cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal MANAJERIAL (Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Editor in Chief Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (universitas Pendidikan Mandalika) Journal Editor Dr. Haromain, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Ismail , M.Pd (Universitas Syiah Kuala) Section Editor Dr. Adisel, M.Pd (UIN Bengkulu) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Zainal Abidin, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Dr. Ahmad Gaudi, M.Pd (STKIP Lubuk Linggau) Lalu Hamdian Afandi, M.Pd ( Universitas Mataram) Nada Nazopah, M.Pd (STIT Al Aziziyah) Copy Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Education Management and Supervision
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 374 Documents
KOHERENSI KEBIJAKAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) DAN DAMPAKNYA PADA MUTU PENDIDIKAN Ririn Riantiningrum; Winahyu Dwi Artanti; Ulunna Sikhah
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9073

Abstract

School-Based Management (SBM) is a decentralization policy aimed at improving educational quality by strengthening school autonomy, stakeholder participation, and accountability mechanisms. However, its implementation has not always been aligned with the normative objectives of the policy. This article examines the coherence of School-Based Management implementation in relation to educational quality improvement, focusing on the interrelationship between school autonomy, stakeholder participation, and accountability systems. The study employs a qualitative approach using a multiple case study design, with data collected through in-depth interviews, observations, and document analysis across selected schools. The findings reveal that SBM implementation remains largely administrative in nature, characterized by limited school authority over human resource and financial management, as well as accountability practices oriented toward procedural compliance rather than student learning outcomes. In addition, stakeholder participation, particularly that of school committees, tends to be symbolic, while instructional leadership capacity among principals varies considerably. These conditions indicate a lack of policy coherence between delegated autonomy and the supporting institutional framework. The study concludes that strengthening instructional leadership, aligning regulatory frameworks, and developing learning-outcome-based accountability systems are critical prerequisites for enhancing the effectiveness of School-Based Management in a sustainable manner. ABSTRAKManajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan kebijakan desentralisasi pendidikan yang bertujuan meningkatkan mutu melalui pemberian otonomi, penguatan partisipasi, dan penerapan akuntabilitas di tingkat sekolah. Namun, dalam praktiknya, implementasi MBS sering kali belum sepenuhnya selaras dengan tujuan normatif kebijakan. Artikel ini bertujuan menganalisis koherensi pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah dalam konteks peningkatan mutu pendidikan, dengan fokus pada keterkaitan antara otonomi sekolah, partisipasi pemangku kepentingan, dan sistem akuntabilitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multipel yang melibatkan beberapa sekolah, melalui teknik wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MBS masih didominasi oleh kepatuhan administratif, ditandai dengan keterbatasan kewenangan sekolah dalam pengelolaan sumber daya manusia dan keuangan, serta akuntabilitas yang lebih berorientasi pada pelaporan prosedural dibandingkan capaian pembelajaran. Selain itu, partisipasi masyarakat dan komite sekolah belum berkembang secara substantif, sementara kapasitas kepemimpinan instruksional kepala sekolah masih bervariasi. Temuan ini menegaskan bahwa rendahnya koherensi antara kebijakan otonomi dan sistem pendukung menjadi faktor utama yang menghambat efektivitas MBS. Oleh karena itu, penguatan kepemimpinan sekolah, penyelarasan regulasi, dan pengembangan sistem akuntabilitas berbasis hasil belajar menjadi prasyarat penting bagi keberhasilan implementasi MBS secara berkelanjutan.
ANALISIS TANTANGAN DAN PELUANG IMPLEMENTASI AI KE DALAM SISTEM MANAJEMEN PEMBELAJARAN PADA JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH ATAS (SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW) Yovan Juanuari; Lukmanul Hakim; Rudi Hariawan; Muhammad Iqbal
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9142

Abstract

ABSTRACT This study aims to systematically analyze the challenges and opportunities in implementing Artificial Intelligence (AI) within Learning Management Systems (LMS) at the senior high school level in Indonesia. Employing a qualitative approach through a Systematic Literature Review (SLR), the research followed the guidelines of Kitchenham & Charters and the PRISMA framework. Data were collected from peer-reviewed journal articles indexed in Sinta 1–3 published between 2024 and 2025, and screened using Rayyan.ai. The extracted data from 31 selected studies were synthesized through thematic and narrative analysis. The findings reveal that AI implementation in LMS for Indonesian high schools takes various forms, including adaptive learning systems, educational chatbots, learning analytics, and generative AI tools for personalized instruction. Major challenges identified include unequal technological infrastructure, limited digital literacy among teachers and students, policy and funding constraints, and ethical and data privacy issues. Conversely, key opportunities involve enhancing personalized and effective learning, automating assessment and administrative processes, improving learning analytics for pedagogical decision-making, and supporting the implementation of the Merdeka Curriculum. The study underscores that integrating AI into LMS holds significant potential to improve the quality and efficiency of education at the high school level, provided it is accompanied by inclusive implementation strategies, enabling policies, and capacity building for educational human resources. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis berbagai tantangan dan peluang implementasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) ke dalam Sistem Manajemen Pembelajaran pada Sekolah Menengah Atas di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Studi Literatur Sistematis (Systematic Literature Review/SLR), yang dilaksanakan mengikuti pedoman Kitchenham & Charters serta pelaporan PRISMA. Sumber data penelitian diperoleh dari artikel-artikel terakreditasi Sinta 1–3 yang dipublikasikan pada periode 2024–2025, dan diseleksi menggunakan perangkat Rayyan.ai. Analisis dilakukan melalui sintesis tematik dan naratif terhadap data hasil ekstraksi dari 31 studi terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) implementasi AI dalam LMS di SMA Indonesia mencakup berbagai bentuk, seperti sistem pembelajaran adaptif, chatbot pendidikan, analitik pembelajaran, dan dukungan AI generatif untuk personalisasi belajar; 2) Tantangan utama yang teridentifikasi meliputi keterbatasan infrastruktur dan konektivitas internet, kesiapan guru dan siswa dalam literasi digital, aspek kebijakan dan pendanaan, serta isu etika dan privasi data; dan 3) Peluang yang dapat dimanfaatkan antara lain peningkatan personalisasi dan efektivitas pembelajaran, otomatisasi penilaian dan administrasi, penguatan analitik pembelajaran untuk pengambilan keputusan pedagogis, serta dukungan terhadap implementasi Kurikulum Merdeka. Integrasi AI ke dalam LMS berpotensi besar untuk meningkatkan mutu dan efisiensi pendidikan di jenjang SMA, jika disertai dengan strategi implementasi yang inklusif, kebijakan pendukung, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia pendidikan.
PEMANFAATAN PERANGKAT DIGITAL DALAM MANAJEMEN SEKOLAH: LITERATURE REVIEW Adrianus TH. Mahulae; Binur Panjaitan
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9201

Abstract

Digital transformation in education has changed the way schools manage operations, administration, and strategic decision-making. Digital tools such as school management information systems, cloud-based platforms, and mobile applications are increasingly being adopted to improve the efficiency and effectiveness of education management.  This study aims to identify, analyze, and synthesize literature on the use of digital tools in school management, including the types of technology used, benefits, challenges, and best practices for implementation. The literature review was conducted through a comprehensive search of 10 articles in the Google Scholar database. The analysis identified five main categories of digital tools: (1) School Management Information Systems, (2) Web portals and cloud platforms, (3) Communication and community tools, (4) Governance and planning dashboards, and (5) Mobile and hybrid applications. The main benefits include increased operational efficiency, data-driven decision making, better stakeholder communication, and professionalization of school leadership. ABSTRAK Transformasi digital dalam pendidikan telah mengubah cara sekolah mengelola operasional, administrasi, dan pengambilan keputusan strategis. Perangkat digital seperti sistem informasi manajemen sekolah, platform berbasis cloud, dan aplikasi mobile semakin banyak diadopsi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas manajemen pendidikan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis literatur tentang pemanfaatan perangkat digital dalam manajemen sekolah, termasuk jenis teknologi yang digunakan, manfaat, tantangan, dan praktik terbaik implementasi. Literature Review dilakukan dengan pencarian komprehensif di database Google Scholar sebanyak 10 artikel. Analisis mengidentifikasi lima kategori utama perangkat digital: (1) Sistem Informasi Manajemen Sekolah, (2) Portal web dan platform cloud, (3) Alat komunikasi dan komunitas, (4) Dashboard tata kelola dan perencanaan, dan (5) Aplikasi mobile dan hybrid. Manfaat utama meliputi peningkatan efisiensi operasional, pengambilan keputusan berbasis data, komunikasi stakeholder yang lebih baik, dan profesionalisasi kepemimpinan sekolah.  
PENGARUH SUPERVISI PENDIDIKAN TERHADAP PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU Miftachul Jannah; Taufiq Harris; Ahmad Faizin
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9263

Abstract

Teacher professionalism is a crucial element in determining the quality of education, requiring ongoing development through planned, systematic, and effective supervision activities. This study aims to comprehensively analyze the impact of educational supervision implementation on efforts to improve teacher professionalism in schools. The research method used was a literature review using a qualitative approach, by examining secondary data from various relevant academic sources over the past five years, involving school principals as supervisors and teachers as objects of supervision. Key stages of the study included library data collection, in-depth thematic analysis, and narrative synthesis of supervisory practices. Key findings indicate that educational supervision plays a significant role in optimizing aspects of planning, implementation, and evaluation of learning outcomes. Collaborative and reflective supervision has been proven to motivate teachers to develop pedagogical and professional competencies, and encourage the creation of learning innovations through the provision of constructive feedback. The main conclusion emphasizes that educational supervision is not merely an administrative oversight tool, but rather a continuous development process that is essential for improving the quality of teaching. Synergy between supervisors and teachers through a humanistic approach is the main key to realizing the professionalism of educators, which has an impact on improving the overall quality of national education. ABSTRAK Profesionalisme guru merupakan elemen krusial penentu mutu pendidikan yang memerlukan pembinaan berkelanjutan melalui kegiatan supervisi yang terencana, sistematis, serta efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif bagaimana pengaruh implementasi supervisi pendidikan terhadap upaya peningkatan profesionalisme guru di lingkungan sekolah. Metode penelitian yang diterapkan adalah studi literatur review menggunakan pendekatan kualitatif, dengan mengkaji data sekunder dari berbagai sumber akademik relevan dalam kurun waktu lima tahun terakhir yang melibatkan kepala sekolah sebagai supervisor dan guru sebagai objek supervisi. Tahapan penting penelitian mencakup pengumpulan data pustaka, analisis tematik mendalam, serta sintesis naratif mengenai praktik supervisi. Temuan utama menunjukkan bahwa supervisi pendidikan memiliki peran signifikan dalam mengoptimalkan aspek perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi hasil pembelajaran. Supervisi yang dijalankan secara kolaboratif dan reflektif terbukti mampu memotivasi guru untuk mengembangkan kompetensi pedagogik maupun profesional, serta mendorong terciptanya inovasi pembelajaran melalui pemberian umpan balik yang konstruktif. Simpulan utama menegaskan bahwa supervisi pendidikan bukan sekadar alat pengawasan administratif semata, melainkan sebuah proses pembinaan berkelanjutan yang esensial untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Sinergi antara supervisor dan guru melalui pendekatan yang humanis menjadi kunci utama dalam mewujudkan profesionalisme tenaga pendidik yang berdampak pada peningkatan mutu pendidikan nasional secara keseluruhan.
INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN PAI MELALUI MADRASAH ALIYAH PROGRAM KHUSUS (MAPK) Ahiel Ahdi Besari
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9399

Abstract

Islamic religious education (PAI) plays a crucial role in shaping students' character, morals, and spiritual intelligence amidst global change and advances in information technology. However, PAI teaching approaches often face challenges due to traditional methods that are less responsive to modern demands.As a solution to address these challenges, the Islamic Senior High School Special Program (MAPK) emerged as an innovation in Islamic education that combines an in-depth religious curriculum with a modern teaching approach. This article aims to explore innovations in Islamic Religious Education and Learning through MAPK, focusing on curriculum elements, methods, media, and the relevance of graduate outcomes. The research method used is a literature study by analyzing the latest literature related to Islamic Religious Education development and the MAPK education model in Indonesia. The results show that MAPK can function as an innovative laboratory for Islamic education, as it combines strengthening religious understanding with digital literacy, project-based learning, and character development through a comprehensive approach. Furthermore, MAPK also supports the creation of a generation that is not only intellectually and spiritually skilled but also able to adapt to various social, cultural, and technological challenges at the global level. This article concludes that Islamic Religious Education innovations implemented through MAPK can be used as a strategic model for building quality Islamic education that is relevant to the modern context and remains grounded in Islamic values. These findings are expected to serve as a reference in curriculum development, learning design, and Islamic education policies in the future. ABSTRAK Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam pembentukan karakter, akhlak, dan kecerdasan spiritual peserta didik di tengah perubahan global dan kemajuan teknologi informasi. Namun, pendekatan pengajaran PAI sering kali menghadapi hambatan karena metode tradisional yang kurang responsif terhadap tuntutan zaman. Sebagai solusi untuk menghadapi tantangan ini, Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) muncul sebagai salah satu inovasi dalam pendidikan Islam yang mengkolaborasikan kurikulum agama yang mendalam dengan pendekatan pengajaran modern. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi inovasi dalam pendidikan dan pembelajaran PAI melalui MAPK dengan fokus pada elemen kurikulum, metode, media, serta relevansi hasil lulusan. Metode penelitian yang diterapkan adalah studi pustaka dengan menganalisis literatur terkini terkait pengembangan PAI dan model pendidikan MAPK di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MAPK dapat berfungsi sebagai laboratorium inovatif pendidikan Islam, karena mengkombinasikan penguatan pemahaman agama dengan literasi digital, pembelajaran berbasis proyek, serta pengembangan karakter melalui pendekatan yang komprehensif. Selain itu, MAPK juga mendukung terciptanya generasi yang tidak hanya terampil secara intelektual dan spiritual, tetapi juga mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan sosial, budaya, serta teknologi tingkat global. Artikel ini menyimpulkan bahwa inovasi PAI yang dilakukan melalui MAPK dapat dijadikan sebagai model strategis untuk membangun pendidikan Islam yang berkualitas, relevan dengan konteks modern, dan tetap berlandaskan pada nilai-nilai keislaman. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum, perancangan pembelajaran, dan kebijakan pendidikan Islam di masa depan.  
STUDI LITERATUR: METODE SIGNIFIKAN DAN OBYEK PENDIDIKAN INKLUSIF DALAM KEBIJAKAN PEMERINTAH Dewi Lestari Kristiyaningsih; Eti Rohayati; Reni Palupi Ida Rusana; Fuad Abdillah
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9400

Abstract

Inclusive education has emerged as a global priority in the pursuit of equitable, quality education for all students, regardless of their background or abilities. However, implementation in Indonesia faces significant challenges due to its decentralized governance structure, leading to regional variations and a narrow policy perspective in practice. This research aims to analyze Indonesia's inclusive education policy, focusing specifically on how the object (target) is defined, the decentralized policy process, and its urgency toward achieving national educational justice. The study employed a qualitative library research method, utilizing a content and analytic review approach. Data collection involved the critical and systematic review of officially documented policies (such as Permendiknas No. 70/2009) and relevant secondary literature. Data analysis utilized thematic and content analysis, involving data reduction, thematic categorization, and deep interpretation to construct a cohesive scientific narrative. Principal results reveal that the policy's narrow, disability centric definition of the inclusion object and significant systemic gaps in teacher preparedness and resource distribution compromise the effectiveness of implementation methods. The study concludes that proper inclusive education requires a transition from mere physical placement to comprehensive systemic reform, supported by continuous investment and fundamental attitudinal change. This research contributes to the discourse on educational equity by highlighting the need to combine centralized guidance with decentralized flexibility to ensure national policy coherence and practical implementation across diverse contexts. ABSTRAK Pendidikan inklusif telah muncul sebagai prioritas global untuk memastikan pendidikan yang adil dan berkualitas bagi semua peserta didik. Namun, implementasi kebijakan di Indonesia menghadapi tantangan karena pendekatan desentralisasi dan perspektif sempit yang sering menyamakan inklusi dengan akomodasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) saja, mengabaikan kelompok rentan lain. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kebijakan pendidikan inklusif di Indonesia, dengan fokus pada obyek sasaran, proses kebijakan yang terdesentralisasi, dan urgensinya terhadap keadilan pendidikan nasional. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Prosedur pengumpulan data melibatkan penelaahan kritis dan sistematis terhadap sumber-sumber tertulis yang relevan. Analisis data dilakukan melalui analisis tematik yang dikombinasikan dengan analisis isi, melibatkan tahapan reduksi, kategorisasi, dan interpretasi kritis. Temuan menunjukkan bahwa fokus kebijakan yang sempit (ABK sentris) dan kesenjangan kapasitas sistemik dalam implementasi (seperti kurangnya pelatihan guru dan sumber daya) menghambat efektivitas metode inklusif yang signifikan. Disimpulkan bahwa inklusi yang sesungguhnya membutuhkan transisi dari sekadar penempatan fisik menuju reformasi struktural, didukung oleh investasi berkelanjutan dan perubahan sikap budaya, untuk mencapai keadilan pendidikan. Penelitian ini berkontribusi pada diskursus ekuitas pendidikan regional dengan memperkuat pentingnya koherensi sistemik dan strategi implementasi yang sensitif terhadap konteks sosio-kultural.
OPTIMALISASI MOTIVASI BELAJAR IPAS MELALUI MEDIA INTERAKTIF ARTICULATE STORYLINE 3: STUDI KASUS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SD Muhammad Reza Yulizar; Siswadi Siswadi
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9401

Abstract

Although the implementation of the Merdeka Curriculum has introduced Natural and Social Sciences (IPAS) as a holistic subject in elementary schools, research that specifically examines the dynamics of students’ intrinsic motivation through interactive technology in rural contexts remains very limited. This study aims to analyze the role and effectiveness of interactive media based on Articulate Storyline 3 in fostering learning motivation among sixth-grade students at SDN 2 Cikawung, Banyumas. A qualitative approach was employed using a case study design, involving teachers, sixth-grade students, and the school principal as participants selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth participant observation, semi-structured interviews, and documentation studies, and then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings indicate that prior to the intervention, teacher-centered learning led to significant student passivity. However, the integration of Articulate Storyline 3 provided visual and interactive stimuli that fulfilled students’ psychological needs for autonomy and competence. The results demonstrate a transformation of the learning atmosphere into a more participatory environment, with consistent increases in students’ persistence and curiosity. This study concludes that interactive media play a crucial role in bridging the gap between abstract scientific concepts and the concrete operational cognitive stage of elementary school students.   ABSTRAK Meskipun implementasi Kurikulum Merdeka telah memperkenalkan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) sebagai mata pelajaran holistik di sekolah dasar, penelitian yang secara khusus membahas dinamika motivasi intrinsik siswa melalui teknologi interaktif dalam konteks pedesaan masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan efektivitas media interaktif berbasis Articulate Storyline 3 dalam mendorong motivasi belajar siswa Kelas VI di SDN 2 Cikawung, Banyumas. Pendekatan kualitatif digunakan dengan desain studi kasus, melibatkan guru, siswa kelas VI, dan kepala sekolah sebagai partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan yang mendalam, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan bahwa sebelum intervensi, pembelajaran yang berpusat pada guru memicu pasivitas siswa yang signifikan. Namun, integrasi Articulate Storyline 3 memberikan stimulus visual dan interaktif yang memenuhi kebutuhan psikologis siswa akan otonomi dan kompetensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya transformasi atmosfer belajar menjadi lebih partisipatif, di mana indikator ketekunan dan rasa ingin tahu siswa meningkat secara konsisten. Studi ini menyimpulkan bahwa media interaktif berperan krusial dalam menjembatani kesenjangan antara konsep ilmiah yang abstrak dengan tahapan kognitif operasional konkret siswa sekolah dasar.
PENGUATAN BUDAYA ORGANISASI BERBASIS NILAI LOKAL DI PKBM SEBAGAI PILAR PENDIDIKAN BERKELANJUTAN Astuti Astuti; Suparjo Suparjo
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9402

Abstract

Continuing education is a vital element in inclusive community development, where Community Learning Centers (PKBM) play a strategic role as non-formal educational institutions. However, the effectiveness of PKBM is often hampered by a weak organizational culture that is not aligned with local wisdom, thus reducing community participation and program sustainability. This study aims to analyze the urgency and mechanisms for strengthening an organizational culture based on local values ​​as the main foundation of continuing education in PKBM. Using a qualitative method with a case study approach on various PKBM characteristics, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies. The research findings indicate that a strong organizational culture rooted in local values, such as mutual cooperation and deliberation, can increase manager motivation, strengthen social relations, and create a learning climate that is conducive and relevant to local needs. The implementation of these values ​​in all managerial aspects, from planning to evaluation, has proven effective in boosting active community participation and ensuring program sustainability. It is concluded that strengthening an organizational culture based on local values ​​is the most effective strategy for optimizing the role of PKBM. Therefore, PKBM is recommended to proactively internalize local values ​​in all operational activities and establish close strategic partnerships with community leaders and the government to ensure the sustainability of relevant, impactful, and adaptive educational programs. ABSTRAK Pendidikan berkelanjutan merupakan elemen vital dalam pembangunan masyarakat inklusif, di mana Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) memegang peran strategis sebagai lembaga pendidikan non-formal. Kendati demikian, efektivitas PKBM sering terhambat oleh lemahnya budaya organisasi yang tidak selaras dengan kearifan lokal, sehingga menurunkan partisipasi masyarakat serta keberlanjutan program. Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi serta mekanisme penguatan budaya organisasi berbasis nilai lokal sebagai fondasi utama pendidikan berkelanjutan di PKBM. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada berbagai karakteristik PKBM, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi yang kokoh dan berakar pada nilai lokal, seperti gotong royong dan musyawarah, mampu meningkatkan motivasi pengelola, mempererat relasi sosial, serta menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan relevan terhadap kebutuhan setempat. Implementasi nilai-nilai tersebut dalam seluruh aspek manajerial, mulai dari perencanaan hingga evaluasi, yang terbukti efektif mendongkrak partisipasi aktif masyarakat sekaligus menjamin keberlanjutan program. Disimpulkan bahwa penguatan budaya organisasi berbasis nilai lokal adalah strategi paling efektif untuk mengoptimalkan peran PKBM. Oleh karena itu, PKBM direkomendasikan untuk secara proaktif menginternalisasi nilai-nilai lokal dalam seluruh aktivitas operasional serta menjalin kemitraan strategis yang erat dengan tokoh masyarakat dan pemerintah guna memastikan keberlangsungan program pendidikan yang relevan, berdampak positif, dan adaptif.
MANAJEMEN KOMUNITAS BELAJAR GURU DALAM MENINGKATKAN KINERJADAN PROFESIONALISME PENDIDIK DI SD Rati Supriatin; Eva Dianawati Wasliman
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9403

Abstract

Changes in the education system through the implementation of the Independent Curriculum (Curriculum Merdeka) position teacher learning communities as one of the main strategies for continuous professional development in educational units. However, the implementation of learning communities at the elementary school level is still often sporadic, unstructured, and not fully managed as a systematic managerial process. This study aims to describe the management of Kombel at SDN Sukalaksana 02 and examine its contribution to improving teacher performance and professionalism. The research focuses on G.R. Terry's management functions: planning, organizing, implementing, monitoring, and evaluating, as well as the impact on teacher performance and professionalism. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model with triangulation to ensure data validity. The results of the study indicate that: Kombel planning is prepared in a participatory manner and is based on learning reflection data and Education Reports, Kombel organization has a clear structure, Kombel implementation takes place routinely through reflective discussions and lesson studies, supervision and evaluation are carried out through monitoring and follow-up reflection and Kombel has a positive impact on improving teacher performance and professionalism, which is seen in discipline, the ability to design innovative learning, reflective practice, and commitment to self-development. These findings confirm that well-planned and well-managed learning community management contributes significantly to strengthening the performance and professionalism of educators in elementary schools. ABSTRAK Perubahan sistem pendidikan melalui implementasi Kurikulum Merdeka menempatkan komunitas belajar guru sebagai salah satu strategi utama pengembangan keprofesian berkelanjutan di satuan pendidikan. Namun pelaksanaan komunitas belajar di tingkat sekolah dasar masih kerap berjalan sporadis, kurang terstruktur, dan belum sepenuhnya terkelola sebagai proses manajerial yang sistematis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan manajemen Kombel di SDN Sukalaksana 02 serta menelaah kontribusinya terhadap peningkatan kinerja dan profesionalisme pendidik.  Fokus penelitian mencakup fungsi manajemen G.R. Terry yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi, serta dampak terhadap kinerja dan profesionalisme guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña dengan triangulasi untuk menjamin validitas data Hasil penelitian menunjukkan bahwa: perencanaan Kombel disusun secara partisipatif dan berbasis data refleksi pembelajaran serta Rapor Pendidikan, pengorganisasian Kombel memiliki yang jelas, pelaksanaan Kombel berlangsung rutin melalui diskusi reflektif dan lesson study, pengawasan dan evaluasi dilakukan melalui monitoring dan refleksi tindak lanjut dan Kombel berdampak positif pada peningkatan kinerja dan profesionalisme guru, yang tampak pada kedisiplinan, kemampuan merancang pembelajaran inovatif, praktik reflektif, dan komitmen terhadap pengembangan diri. Temuan ini menegaskan bahwa manajemen komunitas belajar yang terencana dan terkelola dengan baik berkontribusi signifikan terhadap penguatan kinerja dan profesionalisme pendidik di sekolah dasar.
MANAJEMEN STRATEGIS KEPALA SEKOLAH DALAM PERENCANAAN BERBASIS DATA DI SD Seni Fitriani; Eva Dianawati Wasliman
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9404

Abstract

ABSTRAKThe transformation of education policy through the Merdeka Belajar Program, the National Assessment, and the use of the Education Report positions Data-Based Planning (PBD) as a key instrument for improving school quality. At the same time, the principal is positioned as a strategic actor who drives the functions of planning, organizing, actuating, and controlling in school management, as widely discussed in educational management literature. However, in practice particularly in public elementary schools PBD is still often perceived as an administrative obligation focused on document compliance, and therefore has not been fully integrated into the principal’s strategic management, as also reported in various studies. This study analyzes the principal’s strategic management of PBD to enhance school performance and effectiveness at SDN Loa 1, Paseh District. Using a qualitative approach with an intrinsic case study design, the participants included the principal, teachers involved in the planning team, and a purposively selected representative of the school committee. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis (Education Report, RKJM, RKT, and RKAS), and were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model. The findings indicate that the principal has initiated PBD implementation through school quality profile analysis and the formulation of priority programs, yet data use remains concentrated on learning outcome indicators. POAC functions are evident, but are not fully supported by teachers’ data literacy and an adequate data documentation system as also indicated by previous studies. Transformasi kebijakan pendidikan melalui Program Merdeka Belajar, Asesmen Nasional, dan pemanfaatan Rapor Pendidikan menempatkan Perencanaan Berbasis Data (PBD) sebagai instrumen utama peningkatan mutu satuan pendidikan. Kepala sekolah diposisikan sebagai aktor strategis yang menggerakkan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian dalam pengelolaan sekolah, sebagaimana banyak dibahas dalam kajian manajemen pendidikan. Namun, di sekolah dasar negeri PBD masih kerap dipahami sebagai kewajiban administratif yang berorientasi pada pemenuhan dokumen, sehingga belum sepenuhnya terintegrasi dalam manajemen strategis, sebagaimana juga ditemukan dalam berbagai kajian. Penelitian ini menganalisis manajemen strategis kepala sekolah dalam pengelolaan PBD melalui kerangka POAC untuk meningkatkan kinerja dan efektivitas sekolah di SDN Loa 1 Kecamatan Paseh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik. Subjek meliputi kepala sekolah, guru tim perencanaan, dan perwakilan komite sekolah yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi (Rapor Pendidikan, RKJM, RKT, RKAS), lalu dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan implementasi PBD telah berjalan melalui analisis profil mutu dan penetapan program prioritas, tetapi pemanfaatan data masih dominan pada indikator hasil belajar. Fungsi POAC tampak, namun belum ditopang literasi data guru dan sistem dokumentasi yang memadai sebagaimana ditunjukkan dalam penelitian sebelumnya.