cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal MANAJERIAL (Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Editor in Chief Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (universitas Pendidikan Mandalika) Journal Editor Dr. Haromain, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Ismail , M.Pd (Universitas Syiah Kuala) Section Editor Dr. Adisel, M.Pd (UIN Bengkulu) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Zainal Abidin, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Dr. Ahmad Gaudi, M.Pd (STKIP Lubuk Linggau) Lalu Hamdian Afandi, M.Pd ( Universitas Mataram) Nada Nazopah, M.Pd (STIT Al Aziziyah) Copy Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Education Management and Supervision
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 314 Documents
PENGUATAN DEMOKRASI PENDIDIKAN MELALUI PEMBELAJARAN KOLABORATIF DI SMA Agus Tinus; Darus Salam; Dedy Suryadi
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.10768

Abstract

emocratic education has become a crucial demand in 21st-century learning, emphasizing active participation, equality, and students’ freedom of expression; however, classroom practices are still predominantly teacher-centered, limiting student engagement in the learning process. This study aims to analyze the strengthening of educational democracy through the implementation of collaborative learning practices at SMAN 2 Sampit, focusing on enhancing student participation, critical thinking skills, and the internalization of democratic values. This research employed a qualitative approach with a case study design, involving two teachers and thirty eleventh-grade students as research subjects. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation over a two-month period. The data analysis followed systematic stages, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that collaborative learning significantly increases students’ active participation in discussions, encourages confidence in expressing opinions, and fosters critical thinking through group interaction. Furthermore, this approach contributes to the internalization of democratic values such as tolerance, cooperation, and responsibility among students. In conclusion, collaborative learning is proven to be an effective pedagogical strategy in strengthening educational democracy in secondary school contexts. ABSTRAK Pendidikan demokratis menjadi salah satu tuntutan penting dalam pembelajaran abad ke-21 yang menekankan partisipasi aktif, kesetaraan, dan kebebasan berpendapat peserta didik, namun praktik pembelajaran di sekolah masih cenderung berpusat pada guru sehingga membatasi keterlibatan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan demokrasi pendidikan melalui praktik pembelajaran kolaboratif di SMAN 2 Sampit. Fokus penelitian ini adalah bagaimana implementasi pembelajaran kolaboratif dapat meningkatkan partisipasi, kemampuan berpikir kritis, serta nilai-nilai demokrasi siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan 2 guru dan 30 siswa kelas XI, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama dua bulan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kolaboratif mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam diskusi, mendorong keberanian dalam menyampaikan pendapat, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui interaksi kelompok. Selain itu, pembelajaran ini juga berkontribusi dalam menginternalisasi nilai-nilai demokrasi seperti toleransi, kerja sama, dan tanggung jawab. Dengan demikian, pembelajaran kolaboratif terbukti menjadi strategi yang efektif dalam memperkuat demokrasi pendidikan di lingkungan sekolah menengah.  
PEMBAHARUAN PENDIDIKAN DI ERA TEKNOLOGI DIGITAL: STRATEGI ADAPTASI PEMBELAJARAN DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ABAD KE-21 Lina Irawaty; Rismarini Wijayanti; Agus Tinus
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.10769

Abstract

The rapid development of digital technology has significantly transformed educational systems, particularly in learning processes that require adaptation to the demands of the 21st century. The focus of this study lies in the need for educational reform through adaptive learning strategies capable of addressing technological advancement, changing student characteristics, and the development of essential 21st-century competencies such as critical thinking, creativity, collaboration, and communication. This study aims to analyze educational reform in the digital era, identify adaptive learning strategies, and examine their impact on educational quality. The method employed is a qualitative literature review through several stages, including problem identification, data collection from scientific sources, selection of relevant references, content analysis, and synthesis of findings. Data were obtained from academic journals, books, educational reports, and recent educational policies in Indonesia. The findings indicate that the integration of digital technology into learning processes enhances educational effectiveness, broadens access to education, and strengthens 21st-century competencies. Educational reform is further supported by innovative learning models and the improvement of digital literacy among teachers and students. In conclusion, technology-based educational transformation represents an essential strategy for creating adaptive, relevant, and quality-oriented learning systems in the future. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam sistem pendidikan, khususnya dalam proses pembelajaran yang menuntut adaptasi terhadap kebutuhan abad ke-21. Fokus permasalahan dalam penelitian ini terletak pada pentingnya pembaharuan pendidikan melalui strategi adaptasi pembelajaran yang mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi, perubahan karakteristik peserta didik, serta kebutuhan kompetensi abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pembaharuan pendidikan di era digital, mengidentifikasi strategi adaptasi pembelajaran, serta mengkaji dampaknya terhadap kualitas pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif melalui tahapan identifikasi masalah, pengumpulan sumber ilmiah, seleksi referensi relevan, analisis isi, dan sintesis hasil kajian. Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku akademik, laporan pendidikan, serta kebijakan pendidikan terkini di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dalam pembelajaran dapat meningkatkan efektivitas proses belajar, memperluas akses pendidikan, serta memperkuat kompetensi abad ke-21. Pembaharuan pendidikan juga didukung oleh penerapan model pembelajaran inovatif dan peningkatan literasi digital guru maupun peserta didik. Kesimpulannya, transformasi pendidikan berbasis teknologi digital menjadi strategi penting dalam menciptakan sistem pembelajaran yang adaptif, relevan, dan berorientasi pada kualitas pendidikan masa depan.  
TRANSFORMASI PEDAGOGI ABAD 21: MEWUJUDKAN EKOSISTEM PENDIDIKAN MASA DEPAN YANG ADAFTIF DAN KONSTEKSTUAL Anna Farida; Muji Sri Ayu Hastuti; Agus Tinus
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.10770

Abstract

The educational paradigm in the 21st century must change. It must shift from instruction-focused learning to teaching students critical thinking, collaboration, creativity, communication, and character building. The purpose of this article is to examine how contextual learning, immersive learning, and adaptive pedagogy can work together to create a future educational ecosystem that meets the needs of Indonesia. Educational policy documents, renowned national journal articles, and other contextual sources were used in this study, which employed a descriptive-analytical approach. The study suggests that education in Indonesia will shift toward more meaningful, student-centered, technology-enabled learning that emphasizes 21st-century competencies through the integration of TPACK (Teaching, Achieving, and Learning), authentic assessment, and interactive digital learning materials. For Central Kalimantan, this transformation must be accompanied by equitable access, strengthening teacher capacity, and adapting policies to local social and geographic circumstances. According to this article, the future educational ecosystem must be technology-driven and pedagogically immersive, socially contextual, and inclusive in its services. ABSTRAK Paradigma pendidikan di abad ke-21 harus berubah. Itu harus beralih dari pembelajaran yang berfokus pada pengajaran yang mengajarkan siswa untuk berpikir kritis, bekerja sama, kreatif, berkomunikasi, dan berkarakter. Tujuan dari artikel ini adalah untuk melihat berbagai cara di mana pembelajaran kontekstual, pembelajaran mendalam, dan pedagogi adaptif dapat bekerja sama untuk membuat ekosistem pendidikan masa depan yang sesuai dengan kebutuhan di Indonesia. Dokumen kebijakan pendidikan, artikel jurnal nasional terkenal, dan sumber kontekstual lainnya digunakan dalam penelitian ini, yang menggunakan pendekatan deskriptif-analitis. Kajian menunjukkan bahwa pendidikan di Indonesia akan berubah ke arah pembelajaran yang lebih bermakna, berpusat pada siswa, didukung teknologi, dan menekankan kompetensi abad ke-21 melalui penggabungan TPACK, penilaian autentik, dan materi pelajaran digital interaktif. Untuk Kalimantan Tengah, transformasi harus dibarengi dengan pemerataan akses, penguatan kapasitas guru, dan penyesuaian kebijakan terhadap keadaan sosial dan geografis setempat. Menurut artikel ini, ekosistem pendidikan masa depan harus berbasis teknologi dan mendalam secara pedagogis, kontekstual secara sosial, dan inklusif dalam layanan.  
MODEL PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN BERBASIS RAPOR PENDIDIKAN UNTUK MENGATASI KESENJANGAN MUTU SMP DI LHOKSEUMAWE, ACEH Yunitawati Yunitawati; Sry Wahyuni Rai; Jamaluddin Jamaluddin
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.10618

Abstract

ABSTRACT Education is a strategic instrument in developing quality and competitive human resources. In the context of data-driven education, the use of educational data is a crucial element in supporting evidence-based policymaking and quality assurance at the educational unit level. This study aims to analyze the implementation of education quality assurance based on the Education Report Card and identify obstacles to its implementation at the junior high school level in Lhokseumawe. The study used a qualitative approach with a case study design in two schools with different quality achievement characteristics. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation studies, then analyzed using thematic analysis and SWOT techniques. The results show that the implementation of data-based quality assurance has not been optimal because the use of the Education Report Card still tends to be administrative and has not been systematically integrated into the quality assurance cycle. The main obstacles include low teacher data literacy, limited training, and the suboptimal use of data in the planning, implementation, and evaluation of school programs. In addition, there is a capacity gap between schools in interpreting and utilizing data as a basis for decision-making. Based on these findings, this study produces a model for educational quality assurance based on the Education Report Card, which places data as the primary foundation in all stages of the quality cycle, from analysis and planning to implementation and ongoing evaluation. This model offers an operational framework for strengthening data-driven education practices in schools while supporting equitable quality management capacity across educational units. ABSTRAK Pendidikan merupakan instrumen strategis dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Dalam konteks data-driven education, pemanfaatan data pendidikan menjadi elemen penting untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based policy) dan penjaminan mutu di tingkat satuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi penjaminan mutu pendidikan berbasis Rapor Pendidikan serta mengidentifikasi kendala penerapannya pada jenjang SMP di Lhokseumawe. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada dua sekolah yang memiliki karakteristik capaian mutu berbeda. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi penjaminan mutu berbasis data belum berjalan optimal karena pemanfaatan Rapor Pendidikan masih cenderung bersifat administratif dan belum terintegrasi secara sistematis dalam siklus penjaminan mutu. Kendala utama meliputi rendahnya literasi data guru, keterbatasan pelatihan, serta belum optimalnya penggunaan data dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program sekolah. Selain itu, terdapat kesenjangan kapasitas antar sekolah dalam menginterpretasikan dan memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menghasilkan model penjaminan mutu pendidikan berbasis Rapor Pendidikan yang menempatkan data sebagai landasan utama dalam seluruh tahapan siklus mutu, mulai dari analisis, perencanaan, implementasi, hingga evaluasi berkelanjutan. Model ini menawarkan kerangka operasional untuk memperkuat praktik data-driven education di sekolah sekaligus mendukung pemerataan kapasitas pengelolaan mutu antar satuan pendidikan.
KEBIJAKAN SISTEM ZONASI PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) DALAM MEWUJUDKAN PEMERATAAN AKSES DAN MUTU PENDIDIKAN DI KABUPATEN BIREUEN Zulfikar Zulfikar; Alfi Ramadhan; Jamaluddin Jamaluddin
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.10622

Abstract

ABSTRACT The implementation of the zoning system in the New Student Admission (PPDB) policy is one of the government's strategies to promote equitable access to and quality of education through a domicile-based approach. However, the implementation of this policy continues to face various challenges, particularly regarding disparities in school quality, teacher distribution, and public perceptions of favorite schools. This study employs a qualitative approach using a literature review method through the analysis of policy documents, educational statistics, and scientific articles published between 2020 and 2025. Data were analyzed using Edwards III’s policy implementation model, which consists of communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. The findings indicate that the zoning policy has supported the equitable distribution of educational access administratively through a domicile-based admission mechanism. Nevertheless, the equalization of educational quality has not been achieved optimally due to unequal teacher distribution, limited school infrastructure, public resistance toward non-favorite schools, and weak involvement of local stakeholders in policy implementation. This study recommends strengthening affirmative programs through a more equitable distribution of teachers, improving educational facilities in peripheral areas, and enhancing coordination among local governments, schools, and communities to support the sustainable effectiveness of the PPDB zoning policy. ABSTRAK Penerapan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) merupakan salah satu kebijakan pemerintah untuk mewujudkan pemerataan akses dan mutu pendidikan melalui pendekatan berbasis wilayah domisili. Namun, implementasi kebijakan ini masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait kesenjangan kualitas sekolah, distribusi tenaga pendidik, dan persepsi masyarakat terhadap sekolah favorit. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan melalui analisis dokumen kebijakan, data statistik pendidikan, dan artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2020–2025. Analisis data dilakukan menggunakan model implementasi kebijakan Edwards III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan zonasi telah mendukung pemerataan akses pendidikan secara administratif melalui mekanisme penerimaan berbasis domisili. Namun, pemerataan mutu pendidikan belum tercapai secara optimal akibat ketimpangan distribusi guru, keterbatasan infrastruktur sekolah, resistensi masyarakat terhadap sekolah nonfavorit, serta lemahnya pelibatan aktor lokal dalam implementasi kebijakan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program afirmatif melalui pemerataan guru, peningkatan fasilitas sekolah di wilayah pinggiran, serta penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat untuk mendukung efektivitas kebijakan zonasi secara berkelanjutan.
PENGARUH BRAND IMAGE DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN ORANG TUA DALAM MEMILIH TAMAN KANAK-KANAK Rr Renny Anggraini; Amirudin Amirudin; Hengki Hermawan
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.11085

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the influence of brand image and promotion on parents’ decisions in choosing TK Islam Al-Kamal, South Tangerang. Competition among early childhood education institutions, particularly Islamic-based schools, has become increasingly competitive, requiring schools to build a positive image and implement effective promotional strategies to enhance public trust in selecting educational institutions for their children. This study offers novelty by positioning brand image and promotion as the main factors influencing parents’ decision-making within the context of Islamic early childhood education institutions, which remains relatively underexplored simultaneously at the kindergarten level. This research employed a quantitative method with a survey approach. The study population consisted of parents of students at TK Islam Al-Kamal, with a sample of 120 respondents determined using the Slovin formula through proportionate random sampling techniques. Data were collected through Likert-scale questionnaires that had met validity and reliability requirements. Data analysis was conducted using classical assumption tests, multiple linear regression, t-tests, F-tests, and coefficient of determination analysis. The results showed that brand image and promotion partially and simultaneously had a positive and significant effect on parents’ decisions in choosing the school. The coefficient of determination (R-square) value of 0.558 indicates that both variables contributed 55.8% to parents’ school selection decisions. These findings confirm that strengthening institutional image and implementing targeted promotional strategies are important approaches to increasing competitiveness and public trust in Islamic early childhood education institutions amid increasingly dynamic educational competition. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh brand image dan promosi terhadap keputusan orang tua dalam memilih TK Islam Al-Kamal, Tangerang Selatan. Persaingan antar lembaga pendidikan anak usia dini, khususnya berbasis Islam, semakin kompetitif sehingga sekolah dituntut mampu membangun citra positif dan strategi promosi yang efektif untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam menentukan pilihan pendidikan anak. Penelitian ini memiliki kebaruan dengan menempatkan brand image dan promosi sebagai faktor utama dalam pengambilan keputusan orang tua pada konteks lembaga PAUD Islam, yang masih relatif terbatas dikaji secara simultan pada tingkat taman kanak-kanak. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian terdiri atas orang tua murid TK Islam Al-Kamal dengan sampel sebanyak 120 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin melalui teknik proportionate random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berskala Likert yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji asumsi klasik, regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand image dan promosi secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan orang tua dalam memilih sekolah. Nilai koefisien determinasi (R-square) sebesar 0,558 menunjukkan bahwa kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 55,8% terhadap keputusan memilih sekolah. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan citra lembaga dan promosi yang terarah menjadi strategi penting dalam meningkatkan daya saing serta kepercayaan masyarakat terhadap lembaga PAUD Islam di tengah kompetisi pendidikan yang semakin dinamis.
DEKONSTRUKSI SOKRATIK TERHADAP REZIM SKOR DAN KRISIS KREDENSIALISME DALAM SISTEM PENDIDIKAN INDONESIA Yudhi Hertanto
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.11226

Abstract

ABSTRACT Education in Indonesia is currently experiencing a significant paradigm shift, characterized by the dominance of a score-oriented regime and market-driven logic, which has contributed to the decline of students’ reflective capacity and curiosity. This condition indicates that the educational process has increasingly been reduced to a mechanism of academic performance measurement rather than a space for developing critical reasoning skills. This study aims to analyze this shift from a philosophical and sociological perspective through the lens of Socratic philosophy, particularly the dialectical (Socratic method), and to examine the phenomenon of credentialism and academic inflation within the Indonesian education system. The research employs a qualitative descriptive approach using library research methods, drawing on secondary data sources such as PISA 2022 and the Human Development Index (HDI) 2025. The findings reveal that the dominance of score-oriented education has produced a competency deflation, where graduates possess high formal qualifications but struggle with practical problem-solving skills. In addition, the implementation of the “Merdeka Curriculum” and the National Assessment system still faces significant challenges in teachers’ pedagogical readiness, indicating that the transformation has not fully shifted learning from rote-based instruction to critical-reflective pedagogy. This study recommends a reorientation of education from passive knowledge transfer toward a Socratic dialogical process that emphasizes critical questioning as the core of learning. ABSTRAK Pendidikan di Indonesia saat ini menghadapi pergeseran paradigma yang signifikan, ditandai oleh dominasi rezim skor (score-oriented) dan orientasi ekonomi (market-driven) yang berimplikasi pada menurunnya minat reflektif dan rasa ingin tahu peserta didik. Kondisi ini memperlihatkan bahwa proses pendidikan semakin tereduksi menjadi mekanisme pengukuran capaian akademik, bukan lagi ruang pengembangan nalar kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara filosofis dan sosiologis pergeseran tersebut melalui perspektif Socrates, khususnya metode dialektika (socratic method), serta mengkaji fenomena kredensialisme dan inflasi akademik dalam sistem pendidikan Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis data sekunder seperti PISA 2022 dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi orientasi skor telah melahirkan deflasi kompetensi, di mana lulusan memiliki kualifikasi akademik formal yang tinggi namun mengalami kesulitan dalam pemecahan masalah praktis. Selain itu, implementasi Kurikulum Merdeka dan Asesmen Nasional masih menghadapi hambatan pada aspek kesiapan pedagogis guru, sehingga transformasi pembelajaran belum sepenuhnya menggeser paradigma pembelajaran berbasis hafalan menuju pembelajaran berbasis refleksi kritis. Penelitian ini merekomendasikan reorientasi pendidikan dari transfer pengetahuan pasif menuju proses dialogis Sokratik yang menekankan pertanyaan kritis sebagai inti pembelajaran.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DI SEKOLAH: KAJIAN KRITIS TERHADAP INTEGRASI NILAI DAN MUTU PENDIDIKAN Zhafarina Masturah; Sulva Sulva; Era Fazirah; Haeni Haeni; Suci Reskyta; Resqa Aulia Ma’ruf; Kamus Kamus
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.11238

Abstract

The management of Islamic value-based education in schools continues to face fundamental challenges in aligning ideal Islamic values with managerial practices that tend to be administrative and formalistic. This study highlights the gap between the ideal concept of Islamic education management and its practical implementation in schools as the main novelty of the research. This article aims to critically examine the weaknesses in the implementation of Islamic education management and to formulate strengthening strategies that are relevant to contemporary educational developments. This study employs a library research approach by reviewing recent scientific journals and academic literature published within the last five years. The data were analyzed using content analysis to identify patterns of findings, main issues, and recommendations for managerial strengthening. The findings show that, conceptually, Islamic education management includes the functions of planning, organizing, implementation, and supervision based on spiritual values. However, school practices are still dominated by technical approaches, so value integration has not been carried out substantively. This condition causes educational management to remain symbolic and not yet optimally affect quality improvement. The contributing factors include weak transformative leadership, low teacher professionalism, curriculum fragmentation, and the underdevelopment of a quality culture. Therefore, a paradigm renewal in educational management is needed, emphasizing the integration of values and systems, leadership strengthening, and adaptive and sustainable managerial innovation. ABSTRAK Pengelolaan pendidikan berbasis nilai Islam di sekolah masih menghadapi persoalan mendasar dalam menyelaraskan nilai-nilai ideal Islam dengan praktik manajerial yang cenderung administratif dan formalistik. Kajian ini menyoroti kesenjangan antara konsep ideal manajemen pendidikan Islam dan implementasi praktis di sekolah sebagai kebaruan utama penelitian. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis kelemahan penerapan pengelolaan pendidikan Islam serta merumuskan strategi penguatan yang relevan dengan perkembangan pendidikan masa kini. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan menelaah jurnal ilmiah dan literatur akademik terbaru dalam lima tahun terakhir. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi pola temuan, isu utama, dan rekomendasi penguatan manajerial. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara konseptual, pengelolaan pendidikan Islam telah mencakup fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan yang berlandaskan nilai spiritual. Namun, praktik di sekolah masih didominasi pendekatan teknis sehingga integrasi nilai belum berjalan secara substantif. Kondisi ini menyebabkan pengelolaan pendidikan cenderung simbolik dan belum berdampak optimal terhadap peningkatan mutu. Faktor penyebabnya meliputi lemahnya kepemimpinan transformatif, rendahnya profesionalisme guru, fragmentasi kurikulum, serta belum berkembangnya budaya mutu. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan paradigma pengelolaan yang menekankan integrasi nilai dan sistem, penguatan kepemimpinan, serta inovasi manajerial yang adaptif dan berkelanjutan.
MANAJEMEN PENGORGANISASIAN DAN RUANG LINGKUP DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Nurul Hikmah; Zakinah Zakinah; Suci Aprilla; Siti Umrah; Sri Muliani Abdullah; Nur Afdalya; Kamus Kamus
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.11240

Abstract

Islamic education management plays an important role in improving the effectiveness of educational institution management. However, its implementation still faces problems such as weak organizing practices, unclear division of duties, limited coordination among institutional units, and the suboptimal integration of Islamic values into management practices. Previous studies have mostly discussed Islamic education management, organizing, organizational structure, and the scope of management separately, leaving limited attention to their relationship as an integrated conceptual framework. This article aims to explain the concept of Islamic education management, organizational management, organizational structure, and the scope of Islamic education management. This study uses library research with a qualitative descriptive approach by reviewing relevant books, scientific journals, and academic literature. The findings are presented as a conceptual synthesis, not as empirical field research results. This synthesis shows that the effectiveness of Islamic education management is determined by a clear division of duties, authority, and responsibilities; an organizational structure that fits the characteristics of institutions such as schools, madrasahs, and pesantren; and integrated management of curriculum, students, educators, finance, facilities and infrastructure, administration, public relations, supporting units, and extracurricular activities. Islamic values such as trustworthiness, justice, deliberation, responsibility, honesty, and transparency serve as important foundations for building effective governance in Islamic educational institutions and supporting student character formation. Therefore, organizing and managing the scope of Islamic education should be understood as a conceptual strategy to strengthen the quality of Islamic educational institutions. ABSTRAK Manajemen pendidikan Islam berperan penting dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan lembaga pendidikan. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi masalah berupa lemahnya pengorganisasian, kurang jelasnya pembagian tugas, rendahnya koordinasi antarbagian, dan belum optimalnya integrasi nilai-nilai Islam dalam praktik manajemen. Kajian sebelumnya lebih banyak membahas manajemen pendidikan Islam, pengorganisasian, struktur organisasi, dan ruang lingkup manajemen secara terpisah, sehingga belum banyak menampilkan keterkaitan keempat aspek tersebut sebagai satu kerangka konseptual. Artikel ini bertujuan menjelaskan konsep manajemen pendidikan Islam, manajemen pengorganisasian, struktur organisasi, dan ruang lingkup manajemen pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui telaah buku, jurnal ilmiah, dan literatur akademik yang relevan. Hasil kajian ini merupakan sintesis konseptual, bukan hasil penelitian lapangan. Sintesis tersebut menunjukkan bahwa efektivitas manajemen pendidikan Islam ditentukan oleh kejelasan pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab; kesesuaian struktur organisasi dengan karakter lembaga seperti sekolah, madrasah, dan pesantren; serta pengelolaan terpadu terhadap kurikulum, peserta didik, tenaga pendidik, keuangan, sarana prasarana, administrasi, hubungan masyarakat, unit penunjang, dan kegiatan ekstrakurikuler. Nilai Islam seperti amanah, keadilan, musyawarah, tanggung jawab, kejujuran, dan transparansi menjadi dasar penting dalam membangun tata kelola lembaga pendidikan Islam yang efektif dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Dengan demikian, pengorganisasian dan ruang lingkup manajemen pendidikan Islam perlu dipahami sebagai strategi konseptual untuk memperkuat mutu lembaga pendidikan Islam.
TINJAUN KRITIS MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM: PROBLEM MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM KLASIK, KONTEMPORER, PROBLEM MANAJEMEN ORGANISASI PENDIDIKAN ISLAM Rahmawati Rahmawati; Aspiani Hambali; Alfian Aco; Mifta Huljannah; Siti Anisa BM; Muh Al Qahfi; Kamus Kamus
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.11253

Abstract

This article is motivated by the discrepancy between the ideal concept and the actual practice of Islamic education management in educational institutions, both in classical and contemporary contexts. Previous studies have generally discussed Islamic education management separately from historical, philosophical, institutional, or practical perspectives; therefore, few studies have integrated classical problems, contemporary problems, and organizational problems of Islamic education into a single critical analytical framework. This article aims to examine the problems of classical Islamic education management, contemporary Islamic education management, and Islamic educational organizations. This study employed a qualitative approach using library research. The data were obtained from 12 relevant sources, consisting of 11 scientific journal articles and 1 academic book published between 2020 and 2026. The literature was analyzed using content analysis with a thematic-critical approach to identify patterns of problems, root causes, impacts, and directions for managerial solutions. The findings show that classical problems in Islamic education management are mainly related to centralized leadership, weak stakeholder management, and traditional learning methods. Contemporary problems include low professionalism among managers, limited institutional innovation, digitalization challenges, and the suboptimal integration of religious knowledge and modern science. Meanwhile, organizational problems in Islamic education are reflected in weak governance, institutional coordination, human resource competence, and strategic leadership. The conceptual contribution of this article is the proposal of an integrative framework suggesting that the reform of Islamic education management should connect historical dimensions, contemporary challenges, and organizational strengthening through participatory leadership, improvement of managerial competence, digitalization of management, and governance based on Islamic values. ABSTRAK Artikel ini dilatarbelakangi oleh adanya ketidaksesuaian antara konsep ideal dan praktik manajemen pendidikan Islam dalam pengelolaan lembaga pendidikan, baik pada masa klasik maupun kontemporer. Kajian sebelumnya umumnya membahas manajemen pendidikan Islam secara terpisah, baik dari aspek historis, filosofis, kelembagaan, maupun praktis, sehingga belum banyak kajian yang mengintegrasikan problem klasik, problem kontemporer, dan problem organisasi pendidikan Islam dalam satu kerangka analisis kritis. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji problem manajemen pendidikan Islam klasik, problem manajemen pendidikan Islam kontemporer, serta problem organisasi pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan. Data diperoleh dari 12 literatur yang relevan, terdiri atas 11 artikel jurnal ilmiah dan 1 buku akademik yang diterbitkan pada rentang tahun 2020–2026. Literatur dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan pendekatan tematik-kritis untuk mengidentifikasi pola masalah, akar persoalan, dampak, dan arah solusi manajerial. Hasil kajian menunjukkan bahwa problem klasik manajemen pendidikan Islam terutama terletak pada kepemimpinan yang sentralistik, lemahnya pengelolaan stakeholder, dan metode pembelajaran yang masih tradisional. Problem kontemporer mencakup rendahnya profesionalitas pengelola, keterbatasan inovasi kelembagaan, tantangan digitalisasi, serta belum optimalnya integrasi ilmu agama dan ilmu pengetahuan modern. Sementara itu, problem organisasi pendidikan Islam tampak pada lemahnya tata kelola, koordinasi kelembagaan, kompetensi sumber daya manusia, dan kepemimpinan strategis. Kontribusi konseptual artikel ini adalah menawarkan kerangka integratif bahwa pembaruan manajemen pendidikan Islam perlu menghubungkan dimensi historis, tantangan kontemporer, dan penguatan organisasi melalui kepemimpinan partisipatif, peningkatan kompetensi pengelola, digitalisasi manajemen, serta tata kelola berbasis nilai-nilai Islam.