cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal MANAJERIAL (Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Editor in Chief Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (universitas Pendidikan Mandalika) Journal Editor Dr. Haromain, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Ismail , M.Pd (Universitas Syiah Kuala) Section Editor Dr. Adisel, M.Pd (UIN Bengkulu) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Zainal Abidin, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Dr. Ahmad Gaudi, M.Pd (STKIP Lubuk Linggau) Lalu Hamdian Afandi, M.Pd ( Universitas Mataram) Nada Nazopah, M.Pd (STIT Al Aziziyah) Copy Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Education Management and Supervision
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 374 Documents
DESAIN KURIKULUM BERBASIS CAPAIAN (OUTCOME-BASED CURRICULUM): DARI TUJUAN HINGGA IMPLEMENTASI EFEKTIF Hilmiyatul Latifah; Abdul Rozak; Muhammad Zuhdi
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.8677

Abstract

This study examines the implementation of Outcome-Based Curriculum (OBC) at SMP Raudlotul Muta’allimin, a religious-based school that is undergoing transformation toward more measurable and structured education. OBC is considered relevant in preparing students with competencies required to face global challenges, yet its application in a religious school context presents unique dynamics. The purpose of this study is to explore the experiences, perceptions, and challenges faced by teachers and students in the implementation of OBC, using a qualitative approach based on a case study. Data was collected through in-depth interviews with 10 teachers and 20 students, as well as participatory observation of teaching and learning activities. Data analysis was performed using thematic analysis, which allowed the researcher to identify patterns of meaning in participants' experiences. The main findings indicate that although OBC has a positive impact on increasing student engagement and achieving more measurable competencies, challenges remain regarding time constraints, limited resources, and resistance to change. This study contributes to the development of outcome-based education theory by highlighting the importance of teacher involvement in the curriculum design process and maintaining a balance between global standards and local values. Practically, the findings can serve as a reference for curriculum development in religious-based schools and provide insights for policymakers in effectively integrating OBC. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji penerapan Outcome-Based Curriculum (OBC) di SMP Raudlotul Muta’allimin, sebuah sekolah berbasis agama yang tengah bertransformasi menuju pendidikan yang lebih terukur dan terstruktur. OBC dianggap relevan dalam mempersiapkan siswa dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan global, namun penerapannya di sekolah dengan latar belakang agama menghadirkan dinamika tersendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengalaman, persepsi, dan tantangan yang dihadapi oleh para guru dan siswa dalam menghadapi implementasi OBC, dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 10 guru dan 20 siswa, serta observasi partisipatif terhadap kegiatan belajar mengajar. Analisis data dilakukan dengan pendekatan analisis tematik, yang memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi pola-pola makna dalam pengalaman partisipan. Temuan utama menunjukkan bahwa meskipun OBC membawa dampak positif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan pencapaian kompetensi yang lebih terukur, terdapat tantangan terkait dengan keterbatasan waktu, sumber daya, dan resistensi terhadap perubahan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori pendidikan berbasis capaian dengan menyoroti pentingnya keterlibatan guru dalam proses desain kurikulum dan mempertahankan keseimbangan antara standar global dan nilai-nilai lokal. Praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pengembangan kurikulum di sekolah-sekolah berbasis agama, serta memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan pendidikan dalam mengintegrasikan OBC secara lebih efektif.    
ANALISIS ADOPSI DAN DIFUSI INOVASI ASESMEN: STUDI KASUS IMPLEMENTASI TES KEMAMPUAN AKADEMIK (TKA) DI SMAN 2 TAMBUN UTARA Bahrul Alam; Sarwiyanti Sarwiyanti; Ahmad Kosim; Eny Ermawati
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.8689

Abstract

This study aims to analyze the adoption and diffusion dynamics of the Academic Ability Test (TKA) policy mandated by Permendikdasmen Number 9 of 2025 at SMAN 2 Tambun Utara. This research is urgent considering the transition from conventional evaluation to digital-based assessment with high-stakes testing often faces technical and psychological barriers. Using a descriptive quantitative approach within Everett M. Rogers' Diffusion of Innovation framework, the study highlights three main attributes: Relative Advantage, Compatibility, and Complexity. Data were collected through surveys of the 12th-grade student population (N=276) and teachers/technical teams (N=11). Findings reveal an adoption paradox: (1) High value acceptance (Relative Advantage), where 81.8% of students view TKA as a strategic opportunity for university admission; (2) Critical infrastructure gap (Compatibility), with 63.6% of teachers stating school hardware unreadiness and 39.4% of students having unsupported personal devices; (3) Procedural complexity, where 54.5% of teachers feel significantly increased administrative burden. The study concludes that SMAN 2 Tambun Utara possesses human resource readiness (brainware) but suffers from an infrastructure deficit (hardware), potentially triggering academic anxiety. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika adopsi dan difusi inovasi kebijakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diamanatkan oleh Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 di SMAN 2 Tambun Utara. Penelitian ini urgen dilakukan mengingat transisi dari evaluasi konvensional menuju asesmen berbasis digital dengan konsekuensi tinggi (high-stakes testing) seringkali menghadapi hambatan teknis dan psikologis. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan kerangka teori Difusi Inovasi Everett M. Rogers, penelitian menyoroti tiga atribut utama: Relative Advantage, Compatibility, dan Complexity. Data dikumpulkan melalui survei terhadap populasi siswa kelas XII (N=276) dan guru/tim teknis (N=11). Temuan menunjukkan paradoks adopsi: (1) Tingkat penerimaan nilai (Relative Advantage) sangat tinggi, di mana 81,8% siswa memandang TKA sebagai peluang strategis masuk PTN; (2) Kesenjangan infrastruktur (Compatibility) yang kritis, dengan 63,6% guru menyatakan ketidaksiapan perangkat keras sekolah dan 39,4% siswa memiliki perangkat pribadi yang tidak mendukung; (3) Kompleksitas prosedur (Complexity) yang membebani, di mana 54,5% guru merasa beban administrasi meningkat signifikan. Penelitian menyimpulkan bahwa SMAN 2 Tambun Utara memiliki kesiapan SDM (brainware) namun mengalami defisit kesiapan infrastruktur (hardware), yang berpotensi memicu kecemasan akademik.
LANDASAN TEORITIS DAN FILOSOFIS MUTU PENDIDIKAN Budiman Hafid; Fatihul Fauzi; Masduki Duryat
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.8690

Abstract

The quality of education in Indonesia continues to face fundamental challenges, including disparities in teacher quality, limited educational facilities and infrastructure, as well as unequal access to education across regions, all of which affect equity and the effectiveness of learning. The main objective of this study is to analyze the theoretical and philosophical foundations of educational quality and to identify factors influencing the implementation of quality education in Indonesia. This study employs a qualitative research method with a literature review approach, collecting data from various journals, books, and policy documents related to educational quality management. The findings highlight the importance of implementing integrated quality management, including Total Quality Management (TQM) and the utilization of digital technology, as key strategies for improving educational quality in a sustainable and equitable manner. In addition, the study reveals the need for multisectoral collaboration and equity-oriented policies that are adaptive to socio-economic dynamics. The contribution of this research strengthens the theory of educational quality management and provides empirical insights within the context of Indonesian education, with significant implications in social, cultural, and academic domains. This study recommends further exploration using mixed-methods approaches to capture empirical data and examine the impact of ongoing digital transformation. ABSTRAK Mutu pendidikan di Indonesia yang masih menghadapi berbagai tantangan mendasar, termasuk ketimpangan kualitas guru, keterbatasan sarana prasarana, serta disparitas akses pendidikan antar wilayah yang memengaruhi kesetaraan dan efektivitas pembelajaran. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis landasan teoritis dan filosofis mutu pendidikan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi implementasi mutu pendidikan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, mengumpulkan data dari berbagai jurnal, buku, dan dokumen kebijakan terkait pengelolaan mutu pendidikan. Hasil kajian menunjukkan pentingnya penerapan manajemen mutu terpadu, termasuk Total Quality Management (TQM) dan pemanfaatan teknologi digital, sebagai strategi utama dalam meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan dan merata. Selain itu, penelitian ini mengungkap kebutuhan kolaborasi multisektoral dan kebijakan pemerataan yang adaptif terhadap dinamika sosial-ekonomi. Kontribusi penelitian ini memperkuat teori manajemen mutu pendidikan dan memberikan gambaran empiris dalam konteks pendidikan Indonesia, dengan implikasi signifikan di bidang sosial, budaya, dan akademik. Penelitian ini merekomendasikan eksplorasi lebih lanjut dengan pendekatan campuran untuk menangkap data empiris dan pengaruh transformasi digital yang sedang berlangsung. Abstrak harus mencerminkan keseluruhan substansi isi artikel dan mampu membantu pembaca untuk menentukan relevansinya dengan minat serta memutuskan apakah akan membaca dokumen secara keseluruhan.
DEFINISI DAN KONSEP MANAJEMEN PEMASARAN PENDIDIKAN Ayu Sofya; Saipul Annur; Baharuddin Baharuddin
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.8691

Abstract

Educational marketing management is an important strategy for educational institutions in building a positive image, enhancing public trust, and strengthening long-term relationships with students and parents. This article aims to examine the concepts, objectives, functions, and marketing mix strategies in educational marketing management through a literature review approach. Data were obtained by analyzing various books and scholarly articles relevant to the topic of educational marketing management. The findings indicate that the objectives of educational marketing management include improving service quality, strengthening institutional reputation, fostering service innovation, increasing operational efficiency, and enhancing public satisfaction and loyalty. The functions of educational marketing management encompass planning, implementation, control, evaluation, human resource management, and institutional branding. Educational marketing mix strategies integrate elements of product, price, promotion, place, service processes, human resources, and physical evidence to create high-quality learning experiences and sustainable institutional competitiveness. The systematic implementation of educational marketing management has been shown to improve service quality, attract new students, and maintain institutional sustainability and public trust. This article is expected to serve as a conceptual reference for the development of effective and adaptive educational marketing strategies in response to changing societal needs. ABSTRAK Manajemen pemasaran pendidikan merupakan strategi penting bagi lembaga pendidikan dalam membangun citra positif, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta memperkuat hubungan jangka panjang dengan peserta didik dan orang tua. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep, tujuan, fungsi, dan strategi bauran pemasaran pendidikan berdasarkan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh melalui analisis berbagai buku dan artikel ilmiah yang relevan dengan topik manajemen pemasaran pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tujuan manajemen pemasaran pendidikan mencakup peningkatan kualitas layanan, penguatan reputasi lembaga, pengembangan inovasi layanan, efisiensi operasional, serta peningkatan kepuasan dan loyalitas masyarakat. Fungsi manajemen pemasaran pendidikan meliputi perencanaan, implementasi, pengendalian, evaluasi, pengelolaan sumber daya manusia, dan penguatan branding lembaga. Strategi bauran pemasaran pendidikan mengintegrasikan unsur produk, harga, promosi, lokasi, proses layanan, sumber daya manusia, dan bukti fisik guna menciptakan pengalaman belajar yang berkualitas dan berdaya saing. Penerapan manajemen pemasaran pendidikan secara sistematis terbukti mampu meningkatkan mutu layanan, menarik peserta didik baru, serta menjaga keberlanjutan dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan. Artikel ini diharapkan menjadi referensi konseptual dalam pengembangan strategi pemasaran pendidikan yang efektif dan adaptif terhadap perubahan kebutuhan masyarakat.
IMPLEMENTASI KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DALAM STRATEGI BRANDING LEMBAGA PENDIDIKAN Tiara Listari; Saipul Annur; Baharuddin Baharuddin
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.8692

Abstract

Islamic education is an educational system grounded in the values of the Qur’an and the Sunnah, aiming to develop individuals who are faithful, knowledgeable, and possess noble character through a balanced integration of spiritual, intellectual, social, and moral dimensions. In the era of globalization and modernization, Islamic educational institutions face challenges such as increasing competition in educational quality, growing public demands for excellent educational services, and the need to build a positive and trustworthy institutional image. These conditions require Islamic educational institutions not only to excel in internalizing Islamic values but also to implement professional branding strategies without compromising their Islamic identity. This study aims to examine the concept of Islamic education and analyze relevant and applicable branding strategies for Islamic educational institutions in the modern era. The research employs a qualitative approach using library research by analyzing various literature sources, including books, scholarly journals, and academic articles related to Islamic education and educational branding. The findings indicate that integrating Islamic educational concepts with branding strategies grounded in Islamic values can enhance institutional image, strengthen public trust, and improve the sustainable competitiveness of Islamic educational institutions. ABSTRAK Pendidikan Islam merupakan sistem pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan tujuan membentuk insan yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia secara seimbang antara aspek spiritual, intelektual, sosial, dan moral. Di era globalisasi dan modernisasi, lembaga pendidikan Islam menghadapi tantangan berupa persaingan mutu, tuntutan masyarakat terhadap kualitas layanan pendidikan, serta kebutuhan membangun citra lembaga yang positif dan terpercaya. Kondisi ini menuntut lembaga pendidikan Islam untuk tidak hanya unggul dalam internalisasi nilai-nilai keislaman, tetapi juga mampu menerapkan strategi branding yang profesional tanpa menghilangkan identitas keislamannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan Islam serta menganalisis strategi branding yang relevan dan aplikatif bagi lembaga pendidikan Islam di era modern. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, dan artikel akademik yang berkaitan dengan pendidikan Islam dan branding pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi konsep pendidikan Islam dengan strategi branding yang berlandaskan nilai-nilai Islam mampu meningkatkan citra lembaga, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta meningkatkan daya saing lembaga pendidikan Islam secara berkelanjutan.
SUPERVISI BERBASIS KOLABORATIF SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN Hariadi Hariadi; Ali Akbar; Supriandi Supriandi; Herman Herman; Rawati Rawati
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.8750

Abstract

ABSTRACT This study discusses collaborative supervision as a means of improving educational quality at SMP Negeri 27 Makassar. The author formulates a sub-problem concerning how collaborative supervision is implemented at SMP Negeri 27 Makassar. This research employs a qualitative design with a phenomenological approach to gain a comprehensive understanding of the situation from the perspectives of the subjects involved in supervision activities, namely the principal, teachers, and school supervisors. Data were collected through documentation, interviews, and observations. The data analysis techniques included data reduction, comparative analysis, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the principal plays a role as a facilitator in organizing supervision and in providing observation instruments collaboratively with teachers and school supervisors. School supervisors also participate by providing guidance and support related to the supervision program, which helps strengthen relationships between teachers and school leadership. Supervision results are then used to formulate improvement strategies. The improvement steps identified include enhancing teachers’ competencies in digital literacy for instructional presentation, developing teachers’ competencies in their respective fields of expertise, and fostering collaboration within subject-area groups for the development of teaching materials. ABSTRAK Penelitian ini membahas supervisi kolaboratif sebagai sarana peningkatan mutu pendidikan di SMP Negeri 27 Makassar. Penulis kemudian membagi ke dalam submasalah, yaitu bagaimana supervisi kolaboratif di implementasikan di SMP Negeri 27 Makassar. Jenis penelitian ini merupakan kualitatif dengan pendekatan fenomenalogi untuk memahami keadaan secara menyeluruh dari sudut pandang subjek yang terlibat dalam kegiatan supervisi, yaitu kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah. Metode pengumpulan data lainnya yang digunakan adalah dokumentasi, wawancara, dan observasi. Teknik analisis data, penggalian data, teknik analisis komparatif, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala sekolah berperan sebagai fasilitator dalam mengorganisir supervisi, menyediakan alat observasi bersama guru, dan pengawas sekolah. Pengawas sekolah turut serta memberikan bimbingan dan dukungan terkait program supervisi akan membantu memperkuat hubungan antara guru dan pimpinan. Hasil supervisi dan merumuskan langkah-langkah perbaikan. Adapun langkah perbaikan yang dihasilkan ialah pengembangan kompetensi guru dalam penguasaan digitalisasi dalam penyajian materi pengajaran, pengembangan kompetensi guru di masing-masing bidang keahlian, membangun kerjasama dalam rumpun keilmuan dalam pembuatan bahan ajar.
IMPLEMENTASI DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI SD Sutinah Sutinah; Suyanto Suyanto; A Faizin
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.8845

Abstract

This study aims to describe the implementation of work discipline and its impact on teachers’ performance at SDN Kalirejo Bangil. The background of this research is based on the importance of work discipline as a determining factor in improving teacher performance, which directly influences the quality of education. The focus of this study includes the forms of work discipline implementation, supporting and inhibiting factors, as well as its influence on teachers’ performance in carrying out their professional duties and responsibilities. This research employs a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving the principal and teachers. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the implementation of work discipline at SDN Kalirejo Bangil has been fairly well-executed, as reflected in punctuality, adherence to regulations, and responsibility in task performance. Supporting factors include the principal’s firm leadership, teachers’ internal motivation, and a conducive work environment, while inhibiting factors consist of limited facilities and high administrative workload. The study concludes that good work discipline positively influences the improvement of teachers’ performance, particularly in time discipline, teaching quality, and professional responsibility. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi disiplin kerja terhadap kinerja guru di SDN Kalirejo Bangil. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena rendahnya kedisiplinan sebagian guru yang berdampak pada efektivitas proses pembelajaran dan pencapaian hasil kerja yang optimal. Fokus penelitian diarahkan pada bentuk penerapan disiplin kerja, faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kedisiplinan, serta pengaruhnya terhadap kinerja guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi disiplin kerja di SDN Kalirejo Bangil dilakukan melalui pengawasan kehadiran, ketepatan waktu, tanggung jawab terhadap tugas, serta kepatuhan terhadap tata tertib sekolah. Faktor pendukung meliputi kepemimpinan kepala sekolah yang tegas dan teladan, serta budaya kerja yang kondusif, sedangkan faktor penghambat berasal dari motivasi individu yang fluktuatif dan pengawasan yang belum konsisten. Secara keseluruhan, penerapan disiplin kerja yang baik berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja guru, ditandai dengan meningkatnya tanggung jawab, produktivitas, dan kualitas pembelajaran. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa disiplin kerja merupakan elemen penting dalam membangun profesionalisme dan kinerja guru secara berkelanjutan di lingkungan sekolah dasar.
PERAN LINGKUNGAN DALAM PEMBENTUKAN PENDIDIKAN ANAK: PERSPEKTIF PEMIKIRAN IBNU KHALDUN Nurul Asma Khoiriyah; Mutohharun Jinan
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.8934

Abstract

Education in the modern era serves not only as a means of transferring knowledge but also as a primary tool in building individual character and advancing society. Ibn Khaldun's thinking emphasizes that education is strongly influenced by the family, school, and community environments, which shape children's mindsets, behaviors, and moral values. A religious and communicative family environment, a school that encourages intellectual development, and a society that upholds the values ??of justice, equality, and cooperation are important factors in creating a holistic education. This article examines Ibn Khaldun's educational thinking, which emphasizes the balance between naqli (the natural) and aqli (the rational) knowledge, as well as the importance of instilling adab (good manners) in the educational process. This research demonstrates that good education must pay attention to the interaction between individuals and their social environment and focus on building strong character. In the context of globalization and technological advancement, the influence of social media and the social environment is a determining factor in children's character development. The conclusion of this study is that children's education must involve synergy between families, schools, and communities to shape a generation that is intellectually intelligent, has noble character, and cares about social life. ABSTRAK Pendidikan di era modern tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai alat utama dalam membangun karakter individu dan kemajuan masyarakat. Pemikiran Ibnu Khaldun menekankan bahwa pendidikan sangat dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, yang membentuk pola pikir, perilaku, serta nilai-nilai moral anak. Lingkungan keluarga yang religius dan komunikatif, sekolah yang mendorong perkembangan intelektual, serta masyarakat yang menjunjung tinggi nilai keadilan, kesetaraan, dan kerja sama, merupakan faktor penting dalam menciptakan pendidikan yang holistik. Artikel ini mengkaji pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun, yang menekankan keseimbangan antara ilmu naqli dan aqli, serta pentingnya penanaman adab dalam proses pendidikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan yang baik harus memperhatikan interaksi antara individu dan lingkungan sosialnya, serta berfokus pada pembentukan karakter yang kuat. Dalam konteks globalisasi dan kemajuan teknologi, pengaruh media sosial dan lingkungan sosial menjadi faktor penentu dalam perkembangan karakter anak. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa pendidikan anak harus melibatkan sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk membentuk generasi yang cerdas secara intelektual, berakhlak mulia, dan peduli terhadap kehidupan sosial.  
PENGARUH PERSEPSI SISWA TERHADAP TES KOMPETENSI AKADEMIK (TKA) DAN CAPAIAN MUTU PENDIDIKAN DI SMAIT BUNYAN INDONESIA Rendi Faturohman; Angwar Sadat; Masyadi Masyadi
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9019

Abstract

This study aims to analyze the influence of students' perceptions of the Academic Competency Test (TKA) on the achievement of national education quality at SMAIT Bunyan Indonesia. The research background stems from the importance of student perceptions in determining the effectiveness of educational assessments as instruments for quality improvement. The study employed a quantitative correlational approach involving 30 students as respondents. Data were collected through Likert scale questionnaires measuring students' perceptions of TKA and national education quality achievement. Data analysis used descriptive statistics, Shapiro-Wilk normality test, Pearson correlation, and simple linear regression. The results showed a positive and significant relationship between students' perceptions of TKA and national education quality achievement (r = 0.56; p < 0.01). Regression analysis indicated that students' perceptions of TKA had a positive and significant effect on national education quality achievement (p < 0.01) with a coefficient of determination R² = 0.31, meaning that 31% of the variation in education quality achievement can be explained by students' perceptions of TKA. These findings confirm that assessment functions not only as an academic measurement tool but also as a strategic instrument in building a quality culture in integrated Islamic schools. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi siswa terhadap Tes Kompetensi Akademik (TKA) terhadap capaian mutu pendidikan nasional di SMAIT Bunyan Indonesia. Latar belakang penelitian berangkat dari pentingnya persepsi siswa dalam menentukan efektivitas asesmen pendidikan sebagai instrumen peningkatan mutu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 30 siswa sebagai responden. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert yang mengukur persepsi siswa terhadap TKA dan capaian mutu pendidikan nasional. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, korelasi Pearson, dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa terhadap TKA dengan capaian mutu pendidikan nasional (r = 0,56; p < 0,01). Analisis regresi menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap TKA berpengaruh positif dan signifikan terhadap capaian mutu pendidikan nasional (p < 0,01) dengan koefisien determinasi R² = 0,31, yang berarti 31% variasi capaian mutu pendidikan dapat dijelaskan oleh persepsi siswa terhadap TKA. Temuan ini menegaskan bahwa asesmen tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur akademik, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam membangun budaya mutu di sekolah Islam terpadu.
ANALISIS PENERAPAN SERTA IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENDIDIKAN DI MI NU BASYIRUL ANAM KUDUS Muhammad Uchaida Sabilil Matin
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9072

Abstract

Educational management plays a fundamental role in shaping the quality, direction, and sustainability of educational institutions, particularly Islamic elementary schools. In faith-based madrasahs, management practices are not solely oriented toward administrative efficiency but also toward the integration of Islamic values and contextual institutional needs. This study aims to examine the application and implementation of educational management at MI NU Basyirul Anam Kudus by focusing on actual managerial practices within the madrasah. A qualitative research approach was employed, with data collected through in-depth interviews with the head of the madrasah and supported by relevant literature review. Data analysis was conducted through systematic processes of data reduction, organization, and contextual interpretation. The findings reveal that educational management at MI NU Basyirul Anam Kudus has been implemented in an integrated and adaptive manner despite limitations in facilities and financial resources. The madrasah relies on strong human resource commitment, participatory leadership, and the internalization of Islamic values to support learning quality and institutional development. This study concludes that contextual and humanistic educational management serves as a crucial foundation for achieving sustainable improvement in Islamic elementary education institutions. ABSTRAKManajemen pendidikan merupakan unsur kunci dalam menentukan arah, mutu, dan keberlanjutan penyelenggaraan pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah. Dalam konteks madrasah swasta berbasis keagamaan, pengelolaan lembaga tidak hanya dituntut efektif secara administratif, tetapi juga responsif terhadap nilai-nilai keislaman dan kondisi nyata madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam penerapan serta implementasi manajemen pendidikan di MI NU Basyirul Anam Kudus dengan menitikberatkan pada praktik lapangan yang dijalankan oleh pengelola madrasah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara langsung dengan kepala madrasah serta telaah literatur pendukung. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, pengorganisasian, dan penafsiran data secara kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MI NU Basyirul Anam Kudus telah mengimplementasikan fungsi-fungsi manajemen pendidikan secara terpadu, meskipun masih dihadapkan pada keterbatasan sarana dan pendanaan. Praktik manajemen dijalankan secara adaptif dengan mengandalkan komitmen sumber daya manusia, kepemimpinan partisipatif, serta penguatan nilai-nilai keislaman dalam kegiatan pembelajaran dan kelembagaan. Penelitian ini menegaskan bahwa manajemen pendidikan yang kontekstual dan humanis mampu menjadi fondasi penting dalam mendukung peningkatan mutu dan keberlanjutan madrasah.