cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal MANAJERIAL (Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Editor in Chief Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (universitas Pendidikan Mandalika) Journal Editor Dr. Haromain, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Ismail , M.Pd (Universitas Syiah Kuala) Section Editor Dr. Adisel, M.Pd (UIN Bengkulu) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Zainal Abidin, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Dr. Ahmad Gaudi, M.Pd (STKIP Lubuk Linggau) Lalu Hamdian Afandi, M.Pd ( Universitas Mataram) Nada Nazopah, M.Pd (STIT Al Aziziyah) Copy Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Education Management and Supervision
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 374 Documents
RITUAL CUCURANGI TOGO LASALIMU SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL Harun Harun; Daroe Iswatiningsih; Lisna Lisna
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.11758

Abstract

This study examines the structure of the Cucurangi Togo Lasalimu ritual, the local wisdom embedded within it, and its potential as a culturally based learning resource. The research adopts a qualitative approach using an ethnographic design, emphasizing an in-depth understanding of cultural practices within the Lasalimu community, Buton Regency. The findings reveal that the Cucurangi Togo Lasalimu ritual is organized in a systematic sequence of activities that reflects the social and cultural coherence of the community from beginning to end. The ritual embodies interconnected values of local wisdom, including religious, social, ecological, and philosophical dimensions that remain actively present in daily community life. These values not only serve as guiding principles for behavior but also shape a harmonious relationship among humans, nature, and the spiritual realm. Furthermore, the ritual holds strong potential to be integrated into contextual learning, particularly in Indonesian language instruction, such as descriptive texts, explanatory texts, and report texts. This study highlights that local wisdom can be meaningfully integrated into education to strengthen cultural literacy and support character development among students. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji struktur ritual Cucurangi Togo Lasalimu, nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya, serta potensinya sebagai sumber pembelajaran berbasis budaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis etnografi yang menekankan pemahaman mendalam terhadap praktik budaya masyarakat Lasalimu, Kabupaten Buton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Cucurangi Togo Lasalimu memiliki susunan kegiatan yang teratur dan mencerminkan keterpaduan sosial-budaya masyarakat dari awal hingga akhir pelaksanaan. Di dalamnya terkandung nilai kearifan lokal yang saling berkaitan, meliputi aspek religius, sosial, ekologis, dan filosofis yang hidup dalam keseharian masyarakat. Nilai-nilai tersebut tidak hanya menjadi pedoman dalam bertindak, tetapi juga membentuk hubungan harmonis antara manusia, alam, dan dimensi spiritual. Selain itu, ritual ini memiliki potensi untuk dijadikan sumber pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada materi teks deskripsi, teks eksplanasi, dan laporan hasil observasi. Penelitian ini menegaskan bahwa kearifan lokal dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran sebagai upaya memperkuat literasi budaya dan pembentukan karakter peserta didik secara lebih bermakna.    
ANALISIS FUNGSI MANAJEMEN POAC DALAM ADMINISTRASI PENDIDIKAN PAUD: STUDI KASUS KEBUTUHAN DIGITALISASI DI KB INDAH PERMAI Citra Ayu; Dhea Yunika; Meta Rosalia; Mida Destiani; Rosalina Destyaningsi; Syaza Aulia Alpinia; Dwi Noviani
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.11793

Abstract

ABSTRACT Effective educational administration is an important factor in supporting the quality of early childhood education services. However, administrative management at KB Indah Permai, Tanjung Agung Village, still faces challenges because most processes are conducted manually and supported by a limited number of educators. This study aimed to analyze the effectiveness of educational administration based on the POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) management functions and to identify the need for administrative digitalization. The study employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation in February 2026, involving the principal and teachers as research informants. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that the implementation of POAC functions had been carried out fairly well through program planning, task distribution, learning implementation, and administrative supervision. However, administrative effectiveness had not been fully optimized because activity documentation, data management, and child development evaluations were still limited, while teachers experienced relatively high workloads. The novelty of this study lies in mapping the digitalization needs of early childhood education administration based on the POAC framework. Therefore, administrative digitalization is needed to improve data management efficiency, support decision-making processes, reduce educators’ administrative workload, and strengthen the quality of governance and early childhood education services in a sustainable manner. ABSTRAK Administrasi pendidikan yang efektif merupakan faktor penting dalam mendukung kualitas layanan PAUD. Namun, pengelolaan administrasi di KB Indah Permai Desa Tanjung Agung masih menghadapi kendala karena sebagian besar proses dilakukan secara manual dan didukung oleh jumlah tenaga pendidik yang terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas administrasi pendidikan berdasarkan fungsi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) serta mengidentifikasi kebutuhan digitalisasi administrasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada Februari 2026 dengan informan kepala sekolah dan guru. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan fungsi POAC telah berjalan cukup baik melalui perencanaan program, pembagian tugas, pelaksanaan pembelajaran, dan pengawasan administrasi. Namun, efektivitas administrasi belum optimal karena dokumentasi kegiatan, pengelolaan data, dan evaluasi perkembangan anak masih dilakukan secara terbatas, sementara beban kerja guru relatif tinggi. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan kebutuhan digitalisasi administrasi PAUD berdasarkan fungsi POAC. Dengan demikian, digitalisasi administrasi diperlukan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan data, mendukung pengambilan keputusan, mengurangi beban administratif pendidik, serta memperkuat kualitas tata kelola dan layanan PAUD secara berkelanjutan.
ANALISIS FENOMENA RENDAHNYA NUMERASI SISWA MELALUI OBSERVASI PEMBELAJARAN DAN INDIKATOR RAPOR PENDIDIKAN: STUDI KASUS SEKOLAH DASAR Chairil Anaz Yusuf; Rahmad Mohulaingo; Intan Lasri Sasmita; Majid Majid; Irvin Novita Arifin
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.11831

Abstract

ABSTRACT Low numeracy skills among students remain an important issue in elementary education because they affect logical thinking and problem-solving abilities. This study aimed to analyze the factors causing low numeracy skills through classroom learning observations and Education Report indicators at SDN 12 Tilamuta, as well as to explain their relationship with classroom learning practices. The study employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving the principal, teachers, and school operator as informants. Data were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model. The findings revealed that low numeracy skills were influenced by teacher-centered learning methods, limited instructional media, low student motivation, insufficient parental assistance, and challenges in digital-based assessments. In addition, the 2025 Education Report indicated that numeracy achievement remained in the low category, making it a priority for improvement through learning communities and teacher competency development. This study highlights the importance of collaboration between schools and families in creating contextual, active, and sustainable numeracy learning. ABSTRAK Rendahnya kemampuan numerasi siswa masih menjadi permasalahan penting dalam pendidikan dasar karena memengaruhi kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab rendahnya numerasi siswa melalui observasi pembelajaran dan indikator Rapor Pendidikan di SDN 12 Tilamuta serta menjelaskan keterkaitannya dengan praktik pembelajaran di kelas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru, dan operator sekolah sebagai informan. Data dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya numerasi dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang berpusat pada guru, keterbatasan media pembelajaran, rendahnya motivasi belajar siswa, kurang optimalnya pendampingan orang tua, serta kendala asesmen digital. Indikator Rapor Pendidikan Tahun 2025 menunjukkan numerasi berada pada kategori rendah sehingga menjadi prioritas perbaikan melalui komunitas belajar dan peningkatan kompetensi guru. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi sekolah dan keluarga dalam menciptakan pembelajaran numerasi yang kontekstual, aktif, dan sesuai kebutuhan siswa sekolah dasar secara berkelanjutan bersama.
PERAN SISTEM PENYIMPANAN DIGITAL DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI TEMU KEMBALI DOKUMEN PADA ADMINISTRASI PROYEK Ni Nyoman Wahyuningsih; Fauzan Hidayatullah
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.12230

Abstract

ABSTRACT Digital transformation in organizational document management has become increasingly important as project administration requires information that is accessible, accurate, and accountable. This study aims to analyze the role of cloud-based digital storage, particularly Microsoft OneDrive, in improving document retrieval efficiency in infrastructure project administration. The study employed a descriptive qualitative approach using an autoethnographic method. Data were collected through participant observation, document analysis, and the researcher's critical reflection as an active project administrator during the 2023–2026 period. Data analysis involved data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The findings indicate that the digital storage system accelerates document retrieval, facilitates document sharing between project sites and the Head Office, supports version control, enhances user collaboration, and reduces operational costs compared with conventional paper-based archiving. However, its effectiveness remains constrained by inconsistent file naming, the absence of standardized digital archiving procedures, document duplication, and version discrepancies. The study recommends implementing standardized file-naming conventions, hierarchical folder classification, digital document registers, synchronization protocols, and user training to strengthen effective, efficient, and sustainable project document governance. ABSTRAK Transformasi digital dalam pengelolaan dokumen organisasi menjadi semakin penting karena administrasi proyek memerlukan akses informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran sistem penyimpanan digital berbasis cloud, khususnya Microsoft OneDrive, dalam meningkatkan efisiensi temu kembali dokumen pada administrasi proyek infrastruktur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode autoetnografi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, studi dokumen, dan refleksi kritis peneliti sebagai administrator proyek aktif selama periode 2023–2026. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penyimpanan digital mempercepat proses temu kembali dokumen, mempermudah distribusi lintas lokasi antara site dan Head Office, mendukung kontrol versi, meningkatkan kolaborasi antarpengguna, serta mengurangi biaya operasional dibandingkan pengarsipan fisik. Namun, efektivitas sistem masih dipengaruhi oleh inkonsistensi penamaan file, belum tersedianya SOP pengarsipan digital, duplikasi dokumen, dan perbedaan versi dokumen. Penelitian ini merekomendasikan penerapan konvensi penamaan file, klasifikasi folder hierarkis, register dokumen digital, protokol sinkronisasi, serta pelatihan pengguna untuk memperkuat tata kelola dokumen proyek yang efektif, efisien, berkelanjutan, dan mendukung pengambilan keputusan organisasi.
IMPLEMENTASI SUPERVISI MANAJERIAL DAN KOLABORATIF DALAM PENGEMBANGAN PROFESIONAL GURU: STUDI KASUS DI SMP KIFAYATUL AHYAR BANDUNG Syahida Zawaliyah; Mulyawan Safwandy Nugraha
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.12371

Abstract

ABSTRACT School supervision is an important strategy for improving teacher professionalism; however, its implementation is often dominated by administrative compliance rather than continuous professional development. This study aims to analyze the implementation of managerial and collaborative supervision in supporting teacher professional development at SMP Kifayatul Ahyar, Bandung City, and to formulate an integrative supervision model as an effort to strengthen teacher development practices. This study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through semi-structured interviews, non-participant observations, and document analysis involving school managerial staff, teachers, and administrative personnel. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that managerial supervision has been implemented regularly and systematically with digital support, but it remains primarily focused on evaluating instructional administration. Collaborative supervision has begun to develop through teacher discussions and learning evaluations; however, it has not yet been systematically organized into a professional learning community. Furthermore, supervision data have not been optimally utilized as a basis for teacher professional development planning. This study proposes an integrative supervision model that combines managerial, collaborative, and data-based approaches through five stages: administrative audit, pedagogical observation, collaborative reflection, supervision data analysis, and professional follow-up. The proposed model is expected to strengthen the role of supervision as a sustainable strategy for improving teaching quality and supporting continuous teacher professional growth. ABSTRAK Supervisi sekolah merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan profesionalisme guru, tetapi implementasinya masih sering berorientasi pada pemenuhan aspek administratif dibandingkan pengembangan kompetensi profesional secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi supervisi manajerial dan supervisi kolaboratif dalam mendukung pengembangan profesional guru di SMP Kifayatul Ahyar, Kota Bandung, serta merumuskan model supervisi integratif sebagai upaya penguatan kualitas pembinaan guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipatif, dan studi dokumentasi yang melibatkan unsur kepala sekolah, guru, dan administrasi sekolah. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi manajerial telah terlaksana secara rutin dan terstruktur dengan dukungan sistem digital, tetapi masih dominan pada pemeriksaan administrasi pembelajaran. Supervisi kolaboratif mulai berkembang melalui diskusi dan evaluasi pembelajaran, namun belum terorganisasi dalam bentuk komunitas belajar profesional. Selain itu, data hasil supervisi belum dimanfaatkan secara optimal sebagai dasar perencanaan pengembangan profesional guru. Penelitian ini menghasilkan model supervisi integratif yang menggabungkan aspek manajerial, kolaboratif, dan berbasis data melalui tahapan audit administrasi, observasi pedagogik, refleksi kolaboratif, analisis data, dan tindak lanjut profesional. Model ini diharapkan dapat memperkuat peran supervisi sebagai instrumen peningkatan mutu pembelajaran yang berkelanjutan.
PERAN PELAYANAN PASTORAL DALAM MEMBENTUK SPIRITUALITAS PEMUDA REMAJA DI GKJ CAWAS Figracia Cristian Dominggus Tawaru; Eliana Setyanti
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.12480

Abstract

ABSTRACT Youth and adolescents are the future generation of the church who face various challenges in their spiritual growth, including the influence of technological developments, social media, personal busyness, and declining participation in church life. This study aims to analyze the role of pastoral ministry in fostering the spirituality of youth and adolescents at GKJ Cawas. The study employed a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through observations, interviews, and documentation involving pastors, church leaders, and youth members as research informants. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that pastoral ministry at GKJ Cawas is carried out through spiritual mentoring, faith development programs, prayer activities, pastoral visits, and youth involvement in various church ministries. These forms of ministry help young people cope with life challenges, strengthen their relationship with God, increase responsibility in ministry, and build harmonious relationships with fellow church members. Although challenges such as low youth participation, communication barriers, and the influence of social media remain, pastoral ministry continues to make a significant contribution to their spiritual growth. This study concludes that pastoral ministry plays an important role in supporting the spiritual development of youth and adolescents and strengthening their involvement in church life. ABSTRAK Pemuda dan remaja merupakan generasi penerus gereja yang menghadapi berbagai tantangan Pemuda dan remaja merupakan generasi penerus gereja yang menghadapi berbagai tantangan dalam pertumbuhan spiritualitas, seperti pengaruh perkembangan teknologi, media sosial, kesibukan pribadi, serta menurunnya keterlibatan dalam kehidupan bergereja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pelayanan pastoral dalam membentuk spiritualitas pemuda dan remaja di GKJ Cawas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pendeta, pengurus gereja, serta pemuda dan remaja sebagai informan penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan pastoral di GKJ Cawas dilaksanakan melalui pendampingan rohani, pembinaan iman, doa, kunjungan pastoral, serta pelibatan pemuda dalam berbagai kegiatan pelayanan gereja. Bentuk pelayanan tersebut membantu pemuda dan remaja dalam menghadapi pergumulan hidup, memperkuat hubungan dengan Tuhan, meningkatkan tanggung jawab dalam pelayanan, serta membangun relasi yang harmonis dengan sesama jemaat. Meskipun terdapat tantangan berupa rendahnya partisipasi pemuda, hambatan komunikasi, dan pengaruh media sosial, pelayanan pastoral tetap memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan spiritualitas mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelayanan pastoral memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan spiritualitas pemuda dan remaja serta memperkuat keterlibatan mereka dalam kehidupan gereja.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBASIS KURIKULUM MERDEKA UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR PESETA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Vinar Sinta Turnip; Maria Octavia Manurung; Rachel Grachia Tarigan; Shelly Margaretha Marpaung; Sara Situmorang
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i3.13343

Abstract

ABSTRACT Low student participation in mathematics learning, caused by the dominance of lecture-based teaching methods, limited learning materials aligned with the Kurikulum Merdeka, and the lack of student-centered instructional practices, has become a challenge that needs to be addressed. This condition affects students’ active involvement in the learning process and hinders the development of critical thinking and problem-solving skills. This study aimed to develop a Kurikulum Merdeka-based teaching module that is valid, practical, and effective in improving students’ learning activeness in the topic of Systems of Linear Equations in Two Variables (SPLDV). The study employed the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data were collected through observations, interviews, questionnaires, validation sheets, and learning activeness observation sheets, and were analyzed descriptively using qualitative and quantitative approaches. The results showed that the teaching module achieved a validity level of 91.5% categorized as very valid, a practicality level of 89.2% categorized as very practical, and was effective in increasing students’ learning activeness from 63.4% to 86.7%, representing an increase of 23.3%. These findings indicate that the Kurikulum Merdeka-based teaching module integrating Problem Based Learning is feasible for use as a learning tool to create mathematics learning that is more active, contextual, collaborative, student-centered, and supportive of achieving learning objectives in accordance with the characteristics of the Kurikulum Merdeka. ABSTRAK Rendahnya keaktifan peserta didik dalam pembelajaran matematika akibat dominasi metode ceramah, keterbatasan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka, serta belum optimalnya penerapan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menjadi tantangan yang perlu diatasi. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran dan kurang berkembangnya kemampuan berpikir kritis serta pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul ajar berbasis Kurikulum Merdeka yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keaktifan belajar peserta didik pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, lembar validasi, dan lembar observasi keaktifan belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar memperoleh tingkat validitas sebesar 91,5% dengan kategori sangat valid, tingkat kepraktisan sebesar 89,2% dengan kategori sangat praktis, serta efektif meningkatkan keaktifan belajar peserta didik dari 63,4% menjadi 86,7% atau meningkat sebesar 23,3%. Temuan ini menunjukkan bahwa modul ajar berbasis Kurikulum Merdeka yang mengintegrasikan model Problem Based Learning layak digunakan sebagai perangkat pembelajaran untuk menciptakan pembelajaran matematika yang lebih aktif, kontekstual, kolaboratif, berpusat pada peserta didik, serta mendukung tercapainya tujuan pembelajaran sesuai karakteristik Kurikulum Merdeka.
ANALISIS PELAKSANAAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN DI KB PERMATA BUNDA DESA MANDI ANGIN KECAMATAN INDRALAYA SELATAN KABUPATEN OGAN ILIR Vlora Veronika; Hashifa Aulia Putri; Dea Ananda; Bella Effendi; Silvi Amanda; Hilwa Inaz Tazkiyah
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i3.13678

Abstract

ABSTRACT Educational administration is an essential component in supporting the effective implementation of Early Childhood Education (ECE), as it plays a vital role in managing students, educators, instructional planning, and institutional documentation in a systematic manner. This study aimed to describe the implementation of educational administration at KB Permata Bunda, focusing on student admission administration, the management of teacher and student data, daily learning schedules, and instructional administration through the Daily Learning Implementation Plan (RPPH) and Weekly Learning Implementation Plan (RPPM). The study employed a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through direct observation and documentation of administrative records available at KB Permata Bunda. Data were analyzed using qualitative descriptive techniques, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the institution had implemented educational administration in a structured manner, as reflected in the availability of institutional administrative records, teacher and student data, daily learning schedules, RPPH, and RPPM that served as guidelines for instructional activities. However, the student admission process was still conducted manually, limiting the efficiency of administrative data management. The study concludes that the existing administrative system has effectively supported the implementation of learning activities, while strengthening digital-based administration is recommended as a strategic direction to improve the efficiency and quality of educational services in the future. ABSTRAK Administrasi pendidikan merupakan komponen penting dalam mendukung efektivitas penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) karena berperan dalam mengelola peserta didik, tenaga pendidik, perencanaan pembelajaran, serta berbagai dokumen kelembagaan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan administrasi pendidikan di KB Permata Bunda yang mencakup administrasi penerimaan peserta didik, pengelolaan data pendidik dan peserta didik, jadwal kegiatan pembelajaran, serta administrasi pembelajaran melalui Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan dokumentasi terhadap berbagai dokumen administrasi yang tersedia di KB Permata Bunda pada tanggal 24 Februari 2026. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa administrasi pendidikan di KB Permata Bunda telah dilaksanakan secara terstruktur melalui tersedianya administrasi kelembagaan, data pendidik dan peserta didik, jadwal kegiatan harian, RPPH, serta RPPM yang menjadi pedoman pelaksanaan pembelajaran. Meskipun demikian, administrasi penerimaan peserta didik masih dilaksanakan secara manual sehingga belum sepenuhnya mendukung efisiensi pengelolaan data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem administrasi yang diterapkan telah mendukung penyelenggaraan pembelajaran secara efektif, namun penguatan pemanfaatan teknologi berbasis digital menjadi prospek pengembangan untuk meningkatkan kualitas layanan administrasi pendidikan di masa mendatang.
STRATEGI COPING MAHASISWA DALAM MENGHADAPI TEKANAN AKADEMIK DI PERGURUAN TINGGI Muhamad Suhardi; Meyldha Indah Lestari
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i3.14041

Abstract

ABSTRACK Academic pressure experienced by university students, including heavy coursework, academic performance demands, anxiety, and burnout, has increasingly become a significant issue affecting psychological well-being. Therefore, effective coping strategies are essential to help students manage these academic challenges. This study aimed to analyze students' coping strategies in dealing with academic pressure using a Systematic Literature Review (SLR) approach. The review followed the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines, including the stages of identification, screening, eligibility, and inclusion. Data were collected from scientific articles indexed in Google Scholar and Garuda published between 2021 and 2026. The selection process identified 25 articles that met the inclusion criteria. The findings revealed that emotion-focused coping was the most commonly used strategy, although excessive reliance on it was associated with increased anxiety. In contrast, problem-focused coping was found to be more adaptive because it effectively reduced academic stress and burnout. Furthermore, combining coping strategies with social support and spiritual factors enhanced students' psychological well-being. These findings highlight the importance of strengthening adaptive coping strategies through counseling services, stress management training, and social support programs in higher education institutions. ABSTRAK Tekanan akademik yang dialami mahasiswa di perguruan tinggi, seperti beban tugas, tuntutan prestasi, kecemasan, dan burnout, semakin meningkat serta berdampak pada kesejahteraan psikologis. Oleh karena itu, diperlukan strategi coping yang efektif untuk membantu mahasiswa mengelola tekanan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi coping mahasiswa dalam menghadapi tekanan akademik melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Metode penelitian menggunakan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) yang meliputi tahap identifikasi, screening, eligibility, dan inclusion. Data diperoleh dari artikel ilmiah yang terindeks di Google Scholar dan Garuda periode 2021–2026. Hasil seleksi menunjukkan 25 artikel memenuhi kriteria inklusi. Temuan menunjukkan bahwa emotion-focused coping merupakan strategi yang paling dominan, tetapi berpotensi meningkatkan kecemasan apabila digunakan secara berlebihan. Sebaliknya, problem-focused coping lebih adaptif karena mampu menurunkan stres dan burnout. Kombinasi strategi coping, dukungan sosial, dan faktor spiritual turut meningkatkan kesejahteraan psikologis mahasiswa. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya penguatan strategi coping adaptif melalui layanan konseling, pelatihan manajemen stres, dan dukungan sosial di perguruan tinggi.
ANALISIS STRATEGI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENGINTERNALISASI KARAKTER RELIGIUS DAN DISIPLIN DI SMP Imanda Restaviana; Sri Rahayu; Ria Chintya; Neta Dian Lestari; Ahmad Zulinto
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.8652

Abstract

The implementation of religious and disciplinary character education is a fundamental pillar in the national education reform agenda, yet the challenges posed by the social environment and technology in central Palembang are potentially eroding these noble values. This research aims to deeply analyze the managerial strategy applied by the Principal of SMP Negeri 21 Palembang in internalizing religious and disciplinary character values using the POAC approach (Planning, Organizing, Actuating, and Controlling). This study uses a qualitative approach with a descriptive case study design, focusing on SMP Negeri 21 Palembang. Primary data was collected through in-depth interviews, participant observation, and questionnaires distributed to key informants, including the Principal, Vice Principal, Islamic Religious Education Teacher, Counseling Teacher, and student representatives. Data analysis was performed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, and the validity was ensured through source, technique, and theory triangulation. The results show that the Principal's managerial strategy has been implemented comprehensively. In the Planning stage, character values are explicitly integrated into the school's vision, mission, and supported by specific budget allocations in the RKS/RKAS. Organizing is realized through the formation of a Character Task Force Team with clear functional and coordinative duties. The Actuating phase is strengthened by strong leadership through example (modeling) and routine habituation activities (congregational Dhuha prayers, 5S). However, a competence gap was found, with about 20% of teachers struggling to integrate character values into their lesson plans (RPP). Controlling is formally effective through the Daily Control Book and PKKS, although there is inconsistency in sanction enforcement among the implementing teachers, which may reduce the credibility of the disciplinary system. Overall, the strategy is highly effective in building a character-based school ecosystem, but its success will be optimized with continuous teacher competency improvement and strengthened consistency in applying reward and punishment at all levels. ABSTRAK Pendidikan karakter religius dan disiplin telah menjadi isu sentral dalam agenda reformasi pendidikan nasional, didorong oleh kesadaran bahwa tujuan pendidikan adalah membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat, namun krisis moralitas dan peningkatan perilaku indisipliner memerlukan strategi manajerial yang matang. Penelitian ini berfokus pada Analisis Strategi Manajerial Kepala Sekolah dalam Menginternalisasi Nilai Karakter Religius dan Disiplin di SMP Negeri 21 Palembang melalui fungsi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus deskriptif yang dilaksanakan di SMP Negeri 21 Palembang. Sumber data primer diperoleh dari wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan angket kepada Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru, dan Siswa. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana, serta diverifikasi melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajerial telah terlaksana secara komprehensif: Perencanaan diwujudkan dengan integrasi nilai dalam visi/misi dan alokasi anggaran spesifik (RKS/RKAS). Pengorganisasian efektif melalui pembentukan Tim Satgas Disiplin dan pendelegasian tugas fungsional yang jelas. Pelaksanaan diperkuat oleh keteladanan Kepala Sekolah (modeling) dan pembiasaan rutin (Salat Dhuha, 5S). Namun, teridentifikasi kesenjangan pada tahap Actuating (20% guru kesulitan integrasi kurikulum) dan Controlling (inkonsistensi penegakan sanksi oleh guru pelaksana). Simpulan utamanya adalah strategi manajerial Kepala Sekolah menunjukkan efektivitas tinggi dalam membangun ekosistem sekolah yang berkarakter, namun perlu ditingkatkan melalui penguatan kompetensi guru dan konsistensi penerapan reward dan punishment di semua tingkatan agar hasilnya lebih optimal dan berkelanjutan.