cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 574 Documents
NILAI-NILAI SOSIAL DAN SPIRITUAL DALAM TRADISI PERANG TOPAT DI DESA LINGSAR Insani Miratillah; Abdul Latif; Moh Ridwan
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.14699

Abstract

ABSTRACT The diversity of ethnicities, religions, and cultures in Indonesia requires the strengthening of social and spiritual values to maintain harmony within a multicultural society. One form of local wisdom that reflects these values is the Perang Topat Tradition in Lingsar Village, West Lombok, which brings together the Sasak Muslim and Balinese Hindu communities in a shared cultural ritual. This study aims to analyze the social and spiritual values embedded in the Perang Topat Tradition. The study employed a descriptive qualitative approach and was conducted in the Lingsar Temple area. The informants were selected using purposive sampling, involving 14 participants consisting of one traditional leader, two Islamic religious leaders, one Hindu religious leader, two village officials, three members of the Perang Topat organizing committee, and five community members directly involved in the implementation of the tradition. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation and analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that the Perang Topat Tradition embodies social values such as tolerance, mutual cooperation, togetherness, and solidarity, which strengthen social cohesion within the multicultural community. In addition, the tradition contains spiritual values reflected in gratitude to God, prayers for blessings, and the strengthening of the relationship between humans and God while maintaining respect for followers of other religions. These findings affirm that the Perang Topat Tradition functions as a medium for preserving local wisdom as well as an embodiment of religious moderation that strengthens interreligious harmony and social cohesion within the community. ABSTRACT Keberagaman suku, agama, dan budaya di Indonesia memerlukan penguatan nilai-nilai sosial dan spiritual untuk menjaga kerukunan masyarakat multikultural. Salah satu kearifan lokal yang merepresentasikan nilai tersebut adalah Tradisi Perang Topat di Desa Lingsar, Lombok Barat, yang mempertemukan masyarakat Muslim Sasak dan Hindu Bali dalam satu rangkaian ritual budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai sosial dan spiritual yang terkandung dalam Tradisi Perang Topat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di kawasan Pura Lingsar. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 14 orang, yang terdiri atas 1 orang tokoh adat, 2 orang tokoh agama Islam, 1 orang tokoh agama Hindu, 2 orang perangkat desa, 3 orang panitia penyelenggara Tradisi Perang Topat, dan 5 orang masyarakat yang terlibat secara langsung dalam pelaksanaan tradisi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Perang Topat mengandung nilai sosial berupa toleransi, gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas yang memperkuat kohesi masyarakat multikultural. Selain itu, tradisi ini mengandung nilai spiritual berupa rasa syukur kepada Tuhan, doa memohon keberkahan, serta penguatan hubungan manusia dengan Tuhan tanpa mengurangi penghormatan terhadap pemeluk agama lain. Temuan ini menegaskan bahwa Tradisi Perang Topat berfungsi sebagai media pelestarian kearifan lokal sekaligus implementasi moderasi beragama yang memperkuat kerukunan dan keharmonisan masyarakat.
MODAL SOSIAL KADER POSYANDU DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT PADA PROGRAM KESEHATAN IBU DAN ANAK Ria Arlina; M. Zainul Asror; Abdul Latif
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.14700

Abstract

ABSTRACT The success of maternal and child health programs is determined not only by the availability of healthcare services but also by the level of community participation, which is strongly influenced by the quality of social relationships between Posyandu volunteers and community members. However, studies examining the role of social capital in strengthening community participation remain limited. This study aimed to analyze the social capital of Posyandu volunteers in enhancing community participation in maternal and child health programs in South Korleko Village. A descriptive qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected through observations, semi-structured interviews, and documentation involving Posyandu volunteers, mothers of toddlers or pregnant women, and the village midwife, and were analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings revealed that the volunteers' social capital was manifested through trust, social networks, and social norms. Trust emerged as the most influential dimension by strengthening community confidence in volunteer services. Social networks facilitated information dissemination through communication and cross-sector collaboration, while social norms reinforced collective cooperation. These three dimensions collectively enhanced community participation and supported the sustainability of community-based maternal and child health programs. ABSTRAK Keberhasilan program kesehatan ibu dan anak tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan layanan kesehatan, tetapi juga oleh tingkat partisipasi masyarakat yang dipengaruhi oleh kualitas hubungan sosial antara kader Posyandu dan masyarakat. Namun, kajian mengenai peran modal sosial kader Posyandu dalam meningkatkan partisipasi masyarakat masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis modal sosial kader Posyandu dalam meningkatkan partisipasi masyarakat pada program kesehatan ibu dan anak di Desa Korleko Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap kader Posyandu, ibu balita atau ibu hamil, serta bidan desa, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial kader termanifestasi melalui kepercayaan, jaringan sosial, dan norma sosial. Kepercayaan menjadi dimensi yang paling dominan karena meningkatkan keyakinan masyarakat terhadap pelayanan kader. Jaringan sosial memperluas penyebaran informasi melalui komunikasi dan kolaborasi lintas sektor, sedangkan norma sosial memperkuat budaya kerja sama masyarakat. Ketiga dimensi tersebut berkontribusi dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dan mendukung keberlanjutan program kesehatan ibu dan anak berbasis komunitas.
PENGARUH LATAR BELAKANG SOSIAL EKONOMI KELUARGA DAN KETERLIBATAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI AKADEMIK SISWA Rinda Oktovia Suriana; Abdullah Muzakkar; Muh. Istiqlal
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.14702

Abstract

ABSTRACT Students' academic achievement continues to vary due to the influence of multiple factors, particularly those related to the family environment. Differences in family socioeconomic background and the level of parental involvement in children's education are considered important determinants of academic success; however, previous studies have reported inconsistent findings. This study aimed to examine the effects of family socioeconomic background and parental involvement on students' academic achievement at SMAN 1 Pringgasela, both partially and simultaneously. This study employed a quantitative approach with an associative research design. A total of 80 students were selected using a simple random sampling technique. Data were collected through a five-point Likert-scale questionnaire and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4.0. The results revealed that family socioeconomic background had a positive and significant effect on students' academic achievement (β = 0.433, t = 3.243, p = 0.001), whereas parental involvement showed a positive but non-significant effect (β = 0.189, t = 1.233, p = 0.222). The adjusted R² value of 0.334 indicates that both independent variables jointly explained 33.4% of the variance in students' academic achievement, while the remaining 66.6% was influenced by other factors outside the proposed model. These findings suggest that family socioeconomic background is a more influential determinant of academic achievement than parental involvement within the context of this study. Therefore, improving students' academic achievement requires adequate family support through the provision of educational resources as well as stronger collaboration between schools and parents. ABSTRAK Prestasi akademik siswa masih menunjukkan variasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, khususnya lingkungan keluarga. Perbedaan kondisi sosial ekonomi keluarga dan tingkat keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan diduga menjadi faktor yang memengaruhi keberhasilan akademik siswa, namun hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan temuan yang tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh latar belakang sosial ekonomi keluarga dan keterlibatan orang tua terhadap prestasi akademik siswa di SMAN 1 Pringgasela, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Sampel penelitian berjumlah 80 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang sosial ekonomi keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi akademik siswa (β = 0,433; t = 3,243; p = 0,001), sedangkan keterlibatan orang tua berpengaruh positif tetapi tidak signifikan (β = 0,189; t = 1,233; p = 0,222). Nilai R-square adjusted sebesar 0,334 menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan 33,4% variasi prestasi akademik siswa, sedangkan 66,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini mengindikasikan bahwa kondisi sosial ekonomi keluarga merupakan faktor yang lebih dominan dibandingkan keterlibatan orang tua dalam memengaruhi prestasi akademik siswa pada konteks penelitian ini. Oleh karena itu, peningkatan prestasi akademik memerlukan dukungan keluarga melalui penyediaan sumber daya pendidikan yang memadai serta penguatan kolaborasi antara sekolah dan orang tua.
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR SISWA KELAS X PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA Maria A. Kewa Badin; Maria Fatima B. Beribe; Renaldis Masi
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.14711

Abstract

Learning discipline is an essential factor in supporting effective learning processes and improving students’ academic achievement. However, some students still demonstrate low learning discipline, such as failing to comply with classroom rules, submitting assignments late, and showing limited responsibility in learning activities. This condition highlights the importance of teachers’ roles in fostering students’ learning discipline. This study aims to determine students’ learning discipline and analyze the role of Economics subject teachers in improving the learning discipline of Class X students at SMA Negeri 1 Larantuka in the 2025/2026 Academic Year. This research employed a qualitative approach with a descriptive research design. The study was conducted at SMA Negeri 1 Larantuka from May 12 to May 30, 2026. Data on students’ learning discipline were obtained through classroom observations, while information regarding the teachers’ roles was collected through interviews with four Economics teachers as the main informants. Documentation was also used to support the findings. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and conclusion drawing, while data credibility was ensured using triangulation techniques. The findings revealed that teachers improved students’ learning discipline through four main roles, namely habituation, rule enforcement, exemplary behavior, and mentoring. Habituation and exemplary behavior emerged as the most influential strategies in fostering students’ learning discipline, as reflected in greater compliance with school rules, increased responsibility in completing assignments, and more active participation in the learning process. Nevertheless, some students were still inconsistent in submitting assignments on time and fully complying with classroom regulations. ABSTRAK Disiplin belajar merupakan salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan proses pembelajaran dan pencapaian hasil belajar siswa. Namun, masih ditemukan siswa yang kurang disiplin, seperti tidak mematuhi aturan pembelajaran, terlambat mengumpulkan tugas, dan kurang bertanggung jawab dalam kegiatan belajar. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peran guru dalam membentuk dan meningkatkan disiplin belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui disiplin belajar siswa serta menganalisis peran guru mata pelajaran Ekonomi dalam meningkatkan disiplin belajar siswa kelas X di SMA Negeri 1 Larantuka Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Larantuka pada tanggal 12 Mei sampai dengan 30 Mei 2026. Data mengenai disiplin belajar siswa diperoleh melalui observasi terhadap aktivitas belajar siswa di kelas, sedangkan informasi mengenai peran guru diperoleh melalui wawancara dengan empat guru mata pelajaran Ekonomi sebagai informan utama. Data juga didukung melalui dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam meningkatkan disiplin belajar siswa dilakukan melalui empat aspek, yaitu pembiasaan, penegakan aturan, keteladanan, dan pendampingan. Pembiasaan dan keteladanan guru menjadi strategi yang paling berpengaruh dalam membentuk disiplin belajar siswa karena mampu meningkatkan kepatuhan terhadap aturan, tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas, dan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa siswa yang belum konsisten dalam mengumpulkan tugas tepat waktu dan mematuhi aturan pembelajaran secara optimal.