Journal for Lesson and Learning Studies
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in the review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, learning environment, teacher education, educational technology, educational development.
Articles
548 Documents
Eksplorasi Respon Siswa terhadap Buku Cerita dalam Gerakan Literasi Sekolah
Yunianika, Ika Tri;
Suratinah, Suratinah
Journal for Lesson and Learning Studies Vol 4, No 3 (2021): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i3.39760
Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) memiliki berbagai kendala seperti terbatasnya pengetahuan guru terhadap variasi kegiatan tindak lanjut setelah kegiatan 15 menit membaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang pelaksanaan GLS. Lebih khusus, penelitian ini bermaksud mengeksplorasii kegiatan GLS pada tahap pengembangan, menganalisis jenis respon siswa terhadap buku bacaan dan penilaian guru terhadap respon tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan observasi dan interview. Hasil penelitian menyatakan bahwa kegiatan GLS telah dilaksanakan di sekolah ini jauh sebelum dicanangkannya GLS oleh pemerintah. Selanjutnya, kegiatan literasi diwujudkan dalam sesi membaca yang secara resmi dijadwalkan dalam jadwal pelajaran. Respon terhadap buku yang dibaca dilakukan siswa dalam berbagai bentuk. Siswa diwajibkan membuat suatu proyek tertulis sebagai respon terhadap buku yang dibacanya. Selain itu, respon juga dapat berbentuk lisan seperti berbagi isi buku. Respon yang dibuat siswa dinilai oleh guru sebagai bagian dari mata pelajaran bahasa (Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris). Untuk meningkatkan kesuksesan pelaksanaan kegiatan GLS, diperlukan pengadaan buku bacaan untuk tingkat remaja karena buku merupakan faktor utama pendukung kegiatan GLS. Oleh karena itu, bukan saja jumlah buku yang harus banyak, namun juga genre yang beragam sangat diperlukan agar siswa mendapat berbagai pengalaman membaca. Selain itu, variasi kegiatan literasi perlu ditambahkan seperti penggunaan multimodal reading responses dan disesuaikan dengan perkembangan teknologi saat ini. Selanjutnya, melihat dari kondisi sekolah yang sangat mendukung, kiranya kegiatan GLS dapat diterapkan di semua mata pelajaran sehingga GLS di sekolah ini dapat mencapai tahap Pembelajaran.
Analisis Kualitas Lembar Kerja Praktikum (LKP) Biologi Pada Materi Sistem Respirasi di SMA Kota Padang Berdasarkan Diagram Vee
Hastika, Asyah Dwi;
Fuadiyah, Sa’diatul;
Darussyamsu, Rahmawati
Journal for Lesson and Learning Studies Vol 5, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v5i1.39720
Lembar Kerja Praktikum (LKP) merupakan pedoman yang berisi petunjuk atau tata cara yang mengarahkan siswa dalam melaksanakan suatu kegiatan praktikum/laboratorium. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan, peredaran dan penggunaan LKP sebagai petunjuk kegiatan praktikum terdapat permasalahan, khususnya pada materi sistem respirasi. Pelaksanaan praktikum cenderung tidak bermakna dikarenakan LKP yang digunakan hanya menuntun peserta didik merekam data tanpa rasa yang jelas mengenai tujuan dari penyelidikan yang mereka lakukan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas penyusun LKP yang digunakan di SMA N 4 Padang pada materi sistem respirasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling dengan jumlah 4 LKP yang bersumber dari buku cetak dan LKS di SMA N 4 Padang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah diagram Vee (yang dikembangkan Novak & Gowin, 1984). Data penelitian kemudian diuji coba dan dianalisis untuk melihat kualitasnya berdasarkan komponen diagram Vee. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentasi kelengkapan komponen diagram Vee pada LKP biologi kelas XI pada materi sitem respirasi di kota Padang yaitu 75 % dengan kategori cukup lengkap. Dan rata-rata skor diagram Vee pada LKP yang diteliti adalah 48,75% dengan kategori cukup baik
Kesulitan dalam Belajar Biologi saat Pembelajaran Daring
Zaputri, Nova Sari;
Lufri, Lufri
Journal for Lesson and Learning Studies Vol 4, No 3 (2021): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i3.38567
Kesulitan belajar adalah suatu kondisi di mana peserta didik tidak dapat belajar secara wajar di sebabkan adanya ancaman, hambatan ataupun gangguan dalam belajar. Semenjak diterapkannya belajar dari rumah atau pembelajaran daring (dalam jaringan) banyak kesulitan-kesulitan yang dialami oleh peserta didik. Peserta didik yang terindikasi sejumlah kesulitan belajar akan mendapat hasil belajar yang rendah. Kesulitan belajar dapat terjadi karena ada faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik saturation sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sebagai sampel. Sampel penelitian berjumlah 43 orang peserta didik. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan angket dengan 35 butir pernyataan. Skor hasil kesulitan dalam belajar biologi saat pembelajaran daring ini tersebar ke dalam empat kategori yaitu sangat setuju, setuju, tidak setuju, sangat tidak setuju. Hasil penelitian menujukkan bahwa kesulitan dalam belajar biologi saat pembelajaran daring di MAN 3 Kampar berada pada kategori Tinggi. Di mana rata-rata persentase kesulitan peserta didik dari faktor internal sebesar 67,4%, kesulitan oleh faktor eksternal sebesar 59%, dan kesulitan peserta didik berhubungan dengan karakteristik materi biologi sebesar 67%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kesulitan peserta didik dalam belajar biologi saat pembelajaran daring di berada pada kategori kesulitan yang tinggi.
Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Biologi Selama Pembelajaran Daring pada Siswa XI Sekolah Menengah Atas
Putri, Pezzy Eka;
Lufri, Lufri;
Helendra, Helendra;
Fuadiyah, Sa’adiyah
Journal for Lesson and Learning Studies Vol 4, No 3 (2021): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i3.37617
Berbagai permasalah muncul akibat pendemi covid-19 salah satunya adalah kualiatas Pendidikan. Masalah yang saat ini muncul dalam pembelajaran daring yaitu rendahnya hasil belajar peserta didik. Salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya hasil belajar adalah motivasi Belajar siswa yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar Biologi peserta didik kelas XI selama pembelajaran daring Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI MIPA. Sampel penelitian berjumlah 56 orang dengan teknik satruration sampling. Instrumen pada penelitian ini menggunakan angket. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data yaitu analisis deskriptif kualitatif , dan statistic inferensial. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi antara motivasi belajar dengan hasil belajar Biologi peserta didik kelas XI selama pembelajaran daring dengan nirai r= 0, 301; koefisien nilai thitung yaitu 2, 3226 lebih besar dari pada koefisien ttabel yaitu 1, 67356. sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifakan antara motivasi belajar terhadap hasil belajar Biologi peserta didik kelas XI selama pembelajaran daring. Motivasi belajar diperlukan agar siswa lebih semangat dalam belajar sehingga berpengaruh pada hasil belajar siswa.
Penyebab Kesulitan Belajar Siswa pada Pembelajaran Daring
Rahmawati, Feby Fadilla;
Setiawan, Deka;
Roysa, Mila
Journal for Lesson and Learning Studies Vol 4, No 3 (2021): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i3.32506
Munculnya pandemi covid-19 mengakibatkan terhambatnya proses belajar mengajar, pemerintah menerapkan program pembelajaran jarak jauh skala besar untuk menjangkau siswa dari jarak jauh karena proses pembelajaran tidak bisa dilaksanakan secara tatap muka untuk menghindari penyebaran covid-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kesulitan belajar terhadap pembelajaran daring serta untuk mengetahui peran guru dalam menerapkan pembelajaran daring pada siswa kelas IV SD. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari data primer yaitu guru kelas, orang tua siswa dan siswa kelas IV SD sedangkan data sekunder akan dijadikan sebagai pendukung penelitian yang akan didapatkan melalui dokumentasi dan catatan penelitian. Prosedur pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dokumentasi kegiatan dan pencatatan. Keabsahan data menggunakan Credibility, Transferbility, Reliability, Confirmability. Dari hasil penelitian ditemukan factor penyebab kesulitan belajar terhadap pembelajaran daring pada siswa kelas IV SD minat belajar siswa masih rendah, terlihat dari sikap yang ditunjukkan siswa yaitu siswa sulit untuk mempunyai kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan materi pelajaran yang di sampaikan secara online, kurang ketertarikan siswa terhadap materi yang disampaikan secara daring, siswa merasa bosan dan jenuh dalam mengikuti materi pelajaran yang disampaikan guru, siswa tidak dapat mengendalikan dirinya untuk mengikuti kegiatan belajar yang baik.peran yang dilakukan oleh guru SD dalam meningkatkan minat belajar siswa yaitu guru berusaha menjalankan perannya sebagai demonstrator guru berperan sebagai pendidik dan pengajar, guru sebagai pengelola pembelajaran, guru sebagai mediator dan fasilitator, dan guru sebagai evaluator.
ANALISIS KUALITAS LEMBAR KERJA PRAKTIKUM PADA MATERI STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN MENGGUNKAN DIAGRAM VEE
qodri, dyah nurul;
fuadiyah, sa'diatul
Journal for Lesson and Learning Studies Vol 5, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v5i1.40277
Metode praktikum merupakan metode yang tepat untuk pembelajaran biologi.Lembar Kerja Praktikum (LKP) adalah panduan kegiatan praktikum yang berisi materi dan serangkaian prosedur yang dapat mempengaruhi keberhasilan dalam pembelajaran di laboratorium. Diagram Vee merupakan salah satu alat metakognitif yang bermanfaat untuk membantu memahami struktur dari pengetahuan dan proses dari pemahaman konsep pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan kualitas LKP berdasarkan komponen diagram Vee. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif. Populasi dari penelitian ini adalah 2 LKP materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan. Sampel penelitian ini adalah 2 LKP yaitu 1 LKP pada buku cetak dan 1 LKP buatan guru. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu instrumen keberadaan komponen diagram Vee dan instrumen kualitas komponen Diagram Vee yang berupa rubrik dan tabel. Hasil uji coba dan analisis data diketahui persentase keberadaan komponen pertanyaan fokus, objek/peristiwa, pencacatan/transformasi dan klaim pengetahuan yaitu 100% dengan kategori sangat lengkap sedangkan persentase komponen teori/prinsip/konsep yaitu 50% dengan kategori cukup lengkap. Sedangkan persentase kualitas komponen diagram yaitu pertanyaan fokus yaitu 50% dengan cukup baik, objek/peristiwa yaitu 75% dengan kategori baik sedangkan komponen teori/prinsip/konsep yaitu 0% dengan kategori sangat kurang, catatan/transformasi yaitu 62,5% dengan kategori baik. Sehingga perlu dilakukan rekontruksi dan uji coba LKP agar kegiatan praktikum lebih bermakna bagi peserta didik sehingga konsep yang harus dikuasai siswa tercapai.
Hubungan Kebiasaan Belajar dengan Hasil Belajar IPA pada Peserta Didik Kelas VIII
Thania, Mira;
Ristiono, Ristiono
Journal for Lesson and Learning Studies Vol 4, No 3 (2021): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i3.34600
IPA merupakan salah stau mata pelajaran yang menuntut siswanya untuk memiliki kebiasaan belajar yang positif agar dapat memahami segala materi yang disajikan. Hanya saja pada pelaksanaanya dilapangan tidak semua siswa memiliki kebiasaan belajar yang baik sehingga hasil belajar siswa tergolong rendah. Adapun tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kebiasaan belajar dengan hasil belajar pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan jumlah populasi sebanyak 71 orang siswa kelas VIII, penarikan sampel penelitian dilakukan dengan teknik satruration sampling yaitu seluruh anggota populasi dijadikan sampel dalam penelitian. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancar, dan penyebaran angket. Instrument angket yang digunakan yakni berupa kuisioner kebiasaan belajar yang terdiri dari 42 butir pernyataan. Data hasil penelitian kemudian dianalisis dengan Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis menggunakan rumus korelasi Spearman Rank. Selanjutnya untuk mengetahui mengetahui koefisien berarti atau tidak, dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan rumus uji-t. hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa Sumbangan kebiasaan belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Natural Sinces adalah (12,25%) dan (87,75%) ditentukan oleh faktor lain. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kebiasaan belajar dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA.
Pentingnya Ikut Serta Orang Tua dalam Memotivasi Belajar Anak Sekolah Dasar
Sari, Refri Diantika;
Ismaya, Erik Aditya;
Masfuah, Siti
Journal for Lesson and Learning Studies Vol 4, No 3 (2021): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i3.38572
Pentingnya orang tua merupakan tugas yang memiliki andil dalam mendukung keberhasilan anaknya terutama dalam hal meningkatkan motivasi belajar anak. Anak yang mempunyai motivasi belajar rendah cenderung mengabaikan belajar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pentingnya orang tua dalam memotivasi belajar anak sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 anak sekolah dasar dan 6 orang tua. Tekhnik pengumpulan data pada penelitian ini meliputi tahap observasi, wawancara, dokumentasi, dan pencatatan. Analisis data pada penelitian ini merupakan analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua memiliki tugas penting dalam memotivasi belajar anak sekolah dasar sebagai korektor, informator, motivator, organisator, fasilitator dan pembimbing. Dalam penelitian ini pembentukan jam belajar anak, pendampingan belajar anak, dan pemeberian reward mampu memotivasi belajar anak sekolah dasar. Dalam penelitian ini pembentukan jam belajar anak, pendampingan belajar anak, dan pemberian reward mampu memotivasi belajar anak sekolah dasar. Pentingnya ikut serta orang tua dalam mengontrol jam belajar anak, pendampingan belajar anak dan pemberian pujian. Hal ini dapat meningkatkan disiplin anak, dan dapat memotivasi belajar anak. Dapat disimpulkan bahwa orangtua memiliki peran yang sangat penting bagi anak sehingga orangtua harus memperhatikan anak dengan baik.
Seperti Apa Permasalahan Pembelajaran Biologi pada Siswa SMA?
Azizah, Nurul;
Alberida, Heffi
Journal for Lesson and Learning Studies Vol 4, No 3 (2021): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i3.38073
Permasalahan dalam pembelajaran dapat mengganggu tercapainya tujuan pembelajaran, sehingga dibutuhkan identifikasi sebagai langkah awal sebelum dilakukan tindak lanjut berupa pencegahan dan pemberian solusi untuk setiap permasalahan yang ada. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengidentifikasi apa saja permasalahan pembelajaran biologi yang dihadapi siswa khususnya pada materi Archaebacteria dan Eubacteria. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini yakni guru dan siswa kelas X SMA. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan metode observasi dan wawancara. Analisis data hasil penelitian dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif dalam bentuk deskripsi berdasarkan temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat permasalahan utama yang dialami oleh siswa kelas X dalam pembelajaran biologi, diantaranya adalah siswa mengalami kesulitan memahami materi biologi, kurangnya fokus dan konsentrasi belajar siswa, adanya ketidaksesuaian pemahaman konsep dan jenis tes evaluasi yang digunakan guru. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa masih terdapat banyak kendala yang dialami oleh siswa dalam pembelajaran biologi, sehingga hal tersebut membutuhkan perhatian kusus guna meningkatkan hasil belajar serta kualitas belajar siswa.
Modul Elektronik (E-Modul) IPA Bernuansa Emotional Spiritual Quotient (ESQ) mengenai Materi Sistem Reproduksi pada Manusia
Hervi, Fauziah;
Ristiono, Ristiono
Journal for Lesson and Learning Studies Vol 4, No 3 (2021): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i3.35425
Pendidikan di Indonesia selama ini masih mengutamakan penguasaan aspek intelektual saja. Bahan ajar yang digunakan oleh sekolah adalah buku teks dan Lembar Kerja Siswa (LKPD) yang masih mengutamakan aspek intelektual. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul elektronik (e-module) IPA bernuansa ESQ tentang sistem reproduksi pada manusia yang valid dan praktis. E-modul tersebut divalidasi oleh 2 orang dosen jurusan biologi FMIPA UNP dan 1 orang guru IPA di SMP Pengembangan Laboratorium UNP. Uji kepraktisan dilakukan oleh 1 orang guru IPA dan 25 peserta didik di SMP Pembangunan Laboratorium UNP. Hasilnya, e-modul IPA bernuansa ESQ yang dikembangkan menggunakan 3 tahapan model 4D, yaitu tahap define dengan mendefinisikan istilah pembelajaran menggunakan kurikulum, tahap design dengan merancang komponen e-modul, dan tahap develop yang bertujuan untuk menghasilkan e-modul yang valid dan e-modul praktis. Nilai validitas sebesar 83,89% dengan kriteria valid, kepraktisan oleh guru sebesar 95,83% dengan kriteria sangat praktis dan peserta didik sebesar 90,16% dengan kriteria sangat praktis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul IPA bernuansa ESQ valid dan sangat praktis untuk pembelajaran.