cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal MANAJERIAL (Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Editor in Chief Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (universitas Pendidikan Mandalika) Journal Editor Dr. Haromain, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Ismail , M.Pd (Universitas Syiah Kuala) Section Editor Dr. Adisel, M.Pd (UIN Bengkulu) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Zainal Abidin, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Dr. Ahmad Gaudi, M.Pd (STKIP Lubuk Linggau) Lalu Hamdian Afandi, M.Pd ( Universitas Mataram) Nada Nazopah, M.Pd (STIT Al Aziziyah) Copy Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Education Management and Supervision
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 314 Documents
ANALISIS TERHADAP IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Ulfa Mariatul Kiptiyah; Umi Karimatul Azizah
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.11261

Abstract

The implementation of the Independent Curriculum in Islamic educational institutions requires regulatory readiness and thorough institutional adaptation to prevent a decline in students' moral qualities. This study aims to in-depth evaluate the implementation of the independent learning concept in Islamic Religious Education (PAI) at the Madrasah Tsanawiyah (Islamic Junior High School) level. Using a descriptive qualitative approach, this study employed a literature review method using relevant literature sources published between 2020 and 2026, supported by comprehensive document analysis techniques. The review revealed that the implementation of this new curriculum faces crucial obstacles, particularly the low preparedness of teachers in developing competency assessment instruments and operationalizing the essence of learning differentiation. Furthermore, the integration of religious subject matter clusters, including Aqidah (Akhlak), Fiqh (Islamic Jurisprudence), and Islamic Cultural History, has not been optimally organized within a project-based teaching scheme. Based on these findings, the main conclusion confirms that the successful implementation of this program relies heavily on educators' methodological skills in designing autonomous learning. Optimizing the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) is considered to have significant potential to mitigate students' non-technical skills lag. This synergy is designed to create an interactive instructional process to produce a young generation that is knowledgeable, faithful, and has noble morals. ABSTRAK Penerapan Kurikulum Merdeka di lembaga pendidikan Islam menuntut kesiapan regulasi serta adaptasi institusional yang matang agar tidak memicu penurunan kualitas moral siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara mendalam pelaksanaan konsep pembelajaran mandiri pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat Madrasah Tsanawiyah. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini menerapkan metode literatur menggunakan sumber pustaka relevan terbitan tahun 2020-2026 yang diperkuat dengan teknik analisis dokumen secara komprehensif. Hasil telaah menunjukkan bahwa eksekusi kurikulum baru ini menghadapi kendala krusial, terutama rendahnya kesiapan guru dalam menyusun instrumen penilaian capaian kompetensi serta mengoperasikan esensi diferensiasi belajar. Selain itu, integrasi rumpun materi keagamaan yang meliputi Akidah Akhlak, Fikih, dan Sejarah Kebudayaan Islam belum terorganisasi secara maksimal dalam skema pengajaran berbasis proyek. Berdasarkan temuan tersebut, kesimpulan utama menegaskan bahwa keberhasilan implementasi program ini sangat bertumpu pada kecakapan metodologis pendidik dalam merancang pembelajaran otonom. Optimalisasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dinilai berpotensi besar memitigasi ketertinggalan kecakapan nonteknis siswa. Sinergi ini dirancang untuk mewujudkan proses instruksional interaktif demi mencetak generasi muda yang berilmu luas, beriman, sekaligus berakhlak mulia.    
PENGELOLAAN PENDIDIKAN NON FORMAL BERBASIS PURA: STUDI KASUS PASRAMAN SATYA DHARMA BHAKTI Ogi Suphar Gandi; Luh Putu Winda Yogantari; Ni Kadek Vingki Aryanti
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.11262

Abstract

ABSTRACT This study is grounded in the important role of pasraman as a non-formal Hindu religious educational institution that complements and enhances religious learning through a more holistic approach, particularly in addressing the limitations of religious education within formal schooling. This study aims to analyze the role and management of pasraman in strengthening Hindu religious learning in an integrative manner. The research employed a qualitative approach with a descriptive design through observation, interviews, and documentation studies. The results show that pasraman functions not only as a complement to formal education, but also as an integrated and contextual learning system in developing students’ cognitive, affective, and psychomotor aspects. Learning activities in pasraman include tatwa, susila, and religious ceremonies integrated with activities based on sacred texts, traditional arts, ritual practices, yoga, and cultural arts. The success of the learning process is strongly influenced by management practices, including curriculum planning, activity organization, continuous implementation, and practice-based evaluation. Adaptive management enables a deeper internalization of religious values through direct experience and habituation. In addition, pasraman is able to bridge the limitations of religious education in formal schools by providing practical and repetitive learning experiences. The conclusion of this study emphasizes that pasraman is a religious educational ecosystem managed integratively by combining philosophical, ethical, practical, and cultural dimensions within a unified management system. Therefore, pasraman has strategic potential as an effective model of nonformal religious education in shaping religious character and cultural identity amid the dynamics of modern society. ABSTRAK Penelitian ini didasarkan pada pentingnya pasraman sebagai lembaga pendidikan keagamaan nonformal yang mampu memperkuat pembelajaran agama Hindu secara lebih holistik di tengah keterbatasan pendidikan agama pada sekolah formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan manajemen pengelolaan pasraman dalam memperkuat pembelajaran agama Hindu secara integratif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasraman tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap pendidikan formal, tetapi juga sebagai sistem pembelajaran yang terintegrasi dan kontekstual dalam mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik. Pembelajaran di pasraman mencakup tatwa, susila, dan upacara yang dipadukan dengan kegiatan berbasis teks suci, seni tradisi, praktik ritual, yoga, dan seni budaya. Keberhasilan pembelajaran sangat ditentukan oleh manajemen pengelolaan yang meliputi perencanaan kurikulum, pengorganisasian kegiatan, pelaksanaan yang berkelanjutan, serta evaluasi berbasis praktik. Pengelolaan yang adaptif memungkinkan internalisasi nilai religius berlangsung secara lebih mendalam melalui pengalaman langsung dan pembiasaan. Selain itu, pasraman mampu menjembatani keterbatasan pendidikan agama di sekolah formal dengan menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan berulang. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pasraman merupakan ekosistem pendidikan religius yang dikelola secara integratif dengan menggabungkan dimensi filosofis, etis, praktis, dan kultural dalam satu sistem manajemen terpadu sehingga memiliki potensi strategis sebagai model pendidikan keagamaan nonformal yang efektif dalam pembentukan karakter religius dan identitas kultural di tengah dinamika masyarakat modern
PEMBIAYAAN PENDIDIKAN DAN POLITIK ANGGARAN Fahmi Fahmi; Laili Nurfadillah; Raihan Ardi Rifky; Epita Epita; Alfin Saputra; M. Rafi Alghifari
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.11356

Abstract

This study, using a literature study method, examines education financing and budget politics in determining the direction of education policy in Indonesia. Education financing is an essential component in the implementation of education, aimed at ensuring the availability of resources to support effective and quality learning processes. Meanwhile, budget politics plays a role in determining funding allocation priorities influenced by the interests of various policy actors. Literature analysis shows a close relationship between education financing and budget politics, where budget policies are not only technical in nature but also reflect political interests in the distribution of resources. Education financing is identified as a strategic factor in improving the quality of education through the provision of infrastructure, enhancement of teacher competence, and equal access to education. However, challenges such as unequal fund distribution, political intervention, and inefficiency in budget utilization remain obstacles in achieving quality education. It is concluded that education financing managed transparently, accountably, and oriented toward real needs, supported by budget politics that prioritizes public interests, is key to improving the quality and equity of education in Indonesia. ABSTRAK Penelitian ini, menggunakan metode studi pustaka, mengkaji pembiayaan pendidikan dan politik anggaran dalam menentukan arah kebijakan pendidikan di Indonesia. Pembiayaan pendidikan merupakan komponen penting dalam penyelenggaraan pendidikan yang bertujuan untuk menjamin tersedianya sumber daya dalam mendukung proses pembelajaran yang efektif dan berkualitas. Sementara itu, politik anggaran berperan dalam menentukan prioritas alokasi dana yang dipengaruhi oleh kepentingan berbagai aktor kebijakan. Analisis pustaka menunjukkan adanya hubungan yang erat antara pembiayaan pendidikan dan politik anggaran, di mana kebijakan anggaran tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mencerminkan kepentingan politik dalam distribusi sumber daya. Pembiayaan pendidikan diidentifikasi sebagai faktor strategis dalam peningkatan mutu pendidikan melalui penyediaan sarana prasarana, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, dan pemerataan akses pendidikan. Namun, tantangan seperti ketimpangan distribusi dana, intervensi politik, serta kurangnya efisiensi penggunaan anggaran masih menjadi hambatan dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Disimpulkan bahwa pembiayaan pendidikan yang dikelola secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan nyata, serta didukung oleh politik anggaran yang berpihak pada kepentingan publik, merupakan kunci dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan di Indonesia.    
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DAN MUTU PENDIDIKAN DI SD AL KAUTSAR Melisa; Nabila Arina; Yuliani; Muhammad Kaulan Karima
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.11756

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the principal's leadership in improving teacher performance and educational quality at SD Al Kautsar. The study was motivated by the important role of school principals as educational leaders who are responsible for creating a professional work environment, enhancing teacher competence, and promoting optimal educational quality. The focus of the study includes the principal's leadership strategies, efforts to improve teacher performance, and their impact on educational quality. This research employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving the principal, teachers, and other relevant stakeholders. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings revealed that the principal implemented communicative, disciplined, and participatory leadership through teacher development programs, academic supervision, motivational support, and the establishment of a conducive school culture. These strategies contributed to increased responsibility, professionalism, and teacher performance in the learning process. Furthermore, the quality of education at SD Al Kautsar improved, as reflected in better instructional quality, enhanced school discipline, and increased student achievements in both academic and non-academic fields. Therefore, the principal's leadership plays a crucial role in supporting teacher performance improvement and enhancing educational quality in elementary schools.Bottom of Form ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru dan mutu pendidikan di SD Al Kautsar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan yang bertanggung jawab dalam menciptakan lingkungan kerja yang profesional, meningkatkan kompetensi guru, serta mendorong tercapainya mutu pendidikan yang optimal. Fokus penelitian meliputi strategi kepemimpinan kepala sekolah, upaya peningkatan kinerja guru, dan dampaknya terhadap mutu pendidikan di sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, dan pihak terkait lainnya. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan kepemimpinan yang komunikatif, disiplin, dan partisipatif melalui pembinaan guru, supervisi akademik, pemberian motivasi, serta pengembangan budaya sekolah yang kondusif. Strategi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan tanggung jawab, profesionalisme, dan kinerja guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Selain itu, mutu pendidikan di SD Al Kautsar mengalami peningkatan yang ditunjukkan oleh kualitas pembelajaran yang lebih baik, meningkatnya kedisiplinan warga sekolah, serta pencapaian prestasi akademik dan nonakademik siswa. Dengan demikian, kepemimpinan kepala sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung peningkatan kinerja guru dan mutu pendidikan di sekolah dasar.