cover
Contact Name
Ade Cahya
Contact Email
ade@htp.ac.id
Phone
+6276133815
Journal Mail Official
jpkk@htp.ac.id
Editorial Address
Jl.Mustafa Sari No.5 Tangkerang Selatan
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal Of Community Health Service)
ISSN : -     EISSN : 27971309     DOI : https://doi.org/10.25311/jpkk.Vol1.Iss2.968
Core Subject : Health, Social,
This journal focuses on epidemiology, environmental health, promoting health, reproductive health, occupational health and safety, health policy and administration, community nursing, community midwifery
Articles 98 Documents
a Promosi Kesehatan dan Internalisasi Konsep Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi Pengendalian Kejadian Luar Biasa (KLB) Malaria Di Desa Kuala Selat Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau Tahun 2024: artikel Rustam, Musfardi; Septina, Putri; Fitri, Dhinul; Suhar, Suhar; Zuhairi, Umri; Marcodinata, Marcodinata; Masri, Donni; Firdaus, Rasir
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 5 No. 1 (2025): JPKK Edisi April 2025
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol5.Iss1.2216

Abstract

Malaria is a life-threatening public health problem and is transmitted to humans through the bite of the infected female Anopheles mosquito. This disease is largely found in tropical countries where it is preventable and curable. Mild symptoms include fever, shivering, and headache; while severe symptoms include fatigue, confusion, seizure, and difficulty breathing. This community engagement article aimed to analyze health promotion and internalization of Malaria outbreak control based on ontological, epistemological, and axiological concepts in the field of Nursing Science Philosophy. The method was field visits through health promotion using poster media, flip charts, leaflet distribution, counseling, and observation of behavioral changes. The number of participants in the community engagement activity was greater than 100 people in Kuala Selat Village, Indragiri Hilir District. This activity also analyzed activities from the context of community nursing care by internalizing ontological, epistemological, and axiological concepts. The results showed that ontologically Malaria is scientifically caused by Plasmodium parasite transmitted through Anopheles mosquito’s bite. Epistemologically, knowledge about Malaria is acquired through various scientific methods, such as training, research, laboratory examination, field-based observation, and epidemiological analysis. While, in term of axiology, controlling Malaria cases is to meet human needs and improve the quality of life of the community. This program aimed to accelerate the Malaria outbreak control through health promotion, epidemiological investigation, knowledge enhancement, early detection, timely treatment, and vector control. Strengthening case management of Malaria is through adequate laboratory examinations for diagnosis and treatment according to the national program standards. This article emphasizes the importance of health promotion endeavors and internalizing the ontological, epistemological, and axiological concepts in controlling Malaria outbreak in Kuala Selat Village, Indragiri Hilir District. Abstrak Malaria menjadi masalah kesehatan masyarakat yang mengancam jiwa dan ditularkan ke manusia melalui perantaraan nyamuk. Penyakit ini sebagian besar ditemukan di negara tropis dimana penyakit ini dapat dicegah dan disembuhkan. Malaria sebagian besar menyebar ke manusia melalui gigitan  nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Gejala ringan meliputi demam, menggigil dan sakit kepala. Gejala berat meliputi kelelahan, kebingungan, kejang dan kesulitan bernapas. Artikel pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk analisis promosi Kesehatan dan Internalisasi pengendalian Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria berdasarkan konsep ontologi, epistemologi dan aksiologi dalam bidang Filsafat Ilmu Keperawatan. Metodologi yang digunakan adalah kunjungan lapangan melalui promosi kesehatan penggunaan media poster, flip chart, pemberian leaflet, penyuluhan serta pengamatan perubahan perilaku. Jumlah masyarakat yang dapat mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat ini lebih 100 orang yang berasal dari Desa Kuala Selat Kabupaten Indragiri Hilir. Kegiatan ini juga menganalisis kegiatan dari konteks perawatan komunitas dengan internalisasi konsep ontologi, epistemologi dan aksiologi. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari konsep ontologi malaria sebagai suatu ilmu disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles. Secara Epistemologi pengetahuan tentang malaria diperoleh melalui berbagai metode ilmiah seperti penyuluhan, penelitian, pemeriksaan laboratorium, observasi lapangan serta analisis secara epidemiologis. Sedangkan secara  aksiologi pengendalian kasus malaria dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Program ini bertujuan untuk percepatan pengendalian KLB malaria melalui promosi kesehatan, penyelidikan epidemiologi, peningkatan pengetahuan, deteksi dini, pengobatan tepat waktu dan pengendalian vektor. Penguatan tatalaksana kasus malaria melalui pemeriksaan laboratorium adekuat untuk penegakan diagnosis dan pengobatan sesuai standar program nasional. Artikel ini menekankan pentingnya upaya promosi kesehatan dan internalisasi konsep ontologi, epistemologi dan aksiologi dalam pengendalian KLB Malaria di Kuala Selat Kabupaten Indragiri Hilir.
Mr. EDUKASI PEMANFAATAN JINTAN HITAM (Nigella Sativa L) DALAM MENURUNKAN HIPERTENSI DI DESA NGOMBAKAN KECAMATAN POLOKARTO JAWA TENGAH: Edukasi Pemanfaatan Jintan Hitam (Nigella Sativa L) Dalam Menurunkan Hipertensi Di Desa Ngombakan Kecamatan Polokarto Jawa Tengah Adi, Omry; Sulasmi
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 5 No. 1 (2025): JPKK Edisi April 2025
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol5.Iss1.2235

Abstract

The number of elderly (senior citizens) in Indonesia continues to increase every year, including in Polokarto Subdistrict, Sukoharjo Regency. As people age, they experience a decline in organ function, which increases the risk of degenerative diseases such as hypertension. Hypertension management can be carried out through both pharmacological and non-pharmacological therapies. One natural ingredient with potential to lower blood pressure is black cumin (Nigella sativa L.), known for its antioxidant, anti-inflammatory, and antihypertensive effects. This community service activity aimed to provide education on the use of black cumin in reducing hypertension among the elderly, particularly in Ngombakan Village, Polokarto Subdistrict. The methods included health education through lectures and elderly exercise as a form of non-pharmacological therapy. Evaluation was conducted using pretest and posttest to measure participants' knowledge improvement. The results showed high enthusiasm from participants and an increase in knowledge scores after the educational session. This activity demonstrated that education based on natural remedies and physical activity can serve as a promotive and preventive strategy in controlling hypertension among the elderly. Therefore, educational and natural approaches like this are important to continue developing in efforts to improve the health status of the elderly in the community. Abstrak Jumlah lanjut usia (lansia) di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya, mencapai 30,16 juta jiwa pada tahun 2021. Provinsi Jawa Tengah menempati urutan ketiga dengan jumlah lansia sebesar 4.671.430 jiwa (12,71%), sementara di Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, tercatat 11.123 lansia dengan 14.327 kasus hipertensi (52,7%) dari total penduduk usia ≥15 tahun. Seiring bertambahnya usia, lansia mengalami penurunan fungsi organ yang meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti hipertensi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi mengenai pemanfaatan jintan hitam (Nigella sativa L.) yang memiliki efek antioksidan, antiinflamasi, dan antihipertensi, serta mempromosikan senam lansia sebagai terapi nonfarmakologis. Kegiatan dilaksanakan melalui ceramah, pembagian produk jintan hitam (serbuk dan kapsul), serta senam lansia, dengan jumlah peserta 30 orang dan tingkat kehadiran 80% (24 peserta). Evaluasi dilakukan melalui pretest dan post test tertulis serta kuesioner kepuasan. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 62,27 (pretest) menjadi 76,82 (post test), serta 74% peserta menyatakan kegiatan sangat baik, 12% baik, dan 14% cukup. Hasil ini membuktikan bahwa edukasi berbasis bahan alam disertai aktivitas fisik sederhana dapat menjadi strategi promotif dan preventif yang efektif dalam mengendalikan hipertensi pada lansia.
EDUKASI KESEHATAN MASYARAKAT JAGA KESEHATAN JANTUNG DAN CEGAH HIPERTENSI DI DAERAH PESISIR KECAMATAN SOROPIA KABUPATEN KONAWE: Edukasi Kesehatan Masyarakat Jaga Kesehatan Jantung Dan Cegah Hipertensi Di Daerah Pesisir Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Natalia Christiani Putri; Hasnawati; Ruslin; Wahyuni; Irnawati; Nasrudin; Muthmainnah, Ayu; Raisu, Risnawati; La Ode Rakhmatsyah; Nurbaida
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 5 No. 1 (2025): JPKK Edisi April 2025
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol5.Iss1.2241

Abstract

This community service activity aimed to improve public understanding and attitudes toward the prevention of hypertension. Based on the findings, cases of hypertension remain relatively high among residents. Information gathered also indicated that the community's knowledge about hypertension is still relatively low. Education was provided through several stages, starting with planning and preparation, which included obtaining permissions and organizing target participants. This was followed by the implementation phase, where educational materials were delivered and concluded with an evaluation session. The program's success was measured by increased participants' knowledge about hypertension after the activity. The results showed an improvement in public understanding of hypertension. Therefore, it is expected that healthcare workers and local health centers will continue to support the community through regular education on hypertension and by paying close attention to their health status. Preventive efforts can begin by avoiding various risk factors and routinely checking blood pressure, especially considering that hypertension is one of the most prevalent non-communicable diseases (NCDs) managed at the Soropia Health Center.   Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan sikap masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit hipertensi. Berdasarkan hasil identifikasi data di wilayah kerja Puskesmas Soropia, Kabupaten Konaw, ada lima besar penyakit yang tercatat, hipertensi menempati urutan teratas, diikuti oleh rematik, gastritis, dan diabetes. Tingginya prevalensi hipertensi menunjukkan perlunya perhatian lebih serta upaya edukasi kesehatan yang konsisten dan berkelanjutan. Edukasi diberikan melalui beberapa tahapan, dimulai dari perencanaan dan persiapan yang mencakup perolehan izin dan pengorganisasian peserta sasaran, dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan berupa penyampaian materi, serta ditutup dengan sesi penilaian. Keberhasilan program ini dievaluasi melalui peningkatan pengetahuan peserta mengenai hipertensi (peningkatan 76,55%) dari rerata 50,00 menjadi 88,28 setelah kegiatan berlangsung. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit hipertensi. Oleh karena itu, diharapkan tenaga kesehatan dan pihak Puskesmas dapat terus memberikan dukungan melalui edukasi yang berkelanjutan terkait hipertensi serta memantau kondisi kesehatan warga. Langkah pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari faktor-faktor risiko serta membiasakan diri untuk rutin memeriksa tekanan darah, mengingat hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang paling sering ditangani di Puskesmas Soropia.
Supporting Pregnant Women Through Telenursing to Improve Spiritual Literacy During Pregnancy: Pendampingan Ibu Hamil Melalui Telenursing Dalam Meningkatkan Spiritual Literacy Selama Kehamilan Hasnah, Hasnah; Gani, Nurul Fadhilah; Nurhidayah; Rahmi, Andi Nurul; Madianah
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 5 No. 2 (2025): JPKK Edisi Agustus 2025
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol5.Iss2.2281

Abstract

Pregnancy represents a dynamic phase in a woman's life, encompassing physical, emotional, and spiritual changes. Enhancing spiritual literacy among pregnant women is essential for maintaining psychological well-being and preparing for the childbirth experience. This community service initiative employed the Participatory Action Research (PAR) approach to enhance the spiritual awareness and experiences of pregnant women. Conducted at the Tamalanrea Jaya Health Center in 2024, the program engaged 20 pregnant women as participants. Post-intervention findings indicated a notable improvement in participants’ understanding of the significance of spirituality during pregnancy, along with increased feelings of calmness and emotional comfort in managing their pregnancies. These outcomes underscore the relevance of spiritual literacy as a critical dimension of holistic maternal health. The integration of spiritual care into maternal health services—along with the use of digital health strategies such as telenursing—is recommended to ensure accessible, effective, and patient-centered care for pregnant women. Abstrak Kehamilan merupakan fase kehidupan yang penuh dinamika baik secara fisik, emosional, maupun spiritual. Literasi spiritual ibu hamil menjadi aspek penting dalam menjaga keseimbangan psikologis dan mendukung kesiapan menghadapi proses persalinan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengalaman spiritual ibu hamil melalui metode Participatory Action Research (PAR). Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Tamalanrea Jaya pada tahun 2024, dengan melibatkan 20 orang ibu hamil sebagai peserta. Kegiatan dilaksanakan mulai bulan Oktober-November 2024. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah pendampingan, didapatkan peningkatan pemahaman tentang pentingnya spiritualitas selama kehamilan, serta merasa lebih tenang dan nyaman menjalani kehamilan. 90% Ibu hamil mengatakan bersyukur mendapatkan informasi tentang spiritual literacy dalam kehamilan, hal tersebut merupakan pengetahuan baru. Ibu-ibu peserta juga merasa lebih tenang setelah mendapat informasi dan pendampingan melalui telenursing tentang spiritual literacy. Hasil pengabdian ini mengindikasikan bahwa literasi spiritual dapat menjadi bagian penting dalam promosi kesehatan maternal secara holistik., Diharapkan pelayanan kesehatan maternal senantiasa memerhatikan aspek spiritual dalam pemberiannya serta memanfaatkan telenursing untuk efektif dan efisiennya pemberian pelayanan kesehatan bagi ibu hamil.
Kenali Potensi Bahaya yang ada di Lingkungan Kerja, Pada Pabrik Tahu Makmur : Kenali Potensi Bahaya yang ada di Lingkungan Kerja, Pada Pabrik Tahu Makmur Hanifah, Hanifah; Simanjuntak, Elsa Nikita; Stephanie, Putri Ajeng; Liana, Kesia; Makomulamin; Marselita, Winda; Nugraha, Wan Evan
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 5 No. 2 (2025): JPKK Edisi Agustus 2025
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol5.Iss2.2290

Abstract

The development of the food processing industry, particularly in tofu factories, faces challenges in enhancing productivity through time efficiency, equipment, and labor. A key factor is the implementation of Occupational Safety and Health (OSH) to ensure the comfort and safety of workers, thus maximizing product output. Potential hazards in the workplace, such as those in Tofu Makmur Factory, can arise from physical, chemical, ergonomic, and psychological factors. The aim of this community service is to enhance the knowledge of owners and workers regarding potential hazards and their control measures. The method used involves providing outreach to workers, covering material on hazard identification and risk control through the distribution of leaflets.The results of this activity indicate that education on the importance of recognizing potential hazards and applying the principles of the Hierarchy of Control is effective in raising OSH awareness in the factory. Recommendations for further implementation include strengthening OSH practices with regular training and routine evaluations of working conditions to prevent accidents and occupational diseases. Abstrak Perkembangan industri pengolahan makanan, khususnya pabrik tahu, menghadapi tantangan dalam meningkatkan produktivitas melalui efisiensi waktu, peralatan, dan tenaga kerja. Salah satu faktor kunci adalah penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk menjamin kenyamanan serta keselamatan pekerja, sehingga produk yang dihasilkan maksimal. Potensi bahaya di lingkungan kerja, seperti di Pabrik Tahu Makmur, dapat muncul dari faktor fisik, kimia, ergonomi, dan psikologi. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pemilik dan pekerja mengenai potensi bahaya serta cara pengendaliannya. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kepada pekerja, dengan materi yang mencakup identifikasi bahaya dan pengendalian risiko melalui penyebaran leaflet. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi tentang pentingnya mengenali potensi bahaya dan penerapan prinsip Hierarchy of Control efektif dalam meningkatkan kesadaran K3 di pabrik. Saran untuk implementasi lebih lanjut adalah memperkuat penerapan K3 dengan pelatihan berkala dan evaluasi rutin terhadap kondisi kerja, guna mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
Stunting Pemanfaatan Taman Ndulang sebagai Sarana Edukasi Orang Tua dalam Mencegah Stunting pada Anak di RW 03 Dukuh Ngerangan Desa Jogosetran: Pemanfaatan Taman Ndulang sebagai Sarana Edukasi Orang Tua dalam Mencegah Stunting pada Anak di RW 03 Dukuh Ngerangan Desa Jogosetran Ridwan; Mufidah, Inayatul; Rahadyanindita, Raras; Apriani, Dea Wahyu; Utami, Febriani Dwi
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 5 No. 2 (2025): JPKK Edisi Agustus 2025
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol5.Iss2.2322

Abstract

Stunting is a chronic nutritional issue that affects children's physical growth and development, particularly during the first 1,000 days of life. Although the national stunting prevalence decreased to 19.8% in 2024, this figure remains far from the national target. This article explores the potential of Taman Ndulang in RW 03, Dukuh Ngerangan, Jogosetran Village, Klaten, as a community education space to support stunting prevention efforts. This study uses a qualitative approach with a systematic literature review method, analyzing various studies related to community interventions and nutrition education. The aim of this research is to describe strategies for community empowerment through participatory and enjoyable open-environment-based education, particularly to increase parents’ knowledge and awareness of the importance of proper nutrition and parenting practices.The results show that utilizing open spaces as educational tools such as reading corners, nutrition murals, healthy cooking practices, and interactive counseling can enhance parents’ knowledge and engagement, especially among mothers. Experience-based and participatory learning models are considered more effective than formal approaches. Supporting studies in other regions also demonstrate that community interventions can significantly reduce stunting rates. Therefore, optimizing the function of public parks as contextual and engaging educational centers holds great potential to support the national stunting reduction program sustainably and can be replicated in other areas with appropriate local adaptations. Keywords: Stunting, Taman Ndulang, Community education   Abstrak Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan anak, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Meskipun prevalensi stunting nasional menurun menjadi 19,8% pada tahun 2024, angka tersebut masih jauh dari target nasional. Artikel ini mengkaji potensi Taman Ndulang di RW 03, Dukuh Ngerangan, Desa Jogosetran, Klaten, sebagai ruang edukasi komunitas dalam mendukung pencegahan stunting. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review sistematis terhadap berbagai studi terkait intervensi komunitas dan edukasi gizi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan strategi pemberdayaan masyarakat melalui edukasi berbasis lingkungan terbuka yang partisipatif dan menyenangkan, khususnya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran orang tua akan pentingnya gizi dan pola asuh tepat. Hasil menunjukkan bahwa pemanfaatan ruang terbuka sebagai sarana edukasi, seperti pojok baca, mural gizi, praktik memasak sehat, dan penyuluhan interaktif, mampu meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan orang tua, khususnya ibu. Model pembelajaran berbasis pengalaman dan partisipatif dinilai lebih efektif dibanding pendekatan formal. Studi-studi pendukung di daerah lain juga membuktikan bahwa intervensi komunitas dapat menurunkan angka stunting secara signifikan. Oleh karena itu, optimalisasi fungsi taman sebagai pusat edukasi terbuka yang kontekstual dan menyenangkan memiliki potensi besar dalam mendukung program nasional penurunan stunting secara berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain dengan penyesuaian lokal. Kata Kunci: Stunting, Taman Ndulang, Edukasi komunitas
Edukasi Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dalam Pencegahan Kebakaran di Pabrik Tahu Surya: Edukasi Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dalam Pencegahan Kebakaran di Pabrik Tahu Surya Dinata, Fahreza Rizky Damara; Makomulamin; Siti Aulia Yulandar; Putri Amalia Azzira; Lusiana Sari; Wira Mawarni; Adira , Sasi Kirana
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 5 No. 2 (2025): JPKK Edisi Agustus 2025
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol5.Iss2.2304

Abstract

The training on the use of Light Fire Extinguishers (APAR) for workers at the Surya Tofu Factory aimed to enhance awareness, understanding, and skills in responding to fire emergency situations. The study revealed that prior to the training, most workers had limited knowledge regarding the functions, types, and proper use of fire extinguishers due to the lack of attention to occupational safety in small-scale enterprises. Through educational outreach based on the fire triangle theory, live demonstrations, and the diffusion of science and technology, the training effectively improved the workers’ capacity to identify fire types and operate APARs in accordance with procedures. The method used in this community service activity was counseling to the owner and workers at the Surya tofu factory, with a total of 8 participants. The material presented included education on the use of light fire extinguishers (apar) as a means of fire prevention at the Surya Tofu Factory. This activity applied community education and science and technology diffusion methods for the workers. Post-training evaluations showed a significant increase in theoretical knowledge and practical skills among participants. Furthermore, this program contributed to a more practical safety culture within the micro- enterprise environment. Nevertheless, challenges remain, particularly regarding the sustainability of the training, availability of equipment, and funding for safety tools. Therefore, collaboration among business owners, workers, and external stakeholders is essential to integrate safety training as a routine part of business operations. Abstrak Pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bagi pekerja Pabrik Tahu Surya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, serta keterampilan dalam merespons keadaan darurat kebakaran. Studi ini menunjukkan bahwa sebelum pelatihan, sebagian besar pekerja memiliki tingkat pemahaman yang rendah terhadap fungsi, jenis, dan cara penggunaan APAR akibat minimnya perhatian terhadap aspek keselamatan kerja di lingkungan usaha kecil. Melalui pendekatan penyuluhan berbasis teori segitiga api, demonstrasi langsung, serta difusi ilmu pengetahuan dan teknologi, pelatihan berhasil meningkatkan kapasitas pekerja dalam mengidentifikasi jenis kebakaran dan mengoperasikan APAR sesuai prosedur. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah penyuluhan kepada pemilik beserta pekerja di pabrik tahu surya dengan total jumlah 8 peserta, dengan materi yang dipaparkan yaitu edukasi penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) dalam pencegahan kebakaran di pabrik tahu surya yang menggunakan metode pendidikan masyarakat dan difusi IPTEK  kepada pekerja. Evaluasi pasca pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan teoritis dan keterampilan praktik peserta. Lebih jauh, pelatihan ini turut mendorong terbentuknya budaya keselamatan kerja yang lebih aplikatif di lingkungan UMKM. Meskipun demikian, tantangan tetap muncul, terutama terkait keberlanjutan pelatihan, ketersediaan fasilitas, dan pembiayaan perlengkapan keselamatan. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemilik usaha, pekerja, dan pihak eksternal untuk mengintegrasikan pelatihan keselamatan sebagai bagian dari operasional rutin perusahaan.
Penyuluhan Kesehatan tentang Peningkatan Kesadaran dan Pencegahan Hipertensi di Kelurahan Rantau Panjang: Penyuluhan Kesehatan tentang Peningkatan Kesadaran dan Pencegahan Hipertensi di Kelurahan Rantau Panjang Edigan, Firman; Nainggolan, Winda Marselita; Qiftiyah, Milatul; Putri, Elsa Ananda; Aprilia, Devia; Fernanda, Abelia; Putri, Rahmi Artino
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 5 No. 2 (2025): JPKK Edisi Agustus 2025
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol5.Iss2.2334

Abstract

Hypertension or high blood pressure is a non-communicable disease that is a global health problem because its prevalence is high and often shows no symptoms in the early stages. This condition can cause serious complications such as heart disease, stroke and kidney failure if not prevented and treated properly. Based on the high incidence of hypertension, promotive and preventive efforts are needed through health education activities for the community. The aim of this community service is to increase the knowledge of mothers in RW 02/01, Rantau Panjang Village, Pekanbaru City regarding increasing awareness and preventing hypertension. This community service activity was carried out in the form of health education to the women of RW 02/01, Rantau Panjang Village, Pekanbaru City. The delivery method uses interactive lectures, discussions, and distribution of leaflets. The results of the activity show that there is public enthusiasm and increased understanding regarding the definition, causal factors, symptoms, complications, as well as efforts to prevent hypertension through implementing a healthy lifestyle. It is hoped that this activity will be able to encourage changes in people's behavior in maintaining health, as well as being a preventive step to reduce the risk of hypertension in the Rantau Panjang area. Abstrak Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global karena prevalensinya tinggi dan sering tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal apabila tidak dicegah dan ditangani dengan baik. Berdasarkan tingginya angka kejadian hipertensi, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui kegiatan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu di RW 02/01 Kelurahan Rantau Panjang Kota Pekanbaru mengenai peningkatan kesadaran dan pencegahan hipertensi. Kegiatan pengadbdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan kesehatan kepada ibu-ibu RW 02/01 Kelurahan Rantau Panjang Kota Pekanbaru. Metode penyampaian menggunakan ceramah interaktif, diskusi, serta pembagian leaflet. Hasil kegiatan menunjukkan adanya antusiasme masyarakat dan peningkatan pemahaman terkait definisi, faktor penyebab, gejala, komplikasi, serta upaya pencegahan hipertensi melalui penerapan pola hidup sehat. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kesehatan, serta menjadi langkah preventif untuk menurunkan risiko kejadian hipertensi di wilayah Rantau Panjang.

Page 10 of 10 | Total Record : 98