 4,12 (82,4%), while students' learning int high, with an average score of 4,13 (82,690 was also categorized ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh media pembelajaran berbasis aplikasi canva terhadap minat belajar siswa kelas X pada mata pelajaran ekonomi di SMAN 4 Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain penelitian diterapkan adalah Quasi Experimental Design dengan bentuk Non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di SMAN 4 Gorontalo dengan sampel berjumlah 60 siswa yang terbagi kedalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan kuesioner (angket) yang menggunakan skala likert, uji asumsi klasik (normalitas dan homogenitas), serta uji hipotesis melalui analisis linier regresi sederhana. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa terdapat pengaruh postif dan signifikan media pembelajaran berbasis aplikasi canva terhadap minat belajar siswa. Hal ini dibuktikan melalui analisis regresi mengahasilkan persamaan model Y + 24,117 + 0,464x, dan nilai determinasi sebesar, 27,3% dan sisanya 72,7% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar variabel yang diteliti dalam penelitian ini. Selain itu hasil uji beda menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, dimana kelas ekperimen memiliki tingkat minat belajar yang lebih tinggi. Tanggapan responden terhadap penggunaan canva berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 4,12 (82,4%), sementara minat belajar siswa juga berada pada kategori tinggi skor 4,13 (82,6%).    
PENERAPAN CYBER NOTARY DALAM PERSPEKTIF HUKUM PROGRESIF: ANALISIS TERHADAP KEPASTIAN HUKUM DALAM PRAKTIK KENOTARIATAN Harianto, Dani; Sari, Nuzulia Kumala; Ali, Moh.
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10742

Abstract

The development of information technology has driven significant transformation in various sectors, including notarial practice through the concept of cyber notary. This study aims to analyze the concept of cyber notary within the framework of modern legal development, examine its application from a progressive law perspective, and assess its ability to address the needs of a digital society while ensuring legal certainty in notarial practice in Indonesia. This research is a normative legal study employing statute and conceptual approaches. The legal materials used consist of primary, secondary, and tertiary sources, which are analyzed qualitatively using a deductive method. The results show that cyber notary is a form of legal innovation that emerges as a response to the demands of a digital society for efficient and flexible legal services. However, its implementation in Indonesia still faces normative challenges, including legal vacuum, norm conflicts, and vague norms between the Law on Notary Position and the Law on Electronic Information and Transactions. From the perspective of progressive law, cyber notary can serve as a means of legal reform, but it still requires clear normative boundaries to ensure legal certainty. Therefore, legal reform and harmonization of regulations are necessary to support the implementation of cyber notary in providing legal certainty and meeting the needs of a digital society. ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi dalam berbagai bidang, termasuk dalam praktik kenotariatan melalui konsep cyber notary. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep cyber notary dalam perkembangan hukum modern, mengkaji penerapannya dalam perspektif hukum progresif, serta menilai kemampuannya dalam menjawab kebutuhan masyarakat digital sekaligus memberikan kepastian hukum dalam praktik kenotariatan di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif dengan metode deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cyber notary merupakan bentuk inovasi hukum yang muncul sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat digital akan layanan hukum yang efisien dan fleksibel. Namun, penerapannya di Indonesia masih menghadapi kendala normatif berupa kekosongan norma, konflik norma, dan ambiguitas norma antara pengaturan dalam Undang-Undang Jabatan Notaris dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ditinjau dari perspektif hukum progresif, cyber notary dapat menjadi sarana pembaharuan hukum, namun tetap memerlukan batasan normatif guna menjamin kepastian hukum. Oleh karena itu, diperlukan pembaharuan dan harmonisasi peraturan perundang-undangan agar penerapan cyber notary dapat memberikan kepastian hukum serta menjawab kebutuhan masyarakat digital.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN KECAKAPAN HIDUP SISWA MELALUI IMPLEMENTASI P5 TERINTEGRASI DELAPAN DIMENSI PROFIL LULUSAN Susanti, Ni Wayan P.; Lumbantobing, Happy; Waromi, Juliana; Mangolo, Ewendi W.; Sampebua, Mingsep R.; Mataputun, Yulius
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10743

Abstract

This research aims to analyze the school principal's leadership in developing students' life skills through the implementation of the Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students (P5), integrated with the eight dimensions of the graduate profile at SMP Negeri Anotaurei Serui, Papua. These eight dimensions include Faith and Piety, Citizenship, Critical Thinking, Creativity, Collaboration, Independence, Health, and Communication, in accordance with the Permendikdasmen Regulation Number 10 of 2025. This study employed a qualitative descriptive approach with a case study design. Data were gathered through participant observation, in-depth interviews with the principal, teachers, school committee, and students, as well as documentation studies. Data analysis followed the Miles, Huberman, and Saldaña model, involving data condensation, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the principal successfully functioned as a driving force through a participative and innovative leadership style by contextualizing P5 themes based on Papuan local wisdom, such as catfish aquaculture and medicinal gardens. The scaffolding leadership strategy proved effective in fostering the independence of both teachers and students despite limited digital infrastructure and extreme weather challenges in the 3T (Frontier, Outermost, and Disadvantaged) region. The study concludes that the principal's role modeling, two-way communication, and transparent accountability are the primary keys to realizing students' resilient life skills (personal, social, and vocational) towards the Golden Generation 2045 vision. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan kepala sekolah dalam mengembangkan kecakapan hidup siswa melalui implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang terintegrasi dengan delapan dimensi profil lulusan di SMP Negeri Anotaurei Serui, Papua. Delapan dimensi tersebut meliputi Keimanan dan Ketakwaan, Kewargaan, Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian, Kesehatan, serta Komunikasi sesuai dengan regulasi Permendikdasmen Nomor 10 Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, komite, dan siswa, serta studi dokumentasi. Teknik analisis data mengikuti model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berhasil menjalankan peran sebagai penggerak melalui gaya kepemimpinan partisipatif dan inovatif dengan mengontekstualisasikan tema P5 berbasis kearifan lokal Papua, seperti budidaya lele dan apotek hidup. Strategi scaffolding leadership terbukti efektif menumbuhkan kemandirian guru dan siswa di tengah keterbatasan infrastruktur digital dan tantangan cuaca ekstrem di wilayah 3T. Penelitian menyimpulkan bahwa keteladanan, komunikasi dua arah, dan akuntabilitas transparan pimpinan merupakan kunci utama dalam mewujudkan kecakapan hidup (personal, sosial, dan vokasional) siswa yang tangguh menuju visi Generasi Emas 2045.  
DIALEKTIKA ALAM DAN MASYARAKAT : ANALISIS GEOGRAFI CAMPING GROUND TRAWAS SEBAGAI POTENSI OUTDOOR LEARNING Maulida, Vadhliyati; Zahra, Alifia Putri Nasywa Az; Diana, Farah; Ayyasyi, Farah Zahidah; Firmansyah, Muhammad Rafly; Virgiawan, Dhimas Bagus
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10746

Abstract

This study aims to analyze the dialectic between natural conditions and community dynamics in shaping the potential of the Alas Veenuz Trawas Camping Ground as a model of social-geography learning based on outdoor learning. The study employed a descriptive quantitative approach with data collection techniques consisting of field observation, questionnaire distribution, and in-depth interviews with site managers and visitors. Physical condition measurements were carried out through zoning analysis, air temperature and elevation measurements, and Temperature Humidity Index (THI) calculations across four functional zones. The results indicate that all zones exhibit comfortable thermal conditions, with temperatures ranging from 24-26°C, well below the tropical THI discomfort threshold of 27°C. Questionnaire analysis revealed an overall mean score of 4.35 (very high category) across all indicators: location (4.41), spatial interaction (4.31), utility value (4.39), and accessibility (4.29). The physical geographical characteristics combined with community social dynamics form an authentic and contextual learning ecosystem. The dialectic between nature and society contributes significantly to the potential of Alas Veenuz as an integrative, sustainable, socially-grounded outdoor learning model, worthy of further development as an environment-based educational laboratory. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dialektika antara kondisi alam dan dinamika masyarakat dalam membentuk potensi Camping Ground Alas Veenuz Trawas sebagai model pembelajaran geografi-sosial berbasis outdoor learning. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, penyebaran kuesioner, dan wawancara mendalam kepada pengelola serta pengunjung kawasan. Pengukuran kondisi fisik dilakukan melalui analisis zonasi, pengukuran suhu udara, ketinggian elevasi, serta perhitungan Temperature Humidity Index (THI) pada empat zona fungsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh zona berada dalam kondisi termal nyaman dengan suhu antara 24-26°C, jauh di bawah ambang ketidaknyamanan THI tropis sebesar 27°C. Hasil kuesioner menunjukkan skor rata-rata 4,35 (kategori sangat tinggi) pada seluruh indikator: lokasi (4,41), interaksi keruangan (4,31), nilai guna (4,39), dan aksesibilitas (4,29). Karakteristik geografis fisik berpadu dengan dinamika sosial masyarakat membentuk ekosistem pembelajaran autentik. Dialektika alam dan masyarakat berkontribusi signifikan terhadap potensi Alas Veenuz sebagai model outdoor learning berbasis geografi-sosial yang integratif, berkelanjutan, dan layak dikembangkan sebagai laboratorium pendidikan berbasis lingkungan.  
PELESTARIAN CAGAR BUDAYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL: STUDI PADA CANDI BUMI AYU Kurniawan, M.Agung; Hudaidah, Hudaidah; Pahlevi, Muhammad Reza
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10747

Abstract

The abstract study aims to analyze the preservation of Bumi Ayu Temple as a knowledge informant in local history learning, especially in South Sumatra. The research approach uses descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews, and documentation studies. The results of the study found that the physical condition of Bumi Ayu Temple is generally still maintained, although some temple structures are still in the reconstruction stage and have not been restored, such as Temple 4 and Temple 11. Preservation efforts are carried out through conservation, maintenance, and supervision by the management and supported by community participation. In addition, the Bumi Ayu Temple site has great potential as a source of local history learning through contextual learning activities, such as field visits. This utilization has been proven to increase students' understanding and interest in learning history. However, this utilization has not been optimal due to the limited structured educational programs that create adequate supporting facilities. Therefore, synergy is needed between the government, managers, communities, and educational institutions to optimize the preservation and utilization of Bumi Ayu Temple as a source of sustainable history learning. ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk menganalisis pelestarian Candi Bumi Ayu sebagai Informan pengetahuan dalam pembelajaran Sejarah lokal khususnya Sumatera Selatan. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian mengetahui bahwa kondisi fisik Candi Bumi Ayu secara umum masih terjaga, meskipun beberapa struktur candi masih dalam tahap rekonstruksi dan belum dipugar, seperti Candi 4 dan Candi 11. Upaya pelestarian dilakukan melalui konservasi, pemeliharaan, dan pengawasan oleh pihak pengelola serta didukung oleh partisipasi masyarakat. Selain itu, situs Candi Bumi Ayu memiliki potensi besar sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal melalui kegiatan pembelajaran kontekstual, seperti kunjungan lapangan. Pemanfaatan ini terbukti dapat meningkatkan pemahaman dan minat belajar siswa terhadap sejarah. Namun, pemanfaatan tersebut belum optimal karena terbatasnya program edukasi yang terstruktur sehingga membuat fasilitas pendukung yang memadai. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, pengelola, masyarakat, dan lembaga pendidikan untuk mengoptimalkan pelestarian dan pemanfaatan Candi Bumi Ayu sebagai sumber pembelajaran sejarah yang berkelanjutan.  
PENGARUH PENDIDIKAN EKONOMI DAN LITERASI KEUANGAN TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA Silaban, Trivena Kezia; Sigiro, Ria Agustina; Sipayung, Tri Febriani; Simarmata, Sovia Elphani; Siagian, Hesti Herawati; Adriani, Deni
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10748

Abstract

This study aims to examine the influence of economic education and financial literacy on the entrepreneurial interest of students in the Economic Education Study Program, Universitas Negeri Medan (UNIMED). A quantitative approach with an explanatory design was employed in this research. The study population consisted of students from the Economic Education program at UNIMED, with a sample of 50 respondents selected using purposive sampling technique. Data were collected by distributing a Likert-scale-based questionnaire through an online link (Google Form). The data analysis techniques included classical assumption tests (normality, autocorrelation, heteroscedasticity, multicollinearity) and hypothesis testing, which comprised multiple linear regression, t-test, F-test, and coefficient of determination. The findings revealed that partially, economic education does not have a significant effect on entrepreneurial interest (Sig. 0.935 > 0.05), while financial literacy has a significant effect (Sig. 0.000 < 0.05). Simultaneously, both variables have a significant effect on entrepreneurial interest (Sig. 0.000 < 0.05) with an Adjusted R Square value of 0.404, indicating that 40.4% of the variation in entrepreneurial interest can be explained by economic education and financial literacy. Thus, financial literacy plays a more dominant role compared to economic education in fostering students' entrepreneurial interest. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pendidikan ekonomi dan literasi keuangan terhadap minat berwirausaha mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi, Universitas Negeri Medan (UNIMED). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan eksplanatif. Populasi penelitian adalah mahasiswa prodi Pendidikan Ekonomi UNIMED, dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner berbasis skala Likert melalui tautan online (Google Form). Teknik analisis data mencakup uji asumsi klasik (normalitas, autokorelasi, heteroskedastisitas, multikolinearitas) dan pengujian hipotesis yang meliputi regresi linear berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, pendidikan ekonomi tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha (Sig. 0,935 > 0,05), sementara literasi keuangan memberikan pengaruh yang signifikan (Sig. 0,000 < 0,05). Secara simultan, kedua variabel terbukti berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha (Sig. 0,000 < 0,05) dengan nilai Adjusted R Square sebesar 0,404, mengindikasikan bahwa 40,4% variasi minat berwirausaha dapat dijelaskan oleh pendidikan ekonomi dan literasi keuangan. Dengan demikian, literasi keuangan berperan lebih dominan dibandingkan pendidikan ekonomi dalam mendorong minat berwirausaha mahasiswa.