cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.p4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnal.p4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Core Subject : Education, Social,
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Community Service
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 32 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2026)" : 32 Documents clear
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BAGI GURU TAMAN KANAK-KANAK Maran, Margiana Dewi Maria Madonna; Leu, Yoakim Yolanda Mario
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.10234

Abstract

The pedagogical competence of kindergarten teachers is crucial in forming the foundation of child development, yet educators in East Nusa Tenggara still face challenges in developing systematic learning tools. The focus of this activity was to provide intensive mentoring for 15 teachers to improve their skills in developing creative and innovative Lesson Implementation Plans (RPP) in accordance with the Independent Curriculum. The activity was conducted online through interactive lectures, Q&A sessions, demonstrations of the development process, simulations, and independent work practice, culminating in an in-depth evaluation. The results of the activity demonstrated a significant increase in teachers' professional capacity as reflective learning designers. Based on technical evaluation data, 95% of participants understood and were able to implement the RPP development very well, while the remaining 5% required additional guidance related to the integration of learning outcomes with child development assessment instruments. These findings demonstrate that the play-while-learning strategy incorporated into the learning design is highly effective in optimizing students' cognitive, physical-motor, and social-emotional aspects. The main conclusion emphasized that ongoing mentoring through non-formal workshops is a strategic necessity to ensure a structured and detailed learning process. With a thorough mastery of learning design, teachers can carry out their roles professionally to realize a more meaningful and measurable quality of early childhood education in the midst of a global era that continues to experience rapid development. ABSTRAK Kompetensi pedagogik guru Taman Kanak-Kanak sangat krusial dalam membentuk fondasi perkembangan anak, namun pendidik di Nusa Tenggara Timur masih mengalami hambatan dalam menyusun perangkat pembelajaran sistematis. Fokus kegiatan ini adalah memberikan pendampingan intensif bagi 15 guru guna meningkatkan kecakapan mereka dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) kreatif dan inovatif sesuai Kurikulum Merdeka. Tahapan kegiatan dilaksanakan secara daring melalui metode ceramah interaktif, tanya jawab, demonstrasi alur penyusunan, simulasi, hingga praktik kerja mandiri yang diakhiri dengan evaluasi mendalam. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kapasitas profesionalisme guru sebagai perancang pembelajaran reflektif. Berdasarkan data evaluasi teknis, tercatat bahwa 95% peserta telah memahami serta mampu mengimplementasikan penyusunan RPP dengan sangat baik, sementara 5% sisanya memerlukan bimbingan tambahan terkait integrasi capaian pembelajaran dengan instrumen asesmen perkembangan anak. Temuan ini membuktikan bahwa strategi bermain sambil belajar yang tertuang dalam desain pembelajaran sangat efektif dalam mengoptimalkan aspek kognitif, fisik motorik, serta sosial-emosional peserta didik. Simpulan utama menegaskan bahwa pendampingan berkelanjutan melalui lokakarya non-formal menjadi keharusan strategis untuk memastikan proses pembelajaran yang terstruktur dan terperinci. Dengan penguasaan desain pembelajaran yang matang, guru dapat menjalankan perannya secara profesional demi mewujudkan kualitas pendidikan anak usia dini yang lebih bermakna dan terukur di tengah era global yang terus mengalami perkembangan pesat.    
STRATEGI KREATIF PEMASARAN JAJANAN KILOAN BERBASIS MEDIA SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN OMZET UMKM DI PERUMAHAN DELTA SARI INDAH Mardatila, Medina Abrila
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.10301

Abstract

Micro, small, and medium enterprise (MSME) actors in the kilogram-snack sector within the Delta Sari Indah Housing Complex remain dependent on traditional marketing methods, leaving the potential of social media as a promotional channel largely underutilized. This situation has resulted in limited market reach and stagnant business revenue. This community service program was designed to enhance the capacity of MSME actors in adopting creative promotion strategies based on digital platforms through an intensive mentoring scheme. The implementation stages included partner needs mapping, visual content production workshops, business digital account creation, upload management guidance, and achievement evaluation. The results obtained showed significant progress, including improved skills among partners in producing communicative and visually engaging photo and video content, a surge in the number of followers and audience engagement levels on digital platforms, as well as growth in order volume following the implementation of these strategies. This program affirms that innovative utilization of social media can serve as an effective and sustainable instrument in boosting the sales performance of kilogram-snack MSMEs. ABSTRAK Para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di bidang jajanan kiloan kawasan Perumahan Delta Sari Indah masih bergantung pada cara-cara pemasaran tradisional, sehingga potensi media sosial sebagai kanal promosi belum dimanfaatkan secara maksimal. Kondisi ini berimbas pada terbatasnya jangkauan pasar dan stagnasi pendapatan usaha. Program pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk mendorong peningkatan kapasitas para pelaku UMKM dalam mengadopsi strategi promosi kreatif berbasis platform digital melalui skema pendampingan intensif. Tahapan pelaksanaan mencakup pemetaan kebutuhan mitra, workshop produksi konten visual, pembentukan akun bisnis digital, bimbingan pengelolaan unggahan, hingga tahap evaluasi capaian. Hasil yang diperoleh menunjukkan perkembangan yang signifikan, antara lain meningkatnya keterampilan mitra dalam memproduksi konten foto maupun video yang komunikatif dan menarik, lonjakan jumlah pengikut serta tingkat keterlibatan audiens pada platform digital, serta pertumbuhan volume pesanan pasca-implementasi strategi tersebut. Program ini menegaskan bahwa pemanfaatan media sosial secara inovatif mampu menjadi instrumen yang efektif sekaligus berkelanjutan dalam mendongkrak kinerja penjualan UMKM jajanan kiloan.
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN DATA SPASIAL TERINTEGRASI MELALUI PENGEMBANGAN WEBGIS SISTEM SATU DATA PETA DI KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Bandjar, Antasari; Nurhaeny, Andiah
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.10369

Abstract

ABSTRACT Regional development requires integrated, accurate, and accessible data as the basis for decision-making. However, data management in West Seram Regency still faces several challenges, including fragmented data across Regional Apparatus Organizations (OPDs), non-standardized formats, and the lack of spatial and non-spatial data integration. This community service activity aimed to develop a WebGIS-based One Map Data System to support integrated data management and data-driven planning. The implementation method employed a technical assistance approach consisting of data collection, data standardization and validation, conversion into spatial formats, and integration into a WebGIS-based database system. The results showed that the developed system was able to integrate spatial and non-spatial data into a unified platform, provide interactive map visualization, and improve the quality and accessibility of regional data management. The system also supports evidence-based development planning through the provision of more accurate and structured information. Therefore, the development of the WebGIS One Map Data System not only produced a technological innovation but also encouraged a more integrated, transparent, and sustainable regional data governance system. ABSTRAK Pembangunan daerah membutuhkan data yang terintegrasi, akurat, dan mudah diakses sebagai dasar pengambilan keputusan. Namun, pengelolaan data di Kabupaten Seram Bagian Barat masih menghadapi permasalahan berupa data yang tersebar antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tidak terstandarisasi, serta belum terintegrasi secara spasial dan nonspasial. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan Sistem Satu Data Peta berbasis WebGIS untuk mendukung pengelolaan data terintegrasi dan perencanaan berbasis data. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendampingan teknis yang mencakup pengumpulan data, standarisasi dan validasi, konversi data ke format spasial, serta integrasi data ke dalam basis data berbasis WebGIS. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu mengintegrasikan data spasial dan nonspasial dalam satu platform terpadu, menyediakan visualisasi peta interaktif, serta meningkatkan kualitas pengelolaan dan aksesibilitas data daerah. Sistem ini juga mendukung proses perencanaan pembangunan berbasis data (evidence-based planning) melalui penyediaan informasi yang lebih akurat dan terstruktur. Dengan demikian, pengembangan WebGIS Sistem Satu Data Peta tidak hanya menghasilkan inovasi teknologi, tetapi juga mendorong transformasi tata kelola data daerah yang lebih terintegrasi, transparan, dan berkelanjutan.
PSIKOEDUKASI “GURU TANGGUH” UNTUK MENINGKATKAN REGULASI EMOSI PADA GURU Sahrani, Riana; Imanuel, Dastin; Aldisa, Olivia; Mursalim , Tania
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.10688

Abstract

ABSTRACT Teachers have an important role in creating the emotional atmosphere of the classroom; nevertheless, many teachers still encounter challenges in regulating both their own emotions and those of their students. Reactive emotional behavior and the tendency to suppress emotions can contribute to emotional fatigue among teachers and may reduce the effectiveness of the learning process. In response to this issue, this activity was conducted to analyze the impact of the psychoeducational program entitled “Resilient Teachers: The Art of Responding to Emotions Wisely” on teachers’ emotion regulation skills at School X. The study applied a simple mixed-method approach with a one-group pretest–posttest design, supported by interviews conducted before and after the psychoeducation sessions. Quantitative data were collected using the Emotion Regulation Questionnaire–Short Form (ERQ-S), while qualitative information was gathered through semi-structured interviews with three teachers. The findings showed an increase in the average cognitive reappraisal score from 6.283 in the pretest to 6.456 in the posttest, alongside a decrease in the average expressive suppression score from 5.533 to 5.474. These results were supported by interview findings that demonstrated a change in teachers’ responses from reactive tendencies to more reflective behaviors, indicated by greater emotional awareness, the practice of pausing before reacting, and the ability to reinterpret classroom situations cognitively. Overall, the “Resilient Teachers” psychoeducation program positively contributed to improving teachers’ understanding and implementation of more adaptive emotion regulation strategies, which may support teacher well-being and promote a healthier classroom environment. ABSTRAK Guru memegang peranan penting dalam membentuk iklim emosional di kelas, tetapi dalam praktiknya masih banyak guru yang mengalami kesulitan dalam mengelola emosi, baik emosi pribadi maupun emosi peserta didik. Respons emosional yang cenderung reaktif serta dominasi penekanan emosi berpotensi meningkatkan kelelahan emosional guru dan berdampak pada kualitas pembelajaran. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis dampak psikoedukasi “Guru Tangguh: Seni Merespons Emosi dengan Bijak” terhadap kemampuan regulasi emosi guru di Sekolah X. Kegiatan ini menggunakan pendekatan mixed-method sederhana dengan desain one group pretest–posttest yang dipadukan dengan wawancara sebelum dan sesudah pelaksanaan psikoedukasi. Asesmen kuantitatif dilakukan menggunakan Emotion Regulation Questionnaire–Short Form (ERQ-S), sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur terhadap tiga orang guru. Hasil asesmen menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor cognitive reappraisal dari 6,283 pada pretest menjadi 6,456 pada posttest, serta penurunan rata-rata skor expressive suppression dari 5,533 menjadi 5,474. Temuan tersebut sejalan dengan hasil wawancara yang memperlihatkan adanya perubahan respons guru dari pola yang reaktif menjadi lebih reflektif, ditandai dengan meningkatnya kesadaran emosi, kemampuan memberi jeda sebelum merespons, serta kemampuan memaknai ulang situasi di kelas. Secara keseluruhan, psikoedukasi “Guru Tangguh” memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pemahaman dan penerapan strategi regulasi emosi yang lebih adaptif pada guru, sehingga berpotensi mendukung kesejahteraan guru dan menciptakan iklim pembelajaran yang lebih sehat.
PENGUATAN KADER KESEHATAN DALAM DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR Wijayanti, Lumastari Ajeng
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.10772

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) such as hypertension and diabetes mellitus continue to experience increasing prevalence and often go undetected until serious complications occur. Health cadres have a crucial role as the frontline in early screening in the community, but are often hampered by limited technical skills and outdated knowledge. This community service activity aims to increase the capacity and independence of health cadres in conducting early detection of NCDs through intensive training and technical assistance. The implementation of the activity used the Participatory Action Research (PAR) method in the first stage (education). Data analysis used the Wilcoxon Signed-Rank Test statistical test on 235 respondents. Based on the results, the movement in the level of knowledge of cadres before and after the provision of education was obtained. The Ranks table shows that there were 110 respondents (46.8%) who experienced an increase in knowledge (Positive Ranks), 125 respondents (53.2%) had a constant level of knowledge (Ties), and none of the respondents (0%) experienced a decrease in knowledge (Negative Ranks). There is a significant difference in the level of knowledge of cadres before and after the intervention. Providing education has proven to be significantly effective in increasing cadre knowledge. ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes melitus terus mengalami peningkatan prevalensi dan sering kali tidak terdeteksi hingga terjadi komplikasi serius. Kader kesehatan memiliki peran krusial sebagai garda terdepan dalam skrining awal di masyarakat, namun sering kali terkendala oleh keterbatasan keterampilan teknis dan pengetahuan yang belum terbarui. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian kader kesehatan dalam melakukan deteksi dini PTM melalui pelatihan intensif dan pendampingan teknis. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) pada tahap pertama (edukasi). Analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed-Rank Test terhadap 235 responden, Berdasarkan hasil didapatkan pergerakan tingkat pengetahuan kader sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Tabel Ranks menunjukkan terdapat 110 responden (46,8%) yang mengalami peningkatan pengetahuan ( Positive Ranks ), 125 responden (53,2%) memiliki tingkat pengetahuan yang tetap ( Ties ), dan tidak ada satupun responden (0%) yang mengalami penurunan pengetahuan ( Negative Ranks ). terdapat perbedaan yang bermakna pada tingkat pengetahuan kader sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Pemberian edukasi terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan pengetahuan kader..    
SOSIALISASI PEMAHAMAN DAN PENGENALAN AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK DALAM MENINGKATKAN SEMANGAT BELAJAR SISWA/SISWI SMK PELITA GEDONG TATAAN UNTUK MENGHADAPI DUNIA KERJA Alansori, Apip; Yunanda, Rani; Maharani, Annisa Fidia; Enzelina, Juwita; Khanifah, Milana; Pebrianti, Tika
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.10774

Abstract

Vocational education aims to produce a ready-to-use workforce, but students at SMK Pelita Gedong Tataan still have a low understanding of public sector accounting due to the limited connection between theory and real-world practice. This problem has resulted in a decline in students' motivation to learn in facing professional challenges. The focus of this study was to increase awareness and enthusiasm for learning through an introduction to career prospects in government agencies. The research stages included an initial survey, material preparation, interactive socialization, and evaluation through questionnaires. Based on the results of the implementation on 21 students, a significant increase was found in their understanding of financial reports and state budget management compared to before the activity. The findings indicate that exposure to the applied material sparked students' enthusiasm to study accounting and provided a more focused career path in nonprofit organizations. Active interaction during the question-and-answer session strengthened students' mental readiness to enter the workforce. The main conclusion of this study confirms that early public sector accounting socialization effectively builds motivation and relevant competencies in vocational students. This effort successfully aligns academic expectations with industry and government needs, making graduates more adaptable to the dynamics of the workforce. With adequate knowledge, students now have greater self-confidence to pursue further education or pursue professional careers in the public sector, which is the most promising way to support the future of these graduates. ABSTRAK Pendidikan vokasi bertujuan mencetak tenaga kerja siap pakai, namun pemahaman siswa SMK Pelita Gedong Tataan terhadap akuntansi sektor publik masih rendah karena minimnya keterkaitan teori dengan praktik nyata. Masalah ini berdampak pada turunnya motivasi belajar siswa dalam menghadapi tantangan profesional. Fokus penelitian ini adalah meningkatkan kesadaran dan semangat belajar melalui pengenalan prospek karier di instansi pemerintah. Tahapan penelitian meliputi survei awal, persiapan materi, pelaksanaan sosialisasi interaktif, serta evaluasi melalui pengisian kuesioner. Berdasarkan hasil pelaksanaan pada 21 siswa, ditemukan peningkatan signifikan dalam pemahaman laporan keuangan dan pengelolaan anggaran negara dibandingkan sebelum kegiatan. Temuan menunjukkan bahwa paparan materi aplikatif memicu antusiasme siswa untuk mendalami akuntansi dan memberikan gambaran jalur karier yang lebih terarah di organisasi nirlaba. Interaksi aktif selama sesi tanya jawab memperkuat kesiapan mental siswa dalam memasuki dunia kerja. Simpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa sosialisasi akuntansi sektor publik secara dini efektif membangun motivasi dan kompetensi relevan bagi siswa kejuruan. Upaya ini berhasil menyelaraskan ekspektasi akademik dengan kebutuhan industri serta pemerintahan sehingga lulusan lebih adaptif terhadap dinamika lapangan kerja. Dengan pengetahuan yang memadai, siswa kini memiliki rasa percaya diri lebih tinggi untuk menempuh pendidikan lanjutan maupun berkarier profesional di sektor publik yang paling menjanjikan dalam menunjang masa depan bagi lulusan tersebut.    
PEMANFAATAN PERMAINAN LOMPAT ANGKA UNTUK MENGASAH KETERAMPILAN NUMERASI MATEMATIKA DI SDK NUBUNTAWA KOLOTOBO Towe, Mariana Marta
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.10776

Abstract

The low level of numeracy literacy in elementary schools, reflected in Indonesia's PISA mathematics score of 366, requires an innovative approach. This study focuses on the use of the educational game "jumping numbers" to hone mathematical numeracy skills, particularly the concept of multiplication, at SDK Nubuntawa Kolotobo. The research method was implemented through three systematic stages including preparation, needs observation, integrative implementation, and evaluation of activity results. The findings indicate that this game significantly honed students' numeracy skills through concrete representations of numbers on used cardboard cards. In addition to conceptual understanding, this activity successfully encouraged group collaboration, increased intrinsic motivation, and created an active and participatory learning atmosphere. Students showed increased self-confidence and high enthusiasm in solving multiplication problems through fun physical movements. In conclusion, the game "jumping numbers" is a highly effective and innovative strategy to address the challenges of numeracy literacy at the elementary school level. This learning-through-play strategy not only optimizes cognitive aspects but also develops character values ​​such as cooperation, honesty, and discipline. The widespread implementation of this method has the potential to improve the quality of mathematics education to be more humanistic and meaningful for students, so that numeracy literacy can become ingrained as a daily habit in social life in order to realize the profile of a generation that is ready to face global dynamics that are based on continuous data. ABSTRAK Rendahnya literasi numerasi di sekolah dasar, terlihat dari skor matematika PISA Indonesia sebesar 366, memerlukan pendekatan inovatif. Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan permainan edukatif "lompat angka" untuk mengasah keterampilan numerasi matematika, khususnya konsep perkalian, di SDK Nubuntawa Kolotobo. Metode penelitian dilaksanakan melalui tiga tahapan sistematis meliputi persiapan observasi kebutuhan, pelaksanaan integratif, serta evaluasi hasil kegiatan. Temuan menunjukkan bahwa permainan ini secara signifikan mampu mengasah kecakapan numerasi siswa melalui representasi konkret angka-angka pada media kartu kardus bekas. Selain pemahaman konsep, aktivitas ini berhasil mendorong kolaborasi kelompok, meningkatkan motivasi intrinsik, serta menciptakan suasana belajar yang aktif dan partisipatif. Siswa menunjukkan peningkatan rasa percaya diri dan antusiasme yang tinggi dalam menyelesaikan soal-soal perkalian melalui gerak fisik yang menyenangkan. Kesimpulannya, permainan lompat angka merupakan strategi yang sangat efektif dan inovatif untuk mengatasi tantangan literasi numerasi di tingkat sekolah dasar. Strategi belajar sambil bermain ini tidak hanya mengoptimalkan aspek kognitif, tetapi juga mengembangkan nilai karakter seperti kerja sama, kejujuran, dan disiplin. Implementasi metode ini secara luas berpotensi meningkatkan kualitas pendidikan matematika yang lebih humanis dan bermakna bagi peserta didik, sehingga literasi numerasi dapat mendarah daging sebagai kebiasaan sehari-hari dalam kehidupan bermasyarakat guna mewujudkan profil generasi yang siap menghadapi dinamika global yang serba berbasis data berkesinambungan.    
MODEL PENYUSUNAN AKUNTANSI BIAYA DALAM PENGOLAHAN LIMBAH MENJADI GREEN ECONOMY Mulyani, Mulyani; Sari, Mita Permata; Oktapia, Rahma; Cahyani, Mutiara; Sari, Anita
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.10777

Abstract

Pemanfaatan limbah pertanian seperti daun pala menjadi produk bernilai tambah merupakan strategi krusial dalam mendukung konsep green economy, namun pelaku UMKM sering kali terhambat oleh lemahnya manajemen keuangan. Penelitian melalui kegiatan pengabdian ini berfokus pada perumusan model akuntansi biaya pada UMKM Penyulingan Daun Pala Feryandi yang menghadapi kendala pencatatan manual dan ketidakakuratan penetapan harga jual. Tahapan penelitian dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi survei awal, persiapan modul edukatif, serta pendampingan intensif mengenai perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan analisis Break Even Point (BEP). Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada kapasitas manajerial mitra, di mana pelaku usaha kini mampu memisahkan keuangan pribadi dari bisnis serta mengintegrasikan biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead secara menyeluruh. Temuan lapangan mengindikasikan bahwa pemahaman terhadap HPP dan strategi pemasaran digital secara efektif membantu UMKM mengoptimalkan margin keuntungan sekaligus mengurangi dampak lingkungan melalui pengolahan limbah menjadi minyak atsiri. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa integrasi akuntansi biaya dengan prinsip ekonomi hijau menciptakan model pengelolaan usaha yang sistematis dan berkelanjutan. Implementasi model ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional dan akurasi pengambilan keputusan strategis, tetapi juga memperkuat daya saing produk lokal di pasar digital dalam jangka panjang demi mewujudkan pembangunan ekonomi berkelanjutan yang ramah lingkungan bagi masyarakat secara berkesinambungan. ABSTRACT Utilizing agricultural waste such as nutmeg leaves into value-added products is a crucial strategy in supporting the green economy concept, but MSMEs are often hampered by weak financial management. This community service research focused on formulating a cost accounting model for the Feryandi Nutmeg Leaf Distillery MSME, which faces obstacles such as manual recording and inaccurate selling prices. The research phase was implemented using a participatory approach, including an initial survey, preparation of educational modules, and intensive mentoring on calculating the Cost of Goods Sold (COGS) and analyzing the Break Even Point (BEP). The community service results showed a significant increase in the partners' managerial capacity, with entrepreneurs now able to separate personal finances from business finances and comprehensively integrate raw material, labor, and overhead costs. Field findings indicate that understanding COGS and digital marketing strategies effectively helps MSMEs optimize profit margins while reducing environmental impacts through processing waste into essential oils. The main conclusion of the research confirms that integrating cost accounting with green economy principles creates a systematic and sustainable business management model. Implementing this model not only improves operational efficiency and the accuracy of strategic decision-making, but also strengthens the competitiveness of local products in the digital market in the long term to realize sustainable economic development that is environmentally friendly for the community in a sustainable manner.  
PSIKOEDUKASI REGULASI EMOSI PADA SISWA SMA Ninawati, Ninawati; DCJ, Daniel Franando; Arifin, Graciella Angelica
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.10778

Abstract

Senior high school students are generally within the age range of 15–18 years. In developmental psychology, this age range falls within adolescence (10–19 years). The developmental tasks of adolescent psychology consist of the achievement of emotional independence, the formation of self-identity, and the development of mature relationships with peers and members of the opposite sex. Adolescents also need to manage unstable emotions, accept physical changes, and develop intellectual maturity as well as a more realistic sense of morality in preparation for adulthood. Adolescents' emotional development often involves emotional turmoil and the search for self-identity. On the social side, adolescents experience increased interaction with peers and exploration of romantic relationships. Internal and external factors such as the family environment, peers, and social media also influence adolescent development. An understanding of emotion regulation, delivered through a half-day seminar, is expected to make a meaningful contribution to individuals who are part of urban society. This can help to foster social well-being. In turn, the development will serve as social capital for adolescents in their social interactions and relationships with others. The Emotional Regulation Questionnaire (ERQ) scale was used to measure emotion regulation. This community service programme (Pengabdian Kepada Masyarakat/PKM) was carried out as an educational seminar with male and female students of SMA Bhinneka Tungga Ika in West Jakarta as the target audience. We collaborated with the partner institution to invite both students and teachers to participate in the seminar. ABSTRAK Siswa sekolah menengah atas (SMA) pada umumnya berada pada rentang usia 15-18 tahun. Dalam perkembangan psikologi rentang usia ini berada pada masa remaja yaitu dalam kategori 10-19 tahun. Tugas perkembangan psikologi remaja ada macam-macam, antara lain pencapaian kemandirian emosional, pembentukan identitas diri, dan pengembangan hubungan yang matang dengan teman sebaya dan lawan jenis. Remaja juga perlu mengelola emosi yang tidak stabil, menerima perubahan fisik, dan mengembangkan kematangan intelektual serta moralitas yang lebih realistis untuk memasuki kedewasaan. Perkembangan emosional remaja sering kali mencakup gejolak perasaan dan pencarian identitas diri. Di sisi sosial, remaja mengalami peningkatan dalam interaksi dengan teman sebaya dan eksplorasi dalam hubungan romantis. Faktor internal dan eksternal seperti lingkungan keluarga, teman sebaya, dan media sosial juga mempengaruhi perkembangan remaja. Pemahamanan regulasi emosi yang diterangkan melalui pertemuan setengah hari dalam bentuk seminar kiranya dapat memberikan kontribusi kepada individu yang menjadi bagian dari masyarakat perkotaan, sehingga nantinya akan terbentuk social well-being, di mana hal ini akan menjadi modal sosial para remaja dalam pergaulan dan hubungannya dengan orang lain.Pengukuran untuk regulasi emosi dipergunakan skala Emotional Regulation Questionnaire (ERQ).PKM dilaksanakan sebagai seminar untuk edukasi kepada khalayak sasaran baik siswa laki-laki maupun perempuan yang bersekolah di SMA Bhinneka Tunggal Ika, Jakarta Barat. Kerjasama dilakukan dengan pihak mitra baik dalam menyediakan siswa sebagai peserta, maupun mengajak para guru untuk berpartisipasi dalam kegiatan seminar yang diselenggarakan.  
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN CANVA PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI Leu, Yoakim Yolanda Mario
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.10783

Abstract

Era digital mewajibkan mahasiswa Pendidikan Ekonomi menguasai teknologi, namun pemanfaatan media interaktif di Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka masih tergolong rendah karena mahasiswa kurang membuka diri terhadap metode inovatif. Fokus pengabdian ini adalah melatih mahasiswa memanfaatkan aplikasi Canva guna menciptakan perangkat pembelajaran yang menarik serta efektif. Tahapan pelaksanaan meliputi persiapan perangkat laptop, pengenalan fitur jendela kerja, praktik pembuatan proyek terbimbing, hingga evaluasi akhir hasil karya mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dua puluh mahasiswa peserta pelatihan berhasil menguasai dasar-dasar desain digital dan mampu menghasilkan modul ajar serta kuis interaktif secara mandiri. Melalui simulasi dan praktik langsung, mahasiswa menunjukkan peningkatan daya nalar dan kreativitas dalam mengolah materi ekonomi yang sebelumnya kaku menjadi visual yang menyenangkan bagi peserta didik. Temuan ini membuktikan bahwa Canva mempermudah pendidik menyiapkan bahan ajar yang fleksibel baik melalui laptop maupun ponsel cerdas secara gratis. Kesimpulannya, implementasi media Canva memberikan ruang eksplorasi bagi mahasiswa untuk menghasilkan karya inovatif yang mendukung kurikulum terkini sekaligus mengatasi kejenuhan belajar di kelas. Pelatihan tersebut membekali mereka keterampilan teknis krusial sebelum melaksanakan praktek pengenalan lapangan di sekolah mitra guna menciptakan suasana akademik yang lebih hidup. Dengan demikian, penguasaan aplikasi desain ini menjadi solusi cerdas dalam mewujudkan tujuan pembelajaran modern yang dinamis, menyenangkan, serta interaktif. ABSTRACT The digital era requires Economics students to master technology, but the use of interactive media at the Larantuka Teacher Training and Technology Institute remains low due to a lack of openness to innovative methods. The focus of this community service program was to train students to utilize the Canva application to create engaging and effective learning tools. The implementation stages included laptop preparation, an introduction to the work window feature, guided project creation practice, and a final evaluation of student work. The results showed that twenty student participants successfully mastered the basics of digital design and were able to independently produce teaching modules and interactive quizzes. Through simulations and hands-on practice, students demonstrated increased reasoning and creativity in transforming previously rigid economics material into engaging visuals for students. These findings demonstrate that Canva makes it easy for educators to prepare flexible teaching materials, both on laptops and smartphones, for free. In conclusion, the implementation of Canva provides students with an exploratory space to produce innovative work that supports the current curriculum while addressing classroom boredom. The training provided them with crucial technical skills before undertaking fieldwork at partner schools to create a more lively academic atmosphere. Therefore, mastery of this design application is a smart solution for realizing the goal of modern learning that is dynamic, enjoyable, and interactive.  

Page 3 of 4 | Total Record : 32