cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal MANAJERIAL (Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Editor in Chief Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (universitas Pendidikan Mandalika) Journal Editor Dr. Haromain, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Ismail , M.Pd (Universitas Syiah Kuala) Section Editor Dr. Adisel, M.Pd (UIN Bengkulu) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Zainal Abidin, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Dr. Ahmad Gaudi, M.Pd (STKIP Lubuk Linggau) Lalu Hamdian Afandi, M.Pd ( Universitas Mataram) Nada Nazopah, M.Pd (STIT Al Aziziyah) Copy Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Education Management and Supervision
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 374 Documents
PENGEMBANGAN KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN DAN KESADARAN KEBERLANJUTAN MELALUI STUDENT COMPANY: STUDI DESKRIPTIF INSTURESC Janitrana Nafisa Djatmiko; Kevin Aviery Putra Nugroho; Bimadhia Zafri Ramadhan; Ananda Adjie Octavian Rasya; Sekar Anggun Lukitasari; Nadia Ramadhani Nugroho Putri
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9405

Abstract

This study examines the contribution of student-managed business programs to the development of entrepreneurial competencies and their alignment with the Sustainable Development Goals (SDGs). The focus of the research is InstureSC, a student company program founded by senior high school students at Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) as part of an annual entrepreneurship initiative organized by Prestasi Junior Indonesia. The program implements a stock-selling model to finance the production of Frobag, an environmentally friendly and multifunctional bag designed to reduce plastic waste. This study aims to explore how participation in the program influences students’ entrepreneurial skills, soft skills, and environmental sustainability awareness. A qualitative descriptive approach was employed, supported by survey data from 21 members who responded to open-ended questionnaires. The findings indicate a significant improvement in entrepreneurial competencies, particularly in communication, risk management, teamwork, leadership, and business understanding. In addition, the program demonstrates a tangible contribution to sustainable practices through environmentally responsible production and a mangrove-planting initiative that reflects the principles of responsible consumption, climate action, decent work, and partnerships for sustainable development. Overall, the study affirms that integrating experiential entrepreneurship education into the school curriculum not only strengthens students’ practical business skills but also fosters a sustainability-oriented mindset and long-term entrepreneurial motivation. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji kontribusi program bisnis yang dikelola oleh siswa terhadap pengembangan kompetensi kewirausahaan serta kesesuaiannya dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals). Fokus penelitian ini adalah InstureSC, student company program yang didirikan oleh siswa Secondary dari Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) sebagai bagian dari program kewirausahaan tahunan yang diselenggarakan oleh Prestasi Junior Indonesia. Program ini menerapkan model penjualan saham untuk mendanai produksi Frobag, tas ramah lingkungan dan multifungsi yang dirancang untuk mengurangi limbah plastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana partisipasi dalam program tersebut memengaruhi keterampilan kewirausahaan, soft skills, serta kesadaran siswa dalam keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan data survei yang melibatkan 21 anggota yang menjawab kuesioner terbuka. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kompetensi kewirausahaan, khususnya dalam aspek komunikasi, manajemen risiko, kerja tim, kepemimpinan, dan pemahaman bisnis. Selain itu, program ini juga menunjukkan kontribusi nyata terhadap praktik berkelanjutan melalui produksi yang bertanggung jawab secara lingkungan dan inisiatif penanaman mangrove yang mencerminkan prinsip konsumsi bertanggung jawab, aksi iklim, pekerjaan layak, serta kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa integrasi pendidikan kewirausahaan berbasis pengalaman ke dalam kurikulum sekolah tidak hanya memperkuat keterampilan bisnis praktis siswa, tetapi juga menumbuhkan pola pikir berorientasi keberlanjutan serta motivasi kewirausahaan jangka panjang.
MODEL MANAJEMEN PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU MELALUI COACHING Mujiati Mujiati; Taufiq Harris; Furqon Wahyudi
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9406

Abstract

Human resource management in education plays a strategic role in the continuous development of teacher competencies. However, teacher competency development in schools often faces obstacles in the form of suboptimal needs assessments and generic development programs. This study aims to examine the management of teacher pedagogical competency development through coaching-based needs assessment at SMPN 2 Kandangan, Kediri Regency. The study uses a qualitative approach with a focus on the implementation of coaching as a strategy for professional teacher assistance. The results show that the coaching-based needs assessment implemented since 2024 has become the basis for the preparation of the Work Plan (RHK) for teacher competency development. The HARMONI coaching innovation has proven to help teachers plan, implement, and reflect on their competency development in a more focused manner. Despite several challenges in its implementation, this approach is effective in increasing teacher engagement and supporting continuous pedagogical competency development. ABSTRAK Manajemen sumber daya manusia (SDM) pendidikan memiliki peran strategis dalam pengembangan kompetensi guru yang berkelanjutan. Namun, pengembangan kompetensi guru di sekolah masih sering menghadapi kendala berupa asesmen kebutuhan yang belum optimal dan program pengembangan yang bersifat umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manajemen pengembangan kompetensi pedagogik guru melalui asesmen kebutuhan berbasis coaching di SMPN 2 Kandangan, Kabupaten Kediri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada implementasi coaching sebagai strategi pendampingan profesional guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen kebutuhan berbasis coaching yang diterapkan sejak tahun 2024 menjadi dasar penyusunan Rencana Hasil Kerja (RHK) pengembangan kompetensi guru. Inovasi coaching dengan alur HARMONI terbukti membantu guru merencanakan, melaksanakan, dan merefleksikan pengembangan kompetensinya secara lebih terarah. Meskipun terdapat beberapa tantangan dalam pelaksanaannya, pendekatan ini efektif dalam meningkatkan keterlibatan guru dan mendukung pengembangan kompetensi pedagogik secara berkelanjutan.
ANALISIS GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH GURU PENGGERAK DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Elmiya Sari; A. Faizin; Ahmad Thohirin; Suyitno Suyitno
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9407

Abstract

Improving the quality of education is crucial for developing intelligent, competent, and character-based citizens who are ready to engage as individuals and members of society. The challenge in improving the quality of education is the disparity between urban and rural schools, with varying conditions, characteristics, and problems. A leadership style and POAC management strategy are needed for the principal and driving teacher as appropriate agents of change in managing school assets, including input, process, and product. This study examines in depth the implementation of the leadership style of the driving teacher principal in improving the quality of education. This study uses a qualitative descriptive method with a multi-case approach with important stages of data collection, namely interviews, observations, and documentation studies. The research subjects consisted of 2 principals, 8 teachers, 2 school committees, and 6 students. The main findings indicate that the implementation of transformational, servant, and democratic leadership styles can improve the quality of education at Muhammadiyah Bangil Creative Elementary School. Meanwhile, the implementation of situational, visionary leadership styles can improve the quality of education at Candi Binagun II Sukorejo Elementary School. Further findings indicate that the factors that influence the leadership style of the principal of the driving teacher are the values, roles, visions, and characters embedded in the principal of the driving teacher so that they can successfully implement the POAC management strategy by forming a school that fosters and improves the quality of education. It can be concluded that the values, roles, and visions of the driving teacher can shape the character of the leadership style in implementing the POAC management strategy. And transformational, visionary, servant, and democratic leadership styles can improve the quality of education in elementary schools with different school characteristics and cultures.  ABSTRAK Peningkatan mutu pendidikan sangat penting untuk membentuk warganegara yang cerdas, berkompetensi dan berkarakter yang siap terjun sebagai individu dan masyarakat. Tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan mutu pendidikan yaitu adanya kesenjangan sekolah di perkotaan dan pedesaan dengan berbagai kondisi, karakter dan permasalahn yang dihadapi. Dibutuhkan gaya kepemimpinan dan strategi manajemen POAC kepala sekolah guru penggerak sebagai agen perubahan yang tepat dalam mengelola aset sekolah baik input, proses maupun produk. Penelitian ini mengkaji secara mendalam implementasi gaya kepemimpinan kepala sekolah guru penggerak dalam meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskripsi dengan pendekatan multikasus dengan tahapan penting pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 2 kepala sekolah, 8 guru, 2 komite sekolah dan 6 siswa. Temuan utama menunjukkan bahwa implementasi gaya kepemimpinan transformasional, servant dan demokratif dapat meningkatkan mutu pendidikan di SD Kreatif Muhammadiyah Bangil. Sedangkan implementasi gaya kepemimpinan situasional, visioner dapat meningkatkan mutu pendidikan di SDN Candi Binagun II Sukorejo. Temuan selanjutnya menunjukkan faktor -faktor yang memengaruhi gaya kepemimpinan kepala sekolah guru penggerak yaitu nilai, peran, visi dan karakter yang tertanam pada diri kepala sekolah guru penggerak  sehingga berhasil melaksanakan startegi manajemen POAC dengan membentuk sekolah yang menumbuhkan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Dapat disimpulkan bahwa  nilai, peran, visi guru penggerak dapat membentuk karakter gaya kepemimpinan dalam melaksanakan strategi manajemen POAC. Dan gaya kepemimpinan transformasional, visioner, servant, demokratif dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dasar dengan karakteristik sekolah dan budaya yang berbeda.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN KURIKULUM BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MEMBENTUK PERILAKU PESERTA DIDIK DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN KESEHATAN Muh Yudha L; Ahmad Thohirin; Suyitno Suyitno
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9408

Abstract

The urgency of balancing technical competence and professional attitudes in health vocational education is the primary background of this research. This study aims to analyze the implementation of character education-based curriculum management in shaping student behavior at Bakti Indonesia Medika Tulungagung Health Vocational School. This research applies a qualitative approach with a case study design, where data were collected through participant observation, in-depth interviews with school leaders, teachers, and students, and documentation studies, which were then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The research findings indicate that curriculum management is carried out systematically through planning stages that include a character vision, integrated implementation in learning, habituation programs, and fieldwork practices, as well as ongoing evaluation. The routine habituation program has proven effective in instilling the values ​​of discipline, responsibility, and empathy in students. Despite facing time constraints, supporting factors such as the principal's leadership, educator commitment, and synergy with parents and the industrial world are very dominant in the program's success. The main conclusion confirms that character-based curriculum management contributes significantly to producing graduates who are not only medically competent but also possess moral integrity and professional readiness to face the world of health work. ABSTRAK Urgensi keseimbangan antara kompetensi teknis dan sikap profesional dalam pendidikan vokasi kesehatan menjadi latar belakang utama penelitian ini. Studi ini bertujuan menganalisis implementasi manajemen kurikulum berbasis pendidikan karakter dalam membentuk perilaku peserta didik di SMK Kesehatan Bakti Indonesia Medika Tulungagung. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pimpinan sekolah, guru, serta siswa, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa manajemen kurikulum dijalankan secara sistematis melalui tahapan perencanaan yang memuat visi karakter, pelaksanaan yang terintegrasi dalam pembelajaran, program pembiasaan, dan praktik kerja lapangan, serta evaluasi berkelanjutan. Program pembiasaan rutin terbukti efektif menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan empati pada siswa. Meskipun menghadapi kendala keterbatasan waktu, faktor pendukung berupa kepemimpinan kepala sekolah, komitmen pendidik, serta sinergi dengan orang tua dan dunia industri sangat dominan dalam keberhasilan program. Simpulan utama menegaskan bahwa manajemen kurikulum berbasis karakter berkontribusi signifikan dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara medis, tetapi juga memiliki integritas moral dan kesiapan profesional untuk menghadapi dunia kerja kesehatan.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM PEMANFAATAN RAPOR PENDIDIKAN UNTUK MENINGKATKAN MUTU SEKOLAH DASAR Yuyun Yuningsih; Eva Dianawati Wasliman
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9409

Abstract

Improving the quality of primary schools requires principals to optimally use data in planning, implementing, evaluating, and following up school improvement programs. The Educational Report Card (Rapor Pendidikan) developed by the Ministry of Education provides a comprehensive picture of students’ learning outcomes, learning processes, school climate, and school management, and therefore has the potential to become the basis for data-based planning at the school level. However, preliminary findings at SDN Malabenghar indicated that the principal had not yet fully utilized the Educational Report Card as an instrument for diagnosis and decision making, so that quality improvement programs were not always directed at the identified root problems. This study aims to analyze principal leadership in utilizing the Educational Report Card to improve the quality of primary schools at SDN Malabenghar, focusing on four aspects: planning, implementation, evaluation, and follow-up. The research employed a qualitative approach with a case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews with the principal and teachers, and documentation study of planning documents, reports, and the school’s Educational Report Card. Data were analyzed descriptively by reducing, presenting, and drawing conclusions from emerging patterns within the case context. The findings show that the principal has begun to develop more systematic planning based on the Educational Report Card by analyzing priority indicators, determining improvement focus, formulating goals, and integrating programs into medium- and annual-term school plans. In the implementation stage, the principal acts as an instructional and transformational leader by communicating the importance of data, mobilizing teachers in literacy and numeracy programs, and conducting supervision based on Report Card findings. Evaluation is carried out through regular monitoring, joint reflection with teachers, and re-using data to review progress, although documentation remains inconsistent. Follow-up is evident in program adjustment, teacher capacity building, and integration of evaluation results into subsequent planning. Overall, the use of the Educational Report Card at SDN Malabenghar shows a positive trend but still requires strengthening of data literacy, documentation culture, and consistency in implementing continuous improvement cycles. BSTRAK Peningkatan mutu sekolah dasar menuntut kepala sekolah mengoptimalkan pemanfaatan data mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga tindak lanjut. Rapor Pendidikan yang dikembangkan Kemendikbudristek menyajikan gambaran komprehensif capaian hasil belajar, proses pembelajaran, iklim belajar, dan tata kelola sekolah, sehingga berpotensi menjadi dasar perencanaan berbasis data. Namun, temuan awal di SDN Malabenghar menunjukkan bahwa pemanfaatan Rapor Pendidikan oleh kepala sekolah belum optimal sebagai instrumen diagnosis dan pengambilan keputusan, sehingga program peningkatan mutu belum sepenuhnya menyasar akar masalah. Penelitian ini bertujuan mengkaji kepemimpinan kepala sekolah dalam memanfaatkan Rapor Pendidikan untuk meningkatkan mutu sekolah dasar di SDN Malabenghar, dengan fokus pada aspek perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan guru, serta telaah dokumen perencanaan, pelaporan, dan Rapor Pendidikan. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah telah mulai menerapkan perencanaan berbasis Rapor Pendidikan secara sistematis melalui analisis indikator prioritas dan integrasi program ke dalam RKJM, RKS, dan RKAS. Pelaksanaan ditunjukkan melalui peran kepemimpinan instruksional dan transformasional, evaluasi melalui monitoring dan refleksi, serta tindak lanjut berupa penyesuaian program. Secara umum, pemanfaatan Rapor Pendidikan menunjukkan tren positif, namun masih memerlukan penguatan literasi data, dokumentasi, dan konsistensi perbaikan berkelanjutan.    
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Mahadi Kesuma Rambe; Rudianto Rudianto; Faisal Efendi Siregar; Amin Harahap
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9485

Abstract

ABSTRACT The principal’s leadership plays an important and strategic role in improving the quality of education within educational institutions. The principal does not only carry out administrative functions but also acts as an instructional leader who is capable of directing, coordinating, and optimizing all school resources to achieve educational goals. However, various challenges related to the effectiveness of principal leadership in improving educational quality still exist, including managerial, pedagogical, and school culture development aspects. Therefore, this study aims to comprehensively examine the concepts, models, and contributions of principal leadership in improving educational quality through a literature review approach. This study employs a literature study method conducted through the exploration and analysis of various relevant written sources, including reference books, national and international journal articles, previous research findings, and educational policy documents. The research stages include literature search, selection of relevant sources, data classification, descriptive–qualitative analysis, and drawing conclusions. Based on the literature review, effective principal leadership can be identified through the ability to develop a clear vision, involve various stakeholders in decision-making processes, optimize the utilization of school resources, and build a positive and conducive school culture that supports the learning process. In addition, leadership models such as transformational, democratic, and instructional leadership have been proven to contribute positively to the improvement of educational quality. The findings of this study emphasize that the success of improving educational quality is strongly influenced by the quality of principal leadership; therefore, strengthening leadership competencies is an essential requirement in educational management. ABSTRAK Kepemimpinan kepala sekolah memegang peranan penting dan strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di satuan pendidikan. Kepala sekolah tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga berperan sebagai pemimpin pembelajaran yang mampu mengarahkan, mengoordinasikan, serta mengoptimalkan seluruh sumber daya sekolah guna mencapai tujuan pendidikan. Namun, masih terdapat berbagai permasalahan terkait efektivitas kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan, baik dari aspek manajerial, pedagogis, maupun pengembangan budaya sekolah. Oleh karena itu, penelitian ini diarahkan untuk menelaah secara komprehensif konsep, model, serta kontribusi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pendekatan kajian literatur. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur melalui penelusuran dan analisis berbagai sumber tertulis yang relevan, seperti buku referensi, artikel jurnal nasional dan internasional, hasil penelitian terdahulu, serta dokumen kebijakan pendidikan. Tahapan penelitian meliputi penelusuran literatur, seleksi sumber, pengelompokan data, analisis deskriptif-kualitatif, serta penarikan simpulan. Berdasarkan hasil telaah literatur, kepemimpinan kepala sekolah yang efektif ditunjukkan melalui kemampuan mengembangkan visi yang jelas, melibatkan berbagai pihak dalam pengambilan keputusan, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya sekolah, serta membangun budaya sekolah yang positif dan kondusif bagi proses pembelajaran. Selain itu, model kepemimpinan transformasional, demokratis, dan instruksional terbukti memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan mutu pendidikan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan sangat dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinan kepala sekolah sehingga penguatan kompetensi kepemimpinan menjadi kebutuhan penting dalam pengelolaan pendidikan.
PROFESIONALISME GURU SEBAGAI PILAR UTAMA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Muhammad Jalaluding; Kartini Rahman Nisa
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9509

Abstract

Teacher professionalism plays a crucial role in a success of learning and the improvement of educational quality at SMKN 1 Talibura. Teachers are required to perform their duties optimally by mastering four core competencies: pedagogical, professional, social, and personality. This study used a qualitative descriptive approach with semi-structured interviews, classroom observations, and literature review. The observations showed that teachers prepare lesson plans and teaching modules according to the characteristics of vocational students, combining theory with practice, discussions, and simple work simulations. Evaluations are conducted individually, tailored to students’ abilities. Professional competence is demonstrated through proficiency in the subject and ongoing self- formation via MGMP meetings and online training. Social competence is reflected in open communication with students, additional mentoring, and active coordination with parents. Meanwhile, personality competence is evident in teachers’ discipline, exemplary behavior, and ability to maintain a conducive classroom environment. This study is innovative in its integration of contextualized learning grounded in the characteristics of the vocational school, where teacher professionalism is reflected not only through meeting formal standards but also through creative adaptation to local conditions and student needs. These four competencies are interrelated and form the foundation for holistic teacher professionalism. ABSTRAK Profesionalisme pendidik menjadi faktor utama dalam keberhasilan pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan di SMKN 1 Talibura. Guru di tuntut melaksanakan tugas secara optimal dengan menguasai empat kompetensi yaitu kemampuan pedagogik, keahlian profesional, keterampilan sosial, dan aspek kepribadian. Metode yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif melalui wawancara semiterstruktur, observasi langsung, dan kajian pustaka. Hasil observasi menunjukkan bahwa guru merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan bahan ajar yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik kejuruan, memadukan teori dengan praktik, diskusi, dan simulasi kerja sederhana. Evaluasi dilakukan secara personal, menyesuaikan kemampuan siswa. Kompetensi profesional terlihat dari penguasaan materi dan upaya pengembangan diri melalui MGMP dan pelatihan daring. Kompetensi sosial tercermin dari komunikasi terbuka dengan siswa, pendampingan tambahan, dan koordinasi dengan orang tua. Sementara itu, kompetensi kepribadian tampak dari kedisiplinan, keteladanan, dan kemampuan menjaga suasana kelas kondusif.  Kebaruan temuan penelitian ini terletak pada integrasi pembelajaran kontekstual berbasis karakteristik sekolah kejuruan, di mana profesionalisme guru tercermin tidak hanya melalui pemenuhan standar, tetapi juga adaptasi kreatif terhadap kondisi lokal dan kebutuhan siswa. Keempat kompetensi saling mendukung dan menjadi fondasi profesionalisme guru secara utuh.
KURIKULUM BERBASI HASIL: TELAAH PENGEMBANGAN TUJUAN PENDIDIKAN DI MA Muhammad Khoiril Anam; Puspo Nugroho; Achmad Luthfi Imroni; Auliatus Syifa; Anggun Luthfiya Tsani
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9513

Abstract

This article describes a research that aims to examine the implementation of the Outcome-Based Education (OBE) curriculum at the Nahdlatul Ulama Tasywiquth Thullab Salafiyah Islamic High School (MA NU TBS) Kudus which is the background of the problem along with the development of the times and the demands of the global community in educational institutions to produce graduates who not only master the academic field but also have the competencies, character and skills needed in socializing in society, with a focus on developing educational objectives in the final learning outcomes. The outcome-based curriculum emphasizes the achievement of students' final competencies as a benchmark for learning success, which in the context of this madrasah is directed to form a religious, character-based, and Islamic-minded person Ahlussunah wal Jamaah. Through a qualitative approach with data collection techniques in the form of analysis based on various sources such as books, scientific journals, websites and other documents and supported by conducting observations, interviews, documentation. This study found that MA NU Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus developed educational objectives not only to achieve mastery of material, but also to foster religious values ​​that are applicable in everyday life. The alignment of learning objectives with the OBE principle is reflected in the formulation of learning outcomes, learning designs, and evaluation methods that emphasize the achievement of attitudes, knowledge, and skills. This study recommends that the development of educational objectives in outcome-based madrasas needs to consider the balance between aspects of knowledge, attitudes, and skills, and adapt to the needs of the times and inclusive Islamic values. ABSTRAK Artikel ini mendeskripsikan tentang Penelitian yang bertujuan untuk mengkaji penerapan kurikulum berbasis hasil (Outcome-Based Education/OBE) di Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama Tasywiquth Thullab Salafiyah (MA NU TBS) Kudus yang melatarbelakangi masalah seiring perkembangan zaman dan tuntutan masyarakat  global dalam lembaga pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang hanya menguasai bidang akademik namun juga memiliki kompetensi, karakter dan keterampilan yang dibutuhkan dalam bersosial masyarakat, dengan fokus pada pengembangan tujuan pendidikan dalam pembelajaran hasil akhir. Kurikulum berbasis hasil menitikberatkan pada pencapaian kompetensi akhir siswa sebagai tolak ukur keberhasilan pembelajaran, yang dalam konteks madrasah ini diarahkan untuk membentuk pribadi yang religius, berkarakter, dan berwawasan keislaman ahlussunah wal jamaah. Melalui pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa dengan analisis berdasarkan berbagai sumber-sumber seperti buku, jurnal ilmiah, website dan dokumen lainya dan didukung melalukan sebuah  observasi, wawancara, dokumentasi. penelitian ini menemukan bahwa MA NU Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus mengembangkan tujuan pendidikan tidak hanya untuk mencapai penguasaan materi, tetapi juga untuk menumbuhkan nilai-nilai keagamaan yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Penyesuaian tujuan pembelajaran dengan prinsip OBE tercermin dalam rumusan capaian pembelajaran, rancangan pembelajaran, serta metode evaluasi yang menekankan ketercapaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Studi ini merekomendasikan bahwa pengembangan tujuan pendidikan di madrasah berbasis hasil perlu mempertimbangkan keseimbangan antara aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan, serta menyesuaikan dengan kebutuhan zaman dan nilai-nilai islam yang bersifat inklusif.
REKONSILIASI PENDIDIKAN VOKASI DAN SINERGI LINK-AND-MATCH 2.0: STUDI SINKRONISASI KURIKULUM SMK DENGAN KEBUTUHAN INDUSTRI EKONOMI NASIONAL DI ERA DIGITAL Yudhi Hertanto
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9531

Abstract

This study aims to analyze the transformation of vocational education through the Link-and-Match 2.0 policy and the effectiveness of curriculum synchronization in Vocational High Schools (SMK) with the needs of the national economic industry in the digital era. This research employs a descriptive qualitative approach using literature review and document analysis of government regulations, previous studies, and labor market statistics. The analysis is conducted from philosophical, sociological, and pedagogical perspectives to identify structural problems in Indonesia’s vocational education system. The findings indicate that although regulations such as Presidential Instruction No. 9 of 2016 and Presidential Regulation No. 68 of 2022 provide a strong legal framework, the unemployment rate of SMK graduates remains the highest, reaching 8.63% in 2025. This condition is mainly caused by skills mismatch, limited educator capacity, and slow curriculum adaptation to digital technological developments. The implementation of the 8+i concept has proven to be a key strategy in strengthening substantive collaboration between schools and industry. Adaptive curriculum synchronization, enhancement of teachers’ competencies in artificial intelligence and programming, and the strengthening of ICT infrastructure are essential factors in developing relevant and competitive vocational education toward Indonesia Emas 2045. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pendidikan vokasi melalui kebijakan Link-and-Match 2.0 serta efektivitas sinkronisasi kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan kebutuhan industri ekonomi nasional di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur dan analisis dokumen terhadap regulasi pemerintah, hasil penelitian terdahulu, serta data statistik ketenagakerjaan. Analisis dilakukan dari perspektif filosofis, sosiologis, dan pedagogis untuk mengidentifikasi problem struktural pendidikan vokasi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun regulasi seperti Inpres No. 9 Tahun 2016 dan Perpres No. 68 Tahun 2022 telah memberikan landasan hukum yang kuat, tingkat pengangguran lulusan SMK masih menjadi yang tertinggi, yaitu 8,63% pada tahun 2025. Kondisi ini disebabkan oleh skill mismatch, keterbatasan kapasitas pendidik, serta lambatnya adaptasi kurikulum terhadap perkembangan teknologi digital. Implementasi konsep 8+i terbukti menjadi strategi kunci dalam memperkuat kolaborasi substantif antara sekolah dan industri. Sinkronisasi kurikulum yang bersifat adaptif, peningkatan kompetensi guru dalam bidang kecerdasan artifisial dan pemrograman, serta penguatan infrastruktur TIK menjadi faktor utama dalam mewujudkan pendidikan vokasi yang relevan dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU Chairul Anwar; Sri Bunga; Sapriyani Sapriyani; Icha Alvionita; Amin Harahap
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9552

Abstract

Teacher competence is a key factor in improving the quality of learning in schools. Various evaluations indicate that teacher competence still requires strengthening to align with the evolving demands of education. School principals play a strategic role in enhancing teacher competence through the implementation of effective and sustainable leadership strategies. This study aims to analyze the leadership strategies of school principals in improving teacher competence and to identify the supporting and inhibiting factors influencing their effectiveness. This research employed a Systematic Literature Review (SLR) approach by screening 25 scientific articles published between 2020 and 2026 across several academic databases, resulting in 17 articles that met the inclusion criteria for further analysis. The findings reveal that the most dominant strategies include academic supervision, transformational leadership, continuous professional development programs, motivational and exemplary leadership practices, as well as strengthened communication and collaboration. The effectiveness of these strategies is influenced by teachers’ motivation, the principal’s commitment, a collaborative school culture, and the availability of facilities and infrastructure. These findings confirm that integrative, adaptive, and sustainable school leadership significantly contributes to improving teacher competence and overall educational quality. ABSTRAK Kompetensi guru merupakan salah satu faktor utama dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah. Berbagai evaluasi menunjukkan bahwa kompetensi guru masih memerlukan penguatan agar selaras dengan tuntutan perkembangan pendidikan. Kepala sekolah memiliki peran strategis dalam mendorong peningkatan kompetensi guru melalui penerapan berbagai strategi kepemimpinan yang efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan proses seleksi terhadap 25 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2020–2026 dari berbagai basis data akademik, dan diperoleh 17 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang paling dominan meliputi supervisi akademik, kepemimpinan transformasional, pembinaan profesional melalui pelatihan berkelanjutan, pemberian motivasi dan keteladanan, serta penguatan komunikasi dan kolaborasi. Efektivitas strategi tersebut dipengaruhi oleh motivasi guru, komitmen kepala sekolah, budaya kolaboratif, dan dukungan sarana prasarana. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang integratif, adaptif, dan berkelanjutan berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kompetensi guru dan mutu pendidikan secara sistemik.