cover
Contact Name
Muhammad Alhada Fuadilah Habib
Contact Email
m.alhada@uinsatu.ac.id
Phone
+6285600068258
Journal Mail Official
arrehla@uinsatu.ac.id
Editorial Address
Gedung KH. Saifudin Zuhri Jl.Mayor Sujadi Timur No 46 Tulungagung Jawa Timur 66221 Indonesia
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Ar Rehla: Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy
ISSN : -     EISSN : 27767434     DOI : 10.21274
Ar Rehla: Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy is a scientific journal that contains writings from lecturers, researchers, students, practitioners, or other related parties regarding the study of tourism, creative economy and community empowerment that are appropriate and do not violate Islamic Sharia. Topics such as sharia tourism, halal culinary studies, hajj, umra, and sharia economic studies are priority themes published in this journal. Written works can come from the results of research and conceptual/theoretical ideas from the author. This journal is published twice a year, namely in May and November, and can be accessed throughout Indonesia and even throughout the world online.
Articles 37 Documents
ANALYSIS OF PROBLEMS AND SOLUTIONS OF HALAL INDUSTRY IN EAST JAVA Aswad, Muhammad; Bahktiar, Jusuf; Budiman, Ahmad
Journal of Islamic Tourism Halal Food Islamic Traveling and Creative Economy Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam - Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/ar-rehla.v5i1.10736

Abstract

Abstract: The halal industry trend continues to grow because it is influenced by the increasing population of Muslim communities with increasing income as well as increasing economic growth. East Java has enormous potential as a center for developing the halal industry. However, there are quite big challenges because there is no master plan for developing the halal industry, halal certification is not yet optimal with many halal products, there is no infrastructure available, limited educational, training and research facilities related to industry, halal logistics and halal industrial areas and a lack of professional and competent human resources. Using the Analytical Network Process (ANP) method. Finding priority problems where generally halal industry human resources, namely MSME players, still have a narrow mindset; MSME players still lack knowledge regarding halal certification of their products. Meanwhile, the priority finding of the solution is to improve the qualifications of MSME human resources using technology to meet halal product standards and product diversification. The next strategic priority finding is the strategy for strengthening micro, small and medium enterprises (MSMEs) as the main driver of halal values. Keywords: problems; solutions; halal industry; east java. Abstrak: Tren industri halal yang terus berkembang karena dipengaruhi peningkatan populasi masyarakat muslim kelas menengah, juga dengan meningkatnya pendapatan masyarakat, mendorong meningkatnya pertumbuhan ekonomi. Jawa Timur dengan potensi sangat besar sebagai pusat pengembangan industri halal, namun menghadapi tantangan cukup besar karena belum adanya masterplan dalam pengembangan industri halal, dengan kondisi belum optimalnya sertifikasi halal pada produk-produk industry. Di sisi lain dengan keterbatasan sarana pendidikan, pelatihan dan penelitian berkaitan industri, logistik halal dan mengoptimalkan kawasan industri halal serta sedikitnya SDM profesional yang kompeten menjadi tantangan dalam pengembangan industry halal.. Dengan metode Analityc Network Process (ANP), menemukan prioritas masalah di mana umumnya SDM industry halal yaitu Para pelaku UMKM masih pola pikir sempit; Para pelaku UMKM masih kurang pengetahuan berkaitan sertifikasi halal produk-produknya. Sementara temuan prioritas solusi adalah meningkatkan kualifikasi SDM UMKM penggunaan tekhnologi dalam memenuhi standar produk halal dan diversifikasi produk. Selanjutnya temuan prioritas strategi adalah Strategi penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebagai penggerak utama nilai halal. Kata Kunci: masalah; solusi; industri halal; jawa timur.
THE MEDIATING ROLE OF PURCHASE INTENTION ON PURCHASE DECISIONS Amani, Nazwa Nur; Fikriah, Nur Laili
Journal of Islamic Tourism Halal Food Islamic Traveling and Creative Economy Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam - Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/ar-rehla.v5i1.10760

Abstract

Abstract: The development of the creative economy in Malang City is supported by the emergence of local culinary businesses such as Kanenakan, which utilize digital technology in their marketing activities. The culinary sector is one of the most in-demand subsectors of the creative economy today, due to its potential to drive innovation and local economic growth. This study aims to analyze the influence of Electronic Word of Mouth (E-WOM) and customer reviews on purchase decisions, with purchase intention as a mediating variable, while also exploring how these findings contribute to the development of the creative economy, particularly in the local culinary sector. A quantitative approach was employed through a survey of 135 respondents. The results indicate that customer reviews significantly influence purchase decisions, both directly and indirectly through purchase intention. In contrast, E-WOM does not have a significant effect. These findings highlight the importance of authentic customer reviews in supporting purchase decisions and sustaining local creative businesses. The implications suggest that optimizing customer experience can be a key strategy in strengthening the creative economy ecosystem in Malang. Keywords: creative economy; electronic word offmouth (e-wom); customer review; purchase decision; purchase intention. Abstract: Perkembangan ekonomi kreatif di Kota Malang didukung oleh hadirnya bisnis kuliner lokal seperti Kanenakan, yang memanfaatkan teknologi digital dalam aktivitas pemasarannya. Kuliner merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang saat ini banyak diminati masyarakat karena potensinya dalam mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Electronic Word of Mouth (E-WOM) dan ulasan pelanggan terhadap keputusan pembelian, dengan minat beli sebagai variabel mediasi, serta melihat bagaimana temuan tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ekonomi kreatif, khususnya di sektor kuliner lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei terhadap 135 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa ulasan pelanggan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, baik secara langsung maupun melalui minat beli sebagai mediasi. Sebaliknya, E-WOM tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Temuan ini menekankan pentingnya ulasan pelanggan yang otentik dalam mendukung keputusan pembelian serta keberlangsungan usaha kreatif lokal. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi pengalaman pelanggan dapat menjadi strategi penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Malang. Keywords: ekonomi kreatif; electronic word of mouth (e-wom); ulasan pelanggan; keputusan pembelian; minat beli.
PERSEPSI MAHASISWA UNIVERSITAS BENGKULU TERHADAP LABELISASI HALAL PADA PRODUK MAKANAN DAN MINUMAN LOKAL Kusumawati, Mia; Reflis, Reflis; Agusti, Netta; Laksono, Pandu
Journal of Islamic Tourism Halal Food Islamic Traveling and Creative Economy Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam - Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/ar-rehla.v5i1.10773

Abstract

Abstrak: Produk halal di Indonesia dapat ditentukan dari pencantuman label halal atau kepemilikan perusahaan atas sertifikat halal yang dikeluarkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Salah satu produk yang perlu diperhatikan keamanan dan kehalalannya adalah makanan dan minuman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi mahasiswa dan mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan persepsi mahasiswa terhadap labelisasi halal pada produk makanan dan minuman lokal. Pemilihan lokasi penelitian menggunakan metode purposive. Metode yang digunakan untuk penentuan sampel yaitu dengan metode Proportional Cluster Random Sampling. Populasi penelitian sebanyak 23.845 orang dan sampel yang diperoleh sebanyak 100 orang. Sampel diambil menggunakan rumus Slovin. Kemudian sampel tersebut diproporsikan per fakultas yang terdapat di Universitas Bengkulu dengan menggunakan rumus alokasi proportional. Analisis yang digunakan untuk mengkaji persepsi yaitu analisis kualitatif dengan mengumpulkan data secara online berdasarkan google form. Sedangkan untuk menganalisis faktor apa yang berhubungan menggunakan metode korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian ini yaitu bahwa persepsi mahasiswa yang meliputi pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran berada dalam kategori tinggi. Sedangkan faktor budaya, faktor pribadi, faktor sosial, dan faktor pisikologis berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi mahasiswa mengenai labelisasi halal pada produk makanan dan minuman lokal. Namun, terdapat faktor yang berkorelasi kuat terhadap persepsi mahasiswa yaitu variabel faktor pribadi dengan koefisien korelasi (rs) sebesar 0.614** Kata Kunci: Persepsi mahasiwa; Labelisasi haram; Kepedulian konsumen Abstract: Halal products in Indonesia can be determined from the inclusion of a halal label or company ownership of a halal certificate issued by the Halal Product Guarantee Agency (BPJPH). One of the products that need to be considered safe and halal is food and beverages. The purpose of this study is to determine the perceptions of students and find out what factors are associated with student perceptions of halal labeling on local food and beverage products. Selection of research locations using the Purposive method. The method used for determining the sample is the Proportional Cluster Random Sampling method. The study population was 23,845 people and the sample obtained was 100 people. The sample was taken using the Slovin formula. Then the sample was proportioned per faculty at Bengkulu University using the proportional allocation formula. The analysis used to assess perceptions is qualitative analysis by collecting data online based on google form. Meanwhile, to analyze what factors are related using the Rank Spearman correlation method. The results of this study are that student perceptions which include knowledge, understanding, and awareness are in the high category. While cultural factors, personal factors, social factors, and psychological factors have a positive and significant effect on student perceptions of halal labeling on local food and beverage products. However, there are factors that are strongly correlated with student perceptions, namely the personal factor variable with a correlation coefficient (rs) of 0.614**. Keywords: Student perception; Haram labeling; Consumer concern.
KAJIAN LITERATUR STRATEGI PEMBERDAYAAN KOMUNITAS PENGELOLA WISATA DALAM MENDUKUNG KEBERHASILAN DESA WISATA Mustakim, Alan; Hos, Jamaluddin
Journal of Islamic Tourism Halal Food Islamic Traveling and Creative Economy Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam - Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/ar-rehla.v5i1.10824

Abstract

Abstrak: Pengembangan desa wisata berperan strategis dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui peningkatan ekonomi lokal, pelestarian budaya, dan pengelolaan lingkungan yang ramah. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun pemahaman komprehensif mengenai strategi pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan desa wisata berbasis komunitas melalui metode literature review sistematis. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode literature review sistematis. Subjek kajian berupa dokumen ilmiah seperti artikel jurnal, prosiding, dan laporan penelitian yang relevan. Literatur ditelusuri melalui database Google Scholar, ScienceDirect, Scopus, dan Garuda, dengan kata kunci terkait pemberdayaan masyarakat dan desa wisata berbasis komunitas.. Hasil kajian menunjukkan bahwa partisipasi aktif masyarakat, pelatihan dan peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan lokal seperti Pokdarwis dan BUMDes, serta kolaborasi multipihak merupakan pilar utama pemberdayaan yang efektif. Selain itu, penerapan pendekatan bottom-up dan pemanfaatan teknologi digital menjadi faktor kunci dalam mendorong inovasi dan keterlibatan komunitas. Tantangan berupa keterbatasan infrastruktur, kesenjangan partisipasi, dan lemahnya dukungan kelembagaan tetap menjadi hambatan utama dalam pengembangan desa wisata. Studi ini menekankan pentingnya pengintegrasian nilai-nilai lokal, penerapan prinsip inklusivitas sosial, serta penguatan tata kelola yang kolaboratif guna menjamin keberlanjutan dan pemerataan manfaat dari inisiatif desa wisata. Studi ini menegaskan bahwa kesuksesan desa wisata sangat bergantung pada strategi pemberdayaan masyarakat yang inklusif, terencana, dan berkelanjutan. Pelibatan aktif komunitas, penguatan kapasitas, kelembagaan lokal, serta kolaborasi lintas sektor membentuk ekosistem pariwisata yang mandiri dan berdaya saing. Kata Kunci: pemberdayaan masyarakat; desa wisata; partisipasi komunitas; pariwisata berkelanjutan; strategi pembangunan. Abstract: The development of tourism villages plays a strategic role in realizing sustainable development through local economic improvement, cultural preservation, and environmentally friendly management. This study aims to develop a comprehensive understanding of community empowerment strategies in community-based tourism village development through a systematic literature review method. The method used in this study is a qualitative approach with a systematic literature review method. The subjects of the study are scientific documents such as journal articles, proceedings, and relevant research reports. The literature was searched through Google Scholar, ScienceDirect, Scopus, and Garuda databases, using keywords related to community empowerment and community-based tourism villages. The results of the study indicate that active community participation, training and capacity building, strengthening local institutions such as Pokdarwis and BUMDes, and multi-stakeholder collaboration are the main pillars of effective empowerment. Additionally, applying a bottom-up approach and using digital technology are key factors in driving innovation and community engagement. Challenges such as infrastructure limitations, participation gaps, and weak institutional support remain major obstacles to the development of tourism villages. This study emphasizes the importance of integrating local values, applying principles of social inclusivity, and strengthening collaborative governance to ensure the sustainability and equitable distribution of benefits from tourism village initiatives. This study affirms that the success of tourism villages is highly dependent on inclusive, planned, and sustainable community empowerment strategies. Active community involvement, capacity building, local institutional strengthening, and cross-sector collaboration form a self-reliant and competitive tourism ecosystem. Keywords: community empowermen; tourism village; community participation; sustainable tourism; development strategy.
DIPLOMASI KOMERSIAL INDONESIA DALAM MENINGKATKAN JUMLAH KUNJUNGAN WISATAWAN MANCANEGARA MELALUI BALI BEYOND AND TRAVEL FAIR TAHUN 2021-2024 Anbiya', Amelia Putri; Rasyidah, Resa
Journal of Islamic Tourism Halal Food Islamic Traveling and Creative Economy Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam - Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/ar-rehla.v5i1.10825

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mengkaji mengenai upaya yang dilakukan pemerintah dan pelaku usaha di sektor pariwisata untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara selama periode 2021 hingga 2024. Penurunan jumlah wisatawan mancanegara pasca pandemi COVID-19 menjadi perhatian khusus pemerintah dan pelaku usaha karena berdampak pada ketidakstabilan ekonomi dan popularitas pariwisata di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan, program, dan aksesibilitas untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis kualitatif terhadap laporan perkembangan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, laporan organisasi pengelola destinasi, dan data-data yang terkait dengan Bali Beyond and Travel Fair (BBTF), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, upaya pengembangan pariwisata. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa melalui program pameran dagang internasional Bali Beyond dan Travel Fair, pemerintah dan organisasi serta pelaku bisnis pariwisata telah berhasil melakukan kerjasama untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dari berbagai perspektif. Dari segi bisnis, upaya yang dilakukan adalah mengedepankan promosi pariwisata Indonesia, khususnya Bali dan sekitarnya, dengan menciptakan inovasi-inovasi untuk mendukung peningkatan penjualan paket-paket wisata. Dari sisi pemerintah mengupayakan kemudahan akses pasar, koneksi, dan kebijakan-kebijakan yang berlaku selama program berlangsung. Kata Kunci: pemerintah; bisnis; diplomasi komersial; bali beyond dan travel fair; pariwisata. Abstract: This study examines the efforts made by the government and business actors in the tourism sector to increase the number of foreign tourist visits during the period 2021 to 2024. The decline in the number of foreign tourists after the COVID-19 pandemic is of particular concern to the government and business actors because it has an impact on economic instability and tourism popularity in Indonesia. This study aims to analyze policies, programs, and accessibility to increase foreign tourist visits. The research methods used in this study include qualitative analysis of reports on the development of the number of foreign tourist visits, reports of destination management organizations, and data related to the Bali Beyond and Travel Fair (BBTF), the number of foreign tourist visits, tourism development efforts. The results of this study show that through the Bali Beyond and Travel Fair international trade show program, the government and tourism organizations and businesses have successfully cooperated to increase the number of foreign tourist visits from various perspectives. In terms of business, the efforts made are prioritizing the promotion of Indonesian tourism, especially Bali and its surroundings, by creating innovations to support the increase in sales of tour packages. From the government side, it seeks easy access to markets, connections, and policies that apply during the program. Keywords: government; business; commercial diplomacy; bali beyond and travel fair; tourism.
POTENSI PENGEMBANGAN PARIWISATA SYARIAH DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT STUDI KASUS WISATA BEKAS LUBANG TAMBANG DI KALIMANTAN TIMUR Hasbi, Muhamad
Journal of Islamic Tourism Halal Food Islamic Traveling and Creative Economy Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam - Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/ar-rehla.v5i1.10836

Abstract

Abstrak: Penelitian ini melihat potensi pengembangan pariwisata syariah dan juga menjadi sarana peningkatan perekonomian masyarakat sekitar bekas lubang tambang di beberapa kabupaten dan kota yang tersebar di Kalimantan Timur.Karya tulis ini mengisi kekosongan penelitian pada pemanfaatannya khususnya potensi pengembangan dalam wisata syariah. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana wisata bekas lubang tambang dapat berpotensi menjadi pariwisata syariah serta meningkatkan perekonomian di masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Data didapatkan melalui wawancara dengan pengelola wisata yang tersebar di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Timur dan Kota Samarinda yaitu Bukit Durian Villa Ich 4, Taman Gubang, Danau Danurdana, Naureen Mini Garden, Telaga Batu Arang, dan Lake View dilanjutkan observasi lapangan, dan analisis dokumen untuk memperoleh data yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua destinasi wisata bekas lumbang tambang yang ada sangat berpotensi menjadi wisata syariah. Dikarenakan keseluruhan tempat wisata sudah menyedikan tempat ibadah khususnya muslim yang sangat memadai, juga tidak menyediakan makanan dan minuman yang haram, serta menyediakan toilet yang bersih serta selalu menjaga keamanan dan keselamatan bagi para pengunjung. itu sejalan dengan fatwa DSN Nomor 108/DSN-MUI/X/2016 tentang pedoman penyelenggaraan pariwisata berdasarkan syariah. Pada hubungannya dengan peningkatan perekonomian masyarakat, hampir keseluruhan tempat destinasi wisata memperkerjakan atau bekerjasama dengan masyarakat sekitar. Seperti pengelolaan lahan parkir bagi pengunjung, tempat makan yang dikelola terpisah oleh masyarakat serta karyawan yang dipekerjakan pada tempat wisata dengan memprioritaskan warga sekitar. Penelitian ini dapat menjadi data awal pengelola untuk melanjutkan pada legal sistem menjadi objek wisata syariah. Kata Kunci: potensi wisata syariah; wisata bekas lubang tambang; ekonomi masyarakat Abstract: This study examines the potential for developing sharia tourism and also as a means of improving the economy of the community around former mining pits in several districts and cities spread across East Kalimantan. This paper fills the gap in research on its utilization, especially the potential for development in sharia tourism. The main objective of this study is to understand how former mining pit tourism can potentially become sharia tourism and improve the economy in the community. This study uses a qualitative method with a field study approach. Data were obtained through interviews with tourism managers spread across Kutai Kartanegara Regency, East Kutai and Samarinda City, namely Bukit Durian Villa Ich 4, Taman Gubang, Danau Danurdana, Naureen Mini Garden, Telaga Batu Arang, and Lake View, followed by field observations and document analysis to obtain comprehensive data. The results of the study indicate that all former mining pit tourist destinations have great potential to become sharia tourism. Because all tourist attractions have provided places of worship, especially for Muslims, which are very adequate, also do not provide food and drinks that are forbidden, and provide clean toilets and always maintain security and safety for visitors. This is in line with the DSN fatwa Number 108 / DSN-MUI / X / 2016 concerning guidelines for organizing tourism based on sharia. In relation to improving the community's economy, almost all tourist destinations employ or cooperate with the surrounding community. Such as parking lot management for visitors, eating places managed separately by the community and employees employed at tourist attractions by prioritizing local residents. This research can be initial data for managers to continue the legal system to become a sharia tourist attraction. Keywords: sharia tourism potential; former mining pit tourism; community economy
THE INFLUENCE OF E-MARKETING ON CONSUMER DECISION-MAKING IN TRAVEL AGENCY SERVICES AT DIARY TOUR TRAVEL Deliana, Dian; Manis, Siti; Ghazi, Sultan Mohammad
Journal of Islamic Tourism Halal Food Islamic Traveling and Creative Economy Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam - Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/ar-rehla.v5i1.10924

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh e-marketing terhadap pengambilan keputusan konsumen pada Diary Tour Travel, di tengah meningkatnya konsumsi konten digital dalam industri pariwisata. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 10 konsumen berusia 21-40 tahun yang aktif di media sosial serta analisis konten digital selama tiga bulan. Hasil penelitian mengungkap tiga faktor utama yang memengaruhi keputusan pembelian: (1) kredibilitas informasi melalui testimoni video pelanggan (user-generated content), (2) interaksi personal yang responsif melalui pesan langsung, dan (3) daya tarik konten visual destinasi wisata. Namun, intensitas promosi yang berlebihan menimbulkan efek kontraproduktif seperti kebingungan dan penundaan keputusan. Penelitian ini mengintegrasikan model consumer journey dan konsep customer engagement dalam konteks e-marketing pariwisata, serta menyoroti pola perjalanan konsumen yang bersifat non-linear. Kebaruan riset ini terletak pada identifikasi titik jenuh konten promosi di segmen digital muda. Implikasi praktisnya mencakup perlunya strategi konten yang seimbang antara promosi, edukasi, dan storytelling guna meningkatkan efektivitas pemasaran digital secara berkelanjutan. Kata Kunci: e-marketing; keputusan konsumen; consumer journey; konten digital; user-generated content; pariwisata digital; fenomenologi. Abstract: This study aims to analyze the influence of e-marketing on consumer decision-making in the context of Diary Tour Travel, amidst the rising consumption of digital content in the tourism industry. Using a qualitative phenomenological approach, data were collected through in-depth interviews with 10 consumers aged 21–40 who are active on social media, as well as digital content analysis over a three-month period. The findings reveal three main factors influencing purchasing decisions: (1) information credibility through customer video testimonials (user-generated content), (2) responsive personal interaction via direct messages, and (3) the visual appeal of destination content. However, excessive promotional intensity produces counterproductive effects such as consumer confusion and decision delays. This study integrates the consumer journey model and the concept of customer engagement within the context of tourism e-marketing, highlighting the non-linear nature of the consumer journey. The novelty of this research lies in the identification of promotional content saturation points among young digital consumers. Its practical implication emphasizes the need for a balanced content strategy between promotion, education, and storytelling to enhance the long-term effectiveness of digital marketing. Keywords: e-marketing; consumer decisions; consumer journey; digital content; user-generated content; digital tourism; phenomenology.

Page 4 of 4 | Total Record : 37