cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal MANAJERIAL (Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Editor in Chief Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (universitas Pendidikan Mandalika) Journal Editor Dr. Haromain, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Ismail , M.Pd (Universitas Syiah Kuala) Section Editor Dr. Adisel, M.Pd (UIN Bengkulu) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Zainal Abidin, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Dr. Ahmad Gaudi, M.Pd (STKIP Lubuk Linggau) Lalu Hamdian Afandi, M.Pd ( Universitas Mataram) Nada Nazopah, M.Pd (STIT Al Aziziyah) Copy Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Education Management and Supervision
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 374 Documents
MODEL KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH BERBASIS NILAI ORGANISASI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KINERJA PENDIDIK SERTA MUTU PENDIDIKAN Mukhtar Khuluk
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9565

Abstract

Improving educational quality requires school leadership that is not only managerially effective but also grounded in organizational values as the foundation of school work culture. However, studies examining the construction of a value-based leadership model and its implications for teacher performance and educational quality remain limited, particularly in faith-based secondary schools. This study aims to analyze and formulate a principal leadership model based on organizational values and its implications for teacher performance and educational quality at SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik. The research employed a qualitative approach using a case study design. The research subjects included the principal, vice principals, teachers, and educational staff selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, observation, and document analysis, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, with triangulation techniques employed to ensure validity. The findings indicate that the values of religiosity, togetherness, responsibility, and professionalism serve as the foundation of the principal’s leadership practices in decision-making, teacher development, and the strengthening of school work culture. The internalization of these values fosters more disciplined, collaborative, and professional teacher performance, which in turn contributes to the improvement of instructional quality and the academic climate of the school. This study proposes a value-based leadership model that positions organizational values as the foundation, teacher performance as the strategic process, and educational quality as the systemic outcome. ABSTRAK Peningkatan mutu pendidikan menuntut kepemimpinan kepala sekolah yang tidak hanya efektif secara manajerial, tetapi juga berakar pada nilai organisasi sebagai fondasi budaya kerja sekolah. Namun, kajian mengenai konstruksi model kepemimpinan berbasis nilai organisasi dan implikasinya terhadap kinerja pendidik serta mutu pendidikan masih relatif terbatas, khususnya pada sekolah menengah berbasis organisasi keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan model kepemimpinan kepala sekolah berbasis nilai organisasi serta implikasinya terhadap kinerja pendidik dan mutu pendidikan di SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, pendidik, dan tenaga kependidikan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjaga keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai religiusitas, kebersamaan, tanggung jawab, dan profesionalisme menjadi fondasi praktik kepemimpinan kepala sekolah dalam pengambilan keputusan, pembinaan pendidik, dan penguatan budaya kerja. Internaliasi nilai tersebut membentuk kinerja pendidik yang lebih disiplin, kolaboratif, dan profesional, yang selanjutnya berimplikasi pada peningkatan mutu proses pembelajaran dan iklim akademik sekolah. Penelitian ini menghasilkan model kepemimpinan berbasis nilai organisasi yang menempatkan nilai sebagai fondasi, kinerja pendidik sebagai proses strategis, dan mutu pendidikan sebagai luaran sistemik.
STRATEGI MANAJEMEN KURIKULUM VOKASI DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI DAN DAYA SAING LULUSAN Mufidah Amalia
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9569

Abstract

The development of vocational curriculum at the senior high school (SMA) level represents a strategic response to the increasing demand for graduate competence and competitiveness aligned with the needs of business and industry (DUDI). The vocational program at SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik was initiated based on community aspirations and local industry demands, while also accommodating students’ interests and talents. This study aims to analyze the curriculum management strategies implemented to enhance students’ competencies and graduate competitiveness. The research employed a qualitative approach with a case study design, involving the principal, vocational teachers, students, parents, community members, and industry partners as informants. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that curriculum management strategies were carried out through industry-based planning, gradual development of vocational expertise programs in response to labor market dynamics, strengthened partnerships with business and industry sectors, and continuous quality-based evaluation. These strategies contributed to the enhancement of students’ technical competencies and soft skills, as well as improving graduates’ work readiness and entrepreneurial capacity. The study concludes that adaptive, participatory, and industry-oriented vocational curriculum management is a key factor in improving the relevance and competitiveness of graduates in vocational-based senior high schools. ABSTRAK Pengembangan kurikulum vokasi di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan respons terhadap tuntutan peningkatan kompetensi dan daya saing lulusan yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Program vokasi di SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik lahir dari aspirasi masyarakat dan kebutuhan industri lokal serta sebagai upaya mewadahi minat dan bakat siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi manajemen kurikulum vokasi dalam meningkatkan kompetensi dan daya saing lulusan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan kepala sekolah, guru vokasi, siswa, wali murid, masyarakat sekitar, dan mitra industri sebagai informan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen dilakukan melalui perencanaan berbasis kebutuhan industri, pengembangan program keahlian secara bertahap sesuai dinamika pasar kerja, penguatan kemitraan dengan DUDI, serta evaluasi berkelanjutan berbasis mutu. Strategi tersebut berkontribusi pada penguatan kompetensi teknis dan soft skills siswa serta meningkatkan kesiapan kerja dan kewirausahaan lulusan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen kurikulum vokasi yang adaptif, partisipatif, dan berbasis kebutuhan industri menjadi faktor kunci dalam meningkatkan relevansi dan daya saing lulusan SMA berbasis vokasi.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: ANALISIS PROBLEMATIKA PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA DI INDONESIA Idafia Tabuni; Agustina Asso; I Gusti Ayu Ngurah Kade Sukiastini; Matilda Serfi Desta; Yuliana Eva; Lilian Anggriani Tebiari
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9659

Abstract

Curriculum changes in Indonesia represent an adaptive response to the dynamics of the times, societal needs, and global developments in education. The Merdeka Curriculum, launched in the 2022/2023 academic year by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology (Kemendikbudristek), offers freedom and flexibility for schools to determine learning materials that are relevant to students’ characteristics and needs. This approach aims to enable students to develop according to their potential through critical, high-quality, and adaptive learning. However, the implementation of the Merdeka Curriculum faces various challenges, such as the readiness of schools and teachers, limitations in digital infrastructure, and students’ mental readiness for independent learning. This study employs a qualitative Systematic Literature Review approach using the PRISMA method to analyze the problems encountered in implementing the Merdeka Curriculum. The analysis of 15 articles indicates that the main obstacles include teachers’ limited understanding of the curriculum, inadequate digital facilities, time management issues, students’ mental readiness, and insufficient curriculum socialization for parents. These findings emphasize the importance of adequate training, the improvement of digital infrastructure, and collaboration among various stakeholders to address these challenges and achieve the primary goal of improving educational quality and developing students’ potential. This study provides important insights for future educational policy development and highlights the need for collaborative efforts to ensure the effective implementation of the Merdeka Curriculum, thereby delivering optimal benefits for learners in Indonesia. ABSTRAK Perubahan kurikulum di Indonesia merupakan respons adaptif terhadap dinamika zaman, kebutuhan masyarakat, dan perkembangan pendidikan global. Kurikulum Merdeka, diluncurkan pada tahun ajaran 2022/2023 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), menawarkan kebebasan dan fleksibilitas bagi sekolah dalam menentukan materi pembelajaran yang relevan dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. Pendekatan ini bertujuan agar siswa dapat berkembang sesuai potensi mereka melalui pembelajaran kritis, berkualitas, dan adaptif. Namun, implementasi Kurikulum Merdeka menghadapi berbagai tantangan seperti kesiapan sekolah dan guru, keterbatasan sarana digital, dan kesiapan mental siswa untuk belajar mandiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif Systematic Literature Review dengan metode PRISMA untuk menganalisis problematika dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Hasil analisis terhadap 15 artikel menunjukkan hambatan utama adalah kurangnya pemahaman guru terhadap kurikulum, keterbatasan sarana digital, pengelolaan waktu, kesiapan mental siswa, dan kurangnya sosialisasi kurikulum kepada orang tua. Temuan ini menekankan pentingnya pelatihan yang memadai, peningkatan sarana digital, dan kolaborasi antara berbagai pihak untuk mengatasi kendala tersebut dan mencapai tujuan utama peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan potensi siswa. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan kebijakan pendidikan di masa mendatang dan menekankan perlunya upaya kolaboratif untuk memastikan implementasi Kurikulum Merdeka berjalan efektif, memberikan manfaat optimal bagi peserta didik di Indonesia.  
ETNOPEDAGOGI BAKAR BATU: MENGINTEGRASIKAN PENDIDIKAN DAN BUDAYA LOKAL DI WAMENA Dessyana Y.S. Marian; Habel Yofoby; I Gusti Ayu Ngurah Kade Sukiastini; Marthen Medlama; Herlince Beri Ledang; Yopi Meage
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9662

Abstract

The Bakar Batu tradition in Wamena, Highland Papua, is a cultural heritage rich in social, cultural, and philosophical values. Beyond serving as a ritual for cooking food, this tradition teaches values of togetherness, mutual cooperation, and harmony with nature. The purpose of this study is to examine the potential of the Bakar Batu tradition in Wamena, Highland Papua, as an ethnopedagogical learning medium, and to understand how this tradition can be integrated into the formal education system in order to strengthen cultural identity and enhance the relevance of education for the younger generation. This research is a descriptive qualitative study. The location of the study is Wamena, Jayawijaya Regency, Highland Papua Province. The technique used to select research subjects was purposive sampling, with triangulation methods employed to enhance the validity and reliability of the data. Data collection techniques included interviews, observations, and documentation. The results of the study indicate that the Bakar Batu tradition contains social and cultural values that can be adapted into education, such as togetherness, mutual cooperation, and environmental balance. In addition, this tradition can serve as a learning medium to explain academic concepts, such as principles of physics and social collaboration. This study provides a foundation for integrating the Bakar Batu tradition into formal education, strengthening local cultural identity while enhancing the relevance of learning for students, and contributing to cultural preservation amid modernization. However, the limitation of a literature-based approach restricts the collection of direct empirical data; therefore, the validity and generalizability of its application in other contexts require further research. ABSTRAK Tradisi Bakar Batu di Wamena, Papua Pegunungan, merupakan salah satu warisan budaya yang kaya akan nilai sosial, budaya, dan filosofis. Selain sebagai ritual memasak makanan, tradisi ini mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan keseimbangan dengan alam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji potensi tradisi Bakar Batu di Wamena, Papua Pegunungan, sebagai media pembelajaran berbasis etnopedagogi, serta untuk memahami bagaimana tradisi ini dapat diintegrasikan dalam sistem pendidikan formal guna memperkuat identitas budaya dan meningkatkan relevansi pendidikan bagi generasi muda. Penelitian ini Penelitian ini merupakan penelitian kulitatif deskriptif. Lokasi dalam penelitian ini adalah Wamena Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Adapun teknik untuk memilih subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling dengan Metode triangulasi yang digunakan untuk meningkatkan validitas dan keandalan data. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Bakar Batu mengandung nilai-nilai sosial dan budaya yang dapat diadaptasi dalam pendidikan, seperti kebersamaan, gotong royong, dan keseimbangan alam. Selain itu, tradisi ini dapat dijadikan sarana pembelajaran untuk menjelaskan konsep-konsep akademis, seperti prinsip fisika dan kerja sama sosial. Penelitian ini memberikan dasar untuk mengintegrasikan tradisi Bakar Batu ke dalam pendidikan formal, memperkuat identitas budaya lokal sekaligus meningkatkan relevansi pembelajaran bagi siswa, serta berkontribusi pada pelestarian budaya di tengah modernisasi. Namun, keterbatasan pada pendekatan studi kepustakaan membatasi pengumpulan data empiris langsung, sehingga validitas dan generalisasi penerapan dalam konteks lain memerlukan penelitian lebih lanjut.  
IMPLEMENTASI KERJA SAMA MAHASISWA MAGANG DALAM MEMBANTU TUGAS ADMINISTRATIF DAN INVENTARISASI PERPUSTAKAAN SMP Anita Anatasya; Eni Egayanti; Nur Asisah; Cesianti Cesianti; Rhizma Destriani; Nurzaima Nurzaima
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9734

Abstract

The quality of administrative and library services determines the success of education, but staff limitations are often a major obstacle in the digitalization process. This study focuses on analyzing the implementation of student intern collaboration in assisting with administrative tasks and library inventory at SMP Negeri 1 Kendari. Using a qualitative descriptive method, the internship lasted four full months from September 2025 to February 2026. The research stages included preparation, orientation, technical staff assistance, and evaluation of the school's daily operational activities. The research findings indicate that the presence of students significantly accelerated the digitization of book collections through a barcode system and digital application input, as well as optimizing the work rhythm of correspondence and personnel administration. In addition, students contributed to special school services such as guest management and the distribution of the Free Nutritious Meal program, which became significantly more organized. The results of this implementation demonstrated a significant increase in work efficiency, data accuracy, and orderly filing of school documents. The main conclusion confirms that the collaboration between student interns and the school creates a strategic synergy that not only strengthens the operational capacity of the educational institution but also provides contextual professional experience for students. This program is very effective in transforming manual work systems into more structured ones in order to realize superior and sustainable quality of education services for the entire community through direct implementation of academic policies and strengthening library management. ABSTRAK Kualitas layanan administrasi dan perpustakaan menentukan keberhasilan pendidikan, namun keterbatasan staf sering menjadi kendala utama dalam proses digitalisasi sistem. Penelitian ini berfokus pada analisis implementasi kerja sama mahasiswa magang dalam membantu tugas administratif dan inventarisasi perpustakaan di SMP Negeri 1 Kendari. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, pelaksanaan magang berlangsung selama empat bulan penuh sejak September 2025 hingga Februari 2026. Tahapan penelitian meliputi persiapan, orientasi, pendampingan staf secara teknis, hingga evaluasi kegiatan operasional harian sekolah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kehadiran mahasiswa mempercepat digitalisasi koleksi buku melalui sistem barcode dan input aplikasi digital secara signifikan, serta mengoptimalkan ritme kerja administrasi persuratan dan kepegawaian. Selain itu, mahasiswa berkontribusi dalam layanan khusus sekolah seperti pengelolaan tamu serta distribusi program Makanan Bergizi Gratis yang menjadi jauh lebih terorganisir. Hasil pelaksanaan ini membuktikan adanya peningkatan efisiensi kerja, akurasi data, dan ketertiban pengarsipan dokumen sekolah secara nyata. Simpulan utama menegaskan bahwa kolaborasi mahasiswa magang dan sekolah menciptakan sinergi strategis yang tidak hanya memperkuat kapasitas operasional lembaga pendidikan tetapi juga memberikan pengalaman profesional kontekstual bagi mahasiswa. Program ini sangat efektif mentransformasi sistem kerja manual menjadi lebih terstruktur guna mewujudkan mutu layanan pendidikan yang unggul dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat melalui implementasi langsung kebijakan akademis serta penguatan manajemen perpustakaan.  
MANAJEMEN EKSTRAKURIKULER TEATER DALAM PENGUATAN KARAKTER SISWA SMP Dyah Putri Ekowati; Ahmad Thohirin; Suyitno Suyitno
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9735

Abstract

This research is motivated by the importance of extracurricular activities as a vehicle for developing non-academic potential and building student character. One activity that significantly contributes to character development is the theater extracurricular activity. This study aims to describe the management of theater extracurricular activities in developing student character at SMP Negeri 2 Wonorejo. The study used a qualitative approach with a case study approach. Data sources included the principal, vice principal for student affairs, theater extracurricular instructor, and students participating in theater activities. Data collection techniques were conducted through observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. While data validity was obtained through triangulation of sources and techniques. The results show that the management of theater extracurricular activities at SMP Negeri 2 Wonorejo includes structured program planning, activity implementation oriented towards creative and collaborative processes, and evaluation that emphasizes the development of student attitudes and skills. Theater activities contribute to the development of students' character traits of discipline, responsibility, cooperation, self-confidence, and creativity. Thus, extracurricular theater serves not only as a means of developing artistic talent but also as a medium for character education in schools. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kegiatan ekstrakurikuler sebagai wahana pengembangan potensi nonakademik dan pembentukan karakter peserta didik. Salah satu kegiatan yang memiliki kontribusi signifikan dalam pengembangan karakter adalah ekstrakurikuler teater. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler teater dalam pengembangan karakter siswa di SMP Negeri 2 Wonorejo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, pembina ekstrakurikuler teater, dan siswa yang mengikuti kegiatan teater. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan ekstrakurikuler teater di SMP Negeri 2 Wonorejo meliputi perencanaan program yang terstruktur, pelaksanaan kegiatan yang berorientasi pada proses kreatif dan kolaboratif, serta evaluasi yang menekankan pada perkembangan sikap dan keterampilan siswa. Kegiatan teater berkontribusi dalam pengembangan karakter disiplin, tanggung jawab, kerja sama, percaya diri, dan kreativitas siswa. Dengan demikian, ekstrakurikuler teater tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengembangan bakat seni, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter di sekolah.  
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI GURU TERHADAP KINERJA GURU TAMAN KANAK-KANAK Kamsidik Kamsidik; Priehadi Dhasa Eka; Hendy Surahman
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9769

Abstract

The Teacher performance is an important factor in determining the quality of the learning process in early childhood education institutions. However, teacher performance is not only influenced by individual competence but also by organizational and psychological factors such as principal leadership and teachers’ work motivation. This study aims to analyze the influence of principal leadership and work motivation on teacher performance at TK Islam Al-Kamal, Pamulang, Tangerang Selatan. This research employed a quantitative approach using a survey method. The population consisted of all parents and guardians of students at TK Islam Al-Kamal, totaling 172 respondents. A sample of 120 respondents was determined using the Slovin formula and selected through proportional random sampling. Data were collected using a questionnaire with a Likert scale. The data were analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS software. The results show that principal leadership has a positive and significant effect on teacher performance. Work motivation also has a positive and significant effect on teacher performance. Simultaneously, principal leadership and work motivation significantly influence teacher performance with a contribution of 64.2%. These findings indicate that improving teacher performance can be achieved through strengthening principal leadership and enhancing teachers’ work motivation within the school environment. This study is expected to contribute to the development of educational management, particularly in improving teacher performance in early childhood education institutions. ABSTRAK Kinerja guru merupakan faktor penting dalam menentukan kualitas proses pembelajaran pada lembaga pendidikan anak usia dini. Namun, kinerja guru tidak hanya dipengaruhi oleh kompetensi individu, tetapi juga oleh faktor organisasi dan psikologis seperti kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap kinerja guru pada TK Islam Al-Kamal, Pamulang, Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh orang tua dan wali murid TK Islam Al-Kamal sebanyak 172 responden. Sampel penelitian berjumlah 120 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Motivasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Secara simultan, kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja guru dengan kontribusi sebesar 64,2%. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja guru dapat dilakukan melalui penguatan kepemimpinan kepala sekolah serta peningkatan motivasi kerja guru dalam lingkungan sekolah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan manajemen pendidikan, khususnya dalam upaya meningkatkan kinerja guru pada lembaga pendidikan anak usia dini.
PENGARUH TEKNIK REEDUKASI TERHADAP STRES AKADEMIK PADA SISWA KELAS VIII Dinda Tri Ayuni; Farida Herna Astuti; Sarilah Sarilah
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.9788

Abstract

ABSTRACT Academic stress is one of the psychological problems frequently experienced by students at the junior high school level due to learning demands, pressure to achieve high grades, and expectations from both the school environment and family. If not properly addressed, this condition may lead to decreased learning motivation and students’ psychological well-being. This study aims to analyze the effect of the reeducation technique on the level of academic stress among eighth-grade students at SMPN 1 Sumbawa Besar in the 2024/2025 academic year. The study employed a quantitative approach using a pre-experimental design with a One Group Pretest–Posttest Design. The research subjects consisted of eight students selected through purposive sampling from a total population of 63 students based on the results of the initial academic stress assessment. The treatment was provided through group counseling services using the reeducation technique conducted in three sessions. Data were collected using an academic stress questionnaire based on a Likert scale, while data analysis was carried out using a t-test to compare scores before and after the treatment. The results of the analysis showed that the calculated t value was 7.84, which was higher than the t table value of 2.365 at a 5% significance level with 7 degrees of freedom. These findings indicate that the application of the reeducation technique has a significant effect in reducing students’ academic stress. Therefore, the reeducation technique can be considered an alternative intervention strategy in group counseling services to help students manage academic pressure more adaptively. ABSTRAK Stres akademik merupakan salah satu permasalahan psikologis yang sering dialami siswa pada jenjang sekolah menengah pertama akibat tuntutan belajar, tekanan nilai, serta ekspektasi dari lingkungan sekolah maupun keluarga. Kondisi tersebut apabila tidak ditangani secara tepat dapat berdampak pada menurunnya motivasi belajar dan kesejahteraan psikologis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan teknik reedukasi terhadap tingkat stres akademik siswa kelas VIII di SMPN 1 Sumbawa Besar Tahun Pelajaran 2024/2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen berupa One Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 8 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling dari total populasi 63 siswa berdasarkan hasil pengukuran awal tingkat stres akademik. Perlakuan diberikan melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik reedukasi yang dilaksanakan dalam tiga sesi pertemuan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket stres akademik berbasis skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan uji t untuk membandingkan skor sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis menunjukkan nilai t hitung sebesar 7,84 lebih besar dibandingkan nilai t tabel sebesar 2,365 pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan 7. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan teknik reedukasi memberikan pengaruh yang signifikan dalam menurunkan tingkat stres akademik siswa. Dengan demikian, teknik reedukasi dapat dipertimbangkan sebagai salah satu strategi intervensi dalam layanan bimbingan kelompok untuk membantu siswa mengelola tekanan akademik secara lebih adaptif.
REPOSISI EVALUASI FORMATIF DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS BUKTI Muhamad Nurul Huda; Koko Adya Winata; Ahmad Muzaki; Cepi Hadikusuma
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9958

Abstract

The development of modern education demands adaptive and evidence-based curricula, positioning evaluation not only as a means of measuring outcomes but as a mechanism for continuous improvement. In practice, curriculum evaluation remains largely summative and administratively oriented, limiting its contribution to reflective curriculum development. This study aims to reposition formative evaluation as a strategic approach within evidence-based curriculum development. A qualitative library research design was employed through systematic searches of relevant academic literature, followed by thematic content analysis and comparative synthesis of evaluation models, including CIPP and responsive evaluation. The findings reveal that formative evaluation consists of three key dimensions: process improvement, diagnostic function, and operational feedback, enabling early identification of implementation weaknesses. Formative evaluation also serves as an internal quality control system integrated into curriculum planning and implementation. The study concludes that integrating formative evaluation systematically is essential to ensure curriculum relevance, effectiveness, and sustainable educational quality improvement. ABSTRAK Perkembangan pendidikan modern menuntut kurikulum yang adaptif dan berbasis bukti, sehingga evaluasi tidak hanya diposisikan sebagai sarana pengukuran hasil, tetapi juga sebagai mekanisme perbaikan berkelanjutan. Dalam praktiknya, evaluasi kurikulum masih didominasi pendekatan sumatif dan berorientasi administratif, sehingga kontribusinya terhadap pengembangan kurikulum yang reflektif menjadi terbatas. Penelitian ini bertujuan mereposisi evaluasi formatif sebagai pendekatan strategis dalam pengembangan kurikulum berbasis bukti. Penelitian menggunakan desain studi kepustakaan kualitatif melalui penelusuran sistematis literatur akademik yang relevan, dilanjutkan dengan analisis isi tematik dan sintesis komparatif terhadap model evaluasi, termasuk model CIPP dan evaluasi responsif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi formatif memiliki tiga dimensi utama, yaitu perbaikan proses, fungsi diagnostik, dan umpan balik operasional yang memungkinkan identifikasi dini terhadap kelemahan implementasi. Evaluasi formatif juga berfungsi sebagai sistem pengendalian mutu internal yang terintegrasi dalam perencanaan dan pelaksanaan kurikulum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi evaluasi formatif secara sistematis sangat penting untuk menjamin relevansi, efektivitas, dan peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan.
PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA DALAM KASUS KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK DI LEMBAGA PENDIDIKAN KEAGAMAAN Saidatul Aulia; Eko Handoyo
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i3.12399

Abstract

The rise in cases of sexual violence within religious educational institutions, which undermine students' sense of security, underscores this research. These operational issues trigger prolonged psychological trauma, the deprivation of dignity, profound fear, and obstacles to children's sustainable growth and development. The primary focus of this scientific study is to analyze forms of human rights violations and formulate a draft strategy for strengthening child protection systems in religious educational institutions. This qualitative research, conducted using a literature review, was conducted through a review of 19 draft scientific articles published between 2020 and 2025. Data collection and processing procedures were executed using structured content analysis techniques. Theoretically, the research findings reveal that sexual violence against children is a form of human rights violation that deprives victims of their right to education, a sense of security, and the physical and mental safety of their children. This violence is triggered by unequal power relations among leaders, a widespread culture of silence, and a weak internal institutional oversight system. The main conclusion emphasizes that strengthening child protection requires the implementation of effective legal regulations, the drafting of operational standards for institutional prevention, increasing safety literacy, and the provision of integrated trauma support and recovery services to create a friendly, inclusive, and conducive learning environment for all students. ABSTRAK Maraknya kasus kekerasan seksual di lingkungan institusi pendidikan keagamaan yang merenggut rasa aman peserta didik melatarbelakangi kegiatan penelitian ini. Masalah operasional tersebut memicu timbulnya trauma psikologis berkepanjangan, perampasan harkat martabat, ketakutan mendalam, serta hambatan terhadap proses tumbuh kembang anak secara berkelanjutan. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah menganalisis bentuk pelanggaran hak asasi manusia serta merumuskan draf strategi penguatan sistem perlindungan anak pada lembaga pendidikan keagamaan. Langkah-langkah penelitian kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (literature review) ini dioperasikan melalui penelusuran 19 draf artikel ilmiah terbitan tahun 2020 hingga 2025. Prosedur pengumpulan dan pengolahan data dieksekusi memakai teknik analisis isi (content analysis) secara terstruktur. Temuan riset secara teoretis menyingkap bahwa kekerasan seksual terhadap anak merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang merampas hak atas pendidikan, rasa aman, dan keselamatan fisik maupun mental korban. Terjadinya kekerasan tersebut dipicu oleh ketimpangan relasi kuasa pimpinan, maraknya budaya diam (silence culture), serta lemahnya sistem pengawasan internal institusi. Simpulan utama menegaskan bahwa penguatan perlindungan anak membutuhkan implementasi regulasi hukum yang efektif, pembuatan draf standar operasional pencegahan kelembagaan, peningkatan literasi keselamatan, serta penyediaan layanan pendampingan dan pemulihan trauma secara terpadu demi mewujudkan lingkungan belajar yang ramah, inklusif, dan kondusif bagi seluruh peserta didik.