cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran
ISSN : 27985725     EISSN : 27985466     DOI : https://doi.org/10.51878/strategi.v1i2.580
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Learning Strategies and Models.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 375 Documents
EFEKTIVITAS ASESMEN FORMATIF DIGITAL BERBASIS KAHOOT DALAM MENDUKUNG PEMBELAJARAN MENDALAM TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SMP Ainunnisa Nurulfathimah; Khilda Gina Adawiyyah; Cicin Resnawati; Nana Nana
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.11213

Abstract

ABSTRACT Science learning at the junior high school level still faces challenges in developing students’ conceptual understanding and deep learning, particularly in ecosystem topics that require integrated conceptual relationships. This study aims to analyze the effectiveness of Kahoot-based digital formative assessment in improving conceptual understanding and supporting students’ deep learning. This research employed a quantitative approach using a pretest-posttest control group design. The sample consisted of two seventh-grade classes: an experimental class (using Kahoot) and a control class (using Google Form). The instruments included a two-tier conceptual understanding test and a deep learning questionnaire. Data were analyzed using N-Gain and Mann-Whitney test. The results showed that Kahoot significantly improved students’ conceptual understanding (sig. 0.001), with higher N-Gain in the experimental class. Additionally, Kahoot had a significant effect on deep learning (sig. 0.024), although the improvement was moderate and not evenly distributed. These findings indicate that Kahoot is effective in enhancing learning outcomes and supporting meaningful learning; however, optimizing deep learning requires more reflective and concept-oriented assessment design and pedagogical strategies. ABSTRAK Pembelajaran IPA di SMP masih menghadapi kendala dalam mengembangkan pemahaman konsep dan pembelajaran mendalam siswa, khususnya pada materi ekosistem yang menuntut keterkaitan antar konsep. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas asesmen formatif digital berbasis Kahoot dalam meningkatkan pemahaman konsep serta mendukung pembelajaran mendalam siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen pretest-posttest control group. Sampel terdiri dari dua kelas VII SMP, yaitu kelas eksperimen (menggunakan Kahoot) dan kelas kontrol (menggunakan Google Form). Instrumen yang digunakan meliputi tes pemahaman konsep berbentuk two-tier dan angket pembelajaran mendalam. Data dianalisis menggunakan N-Gain dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kahoot secara signifikan meningkatkan pemahaman konsep siswa (sig. 0,001) dengan rata-rata N-Gain lebih tinggi pada kelas eksperimen. Selain itu, Kahoot juga berpengaruh signifikan terhadap pembelajaran mendalam (sig. 0,024), meskipun peningkatannya bersifat moderat dan tidak merata. Temuan ini menunjukkan bahwa Kahoot efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan mendukung pembelajaran yang lebih bermakna, namun optimalisasi pembelajaran mendalam tetap memerlukan desain asesmen dan strategi pedagogis yang lebih reflektif dan konstektual.
STRATEGI GURU DALAM MENERAPKAN PENDEKATAN DEEP LEARNING PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BERSUSUN Solehatinmuffaroh Solehatinmuffaroh; Zainal Zainal
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.11324

Abstract

ABSTRACT This study aims to describe teachers' strategies in implementing the deep learning approach in teaching addition and subtraction with the vertical algorithm method in Grade 2 at SDI Darul Ulum. The study was motivated by mathematics instruction that still tends to focus on procedural aspects, resulting in students' conceptual understanding not being optimally developed. The deep learning approach was chosen because it emphasizes meaningful learning, active student engagement, and reflective thinking skills in line with the implementation of the Merdeka Curriculum. This research employed a qualitative method with a case study design. Data were collected through classroom observations, in-depth interviews, and learning documentation. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing to obtain a comprehensive description of the instructional strategies implemented by the teacher. The findings revealed that the teacher applied various instructional strategies, including the use of concrete learning media, reflective questioning, context-based collaborative learning, dialogic formative feedback, and simple reflection activities. These strategies helped students develop a deeper understanding of addition and subtraction concepts and increased their engagement in the learning process. The findings highlight that the implementation of a deep learning approach in elementary mathematics education can serve as an alternative instructional strategy to support conceptual understanding and active student participation in accordance with their cognitive developmental stage. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi guru dalam menerapkan pendekatan deep learning pada pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bersusun di kelas 2 SDI Darul Ulum. Penelitian dilatarbelakangi oleh pembelajaran matematika yang masih cenderung berfokus pada prosedur sehingga pemahaman konseptual siswa belum berkembang secara optimal. Pendekatan deep learning dipilih karena menekankan pembelajaran bermakna, keterlibatan aktif siswa, dan kemampuan berpikir reflektif sesuai implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi pembelajaran. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai strategi pembelajaran yang diterapkan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi pembelajaran melalui penggunaan media konkret, pertanyaan reflektif, pembelajaran kolaboratif berbasis konteks, umpan balik formatif dialogis, dan kegiatan refleksi sederhana. Strategi tersebut membantu siswa memahami konsep penjumlahan dan pengurangan secara lebih mendalam serta meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Temuan penelitian menegaskan bahwa penerapan pendekatan deep learning pada pembelajaran matematika sekolah dasar dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang mendukung pemahaman konseptual dan partisipasi aktif siswa sesuai tahap perkembangan kognitif mereka.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA MINI SHADOW PUPPET TERHADAP KEMAMPUAN MENYIMAK ANAK USIA 5-6 TAHUN Angeli Dinda Saputri; Nyimas Muazzomi; Rizki Surya Amanda
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.11884

Abstract

ABSTRACT Listening skills among young children at TK Pembina Negeri Singkut, Sarolangun Regency, were found to be underdeveloped, as indicated by difficulties in maintaining attention, understanding stories, answering questions, and retelling information they had heard. This study aimed to determine the effect of using mini shadow puppet media on the listening skills of children aged 5–6 years. The study employed a quantitative approach with a Pre-Experimental One Group Pretest-Posttest Design. The sample consisted of 15 children selected through saturated sampling. Data were collected using an observation sheet measuring listening skills and analyzed through descriptive statistics and a t-test. The results showed that the mean pretest score of 8.87 increased to 17.73 in the posttest after the implementation of mini shadow puppet media. Hypothesis testing revealed that the calculated t-value (18.220) was higher than the t-table value (2.145), indicating that the hypothesis was accepted. It can be concluded that mini shadow puppet media significantly improves children's listening skills and serves as an effective and engaging learning medium in early childhood education. ABSTRAK Kemampuan menyimak anak usia dini di TK Pembina Negeri Singkut Kabupaten Sarolangun masih belum optimal, ditandai dengan rendahnya kemampuan anak dalam memusatkan perhatian, memahami isi cerita, menjawab pertanyaan, dan menceritakan kembali informasi yang didengar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media mini shadow puppet terhadap kemampuan menyimak anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental bentuk One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 15 anak yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui lembar observasi kemampuan menyimak dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pretest sebesar 8,87 meningkat menjadi 17,73 pada posttest setelah penerapan media mini shadow puppet. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t hitung sebesar 18,220 lebih besar daripada t tabel 2,145, sehingga hipotesis diterima. Disimpulkan bahwa media mini shadow puppet berpengaruh signifikan terhadap kemampuan menyimak anak usia 5–6 tahun dan dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang menarik serta efektif dalam meningkatkan kemampuan bahasa anak usia dini.
THE EFFECT OF INQUIRY-BASED LEARNING (IBL) ON STUDENTS’ ENGAGEMENT AND CRITICAL THINKING SKILLS IN AN EFL CLASSROOM: A QUASI-EXPERIMENTAL STUDY Sri Wahyuni; Nur Hidayat; Davron Aslonqulovich Juraev; Muhammad Arief Budiman
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.12032

Abstract

English as a Foreign Language (EFL) learning continues to face challenges in enhancing student engagement and developing critical thinking skills required in the 21st century. This study investigates the effect of Inquiry-Based Learning (IBL) on students’ engagement and critical thinking skills in an English as a Foreign Language (EFL) classroom. Employing a quasi-experimental design with a non-equivalent control group, the research involved 56 undergraduate students (in Universitas PGRI Semarang) divided into a control group (n = 28) and an experimental group (n = 28). The experimental group received instruction through the Inquiry-Based Learning approach for one semester, while the control group was taught using conventional teacher-centered methods. Data were collected using a Student Engagement Questionnaire measuring behavioral, emotional, and cognitive engagement, as well as a Critical Thinking Test to assess students’ higher-order thinking skills. Both groups completed pre-tests and post-tests to examine changes before and after the intervention. The data were analyzed using descriptive and inferential statistics to determine significant differences between groups. The findings indicate that students exposed to Inquiry-Based Learning demonstrated higher levels of engagement and significantly improved critical thinking skills compared to those in the control group. These results suggest that IBL is an effective pedagogical approach for fostering active learning and higher-order thinking in EFL contexts. ABSTRAK Pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan keterlibatan mahasiswa dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis yang diperlukan pada abad ke-21. Penelitian ini menyelidiki pengaruh Inquiry-Based Learning (IBL) terhadap keterlibatan siswa dan keterampilan berpikir kritis dalam kelas English as a Foreign Language (EFL). Dengan menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan kelompok kontrol non-ekuivalen, penelitian ini melibatkan 56 mahasiswa (di Universitas PGRI Semarang) yang dibagi menjadi kelompok kontrol (n = 28) dan kelompok eksperimen (n = 28). Kelompok eksperimen menerima pembelajaran melalui pendekatan Inquiry-Based Learning selama satu semester, sedangkan kelompok kontrol diajar menggunakan metode konvensional yang berpusat pada guru. Data dikumpulkan menggunakan Kuesioner Keterlibatan Siswa yang mengukur keterlibatan perilaku, emosional, dan kognitif, serta Tes Berpikir Kritis untuk menilai keterampilan berpikir tingkat tinggi mahasiswa. Kedua kelompok mengikuti pre-test dan post-test untuk mengamati perubahan sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial untuk menentukan perbedaan signifikan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengikuti pembelajaran berbasis Inquiry-Based Learning menunjukkan tingkat keterlibatan yang lebih tinggi dan peningkatan keterampilan berpikir kritis yang signifikan dibandingkan dengan mahasiswa pada kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa IBL merupakan pendekatan pedagogis yang efektif untuk mendorong pembelajaran aktif dan keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam konteks EFL.
KEMAMPUAN MEMAHAMI GAYA BAHASA DALAM TEKS PUISI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS VII SMP Resdi Cicilia Ratundulage; Nontje Jultje Pangemanan
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.12066

Abstract

This study aims to describe students’ ability to understand figurative language in poetry texts through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model among seventh-grade students at Anugerah Tondano Junior High School. The study employed a descriptive qualitative approach and was conducted from October to November 2025 at Anugerah Tondano Junior High School. The participants consisted of 15 seventh-grade students. Data were collected through observation, interviews, and tests assessing students’ understanding of figurative language in poetry. The findings revealed that the students demonstrated a fairly good ability to understand figurative language in the poem Pahlawan Tak Dikenal by Toto Sudarto Bachtiar. Students’ comprehension levels were reflected in the following percentages: anticlimax (73%), simile (66%), metaphor (66%), synecdoche (66%), pleonasm (73%), personification (73%), repetition (73%), and symbolic language (66%). These findings indicate that the implementation of the Problem Based Learning model can support students in identifying and understanding figurative language used in poetry texts. This study is expected to contribute to Indonesian language learning, particularly in enhancing students’ literary appreciation and figurative language comprehension through student-centered learning approaches. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan memahami gaya bahasa dalam teks puisi melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas VII SMP Anugerah Tondano. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2025 di SMP Anugerah Tondano. Subjek penelitian berjumlah 15 siswa kelas VII. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan tes kemampuan memahami gaya bahasa dalam puisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas VII SMP Anugerah Tondano memiliki kemampuan yang tergolong cukup baik dalam memahami gaya bahasa pada puisi Pahlawan Tak Dikenal karya Toto Sudarto Bachtiar. Persentase pemahaman siswa terhadap berbagai jenis gaya bahasa meliputi antiklimaks sebesar 73%, simile sebesar 66%, metafora sebesar 66%, sinekdoke sebesar 66%, pleonasme sebesar 73%, personifikasi sebesar 73%, repetisi sebesar 73%, dan bahasa simbolik sebesar 66%. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat membantu siswa dalam mengidentifikasi dan memahami penggunaan gaya bahasa dalam teks puisi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya dalam meningkatkan kemampuan apresiasi sastra dan pemahaman gaya bahasa melalui penerapan model pembelajaran yang berpusat pada siswa.
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMP ADVENT TONDANO Risnalia Julyanti Fursima; Niny Makaliwe; Jerry Wuisang
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.12163

Abstract

ABSTRACT Student learning outcomes are one of the indicators of educational success and are influenced by various internal factors, including learning motivation and learning interest. Low levels of motivation and interest in learning may reduce students' engagement in the learning process and consequently affect their academic achievement. This study aimed to examine the effect of learning motivation on students' learning outcomes, the effect of learning interest on students' learning outcomes, and the simultaneous effect of both variables on students' learning outcomes at Advent Junior High School of Tondano. This study employed a quantitative approach using a survey method. The population consisted of 55 seventh- and eighth-grade students, with a sample of 48 students selected through random sampling. Data were collected using questionnaires and students' academic records and were analyzed using simple and multiple linear regression techniques. The results indicated that learning motivation and learning interest had a positive and significant effect on students' learning outcomes (p < 0.05). Simultaneously, both variables demonstrated a strong relationship with students' learning outcomes (R = 0.752). These findings suggest that improving students' motivation and interest in learning can contribute to better learning outcomes. Therefore, teachers and schools need to implement learning strategies that foster students' motivation and interest to optimize academic achievement. ABSTRAK Hasil belajar siswa merupakan salah satu indikator keberhasilan proses pendidikan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor internal, di antaranya motivasi belajar dan minat belajar. Rendahnya motivasi dan minat belajar dapat mengurangi keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran sehingga berdampak pada pencapaian hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa, pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar siswa, serta pengaruh motivasi belajar dan minat belajar secara simultan terhadap hasil belajar siswa di SMP Advent Tondano. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 55 siswa kelas VII dan VIII SMP Advent Tondano, dengan sampel sebanyak 48 siswa yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dokumentasi nilai akademik siswa, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar dan minat belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa (p < 0,05). Secara simultan, kedua variabel menunjukkan hubungan yang kuat dengan hasil belajar siswa (R = 0,752). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan motivasi dan minat belajar dapat mendukung peningkatan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, guru dan sekolah perlu mengembangkan strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa guna mengoptimalkan pencapaian hasil belajar.
STUDI LITERATUR: PENGGUNAAN MODEL PBL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MATERI EKOSISTEM Dhea Riztya Anindi Fauziyyah; Zaenal Abidin; Sulistiyono Sulistiyono
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.12208

Abstract

One of the skills that must be taught to students in the 21st century is critical thinking, particularly in biology lessons related to ecosystem topics, which require the ability to analyze, evaluate, and draw conclusions based on environmental phenomena. However, the critical thinking skills of Indonesian students remain low, as conventional teaching methods still dominate. Problem-Based Learning (PBL) emerges as an alternative student-centered learning approach through contextual problem-solving. The focus of this study is to evaluate the effectiveness of the PBL model on students’ critical thinking skills regarding ecosystem material. Data sources were drawn from 15 scientific articles published between 2024 and 2026 and obtained through the Google Scholar, Garuda, and other educational journal portals. Content analysis was conducted on author names, publication years, and research findings. The research results indicate that the regular use of the PBL model enhances students’ critical thinking skills, as evidenced by an increase in N-Gain (0.32–0.77) categorized as moderate to high, significant differences between the experimental and control groups (sig. < 0.05), and a large effect size. Based on these findings, the PBL model is recommended as an innovative learning approach capable of enhancing critical thinking skills. ABSTRAK Salah satu keterampilan yang harus diajarkan pada peserta didik di abad ke-21 adalah kemampuan berpikir kritis, terutama dalam pelajaran biologi berkaitan dengan materi ekosistem yang membutuhkan kemampuan untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menarik kesimpulan berdasarkan fenomena lingkungan. Tetapi kemampuan berpikir kritis peserta didik Indonesia masih rendah, karena pembelajaran konvensional masih dominan. Problem Based Learning (PBL) hadir sebagai alternatif  pembelajaran yang berfokus pada peserta didik melalui pemecahan masalah yang kontekstual. Fokus penelitian ini untuk mengevaluasi efektivitas model PBL terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi ekosistem. Sumber data berasal dari 15 artikel ilmiah yang diterbitkan tahun 2024 hingga 2026 dan diperoleh melalui database Google Scholar, Garuda, serta portal jurnal pendidikan lainnya. Analisis konten dilakukan terhadap nama penulis, tahun terbit, dan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan model PBL secara teratur meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik, yang ditandai melalui peningkatan N-Gain (0,32–0,77) berkategori sedang hingga tinggi, signifikansi antara kelas eksperimen dan kontrol (sig. < 0,05), serta effect size yang tergolong besar. Berdasrkan kondisi tersebut, model PBL disarankan sebagai pendekatan pembelajaran yang inovatif serta mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi ekosistem.
KETERAMPILAN MENULIS TEKS DESKRIPSI MELALUI TEKNIK MENULIS OBJEK LANGSUNG SISWA KELAS VII SMP KATOLIK KEMBES Nadila V. Kindangen; Oldie S. Meruntu; Nontje J. Pangemanan
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.12209

Abstract

This study aimed to describe the ability of seventh-grade students at SMP Katolik Kembes to write descriptive texts using the direct object writing technique. The research employed a descriptive analytical method and involved 29 seventh-grade students of SMP Katolik Kembes, located in Kembes Satu Village, Tombulu District, Minahasa Regency, during the first semester of the 2025/2026 academic year. Data were collected through writing tests and documentation. The assessment focused on the structure of descriptive texts, including identification, description of parts, conclusion, structural organization, and overall completeness of the text framework. Data analysis was conducted through scoring, calculating total scores, converting scores into values, classifying achievement levels, and interpreting the findings using descriptive analytical techniques. The results showed that the students’ ability to write descriptive texts was categorized as good, with a mean score of 76.55. The implementation of the direct object writing technique, which involved observing objects directly, recording observations, and composing texts based on identification, description, and conclusion elements, enabled students to produce coherent and well-organized descriptive texts. Most students demonstrated the ability to write texts relevant to the assigned theme, understand the structure of descriptive texts, and express their ideas effectively. However, some students still required additional guidance, particularly in applying proper Indonesian language conventions. Therefore, the direct object writing technique proved effective in supporting the development of descriptive writing skills among seventh-grade students at SMP Katolik Kembes. ABSTRACT Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan seberapa baik kemampuan siswa kelas tujuh SMP Katolik Kembes dalam menulis teks deskriptif menggunakan pendekatan penulisan objek langsung. Sebanyak 29 siswa kelas tujuh berpartisipasi dalam penelitian ini, yang dilaksanakan di SMP Katolik Kembes di Desa Kembes Satu, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa, pada semester ganjil tahun ajaran 2025-2026 menggunakan teknik analitis deskriptif. Data dikumpulkan melalui pengujian dan dokumentasi, dengan penilaian yang berfokus pada struktur teks deskriptif, termasuk identifikasi, informasi komponen, kesimpulan, organisasi struktural, dan kelengkapan kerangka keseluruhan. Analisis data dilakukan dengan pemberian skor, penggabungan total skor, konversi nilai-nilai tersebut, pengkategorian skor, dan interpretasi temuan melalui teknik analitis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis teks deskriptif berada dalam kisaran baik, dengan skor rata-rata 76,55. Penerapan teknik penulisan objek langsung, yang meliputi pengamatan objek, pencatatan pengamatan, dan penyusunan teks berdasarkan unsur identifikasi, deskripsi bagian, dan kesimpulan, memungkinkan siswa untuk menyusun teks deskriptif yang koheren dan jelas. Mayoritas siswa menunjukkan kemampuan untuk menulis yang relevan dengan tema yang diberikan, memahami struktur teks deskriptif, dan mengartikulasikan ide-ide mereka secara efektif, meskipun beberapa siswa masih membutuhkan dukungan tambahan, khususnya dalam mematuhi norma-norma bahasa Indonesia yang tepat. Oleh karena itu, pendekatan penulisan objek langsung telah terbukti bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan menulis teks deskriptif siswa kelas VII di SMP Katolik Kembes.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA SMP Zakiatun Nafisah Zainafa; Didit Darmawan; Rahayu Mardikaningsih
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.12281

Abstract

ABSTRACT Low student interest in learning Islamic Religious Education (PAI) can affect the effectiveness of the learning process. The use of technology-based learning media has become an alternative approach to creating more engaging and interactive learning experiences. This study aims to analyze the influence of technology-based learning media on students’ learning interest in PAI at the junior high school level. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) method through the stages of identification, selection, evaluation, and synthesis of relevant literature. Data were collected from articles indexed in Google Scholar, Garuda, Scopus, and DOAJ published between 2021 and 2026, with inclusion criteria focusing on technology-based learning media in PAI instruction at the junior high school level and the availability of full-text articles. A total of 30 articles met the selection criteria and were analyzed using a descriptive qualitative approach. The novelty of this study lies in synthesizing recent findings on the use of technology-based learning media in junior high school PAI learning during the 2021–2026 period. The findings indicate that instructional videos, interactive multimedia, and digital platforms enhance students’ attention, interest, motivation, and active participation. Most of the reviewed studies reported an increase in students’ learning interest following the implementation of technology-based learning media. Therefore, the integration of technology in PAI learning contributes positively to improving students’ learning interest. ABSTRAK Rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat memengaruhi keberhasilan proses pembelajaran. Pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi menjadi salah satu alternatif untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran PAI di tingkat SMP. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) melalui tahapan identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis literatur. Sumber data diperoleh dari artikel yang terindeks pada Google Scholar, Garuda, Scopus, dan DOAJ periode 2021–2026 dengan kriteria artikel membahas media pembelajaran berbasis teknologi pada pembelajaran PAI di tingkat SMP dan tersedia dalam teks lengkap. Sebanyak 30 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Kebaruan penelitian ini terletak pada sintesis temuan terkini mengenai pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi dalam pembelajaran PAI tingkat SMP selama periode 2021–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan video pembelajaran, multimedia interaktif, dan platform digital mampu meningkatkan perhatian, ketertarikan, motivasi, serta partisipasi aktif siswa. Sebagian besar literatur menunjukkan adanya peningkatan minat belajar setelah penerapan media pembelajaran berbasis teknologi. Dengan demikian, integrasi teknologi dalam pembelajaran PAI berkontribusi positif terhadap peningkatan minat belajar siswa.
PENINGKATAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL CONGKLAK DI PAUD PERMATA HATI Iif Ma'fudloh; Risdianto Hermawan
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.12298

Abstract

ABSTRACT Cognitive development among children at PAUD Permata Hati remains suboptimal, particularly in numeracy, classification, logical reasoning, sequencing, and active participation. This issue stems from conventional one-way teaching methods and excessive gadget screen time, which limit interactive educational play. Thus, this study implements the traditional game of congklak as an effective, interactive alternative media to stimulate early childhood cognitive skills. The study employs a Classroom Action Research approach conducted over two cycles, with each cycle consisting of three sessions involving 16 children aged 5–6 years, comprising 8 boys and 8 girls. Data collection techniques were conducted through observation and documentation. The results of the study showed an improvement in the cognitive development of children aged 5–6 years after the implementation of the traditional congklak game. The achievement percentage increased from 25% in the pre-cycle stage to 52% in Cycle I and reached 88% in Cycle II. This improvement was observed across various cognitive aspects, including numeracy skills, classification, problem-solving, sequencing, and active participation during learning activities. As the final achievement exceeded the predetermined success criterion (>75%), it can be concluded that the traditional congklak game is an effective learning medium for stimulating early childhood cognitive development, particularly in logical thinking, numeracy, and problem-solving skills. ABSTRAK Kemampuan kognitif anak di PAUD Permata Hati belum berkembang secara optimal, khususnya pada aspek numerasi, klasifikasi, logika nalar, urutan, dan partisipasi aktif. Masalah ini dipicu oleh proses pembelajaran konvensional yang monoton serta tingginya ketergantungan anak pada gawai. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini melalui permainan tradisional congklak. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri atas tiga pertemuan dengan melibatkan 16 anak usia 5–6 tahun yang terdiri dari 8 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan perkembangan kognitif anak usia 5–6 tahun setelah penerapan permainan tradisional congklak. Persentase capaian perkembangan meningkat dari 25% pada tahap pra-siklus menjadi 52% pada Siklus I dan mencapai 88% pada Siklus II. Peningkatan tersebut terlihat pada berbagai aspek kognitif, seperti kemampuan numerasi, klasifikasi, pemecahan masalah, pengurutan, dan partisipasi aktif anak selama pembelajaran. Dengan capaian akhir melebihi kriteria keberhasilan yang ditetapkan (>75%), dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional congklak merupakan media pembelajaran yang efektif untuk menstimulasi perkembangan kognitif anak usia dini, khususnya dalam kemampuan berpikir logis, numerasi, dan pemecahan masalah.