cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 574 Documents
REVITALISASI KEARIFAN LOKAL DALAM TRANSFORMASI TRADISI SEDEKAH BUMI DI DESA AMBULU KABUPATEN JEMBER (STUDI PARTISIPASI MASYARAKAT PADA FESTIVAL KAKI GUNUNG WATU PECAH) Iftihatul Baroroh; Ahmad Fadli; Catur Yunianto
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.12890

Abstract

ABSTRACT Social changes and globalization have caused various local traditions to face sustainability challenges due to declining public understanding and involvement, necessitating cultural revitalization efforts through transformations that continue to preserve local wisdom values.. This study aims to analyze the revitalization of local wisdom through the transformation of the Sedekah Bumi tradition into the Festival Kaki Gunung Watu Pecah in Ambulu Village, Jember Regency, and to describe community participation in the festival implementation. This research employed a qualitative approach with a descriptive case study design. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving village government officials, cultural activists, festival organizers, community leaders, and local residents. Data analysis used the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana. The findings reveal that the transformation of the Sedekah Bumi tradition into Festival Kaki Gunung Watu Pecah represents a form of local wisdom revitalization that preserves core values such as gratitude, mutual cooperation, togetherness, and social solidarity. The transformation was carried out by adapting the form of cultural activities without eliminating the essential meaning of the tradition. Community participation was evident in the planning, implementation, and evaluation stages of the festival, indicating active involvement in sustaining local cultural heritage. Therefore, strengthening youth participation, improving the festival evaluation system, and developing the festival as a medium for cultural education are important steps to support the sustainability of local traditions. ABSTRAK Perubahan sosial dan arus globalisasi menyebabkan berbagai tradisi lokal menghadapi tantangan keberlanjutan akibat menurunnya pemahaman serta keterlibatan masyarakat, sehingga diperlukan upaya revitalisasi budaya melalui transformasi yang tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan local. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis revitalisasi kearifan lokal melalui transformasi tradisi Sedekah Bumi menjadi Festival Kaki Gunung Watu Pecah di Desa Ambulu, Kabupaten Jember, serta mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan festival tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan pemerintah desa, pegiat budaya, panitia festival, tokoh masyarakat, serta warga yang terlibat dalam kegiatan festival. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi tradisi Sedekah Bumi menjadi Festival Kaki Gunung Watu Pecah merupakan bentuk revitalisasi kearifan lokal yang tetap mempertahankan nilai syukur, gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas sosial. Perubahan yang terjadi dilakukan melalui penyesuaian bentuk penyelenggaraan tanpa menghilangkan makna utama tradisi. Partisipasi masyarakat terlihat pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi festival yang menunjukkan keterlibatan aktif dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal. Oleh karena itu, peningkatan keterlibatan generasi muda, penguatan sistem evaluasi festival, serta pengembangan festival sebagai media pendidikan budaya lokal perlu terus dilakukan guna mendukung keberlanjutan tradisi di masa mendatang.
PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (STUDI KASUS PADA KOPERASI MAHASISWA AMANAH UNIVERSITAS BHINNEKA PGRI) Hastin Adelia Wahyuningsih; Maria Agatha Sri Widyanti Hastuti
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.12928

Abstract

Purchasing decisions are an important factor in sustaining the performance of student cooperatives, as they reflect the extent to which students utilize the products and services provided. This study aimed to examine the influence of price and product quality on purchasing decisions at Amanah Student Cooperative, Universitas Bhinneka PGRI. The research employed a quantitative approach with an associative research design. Data were collected through questionnaires distributed to respondents and analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS version 26. The results revealed that price had a positive and significant effect on purchasing decisions, as indicated by a t-value of 4.951 and a significance level of 0.000 (< 0.05). Product quality also showed a positive and significant effect on purchasing decisions, with a t-value of 9.978 and a significance level of 0.000 (< 0.05). Simultaneously, price and product quality had a positive and significant effect on purchasing decisions, as evidenced by an F-value of 974.650 and a significance level of 0.000 (< 0.05). Furthermore, the coefficient of determination analysis yielded an Adjusted R Square value of 0.931, indicating that 93.1% of the variation in purchasing decisions could be explained by price and product quality, while the remaining 6.9% was influenced by other factors outside the research model. These findings suggest that product quality exerts a more dominant influence than price in encouraging students’ purchasing decisions at Amanah Student Cooperative, Universitas Bhinneka PGRI. ABSTRAK Keputusan pembelian merupakan aspek penting dalam keberlangsungan usaha koperasi mahasiswa karena berkaitan dengan tingkat pemanfaatan layanan dan produk oleh mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian pada Koperasi Mahasiswa Amanah Universitas Bhinneka PGRI. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada responden dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai thitung sebesar 4,951 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Kualitas produk juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai thitung sebesar 9,978 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Secara simultan, harga dan kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian yang ditunjukkan oleh nilai Fhitung sebesar 974,650 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil analisis koefisien determinasi menunjukkan nilai Adjusted R Square sebesar 0,931 yang berarti bahwa 93,1% variasi keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh variabel harga dan kualitas produk, sedangkan 6,9% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas produk memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan harga dalam meningkatkan keputusan pembelian mahasiswa pada Koperasi Mahasiswa Amanah Universitas Bhinneka PGRI.    
IMPLEMENTASI PEMANFAATAN MUSEUM RAA ADIWIDJAJA SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS SMPN 4 TAROGONG KIDUL MENGGUNAKAN MEDIA POWERPOINT Astri Rizki Aulia; Eldi Mulyana; Triani Widyanti
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.12995

Abstract

ABSTRACT Social Studies (IPS) learning at the junior high school level is still predominantly reliant on conventional learning resources, resulting in the underutilization of local historical and cultural heritage as instructional media. This condition limits the contextualization of learning and contributes to students' low interest in understanding Social Studies content. This study aimed to analyze the relevance of the collections of the RAA Adiwidjaja Museum to Social Studies materials and to describe the implementation of the museum as a learning resource at SMPN 4 Tarogong Kidul. The study employed a qualitative descriptive approach conducted at SMPN 4 Tarogong Kidul, involving a Social Studies teacher and seventh-grade students as the research participants. Data were collected through observations, interviews, documentation, and document analysis, while data analysis was carried out through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the collections of the RAA Adiwidjaja Museum are highly relevant to local history content in Theme 4, Community Empowerment, for Grade VII, making them an appropriate contextual learning resource for Social Studies. The implementation of museum-based PowerPoint media enhanced students' classroom participation, learning interest, and understanding of the subject matter. Although direct museum visits provide a more authentic learning experience, the use of digital media offers an effective alternative for schools with limited facilities and financial resources. The novelty of this study lies in the integration of local museum collections into digital learning media as a Social Studies instructional strategy that preserves historical values and local identity without relying on educational field trips. ABSTRAK Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di tingkat sekolah menengah pertama masih didominasi penggunaan sumber belajar konvensional sehingga pemanfaatan potensi sejarah dan budaya lokal sebagai media pembelajaran belum optimal. Kondisi tersebut mengakibatkan proses pembelajaran kurang kontekstual dan berdampak pada rendahnya minat peserta didik dalam memahami materi IPS. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi koleksi Museum RAA Adiwidjaja dengan materi IPS serta mendeskripsikan implementasi museum sebagai sumber belajar di SMPN 4 Tarogong Kidul.  Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di SMPN 4 Tarogong Kidul dengan subjek penelitian guru IPS dan peserta didik kelas VII. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis dokumen, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa koleksi Museum RAA Adiwidjaja memiliki keterkaitan yang kuat dengan materi sejarah lokal pada Tema 4 Pemberdayaan Masyarakat kelas VII sehingga layak dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPS yang kontekstual. Implementasi pembelajaran melalui media PowerPoint berbasis koleksi museum mampu meningkatkan keaktifan, ketertarikan, dan pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran. Meskipun kunjungan langsung ke museum memberikan pengalaman belajar yang lebih autentik, penggunaan media digital menjadi alternatif yang efektif bagi sekolah dengan keterbatasan fasilitas maupun anggaran. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi koleksi museum lokal ke dalam media pembelajaran digital sebagai strategi pembelajaran IPS yang tetap mempertahankan nilai sejarah dan identitas lokal tanpa bergantung pada pelaksanaan study tour.
PENGARUH PROMO GRATIS ONGKIR DAN DISKON PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DI E-COMMERCE SHOPEE PADA MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN EKONOMI UNIVERSITAS BHINNEKA PGRI TULUNGAGUNG Riza Rahmawati; Moh Gufron
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.13020

Abstract

The rapid growth of e-commerce has intensified competition among online marketplaces to attract consumers through incentive promotional strategies. This study aims to analyze the effect of free shipping promotions and product discounts on purchasing decisions in Shopee e-commerce among Economic Education students at Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung. This associative quantitative study involved 105 student Shopee users as respondents selected through purposive sampling. Data were collected using a structured Likert scale questionnaire and processed using SPSS software via multiple linear regression. The results showed that free shipping promotions had a positive and significant effect (p=0.017) and product discounts had a positive and significant effect (p=0.014) on purchasing decisions. Simultaneously, free shipping promotions and product discounts significantly influenced purchasing decisions (p=0.000) with a coefficient of determination of 40.8%. These findings indicate that waiving shipping fees and price discounts effectively increase purchasing decisions among price-sensitive students. ABSTRAK Perkembangan e-commerce mendorong persaingan ketat antarplatform marketplace dalam memikat konsumen melalui strategi promosi insentif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh promo gratis ongkir dan diskon produk terhadap keputusan pembelian di e-commerce Shopee pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung. Penelitian kuantitatif asosiatif ini melibatkan 105 mahasiswa pengguna Shopee sebagai responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur skala Likert, sedangkan pengolahan data menggunakan program SPSS melalui regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promo gratis ongkir berpengaruh positif dan signifikan (p=0,017) serta diskon produk berpengaruh positif dan signifikan (p=0,014) terhadap keputusan pembelian. Secara simultan, promo gratis ongkir dan diskon produk berpengaruh signifikan (p=0,000) terhadap keputusan pembelian dengan nilai koefisien determinasi sebesar 40,8%. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembebasan biaya pengiriman dan pemotongan harga efektif meningkatkan keputusan pembelian mahasiswa yang sensitif terhadap harga.  
PENGARUH PROMOSI, ONLINE CUSTOMER REVIEW DAN ONLINE CUSTOMER RATING TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DI APLIKASI TIKTOK SHOP PADA MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI UNIVERSITAS BHINNEKA PGRI Maulidya Wulandari; Muhammad Anasrulloh; Ekbal Santoso
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.13025

Abstract

The integration of social commerce features on TikTok Shop significantly triggers online shopping behavior dynamics among university students. This associative quantitative study aims to analyze the partial and simultaneous effects of promotions, online customer reviews, and online customer ratings on purchasing decisions. A sample of 105 student users was selected through purposive sampling techniques. Data were gathered using valid and reliable questionnaires, then analyzed using multiple linear regression in SPSS. The partial test results reveal that promotions and online customer ratings have no significant effect on purchasing decisions. Conversely, online customer reviews positively and significantly drive purchasing decisions, serving as the most dominant factor. Simultaneously, all three independent variables significantly influence purchasing decisions, with a coefficient of determination reaching 67.4%. Online business practitioners are advised to prioritize managing credible customer reviews to enhance consumer trust and purchase intention. ABSTRAK Integrasi fitur social commerce pada platform TikTok Shop memicu dinamika perilaku belanja online di kalangan mahasiswa secara signifikan. Penelitian kuantitatif asosiatif ini bertujuan menganalisis pengaruh promosi, online customer review, dan online customer rating terhadap keputusan pembelian konsumen baik secara parsial maupun simultan. Sebanyak 105 mahasiswa pengguna TikTok Shop dipilih sebagai sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket yang valid serta reliabel dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil pengujian menunjukkan bahwa promosi dan online customer rating tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian secara parsial. Sebaliknya, online customer review berpengaruh positif dan signifikan, sekaligus menjadi faktor paling dominan dalam memengaruhi keputusan pembelian. Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan koefisien determinasi sebesar 67,4%. Pelaku bisnis online disarankan untuk memprioritaskan pengelolaan ulasan pelanggan yang kredibel guna meningkatkan tingkat kepercayaan serta minat beli konsumen.    
INTEGRASI NILAI SDGS DALAM PEMBELAJARAN IPS SEBAGAI UPAYA MEREDUKSI PERILAKU PHUBBING MAHASISWA Hafiyyan Faza Agniya; Ferani Mulianingsih
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.13083

Abstract

The increasing integration of smartphones into students’ daily activities not only supports their academic needs but can also disrupt the quality of face-to-face interactions. In higher education settings, excessive smartphone use while communicating with lecturers and peers may cause students to ignore their interlocutors and focus more on their digital devices, a behavior known as phubbing. This condition highlights the need to strengthen students’ understanding of ethical, proportional, and responsible technology use through the learning process. One approach that can be employed is the integration of Sustainable Development Goals (SDGs) values into Social Studies learning as a pedagogical strategy to reduce students’ phubbing behavior. This article aims to examine the integration of Sustainable Development Goals values into Social Studies learning as a pedagogical strategy to reduce students’ phubbing behavior at Universitas Negeri Semarang. This study employs a descriptive qualitative approach with a conceptual study design based on library research. The analysis focuses on the conceptual relationship among sustainable development values, Social Studies learning, digital ethics, and students’ social behavior. The findings indicate that the values of healthy life and well-being, quality education, sustainable communities, responsible digital consumption, peaceful communication, and partnership have substantive relevance in shaping students’ awareness of ethical, proportional, and responsible technology use. The integration of these values can be actualized through problem orientation, reflective dialogue, collaborative learning, social projects, digital ethics agreements, and participatory assessment. This study affirms that Social Studies learning based on Sustainable Development Goals values has the potential to serve as a strategic medium for strengthening students’ critical awareness, empathy, social responsibility, and digital ethics, thereby contributing to the reduction of phubbing behavior in academic interactions. ABSTRAK Penggunaan smartphone yang semakin melekat dalam aktivitas mahasiswa tidak hanya mendukung kebutuhan akademik, tetapi juga dapat mengganggu kualitas interaksi tatap muka. Dalam lingkungan perguruan tinggi, penggunaan ponsel secara berlebihan ketika sedang berkomunikasi dengan dosen maupun teman dapat menyebabkan mahasiswa mengabaikan lawan bicara dan lebih memusatkan perhatian pada perangkat digital, yang dikenal sebagai perilaku phubbing. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan pemahaman mahasiswa mengenai penggunaan teknologi secara etis, proporsional, dan bertanggung jawab melalui proses pembelajaran. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah integrasi nilai-nilai Sustainable Development Goals dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial sebagai strategi pedagogis untuk mereduksi perilaku phubbing mahasiswa. Artikel ini bertujuan mengkaji integrasi nilai-nilai Sustainable Development Goals dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial sebagai strategi pedagogis untuk mereduksi perilaku phubbing mahasiswa di Universitas Negeri Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain kajian konseptual berbasis studi kepustakaan. Fokus analisis diarahkan pada relasi konseptual antara nilai pembangunan berkelanjutan, pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, etika digital, dan perilaku sosial mahasiswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai kehidupan sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas, komunitas berkelanjutan, konsumsi digital yang bertanggung jawab, komunikasi yang damai, serta kemitraan memiliki relevansi substantif dalam membentuk kesadaran mahasiswa mengenai penggunaan teknologi secara etis, proporsional, dan bertanggung jawab. Integrasi nilai-nilai tersebut dapat diaktualisasikan melalui orientasi masalah, dialog reflektif, pembelajaran kolaboratif, proyek sosial, kesepakatan etika digital, dan asesmen partisipatif. Kajian ini menegaskan bahwa pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial berbasis nilai Sustainable Development Goals berpotensi menjadi medium strategis dalam memperkuat kesadaran kritis, empati, tanggung jawab sosial, dan etika digital mahasiswa, sehingga mampu berkontribusi terhadap reduksi perilaku phubbing dalam interaksi akademik.
PENGARUH LITERASI KEUANGAN, GAYA HIDUP DAN PENGGUNAAN E-MONEY TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF DI KALANGAN GENERASI Z Cindy Mahardika Feren; Maria Agatha Sri W H; Moh Gufron
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.13140

Abstract

Rapid advancements in digital technology and cashless payment systems have contributed to increasing consumptive behavior among Generation Z. This study aims to analyze the effect of financial literacy, lifestyle, and e-money usage on the consumptive behavior of Generation Z in Tulungagung Regency. This associative quantitative study involved 200 Generation Z respondents aged 18–24 selected through purposive sampling techniques. Data were collected via structured questionnaires and analyzed using multiple linear regression via SPSS 27 software. The findings reveal that financial literacy (β=0.236; p=0.000), lifestyle (β=0.745; p=0.000), and e-money usage (β=0.112; p=0.000) have positive and significant partial effects on consumptive behavior. Lifestyle emerged as the most dominant variable based on the largest standardized Beta coefficient. Simultaneously, all three independent variables significantly influenced consumptive behavior (F=1069.215; p=0.000), explaining 94.2% of the variance ("Adjusted " R^2=0.942). These findings highlight the urgency of lifestyle control and digital financial education for Generation Z. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital dan kemudahan transaksi nontunai mendorong peningkatan perilaku konsumtif Generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, gaya hidup, dan penggunaan e-money terhadap perilaku konsumtif Generasi Z di Kabupaten Tulungagung. Penelitian kuantitatif asosiatif ini melibatkan 200 responden Generasi Z berusia 18–24 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda melalui program SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan (β=0,236; p=0,000), gaya hidup (β=0,745; p=0,000), dan penggunaan e-money (β=0,112; p=0,000) berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif secara parsial. Gaya hidup menjadi variabel paling dominan berdasarkan koefisien Beta terstandarisasi terbesar. Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan (F=1069,215; p=0,000) dengan kontribusi variabel sebesar 94,2% ("Adjusted " R^2=0,942). Temuan ini mengindikasikan pentingnya pengendalian gaya hidup dan edukasi pengelolaan keuangan digital bagi Generasi Z.    
PENGARUH HARGA, LOKASI DAN VARIASI PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN PADA SMOOTHIEVIBE TULUNGAGUNG Nita Putri Dwinanda; Maria Agatha Sri Widyanti Hastuti; Moh. Gufron
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.13171

Abstract

Increasing competition in the food and beverage industry encourages business owners to understand the factors that influence consumer purchasing decisions. Price, location, and product variety are among the factors that are believed to play an important role in encouraging consumers to make purchasing decisions. This study aimed to analyze the influence of price, location, and product variety on consumer purchasing decisions at Smoothievibe Tulungagung, both partially and simultaneously. This research employed a quantitative approach with an associative research design. Data were collected through questionnaires distributed to 100 respondents who were consumers of Smoothievibe Tulungagung and selected using an incidental sampling technique. The data were analyzed using SPSS through validity testing, reliability testing, classical assumption testing, multiple linear regression analysis, t-test, F-test, and coefficient of determination (R²). The results indicated that price had a positive and significant effect on purchasing decisions with a t-value of 4.021, location had a positive and significant effect on purchasing decisions with a t-value of 3.511, and product variety had a positive and significant effect on purchasing decisions with a t-value of 5.428. Simultaneously, price, location, and product variety significantly influenced consumer purchasing decisions. The coefficient of determination (R²) value of 0.537 indicates that 53.7% of the variation in purchasing decisions can be explained by these three variables, while the remaining 46.3% is influenced by other factors outside the scope of this study. Therefore, price, location, and product variety are important factors that should be considered in enhancing consumer purchasing decisions at Smoothievibe Tulungagung. ABSTRAK Persaingan yang semakin ketat dalam industri makanan dan minuman mendorong pelaku usaha untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Harga, lokasi, dan variasi produk merupakan beberapa faktor yang diduga berperan dalam mendorong konsumen untuk melakukan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga, lokasi, dan variasi produk terhadap keputusan pembelian konsumen pada Smoothievibe Tulungagung, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang merupakan konsumen Smoothievibe Tulungagung dan dipilih menggunakan teknik incidental sampling. Analisis data dilakukan dengan bantuan aplikasi SPSS melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai thitung sebesar 4,021, lokasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai thitung sebesar 3,511, serta variasi produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai thitung sebesar 5,428. Secara simultan, harga, lokasi, dan variasi produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,537 menunjukkan bahwa 53,7% variasi keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, harga, lokasi, dan variasi produk merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan keputusan pembelian konsumen pada Smoothievibe Tulungagung.  
PENGARUH FLASH SALE, LIVE SHOPPING, DAN FEAR OF MISSING OUT (FOMO) TERHADAP PEMBELIAN IMPULSIF DI PLATFORM TIKTOK PADA MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN EKONOMI UNIVERSITAS BHINNEKA PGRI Santi Nurvita Sari; Moh. Gufron
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.13172

Abstract

Digital technology developments and social commerce have significantly influenced student shopping behavior. This study aims to analyze the effect of flash sales, live shopping, and fear of missing out (FOMO) on impulsive buying on the TikTok Shop platform among Economic Education students at Universitas Bhinneka PGRI. This associative quantitative study involved 156 student TikTok Shop users selected using purposive sampling. Data were collected via structured Likert scale questionnaires and analyzed using multiple linear regression in SPSS 25. Results revealed that flash sales had a positive and significant effect (p=0.000) and live shopping had a positive and significant effect (p=0.000) on impulsive buying. Conversely, FOMO had no significant partial effect (p=0.243) on impulsive buying. Simultaneously, all three independent variables significantly influenced impulsive buying (F=65.332; p=0.000), explaining 55.5% of the variance ("Adjusted " R^2=0.555). Sellers are advised to optimize limited-time promotions and live streaming interactions. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital dan social commerce telah memengaruhi perilaku belanja mahasiswa secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh flash sale, live shopping, dan fear of missing out (FOMO) terhadap impulsive buying di platform TikTok Shop pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Bhinneka PGRI. Penelitian kuantitatif asosiatif ini melibatkan 156 mahasiswa pengguna TikTok Shop yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda melalui program SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa flash sale berpengaruh positif dan signifikan (p=0,000) serta live shopping berpengaruh positif dan signifikan (p=0,000) terhadap impulsive buying. Sebaliknya, FOMO secara parsial tidak berpengaruh signifikan (p=0,243) terhadap impulsive buying. Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan (F=65,332; p=0,000) dengan kontribusi pengaruh sebesar 55,5% ("Adjusted " R^2=0,555). Penjual disarankan mengoptimalkan penawaran berbasis durasi terbatas dan interaksi siaran langsung guna meningkatkan keputusan transaksi spontan.  
ANALISIS KOMPETENSI TPACK GURU DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Refin Fallah Shauma; Abdul Arif
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.13177

Abstract

Studies on teachers' TPACK competency have predominantly focused on measuring competency levels quantitatively, with limited attention to how the integration of technology, pedagogy, and content is actually enacted in real classroom practice, particularly in economics learning at the senior high school level. This study aims to analyze the implementation of Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) competencies among economics teachers at SMA Negeri 12 Semarang across the planning, implementation, and evaluation stages of learning. A qualitative approach with a single case study design was employed, with three economics teachers selected purposively as subjects. Data were collected through self-evaluation sheets, classroom observations, and lesson plan documentation, then analyzed using Miles and Huberman's interactive model with source and technique triangulation. The study yields three key findings: (1) overall TPACK competency of economics teachers is in the Very Good category; (2) two teachers demonstrated consistent and adaptive TPACK integration across all learning stages with no significant gap between self-perception and actual practice; and (3) one teacher exhibited a significant gap in the Technological Content Knowledge (TCK) component, where high self-evaluation scores did not reflect classroom. Unlike previous TPACK studies that rely solely on self-evaluation instruments, this study demonstrates that self-evaluation alone is insufficient to accurately capture TPACK competency, and proposes observation-based triangulation as a more valid approach for identifying the gap between perceived and implemented TPACK competency in economics learning. ABSTRAK Penelitian tentang kompetensi TPACK guru selama ini lebih banyak berfokus pada pengukuran tingkat penguasaan secara kuantitatif dan belum banyak mengkaji bagaimana integrasi teknologi, pedagogik, dan konten diwujudkan dalam praktik pembelajaran nyata di kelas, khususnya pada mata pelajaran ekonomi di jenjang SMA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kompetensi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) guru ekonomi di SMA Negeri 12 Kota Semarang dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal digunakan dalam penelitian ini. Subjek ditentukan secara purposive, terdiri dari tiga guru ekonomi yang telah mengikuti pelatihan terkait kompetensi TPACK. Data dikumpulkan melalui lembar evaluasi diri, observasi pembelajaran, dan dokumentasi RPP, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: (1) kompetensi TPACK guru ekonomi secara keseluruhan berada pada kategori Sangat Baik; (2) dua guru menunjukkan integrasi TPACK yang konsisten dan adaptif di seluruh tahap pembelajaran tanpa kesenjangan antara persepsi diri dan praktik nyata; dan (3) satu guru menunjukkan kesenjangan signifikan pada komponen Technological Content Knowledge (TCK), di mana persepsi diri yang tinggi tidak sejalan dengan praktik di kelas. Berbeda dari penelitian TPACK sebelumnya yang mengandalkan evaluasi diri sebagai satu-satunya instrumen pengukuran, penelitian ini membuktikan bahwa evaluasi diri saja tidak cukup untuk memotret kompetensi TPACK secara akurat dan menawarkan triangulasi berbasis observasi langsung sebagai pendekatan yang lebih valid dalam mengidentifikasi kesenjangan antara kompetensi yang dipersepsikan dengan yang diimplementasikan guru dalam pembelajaran ekonomi.