cover
Contact Name
Muhammad Natsir Kholis
Contact Email
ojsumb101016@gmail.com
Phone
+6282382141222
Journal Mail Official
jurnalsemah@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Perikanan Universitas Muara Bungo, kampus I, Lintas Sumatera, Sungai Binjai. Muara Bungo, Jambi
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Semah : Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Peraira
ISSN : -     EISSN : 25800736     DOI : 10.36355
Jurnal Pengelolaan Pengelolaan Sumberdaya Perairan mencakup kajian Ekonomi Perikanan, Budidaya Perikanan dan Pemasaran Hasil Peikanan, Kajian Konservasi sumberdaya Perairan, Reservat, Kearifan Lokal Lubuk Laranagan, Kawasan Konservasi Perairan, Bioekologi Perairan, Kajian Pengolahan Hasil Perikanan, Mutu Produk Perikanan, Kajian Exploitasi Perikanan, Alat tangkap Ramah lingkungan, Kontruksi alat tangkap dan hasil Tangkap
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2024): April" : 11 Documents clear
PENGGUNAAN SISTEM DIGITAL AGRIBISNIS (SIDIA) UNTUK MENILAI KELAYAKAN USAHA PERIKANAN TANGKAP Fajriah, Fajriah; Isamu, Kobajashi Togo; Nur, Muhammad
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 8, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v8i1.1391

Abstract

Usaha perikanan tangkap sebagaimana usaha pada umumnya memerlukan peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha setiap waktu. Namun dalam operasionalnya usaha perikanan tangkap sering menghadapi banyak kendala dan persoalan, salah satunya resiko kerugian akibat fluktuasi stok ikan, musim penangkapan dan fluktuasi harga pasar. Informasi dini terkait besarnya pendapatan dan layak atau tidaknya usaha perikanan tangkap menjadi hal yang sangat penting untuk diketahui oleh pelaku usaha agar gambaran terkait untung rugi menjalankan usaha telah diperoleh. Dengan memanfaatkan teknologi sistem informasi melalui aplikasi SIDIA (Sistem Digital Agribisnis) maka informasi pendapatan atau keuntungan termasuk layak tidaknya usaha untuk dilanjutkan dapat diperoleh dengan mudah, cepat dan tepat.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut tentang konsep SIDIA dan bagaimana penggunaannya dapat menilai kelayakan usaha perikanan tangkap. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2023. Metode yang digunakan adalah metode survei. Pengambilan data dilakukan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan pada metode analisis kelayakan dapat diimplementasikan pada aplikasi SIDIA penilaian kelayakan usaha perikanan tangkap bagan perahu dan usaha lainnya, dengan nilai kelayakan usaha antara lain; nilai (R/C) sebesar 21,37, nilai NPV Rp. 1.267.660.121, IRR 111%, BEP Produksi 1.538 kg/bulan, dan BEP Harga Rp. 6.830/kg, maka usaha dinyatakan Layak atau efisien pada sistem kelayakan usaha atau finansial usaha perikanan bagan perahu.
TINGKAT KEMATANGAN GONAD (TKG) DAN POLA SEBARAN POPULASI KERANG LOKAN Batissa violacea Lamarck (1818) DI MUARA ANAI KOTA PADANG Putri, Riska Eka; Suparno, Suparno; Ryan, Monica; Nazar, Fatrina
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 8, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v8i1.1374

Abstract

Permintaan pasar yang tinggi akan kerang lokan segar di Kota Padang, menyebabkan tingginya eksploitasi (penangkapan) terhadap kerang ini di alam. Penangkapan yang biasa dilakukan oleh masyarakat adalah dengan cara menyelam dan menggali substrat di muara sungai atau mengutip dengan menggunakan tangan, sehingga kadangkala tidak memperhatikan ukuran dan kondisi reproduksi kerang yang tertangkap. Kerap kali kerang yang telah siap untuk bereproduksi ditangkap oleh pengumpul kerang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi dan kematangan gonad kerang lokan Batissa violacea Lamarck (1818) di muara batang anai Kota Padang. Penelitian ini dilaksanakan di muara sungai Batang Anai di daerah kandang asam Kecamatan Koto Tangah Kota Padang pada bulan Oktober -November Tahun 2022. Sampel kerang diambil di 5 (lima) stasiun dan dianalisis di Laboratorium Biologi Perikanan SUPM Negeri Pariaman. Total sampel kerang yang terkumpul adalah sebanyak 111 ekor. Diantara sampel yang terambil tersebut 74 ekor memiliki kelamin betina dan 37 ekor memiliki kelamin jantan. Kerang lokan jantan memiliki tingkat kematangan gonad (TKG) III dan IV. Sedangkan kerang betina memiliki TKG I dan II. Kerang lokan disinyalir mengalami pergantian kelamin pada fase dewasa dari betina ke jantan (Hermaprodit protogini). Sedangkan pola pemencaran populasi kerang lokan hampir sama pada semua stasiun merata (acak) kecuali pada pada ST 2 bulan Oktober yaitu 1,24 dan ST 1 bulan November, yaitu 1,06. Dengan demikian pola penyebaran kerang lokan adalah pada ST 2 bulan Oktober dan ST 1 bulan November mengelompok, dimana indeks morisita (Id) 1. Intensifnya pengambilan kerang di alam untuk diperjual belikan, dengan mengambil ukuran yang besar menyebabkan populasi kerang semakin berkurang, karena dikhawatirkan kerang yang diambil adalah kerang yang siap untuk memijah. Sehingga kelestarian kerang lokan di alam tidak berjalan secara berkesinambungan. 
KONDISI IKAN KARANG FAMILI CHAETODONTIDAE KAWASAN KONSERVASI PULAU PIEH DAN LAUT SEKITARNYA PADA ZONA INTI DAN ZONA LAINYA Amrullah, Mohd. Yusuf; Rahmat, Fadhlan Basiluddin
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 8, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v8i1.1505

Abstract

Ikan famili Chaetodontidae merupakan ikan indikator terumbu karang. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan data mengenai ikan karang Famili Chaetodontidae di Kawasan Konservasi Pulau Pieh dan Laut Sekitarnya di area Zona Inti dan Zona Pemanfaatan. Penelitian ini dilaksanakan di Perairan Kawasan Konservasi Pulau Pieh dan Laut Sekitarnya di area Zona Inti dan Zona Pemanfaatan (Pulau Pandan dan Pulau Pieh). Penelitian berlangsung dari tanggal 13 – 23 Mei 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Underwater Visual Sensus (UVC). Jumlah individu ikan Chaetodontidae pada zona inti di dua lokasi penelitian didapatkan sebanyak 51 ekor di perairan Pulau Pieh dengan dengan jumlah jenis sebanyak 11jenis, sedangkan pada zona inti perairan Pulau Pandan ditemukan sebanyak 68 ekor dengan jumlah jenis sebanyak 9 jenis. Pada zona pemanfaatan ditemukan 7 jenis ikan Chaetodontidae dengan jumlah individu 21 ekor di kawasan pemanfaatan Pulau Pandan dan di zona pemanfaatan Pulau Pieh ditemukan 5 jenis Chaetodon dengan jumlah individu sebanyak 27 ekor
MONITORING RUMAH IKAN (RUMPON) LUBUK LARANGAN DI DESA TEBAT KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI Kholis, Muhammad Natsir; Maryeni, Sri; Fajri, Ahmad
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 8, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v8i1.1370

Abstract

Rumah ikan (rumpon) di lubuk larangan Desa Tebat sudah ada dan belum diketahui pengaruhnya terhadap hasil tangkapan. Rumpon diharapkan menjadi solusi dari keberadaan lubuk larangan sebagai habitat ikan agar tetap eksis. Tujuan penelitian adalah memonitoring jenis ikan dan keanekaragamannya di sekitar rumpon. Penelitian dilakukan di Desa Tebat Kecamatan Muko-Muko Bathin VII Kabupten Bungo Provinsi Jambi pada bulan September-Desember 2021. Metode penelitian adalah survei, dengan mengumpulkan data langsung di lapangan secara random sampling menggunakan 3 alat tangkap yaitu pancing tajur, pancing joran, dan pancing katrol. Hasil monitoring rumpon lubuk larangan didapatkan 9 jenis ikan dan 3 family. Keanekaragaman di sekitar rumpon kategori sedang (H’ = 1,53), indeks keseragaman (E) ikan kategori rendah (E = 0,17), dan indeks dominasi kategori dominan (Di = 11%).
KOMPARASI HASIL ANALISIS PROKSIMAT PAKAN IKAN BUATAN PRODUKSI PEMBUDIDAYA IKAN DI KOTA PADANG PADA PROGRAM PAKAN MANDIRI DENGAN STANDAR KADAR NUTRISI PAKAN BUATAN UNTUK IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) SNI 01-4087-2006 Putri, Riska Eka; Yusra, Yusra
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 8, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v8i1.1375

Abstract

Program Pakan Mandiri (GERPARI) adalah program yang diprakarsai oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan sejak tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang kandungan protein, lemak, abu, air dan serat kasar pada pakan yang dibuat oleh Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) Sinagri dan POKDAKAN Lubuk Tempurung Indah di Kota Padang Sumatera Barat. Pengambilan sampel pakan buatan dilakukan sebanyak 3 (tiga) kali ulangan kemudian pengujian dilakukan di Balai Riset dan Standardisasi Jasa Industri Padang. Analisa kandungan protein menggunakan  Metode Semimikro Kjeldahl  SNI 01-2891-1992 butir 7.1,  analisis kandungan lemak menggunakan Metode Hidrolisis (Weibull) SNI  01-2891-1992 butir 8.2, analisis kandungan abu menggunakan  SNI 01-2891-1992 butir 6.1, analisis kadar air menggunakan Metode Oven SNI 01-2891-1992 butir 5.1, analisa serat kasar  SNI 01-2891-1992 butir 11. Metode yang digunakan adalah deskriptif eksploratif yang menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian selanjutnya disandingkan dengan Standar Nutrisi dari Pakan Buatan untuk Ikan Lele  SNI 01-4087-2006. Hasil penelitian didapatkan bahwa pakan yang diproduksi oleh POKDAKAN Sinagri (A) dan POKDAKAN Lubuk Tempurung Indah (B) memiliki kadar persentase protein, lemak dan air yang telah sesuai dengan syarat mutu pakan ikan lele SNI 01-4087-2006, sehingga dapat digunakan pada budidaya ikan lele. Sedangkan dari hasil pengujian kadar abu dan serat kasar didapatkan bahwa persentase kadar abu dan serat kasar tidak sesuai dengan syarat mutu pakan ikan lele SNI 01-4087-2006.
PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) PADA PROSES PENGOLAHAN STEAK TUNA (Thunnus albacares) BEKU di PT. TRIDAYA ERAMINA BAHARI Jannah, Nurul; Yusra, Yusra
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 8, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v8i1.1523

Abstract

Ikan tuna (Thunnus albacares) adalah jenis ikan pelagis dan merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Ikan tuna biasanya menjadi bahan baku industri yang diekspor ke luar negeri dan sebagian kecil di pasar lokal. PT. Tridaya Eramina Bahari merupakan satu perusahaan yang mengolah ikan tuna beku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengolahan steak tuna beku (Thunnus albacares) di PT. Tridaya Eramina Bahari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Data primer dikumpulkan di lapangan dengan cara melihat langsung proses pengolahan steak tuna (Thunnus albacares) beku serta wawancara dengan pimpinan dan karyawan PT. Tridaya Eramina Bahari.  Berdasarkan penelitian diketahui proses pengolahan steak tuna (Thunnus albacares) beku pada PT. Tridaya Eramina Bahari meliputi penerimaan bahan baku, penyimpanan sementara, penimbangan 1, pemotongan, boneless, trimming, penimbangan 2, skinning, penimbangan 3, pencucian, panning, ABF, pembuatan steak, penimbangan 4, panning, penimbangan 5, ABF, glazing, pengemasan, vacuum, packing, labelling, metal detecting, penyimpanan dan stuffing. Pengolahan steak tuna beku (Thunnus albacares) di PT. Tridaya Eramina Bahari sudah sesuai dengan standar good manufacturing practices (GMP). 
INTERPRETASI HASIL TANGKAPAN DENGAN DUA TRIP PENANGKAPAN KAPAL PURSE SEINE DI TANJUNG BALAI PROVINSI SUMATERA UTARA Ikhsan, Suci Asrina; Krisnafi, Yaser; Fernanda, M. Alfikhry; Mardiah, Ratu Sari; Tiku, Mathius; Hutapea, Roma Yuli F.
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 8, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v8i1.1371

Abstract

Kota Tanjung Balai merupakan salah satu kota potensial perikanan laut yang ada di Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Berbagai perusahaan perikanan terdapat di kota Tanjung Balai, salah satunya adalah PT. Selamat Abadi. KM. Malindo Indah merupakan armada penangkapan yang dimiliki PT. Selamat Abadi. KM. Malindo Indah mengoperasikan alat tangkap purse seine di perairan 711, dengan potensi utamanya adalah ikan pelagis kecil. Tujuan dari penelitian ini adalah menginterpretasikan komposisi hasil tangkapan KM. Malindo Indah dan mengidentifikasi hasil tangkapan utama dan hasil tangkpan sampingan KM. Malindo Indah. Penelitian dilaksanakan dengan kapal purse seine KM. Malindo Indah yang dilaksanakan mulai tanggal 1 Januari sampai dengan 30 April 2023. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan menggunakan analisis deskriptif. Purse seine merupakan alat tangkap yang bersifat multi species. Hasil tangkapan KM Malindo Indah didominasi oleh ikan pelagis kecil, dengan total hasil tangkapan trip pertama sebanyak 73.425 kg dan trip kedua sebanyak 44.421 kg. Persentase hasil tangkapan KM. Malindo Indah sebanyak 62% trip pertama, sedangkan trip kedua sebanyak 38%. Hasil tangkapan KM. Malindo Indah 99% adalah hasil tangkapan utama, sedangkan 1% nya adalah hasil tangkapan sampingan. Hasil tangkapan utama KM. Malindo Indah yaitu Layang (93%), Kembung (3%), Selar (2%), Tongkol (1%) dan Mata Besar (1%), sedangkan hasil tangkapan sampingan KM. Malindo Indah adalah Caru dan Bawal.
ANALISIS KANDUNGAN GIZI PADA PRODUK DIVERSIFIKASI OLAHAN IKAN LELE (Clarias gariepenus) Suosa Putra, Pandhu Rochman; Karina, Indira; Imtihan, Imtihan
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 8, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v8i1.1389

Abstract

Budidaya ikan lele yang mulai banyak dikembangkan oleh masyarakat menjadikan ikan lele sebagai salah satu sumber protein yang mulai banyak digemari. Salah satu produk olahan ikan lele yang sangat populer dan diminati oleh masyarakat adalah bakso, bakso merupakan makanan khas dari Indonesia yang digemari oleh berbagai kalangan mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Produk diversifikasi olahan lele menjadi bakso ini juga dapat memberikan nilai tambah apabila dibandingkan dengan penjualan ikan lele mentah. Akan tetapi masih banyak juga masyarakat yang masih ragu dengan kandungan gizi bakso ikan lele, sehingga perlu dilakukan kajian terhadap kandungan gizinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi bakso ikan lele. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Hasil yang diperoleh pada studi ini adalah proses pembuatan bakso ikan lele meliputi proses pemfilletan, penggilingan daging ikan, pencampuran bahan, pencetakan, perebusan, pendinginan, pengemasan, dan penyimpanan produk. Kandungan gizi pada bakso ikan lele meliputi kandungan protein kasar 21,57%; lemak kasar 12,19%; karbohidrat 24,14%; serat kasar 1,673%; kadar air 30,30%; dan kadar abu 11,59%. 
PREFERENSI HABITAT DAN KEPADATAN KERANG LOKAN Batissa violacea Lamarck (1818) PADA MUARA SUNGAI BATANG ANAI KOTA PADANG Putri, Riska Eka; Bahtiar, Bahtiar
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 8, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v8i1.1372

Abstract

Kerang lokan sangat digemari oleh masyarakat Sumatera Barat dan diolah sebagai makanan favorit seperti rendang, sate, gulai. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai preferensi habitat dan kepadatan kerang Batissa violacea Lamarck (1818) di Muara Sungai Batang Anai Kota Padang. Penelitian ini dilaksanakan bulan Oktober – November 2022. Sampel kerang diambil pada 4 stasiun sebanyak 2 (dua) kali ulangan. Metode pengambilan kerang dilakukan pada saat pasang dan surut dengan menggunakan pencuplikan menggunakan tangan pada kuadran yang diletakkan sebanyak 4 (empat) kali pada setiap stasiun. Kuadran memiliki ukuran 1 m2. Kerang lokan yang didapatkan pada stasiun ST 3 memiliki kepadatan paling tinggi yaitu sebanyak 5,125 ind/m2, sedangkan ST 1 didapatkan nilai kepadatan kerang terendah yaitu 0,75 ind/m2. Dibandingkan dengan penelitian yang dilakukan pada lokasi yang sama pada tahun 2005 terlihat penurunan jumlah yang tertangkap sebanyak 160 %. Untuk preferensi habitat kerang digunakan analisis multivariat yaitu analisis correspondence dan analisis kelompok yang menggunakan bantuan Xlstat. Hasil penelitian menunjukkan ST 2, ST 3 dan ST 4 memiliki kemiripan yang hampir sama. Sedangkan ST 1 dan ST 5 berbeda nyata dengan stasiun lainnya. Kecepatan arus, struktur sedimen jenis pasir, keberadaan C-organik memiliki keterkaitan dengan kepadatan kerang lokan yang ada di stasiun tersebut. ST 2 memiliki kepadatan kerang 3,5 ind/m2, ST 3 kepadatan kerang 5,125 ind/m2, dan ST 4 kepadatan kerang 2,625 ind/m2  dengan kecepatan arus 1,85 – 5 cm/dt, C-organik 1,224 – 1,711 %, sedangkan jenis struktur sedimen yang disukai kerang adalah struktur pasir 75,21 – 92,508 %. Kerang pada ST 2, ST 3 dan ST 4 ini lebih padat dibandingkan dengan kerang pada ST 1 dan ST 5. Faktor pembatas keberadaan kerang lokan pada Muara Sungai Batang Anai Kelurahan Padang Sarai Kecamatan Koto Tangah Kota Padang adalah adanya kecepatan arus yang optimum berkisar 3 – 6,5 cm/dt, struktur sedimen dengan jenis pasir berkisar antara 75,21 – 92,508 %, keberadaan c-organik 1,224 -1,711 %, kadar TSS optimum berkisar 2 -3 mg/l, salinitas 0,2 – 5 ppt.
PEMETAAN ZONA POTENSIAL PENANGKAPAN LOBSTER BERBASIS BIO-EKOLOGI DI TELUK PALABUHANRATU Simbolon, Domu; Yusfiandayani, Roza; Sabila, Fathiha Rizki; Limbong, Mario
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 8, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v8i1.1390

Abstract

Produktivitas tangkapan lobster di Teluk Palabuhanratu cenderung menurun. Kondisi ini diduga sebagai akibat keterbatasan informasi zona potensial penangkapan ikan. Pihak pengelola perikanan lobster dan nelayan sebagai pelaku penangkapan membutuhkan informasi yang lengkap dan akurat terkait dengan kriteria zona potensial penangkapan ikan. Indikator penentu zona potensial ini tidak hanya mempertimbangkan aspek produktivitas tetapi juga aspek bio-ekologi karena usaha penangkapan yang hanya berorientasi pada peningkatan produksi semata dapat menyebabkan degradasi sumber daya lobster dan penurunan potensi daerah penangkapan lobster. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik daerah penangkapan lobster berdasarkan aspek bio-ekologi dan memetakan zona potensial penangkapan lobster. Data yang dibutuhkan meliputi produksi lobster, jenis lobster, ukuran berat dan panjang karapas, dan titik lokasi penangkapan lobster. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terhadap responden, dan studi literatur. Data selanjutnya dianalisis secara deskriptif dan studi komparatif. Panjang karapas lobster pasir, lobster mutiara dan lobster bambu yang dominan tertangkap masing-masing berkisar 60-85 mm, 60-111 mm, dan 60-111 mm. Persentase jumlah tangkapan lobster antara ukuran layak tangkap dengan layak tangkap untuk lobster pasir, lobster mutiara dan lobster bambu masing-masing 80:20, 60:40, dan 68:32. Daerah penangkapan lobster kategori potensial terdapat sekitar kawasan Cimaja, Samudera Beach Hotel, dan PPN Palabuhanratu, sedangkan kategori tidak potensial terdapat di sekitar Sungai Citepus, Pantai Batu Bintang dan Pantai Loji.

Page 1 of 2 | Total Record : 11