cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.p4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnal.p4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Core Subject : Education, Social,
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Community Service
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 162 Documents
SOSIALISASI PENCEGAHAN PERILAKU BULLYING MELALUI EDUKASI PENDIDIKAN KARAKTER DAN PELIBATAN ORANG TUA LU’LUIN NAJWA; MENIK ARYANI; MUHAMAD SUHARDI; ARY PURMADI; ENENG GARNIKA
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v3i1.2330

Abstract

Bullying behavior is an issue that is often discussed today. This behavior is often found in inappropriate environments, such as in the family and at school. Bullying behavior is an aggressive and manipulative action that can cause conflict for the perpetrator and the victim. This community service activity aims to provide education on prevention of bullying behavior with character education and parental involvement. This activity is carried out in the form of outreach activities to students, parents, teachers and the community. The method used in this activity is the provision of material in the form of lectures, questions and answers, discussions, demonstrations and mentoring. The results achieved in this activity are the understanding of students, parents, teachers and even the community regarding the negative effects of bullying behavior. Activity participants are aware of their respective responsibilities in an effort to prevent bullying behavior in the everyday environment. This activity is able to form self-control attitudes to carry out good habits in the family, school, and community environment. ABSTRAKPerilaku bullying menjadi isu yang sering diperbincangkan saat ini. Perilaku ini sering ditemukan justru dalam lingkungan yang tidak seharusnya, seperti di lingkungan keluarga dan di sekolah. Perilaku bullying merupakan Tindakan agresif dan manipulatif yang dapat menimbulkan konflik bagi pelaku dan korbannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi pencegahan perilaku bullying dengan pendidikan karakter dan pelibatan orang tua. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk kegiatan sosialisasi kepada siswa, orang tua, guru dan masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa pemberian materi dalam bentuk ceramah, tanya jawab, diskusi, demosntrasi serta pendampingan. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini adalah pemahaman siswa, orang tua, guru bahkan masyarakat mengenai dampak negatif perilaku bullying. Peserta kegiatan sadar akan tanggung jawab masing-masing dalam upaya mencegah perilaku bullying di lingkungan sehari-hari. Kegiatan ini mampu membentuk sikap mengontrol diri untuk melakukan kebiasaan yang baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
EDUKASI PROGRAM LATIHAN FISIOTERAPI PADA KASUS CARPAL TUNNEL SYNDROM DI PUSKESMAS NOGOSARI BOYOLALI TAUFIK EKO SUSILO; KLARISA SALSA BILA MAHARANI; YOSA ENDRIKA WIYONO PUTRA; MUHAMMAD RAIHAN ISHAD; HANSA HANAN AMANY; MUTIARA ANISAH; ARIF PRISTIANTO
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v3i1.2480

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome What is commonly shortened to CTS is a form of irritation or compression or extension of the median nerve. In Indonesia, the amount of CTS caused by work is not known with certainty, but the risk is quite high for workers using the wrist and if it is prevalent then CTS is between 5.6% -15%. Carpal Tunnel Syndrome generally occurs in jobs that require high activity. from the wrist such as office workers who often type, game players, farmers, motorcycle taxi drivers and so on. This can be overcome with ultrasound, exercise therapy, wrist exercises, and nerve gliding exercises. It is hoped that this Physiotherapy Exercise Program will be known by the community which aims to educate Carpal tunnel syndrome exercises to improve the quality of life of these people, especially at the Nogosari Boyolali Health Center, therefore, a poster containing a barcode in the form of an exercise video so that all people can access it is one way to realizing community service goals. ABSTRAKCarpal Tunnel Syndrome Yang biasa disingkat menjadi CTS adalah bentuk iritasi atau penekanan atau perpanjangan dari saraf median. Di Indonesia, CTS yang diakibatkan bekerja belum diketaui secar pasti jumlahnya, akan tetapi resiko yang cukup tinggi pada pekerja penggunaan pergelangan tangan dan jika di prevalensikan maka CTS antara 5,6%-15%. Carpal Tunnel Syndrome umumnya terjadi pada pekerjaan yang membutuhkan aktifitas tinggi dari pergelangan tangan seperti pekerja kantoran yang sering mengetik, pemain game, petani, tukang ojek dsb. Hal ini dapat diatasi dengan ultrasound, terapi Latihan, wrist exercise, dan nerve gliding exercise. Program Latihan Fisioterapi ini diharapkan dapat diketahui oleh masyarakat yang bertujuan untuk mengedukasi Latihan carpal tunnel syndrome untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat tersebut terutama di Puskesmas Nogosari boyolali, maka dari itu, poster yang berisikan barcode berupa video exercise agara semua oarng dapat mengaksesnya adalah salah satu cara untuk mewujudkan tujuan pangabdian masyarakat.
PELATIHAN PENINGKATAN RASA NASIONALISME SISWA KELAS 4 DAN 5 MELALUI KEGIATAN MENGARANG PUISI SAGALA, LASMA HATI BORU; FARADILLA, FADIYAH; RAMADHAN, AFIFAH ARLIA; AMALIAPUTRI, AYUDYA WAHYU; SAKRE, TANTRA
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v3i2.2573

Abstract

Education has an important role in the continuity of the teaching and learning process. The teacher's role in instilling a sense of nationalism in students can be realized through Indonesian language subjects, poetry composing activities. Composing poetry is part of the writing lessons taught in schools, both at primary and secondary levels. Students consider the poetry material contained in learning Indonesian Language and Literature to be difficult to learn, starting from analyzing poetry, interpreting poetry, reading poetry, to writing poetry. Based on the observation data obtained when learning poetry writing skills at SDN Krembung 1, there is still a need for guidance and development in practicing skills in expressing ideas into poetry. The expected objectives of this program are: (1) increasing students' knowledge in writing poetry; (2) increase students' motivation in writing poetry; and (3) improve students' skills in writing poetry. ABSTRAKPendidikan memiliki peran penting dalam keberlangsungan proses belajar mengajar. Peran guru dalam menanamkan rasa nasionalisme siswa dapat diwujudkan melalui mata pelajaran Bahasa Indonesia kegiatan mengarang puisi. Mengarang puisi merupakan bagian dari pembelajaran menulis yang diajarkan di sekolah, baik pada tingkat dasar ataupun menengah. Siswa menganggap materi puisi yang terdapat dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia sulit untuk dipelajari, mulai dari menganalisa puisi, memaknai puisi, membaca puisi, hingga menulis puisi. Berdasarkan perolehan data observasi saat pembelajaran keterampilan menulis puisi di SDN Krembung 1 masih memerlukan pembinaan dan pengembangan dalam melatih kecakapan menuangkan ide ke dalam bentuk puisi. Tujuan yang diharapkan dari program ini yaitu: (1) meningkatkan pengetahuan siswa dalam menulis puisi; (2) meningkatkan motivasi siswa dalam menulis puisi; dan (3) meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis karya puisi.
WORKSHOP OPTIMALISASI BELAJAR TRANSISI PAUD KE SD MELALUI PLATFORM MERDEKA MENGAJAR (PMM) PADA SATUAN PAUD DI KOTA TANGERANG SELATAN PRIYANTI, NITA; MANGUNWIBAWA, ARIA AHMAD; NURASIAH, SITI; MUSAROFAH, MUSAROFAH; EMILIANA, WIDARTI; SUPARMINAH, MIMIN
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v3i2.2700

Abstract

The Transition Policy for Early Childhood Education (ECED) or Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) to Primary School or Sekolah Dasar (SD) that emphasizes enjoyment has been launched by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology. Various interventions and support, in the form of activities and tools, are provided, including the provision of learning resources on the Platform Merdeka Mengajar (PMM). Learning can take place online and learning resources available on various platforms, including PMM, which emphasizes an adult learning approach, fostering independence, autonomy, and encouraging collaboration, self- regulation improvement, control, and directing towards better behavior. The workshop took place on November 4th at SMPIT Baitul Mall in Jurang Mangu Pondok Aren, South Tangerang, with the aim of improving the PMM used. The workshop utilized observation methods, interviews, experiential learning, andragogy, and participatory approaches. The results showed an increase in the number of PAUD units learning who used PMM. As of October 23, 2023, out of 763 PAUD units, 19 units (2.49%) had completed the posttest but had not submitted real actions, and 23 units (3.01%) had completed the posttest and submitted real actions. As of December 4, 2023, the data showed that 22 units (2.8%) had completed the posttest had not submitted real actions, while 34 units (4.46%) had completed the posttest and submitted real actions. The final data as of January 1, 2024, indicated that 60 units (7.86%) had completed the posttest, yet had not submitted real actions, and 34 units (4.85%) had completed the posttest and submitted real actions. This signifies an increase in educational units utilizing PMM for learning the PAUD to SD transition, especially in early January, where 60 PAUD units showed an increase from the initial 19 units. These results serve as crucial input for various stakeholders involved in supporting the PAUD to SD transition, such as the Education Department, supervisors, inspectors, and workshop participants. ABSTRAKKementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi meluncurkan kebijakan Transisi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD) yang menyenangkan. Ragam intervensi maupun dukungan dalam bentuk kegiatan maupun alat bantu, termasuk menyediakan sumber belajar di Platform Merdeka Mengajar (PMM). Pembelajaran dapat dilakukan melalui jejaring dan sumber belajar yang berada di berbagai platform termasuk PMM yang menekankan pendekatan belajar orang dewasa, yang membangun kemandirian, otonomi dan mendorong terjadinya kolaborasi, peningkatan self-regulation, mengendalikan dan mengarahkan perilaku yang lebih baik lagi. Workshop dilaksanakan tanggal 4 November di SMPIT Baitul Mall di Jurang Mangu Pondok Aren Kota Tangerang Selatan, dengan tujuan terjadi peningkatan satuan PAUD yang belajar transisi PAUD ke SD melalui PMM. Workshop mengunakan metode observasi, wawancara, experiential learning, andragogy dan partisipatory, hasilnya terdapat peningkatan jumlah satuan PAUD yang belajar Transisi PAUD ke SD di PMM, berdasarkan data di PMM per 23 Oktober 2023, dari 763 satuan PAUD sudah lulus posttest dan belum submit aksi nyata 19 satuan PAUD (2,49%) dan yang sudah lulus posttest dan submit aksi nyata 23 satuan PAUD (3.01%), data di PMM per 4 Desember 2023 dari 763 satuan PAUD sudah lulus posttest dan belum submit aksi nyata 22 satuan PAUD (2,8%) dan sudah lulus posttest dan submit aksi nyata 34 satuan PAUD (4.46%), data ter akhir per 1 Januari 2024 dari 763 satuan PAUD sudah lulus posttest dan belum submit aksi nyata 60 satuan PAUD (7,86%) dan sudah lulus posttest dan submit aksi nyata 34 satuan PAUD (4.85%) hal ini dimaknai terjadinya peningkatan satuan pendidikan yang memanfaatkan PMM untuk belajar transisi PAUD ke SD terutama di awal Januari terdapat 97 satuan PAUD yang belajar meningkat dari awalnya hanya 42 satuan PAUD. Hasil tersebut merupakan masukan utama bagi berbagai stakeholder yang berperan mendukung transisi PAUD ke SD seperti Dinas Pendidikan, pengawas dan penilik termasuk peserta yang mengikuti workshop.
PELATIHAN GURU SEKOLAH MINGGU: ETIKA KOMUNIKASI DENGAN MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN MENGAJAR BERBASIS SADAR-PENUH SENERU, WISTINA; ANTIKA, WANDA; D.A, MADE PARDNYA
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v3i2.2725

Abstract

Training for Buddhist Sunday School teachers plays a crucial role in enhancing the quality of Buddhist religious education for children. The focus of this training is on developing teaching skills based on mindful communication ethics. The training encompasses key aspects such as self-awareness, awareness of students, and effective communication techniques. Teachers are instructed to cultivate active listening skills, understand individual differences among students, and respond with full presence in every interaction. By integrating mindful communication ethics into teaching, it is hoped that Buddhist Sunday School teachers can build better relationships with students, motivate them to learn with enthusiasm, and provide a profound understanding of Buddhist values. Thus, this training contributes to the improvement of the quality of Buddhist religious education in the Buddhist Sunday School environment. ABSTRAK Pelatihan Guru Sekolah Minggu Buddhis memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan Agama Buddha bagi anak-anak. Fokus pelatihan ini adalah pada pengembangan keterampilan mengajar yang berbasis etika komunikasi sadar-penuh. Pelatihan ini mencakup aspek-aspek utama seperti kesadaran diri, kesadaran terhadap siswa, dan teknik komunikasi yang efektif. Guru diajarkan untuk mengembangkan kemampuan mendengarkan yang aktif, mehamai perbedaan individual siswa, dan merespon dengan penuh kehadiran dalam setiap interaksi. Dengan pengintegrasian etika komunikasi sadar-penuh dalam pengajaran, diharapkan bahwa guru-guru Sekolah Minggu Buddhis dapat menciptakan hubungan yang lebih baik dengan siswa, memotivasi untuk belajar dengan antusiasme, dan memberikan pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai Buddha. Dengan demikian, pelatihan ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan Agama Buddha di lingkungan Sekolah Minggu Buddhis.
MEMPERKUAT IDENTITAS GENERASI BUDDHIS YANG UNGGUL BERLANDASKAN NILAI-NILAI BUDDHAYANA (BUDDHIS CAMP PEMUDA BUDDHAYANA SEPROVINSI NTB) RAPIADI, RAPIADI; SENERU, WISTINA; SAPUTRI, VIKE APRILIANIN MARWINTARIA; PANNA, PANNA; KRISTIANTO, ADI
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v3i2.2726

Abstract

The Buddhist Camp activities for Buddhayana youth throughout NTB Province which will be held on 07–09 April 2023 at Vihara Jaya Wijya, North Lombok, West Nusa Tenggara, carry the theme "Strengthening the Identity of a Superior Buddhist Generation Based on Buddhayana Values". This theme was chosen because the young generation of Buddhists is the hope for the future of Buddhism. Buddhayana Youth Buddhist Camp throughout NTB Province is an activity that aims to strengthen the identity of a superior Buddhist generation based on Buddhayana values. carried out through a series of activities, such as Dharma classes, group discussions, and meditation. Participants are given a deep understanding of Buddhist teachings and empowered to apply them in everyday life. The result is young people who are more connected to religious values and are able to use Buddhayana as a moral foundation in their actions. Buddhist Camp participants are also given the opportunity to develop themselves through various activities, such as mindfulness and art. These activities can help participants to better understand themselves and their potential. Buddhist Camp participants are encouraged to practice Buddhist teachings in their daily lives. ABSTRAKKegiatan Buddhis Camp pemuda buddhayana se-Provinsi NTB yang diselenggarakan pada tanggal 07–09 April 2023 di Vihara jaya Wijya Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, mengusung tema "Memperkuat Identitas Generasi Buddhis yang Unggul Berlandaskan Nilai-Nilai Buddhayana". Tema ini dipilih karena generasi muda Buddhis merupakan harapan masa depan agama Buddha. Buddhis Camp Pemuda Buddhayana se-Provinsi NTB merupakan sebuah kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat identitas generasi Buddhis yang unggul dengan landasan pada nilai-nilai Buddhayana. dilakukan melalui serangkaian kegiatan, seperti kelas Dharma, diskusi kelompok, dan meditasi. Peserta diberikan pemahaman mendalam terhadap ajaran Buddha dan diberdayakan untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Hasilnya adalah pemuda yang lebih terkoneksi dengan nilai-nilai agama dan mampu menjadikan Buddhayana sebagai landasan moral dalam tindakan mereka.Peserta Buddhis Camp juga diberikan kesempatan untuk mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan, seperti mindfulness, dan seni. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat membantu peserta untuk lebih memahami diri sendiri dan potensinya.Peserta Buddhis Camp didorong untuk mempraktikkan ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari.
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SEBAGAI KUNCI KESUKSESAN WIRAUSAHA: STUDI KASUS PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN WIDIYANTO, WIDIYANTO; PUTRA, ARIS SETIA; G, KADEK DWIKI; R.S, EKA PRISTA; KRISTIANTO, ADI
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v3i2.2727

Abstract

The development of communication skills is a critical aspect in achieving entrepreneurial success amidst the complexity of globalization and technological advancements. This article highlights the gap between ideal expectations regarding communication skills and the realities faced by entrepreneurs, identifying organizational structure complexity and workplace communication issues as primary obstacles. The research focuses on the role of communication skills in both internal and external company relationships, with an emphasis on entrepreneurship training as a potential solution. A case study was conducted at Vihara Giri Bhakti, Lampung, employing methodological steps including training, mentoring, and evaluation. The research results indicate a significant improvement in the communication skills of training participants, encompassing the ability to convey business visions clearly, overcome internal communication barriers, and enhance interactions with business partners. These findings suggest that entrepreneurship training can effectively enhance communication skills, providing a positive impact on internal company dynamics and increasing business competitiveness. In conclusion, this research provides in-depth insights into the importance of communication skills in the entrepreneurial context, and training can be an effective strategy to overcome these obstacles, unlocking the potential for business success in an ever-changing global era. ABSTRAKPengembangan keterampilan komunikasi merupakan aspek kritis dalam mencapai kesuksesan wirausaha di tengah kompleksitas globalisasi dan perkembangan teknologi. Artikel ini menyoroti kesenjangan antara harapan ideal terkait keterampilan komunikasi dengan realitas yang dihadapi oleh pelaku wirausaha, mengidentifikasi kompleksitas struktur organisasi dan masalah komunikasi di tempat kerja sebagai hambatan utama. Fokus penelitian mencakup peran keterampilan komunikasi dalam hubungan internal dan eksternal perusahaan, dengan penekanan pada pelatihan kewirausahaan sebagai solusi potensial. Studi kasus dilakukan di Vihara Giri Bhakti, Lampung, dengan langkah-langkah metodologis mencakup pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan komunikasi peserta pelatihan, mencakup kemampuan menyampaikan visi bisnis dengan jelas, mengatasi hambatan komunikasi internal, dan meningkatkan interaksi dengan mitra bisnis. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan kewirausahaan dapat secara efektif meningkatkan keterampilan komunikasi, memberikan dampak positif pada dinamika internal perusahaan, dan meningkatkan daya saing bisnis. Kesimpulannya, penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya keterampilan komunikasi dalam konteks wirausaha, dan pelatihan dapat menjadi strategi efektif untuk mengatasi hambatan tersebut, membuka potensi kesuksesan bisnis di era global yang terus berubah  
KOMUNIKASI ANTARBUDAYA MAHASISWA DALAM MEWUJUDKAN KEHARMONISAN DI LINGKUNGAN KAMPUS WIBAWA, RESDHI; SUMARWAN, EDI; CAHYANI, TITIN AYU; BODIMAN, BODIMAN
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v3i2.2728

Abstract

Differences in student culture result in differences in the way of communication in conveying ideas, ideas, and daily behavior. This research aims to see the intercultural communication patterns of students in the STIAB Jinarakkhita environment. This research uses a descriptive qualitative approach, with data collection methods of observation, interviews and documentation. Data collection focused on six informants who came from various regions. The results showed that intercultural communication patterns that occur in students at STIAB Jinarakkhita are strongly influenced by ethnic factors, language, and social environment. Students tend to use local languages when communicating with people who have the same ethnic background, but use Indonesian when mingling with people of different ethnicities. Verbal communication is the most frequent communication pattern, but communication symbols remain an important part of intercultural communication. In addition, social media such as WhatsApp is also used as a means of communication, especially if you cannot meet directly on campus. It is hoped that understanding the intercultural communication patterns at STIAB Jinarakkhita can contribute to the development of a more inclusive multicultural education. As well as enriching the learning experience for all students in higher education institutions that have cultural diversity. ABSTRAKPerbedaan budaya mahasiswa mengakibatkan perbedaan cara komunikasi dalam menyampaikan ide, gagasan, dan perilaku sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pola komunikasi antarbudaya mahasiswa di lingkungan STIAB Jinarakkhita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengambilan data difokuskan pada enam Informan yang berasal dari berbagai daerah. Hasil penelitian menunjukan pola komunikasi antarbudaya yang terjadi pada mahasiswa di STIAB Jinarakkhita sangat dipengaruhi oleh faktor etnis, bahasa, dan lingkungan sosial. Mahasiswa cenderung menggunakan bahasa daerah ketika berkomunikasi dengan orang yang memiliki latar belakang suku yang sama, namun menggunakan bahasa Indonesia ketika berbaur dengan orang dari suku yang berbeda. Komunikasi verbal menjadi pola komunikasi yang paling sering dilakukan, namun simbol-simbol komunikasi tetap menjadi bagian penting dalam komunikasi antarbudaya. Selain itu, media sosial seperti WhatsApp juga digunakan sebagai sarana komunikasi, terutama jika tidak dapat bertemu langsung di kampus. Diharapkan dengan memahami komunikasi antarbudaya di STIAB Jinarakkhita dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pendidikan multikultural yang lebih inklusif. Serta memperkaya pengalaman belajar bagi seluruh mahasiswa di institusi pendidikan tinggi yang memiliki keanekaragaman budaya.
ENGLISH IS FUN: PENGAJARAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS UNTUK MENINGKATKAN ORAL COMMUNICATION SKILL SISWA SEKOLAH MINGGU BUDDHA (SMB) SAPUTRI, VIKE APRILIANIN MARWINTARIA; SENERU, WISTINA; PRAMUDITA, METTA RICA; RIMAWATI, RIMAWATI
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v3i2.2729

Abstract

Community service is a mentoring activity that seeks to implement English language teaching for Buddhist Sunday School students in groups between lecturers and students. The purpose of this activity is to increase understanding of vocabulary in English with the use of the English is Fun program. The methods used in the English is Fun program include lectures, songs, games, and demonstrations. The results of this community service show that this English is Fun program has succeeded in increasing the interest and confidence of Buddhist Sunday School students to understand the basic material presented and practice English. This can be seen in the enthusiasm and determination of the students to complete all learning activities from start to finish. All those involved at Metta Jaya Monastery were supportive of this community service activity. Based on the results of this program, it can be concluded that the application of English learning teaching in the context of English is Fun is a means of improving the ability of Buddhist Sunday School students to understand English vocabulary effectively. ABSTRAKPengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan pendampingan yang berupaya melaksanakan pengajaran bahasa Inggris kepada para siswa Sekolah Minggu Buddha secara berkelompok antara dosen dan mahasiswa. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman tentang kosakata dalam bahasa Inggris dengan penggunaan program English is Fun. Metode yang digunakan di program English is Fun, antara lain ceramah, lagu dan permainan dan demonstrasi. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa program English is Fun ini telah berhasil meningkatkan minat dan kepercayaan diri para siswa Sekolah Minggu Buddha untuk memahami materi dasar yang disajikan dan praktik bahasa Inggris. Hal ini terlihat dari semangat dan tekad para siswa untuk menyelesaikan semua kegiatan pembelajaran dari awal hingga akhir. Semua yang terlibat di Vihara Metta Jaya mendukung terhadap kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Berdasarkan hasil program ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan pengajaran belajar bahasa Inggris dalam konteks English is Fun menjadi sarana peningkatan kemampuan para siswa Sekolah Minggu Buddha dalam memahami kosakata dalam bahasa Inggris secara efektif.
MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI DAN KOMUNIKASI EFEKTIF PADA PEMUDA BUDDHAYANA YUDHAWATI, INE; PURWANDOKO, EDI; PARAMITA, SANTI; PANYA, PANYA
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v3i2.2730

Abstract

The training "Building Self-Confidence and Effective Communication in Buddhayana Youth" in Liwa, West Lampung, is a significant effort in equipping Buddhayana youth with essential skills to overcome the challenges of modern life. By inviting 12 youth participants, this training succeeded in providing in-depth insight into Buddhist teachings and strategies for building self-confidence. Activity evaluation shows active participant participation and their ability to apply training concepts in everyday life. A theoretical foundation that includes building solid self-confidence and applying Buddhist values ??in every aspect of life, with the hope that this training will shape Buddhayana youth into individuals who are strong, empowered, and able to make positive contributions in advancing Buddhist values ??in modern society ABSTRAKPelatihan "Membangun Kepercayaan Diri dan Komunikasi Efektif pada Pemuda Buddhayana" di Liwa, Lampung Barat, merupakanan upaya signifikan dalam membekali pemuda Buddhayana dengan keterampilan yang esensial untuk mengatasi tantangan kehidupan modern. Dengan menghadirkan peserta pemuda, pelatihan ini berhasil memberikan wawasan mendalam tentang ajaran Buddhis dan strategi pembangunan kepercayaan diri. Evaluasi kegiatan menunjukkan partisipasi aktif peserta dan kemampuan mereka mengaplikasikan konsep-konsep pelatihan dalam kehidupan sehari-hari. Landasan teoritis yang disampaikan mencakup pembangunan kepercayaan diri yang kokoh dan penerapan nilai-nilai Buddhis dalam setiap aspek kehidupan, dengan harapan pelatihan ini akan membentuk pemuda Buddhayana menjadi individu yang kuat, berdaya, dan mampu berkontribusi positif dalam memajukan nilai-nilai Buddhis di tengah masyarakat modern.

Page 5 of 17 | Total Record : 162