cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal MANAJERIAL (Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Editor in Chief Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (universitas Pendidikan Mandalika) Journal Editor Dr. Haromain, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Ismail , M.Pd (Universitas Syiah Kuala) Section Editor Dr. Adisel, M.Pd (UIN Bengkulu) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Zainal Abidin, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Dr. Ahmad Gaudi, M.Pd (STKIP Lubuk Linggau) Lalu Hamdian Afandi, M.Pd ( Universitas Mataram) Nada Nazopah, M.Pd (STIT Al Aziziyah) Copy Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Education Management and Supervision
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 374 Documents
ANALISIS TERHADAP IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Ulfa Mariatul Kiptiyah; Umi Karimatul Azizah
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.11261

Abstract

The implementation of the Independent Curriculum in Islamic educational institutions requires regulatory readiness and thorough institutional adaptation to prevent a decline in students' moral qualities. This study aims to in-depth evaluate the implementation of the independent learning concept in Islamic Religious Education (PAI) at the Madrasah Tsanawiyah (Islamic Junior High School) level. Using a descriptive qualitative approach, this study employed a literature review method using relevant literature sources published between 2020 and 2026, supported by comprehensive document analysis techniques. The review revealed that the implementation of this new curriculum faces crucial obstacles, particularly the low preparedness of teachers in developing competency assessment instruments and operationalizing the essence of learning differentiation. Furthermore, the integration of religious subject matter clusters, including Aqidah (Akhlak), Fiqh (Islamic Jurisprudence), and Islamic Cultural History, has not been optimally organized within a project-based teaching scheme. Based on these findings, the main conclusion confirms that the successful implementation of this program relies heavily on educators' methodological skills in designing autonomous learning. Optimizing the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) is considered to have significant potential to mitigate students' non-technical skills lag. This synergy is designed to create an interactive instructional process to produce a young generation that is knowledgeable, faithful, and has noble morals. ABSTRAK Penerapan Kurikulum Merdeka di lembaga pendidikan Islam menuntut kesiapan regulasi serta adaptasi institusional yang matang agar tidak memicu penurunan kualitas moral siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara mendalam pelaksanaan konsep pembelajaran mandiri pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat Madrasah Tsanawiyah. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini menerapkan metode literatur menggunakan sumber pustaka relevan terbitan tahun 2020-2026 yang diperkuat dengan teknik analisis dokumen secara komprehensif. Hasil telaah menunjukkan bahwa eksekusi kurikulum baru ini menghadapi kendala krusial, terutama rendahnya kesiapan guru dalam menyusun instrumen penilaian capaian kompetensi serta mengoperasikan esensi diferensiasi belajar. Selain itu, integrasi rumpun materi keagamaan yang meliputi Akidah Akhlak, Fikih, dan Sejarah Kebudayaan Islam belum terorganisasi secara maksimal dalam skema pengajaran berbasis proyek. Berdasarkan temuan tersebut, kesimpulan utama menegaskan bahwa keberhasilan implementasi program ini sangat bertumpu pada kecakapan metodologis pendidik dalam merancang pembelajaran otonom. Optimalisasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dinilai berpotensi besar memitigasi ketertinggalan kecakapan nonteknis siswa. Sinergi ini dirancang untuk mewujudkan proses instruksional interaktif demi mencetak generasi muda yang berilmu luas, beriman, sekaligus berakhlak mulia.    
PENGELOLAAN PENDIDIKAN NON FORMAL BERBASIS PURA: STUDI KASUS PASRAMAN SATYA DHARMA BHAKTI Ogi Suphar Gandi; Luh Putu Winda Yogantari; Ni Kadek Vingki Aryanti
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.11262

Abstract

ABSTRACT This study is grounded in the important role of pasraman as a non-formal Hindu religious educational institution that complements and enhances religious learning through a more holistic approach, particularly in addressing the limitations of religious education within formal schooling. This study aims to analyze the role and management of pasraman in strengthening Hindu religious learning in an integrative manner. The research employed a qualitative approach with a descriptive design through observation, interviews, and documentation studies. The results show that pasraman functions not only as a complement to formal education, but also as an integrated and contextual learning system in developing students’ cognitive, affective, and psychomotor aspects. Learning activities in pasraman include tatwa, susila, and religious ceremonies integrated with activities based on sacred texts, traditional arts, ritual practices, yoga, and cultural arts. The success of the learning process is strongly influenced by management practices, including curriculum planning, activity organization, continuous implementation, and practice-based evaluation. Adaptive management enables a deeper internalization of religious values through direct experience and habituation. In addition, pasraman is able to bridge the limitations of religious education in formal schools by providing practical and repetitive learning experiences. The conclusion of this study emphasizes that pasraman is a religious educational ecosystem managed integratively by combining philosophical, ethical, practical, and cultural dimensions within a unified management system. Therefore, pasraman has strategic potential as an effective model of nonformal religious education in shaping religious character and cultural identity amid the dynamics of modern society. ABSTRAK Penelitian ini didasarkan pada pentingnya pasraman sebagai lembaga pendidikan keagamaan nonformal yang mampu memperkuat pembelajaran agama Hindu secara lebih holistik di tengah keterbatasan pendidikan agama pada sekolah formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan manajemen pengelolaan pasraman dalam memperkuat pembelajaran agama Hindu secara integratif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasraman tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap pendidikan formal, tetapi juga sebagai sistem pembelajaran yang terintegrasi dan kontekstual dalam mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik. Pembelajaran di pasraman mencakup tatwa, susila, dan upacara yang dipadukan dengan kegiatan berbasis teks suci, seni tradisi, praktik ritual, yoga, dan seni budaya. Keberhasilan pembelajaran sangat ditentukan oleh manajemen pengelolaan yang meliputi perencanaan kurikulum, pengorganisasian kegiatan, pelaksanaan yang berkelanjutan, serta evaluasi berbasis praktik. Pengelolaan yang adaptif memungkinkan internalisasi nilai religius berlangsung secara lebih mendalam melalui pengalaman langsung dan pembiasaan. Selain itu, pasraman mampu menjembatani keterbatasan pendidikan agama di sekolah formal dengan menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan berulang. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pasraman merupakan ekosistem pendidikan religius yang dikelola secara integratif dengan menggabungkan dimensi filosofis, etis, praktis, dan kultural dalam satu sistem manajemen terpadu sehingga memiliki potensi strategis sebagai model pendidikan keagamaan nonformal yang efektif dalam pembentukan karakter religius dan identitas kultural di tengah dinamika masyarakat modern
PEMBIAYAAN PENDIDIKAN DAN POLITIK ANGGARAN Fahmi Fahmi; Laili Nurfadillah; Raihan Ardi Rifky; Epita Epita; Alfin Saputra; M. Rafi Alghifari
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.11356

Abstract

This study, using a literature study method, examines education financing and budget politics in determining the direction of education policy in Indonesia. Education financing is an essential component in the implementation of education, aimed at ensuring the availability of resources to support effective and quality learning processes. Meanwhile, budget politics plays a role in determining funding allocation priorities influenced by the interests of various policy actors. Literature analysis shows a close relationship between education financing and budget politics, where budget policies are not only technical in nature but also reflect political interests in the distribution of resources. Education financing is identified as a strategic factor in improving the quality of education through the provision of infrastructure, enhancement of teacher competence, and equal access to education. However, challenges such as unequal fund distribution, political intervention, and inefficiency in budget utilization remain obstacles in achieving quality education. It is concluded that education financing managed transparently, accountably, and oriented toward real needs, supported by budget politics that prioritizes public interests, is key to improving the quality and equity of education in Indonesia. ABSTRAK Penelitian ini, menggunakan metode studi pustaka, mengkaji pembiayaan pendidikan dan politik anggaran dalam menentukan arah kebijakan pendidikan di Indonesia. Pembiayaan pendidikan merupakan komponen penting dalam penyelenggaraan pendidikan yang bertujuan untuk menjamin tersedianya sumber daya dalam mendukung proses pembelajaran yang efektif dan berkualitas. Sementara itu, politik anggaran berperan dalam menentukan prioritas alokasi dana yang dipengaruhi oleh kepentingan berbagai aktor kebijakan. Analisis pustaka menunjukkan adanya hubungan yang erat antara pembiayaan pendidikan dan politik anggaran, di mana kebijakan anggaran tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mencerminkan kepentingan politik dalam distribusi sumber daya. Pembiayaan pendidikan diidentifikasi sebagai faktor strategis dalam peningkatan mutu pendidikan melalui penyediaan sarana prasarana, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, dan pemerataan akses pendidikan. Namun, tantangan seperti ketimpangan distribusi dana, intervensi politik, serta kurangnya efisiensi penggunaan anggaran masih menjadi hambatan dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Disimpulkan bahwa pembiayaan pendidikan yang dikelola secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan nyata, serta didukung oleh politik anggaran yang berpihak pada kepentingan publik, merupakan kunci dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan di Indonesia.    
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DAN MUTU PENDIDIKAN DI SD AL KAUTSAR Melisa; Nabila Arina; Yuliani; Muhammad Kaulan Karima
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.11756

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the principal's leadership in improving teacher performance and educational quality at SD Al Kautsar. The study was motivated by the important role of school principals as educational leaders who are responsible for creating a professional work environment, enhancing teacher competence, and promoting optimal educational quality. The focus of the study includes the principal's leadership strategies, efforts to improve teacher performance, and their impact on educational quality. This research employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving the principal, teachers, and other relevant stakeholders. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings revealed that the principal implemented communicative, disciplined, and participatory leadership through teacher development programs, academic supervision, motivational support, and the establishment of a conducive school culture. These strategies contributed to increased responsibility, professionalism, and teacher performance in the learning process. Furthermore, the quality of education at SD Al Kautsar improved, as reflected in better instructional quality, enhanced school discipline, and increased student achievements in both academic and non-academic fields. Therefore, the principal's leadership plays a crucial role in supporting teacher performance improvement and enhancing educational quality in elementary schools.Bottom of Form ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru dan mutu pendidikan di SD Al Kautsar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan yang bertanggung jawab dalam menciptakan lingkungan kerja yang profesional, meningkatkan kompetensi guru, serta mendorong tercapainya mutu pendidikan yang optimal. Fokus penelitian meliputi strategi kepemimpinan kepala sekolah, upaya peningkatan kinerja guru, dan dampaknya terhadap mutu pendidikan di sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, dan pihak terkait lainnya. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan kepemimpinan yang komunikatif, disiplin, dan partisipatif melalui pembinaan guru, supervisi akademik, pemberian motivasi, serta pengembangan budaya sekolah yang kondusif. Strategi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan tanggung jawab, profesionalisme, dan kinerja guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Selain itu, mutu pendidikan di SD Al Kautsar mengalami peningkatan yang ditunjukkan oleh kualitas pembelajaran yang lebih baik, meningkatnya kedisiplinan warga sekolah, serta pencapaian prestasi akademik dan nonakademik siswa. Dengan demikian, kepemimpinan kepala sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung peningkatan kinerja guru dan mutu pendidikan di sekolah dasar.
IMPLEMENTASI GUGUS KENDALI MUTU (GKM) SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN MADRASAH Zahraini Zahraini; Yuslaili Yuslaili; Jamaluddin Jamaluddin
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.10617

Abstract

ABSTRACT Improving educational quality has become one of the primary concerns in educational management. These efforts are intended to ensure effective learning processes and high-quality educational services. However, improving the quality of education in madrasahs still faces various challenges related to learning effectiveness, teachers’ pedagogical innovation, and the culture of continuous evaluation, which affect students’ learning outcomes and the overall quality of educational services. This study aims to analyze the implementation of Quality Control Circles (QCC) in improving the quality of madrasah education. The study employed a descriptive qualitative approach with a literature review design. Data were collected from various relevant scientific sources, including journal articles, books, and academic publications, and were analyzed using the qualitative data analysis model proposed by Miles and Huberman through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that QCC serves as an effective internal mechanism for improving educational quality through collaborative approaches and continuous improvement. The implementation of QCC follows systematic stages that reflect the Plan-Do-Check-Act (PDCA) cycle, including problem identification, analysis, planning, implementation, and evaluation. The application of QCC has a positive impact on enhancing learning quality, work efficiency, and fostering a collaborative work culture within madrasahs. The success of QCC implementation is influenced by leadership support, teamwork, and the readiness of human resources. These findings suggest that QCC can be utilized as an alternative strategy to strengthen sustainable educational quality management. ABSTRAK Peningkatan mutu pendidikan menjadi salah satu fokus utama dalam pengelolaan lembaga pendidikan. Upaya tersebut dilakukan untuk menjamin tercapainya pembelajaran yang efektif dan layanan pendidikan yang berkualitas. Namun, peningkatan kualitas pendidikan di madrasah masih menghadapi berbagai tantangan dalam efektivitas pembelajaran, inovasi pedagogis guru, dan budaya evaluasi berkelanjutan yang berdampak pada belum optimalnya hasil belajar peserta didik serta mutu layanan pendidikan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Gugus Kendali Mutu (GKM) dalam meningkatkan kualitas pendidikan madrasah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi literatur. Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah yang relevan, seperti artikel jurnal, buku, dan publikasi akademik, yang kemudian dianalisis menggunakan model analisis data kualitatif dari Miles and Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GKM berperan sebagai mekanisme internal yang efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pendekatan kolaboratif dan perbaikan berkelanjutan. Implementasi GKM dilakukan melalui tahapan sistematis yang mencerminkan siklus PDCA, meliputi identifikasi masalah, analisis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penerapan GKM memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, efisiensi kerja, serta terbentuknya budaya kerja kolaboratif di madrasah. Keberhasilan implementasi GKM dipengaruhi oleh dukungan kepemimpinan, kerja sama tim, dan kesiapan sumber daya manusia. Temuan ini menunjukkan bahwa GKM dapat dijadikan sebagai strategi alternatif dalam memperkuat manajemen mutu pendidikan secara berkelanjutan.
KRISIS KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM: TINJAUAN BERBASIS AL-QUR'AN, HADIS, DAN KERANGKA TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP IN ISLAMIC EDUCATION Muhamad Yahya; Arrahmi Khairani; Aisha Haura Tsabita Firdaus
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.10771

Abstract

ABSTRACT Islamic educational institutions in Indonesia are facing a crisis of transformational leadership that has led to a decline in inspiration, motivation, and character development among the academic community. This study aims to examine the factors causing this crisis and formulate a recovery framework based on the Qur’an, Hadith, and contemporary management theory. Using a qualitative literature review method with 25 primary sources from SINTA and Scopus accredited journals (2020–2026), this study identifies three root causes: a transactional managerial orientation, weak character development among leaders, and the absence of a leadership vision consistent with Islamic values. The novelty of this research lies in the Transformational Islamic Leadership (TIL) Framework a holistic model that operationally and measurably integrates normative-theological, philosophical-pedagogical, and managerial-critical perspectives. Practically, this model can be implemented through Islamic value based leadership development programs, trust-based leader selection, and transformational performance evaluation. Empirical evidence indicates that similar interventions can significantly enhance organizational commitment and institutional performance. ABSTRAK Lembaga pendidikan Islam di Indonesia menghadapi krisis kepemimpinan transformasional yang berdampak pada melemahnya inspirasi, motivasi, dan pembentukan karakter sivitas akademika. Penelitian ini bertujuan mengkaji faktor penyebab krisis serta merumuskan kerangka pemulihan berbasis Al-Qur'an, Hadis, dan teori manajemen kontemporer. Menggunakan metode kepustakaan kualitatif dengan 25 sumber primer dari jurnal terakreditasi SINTA dan Scopus (2020–2026), penelitian ini mengidentifikasi tiga akar masalah: orientasi manajerial transaksional, lemahnya pembentukan karakter pemimpin, dan absennya visi kepemimpinan yang konsisten dengan nilai Islam. Kebaruan penelitian ini terletak pada Transformational Islamic Leadership (TIL) Framework model holistik yang mengintegrasikan perspektif normatif-teologis, filosofis-pedagogis, dan manajerial-kritis secara operasional dan terukur. Secara praktis, model ini dapat diimplementasikan melalui program pengembangan kepemimpinan berbasis nilai Islam, seleksi pemimpin berbasis amanah, serta evaluasi kinerja berorientasi transformasional. Bukti empiris menunjukkan intervensi serupa mampu meningkatkan komitmen organisasi dan kinerja lembaga secara signifikan.
OPTIMALISASI MANAJEMEN LAYANAN PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN MUTU LULUSAN DI ERA KONTEMPORER: SEBUAH TINJAUAN SISTEMATIS Aziz Iwan Muttaqin; Agus Tinus; Nanda Salsabila
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.10820

Abstract

The quality of education graduates is greatly influenced by the effectiveness of educational service management implemented in educational units. Technological developments, demands for 21st century competencies, and the implementation of the Independent Learning policy require educational institutions to optimize educational services in an adaptive, collaborative and digital-based manner. However, in practice various problems are still found, such as gaps in the quality of educational services, limited competence of educators, low integration of technology in learning, and inadequate management of infrastructure and educational administration systems. This research aims to analyze the optimization of education service management in improving the quality of graduates through four main aspects, namely curriculum and learning management, student management, management of educators and education personnel, as well as management of educational infrastructure and finance. The research uses a qualitative approach with the Systematic Literature Review (SLR) method. Data was obtained through searches for scientific articles on Google Scholar, DOAJ, and SINTA indexed national journals published in 2021–2026. Data analysis was carried out using content analysis techniques to identify themes, patterns and relationships between research findings. The research results show that optimizing integrated education service management is able to improve the quality of learning, the effectiveness of school services, the competence of educators, the transparency of digital-based education management, and supports continuous improvement in the quality of graduates. Thus, adaptive and technology-based education service management is an important strategy in facing educational challenges in the contemporary era. ABSTRAK Mutu lulusan pendidikan sangat dipengaruhi oleh efektivitas manajemen layanan pendidikan yang diterapkan pada satuan pendidikan. Perkembangan teknologi, tuntutan kompetensi abad ke-21, serta implementasi kebijakan Merdeka Belajar menuntut lembaga pendidikan untuk melakukan optimalisasi layanan pendidikan secara adaptif, kolaboratif, dan berbasis digital. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai permasalahan, seperti kesenjangan kualitas layanan pendidikan, keterbatasan kompetensi pendidik, rendahnya integrasi teknologi dalam pembelajaran, serta belum optimalnya pengelolaan sarana prasarana dan sistem administrasi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi manajemen layanan pendidikan dalam meningkatkan mutu lulusan melalui empat aspek utama, yaitu manajemen kurikulum dan pembelajaran, manajemen peserta didik, manajemen pendidik dan tenaga kependidikan, serta manajemen sarana prasarana dan keuangan pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Data diperoleh melalui penelusuran artikel ilmiah pada Google Scholar, DOAJ, dan jurnal nasional terindeks SINTA yang dipublikasikan pada tahun 2021–2026. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis konten untuk mengidentifikasi tema, pola, dan keterkaitan antar temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi manajemen layanan pendidikan secara terintegrasi mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, efektivitas layanan sekolah, kompetensi pendidik, transparansi pengelolaan pendidikan berbasis digital, serta mendukung peningkatan mutu lulusan secara berkelanjutan. Dengan demikian, manajemen layanan pendidikan yang adaptif dan berbasis teknologi menjadi strategi penting dalam menghadapi tantangan pendidikan di era kontemporer.    
IMPLEMENTASI BRANDING SEKOLAH BERBASIS EKSTRAKURIKULER DALAM MENINGKATKAN DAYA TARIK PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU Ira Dewi Arini; Taufiq Harris; Suyitno Suyitno
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.11035

Abstract

ABSTRACT Intensifying competition among educational institutions urges schools to develop effective school branding strategies, especially in the era of zoning policies that restrict academic-based selection. This study aims to describe the implementation of extracurricular-based school branding; identify supporting and inhibiting factors; and analyze the role of extracurricular activities in building school attractiveness for prospective students. A qualitative approach with a case study design was employed, collecting data through in-depth interviews, observation, and documentation, analyzed using the Miles and Huberman interactive model. Findings reveal that extracurricular-based school branding operates through three mutually reinforcing pillars: systematic and achievement-oriented extracurricular program development; consistent strategic communication through digital media; and public perception reinforcement through community and parental engagement. Key supporting factors include principal leadership commitment, resource availability, measurable achievements, and active social media management. Inhibiting factors encompass budget constraints, inconsistent publication management, instructor competency gaps, and the impact of zoning policies. This study proposes an integrative model of extracurricular-based school branding as a theoretical contribution to educational management and marketing scholarship in Indonesia. ABSTRAK Persaingan antar lembaga pendidikan yang semakin intensif mendorong sekolah untuk mengembangkan strategi school branding yang efektif, khususnya di era kebijakan zonasi yang membatasi seleksi berbasis prestasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi branding sekolah berbasis ekstrakurikuler; mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya; serta menganalisis peran ekstrakurikuler dalam membangun daya tarik peserta didik baru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi branding sekolah berbasis ekstrakurikuler berjalan melalui tiga pilar yang saling memperkuat: pengembangan program ekstrakurikuler yang sistematis dan berorientasi prestasi; komunikasi strategis berbasis media digital yang konsisten; dan penguatan persepsi publik melalui pelibatan komunitas dan orang tua. Faktor pendukung utama meliputi komitmen kepemimpinan kepala sekolah, ketersediaan sumber daya, capaian prestasi yang terukur, dan pengelolaan media sosial yang aktif. Adapun faktor penghambat mencakup keterbatasan anggaran, inkonsistensi publikasi, kesenjangan kompetensi pembina, dan dampak kebijakan zonasi. Penelitian ini mengajukan model integratif branding sekolah berbasis ekstrakurikuler sebagai kontribusi teoritis dalam pengembangan kajian manajemen dan pemasaran pendidikan di Indonesia.
STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH BERBASIS MANAJEMEN PENDIDIKAN DALAM MEWUJUDKAN MUTU LULUSAN YANG KOMPETITIF DI ERA TRANSFORMASI DIGITAL Mala Prastika Yolanda; Taufiq Harris; M. Furqon Wahyudi
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.11130

Abstract

ABSTRACT Digital transformation has brought changes that are not only technical in nature but also fundamental to educational governance. As institutions responsible for shaping future generations, schools are expected to produce graduates who are not only academically competent but also adaptive, competitive, and possess strong character. Within this changing landscape, the role of school principals is indispensable. This study aims to analyze in depth the leadership strategies of school principals based on educational management in achieving competitive graduate quality. This research employed a qualitative case study approach involving school administrators, teachers, and educational support staff. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis, and were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that transformational leadership integrated with educational management functions, including strategic planning, organizing, implementation, and data-driven supervision, effectively enhances teacher performance, fosters an adaptive school culture, and strengthens graduates' competencies holistically. This study highlights that visionary, reflective, and collaborative school principals who are capable of engaging with the digital ecosystem are key drivers of sustainable educational quality improvement. ABSTRAK Transformasi digital telah membawa perubahan yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga fundamental dalam tata kelola pendidikan. Sekolah sebagai institusi yang bertanggung jawab atas pembentukan generasi masa depan dituntut untuk menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik sekaligus adaptif, kompetitif, dan berkarakter. Dalam lanskap perubahan ini, kepemimpinan kepala sekolah memainkan peran yang tidak dapat diabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam strategi kepemimpinan kepala sekolah berbasis manajemen pendidikan dalam mewujudkan mutu lulusan yang kompetitif. Penelitian ini merupakan studi kasus kualitatif yang melibatkan administrator sekolah, pendidik, dan tenaga kependidikan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkap bahwa kepemimpinan transformasional yang diintegrasikan dengan fungsi-fungsi manajemen pendidikan meliputi perencanaan strategis, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan berbasis data terbukti mampu meningkatkan kinerja guru, membangun budaya sekolah yang adaptif, serta menguatkan kompetensi lulusan secara holistik. Penelitian ini menegaskan bahwa kepala sekolah yang visioner, reflektif, dan mampu berkolaborasi dengan ekosistem digital merupakan kunci utama peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan.
TRANSFORMASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI INOVASI PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI Muhamad Nor; Wafiq Azizah; Nurizatulail Nurizatulail; Sitie Khadizah; Abdul Aziz
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.11757

Abstract

The rapid expansion of digital technology has significantly reshaped learning environments, raising critical questions about how Islamic Religious Education (IRE) can remain relevant, meaningful, and effective in the digital era. While existing studies highlight the potential of educational technology, limited research has systematically examined how technology-based learning innovation transforms pedagogical practices and improves learning quality in IRE. This study aims to analyze innovative learning models and their contribution to enhancing the quality of Islamic Religious Education. Using a qualitative library research approach supported by reflective observation, this study synthesizes contemporary scholarship through the theoretical lenses of Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), social constructivism, and value-based Islamic education. The findings reveal that technology integration through learning management systems, interactive multimedia, gamification, and project-based digital learning significantly enhances student participation, comprehension, and engagement. More importantly, these innovations support the contextualization and internalization of Islamic values when applied within pedagogically meaningful frameworks. This study concludes that transforming IRE requires not merely technological adoption but pedagogical reorientation grounded in ethical and educational principles. It contributes to the field by offering a conceptual framework that links innovation models, pedagogical transformation, and learning quality, while providing practical insights for educators and institutions navigating digital-era challenges. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara signifikan lingkungan pembelajaran, sehingga memunculkan pertanyaan penting mengenai bagaimana Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat tetap relevan, bermakna, dan efektif di era digital. Meskipun berbagai penelitian menunjukkan potensi teknologi pendidikan, kajian yang secara sistematis mengkaji bagaimana inovasi pembelajaran berbasis teknologi mentransformasikan praktik pedagogis dan meningkatkan kualitas pembelajaran PAI masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model inovasi pembelajaran dan kontribusinya terhadap peningkatan kualitas Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan yang didukung refleksi observasional, dengan menggunakan kerangka teori Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), konstruktivisme sosial, dan pendidikan berbasis nilai Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi melalui learning management system, multimedia interaktif, gamifikasi, dan pembelajaran berbasis proyek digital mampu meningkatkan partisipasi, pemahaman, dan keterlibatan peserta didik. Lebih dari itu, inovasi tersebut juga mendukung internalisasi nilai-nilai Islam secara kontekstual ketika diterapkan dalam kerangka pedagogis yang tepat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi PAI tidak cukup melalui adopsi teknologi, tetapi memerlukan reorientasi pedagogis yang berlandaskan nilai dan etika. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan kerangka konseptual yang menghubungkan model inovasi, transformasi pedagogis, dan kualitas pembelajaran, serta memberikan implikasi praktis bagi pengembangan pendidikan di era digital.