cover
Contact Name
Ade Cahya
Contact Email
ade@htp.ac.id
Phone
+6276133815
Journal Mail Official
jpkk@htp.ac.id
Editorial Address
Jl.Mustafa Sari No.5 Tangkerang Selatan
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal Of Community Health Service)
ISSN : -     EISSN : 27971309     DOI : https://doi.org/10.25311/jpkk.Vol1.Iss2.968
Core Subject : Health, Social,
This journal focuses on epidemiology, environmental health, promoting health, reproductive health, occupational health and safety, health policy and administration, community nursing, community midwifery
Articles 116 Documents
Local Wisdom-Based Occupational Safety Model for Traditional Fishermen in Makassar: Model Keselamatan Kerja Berbasis Kearifan Lokal pada Pekerja Tradisional Nelayan di Kota Makassar Muhammad Arsyad Acha; Shanti Riskiyani; Sudirman Nasir; Nasrah Nasrah; Rezky Chaeraty Syam
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 6 No. 1 (2026): JPKK Edisi April 2026
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol6.Iss1.2555

Abstract

This community service program aimed to develop a local wisdom-based occupational safety model for traditional fishermen in Untia Village, Biringkanaya District, Makassar City. The activity was conducted in February 2026, involving 60 active fishermen, community leaders, health cadres, and puskesmas officers. Methods included a survey on occupational safety knowledge and behavior (pre-test and post-test), Focus Group Discussions (FGDs), in-depth interviews, participatory observation, and a model development workshop. A cultural approach integrated local Bugis-Makassar values—sipakatau (mutual respect), sipakalebbi (mutual honor), and sipakainge (mutual reminding)—into modern safety messages. Results showed an increase in fishermen’s knowledge about occupational risks and personal protective equipment (PPE) use, with the mean score rising from 58 (pre-test) to 82 (post-test). Seventy-five percent of fishermen who had never used life jackets began wearing them after the mentoring. Local wisdom practices such as collective prayer before sailing, taboos against sailing on certain days, and mutual cooperation were maintained as complements to modern interventions. The program produced a local wisdom-based occupational safety model integrating cultural values, ecological knowledge, cadre capacity building, and policy advocacy. This model is expected to be replicable in other traditional fishing communities along the coast of South Sulawesi. Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan model keselamatan kerja berbasis kearifan lokal pada pekerja tradisional nelayan di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Februari 2026 dengan melibatkan 60 nelayan aktif, tokoh masyarakat, kader kesehatan, dan petugas puskesmas. Metode yang digunakan meliputi survei pengetahuan dan perilaku keselamatan kerja (pre-test dan post-test), Focus Group Discussion (FGD), wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta lokakarya pengembangan model. Pendekatan kultural mengintegrasikan nilai-nilai lokal Bugis-Makassar, yaitu sipakatau (saling menghargai), sipakalebbi (saling memuliakan), dan sipakainge (saling mengingatkan) ke dalam pesan-pesan keselamatan kerja modern. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan nelayan tentang risiko kecelakaan kerja dan penggunaan alat pelindung diri (APD) dari rata-rata skor 58 (pre-test) menjadi 82 (post-test). Sebanyak 75% nelayan yang sebelumnya tidak pernah menggunakan jaket pelampung mulai menggunakannya setelah pendampingan. Praktik kearifan lokal seperti ritual doa bersama sebelum melaut, tabu berlayar pada hari-hari tertentu, dan gotong royong tetap dipertahankan sebagai pelengkap intervensi modern. Kegiatan ini menghasilkan Model Keselamatan Kerja Berbasis Kearifan Lokal yang mengintegrasikan nilai budaya, kearifan ekologi, penguatan kapasitas kader, dan advokasi kebijakan. Model ini diharapkan dapat direplikasi pada komunitas nelayan tradisional lainnya di wilayah pesisir Sulawesi Selatan.
PROGRAM GANCING : UPAYA PROMOTIF KESEHATAN CACINGAN BERBASIS EDUKASI PADA SISWA SEKOLAH DASAR : Program Gancing: Upaya Promotif Kesehatan Cacingan Berbasis Edukasi Pada Siswa Sekolah Dasar sayyidah nafisah; Rizqa Nurul Izzah; Ruth Hayya Sinaga
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 6 No. 1 (2026): JPKK Edisi April 2026
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol6.Iss1.2563

Abstract

The community service activity through the “GANCING (Gerakan Anti Cacing)” program was conducted at SD Negeri 060885 as a promotive effort to prevent helminth infections among elementary school children. The situational analysis revealed that the low implementation of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS), such as not washing hands before eating, not wearing footwear, and poor nail hygiene, were the main factors increasing the risk of soil-transmitted helminths (STH) infection. In addition, health education activities were still ceremonial and not carried out continuously.The method used in this program was Project Based Learning (PBL) through interactive education, visual media, hygiene practice demonstrations, and evaluation using pre-test and post-test. The results showed an increase in students’ knowledge, with the average score rising from 7.63 in the pre-test to 8.60 in the post-test. A total of 52.5% of students showed improvement, 40% remained the same, and 7.5% experienced a decrease. Students also demonstrated positive responses through active participation in discussions, quizzes, and proper handwashing practices. The discussion indicates that interactive educational methods combined with hands-on practice are effective in improving students’ understanding and hygiene behavior. However, continuous reinforcement is needed to ensure long-term behavioral change. This program is expected to increase students’ awareness in implementing PHBS and reduce the risk of helminth infections sustainably. Abstrak  Kegiatan pengabdian masyarakat melalui program “GANCING (Gerakan Anti Cacing)” dilaksanakan di SD Negeri 060885 sebagai upaya promotif dalam pencegahan penyakit kecacingan pada anak usia sekolah dasar. Analisis situasi menunjukkan bahwa rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti tidak mencuci tangan sebelum makan, tidak menggunakan alas kaki, serta kurang menjaga kebersihan kuku, menjadi faktor utama meningkatnya risiko infeksi soil-transmitted helminths (STH). Permasalahan lainnya adalah edukasi kesehatan yang masih bersifat seremonial dan belum berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah Project Based Learning (PBL) melalui edukasi interaktif, penggunaan media visual, demonstrasi praktik higiene, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan Sebanyak 21 siswa (52,5%) terbukti sukses mengalami kenaikan skor (status naik) dari nilai awal mereka, dan didukung oleh 16 siswa (40%) yang menunjukkan penguasaan materi yang konsisten dengan mempertahankan skor tetap mereka. Nilai tertinggi sempurna yaitu 10 berhasil diraih pada tahap post-test oleh beberapa siswa, di antaranya adalah Fanmiko, Dila, dan Rifki.. Selain itu, siswa menunjukkan respon positif melalui partisipasi aktif dalam diskusi, kuis, dan praktik mencuci tangan pakai sabun. Pembahasan menunjukkan bahwa metode edukasi interaktif dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan pemahaman serta membentuk perilaku higiene siswa. Namun, diperlukan penguatan edukasi secara berkelanjutan agar perubahan perilaku dapat bertahan dalam jangka panjang. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran siswa dalam menerapkan PHBS serta menurunkan risiko kecacingan secara berkelanjutan.
Identification of Noise Intensity Levels in the Turbine Area at PT X: Identification of Noise Intensity Levels in the Turbine Area at PT X Fitri Aulia Aulia; Firman Edigan; Windya Bintang Auzasica; Muhammad Alam Daffa DE; Muhammad Nasirudin
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 6 No. 2 (2026): JPKK Edisi Agustus 2026
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol6.Iss2.2576

Abstract

Noise is one of the physical hazards that may affect occupational health and safety, particularly in industrial power generation areas. This Public Health Field Practice aimed to identify the level of noise intensity in the turbine area of PT X and provide recommendations for controlling the risk of noise exposure. The methods included field observation, brief interviews, noise measurement using a Sound Level Meter, priority problem identification using the non-scoring technique or Delbeq method, and risk analysis using the HIRADC approach. The measurement results showed that the noise level in the turbine area exceeded the threshold limit value, with a combined noise level of 96 dBA. This value was higher than the permitted threshold limit of 85 dBA for 8 hours of daily exposure based on the Indonesian Ministry of Manpower Regulation No. 5 of 2018. The main sources of noise included turbine operation, generators, pumps, high-pressure steam pipes, and room conditions dominated by hard and metallic materials. The intervention was conducted through educational posters and videos about the hazards of noise exposure and the importance of using hearing protection equipment. Continuous control efforts are needed through consistent use of personal protective equipment, periodic noise measurements, workers’ hearing examinations, and engineering controls such as the installation of sound-absorbing materials. Abstrak Kebisingan merupakan salah satu faktor bahaya fisik yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan dan keselamatan kerja, terutama pada area industri pembangkitan listrik. Praktikum Kesehatan Masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat intensitas kebisingan pada area turbin PT X serta memberikan rekomendasi pengendalian risiko terhadap paparan kebisingan. Metode kegiatan dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara singkat, pengukuran kebisingan menggunakan Sound Level Meter, penetapan prioritas masalah dengan metode non-scoring technique atau Delbeq, serta analisis risiko menggunakan pendekatan HIRADC. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa tingkat kebisingan pada area turbin berada di atas Nilai Ambang Batas, dengan nilai kebisingan gabungan sebesar 96 dBA. Nilai tersebut melebihi NAB 85 dBA untuk paparan kerja 8 jam per hari berdasarkan Permenaker No. 5 Tahun 2018. Faktor penyebab kebisingan berasal dari pengoperasian turbin, generator, pompa, pipa uap bertekanan tinggi, serta kondisi ruangan yang didominasi material keras dan logam. Intervensi yang dilakukan berupa edukasi melalui poster dan video mengenai bahaya kebisingan serta pentingnya penggunaan alat pelindung pendengaran. Diperlukan pengendalian berkelanjutan melalui penggunaan APD secara konsisten, pengukuran kebisingan berkala, pemeriksaan pendengaran pekerja, serta penerapan rekayasa teknis seperti pemasangan peredam suara.
EDUKASI GIZI DAN PROGRAM MAKAN B Nutrition Education and Free Nutritious Meal Program Based on Health Promotion Media Leaflets at Public Elementary School 167 in Pekanbaru City: Edukasi Gizi Dan Program Makan Bergizi Gratis Berbasis Media Promosi Kesehatan Leaflet Di Sekolah Dasar Negeri 167 Kota Pekanbaru winda septiani; Sri Desfita; Nurlisis; Sulastri
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 6 No. 2 (2026): JPKK Edisi Agustus 2026
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol6.Iss2.2586

Abstract

Primary school-age children are in a growth period that requires optimal balanced nutrition. The government's Free Nutritious Meal Program (Makan Bergizi Gratis/MBG) aims to ensure access to nutritious food for students; however, its success depends not only on food provision but also on students' understanding of nutritional benefits and proper food consumption. Preliminary observation at SD Negeri 167 Pekanbaru found considerable leftover MBG food and suboptimal handwashing behavior before meals. This community service activity was carried out to improve students' nutrition knowledge through health education and a leaflet-based health promotion medium, combined with mentoring during MBG meal consumption. The target group consisted of 38 fifth-grade students assessed using a knowledge questionnaire before and after the intervention. Statistical analysis showed a significant difference in knowledge before and after the education session (p = 0.000). Field observation also showed that most students finished their MBG meals. This activity demonstrates that integrating leaflet-based nutrition education with the MBG Program effectively improves student knowledge and has the potential to support the sustainable nutritional well-being of primary school children. Abstrack Anak usia sekolah dasar berada pada masa pertumbuhan yang membutuhkan pemenuhan gizi seimbang secara optimal. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah bertujuan menjamin akses pangan bergizi bagi siswa, namun keberhasilannya tidak hanya bergantung pada penyediaan makanan, melainkan juga pemahaman siswa tentang manfaat gizi dan cara mengonsumsi makanan dengan benar. Observasi awal di SD Negeri 167 Kota Pekanbaru menemukan masih banyak sisa makanan MBG serta perilaku cuci tangan sebelum makan yang belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan gizi siswa melalui penyuluhan dan media promosi kesehatan berupa leaflet, dipadukan dengan pendampingan konsumsi MBG. Sasaran kegiatan adalah 38 siswa kelas V yang dievaluasi menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan setelah intervensi. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan pengetahuan yang signifikan antara sebelum dan sesudah edukasi (p = 0,000). Observasi lapangan juga menunjukkan menu MBG dihabiskan oleh sebagian besar siswa. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi edukasi gizi berbasis leaflet dengan Program MBG efektif meningkatkan pengetahuan siswa dan berpotensi mendukung kesejahteraan gizi anak sekolah dasar secara berkelanjutan.
GENHEALTH: A Peer Education-Based Healthy Youth Campaign to Improve Non-Communicable Disease Prevention Literacy among Students in High Schools in Riau Province: GENHEALTH: Kampanye Gerakan Remaja Sehat melalui Peer Education untuk Meningkatkan Literasi Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Sekolah Menengah Atas di Provinsi Riau Emy Leonita; Oktavia Dewi; Herniwanti
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 6 No. 2 (2026): JPKK Edisi Agustus 2026
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol6.Iss2.2602

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang mulai meningkat pada kelompok usia remaja akibat perubahan pola hidup dan rendahnya literasi kesehatan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya promotif dan preventif yang melibatkan remaja secara aktif sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi pencegahan PTM melalui implementasi Program GENHEALTH berbasis peer education. Sasaran kegiatan adalah 200 siswa SMAN Plus Provinsi Riau dengan melibatkan 10 siswa sebagai Duta GENHEALTH. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan interaktif, pelatihan peer educator, pengembangan media promosi kesehatan berbasis visual dan digital berupa buku saku CERDIK, poster, infografis, kampanye media sosial, serta Mini Health Check Day bekerja sama dengan puskesmas. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kategori pengetahuan baik dari 26% menjadi 69%, sedangkan kategori pengetahuan kurang menurun dari 30% menjadi 6%. Selain itu, terbentuk 10 Duta GENHEALTH yang berperan sebagai agen promosi kesehatan di sekolah serta tersedianya media edukasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Program GENHEALTH terbukti mampu meningkatkan literasi kesehatan remaja mengenai pencegahan PTM serta berpotensi direplikasi sebagai model promosi kesehatan berbasis sekolah. Abstract  Non-communicable diseases (NCDs) have become an increasing public health concern among adolescents due to unhealthy lifestyles and limited health literacy. These conditions highlight the need for health promotion and preventive strategies that actively engage adolescents as agents of change within the school setting. This community service program aimed to improve adolescents' literacy on NCD prevention through the implementation of the GENHEALTH program based on a peer education approach. The program involved 200 students from SMAN Plus Riau Province, including 10 selected students trained as GENHEALTH Ambassadors. The intervention consisted of interactive health education sessions, peer educator training, development of visual and digital health promotion media, including the CERDIK pocketbook, posters, infographics, social media campaigns, and a Mini Health Check Day conducted in collaboration with the local primary healthcare center. Program effectiveness was evaluated using a pre-test and post-test design to assess changes in participants' knowledge. The results demonstrated an increase in the proportion of students with good knowledge from 26% to 69%, while the proportion with poor knowledge decreased from 30% to 6%. In addition, ten GENHEALTH Ambassadors were successfully established to sustain health promotion activities within the school. The GENHEALTH program effectively improved adolescents' health literacy regarding NCD prevention and has the potential to be replicated as a school-based health promotion model.
Increasing Medical Waste Management Literacy in Nursing and Midwifery Students at Hang Tuah University Pekanbaru: Peningkatan Literasi Pengelolaan Limbah Medis pada Mahasiswa Keperawatan dan Kebidanan Universitas Hang Tuah Pekanbaru oktavia Dewi; Herniwanti; Emy Leonita
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 6 No. 2 (2026): JPKK Edisi Agustus 2026
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol6.Iss2.2613

Abstract

Medical waste is hazardous waste that may cause infections, occupational injuries, and environmental pollution if not managed appropriately. Nursing and midwifery students, as future healthcare professionals, should acquire adequate medical waste management literacy during their academic training. This community service program aimed to improve students' literacy on medical waste management through interactive health education and simulation-based training. The program was conducted on 13 October 2025 at Universitas Hang Tuah Pekanbaru and involved 10 nursing and midwifery students selected using purposive sampling. The intervention consisted of a pre-test, educational sessions, medical waste segregation simulation, group discussion, and a post-test. The results showed that the mean knowledge score increased from 32.8 before the intervention to 56.4 after the intervention, representing an improvement of 21.8 points. The greatest improvement was observed in infectious waste and sharps waste management, while knowledge related to Needlestick Injury (NSI), Personal Protective Equipment (PPE), and PostExposure Prophylaxis (PEP) required further reinforcement through repeated simulation-based training. Most participants also reported high satisfaction with both the educational content and learning methods. This program effectively improved medical waste management literacy and may serve as a simulation-based educational model for strengthening occupational safety competencies among future healthcare professionals.   Abstrak Limbah medis merupakan limbah berbahaya yang berpotensi menimbulkan infeksi, cedera, dan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola sesuai standar. Mahasiswa keperawatan dan kebidanan sebagai calon tenaga kesehatan perlu memiliki literasi pengelolaan limbah medis sejak masa pendidikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi pengelolaan limbah medis melalui penyuluhan interaktif dan pelatihan berbasis simulasi. Kegiatan dilaksanakan pada 13 Oktober 2025 di Universitas Hang Tuah Pekanbaru dengan melibatkan 10 mahasiswa keperawatan dan kebidanan yang dipilih secara purposif. Intervensi meliputi pre-test, penyampaian materi, simulasi segregasi limbah medis, diskusi, dan post-test. Hasil menunjukkan bahwa rerata skor pengetahuan meningkat dari 32,8 menjadi 56,4, atau meningkat sebesar 21,8 poin. Peningkatan tertinggi terjadi pada materi limbah infeksius dan limbah tajam, sedangkan materi mengenai Needlestick Injury (NSI), penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), dan Post Exposure Prophylaxis (PEP) masih memerlukan penguatan melalui pelatihan lanjutan. Sebagian besar peserta juga menyatakan sangat puas terhadap materi dan metode pembelajaran yang diberikan. Kegiatan ini efektif meningkatkan literasi pengelolaan limbah medis pada calon tenaga kesehatan dan berpotensi diintegrasikan sebagai pembelajaran berbasis simulasi dalam pendidikan keperawatan dan kebidanan.

Page 12 of 12 | Total Record : 116