cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal MANAJERIAL (Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Editor in Chief Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (universitas Pendidikan Mandalika) Journal Editor Dr. Haromain, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Ismail , M.Pd (Universitas Syiah Kuala) Section Editor Dr. Adisel, M.Pd (UIN Bengkulu) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Zainal Abidin, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Dr. Ahmad Gaudi, M.Pd (STKIP Lubuk Linggau) Lalu Hamdian Afandi, M.Pd ( Universitas Mataram) Nada Nazopah, M.Pd (STIT Al Aziziyah) Copy Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Education Management and Supervision
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 292 Documents
INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN PAI MELALUI MADRASAH ALIYAH PROGRAM KHUSUS (MAPK) Besari, Ahiel Ahdi
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9399

Abstract

Islamic religious education (PAI) plays a crucial role in shaping students' character, morals, and spiritual intelligence amidst global change and advances in information technology. However, PAI teaching approaches often face challenges due to traditional methods that are less responsive to modern demands.As a solution to address these challenges, the Islamic Senior High School Special Program (MAPK) emerged as an innovation in Islamic education that combines an in-depth religious curriculum with a modern teaching approach. This article aims to explore innovations in Islamic Religious Education and Learning through MAPK, focusing on curriculum elements, methods, media, and the relevance of graduate outcomes. The research method used is a literature study by analyzing the latest literature related to Islamic Religious Education development and the MAPK education model in Indonesia. The results show that MAPK can function as an innovative laboratory for Islamic education, as it combines strengthening religious understanding with digital literacy, project-based learning, and character development through a comprehensive approach. Furthermore, MAPK also supports the creation of a generation that is not only intellectually and spiritually skilled but also able to adapt to various social, cultural, and technological challenges at the global level. This article concludes that Islamic Religious Education innovations implemented through MAPK can be used as a strategic model for building quality Islamic education that is relevant to the modern context and remains grounded in Islamic values. These findings are expected to serve as a reference in curriculum development, learning design, and Islamic education policies in the future. ABSTRAK Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam pembentukan karakter, akhlak, dan kecerdasan spiritual peserta didik di tengah perubahan global dan kemajuan teknologi informasi. Namun, pendekatan pengajaran PAI sering kali menghadapi hambatan karena metode tradisional yang kurang responsif terhadap tuntutan zaman. Sebagai solusi untuk menghadapi tantangan ini, Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) muncul sebagai salah satu inovasi dalam pendidikan Islam yang mengkolaborasikan kurikulum agama yang mendalam dengan pendekatan pengajaran modern. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi inovasi dalam pendidikan dan pembelajaran PAI melalui MAPK dengan fokus pada elemen kurikulum, metode, media, serta relevansi hasil lulusan. Metode penelitian yang diterapkan adalah studi pustaka dengan menganalisis literatur terkini terkait pengembangan PAI dan model pendidikan MAPK di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MAPK dapat berfungsi sebagai laboratorium inovatif pendidikan Islam, karena mengkombinasikan penguatan pemahaman agama dengan literasi digital, pembelajaran berbasis proyek, serta pengembangan karakter melalui pendekatan yang komprehensif. Selain itu, MAPK juga mendukung terciptanya generasi yang tidak hanya terampil secara intelektual dan spiritual, tetapi juga mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan sosial, budaya, serta teknologi tingkat global. Artikel ini menyimpulkan bahwa inovasi PAI yang dilakukan melalui MAPK dapat dijadikan sebagai model strategis untuk membangun pendidikan Islam yang berkualitas, relevan dengan konteks modern, dan tetap berlandaskan pada nilai-nilai keislaman. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum, perancangan pembelajaran, dan kebijakan pendidikan Islam di masa depan.  
STUDI LITERATUR: METODE SIGNIFIKAN DAN OBYEK PENDIDIKAN INKLUSIF DALAM KEBIJAKAN PEMERINTAH Kristiyaningsih, Dewi Lestari; Rohayati, Eti; Rusana, Reni Palupi Ida; Abdillah, Fuad
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9400

Abstract

Inclusive education has emerged as a global priority in the pursuit of equitable, quality education for all students, regardless of their background or abilities. However, implementation in Indonesia faces significant challenges due to its decentralized governance structure, leading to regional variations and a narrow policy perspective in practice. This research aims to analyze Indonesia's inclusive education policy, focusing specifically on how the object (target) is defined, the decentralized policy process, and its urgency toward achieving national educational justice. The study employed a qualitative library research method, utilizing a content and analytic review approach. Data collection involved the critical and systematic review of officially documented policies (such as Permendiknas No. 70/2009) and relevant secondary literature. Data analysis utilized thematic and content analysis, involving data reduction, thematic categorization, and deep interpretation to construct a cohesive scientific narrative. Principal results reveal that the policy's narrow, disability centric definition of the inclusion object and significant systemic gaps in teacher preparedness and resource distribution compromise the effectiveness of implementation methods. The study concludes that proper inclusive education requires a transition from mere physical placement to comprehensive systemic reform, supported by continuous investment and fundamental attitudinal change. This research contributes to the discourse on educational equity by highlighting the need to combine centralized guidance with decentralized flexibility to ensure national policy coherence and practical implementation across diverse contexts. ABSTRAK Pendidikan inklusif telah muncul sebagai prioritas global untuk memastikan pendidikan yang adil dan berkualitas bagi semua peserta didik. Namun, implementasi kebijakan di Indonesia menghadapi tantangan karena pendekatan desentralisasi dan perspektif sempit yang sering menyamakan inklusi dengan akomodasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) saja, mengabaikan kelompok rentan lain. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kebijakan pendidikan inklusif di Indonesia, dengan fokus pada obyek sasaran, proses kebijakan yang terdesentralisasi, dan urgensinya terhadap keadilan pendidikan nasional. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Prosedur pengumpulan data melibatkan penelaahan kritis dan sistematis terhadap sumber-sumber tertulis yang relevan. Analisis data dilakukan melalui analisis tematik yang dikombinasikan dengan analisis isi, melibatkan tahapan reduksi, kategorisasi, dan interpretasi kritis. Temuan menunjukkan bahwa fokus kebijakan yang sempit (ABK sentris) dan kesenjangan kapasitas sistemik dalam implementasi (seperti kurangnya pelatihan guru dan sumber daya) menghambat efektivitas metode inklusif yang signifikan. Disimpulkan bahwa inklusi yang sesungguhnya membutuhkan transisi dari sekadar penempatan fisik menuju reformasi struktural, didukung oleh investasi berkelanjutan dan perubahan sikap budaya, untuk mencapai keadilan pendidikan. Penelitian ini berkontribusi pada diskursus ekuitas pendidikan regional dengan memperkuat pentingnya koherensi sistemik dan strategi implementasi yang sensitif terhadap konteks sosio-kultural.
OPTIMALISASI MOTIVASI BELAJAR IPAS MELALUI MEDIA INTERAKTIF ARTICULATE STORYLINE 3: STUDI KASUS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SD Yulizar, Muhammad Reza; Siswadi, Siswadi
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9401

Abstract

Although the implementation of the Merdeka Curriculum has introduced Natural and Social Sciences (IPAS) as a holistic subject in elementary schools, research that specifically examines the dynamics of students’ intrinsic motivation through interactive technology in rural contexts remains very limited. This study aims to analyze the role and effectiveness of interactive media based on Articulate Storyline 3 in fostering learning motivation among sixth-grade students at SDN 2 Cikawung, Banyumas. A qualitative approach was employed using a case study design, involving teachers, sixth-grade students, and the school principal as participants selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth participant observation, semi-structured interviews, and documentation studies, and then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings indicate that prior to the intervention, teacher-centered learning led to significant student passivity. However, the integration of Articulate Storyline 3 provided visual and interactive stimuli that fulfilled students’ psychological needs for autonomy and competence. The results demonstrate a transformation of the learning atmosphere into a more participatory environment, with consistent increases in students’ persistence and curiosity. This study concludes that interactive media play a crucial role in bridging the gap between abstract scientific concepts and the concrete operational cognitive stage of elementary school students.   ABSTRAK Meskipun implementasi Kurikulum Merdeka telah memperkenalkan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) sebagai mata pelajaran holistik di sekolah dasar, penelitian yang secara khusus membahas dinamika motivasi intrinsik siswa melalui teknologi interaktif dalam konteks pedesaan masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan efektivitas media interaktif berbasis Articulate Storyline 3 dalam mendorong motivasi belajar siswa Kelas VI di SDN 2 Cikawung, Banyumas. Pendekatan kualitatif digunakan dengan desain studi kasus, melibatkan guru, siswa kelas VI, dan kepala sekolah sebagai partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan yang mendalam, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan bahwa sebelum intervensi, pembelajaran yang berpusat pada guru memicu pasivitas siswa yang signifikan. Namun, integrasi Articulate Storyline 3 memberikan stimulus visual dan interaktif yang memenuhi kebutuhan psikologis siswa akan otonomi dan kompetensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya transformasi atmosfer belajar menjadi lebih partisipatif, di mana indikator ketekunan dan rasa ingin tahu siswa meningkat secara konsisten. Studi ini menyimpulkan bahwa media interaktif berperan krusial dalam menjembatani kesenjangan antara konsep ilmiah yang abstrak dengan tahapan kognitif operasional konkret siswa sekolah dasar.
PENGUATAN BUDAYA ORGANISASI BERBASIS NILAI LOKAL DI PKBM SEBAGAI PILAR PENDIDIKAN BERKELANJUTAN Astuti, Astuti; Suparjo, Suparjo
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9402

Abstract

Continuing education is a vital element in inclusive community development, where Community Learning Centers (PKBM) play a strategic role as non-formal educational institutions. However, the effectiveness of PKBM is often hampered by a weak organizational culture that is not aligned with local wisdom, thus reducing community participation and program sustainability. This study aims to analyze the urgency and mechanisms for strengthening an organizational culture based on local values ​​as the main foundation of continuing education in PKBM. Using a qualitative method with a case study approach on various PKBM characteristics, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies. The research findings indicate that a strong organizational culture rooted in local values, such as mutual cooperation and deliberation, can increase manager motivation, strengthen social relations, and create a learning climate that is conducive and relevant to local needs. The implementation of these values ​​in all managerial aspects, from planning to evaluation, has proven effective in boosting active community participation and ensuring program sustainability. It is concluded that strengthening an organizational culture based on local values ​​is the most effective strategy for optimizing the role of PKBM. Therefore, PKBM is recommended to proactively internalize local values ​​in all operational activities and establish close strategic partnerships with community leaders and the government to ensure the sustainability of relevant, impactful, and adaptive educational programs. ABSTRAK Pendidikan berkelanjutan merupakan elemen vital dalam pembangunan masyarakat inklusif, di mana Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) memegang peran strategis sebagai lembaga pendidikan non-formal. Kendati demikian, efektivitas PKBM sering terhambat oleh lemahnya budaya organisasi yang tidak selaras dengan kearifan lokal, sehingga menurunkan partisipasi masyarakat serta keberlanjutan program. Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi serta mekanisme penguatan budaya organisasi berbasis nilai lokal sebagai fondasi utama pendidikan berkelanjutan di PKBM. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada berbagai karakteristik PKBM, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi yang kokoh dan berakar pada nilai lokal, seperti gotong royong dan musyawarah, mampu meningkatkan motivasi pengelola, mempererat relasi sosial, serta menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan relevan terhadap kebutuhan setempat. Implementasi nilai-nilai tersebut dalam seluruh aspek manajerial, mulai dari perencanaan hingga evaluasi, yang terbukti efektif mendongkrak partisipasi aktif masyarakat sekaligus menjamin keberlanjutan program. Disimpulkan bahwa penguatan budaya organisasi berbasis nilai lokal adalah strategi paling efektif untuk mengoptimalkan peran PKBM. Oleh karena itu, PKBM direkomendasikan untuk secara proaktif menginternalisasi nilai-nilai lokal dalam seluruh aktivitas operasional serta menjalin kemitraan strategis yang erat dengan tokoh masyarakat dan pemerintah guna memastikan keberlangsungan program pendidikan yang relevan, berdampak positif, dan adaptif.
MANAJEMEN KOMUNITAS BELAJAR GURU DALAM MENINGKATKAN KINERJADAN PROFESIONALISME PENDIDIK DI SD Supriatin, Rati; Wasliman, Eva Dianawati
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9403

Abstract

Changes in the education system through the implementation of the Independent Curriculum (Curriculum Merdeka) position teacher learning communities as one of the main strategies for continuous professional development in educational units. However, the implementation of learning communities at the elementary school level is still often sporadic, unstructured, and not fully managed as a systematic managerial process. This study aims to describe the management of Kombel at SDN Sukalaksana 02 and examine its contribution to improving teacher performance and professionalism. The research focuses on G.R. Terry's management functions: planning, organizing, implementing, monitoring, and evaluating, as well as the impact on teacher performance and professionalism. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model with triangulation to ensure data validity. The results of the study indicate that: Kombel planning is prepared in a participatory manner and is based on learning reflection data and Education Reports, Kombel organization has a clear structure, Kombel implementation takes place routinely through reflective discussions and lesson studies, supervision and evaluation are carried out through monitoring and follow-up reflection and Kombel has a positive impact on improving teacher performance and professionalism, which is seen in discipline, the ability to design innovative learning, reflective practice, and commitment to self-development. These findings confirm that well-planned and well-managed learning community management contributes significantly to strengthening the performance and professionalism of educators in elementary schools. ABSTRAK Perubahan sistem pendidikan melalui implementasi Kurikulum Merdeka menempatkan komunitas belajar guru sebagai salah satu strategi utama pengembangan keprofesian berkelanjutan di satuan pendidikan. Namun pelaksanaan komunitas belajar di tingkat sekolah dasar masih kerap berjalan sporadis, kurang terstruktur, dan belum sepenuhnya terkelola sebagai proses manajerial yang sistematis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan manajemen Kombel di SDN Sukalaksana 02 serta menelaah kontribusinya terhadap peningkatan kinerja dan profesionalisme pendidik.  Fokus penelitian mencakup fungsi manajemen G.R. Terry yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi, serta dampak terhadap kinerja dan profesionalisme guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña dengan triangulasi untuk menjamin validitas data Hasil penelitian menunjukkan bahwa: perencanaan Kombel disusun secara partisipatif dan berbasis data refleksi pembelajaran serta Rapor Pendidikan, pengorganisasian Kombel memiliki yang jelas, pelaksanaan Kombel berlangsung rutin melalui diskusi reflektif dan lesson study, pengawasan dan evaluasi dilakukan melalui monitoring dan refleksi tindak lanjut dan Kombel berdampak positif pada peningkatan kinerja dan profesionalisme guru, yang tampak pada kedisiplinan, kemampuan merancang pembelajaran inovatif, praktik reflektif, dan komitmen terhadap pengembangan diri. Temuan ini menegaskan bahwa manajemen komunitas belajar yang terencana dan terkelola dengan baik berkontribusi signifikan terhadap penguatan kinerja dan profesionalisme pendidik di sekolah dasar.
MANAJEMEN STRATEGIS KEPALA SEKOLAH DALAM PERENCANAAN BERBASIS DATA DI SD Fitriani, Seni; Wasliman, Eva Dianawati
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9404

Abstract

ABSTRAKThe transformation of education policy through the Merdeka Belajar Program, the National Assessment, and the use of the Education Report positions Data-Based Planning (PBD) as a key instrument for improving school quality. At the same time, the principal is positioned as a strategic actor who drives the functions of planning, organizing, actuating, and controlling in school management, as widely discussed in educational management literature. However, in practice particularly in public elementary schools PBD is still often perceived as an administrative obligation focused on document compliance, and therefore has not been fully integrated into the principal’s strategic management, as also reported in various studies. This study analyzes the principal’s strategic management of PBD to enhance school performance and effectiveness at SDN Loa 1, Paseh District. Using a qualitative approach with an intrinsic case study design, the participants included the principal, teachers involved in the planning team, and a purposively selected representative of the school committee. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis (Education Report, RKJM, RKT, and RKAS), and were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model. The findings indicate that the principal has initiated PBD implementation through school quality profile analysis and the formulation of priority programs, yet data use remains concentrated on learning outcome indicators. POAC functions are evident, but are not fully supported by teachers’ data literacy and an adequate data documentation system as also indicated by previous studies. Transformasi kebijakan pendidikan melalui Program Merdeka Belajar, Asesmen Nasional, dan pemanfaatan Rapor Pendidikan menempatkan Perencanaan Berbasis Data (PBD) sebagai instrumen utama peningkatan mutu satuan pendidikan. Kepala sekolah diposisikan sebagai aktor strategis yang menggerakkan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian dalam pengelolaan sekolah, sebagaimana banyak dibahas dalam kajian manajemen pendidikan. Namun, di sekolah dasar negeri PBD masih kerap dipahami sebagai kewajiban administratif yang berorientasi pada pemenuhan dokumen, sehingga belum sepenuhnya terintegrasi dalam manajemen strategis, sebagaimana juga ditemukan dalam berbagai kajian. Penelitian ini menganalisis manajemen strategis kepala sekolah dalam pengelolaan PBD melalui kerangka POAC untuk meningkatkan kinerja dan efektivitas sekolah di SDN Loa 1 Kecamatan Paseh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik. Subjek meliputi kepala sekolah, guru tim perencanaan, dan perwakilan komite sekolah yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi (Rapor Pendidikan, RKJM, RKT, RKAS), lalu dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan implementasi PBD telah berjalan melalui analisis profil mutu dan penetapan program prioritas, tetapi pemanfaatan data masih dominan pada indikator hasil belajar. Fungsi POAC tampak, namun belum ditopang literasi data guru dan sistem dokumentasi yang memadai sebagaimana ditunjukkan dalam penelitian sebelumnya.
PENGEMBANGAN KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN DAN KESADARAN KEBERLANJUTAN MELALUI STUDENT COMPANY: STUDI DESKRIPTIF INSTURESC Djatmiko, Janitrana Nafisa; Nugroho, Kevin Aviery Putra; Ramadhan, Bimadhia Zafri; Rasya, Ananda Adjie Octavian; Lukitasari, Sekar Anggun; Putri, Nadia Ramadhani Nugroho
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9405

Abstract

This study examines the contribution of student-managed business programs to the development of entrepreneurial competencies and their alignment with the Sustainable Development Goals (SDGs). The focus of the research is InstureSC, a student company program founded by senior high school students at Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) as part of an annual entrepreneurship initiative organized by Prestasi Junior Indonesia. The program implements a stock-selling model to finance the production of Frobag, an environmentally friendly and multifunctional bag designed to reduce plastic waste. This study aims to explore how participation in the program influences students’ entrepreneurial skills, soft skills, and environmental sustainability awareness. A qualitative descriptive approach was employed, supported by survey data from 21 members who responded to open-ended questionnaires. The findings indicate a significant improvement in entrepreneurial competencies, particularly in communication, risk management, teamwork, leadership, and business understanding. In addition, the program demonstrates a tangible contribution to sustainable practices through environmentally responsible production and a mangrove-planting initiative that reflects the principles of responsible consumption, climate action, decent work, and partnerships for sustainable development. Overall, the study affirms that integrating experiential entrepreneurship education into the school curriculum not only strengthens students’ practical business skills but also fosters a sustainability-oriented mindset and long-term entrepreneurial motivation. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji kontribusi program bisnis yang dikelola oleh siswa terhadap pengembangan kompetensi kewirausahaan serta kesesuaiannya dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals). Fokus penelitian ini adalah InstureSC, student company program yang didirikan oleh siswa Secondary dari Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) sebagai bagian dari program kewirausahaan tahunan yang diselenggarakan oleh Prestasi Junior Indonesia. Program ini menerapkan model penjualan saham untuk mendanai produksi Frobag, tas ramah lingkungan dan multifungsi yang dirancang untuk mengurangi limbah plastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana partisipasi dalam program tersebut memengaruhi keterampilan kewirausahaan, soft skills, serta kesadaran siswa dalam keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan data survei yang melibatkan 21 anggota yang menjawab kuesioner terbuka. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kompetensi kewirausahaan, khususnya dalam aspek komunikasi, manajemen risiko, kerja tim, kepemimpinan, dan pemahaman bisnis. Selain itu, program ini juga menunjukkan kontribusi nyata terhadap praktik berkelanjutan melalui produksi yang bertanggung jawab secara lingkungan dan inisiatif penanaman mangrove yang mencerminkan prinsip konsumsi bertanggung jawab, aksi iklim, pekerjaan layak, serta kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa integrasi pendidikan kewirausahaan berbasis pengalaman ke dalam kurikulum sekolah tidak hanya memperkuat keterampilan bisnis praktis siswa, tetapi juga menumbuhkan pola pikir berorientasi keberlanjutan serta motivasi kewirausahaan jangka panjang.
MODEL MANAJEMEN PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU MELALUI COACHING Mujiati, Mujiati; Harris, Taufiq; Wahyudi, Furqon
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9406

Abstract

Human resource management in education plays a strategic role in the continuous development of teacher competencies. However, teacher competency development in schools often faces obstacles in the form of suboptimal needs assessments and generic development programs. This study aims to examine the management of teacher pedagogical competency development through coaching-based needs assessment at SMPN 2 Kandangan, Kediri Regency. The study uses a qualitative approach with a focus on the implementation of coaching as a strategy for professional teacher assistance. The results show that the coaching-based needs assessment implemented since 2024 has become the basis for the preparation of the Work Plan (RHK) for teacher competency development. The HARMONI coaching innovation has proven to help teachers plan, implement, and reflect on their competency development in a more focused manner. Despite several challenges in its implementation, this approach is effective in increasing teacher engagement and supporting continuous pedagogical competency development. ABSTRAK Manajemen sumber daya manusia (SDM) pendidikan memiliki peran strategis dalam pengembangan kompetensi guru yang berkelanjutan. Namun, pengembangan kompetensi guru di sekolah masih sering menghadapi kendala berupa asesmen kebutuhan yang belum optimal dan program pengembangan yang bersifat umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manajemen pengembangan kompetensi pedagogik guru melalui asesmen kebutuhan berbasis coaching di SMPN 2 Kandangan, Kabupaten Kediri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada implementasi coaching sebagai strategi pendampingan profesional guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen kebutuhan berbasis coaching yang diterapkan sejak tahun 2024 menjadi dasar penyusunan Rencana Hasil Kerja (RHK) pengembangan kompetensi guru. Inovasi coaching dengan alur HARMONI terbukti membantu guru merencanakan, melaksanakan, dan merefleksikan pengembangan kompetensinya secara lebih terarah. Meskipun terdapat beberapa tantangan dalam pelaksanaannya, pendekatan ini efektif dalam meningkatkan keterlibatan guru dan mendukung pengembangan kompetensi pedagogik secara berkelanjutan.
ANALISIS GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH GURU PENGGERAK DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Sari, Elmiya; Faizin, A.; Thohirin, Ahmad; Suyitno, Suyitno
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9407

Abstract

Improving the quality of education is crucial for developing intelligent, competent, and character-based citizens who are ready to engage as individuals and members of society. The challenge in improving the quality of education is the disparity between urban and rural schools, with varying conditions, characteristics, and problems. A leadership style and POAC management strategy are needed for the principal and driving teacher as appropriate agents of change in managing school assets, including input, process, and product. This study examines in depth the implementation of the leadership style of the driving teacher principal in improving the quality of education. This study uses a qualitative descriptive method with a multi-case approach with important stages of data collection, namely interviews, observations, and documentation studies. The research subjects consisted of 2 principals, 8 teachers, 2 school committees, and 6 students. The main findings indicate that the implementation of transformational, servant, and democratic leadership styles can improve the quality of education at Muhammadiyah Bangil Creative Elementary School. Meanwhile, the implementation of situational, visionary leadership styles can improve the quality of education at Candi Binagun II Sukorejo Elementary School. Further findings indicate that the factors that influence the leadership style of the principal of the driving teacher are the values, roles, visions, and characters embedded in the principal of the driving teacher so that they can successfully implement the POAC management strategy by forming a school that fosters and improves the quality of education. It can be concluded that the values, roles, and visions of the driving teacher can shape the character of the leadership style in implementing the POAC management strategy. And transformational, visionary, servant, and democratic leadership styles can improve the quality of education in elementary schools with different school characteristics and cultures.  ABSTRAK Peningkatan mutu pendidikan sangat penting untuk membentuk warganegara yang cerdas, berkompetensi dan berkarakter yang siap terjun sebagai individu dan masyarakat. Tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan mutu pendidikan yaitu adanya kesenjangan sekolah di perkotaan dan pedesaan dengan berbagai kondisi, karakter dan permasalahn yang dihadapi. Dibutuhkan gaya kepemimpinan dan strategi manajemen POAC kepala sekolah guru penggerak sebagai agen perubahan yang tepat dalam mengelola aset sekolah baik input, proses maupun produk. Penelitian ini mengkaji secara mendalam implementasi gaya kepemimpinan kepala sekolah guru penggerak dalam meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskripsi dengan pendekatan multikasus dengan tahapan penting pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 2 kepala sekolah, 8 guru, 2 komite sekolah dan 6 siswa. Temuan utama menunjukkan bahwa implementasi gaya kepemimpinan transformasional, servant dan demokratif dapat meningkatkan mutu pendidikan di SD Kreatif Muhammadiyah Bangil. Sedangkan implementasi gaya kepemimpinan situasional, visioner dapat meningkatkan mutu pendidikan di SDN Candi Binagun II Sukorejo. Temuan selanjutnya menunjukkan faktor -faktor yang memengaruhi gaya kepemimpinan kepala sekolah guru penggerak yaitu nilai, peran, visi dan karakter yang tertanam pada diri kepala sekolah guru penggerak  sehingga berhasil melaksanakan startegi manajemen POAC dengan membentuk sekolah yang menumbuhkan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Dapat disimpulkan bahwa  nilai, peran, visi guru penggerak dapat membentuk karakter gaya kepemimpinan dalam melaksanakan strategi manajemen POAC. Dan gaya kepemimpinan transformasional, visioner, servant, demokratif dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dasar dengan karakteristik sekolah dan budaya yang berbeda.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN KURIKULUM BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MEMBENTUK PERILAKU PESERTA DIDIK DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN KESEHATAN L, Muh Yudha; Thohirin, Ahmad; Suyitno, Suyitno
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9408

Abstract

The urgency of balancing technical competence and professional attitudes in health vocational education is the primary background of this research. This study aims to analyze the implementation of character education-based curriculum management in shaping student behavior at Bakti Indonesia Medika Tulungagung Health Vocational School. This research applies a qualitative approach with a case study design, where data were collected through participant observation, in-depth interviews with school leaders, teachers, and students, and documentation studies, which were then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The research findings indicate that curriculum management is carried out systematically through planning stages that include a character vision, integrated implementation in learning, habituation programs, and fieldwork practices, as well as ongoing evaluation. The routine habituation program has proven effective in instilling the values ​​of discipline, responsibility, and empathy in students. Despite facing time constraints, supporting factors such as the principal's leadership, educator commitment, and synergy with parents and the industrial world are very dominant in the program's success. The main conclusion confirms that character-based curriculum management contributes significantly to producing graduates who are not only medically competent but also possess moral integrity and professional readiness to face the world of health work. ABSTRAK Urgensi keseimbangan antara kompetensi teknis dan sikap profesional dalam pendidikan vokasi kesehatan menjadi latar belakang utama penelitian ini. Studi ini bertujuan menganalisis implementasi manajemen kurikulum berbasis pendidikan karakter dalam membentuk perilaku peserta didik di SMK Kesehatan Bakti Indonesia Medika Tulungagung. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pimpinan sekolah, guru, serta siswa, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa manajemen kurikulum dijalankan secara sistematis melalui tahapan perencanaan yang memuat visi karakter, pelaksanaan yang terintegrasi dalam pembelajaran, program pembiasaan, dan praktik kerja lapangan, serta evaluasi berkelanjutan. Program pembiasaan rutin terbukti efektif menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan empati pada siswa. Meskipun menghadapi kendala keterbatasan waktu, faktor pendukung berupa kepemimpinan kepala sekolah, komitmen pendidik, serta sinergi dengan orang tua dan dunia industri sangat dominan dalam keberhasilan program. Simpulan utama menegaskan bahwa manajemen kurikulum berbasis karakter berkontribusi signifikan dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara medis, tetapi juga memiliki integritas moral dan kesiapan profesional untuk menghadapi dunia kerja kesehatan.